Berita Terkini

ECR dan Warung Ikhlas Kembali Gelar Baksos di Lokasi Longsor Karanganyar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Tim Emergency And Crisis Response (ECR) bersama Warung Murah dan Warung Ikhlas "Melangkah Dengan Sedekah" kembali mengadakan Aksi Peduli Sesama kepada korban bencana tanah longsor di Dusun Pengkok dan Dusun Pondok Desa Beruk Jatioso Karanganyar, Ahad (6/3/2016).

"Kami memang telah dua kali ini terjun ke tempat ini, yang pertama pada tanggal 21 di bulan lalu dan yang kedua hari ini," ungkap Joko Kebab, ketua Warung Ikhlas.

"Tujuan kami satu, berbagi untuk berdakwah ke sesama" tambahnya.

Bencana tanah longsor yang terjadi satu bulan lalu itu mengakibatkan 3 Dusun terisolir karena kedua jembatan yang menghubungkan ke tiga Dusun tersebut hilang terkena longsoran tanah.

ECR mengelar pelayanan pengobatan massal dengan metode Thibun Nabawi dan medis, sedangkan Warung Murah dan Warung Ikhlas membagikan 500 nasi bungkus.

Terputusnya akses menuju lokasi sempat membuat tim harus berjalan kaki sepanjang setengah kilometer.

"Baksos kali ini membuat kami agak repot, karena jembatan putus sehingga kami harus meninggalkan mobil kami dan berjalan kaki kurang lebih 400 meter baru kita dinaikan mobil pick-up punya penduduk yang masih terjebak di lokasi," ungkap M. Ridwan ketua ECR.

"Pada Baksos kali ini kami hanya bisa melayani kurang lebih 82 pasien medis, sebab sulitnya medan sehingga waktu banyak terbuang di perjalanan," imbuhnya.

Perwakilan warga mengumumkan kedatangan tim melalui pengeras suara masjid. Puluhan warga pun berbondong-bondong mendatangi pos lokasi baksos.

"Maturnuwun atas kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu semua semoga menjadi amal jariyah bagi panjengan semua," tutur H. Sutarno Takmir Masjid setempat.

"Mohon maaf kalau dalam penyambutan kurang berkenan, semoga tidak kapok di lain hari," tambah guru bahasa jawa di SMPN 1 Tawangmangu itu.

Baksos yang dibantu tiga dokter tersebut berlangsung hingga Ashar. Tim pun bergegas kembali karena hujan lebat mengguyur di lokasi yang dikhawatirkan akses kembali tertutup longsoran susulan.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Tutupi Pemberitaan Eksekusi Mumtaz Qadri, Kantor-kantor Media Pakistan Diserang Massa

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Para pengunjuk rasa pada hari Jumat (04/03/2016) menyerang kantor beberapa surat kabar Pakistan dan saluran televisi untuk memprotes kegagalan media meliput pemakaman mantan komando polisi yang dihukum mati awal pekan ini karena membunuh gubernur Punjab, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (06/03/2016).

Pada tahun 2011, Malik Mumtaz Hussain Qadri, seorang anggota pasukan polisi elit, menembak Salman Taseer seorang politisi liberal, gubernur provinsi Punjab di timur laut Pakistan saat itu, di ibukota Islamabad. 

Qadri menembak Taseer 28 kali setelah Tasser melindungi seorang penghujat Nabi Muhammad Saw.

Pada hari Selasa (01/03/2016), Qadri dieksekusi di sebuah penjara dengan keamanan tinggi, eksekusi tersebut memicu protes di seluruh negeri, sehingga pemakamannya di Rawalpindi dihadiri oleh sekitar 500.000 orang lebih.

Qadri dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan anti-teror pada bulan Oktober 2011. Menyusul upaya mengajukan banding yang ditolak oleh pengadilan yang lebih tinggi pada tahun 2015.

Kebanyakan media Pakistan, terutama saluran televise lokal mengabaikan siaran pemakaman Qadri dan protes masyarakat yang terkait peristiwa tersebut, namun diliput dari dekat oleh media internasional.

