Berita Terkini

10 Teroris Komunis PKK Tewas di Tenggara Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sepuluh teroris PKK tewas di tenggara Turki di provinsi Diyarbakir dan Sirnak, militer Turki mengumumkan Senin (07/03/2016), lansir Anadolu Agency.

Menurut Staf Umum Turki, empat milisi PKK tewas dan 16 bom rakitan berhasil dijinakkan Ahad di kabupaten Diyarbakir Sur.

Sebanyak 264 milisi tewas dan 345 bahan peledak dijinakkan di Sur sejak operasi dimulai pada bulan Desember tahun lalu.

Enam teroris PKK lainnya juga tewas dan 18 bahan peledak dijinakkan hari Ahad di kabupaten Sirnak Idil; beberapa senjata juga disita, kata militer.

Wilayah tenggara Turki telah menjadi tempat operasi militer yang signifikan sejak Desember.

PKK yang – terdaftar sebagai organisasi teroris komunis oleh Turki melanjutkan operasi militer bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki sejak akhir Juli 2015.

Sejak itu, lebih dari 280 anggota pasukan keamanan telah tewas dan ribuan milisi komunis PKK tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

45 Tewas dalam Bentrokan di Tunisia Perbatasan Libya

TUNISIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 45 orang tewas dalam bentrokan antara pasukan Tunisa dan orang-orang bersenjata di sebuah kota dekat perbatasan dengan Libya, Aljazeera melaporkan, Senin (07/03/2016).

 

Kelompok bersenjata menyerang sebuah barak tentara Tunisia, pos keamanan dan penjaga nasional saat fajar dengan persenjataan berat, termasuk granat berpeluncur roket, di kota timur Ben Guerdane, memicu baku tembak dengan pasukan Tunisia.

Kementerian dalam negeri Tunisia mengatakan sedikitnya 28 penyerang, 10 tentara dan tujuh warga sipil tewas dalam baku tembak hari Senin di Ben Gardane tersebut.

Sebuah ambulans juga dicuri dalam bentrokan.

Saat ini situasi telah dikendalikan, dan pihak berwenang mengatakan bahwa jam malam akan dilaksanakan di kota pada Senin malam.

"Kami telah memutuskan untuk memberlakukan jam malam di Ben Guerdane untuk kendaraan dan pejalan kaki … mulai hari ini [Senin] antara pukul 07:00 [18:00 GMT] hingga 05:00 [04:00 GMT]," kata pernyataan kementerian dalam negeri.

Sebuah operasi keamanan dan militer dimulai pekan lalu di Ben Gardane, setelah para pejabat keamanan Tunisia mengatakan kelompok bersenjata menyelinap ke negara itu.

Reporter Al Jazeera Nazanine Moshiri, melaporkan dari Tunisia, mengatakan bahwa Ben Gardane adalah kota strategis penting yang dianggap sebagai "pintu gerbang ke Libya". Kota ini berfungsi sebagai jalur untuk perdagangan senjata dan penyelundupan barang sehari-hari.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Rekomendasi ‘Bodong’ FKUB Biang Kerok Suburnya Gereja Liar di Bekasi

BEKASI (Jurnalislam) – Ketua Forum Anti Pemurtadan Bekasi Ustadz Abu Al Izz menilai, akar permasalahan tumbuh suburnya gereja liar di Kota Bekasi disebabkan oleh rekomendasi "bodong" FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Maksudnya, rekomendasi pendirian tempat ibadah yang tidak melibatkan tokoh dan masyarakat kota Bekasi.

“Yang pertama, biang gereja dimana-mana adalah FKUB. FKUB telah merekomendasikan banyak gereja dengan dalil telah melakukan verifikasi. Disini banyak tokoh-tokoh Bekasi, apakah antum dilibatkan? Apakah antum diajak bicara? Kalau tidak antum berarti dibohongi,” tegas Abu Al Izz dalam orasinya siang tadi, Senin (7/2/2016) di depan Gedung DPRD Kota Bekasi.

Ustadz asli Bekasi ini mengaku mempunyai fakta terkait adanya tindak penyuapan pihak gereja kepada FKUB untuk meminta dikeluarkannya rekomendasi.

“Saya punya fakta, dari FKUB itulah dimana-mana gereja nyogok untuk dimuluskan, agar rekomendasi dikeluarkan. Jangan percaya jika ada panitia pembangunan gereja mendapat rekomendasi dari FKUB,” tegasnya.

Abu Al Izz juga meminta masyarakat Bekasi untuk mengawal FKUB dalam mengambil kebijakan agar tak merugikan umat Islam sebagai mayoritas di Kota Bekasi.

”Kita juga kawal Kementrian Agama jangan sampai ia mengeluarkan rekomendasi, kita juga harus kawal jangan sampai Pepen (Rahmat Efendi, Walikota Bekasi) nipu umat Islam,” tegasnya.

