Berita Terkini

Jelang 212, MUI Jatim Serukan Umat Islam Bersatu

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam mengikuti Tabligh Akbar dan Silaturrahim Ummat Aksi Bela Islam Menuju 212 di depan Masjid Al-Falah, Jl. Darmo Surabaya, Ahad, (27/11/2016).

Acara yang digagas Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur itu menghadirkan Ketua Gerakan Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, ustadz Bachtiar Nasir dan Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdussomad Bukhori

Dalam tausiyahnya, Kyai Abdussomad mengajak ummat Islam Indonesia untuk bersatu menggalang kekuatan.

“Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan. Kekuatan tidak mungkin terwujud kecuali dengan bersatu,” katanya.

Menurutnya, umat Islam mempunyai peran yang besar di negeri ini. Oleh sebab itu, persatuan umat Islam sangat penting dalam mempertahankan bangsa ini.

“Saya mewakili mengajak ummat Islam harus bersatu dari kelompok manapun mari kita harus bersatu,” tegasnya.

Ia juga mengajak para ulama dan tokoh umat untuk berkomitmen dalam memperjuangkan Islam. “Kita tidak akan menjual agama untuk kepentingan dunia tapi kita akan berjuang,” tegasnya.

Selain itu, Kyai Abdussomad juga menyinggung isu makar yang dikaitkan dengan aksi 2 Desember.

“Ini bukan makar tapi doa menyelamatkan bangsa,” pungkasnya.

Reporter: Adit

 

Setelah Membombardir Rumah Sakit dan Warga Sipil, Pasukan Assad Kini Maju ke Aleppo Timur

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Suriah bergerak ke distrik penting yang dikuasai mujahidin dan oposisi di Aleppo timur pada hari Sabtu setelah pertempuran sengit berikut serangan udara intens ke warga sipil dan ke semua rumah sakit, Aljazeera melaporkan, Ahad (27/11/2016)

Pasukan rezim Assad dan sekutu mereka maju dengan serangan darat dan udara di tepi bagian timur kota yang terkepung hingga daerah perumahan Hanano. Langkah mereka tersebut dirancang untuk membagi wilayah timur yang dikuasai mujahidin dan oposisi menjadi dua bagian.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan tentara Assad telah mengontrol Hanano, yang merupakan wilayah pertama Aleppo yang diambil alih oleh mujahidin Aleppo di tahun 2012.

Sebuah serangan udara baru menargetkan wilayah perumahan dan garis depan Aleppo timur dimulai Selasa lalu setelah jeda berminggu-minggu.

“Setiap hari ada banyak serangan Helikopter menjatuhkan bom barrel dan pesawat perang menjatuhkan bom bunker-buster dan munisi tandan,” Modar Shekho, perawat darurat di lingkungan al-Shaar, mengatakan kepada Al Jazeera.

Seorang komandan dari Jabha Shamiya, salah satu kelompok terbesar yang berperang melawan rezim Syiah Assad di Suriah utara, mengatakan kepada kantor berita Reuters: “Kaum revolusioner berjuang keras tetapi volume pemboman dan pertempuran yang semakin intens, banyaknya warga sipil yang mati dan terluka, dan kurangnya rumah sakit karena pemboman, semua memainkan peran dalam runtuhnya garis depan ini.”

Faksi Jabha Shamiya telah mengambil bagian dalam pertempuran di Hanano.

Dia mengutuk “diamnya masyarakat internasional” dan mengatakan bahwa pemerintah dan sekutunya berusaha mengeksploitasi sebelum pemerintah AS mengambil alih periode berikutnya.

“Iran, Rusia dan rezim tahu ada kekosongan dan mereka mencoba untuk mengeksploitasi menggunakan segala cara,” katanya.

“Kami berhubungan dengan negara-negara yang ramah tapi sayangnya Aleppo sedang ditinggalkan untuk disembelih.”

Yasser al-Yousef, dari kantor politik faksi Nour al-Din al-Zinki, mengatakan para mujahidin telah berjuang keras selama lebih dari 48 jam untuk mempertahankan Hanano dan garis depan selatan Aleppo timur dari pemboman berat rezim Suriah dan Rusia.

Seorang wartawan televisi rezim Suriah menyiarkan langsung dari Hanano, Sabtu saat pasukan rezim berusaha membangun kontrol penuh atas wilayah tersebut. Suara tembakan terdengar dan di belakangnya bangunan rusak dan meningkatnya asap bisa dilihat.

Oposisi mengatakan banyak wilayah Hanano telah kosong dari penduduk selama beberapa bulan.

Dalam 12 hari sejak pemboman baru di Aleppo timur, sedikitnya 201 warga sipil, termasuk 27 anak-anak, tewas dalam wilayah yang dikepung, kata the Observatorium.

Taliban Luluskan 150 Mujahidin Baru dari 2 Kamp Pelatihan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – 150 Mujahidin telah menyelesaikan pelatihan militer dan lulus dari Camp Khalid bin Walid (Ra) dan Camp Abu Dujana (Ra), yang merupakan bagian dari Komisi Camps Militer dan Batalyon Mati Syahid, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (26/11/2016).

100 Mujahidin menyelesaikan pelatihan mereka dari Camp utama Khalid bin Walid (Ra) dan 50 orang lainnya dari cabang di Camp Abu Dujana (Ra) di provinsi Saripul.

Para lulusan diberi pelatihan dasar 45 hari dalam militer, Aqidah Islam, Fiqh mahzab Hanafi, Sirah (kehidupan Nabi Saw yang mulia) dan ilmu intelijen.

Mujahidin yang telah lulus dari kamp militer Imarah Islam Afghanistan (Taliban) in syaa Allah bersinar terang di medan perang dan telah disebut-sebut oleh komandan militer untuk keterampilan militer mereka, keberanian, taqwa (takut akan Allah) dan ketabahan mereka dalam menghadapi kesulitan. Hasil yang baik dari kamp-kamp ini telah mendorong para pemimpin Imarah Islam untuk memberikan perhatian lebih terhadap para rekrutan pelatihan militer.

Camp Khalid bin Walid (Ra) melatih rekrutan di 8 provinsi (Helmand, Kandahar, Ghazni, Ghor, Saripul, Faryab, Farah dan Maidan Wardak) dan memiliki 12 cabang serta sekitar 300 pelatih militer dan ulama.

Camp Khalid bin Walid (Ra) dapat melatih hingga 2000 rekrutan pada satu waktu dan melatih mereka di bidang Syariah, militer, teknis dan intelijen.

Para anggota diberi pelatihan senjata yang paling sering digunakan seperti senapan serbu, senapan mesin, RPG 7, artileri 75mm dan 82mm, mortir, DShK, senjata KPV dan ZPU-2 AA serta senjata-senjata lain dan pada saat yang sama diberikan informasi tehnik dasar tentang berbagai bahan peledak, APC, tank, pesawat, laser, pesawat pengintaian dan peralatan tempur modern lainnya.

300.000 Warga Sipil Aleppo Berjuang Menahan Lapar

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Di tengah pemboman sengit oleh rezim Suriah dan sekutu Rusia, hanya tiga toko pembuat roti yang tersisa untuk melayani 300.000 warga sipil di lingkungan timur yang dikuasai oposisi di timur laut kota Aleppo Suriah.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Sabtu (26/11/2016), Muhammad Mesleti, anggota dewan lokal Aleppo pro-oposisi, mengatakan warga sipil di lingkungan timur kota berjuang menahan rasa lapar.

“Toko roti kekurangan tepung dan beroperasi setiap hari sampai tengah malam karena pemboman,” kata Mesleti.

Pasukan rezim Syiah Assad telah memperketat pengepungan dan serangan terhadap wilayah yang dikuasai mujahidin dan para pejuang oposisi di Aleppo Timur dalam upaya untuk menguasi Aleppo dan maju ke Idlib, dari tangan mujahidin dan oposisi.

Terletak 40 kilometer jauhnya dari perbatasan Turki, Aleppo adalah kota terbesar kedua Suriah yang sebelumnya menjadi rumah bagi sekitar tiga juta orang, terutama orang-orang Arab termasuk 400.000 Turkmen dan 200.000 orang Kurdi.

Setahun setelah pecahnya revolusi Suriah pada tahun 2011, kekuatan oposisi dan mujahidin Suriah menguasai distrik timur Aleppo.

Pada tahun 2013, rezim Syiah Nushairiyah Assad memulai kampanye pemboman membabi buta di kota yang sarat dengan warga sipil sehingga memicu krisis kemanusiaan di kota yang hancur akibat kebrutalan serangan tersebut.

Intervensi militer Rusia tahun lalu di Suriah bersama rezim Assad telah meningkatkan situasi kemanusiaan di kota.

Pada bulan Februari, rezim Assad dan milisi Syiah yang didukung Iran memotong jalan Castello yang merupakan satusatunya jalan keluar bagi oposisi dari Aleppo timur ke kota Idlib dan perbatasan Turki.

Pasukan oposisi berhasil membuka jalan alternatif menuju Idlib pada bulan Agustus, namun kembali dikuasai rezim Assad dan koalisinya.

Lingkungan sipil timur Aleppo ini kondisinya sangat menderita di bawah pengepungan pasukan rezim Assad dan sekutunya – yang telah berlangsung selama lebih dari 90 hari namun mereka masih tetap bertahan disana, menurut sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh direktorat kesehatan dan dewan kota Aleppo pro-oposisi, bersama dengan aktivis dan pejabat pertahanan sipil setempat.

Lebih dari 508 warga sipil telah tewas dan 1.871 lainnya terluka dalam serangan udara rezim Assad dan Rusia di Aleppo timur sejak pertengahan November.

Dalam 10 hari terakhir, semua rumah sakit dan fasilitas medis berhenti beroperasi karena serangan udara. Sekolah juga diliburkan karena terganggu.

Politisi Muslim Irak Tolak Pengesahan Milisi Syiah PMU sebagai Pasukan Resmi

IRAK (Jurnalislam.com) – Parlemen Irak pada hari Sabtu melakukan voting untuk menyepakati status hukum penuh untuk diakui pemerintah bagi milisi Syiah, Unit Mobilisasi Populer (Popular Mobilization Units-PMU) atau dikenal Hashd al-Shaabi, sebagai kekuatan pendukung dan cadangan bagi militer dan polisi dalam menjaga keamanan dan mencegah ancaman teror yang dihadapi Irak, Al Arabiya News Channel melaporkan, Sabtu (26/11/2016)..

Undang-undang, yang didukung oleh 208 dari 327 anggota Kadin, segera ditolak oleh politisi Arab muslim (Sunni) dan anggota parlemen yang mengatakan itu adalah bukti adanya kediktatoran mayoritas kaum Syiah di negara itu.

“Kelompok mayoritas tidak memiliki hak untuk menentukan nasib orang lain,” Osama al-Nujaifi, salah satu dari tiga wakil presiden Irak dan seorang politikus senior muslim (Sunni), mengatakan pada konferensi pers setelah pemungutan suara. “Harus ada inklusi politik sejati. Hukum ini harus direvisi.”

Anggota parlemen Sunni Ahmed al-Masary mengatakan undang-undang tersebut meningkatkan keraguan tentang partisipasi semua masyarakat Irak dalam proses politik. “Undang-undang itu membatalkan pembangunan bangsa,” katanya, menambahkan bahwa undang-undang itu menciptakan situasi berbahaya paralel untuk militer dan polisi negara itu.

Undang-undang, yang diajukan oleh blok Syiah terbesar Kadin, menempatkan milisi syiah berada di bawah komando Perdana Menteri Syiah Haider al-Abadi dan memberi mereka gaji dan pensiun seperti militer dan polisi.

Dalam sebuah pernyataan, al-Abadi menyambut undang-undang itu dan mengatakan pasukan Mobilisasi Populer, nama resmi milisi syiah tersebut, akan mencakup semua sekte Irak, menyembunyikan fakta bahwa jumlah pasukan suku Sunni jauh lebih kecil dan lebih lemah. Milisi Syiah berjumlah lebih dari 100.000.

Pemukiman Ilegal Zionis Yahudi Ikut Ludes Terbakar

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kebakaran besar merembet ke pemukiman illegal Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel telah memaksa ratusan penduduk meninggalkan rumah mereka, setelah evakuasi massal Israel dan lebih dari selusin wilayah yang diduduki Israel terbakar, World Bulletin melaporkan, Sabtu (26/11/2016).

Petugas pemadam kebakaran Israel dan otoritas Palestina, dibantu oleh pesawat asing, telah berusaha memadamkan puluhan kebakaran global yang semakin menjadi setelah pelarangan Adzan diberlakukan pemerintah zionis sehingga menyebabkan puluhan ribu orang yahudi mengungsi. (baca juga: Hindari Kebaran Besar, Ribuan Warga Zionis Kabur Tinggalkan Rumahnya )

Sekitar 1.000 lebih warga harus meninggalkan pemukiman Halamish dekat Ramallah ketika sedikitnya 45 rumah ludes atau dihancurkan oleh api, kata seorang juru bicara polisi.

Kebakaran juga dilaporkan di dekat pemukiman ilegal Tepi Barat Dolev, Alfei Menashe dan Karnei Shomron, meskipun tidak ada evakuasi di sana.

Pesawat pemadam kebakaran Israel dan negara-negara lain termasuk Rusia , Yunani, Perancis, Spanyol dan Kanada serta Turki terus membuang berton-ton air dan bahan penghambat api di lokasi kebakaran termasuk desa Nataf dekat Yerusalem.

Sebuah Supertanker AS yang baru tiba, yang dianggap sebagai pesawat pemadam kebakaran terbesar di dunia, bergabung dengan operasi darurat pada hari Sabtu.

Polisi mengatakan mereka telah menangkap 14 orang yang dituduh lalai atau sengaja memulai kebakaran, tanpa memberikan rincian tentang identitas mereka.

Di Haifa, kota ketiga negara itu, di mana puluhan ribu orang telah dievakuasi hari Kamis dari kobaran api yang mengancam seluruh lingkungan rumah mereka.

Pihak penjajah Israel menuduh bahwa beberapa kebakaran kemungkinan adalah hasil dari tindakan kriminal dan terkait dengan konflik Israel-Palestina.

Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu dengan semena-mena menuduh pada hari Jumat “tidak ada keraguan” bahwa beberapa kebakaran terjadi karena disengaja.

“Ada harga yang harus dibayar untuk kejahatan yang dilakukan, ada harga yang harus dibayar untuk terorisme pembakaran,” katanya.

Para pemimpin Israel Arab berpendapat bahwa komunitas mereka, yaitu sekitar 17,5 persen dari populasi negara itu, juga terkena dampak kebakaran sebagaimana orang Yahudi.

Bahkan otoritas Palestina juga bergabung dengan upaya untuk memadamkan kebakaran, mengirimkan 41 petugas pemadam kebakaran dan delapan truk ke Haifa.

Presiden Kuba Umumkan Kematian Fidel Castro

KUBA (Jurnalislam.com) – Fidel Castro, pemimpin revolusioner Kuba yang membangun sebuah negara komunis di ambang pintu Amerika Serikat, meninggal di usia 90.

Raul Castro, saudara Fidel dan presiden Kuba saat ini, mengumumkan kematiannya di televisi negara di Havana Sabtu dini hari (26/11/2016), lansir Aljazeera.

Pemimpin revolusi tahun 1959, yang menggulingkan diktator Fulgencio Batista yang didukung AS, menentang upaya AS untuk menggulingkan dia untuk lima dekade, sebelum sakit menyebabkan dia membuat jalan bagi saudaranya Raul, 84 tahun, pada tahun 2006.

Dalam tahun-tahun terakhirnya, Fidel relatif tinggal di pengasingan, tapi kadang-kadang menuliskan beberapa pemikirannya atau muncul dalam pertemuan dengan pejabat yang berkunjung.

Castro lahir 13 Agustus 1926, di Propinsi Oriente di tenggara Kuba.

Dia dipenjarakan selama dua tahun karena memimpin pemberontakan yang gagal terhadap rezim diktator Fulgencio Batista pada tahun 1953.

Dia kemudian meluncurkan perang gerilya melawan pemerintah, dan akhirnya menggulingkan Batista pada tahun 1959 dan disumpah sebagai perdana menteri.

Dua tahun kemudian, ia selamat dari invasi CIA yang disponsori oleh kelompok paramiliter yang terdiri dari 1.400 orang buangan yang mencoba memasuki negara dari pantai selatan di Bays of Pigs (Teluk Babi-babi).

Dimulai pada tahun 1958 selama rezim Batista dan diperluas pada beberapa periode, embargo komprehensif yang diberlakukan oleh AS, melumpuhkan ekonomi Kuba.

Sampai hari ini embargo masih terus diberlakukan, tapi hubungan diplomatik, yang sebelumnya terputus selama beberapa dekade, dibangun kembali pada tahun 2014, bersama dengan beberapa pengurangan pembatasan perjalanan dan kebijakan ekonomi.

Polri Tuding Pengunggah Foto “Rush Money” sebagai ‘Provokator 2 Desember’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepolisian RI menuding bahwa pengunggah foto berkonten rush money ke media sosial merupakan tindakan ‘memprovokasi 2 Desember’.

Tudingan itu disampaikan terkait unggahan foto rush money oleh seorang guru berinisial AR (31 tahun), yang ditangkap oleh Penyidik Cyber Crime Bareskrim Polri, Kamis (24/11/2016) dinihari lalu.

AR ditangkap di Jl Mazda Raya, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, karena mengunggah sejumlah foto dan tulisan ajakan rush money di media sosial Facebook, lansir JITU Islamic News Agency.

“Foto besarnya seperti ini kira-kira ya. Di situ ada provokasi 2 Desember ya. Uangnya itu (membentuk tulisan) ‘2 Desember’ gitu ya, di tempat tidurnya itu,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (26/11/2016), sembari memperlihatkan salinan foto dimaksud kepada wartawan.

Dalam foto itu, tampak seorang pria seperti sedang tidur di atas ranjang, di samping tumpukan dan jejeran uang kertas pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang disusun membentuk “2 DES”.

Menurut Boy, atas dasar konten yang dia tuding “sangat provokatif” itu, kepolisian melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut.

Dengan adanya proses penangkapan ini, Boy mengatakan, “Masyarakat janganlah melakukan provokasi terhadap hal-hal yang demikian.”

Ia kemudian berkata panjang lebar:

“Kita bisa bayangkan, mereka pasti dengan sengaja memanfaatkan isu-isu unjuk rasa, dugaan terhadap harapan penegakan hukum terhadap kasus penistaan agama ini, dengan hal-hal yang seperti ini, yang mereka juga kemungkinan tidak langsung berkaitan dengan para pelaku unjuk rasa.

Tetapi ingin menimbulkan suasana gaduh dan kemudian menimbulkan kepanikan dalam masyarakat. Dan apabila ini dilakukan secara masif tentu akan berbahaya, mempengaruhi persepsi publik terhadap kondisi kekinian. Dan ini tentu bisa berdampak terhadap masalah-masalah di bidang ekonomi yang tentunya itu tidak kita inginkan.”

Boy tak menjelaskan siapa “mereka” yang dimaksud dalam pernyataannya itu.

AR ditetapkan sebagai tersangka isu rush money. Meski tidak ditahan oleh kepolisian, tapi AR dikenakan wajib lapor. Proses penyidikan sedang berlangsung.

Ia dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.*
Reporter: Muhammad Abdus Syakur (JITU Islamic News Agency)

Potensi Perang Sunni-Syiah Terus Meningkat di Tal Afar

ERBIL (Jurnalislam.com) – Kekhawatiran timbulnya perang Sunni-Syiah terus meningkat pada hari Jumat saat milisi Syiah mengelilingi kota mayoritas Sunni yang dikuasai Islamic State (IS), di Tal Afar Irak utara, lansir Anadolu Agency Jumat (25/11/2016).

Pasukan Syiah Hashd al-Shaabi, sebuah kelompok payung milisi Syiah pro-pemerintah, sekarang mengelilingi kota yang terutama dihuni oleh etnis Turkmen – dari barat dan selatan.

Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi menegaskan bahwa hanya pasukan dari tentara brigade 72 dan 92 – yang terdiri dari unit Sunni dan Syiah – yang akan masuk Tal Afar.

Namun jaminan tersebut gagal meredakan kekhawatiran potensi konflik Sunni-Syiah.

Hasan Turan, wakil direktur jenderal the Iraqi Turkmen Front, telah menyuarakan kekhawatiran atas keselamatan warga Turkmen di kota, yang, sekarang menghadapi kekurangan (krisis) makanan.

“Syiah Hashd al-Shaabi merupakan ancaman serius bagi penduduk sipil Tal Afar,” kata Turan kepada Anadolu Agency.

Turan juga menyuarakan kekhawatirannya tentang kemungkinan “perubahan demografis” di Tal Afar, yang telah menjadi rumah bagi sekitar 350.000 Turkmen sebelum kelompok IS merebut kota pada tahun 2014.

“Kami telah menyusun rencana agar pengungsi dari Tal Afar dapat kembali ke rumah mereka,” katanya.

“Ribuan warga Tal Afar baru-baru ini melarikan diri ke Turki, Kirkuk, Karbala, Baghdad dan Erbil,” tambahnya.

“Sangat penting untuk memastikan kembalinya orang-orang ini ke rumah mereka,” kata Turan.

Seorang pejabat senior Irak di Tal Afar, yang berbicara anonim kepada Anadolu Agency karena masalah keamanan, memperingatkan potensi “perang Sunni-Syiah” di Tal Afar setelah milisi Syiah memasuki kota.

“Milisi Syiah Hashd al-Shaabi mungkin membalas dendam pada penduduk kota itu yang sebagian besar Sunni,” katanya.

“Sebagian besar Turkmen yang memiliki kesempatan untuk melarikan diri [dari Tal Afar] melarikan diri ke daerah-daerah yang dikuasai oleh pejuang Peshmerga dan tentara Irak atau wilayah Suriah yang dikuasai IS,” tambah pejabat itu.

Aydin Maruf, seorang anggota parlemen Irak untuk Turkmen Front, mengatakan bahwa dia dihubungi beberapa keluarga Turkmen yang tetap terjebak di Tal Afar melalui telepon.

Banyak warga sipil kota baru-baru ini telah meninggalkan rumah mereka akibat serangan mortir oleh milisi Hashd al-Shaabi pada bagian kota yang dikuasai IS, kata Maruf, menegaskan bahwa hanya sekitar 50.000 Turkmen yang masih tetap berada di Tal Afar.

“Meskipun IS sedang mencoba untuk menghentikan mereka meninggalkan kota, banyak Turkmen telah melarikan diri ke daerah-daerah yang dikuasai oleh Peshmerga atau tentara Irak,” katanya.

“Kami juga mendengar bahwa beberapa keluarga telah pergi ke Suriah,” tambahnya.

Tokoh politik Sunni di Irak telah secara konsisten memperingatkan bahwa masuknya milisi Syiah ke Tal Afar bisa memicu konflik sektarian dengan warga Sunni-Muslim kota.

Tal Afar adalah kota mayoritas Sunni di provinsi Nineveh utara Irak, dimana Mosul adalah ibukota provinsi.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengancam Hashd al-Shaabi , Turki akan mengambil “semua langkah militer yang diperlukan” untuk melawan ancaman potensial yang ditimbulkan oleh masuknya milisi Syiah ke Tal Afar.

Bulan lalu, tentara Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS dan sekutu lokal di darat – memulai operasi luas untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir IS di Irak utara.

Dalam konteks yang sama, tentara Irak – dalam hubungannya dengan milisi Syiah Hashd al-Shaabi – juga berusaha “membebaskan” Tal Afar (yang terletak sekitar 50 kilometer sebelah barat Mosul) dari cengkeraman kelompok IS.

Polisi Tangkap Guru Pengunggah Foto “Rush Money”

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Seorang guru berinisial AR (31 tahun), ditangkap oleh Penyidik Cyber Crime Bareskrim Polri, Kamis (24/11/2016) lalu di Jl Mazda Raya, Kelurahan Penjagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

AR alias Abu Uwais, guru SMK di Pluit Raya, Penjaringan, yang masih punya anak kecil ini, ditangkap seusai mengajar.

Kepolisian menuding AR sebagai provokator isu rush money yang belakangan ini santer bergulir di tengah masyarakat dan media sosial, lansir JITU Islamic News Agency.

“Penangkapan terhadap tersangka terkait dengan postingan Facebook milik tersangka dengan akun Abu Uwais,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (26/11/2016).

Dalam unggahannya di media sosial itu, kata Boy, AR tampak seolah-seolah sedang tidur dengan dikelilingi uang dan buku tabungan. Uang itu katanya ditarik dari bank.

Menurut kepolisian, AR melalui unggahannya itu mengajak kepada semua orang untuk mengambil tabungannya.

Dalam salinan foto dari akun Abu Uwais yang dipamerkan Boy kepada wartawan, tampak uang dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang disusun menyerupai tulisan “2 DES”.

Dalam unggahan AR itu diberi keterangan, “Aksi “Rush Money” mulai berjalan.. Ayo ambil uang kita dari bank milik komunis..”

“Jadi ini sangat provokatif sekali. Tentu sangat tidak mendidik dan sangat tidak baik untuk masyarakat,” tuding Boy kepada wartawan di ruang Divisi Humas Polri.

Tidak Ditahan

Setelah penangkapan itu, kata Boy, kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap AR.

Dari bersangkutan pun telah diamankan sebuah telepon seluler dan beberapa perlengkapan barang pribadi yang sedang dalam pemeriksaan. AR pun ditetapkan sebagai tersangka.

“Proses penyidikannya (sedang) berjalan,” ujar Boy.

AR dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, guru SMK itu tidak ditahan. Hanya dikenakan wajib lapor dua kali dalam sepekan.

“Dia masih punya anak kecil dan dia seorang guru,” kata Boy saat ditanya soal alasan kenapa AR tidak ditahan.*

Reporter: Muhammad Abdus Syakur/JITU INA