Kurangnya liputan lokal dilaporkan karena perintah yang dikeluarkan oleh otoritas pengawas media Pakistan, yang meyakini bahwa liputan pemakaman bisa memicu kekerasan.

Massa yang marah pada hari Jumat menyerang kantor Aaj TV dan Abb Takk TV di Karachi dan Faisalabad, sementara wartawan di Press Club of Hyderabad dipukuli dan kendaraan yang diparkir di luar dihancurkan.

Di Lahore, juga, massa bersenjata tongkat menyerang wartawan – melukai beberapa dari mereka – sementara kendaraan satelit milik Express dan Dunya TV hancur.

Uni Federal Jurnalis Pakistan (Pakistan’s Federal Union of Journalists-PFUJ), sebuah kelompok payung dari beberapa organisasi media, mengutuk serangan di hari Jumat tersebut, dengan alasan bahwa wartawan tidak bisa disalahkan untuk "sensor" Negara.

Setelah Perdana Menteri Nawaz Sharif memerintahkan tindakan tegas akan diambil terhadap penyerang, polisi dikerahkan di luar klub pers dan kantor-kantor surat kabar dan saluran televisi di seluruh negeri.

Pakistan adalah salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi wartawan. Sejak tahun 2000, sekitar 100 wartawan telah tewas – banyak dari mereka dibunuh di provinsi Baluchistan, di mana pemberontak separatis mengkritik liputan konflik media.

Penghujatan adalah masalah yang sangat sensitif di Pakistan, di mana dalam beberapa tahun terakhir banyak dari mereka yang dituduh melakukan pelanggaran tersebut telah digantung oleh massa yang marah – baik Muslim maupun non-Muslim.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan hukuman bagi penghujat harus di hapus, dengan alasan  karena mereka mengatakan hukum itu sering dimanfaatkan untuk menargetkan kelompok tertentu.

Namun para pendukung hukum mengatakan perlu untuk mencegah orang melaksanakan eksekusi hukum dengan tangan mereka sendiri.

Pada tahun 2014, beberapa orang Kristen secara terbuka digantung oleh massa di Lahore karena telah membuat komentar menghina Nabi Muhammad Saw.

Saat ini, hampir 600 kasus dugaan penghujatan tertunda dalam sistem pengadilan Pakistan.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Mesir dan Perancis Gelar Latihan Militer Bersama di Mediterania

KAIRO (Jurnalislam.com) – Mesir dan Perancis pada hari Ahad 06/03/2016) mulai melakukan latihan perang bersama di Mediterania di mana pesawat tempur Rafale Prancis yang dibeli oleh Kairo tahun lalu ikut ambil bagian, kata tentara Mesir, World Bulletin melaporkan Ahad.

Latihan militer dan angkatan laut Ramses 2016 diadakan di lepas pantai kota Mediterania, Alexandria, dan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari, militer mengatakan pada halaman Facebook-nya.

Paris mengumumkan manuver Selasa tersebut dan mengatakan kapal induk Perancis Charles de Gaulle, yang digunakan untuk meluncurkan serangan udara di Suriah dan Irak, juga akan ambil bagian.

Latihan ini ditujukan untuk "berbagi keahlian kami dengan militer Mesir … salah satu mitra utama kami di Timur Tengah," kata kementerian pertahanan Prancis pada saat itu.

Tentara Mesir mengatakan sebuah kapal multi-misi Prancis yang dibeli oleh Kairo tahun lalu juga akan ambil bagian dalam latihan bersama dengan jet tempur Rafale dan pesawat tempur F-16.

Pada 2015, Kairo menandatangani kesepakatan miliaran euro untuk membeli 24 pesawat tempur Rafale dari Perancis, yang enam diantaranya telah dikirim.

Pada tanggal 19 Desember, pembawa Charles de Gaulle mengambil komando di Teluk dalam kontingen angkatan laut yang beroperasi sebagai bagian dari koalisi internasional.  

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Taliban Akhirnya Tolak Rencana Pembicaraan Damai dengan Rezim Kabul

KABUL (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Sabtu (05/03/2016) mengumumkan penolakan mereka untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang ditunggu-tunggu dengan rezim Afghanistan akibat tidak dipenuhinya beberapa prasyarat, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Imarah Islam, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (06/03/2016).

Meskipun pembicaraan damai langsung dijadwalkan berlangsung mulai pekan depan, Taliban mengatakan mereka tidak akan berpartisipasi selama pasukan asing pimpinan AS tetap ada di tanah Afghanistan. (baca juga: Ringkasan Pernyataan Perwakilan Imarah Islam Afghanistan pada Konferensi Doha)

"Imarah Islam Afghanistan sekali lagi menegaskan bahwa kecuali pendudukan Afghanistan berakhir … dan tahanan dibebaskan, negosiasi yang sia-sia dan menyesatkan seperti ini tidak akan berhasil," Taliban menyatakan.

Imarah Islam melanjutkan keputusannya untuk menahan diri mengambil bagian dalam negosiasi langsung karena masih adanya penyebaran berkelanjutan pasukan AS di Afghanistan, serangan udara terus menerus oleh pasukan pimpinan AS, dan ekspansi terbaru operasi militer oleh pemerintah rezim Afghanistan.

Taliban juga menegaskan bahwa mereka telah keluar dari lingkaran sejak Koordinasi Kelompok Segiempat (the Quadrilateral Coordination Group-QCG) – yang terdiri dari AS, China, Pakistan dan Afghanistan – mulai mengadakan pembicaraan awal bulan lalu bertujuan untuk memulai kembali perundingan perdamaian.

"Dari awal, kantor politik Imarah Islam belum pernah diberitahu tentang [perkembangan mengenai] pembicaraan," kata Taliban. (baca juga: Taliban: Tidak Ada Undangan Pembicaraan Damai)

Para pejabat Afghanistan, termasuk Presiden Ashraf Ghani, telah berulang kali mengesampingkan prasyarat yang ditetapkan Taliban untuk pembicaraan damai.

Akhir bulan lalu, QCG mengadakan pertemuan keempat di Kabul untuk mempersiapkan dimulainya kembali pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban serta Hezbi Islami, yang dipimpin oleh Gulbiddin Hekmatyar.

Pada pertemuan QCG 6 Februari di Islamabad, peserta menyepakati rencana untuk dimulainya kembali pembicaraan, yang ditangguhkan setelah Taliban tahun lalu mengumumkan wafatnya Syeikh Mullah Muhammad Umar.

Pernyataan terbaru Taliban keluar hanya beberapa hari sebelum putaran pertama perundingan tatap muka yang dijadwalkan untuk dimulai di Islamabad.

Baca juga:

Pembicaraan Damai Rezim Kabul dan Taliban Diharapkan pada Akhir Februari

Rezim Kabul, China, Pakistan dan AS Undang Taliban Pembicaraan Damai pada Bulan Maret

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Anshar Dine Lakukan Empat Serangan di Mali

MALI (Jurnalislam.com) – Anshar Dine, sebuah pasukan jihad Tuareg untuk Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), mengaku melakukan empat serangan baru-baru ini di Mali. Sebagian besar serangan terjadi di bagian utara negara Afrika Barat, tetapi satu serangan terjadi di wilayah Segou yang lebih aman di tengah Mali.

Seperti yang dilansir The Long War Journal Sabtu (05/03/3016), Anshar Dine mengatakan serangan di salah satu pernyataan yang pertama kali dirilis oleh media – Al Rimaah Media – yang kemudian diterjemahkan oleh Kelompok Intelijen SITE.

Di wilayah utara Kidal, Anshar Dine mengaku meledakkan bom rakitan ke arah tiga kendaraan pasukan PBB di dekat Aguelhok, Tesslitnear dan Kidal. Kelompok jihad tersebut juga mengaku menargetkan sebuah kamp militer PBB di Kidal dengan roket.

Lebih jauh ke selatan di wilayah Segou, Anshar Dine mengaku "menyerang sebuah pos pemeriksaan tentara Mali di daerah Macina, mengakibatkan sejumlah tentara tewas dan terluka." Media lokal melaporkan empat mujahidin menyerang sebuah pangkalan polisi di kota, sementara yang lain melaporkan bahwa serangan itu mengakibatkan empat kendaraan rusak dan beberapa diambil. Serangan, yang merupakan salah satu serangan jauh ke selatan tahun ini, kemungkinan dilakukan oleh pasukan Fulani Anshar Dine, Gerakan Pembebasan Macina (the Macina Liberation Movement).

Menurut data yang dikumpulkan oleh The Long War Journal, telah ada setidaknya 40 serangan al-Qaeda di Mali dan Burkina Faso sejak Januari. Sebagian besar terjadi di bagian utara Mali, namun, beberapa terjadi di bagian selatan negara.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Lagi, Pos Militer Strategis Afghanistan Diserang Taliban, 27 Pasukan Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) – Sebuah pos militer strategis yang terletak di wilayah Shno Gombato desa Balouchano di pinggiran ibukota Lashkar Gah diserang dengan serangan skala besar sekitar pukul 11.30 WIB tadi malam di tengah operasi militer tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (05/03/2016).

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan berlangsung hingga pukul 03:00 waktu setempat hari Sabtu. Sebagai hasilnya seluruh basis diserbu, sisa pasukan musuh melarikan diri meninggalkan mayat 27 orang rekannya.

APC milik musuh, artileri SPG-9, tabung mortir, senapan mesin berat DShK, 9 senapan mesin AS, 16 senapan AS, 2 peluncur RPG, senapan sniper AS, 5 kendaraan penuh amunisi dan sejumlah besar peralatan lainnya disita.

Hanya 2 Mujahidin yang terluka dalam seluruh operasi, segala puji bagi Allah.

Serangan ini terjadi pada malam yang sama dengan saat Mujahidin menyerbu pos pemeriksaan utama lainnya di distrik Nad Ali, menewaskan 9 orang bersenjata dan merebut peralatan militer.

Kemudian laporan juga datang di hari yang sama dari kabupaten Sang-e-Atish mengatakan bahwa konvoi musuh yang tiba di daerah Mubarak Shah sekitar 6 minggu sebelumnya masih berbasis di daerah tersebut dan diserang Mujahidin.

Laporan mengatakan bahwa musuh melancarkan serangan pada posisi Mujahidin kemarin malam, memicu bentrokan berat. Pertempuran dengan senjata berat dan ringan terjadi. APC juga hancur berkeping-keping akibat terkena ranjau darat.

Musuh mundur dari daerah itu setelah 7 orang termasuk komandan batalion Pasukan Reaksi Cepat – Ibrahim – tewas dan 14 orang bersenjata lainnya terluka, pejabat mengatakan menambahkan bahwa 2 Mujahidin juga terluka dalam pertempuran itu.

Rincian lebih lanjut akan diperbarui kemudian.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Israel Cegah Delegasi Belgia Memasuki Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Zionis menolak delegasi enam anggota parlemen Belgia masuk ke Jalur Gaza yang diblokade untuk mengunjungi LSM lokal pada Rabu pekan ini, Palestine News Network  melaporkan, Sabtu (05/03/2016).

Delegasi yang mewakili beberapa partai politik yang berbeda di Belgia, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa mereka sebelumnya telah mengatur kunjungan dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (the United Nations Relief and Works Agency-UNRWA).

Mereka berharap untuk bertemu dengan organisasi masyarakat sipil dan melakukan observasi lapangan di daerah yang terkepung oleh zionis atas permintaan parlemen Belgia

Setelah ditolak, para anggota parlemen mengkritik kebijakan Israel yang ilegal dan bertentangan dengan konvensi internasional. Mereka juga mengatakan bahwa Israel kemungkinan mencoba menyembunyikan sesuatu, dan mengatakan mereka telah memberitahu pemerintah Belgia atas situasi yang tidak dapat diterima tersebut.