Reporter: Zul | Editor: Irfan | Jurnalislam

 

Soal Gereja Santa Clara, FAPB Bekasi: Cabut Rekomendasi, Bukan Verikasi Ulang!

BEKASI (Jurnalislam.com) – FKUB Kota Bekasi yang diketuai oleh Abdul Manan dan Sekretaris Hasnul Kholid Pasaribu, mengeluarkan surat rekomendasi pendirian Gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi Utara dengan nomor 109/REK.FKUB/1V/2015. Rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah mempelajari surat yang diajukan oleh panitia pembangunan Gereja dan laporan hasil verifikasi dukungan warga.

Sementara tokoh ulama dan masyarakat Bekasi Utara seperti KH. Ishomudin Muchtar menolak keras pendirian gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi Utara.

Buktinya pada hari Senin, 10 Agustus 2015, para tokoh dari berbagai elemen dan masyarakat Bekasi Utara turun melakukan demonstrasi guna memprotes rekomendasi yang dikeluarkan oleh FKUB tersebut.

Demonstrasi kekecewaan masyarakat Kota Bekasi pun pecah dan nyaris bentrok dengan aparat hingga akhirnya para demonstran melumpuhkan jalur utama A. Yani.

Kendati demikian, Walikota Bekasi dan Muspida tidak bergeming dengan kemarahan dan kekecewaan masyarakat Bekasi. Mereka hanya mempersilahkan verifikasi ulang dan menjadikan status quo selama dalam verifikasi.

Tentu yang diverifikasi adalah data yang sudah dianggap sah dan meyakinkan oleh mereka! Lain halnya jika keputusannya, pihak gereja diminta mengajukan kembali syarat-syarat pendirian gereja dari nol?

Maka, Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) berpendapat bahwa:

1. FKUB telah melakukan kesalahan mengeluarkan rekomendasi pendirian Gereja Santa Clara Bekasi Utara tanpa melibatkan tokoh-tokoh dan masyarakat kota Bekasi pada saat verifikasi hingga akhirnya mereka terpaksa berdemonstrasi di depan kantor Walikota Bekasi.

2. FKUB dalam mengeluarkan rekomendasi memaksakan diri dan tidak mengindahkan perasaan masyarakat muslim Bekasi, khususnya masyarakat muslim Bekasi Utara yang terganggu dengan adanya pendirian Gereja Santa Clara Bekasi Utara.

3. Sikap FKUB berkeras seolah telah berpijak pada aturan normatif dengan tanpa mempertimbangkan kearifan dan nilai budaya masyarakat Bekasi yang relijius yang peka terhadap masalah gereja dapat memicu keresahan dan melukai kenyamanan hidup masyarakat kota Bekasi.

4. Seharusnya Walikota Bekasi dan Muspida mendorong FKUB untuk mencabut rekomendasi pendirian Gereja Paroki Santa Clara Bekasi Utara nomor 109/REK.FKUB/1V/2015.

Bukan dengan verifikasi ulang!

Bekasi, 10/8/2015 Abu Al-Iz, Lc. (Ketua FAPB)

 

Sumber: Pers Rilis FAPB | Editor: Irfan | Jurnalislam

Lomba Baca Sirah Rasulullah Warnai Gelaran Islamic Book Fair Malang

MALANG (Jurnalislam.com) – Demi mempopulerkan kisah-kisah keteladanan Rosulullah Muhammad SAW, penerbit buku-buku Siroh Rasulullah, Sigma Daya Insani mengadakan lomba "Baca Sirah Rasulullah" dalam gelaran Islamic Book Fair Malang di aula Skodam Brawijaya Jalan Raya Tugu No 1 Malang, Senin (7/3/2016).

"Kita berkomitmen untuk mengenalkan keteladanan Rasul Muhammad SAW, makanya kita adakan lomba ini untuk tingkat TK/PAUD dan SD," terang Hilda, supervisor Sigma Daya Insani kepada Jurnalislam.

Lebih lanjut Hilda berharap tercapainya misi satu anak satu buku sirah. “Sehingga setiap anak bisa mencintai Rosulullah saw. Barang siapa mencintai Rosulullah maka kelak dia akan bertemu dan berkumpul dengan beliau di surge," kata Hilda mengutip sebuah hadist.

Sementara itu, Anas Farhan peserta dari SD Islam Al Um Malang mengungkapkan kegembiraannya meski belum menang sebagai juara lomba kali ini.

"Seneng..semangat, karena hanya dua orang dari SD saya," ucap Anas murid kelas 2.

Hasil lomba kali ini langsung dibacakan setelah panitia membatasi 22 peserta tampil, karena waktu yang diberikan hanya dua setengah jam.

