Berita Terkini

Raja Salman Beserta Rombongan telah Tiba di Malaysia, Rabu ke Indonesia

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Malaysia menyambut Raja Arab Saudi Salman pada hari Ahad (26/02/2017) dalam awal tur Asia selama sebulan yang langka, di mana raja akan membangun hubungan dan berusaha untuk menarik lebih banyak investasi ke negara Teluk.

Kunjungan ini adalah yang pertama oleh seorang raja Saudi ke Malaysia dalam lebih dari satu dekade, Al Arabiya News Channel melaporkan Ahad.

Televisi negara Malaysia pada hari Ahad menunjukkan live footage raja turun dari pesawatnya. Dia disambut oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan kemudian di sebuah upacara di lapangan parlemen Malaysia. Pemimpin Saudi itu disambut di parlemen dengan penghormatan 21 tembakan ke udara, media lokal melaporkan.

Terakhir kali seorang raja Saudi mengunjungi Malaysia adalah pada tahun 2006, ketika Raja Abdullah, saudara tiri dan pendahulu Raja Salman, terbang dengan delegasi sebanyak 300-anggota.

“Investasi Arab Saudi di Malaysia diperkirakan akan menciptakan ribuan pekerjaan dan kami bangga bahwa perusahaan Malaysia dipilih untuk melaksanakan proyek-proyek di beberapa lokasi yang paling bergengsi di Arab Saudi,” kata Najib dalam pernyataannya, Jumat.

Setelah dari Malaysia, Raja Salman akan melakukan kunjungan ke Jakarta dan Bali di Indonesia dari 01-09 Maret dengan rombongan yang lebih besar sebanyak 1.500 orang, juga dalam rangka membangun kerjasama dan investasi, lalu dilanjut dengan perjalanan ke Jepang dari 12 sampai 14 Maret, para pejabat di negara-negara tersebut mengatakan.

Pelajar Bekasi Gelar Aksi #TolakJadiTarget, Protes Iklan Rokok di Sekolah

BEKASI (Jurnalislam.com) – Lebih dari 300 pelajar mewakili 30 sekolah dari Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor berkumpul di depan Istana Presiden pada Sabtu (25/2/2017). Mereka menggelar aksi #TolakJadiTarget untuk memperlihatkan bukti iklan rokok kepada Presiden Jokowi yang sengaja ditempatkan di sekitar sekolah oleh perusahaan rokok.

Para pelajar juga menampilkan aksi teatrikal dengan tema “Upacara Inisiasi Pengikut Serigala Berbulu Domba”. Teatrikal ini menceritakan bagaimana cara perusahaan rokok dalam menargetkan anak dengan meletakkan iklan di sekitar sekolah dan bagaimana cara pelajar melawannya.

Bukan suatu kebetulan jika iklan rokok banyak ditemui di sekitar sekolah. Anak-anak terpapar iklan rokok setiap hari, saat pergi dan pulang sekolah selama 12 tahun masa sekolah. Semakin sering anak terpapar iklan rokok akan menciptakan kesan bahwa rokok adalah sesuatu yang baik dan biasa sehingga mendorong anak untuk mencoba merokok. Hasil studi Komnas PA dan UHAMKA tahun 2007 menyatakan sebanyak 46,3% anak mengaku terpengaruh merokok karena melihat iklan rokok dan 86,7% anak mengaku melihat rokok di media luar ruang.

Sejak Desember 2016 lalu, pelajar dari 90 sekolah di 5 kota (Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor) berhasil menurunkan ratusan spanduk, poster dan iklan rokok yang ada di sekitar sekolah mereka. Ini adalah cara pelajar menolak dijadikan target pemasaran perusahaan rokok. Mereka bergerak bersama dalam kampanye #TolakJadiTarget.

Kampanye #TolakJadiTarget merupakan kampanye serentak yang digelar di 90 sekolah di 5 kota di Indonesia sejak Bulan September tahun 2016. Tujuannya adalah untuk menolak perusahaan rokok yang dengan sengaja meletakkan iklan di sekitar sekolah. Bagi perusahaan rokok, pelajar merupakan pasar potensial, karena remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap perusahaan rokok di masa depan. Lima perusahaan rokok terbesar di Indonesia yakni HM Sampoerna, PT Djarum, Gudang Garam, BAT dan Nojorono terbukti meletakkan iklannya di sekitar sekolah. Selama kampanye ini berlangsung, ditemukan sebanyak 61 merek rokok yang beriklan di sekitar sekolah di 5 kota ini.

Selama kampanye ini ditemukan bahwa ternyata perusahaan rokok memberikan sejumlah uang untuk memasang iklan rokok di warung-warung sekitar sekolah. Pemilik warung mengakui diberi uang dalam jumlah yang beragam, mulai dari hanya 3 bungkus rokok, Rp. 50.000 per bulan, Rp. 300.000 per 3 bulan, Rp. 800.000 per tahun, Rp. 2.000.000 per tahun hingga Rp. 4.000.000 per tahun. Spanduk yang diletakkan di warung sekitar sekolah tersebut diduga tidak berizin dan tidak membayar pajak reklame pada pemerintah.

Kampanye #TolakJadiTarget yang dilakukan pelajar mendapat dukungan dari pihak sekolah, orang tua siswa, masyarakat sekitar sekolah, rt/rw, lurah, camat hingga Walikota. Hingga saat ini, pelajar di 5 kota sudah berhasil menurunkan sekitar 120 iklan rokok di sekolahnya. Aksi penurunan iklan rokok ini masih akan terus berlanjut di 5 kota, semoga diikuti oleh sekolah-sekolah di tempat lain.

Putri Lestari, pelajar kelas 8 SMPN 17 Kota Bekasi yang ikut dalam aksi hari ini meminta Presiden melindungi mereka dari target industri rokok. “Perusahaan rokok juga harus berhenti beriklan di sekitar sekolah kami” pintanya.

Rilis: Yayasan Lentera Anak

 

 

 

Dituduh Terlibat Aktif dengan Hamas Seorang Staf PBB di Jalur Gaza Dipecat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah agen PBB mengatakan pada hari Ahad (26/02/2017) bahwa mereka menonaktifkan seorang staf Gaza yang dituduh aktif secara politik di kelompok perlawanan Islam Palestina (Hamas), yang memerintah jalur Gaza.

UNRWA, badan PBB yang mengurus pengungsi Palestina, mengatakan, keputusan telah diambil menjelang panggilan Israel sebelumnya pada hari Ahad untuk memecat Suhail al-Hindi, kepala serikat staf di badan PBB itu, lansir Al Arabiya News Channel.

“Sebelum komunikasi terjadi, dan dalam penyelidikan internal independen kami yang berkelanjutan, kami telah disajikan dengan informasi yang cukup besar dari sejumlah sumber sehingga kami mengambil keputusan siang ini untuk menonaktifkan Suhail al Hindi, sambil menunggu hasil penyelidikan kami,” Juru bicara UNRWA Chris Gunness menulis.

COGAT, lembaga pertahanan kementerian zionis yang bertanggung jawab di bidang sipil di wilayah Palestina, mengatakan bahwa al-Hindi ditunjuk memegang kepemimpinan kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas dalam sebuah pemilihan internal 13 Februari.

Dia dipilih “sebagai anggota senior Hamas dari Jabalia di Gaza utara”, katanya dalam sebuah pernyataan berbahasa Inggris.

“Dia juga memegang posisi sebagai Ketua Asosiasi Pekerja Palestina UNRWA sejak 2012 dan juga sebagai kepala sekolah dasar di Jalur Gaza,” tambahnya.

“Karena keparahan situasi, kepala COGAT, Mayor Jenderal Yoav Mordechai menyerukan UNRWA untuk segera memecat al-Hindi,” katanya.

Kementerian luar negeri zionis membuat tuduhan yang sama pada hari Kamis di akun Twitter resminya.

UNRWA mengeluarkan penolakan di hari berikutnya.

“Berdasarkan uji tuntas terbaru yang dilakukan oleh lembaga, UNRWA tidak dapat mengungkap atau menerima bukti yang bertentangan dengan penolakan staf anggota kami bahwa ia terpilih untuk jabatan politik di Hamas.”

Pernyataan hari Jumat yang mengutip Hindi mengatakan bahwa ia “tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah ini”.

Dikatakan bahwa staf lembaga secara teratur diinformasikan bahwa aktivitas politik atau penggalangan dana dianggap sebagai perilaku yang tidak benar.

Jet Tempur Assad dan Rusia Targetkan Linkungan Sipil saat Perundingan Masih Berlangsung, Puluhan Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Pesawat tempur rezim Suriah dan Rusia meluncurkan agresi di provinsi Idlib pada hari Sabtu (25/02/2017), menargetkan provinsi itu dengan lebih dari 35 serangan udara, mengakibatkan puluhan warga sipil tewas dan terluka.

Koresponden Eldorar Alshamia melaporkan Ahad (26/02/2017) bahwa sedikitnya delapan orang tewas dan 25 terluka dalam serangan udara yang melanda kota Ariha di provinsi pedesaan barat; serangan memukul lingkungan timur kota dan pasar populer serta menyebabkan kebakaran dan perusakan rumah dan properti.

Wartawan kami menegaskan bahwa tiga warga sipil tewas dan 11 lainnya luka-luka dalam serangan udara terhadap kota Idlib; saat serangan juga menghantam Lingkungan Perumahan Petugas dan desa-desa di Gunung al-Zawya, serta Kafr NABL.

Pemboman udara intensif terjadi saat Konferensi Jenewa diadakan untuk menemukan solusi politik di Suriah; di mana delegasi oposisi Suriah menuntut untuk mempertahankan gencatan senjata, dan mencabut pengepungan, sebelum merinci solusi.

ACTA Ingatkan Pengacara Ahok Tak Intimidasi Habib Rizieq di Sidang Besok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Habib Rizieq Shihab (HRS) akan hadir dalam sidang perkara kasus penistaan agama ke-12 pada Selasa (28/2/2017) besok sebagai saksi ahli. Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) meminta agar hakim maupun jaksa tidak melakukan intimidasi kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

ACTA beralasan, pada persidangan sebelumnya terjadi intimidasi pada kesaksian saksi ahli agama yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kami ingatkan semua pihak agar jangan sampai ada intimidasi, tekanan dan perlakuan yang melanggar hukum lainnya terhadap Habib Rizieq Shihab,” kata wakil ketua ACTA, Herdiansyah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (26/2/2017) dilansir Republika.co.id.

Herdiansyah mengatakan, HRS akan memberikan kesaksian dalam perkara yang menjerat terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ini. Saat memberikan keterangan nanti, lanjutnya, jangan intimidasi yang dilakukan pihak pengacara Ahok kepada Ma’ruf Amin dalam sidang sebelumnya terjadi lagi.

“Jadi kami juga tidak ingin apa yang terjadi dengan KH Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu saat memberikan keterangan yaitu seolah dituduh berbohong dan digertak kembali dilakukan terhadap Habib Rizieq Shihab,” terangnya.

Oleh karena itu, Herdiansyah menyatakan bahwa ACTA akan mengawasi proses persidangan Selasa besok. Bahkan tidak segan-segan untuk melakukan upaya hukum jika intimidasi tersebut benar terjadi.

“ACTA sebagai kuasa hukum pelapor dalam perkara dugaan penodaan agama ini akan hadir di persidangan. Kami akan langsung melakukan langkah hukum apabila terjadi pelanggaran kode etik atau bahkan pelanggaran hukum dalam persidangan,” kata dia.

Sumber: Republika.co.id

Pasukan Irak Kuasai Penuh Distrik Barat Mosul

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Tentara Irak pada hari Ahad (26/02/2017) merebut kabupaten besar di Mosul barat dalam serangan berkelanjutan untuk mendorong kelompok Islamic State (IS) keluar dari kota utara, menurut seorang komandan militer.

“Pasukan khusus Irak telah membebaskan distrik Maamoun dan mengibarkan bendera Irak di atas bangunan di daerah tersebut,” Jenderal Abdul-Amir Yarullah, komandan operasi Mosul, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, lansir Anadolu Agency.

“Distrik Maamoun adalah lingkungan pertama yang telah sepenuhnya dikendalikan pasukan Irak di Mosul barat,” katanya.

Pasukan Irak menguasai beberapa daerah di kabupaten itu pada hari Kamis sebelum sepenuhnya menguasai lingkungan tersebut pada hari Ahad.

Pekan lalu, militer Irak, yang didukung oleh koalisi udara pimpinan AS, memulai operasi baru yang bertujuan menyerang sisa pasukan IS dari wilayah barat Mosul.

Serangan itu dilancarkan sebagai bagian dari operasi lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, yang dikuasai IS di sepanjang wilayah di utara dan timur Irak pada pertengahan 2014.

 

Dalam Sehari 10 Serangan Terjadi pada Pengungsi di Jerman

JERMAN (Jurnalislam.com) – Lebih dari 2.500 pengungsi di Jerman diserang tahun lalu, menurut laporan oleh kementerian dalam negeri, menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan mereka yang telah melarikan diri dari perang dan penganiayaan, lansir Aljazeera Ahad (26/02/2017).

Dalam sebuah pernyataan di hari Ahad, menteri dalam negeri mengutip polisi mengatakan bahwa Jerman mencatat total lebih dari 3.500 serangan terhadap pengungsi, migran dan tempat penampungan mereka tahun lalu, sebesar hampir 10 tindak kekerasan anti-migran sehari.

Serangan mengakibatkan sedikitnya 560 orang luka-luka, termasuk 43 anak-anak.

“Orang-orang yang meninggalkan negara asal mereka dan mencari perlindungan di Jerman memiliki hak untuk mengharapkan penampungan yang aman,” kata kementerian dalam negeri, menurut kantor berita AFP.

Dalam satu kasus, neo-Nazi Jerman dijatuhi hukuman delapan tahun penjara pada bulan Februari karena membakar sebuah gedung olah raga yang dirubah menjadi rumah bagi pengungsi, dan menyebabkan kerusakan senilai $ 3,7 juta.

Dalam contoh lain yang mengejutkan Jerman satu tahun yang lalu, kerumunan penonton bersorak dan bertepuk tangan saat penampungan suaka habis terbakar di timur wilayah bekas komunis di negara itu.

Ulla Jelpke, seorang anggota parlemen untuk partai sosialis Die Linke, menyalahkan kekerasan anti-migran dari pendukung sayap kanan di negara itu dan mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih kuat.

“Kami melihat hampir 10 tindak [pidana] sehari,” katanya kepada Funke Mediengruppe, kelompok koran daerah Jerman. “Apakah orang harus mati sebelum kekerasan sayap kanan dianggap sebagai masalah keamanan pusat dalam negeri dan membawanya ke puncak agenda kebijakan nasional?”

Ada 988 serangan termasuk pembakaran di tempat penampungan bagi pengungsi dan pencari suaka, jumlah yang sama dengan tahun lalu. Pada tahun 2014, hanya ada 199 kasus seperti itu.

Kenaikan tajam dalam kejahatan kebencian muncul setelah Jerman, yang menjadi tuan rumah pengungsi terbesar di Eropa, menjadikan 890.000 pencari suaka pada tahun 2015 tersebut berada pada puncak krisis pengungsi Eropa.

Keputusan Kanselir Angela Merkel untuk menyambut pengungsi mempolarisasi negeri itu dan memicu dukungan bagi partai kanan-jauh Alternatif untuk Jerman (Alternative for Germany-AFD).

Jumlah kedatangan menurun tajam pada 2016 menjadi 280.000, terutama karena penutupan perbatasan di jalur darat Balkan dan kesepakatan Uni Eropa dengan Turki untuk membendung aliran pengungsi.

Perundingan Damai Suriah Hari Ketiga

JENEWA (Jurnalislam.com) – Delegasi oposisi utama Suriah di putaran baru perundingan perdamaian di Jenewa mengatakan pada hari Sabtu (25/02/2017) bahwa mereka “tidak akan pernah menjadi alasan kegagalan negosiasi.”

Juru bicara Komite Negosiasi Tinggi (High Negotiations Committee-HNC) Salem al-Muslat kepada Anadolu Agency di sela-sela hari ketiga babak keempat pembicaraan intra-Suriah, mengatakan bahwa “apapun yang harus dikorbankan, kami akan terus bernegosiasi untuk mencari solusi.”

Muslat mengatakan bahwa mereka ingin mendirikan sebuah pemerintahan transisi dengan menerapkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB), nomor 2254 yang diadopsi pada bulan Desember 2015, dan menyerukan pemerintahan transisi setelah oposisi dan delegasi rezim menyelesaikan rincian dalam negosiasi.

Menurut resolusi 2254, negosiasi harus diselesaikan dalam waktu enam bulan untuk membentuk pemerintahan tersebut. Kemudian harus mempersiapkan konstitusi dan menyelenggarakan pemilu yang adil dalam periode 12 bulan.

“Tidak benar jika kita berbicara tentang konstitusi dan pemilihan sebelum mendirikan pemerintahan transisi,” katanya.

Sementara itu, Anadolu Agency telah melihat proposal Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan De Mistura, yang ia kirim hari Sabtu untuk pihak yang bernegosiasi di Jenewa, menawarkan untuk membicarakan pemerintahan transisi, konstitusi dan pemilu secara bersamaan saat negosiasi.

Dalam surat tersebut, De Mistura menawarkan untuk membangun administrasi transisi yang inklusif, handal, non-sektarian, menyiapkan waktu untuk konstitusi, dan pemilihan umum baru yang bebas dan adil di bawah naungan PBB.

“Sudah jelas bahwa tidak ada kesepakatan sampai semuanya disepakati,” tambah surat itu.

Muslat menyatakan bahwa mereka datang ke perundingan Jenewa di bawah “kondisi keras yang sama” di mana serangan rezim di daerah yang diadakan oposisi terus berlanjut meskipun terdapat perjanjian gencatan senjata.

“Sampai sekarang, kami belum melihat keseriusan apapun oleh rezim. Rezim hanya percaya pada solusi militer, membunuh dan menghancurkan,” katanya.

Muslat juga menekankan bahwa mereka mengharapkan “kebijakan aktif dari pemerintahan AS,” mengkritik pemerintahan Obama atas “sikap pasif” mereka selama pembicaraan Jenewa sebelumnya.

Kebijakan Presiden AS Donald Trump mengenai Suriah masih belum jelas, namun rezim Assad terus menggambarkan tim negosiasi oposisi sebagai teroris.

Masyarakat internasional menyepakati dimulainya kembali negosiasi politik di Jenewa, saat gencatan senjata yang dideklarasikan pada 30 Desember 2016 di bawah jaminan Turki dan Rusia berhasil mengurangi keparahan perang.

De Mistura pada hari Kamis bertemu secara terpisah dengan delegasi rezim Suriah, yang dipimpin oleh Bashar al-Ja’aafari dan delegasi oposisi Suriah, yang dipimpin oleh Nasr Hariri, anggota senior kelompok oposisi terbesar, Koalisi Nasional Suriah (the Syrian National Coalition).

Dia juga berharap untuk bertemu dengan perwakilan dari Kelompok Internasional Pendukung Suriah (International Syria Support Group -ISSG) termasuk AS, Rusia, Turki dan Iran.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas aksi unjuk rasa dengan kebrutalan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negara yang dilanda perang tersebut, menurut PBB. Pusat Penelitian Kebijakan Suriah melaporkan korban tewas lebih dari 470.000.

Seorang Muslimah Pembuat Film ‘Amerika Berjilbab’ Memecah Stereotip Kelompok Islamophobia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Dia adalah Iman Zawahry, seorang Muslimah pembuat film Amerika berjilbab. Iman tidak hanya seorang pembuat film vokal, dia juga seorang profesor perguruan tinggi, instruktur zumba, full-time mom, istri, dan anak, yang mencoba untuk memecah semua stereotip yang dikatakan kelompok xenophobia/Islamophobia tentang dia.

Sambil mengoreksi makalahnya untuk kelas Islam, Media dan Budaya dan menjalankan proyek beasiswa pertama untuk Film Amerika-Muslim, Iman juga sedang mengarahkan sebuah film berdasarkan drama yang diakui kritikus, Dirty Paki Lingerie, bersama penulis dan aktor Aizzah Fatima. Zawahry menyatakan bahwa, supaya sempurna, dia menginginkan Tom Hanks untuk memproduksi filmnya.

Film Iman Tough Crowd memenangkan Student Emmy Award dan menjadi finalis untuk the NBC Comedy Short Cuts. Filmnya yang lain, Undercover memenangkan penghargaan bergengsi Princess Grace Award.

Zawahry baru-baru ini berbicara di Washington Post, membahas the American-Muslim Storyteller Grant (ASG). Iman berbicara tentang xenophobia di Amerika dan Hollywood, dari sudut pandangnya salama menjadi pembuat film Muslim di Amerika Serikat.

100.000 Warga AS Masuk Islam Pertahun, Muslim akan Menjadi Umat Terbesar di Amerika

Muslim mencarinya untuk belajar lebih banyak tentang dia, Dana Beasiswa Islam (the Islamic Scholarship Fund-ISF), dan beasiswa bagi pembuat film Muslim-Amerika (ASG).

Iman adalah salah satu pendiri dan Direktur Utama Beasiswa Film Nasional ISF (the ISF National Film Grant -NFG). Dia telah mengumpulkan uang untuk beasiswa ini selama bertahun-tahun. Dia menyatakan dalam wawancara kami bahwa, “Sangat sulit mengumpulkan uang untuk beasiswa ini dan saya tidak tahu mengapa.”

Michael Mogensen, seorang pembuat film tentang Yahudi, terkejut setelah Presiden Trump menandatangani Executive Order yang melarang umat Islam dari tujuh negara. Setelah “Muslim Ban” ini ia mencari cara untuk mendukung komunitas Muslim di AS. Itulah saat ketika Michael mengulurkan tangan untuk Dana Beasiswa Islam, dan Beasiswa pembuat Film Muslim Amerika (the American-Muslim Storyteller GrantASG) lahir. Beasiswa ini masih merupakan bagian dari ISF, dan Iman adalah jurinya. ASG masih sangat baru.

“ASG secara khusus bertujuan untuk memfasilitasi dan mendukung Muslim memasuki dunia film, Muslim yang berniat untuk membuat cerita artistik, menarik, dan positif tentang Islam.”

Sebagai Muslim, kita tumbuh dalam masyarakat di mana satu-satunya cara untuk dianggap berhasil adalah dengan menjadi seorang dokter, pengacara, dan lain lain. Iman adalah salah satu orang yang membuka jalan bagi orang lain di generasi kita untuk dianggap serius sebagai pembuat film atau artis.

Jadi mengapa kita, sebagai Muslim-Muslimah, tidak mendukung lebih banyak orang seperti dia? Orang-orang seperti Iman membuat jalan bagi orang lain untuk melihat Muslim sebagai manusia paling beradab, bukan sebagai barbar atau teroris. Iman menyatakan bahwa dia ingin “memanusiakan Muslim.” Beasiswa ASG dan NFG memberikan orang kesempatan untuk mengubah narasi yang sangat menghina – sebagaimana Muslim sering ditampilkan dalam industri media dan film.

Kita selalu marah dengan bagaimana Muslim digambarkan di media dan di Hollywood sebagai ekstremis. Kini kita memiliki pilihan untuk mendukung seseorang yang memiliki kekuatan untuk mengubah cara seluruh dunia melihat kita .. ISF memberi langsung tempat bagi kita untuk melakukan ini; yang harus dilakukan semua orang adalah memberi donasi.

Lebih mudah baginya untuk menerima dukungan dari komunitas Muslim juga non-muslim. Mari kita mencoba dan mengubahnya, kata Iman.

Menlu Saudi Tiba di Irak Lakukan Pertemuan Dadakan, Ada Apa?

BAGHDAD (Jurnalislam) – Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir tiba di Baghdad, Irak pada hari Sabtu (25/02/2017) dalam kunjungan tak terjadwal, menurut seorang pejabat Irak, lansir Anadolu Agency.

Al-Jubeir memimpin delegasi resmi untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Irak, kata pejabat Kementerian Luar Negeri pada kondisi anonimitas karena pembatasan berbicara kepada media.

Ini adalah kunjungan pertama seorang menteri luar negeri Saudi ke ibukota Irak tersebut sejak invasi yang dipimpin AS ke Irak pada tahun 2003.

Ketegangan telah merusak hubungan Saudi-Irak dalam beberapa bulan terakhir sejak duta besar Saudi Thamer al-Sabhan melaporkan milisi Syiah yang berafiliasi dengan Iran berencana untuk membunuhnya. Sebagai balasan, Baghdad menuntut Riyadh untuk mengganti diplomatnya.

Al-Jubeir sendiri menyampaikan milisi Syiah Hashd al-Shaabi – mitra utama tentara Irak dalam pertempuran melawan IS – menjadi kekuatan proxy untuk Iran. Baghdad menuduhnya ikut campur dalam urusan Irak.

Kunjungan al-Jubeir ini terjadi di tengah serangan besar Irak untuk merebut kembali kota Mosul yang dikuasai IS sejak kelompok tersebut menyerbu pada tahun 2014.