"Israel tidak memiliki hak untuk bertindak sedemikian rupa yang melanggar konvensi internasional," kata anggota parlemen dalam pernyataan mereka.

Awal tahun ini, Belgia menjanjikan € 2.450.000 ($ 2.600.000 = Rp 34.060.000.000) untuk UNRWA "dalam mendukung badan layanan untuk pengungsi Palestina di wilayah Palestina yang dijajah Israel tersebut."

 

Deddy | PNN | Jurnalislam

Pemimpin Oposisi Sudan Syeikh Hassan al-Turabi Wafat

SUDAN (Jurnalislam.com) – Politisi Sudan yang terkenal Hassan al-Turabi, seorang veteran yang membentuk Partai Kongres Populer (the Popular Congress Party-PCP), telah meninggal dunia di Khartoum pada usia 84, Aljazeera melaporkan, Sabtu (05/03/2016).

TV Omdurman yang dikelola negara mengatakan bahwa pemimpin PCP tersebut meninggal pada hari Sabtu di Rumah Sakit Internasional Perawatan Kerajaan (the Royal Care International Hospital) di ibukota Sudan.

Turabi memainkan peran kunci dalam kudeta 1989 yang berhasil mengangkat Presiden Omar al-Bashir.

Al Bashir terjatuh keluar 10 tahun kemudian dan Turabi menjadi salah satu kritikus yang paling sengit, dan membentuk PCP.

Turabi adalah satu-satunya politisi Sudan yang mendukung surat perintah penangkapan Bashir oleh Mahkamah Pidana Internasional (the International Criminal Court-ICC) atas tuduhan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida atas perilaku rezim saat konflik di Darfur.

Dia ditahan beberapa kali selama karir politiknya, termasuk pada bulan Januari 2009, hanya dua hari setelah ia mendesak Bashir untuk menyerah kepada ICC.

Turabi memperoleh gelar master hukum dari London dan gelar doktor dari Universitas Sorbonne di Paris.

Dia berbicara bahasa Inggris, Perancis dan Jerman dengan lancar serta Arab.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

687 Orang Tewas dalam Seminggu Gencatan Senjata Parsial Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebanyak 135 orang tewas dalam pekan pertama gencatan senjata di Suriah di wilayah yang masuk lingkup perjanjian penghentian perperangan dan 552 orang tewas di daerah yang tidak tercakup oleh gencatan senjata, menurut sebuah kelompok pemantau, lansir Aljazeera, Sabtu (05/03/3016).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan pada hari Sabtu saja bahwa sedikitnya 45 oposisi moderat, serta 32 warga sipil, termasuk tujuh anak, berada di antara korban tewas.

Kemudian 25 tentara rezim Bashar al-Assad serta 27 pasukan milisi Kurdi Suriah juga tewas.

SOHR yang berbasis di Inggris memonitor perang global lima tahun di negara itu, yang secara keseluruhan telah menewaskan lebih dari 270.000 orang dan mengakibatkan jutaan pengungsi.

Bantuan kemanusiaan pada hari Jumat mencapai daerah dekat ibukota Suriah, Damaskus, di mana pertempuran telah terjadi di antara kelompok oposisi dan pasukan rezim Nushairiyah, dan kelompok oposisi mengatakan tidak cukup bantuan yang mereka dapatkan.

Mengambil keuntungan dari jeda pertempuran, konvoi bantuan makanan dan perlengkapan lainnya untuk 20.000 orang meninggalkan Damaskus menuju distrik Timur Ghouta di timur, kata Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

PBB memperkirakan bahwa ada hampir 500.000 orang yang hidup di bawah pengepungan rezim, dari total 4,6 juta yang sulit dijangkau dengan bantuan.

Di tempat lain, didukung oleh gencatan senjata, pengunjuk rasa di daerah yang dikuasai oposisi turun ke jalan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun untuk unjuk rasa menentang rezim di bawah slogan "Revolusi Berlanjut!" , di Aleppo, Damaskus, Deraa dan Homs menyerukan kejatuhan Presiden Assad.

Menteri asing global – dengan hati-hati memuji "kemajuan nyata" gencatan senjata, mengatakan bahwa fokus sekarang adalah meyakinkan semua pihak untuk kembali ke perundingan perdamaian yang ditengahi PBB di Swiss yang sementara ditetapkan untuk Rabu depan.

"Kami ingin cepat kembali ke negosiasi di Jenewa, tapi dua syarat harus dipenuhi: akses bagi semua warga Suriah untuk bantuan kemanusiaan, dan rasa hormat penuh terhadap gencatan senjata," Jean-Marc Ayrault, menteri luar negeri Perancis, mengatakan pada pertemuan di Paris pada hari Jumat yang diadakan untuk membahas gencatan senjata.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

AQAP Gelar Tabligh Akbar Ajak Penduduk Mukallah Bergabung dengan Anshar Syariah

YAMAN (Jurnalislam.com) – Media yang dijalankan oleh Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) merilis puluhan gambar baru dari kota Mukallah, ibukota provinsi timur Yaman Hadhramaut. Kota ini penuh dalam kendali AQAP sejak awal April 2015. Foto, terlihat di bawah, menunjukkan mujahidin menyelenggarakan Tabligh Akbar, dalam mengajak dan merekrut masyarakat.

Seperti yang dilansir The Long War Journal Jumat (04/03/2016), AQAP membuka Twitter baru untuk lembaga berita Al Ather pada bulan Januari. Twitter ini dimaksudkan untuk memberitakan pemerintahan Anshar al Syariah, penegakan hukum syariah, dan kegiatan sosial lainnya di daerah penduduk yang dikuasai AQAP sejak tahun lalu. Anshar al Syariah adalah sebuah nama yang digunakan oleh AQAP untuk memperkenalkan diri pada penduduk setempat.

Dengan memberikan  pemahaman tentang pentingnya hukum syariah kepada masyarakat, pemimpin dan anggota AQAP berharap untuk mengajak lebih banyak kaum Muslim.

Pada tanggal 23 Januari, Al Ather mulai menerbitkan foto dan video karya Anshar al Syariah. Media AQAP ini terus menghasilkan konten berkualitas tinggi sejak saat itu, termasuk foto-foto pertemuan di Mukallah.

Secara luas diyakini bahwa al Qaeda adalah organisasi jihad Global yang berfokus pada tegaknya Syariat serta serangan profil tinggi pada musuh-musuh Barat (AS dan sekutunya). Cabang Al Qaeda ini memfokuskan sebagian besar perjuangannya untuk mengobarkan perlawanan di seluruh Afrika dan Timur Tengah. Dan membangun hubungan baik kepada masyarakat muslim dan dukungan rakyat untuk mencapai keberhasilan.

Gambar yang dirilis dari Mukallah tersebut sekarang sudah menjadi pemandangan yang biasa. Acara sejenis telah diselenggarakan di Libya, Suriah dan di tempat lain.

Tujuan Al Qaeda adalah untuk menanamkan Aqidah Islam mereka dalam populasi masyarakat muslim di dunia. AQAP menggunakan peristiwa seperti di Mukallah untuk meyakinkan generasi baru agar percaya bahwa Al Qaeda mewakili dan bagian dari mereka dan Islam.

Ini adalah salah satu penyebab mengapa negara-negara Barat dan sekutu mereka mengalami perang panjang melawan Al Qaeda, karena mereka tidak memahami ini.

Berikut adalah gambar-gambar yang dirilis oleh Al Ather dari acara di Mukallah, yang dimulai awal bulan ini dan berlangsung setidaknya dua hari. Dua dari foto menunjukkan Khalid al Batarfi, seorang veteran al Qaeda yang dibebaskan dari penjara Yaman tahun lalu, memberikan ceramah di layar lebar. Kata-kata "O Aqsha, Kami Datang,” merujuk ke pembebasan Yerusalem (Palestina), dapat dilihat pada banner al Qaeda di panggung utama.

 

Deddy |TLWJ | Jurnalislam