Untuk juara 1 kategori tingkat TK/PAUD di raih Silfia dari TK Restu Malang, sementara untuk kategori tingkat SD diraih Sahwa dari SD Islam Al Um Malang.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Dibangun Dekat Pesantren, FUI Kota Bekasi Wajarkan Umat Islam Tolak Gereja Santa Clara

BEKASI (Jurnalislam) – Ketua Forum Umat Islam (FUI) Kota Bekasi, ustadz Bernard Abdul Jabar mewajarkan pembangunan Gereja Santa Clara ditolak keras warga Bekasi. Sebab, Gereja yang disebut-sebut akan menjadi gereja terbesar di Asia Tenggara itu akan dibangun di dekat sebuah pesantren di Bekasi Utara.

“Yang kedua, menyangkut kearifan lokal, Bekasi sebagian besar penduduknya muslim. Dan yang ketiga, izinnya masih bermasalah, penipuan tanda tangan, pemalsuan KTP dan sebagainya,” ungkap ustadz Bernard kepada wartawan, Senin (7/2/2016).

Ia juga membantah keterkaitan aksi ribuan umat Islam itu dengan HUT Kota Bekasi dan pertemuan OKI di Jakarta.

“Ini adalah murni perjuangan kita untuk menolak izin pembangunan Gereja Santa Clara, gak ada sangkut pautnya dengan HUT Kota bekasi itu masih lama, apa lagi pertemuan OKI, pertemuan OKI kan di Jakarta, gak ada hubungannya sama sekali,” tegasnya.

Dalam aksi itu, umat Islam mencabut papan IMB dan menyegel lokasi didirikannya gereja Santa Clara. Selain mendesak pemkot Bekasi untuk mencabut izin pendiriannya, umat Islam juga meminta Walikota untuk bertaubat karena mengizinkan pendirian gereja tersebut.

Reporter: Zul | Editor: Irfan | Jurnalislam

Izinkan Gereja Santa Clara, Umat Islam Bekasi Minta Walikota Bertaubat

BEKASI (Jurnalislam) – Ribuan umat Islam Bekasi yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Umat Islam Bekasi mendatangi kantor Wali Kota Bekasi Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (7/2/2016). Mereka menolak  pembangunan Gereja Santa Clara di Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara.

Mewakili massa umat Islam, tokoh masyarakat Bekasi KH Qosim Nursehah meminta Walikota Bekasi untuk bertaubat karena telah memberi izin pembangunan Gereja yang disebut-sebut akan menjadi gereja terbesar di Asia Tenggara itu.

“Saudara Walikota Bekasi jika anda mengaku muslim bertobatlah kepada Allah SWT selagi pintu tobat masih terbuka, bertobatlah kepada Allah SWT. Jika kamu tidak bertobat, siksa neraka buatmu, kita doakan saudara Pepen ini diberi taufik dan hidayah, sehingga bertobat sekaligus mencabut izin Gereja Santa Clara,” ujarnya.

Aksi yang dimulai sejak pagi itu juga diwarnai dengan pencabutan papan IMB dan penyegelan lokasi didirikannya gereja tersebut.

Reporter: Zul | Editor: Irfan | Jurnalislam

Bendung Gerakan LGBT, HTI Bima Gelar Mudzakarah Tokoh Umat

BIMA (Jurnalislam.com) – Menyikapi eksistensi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) kian berani menampakkan diri ke publik khususnya di Bima, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima mengadakan Mudzakarah Tokoh Umat, pada Ahad (6/3/2016) di Aula Kantor Yayasan Islam, Jln Soekarno-Hatta Kota Bima.

Sejumlah narasumber dari tokoh medis, tokoh agama dan aparat pemerintahan hadir dalam acara bertema Membendung Bahaya LGBT ini dan dibuka oleh Wakil Walikota Bima.

Ketua Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima, Ustadz Muhammad Ayyubi mengatakan, kegiatan digelar sebagai bentuk kepedulian dan atensi HTI sebagai wakil elemen masyarakat. Selain itu, ingin menyampaikan bahwa LGBT ternyata ada disini, disekitar masyarakat mengancam moral generasi.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong pemerintah bersikap tegas lagi terhadap keberadaan LGBT,” katanya sebagaimana dilansir Kahaba.

Ditegaskan ustadz Ayyubi, seluruh ahli kesehatan sepakat jika LGBT merupakan penyakit dan penyimpangan perilaku yang membahayakan. Dalam aspek kesehatan, sebuah data merilis ada 50 ribu orang terinveksi HIV Tahun 2010. Dua pertiga dari jumlah itu merupakan LGBT. Data Tahun 2010 ini naik 20 persen bila dibandingkan pada tahun 2008.

“LGBT saat ini bukan lagi perilaku individu melainkan sudah menjadi sebuah gerakan global yang terorganisir,” ungkapnya.

Gerakannya kata dia, melalui berbagai cara. Seperti masuk melalui jalur akademik, lahirnya lembaga pro LGBT, propaganda lewat advokasi, konsultasi, film, aksi lapangan, seni, dan media massa.

“Kampanye dilakukan secara massif dengan dukungan dana dari asing. Mereka sering menggunakan HAM sebagai tameng. Tujuannya agar negara mengakui keberadaan mereka,” terangnya.

Sementara Wakil Walikota Bima, H A Rahman dalam sambutannya menegaskan bahwa semua agama sepakat menolak eksistensi LGBT. Justru Ia heran di negara mayoritas Islam malah diterima. Padahal LGBT merupakan penyakit.

“Mereka harus kita sadarkan. Keluarga kita harus diberikan penyadaran. Jangan sampai turun adzab. Apalagi negara kita menganut demokrasi yang sering kebablasan,” paparnya.

Menurutnya, memang harus ada kelompok dan segolongan orang yang mengingatkan bahaya LGBT. Sebab, sudah banyak contoh laknat Allah terhadap pelaku LGBT. Seperti zaman Nabi Luth dan zaman kekinian di Italya.

“Sisa penggalian arkeolog memperlihatkan bukti azab tersebut sebagai pelajaran bagi manusia,” ujarnya.

Kampanye LGBT dinilainya begitu massif bahkan melalui smarphone dan android tanpa disadari. Karena itu, Ia mengajak masyarakat agar peduli dan membangun ketahanan rumah tangga serta keluarga. Peran tokoh agama juga diharapkan untuk memberi pencerahan kepada masyarakat.

“Kita tidak benci orangnya, tetapi kita membenci tindakan dan penyimpangan perilakunya. Kita sepakat mereka ini punya penyakit dab harus diobati,” tandasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhamma Abduh | Jurnalislam

 

Taliban Targetkan Komandan Arbaki di Takhar, 4 Milisi Tewas

TAKHAR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya empat milisi Arbaki tewas dalam pertempuran sengit di provinsi Takhar utara Afghanistan, menurut laporan Al-Emarah News, Ahad (06/03/2016).

Dikatakan pertempuran pecah di distrik Darqad provinsi Takhar Ahad pagi dan berlangsung selama tiga jam di mana empat musuh tewas dan komandan mereka, Raza, dalam kondisi kritis karena terluka. Sebuah kendaraan musuh ditembak dan dihancurkan dalam operasi itu.

Sejumlah musuh berhasil melarikan diri setelah berjam-jam pertempuran, sementara daerah sepenuhnya di tangan Mujahidin sekarang.

Tiga Mujahidin dilaporkan telah terluka dalam pertempuran hari Ahad.

Semetara pos pemeriksaan polisi yang terletak di daerah Tangano Godar distrik Nawa berada di bawah serangan Mujahidin pada pukul 01:00 pagi waktu setempat hari Ahad di tengah operasi militer tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung.

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan tersebut berlangsung selama dua jam. Akibatnya  pos benar-benar dikuasai dan pasukan bersenjata bayaran terpaksa melarikan diri dan meninggalkan mayat 8 kawannya.

2 senapan mesin PKM, peluncur RPG, 2 senapan AK, senapan mesin peluncur granat dan sejumlah besar peralatan militer lainnya disita.

Pasukan bala bantuan yang datang mendekati tkp juga terlibat dalam pertempuran jarak dekat, dan kemungkinan besar musuh menderita kerugian lebih banyak.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Mujahidin Suriah Gempur Basis Komunis YPG di Aleppo dengan 70 Roket Lebih

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), sebuah kelompok pemantauan perang yang berbasis di Inggris, mengatakan pada hari Ahad (06/03/2016) lebih dari 70 roket dan mortir ditembakkan oleh faksi faksi jihad Suriah, termasuk Jabhah Nusrah ke basis YPG di Aleppo, lansir Aljazeera Ahad.

Kantor berita SANA yang dikelola rezim Suriah mengatakan bahwa serangan hari Ahad, menewaskan 9  orang dan melukai sedikitnya 40 orang, terjadi di Sheikh Maqsud, yang telah diserang selama beberapa hari.

Sedikitnya 135 orang tewas dalam pekan pertama gencatan senjata di Suriah di wilayah yang masuk lingkup perjanjian Washington dan Moskow dan 552 orang tewas di daerah yang tidak tercakup oleh gencatan senjata, menurut sebuah kelompok pemantau SOHR.

Seluruh afiliasi Al Qaeda seperti Jabhah Nusrah dan sekutunya dikecualikan dari gencatan senjata oleh AS dan Rusia.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam