Berita Terkini

4 Pasukan Amerika Tewas Dihantam Bom Taliban

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Ledakan bom pinggir jalan menghantam sebuah kendaraan AS di luar di kota Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar, menewaskan 4 penjajah Amerika Serikat dan melukai satu orang lainnya pada Jumat malam, Al Emarah News melaporkan Jumat (03/03/2017).

Ledakan terjadi di gerbang lapangan udara Jalalabad mengakibatkan kendaraan itu hancur berantakan.

Sementara di wilayah lain bentrokan berat meletus setelah sejumlah besar pasukan boneka dikawal oleh tank dan helikopter yang tiba di daerah Bazar, Tapa Saadat, Akhunzada Sahib Zyarat, Todankano, Abdullah Khelo dan Aspanzo di Kabupaten Farah Rod untuk operasi diserang mujahidin Taliban, koresponden mengatakan.

Tembak-menembak tak terelakkan setelah pasukan khusus Taliban tiba ke tempat kejadian, tembak menembak juga terjadi di pusat pemerintahan dan pos pertahanan kabupaten tersebut.

Menurut rincian, pertempuran senjata berat dan ringan berakhir tengah hari setelah pasukan boneka Afghanistan terpaksa melarikan diri menuju pusat Farah.

Laporan awal menunjukkan bahwa 4 tank telah hancur dengan 17 pasukan komando tewas dan 13 lainnya luka-luka.

Pasukan Nasioanal Afghanistan juga membombardir warga sipil namun belum ada laporan tentang warga yang menjadi korban.

Hanya 4 pejuang Taliban sejauh ini yang terluka dalam bentrokan.

Ubah Struktur Sosial di Yaman, Syiah Houthi Targetkan Kelompok Suku dan Tekan Pejabat Publik

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran menerapkan strategi sistematis dalam mengubah struktur sosial Yaman untuk menciptakan perpecahan antara suku-suku yang berbeda di negara itu dengan menggunakan aliansi mereka untuk membasmi kelompok yang menentang milisi Houthi, lansir Al Arabiya News Channel, Jumat (03/03/2017).

Sepuluh suku, yang berbasis di empat provinsi berbeda, menjadi yang paling menderita akibat operasi militer dan ekonomi zalim Houthi yang menimbulkan hilangnya nyawa, mengungsinya banyak keluarga, dan kerusakan properti massal.

Suku-suku ini adalah:
Sana’a: Arhab dan Bani Dubian
Dhumar: Atmah dan al-Haddah
Ibb: Al Khafar, al Shawour, al-Adin, Ba’dan, al Radmah, al Oud, al Siyahi
Al Hudaydah: Al-Zaranik

Selanjutnya, pemberontak Syiah Houthi juga memaksakan berbagai cara ekonomi untuk menghukum dan menindas lawan dari kelompok pegawai negeri sipil dengan memecat ribuan PNS dan menggantinya dengan antek, juga menghentikan pembayaran gaji ratusan ribu pekerja sipil dan militer.

Pasukan Peshmerga Bentrok dengan Milisi PKK di Irak Utara

MOSUL (Jurnalislam.com) – Kelompok-kelompok bersenjata yang terkait dengan organisasi PKK bentrok dengan pasukan Peshmerga Suriah Kamis malam di provinsi Nineveh utara Irak, menurut sumber Peshmerga.

“Pasukan kami dicegah memasuki kota Snuny di desa Hanasur [di provinsi Nineveh] oleh unit pertahanan PKK Sinjar,” Kolonel Kadir Sheikh Mami, seorang komandan pasukan Peshmerga Suriah (dikenal sebagai “Roj Peshmerga”), mengatakan kepada Anadolu Agency Jumat (03/03/2017).

Menurut Mami, unit pertahanan Sinjar menembaki pasukan Roj Peshmerga – yang berperang di bawah payung pasukan Peshmerga Pemerintah Daerah Kurdi ini – saat mereka berusaha untuk melewati daerah.

Empat pasukan Peshmerga Suriah dan tiga serdadu yang terkait PKK terluka dalam bentrokan katanya.

Kamis, 500 pejuang Peshmerga Suriah dikerahkan ke kota Snuny untuk memperkuat perbatasan Irak-Suriah dan mendorong pasukan PKK keluar dari Sinjar.

Meskipun Peshmerga telah membersihkan Sinjar dari kelompok IS pada tahun 2015, PKK sebagian besar memegang kendali kabupaten, menolak memberi izin pasukan Peshmerga untuk mengambil kendali daerah.

Sekolah Tinggi di Jerman Larang Siswa Muslim Wudhu dan Shalat di Kampus

JERMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah sekolah tinggi di kota Wuppertal Jerman barat melarang siswa Muslim sholat di gedung sekolah, memicu perdebatan sengit di media sosial, World Bulletin melaporkan Jumat (03/03/2017).

Sekolah tinggi full-day Johannes Rau meminta para pengajarnya pada 16 Februari untuk mengeluarkan “peringatan” kepada mahasiswa yang sholat di gedung, ungkap sebuah dokumen yang bocor dan beredar di media sosial.

Manajemen sekolah mengatakan wudhu di toilet sekolah, dan sholat di gedung sekolah tidak diizinkan. Dokumen ini juga mendesak guru untuk melaporkan nama-nama siswa yang tidak mengikuti aturan.

Larangan kontroversial ini menarik kritik luas di media sosial, tetapi didukung oleh partai kanan jauh negara itu, Alternatif untuk Jerman (Alternative for Germany-AfD).

Dalam sebuah posting Facebook pada hari Kamis, AfD cabang Wuppertal berpendapat langkah itu sekali lagi menunjukkan gagalnya kebijakan migrasi partai-partai lama.

Jerman memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di Eropa Barat, dan sebagian besar yaitu empat juta Muslim telah terintegrasi dengan baik.

Walaupun kebebasan beragama dijamin oleh konstitusi Jerman, beberapa keputusan pengadilan di masa lalu mendukung tindakan pembatasan jika sholat dikhawatirkan akan merusak perdamaian sekolah. Baik manajemen Johannes Rau ataupun keluarga siswa belum mempublikasikan informasi yang memperingatkan akan tindakan tersebut.

13 Organisasi Advokasi Internasional Desak PBB Usut Kejahatan Kemanusian Pemerintah Myanmar

YANGON (Jurnalislam.com) – Beberapa organisasi internasional menyerukan kepada Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mulai menyelidiki laporan pelanggaran terhadap Muslim Rohingya di Myanmar di bagian barat negara bagian Rakhine.

Selama operasi militer baru-baru ini di daerah Maungdaw Rakhine, kelompok PBB dan hak asasi mendokumentasikan bukti pelanggaran luas oleh pasukan Myanmar seperti pembunuhan – termasuk pada anak-anak dan bayi – pemerkosaan, pemukulan brutal, penyembelihan, pembakaran desa-desa dan penghilangan.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra’ad Al Hussein, dan pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di Myanmar, Yanghee Lee, baru-baru ini menyerukan Dewan HAM PBB selama sesi ke-34 untuk mendirikan Komisi Penyelidikan (Commission of Inquiry) terhadap situasi di Rakhine.

Pada hari Jumat (03/03/2017), 13 kelompok advokasi hak regional dan internasional mengirimkan surat gabungan terbuka kepada negara perwakilan permanen anggota Dewan dan pengamat, mendesak mereka untuk mendukung panggilan penyelidikan independen terhadap pelanggaran hak asasi terhadap Rohingya.

Surat itu menegaskan bahwa penyelidikan yang diluncurkan oleh pemerintah Myanmar terhadap perilaku aparat telah gagal menunjukkan ketidakberpihakan yang tulus dan karena itu tidak cukup untuk mengatasi situasi.

“Cukup sudah, saatnya untuk bertindak,” Phil Robertson, wakil direktur Asia dari Human Rights Watch, mengatakan kepada Anadolu Agency di email-nya hari Jumat.

“Sudah terlalu lama, masyarakat internasional hanya berdiam diri sementara pasukan Burma (nama negara Myanmar sebelumnya) terus memaksa Rohingya untuk menghadapi kekerasan, diskriminasi sistematis, tidak memberikan kewarganegaraan, dan penolakan akses bagi mata pencaharian dan jasa kebutuhan hidup dasar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa PBB dan negara-negara anggotanya harus berdiri melawan sistem yang mendasari represi yang menciptakan kemiskinan bagi minoritas Muslim di Rakhine utara.

Pemerintah mengatakan sedikitnya 106 orang telah tewas dalam operasi keamanan yang diluncurkan setelah serangan fatal 9 Oktober pada pos-pos polisi di dekat perbatasan.

Namun, kelompok advokasi Rohingya melaporkan sekitar 400 Muslim Rohingya – yang dijelaskan oleh PBB sebagai salah satu kelompok paling teraniaya di seluruh dunia – tewas, wanita diperkosa dan desa-desa Rohingya dibakar.

Pemerintah Myanmar sebelumnya membantah tuduhan terhadap tentara dan polisi tersebut, tapi meluncurkan penyelidikan setelah sebuah laporan baru-baru ini oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra’ad Al Hussein, menyatakan bahwa pelanggaran terhadap warga sipil Rohingya bisa dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan luar biasa.

Hussein mengatakan bahwa komisi yang dipimpin oleh Wakil Presiden Myanmar Myint Swe, seorang mantan jenderal militer, “bukanlah pilihan yang kredibel” untuk menyelidiki kekejaman terhadap Muslim Rohingya.

Setelah tekanan lokal dan internasional semakin berkembang, Myanmar mengumumkan berakhirnya operasi militer di daerah pada 15 Februari, tetapi seorang juru bicara militer kemudian mengatakan bahwa ternyata operasi pembersihan belum dihentikan.

Lebih dari 900 Warga Sipil Suriah Tewas pada Bulan Februari

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 623 warga sipil tewas bulan lalu di Suriah oleh rezim Assad dan sekutunya, menurut sebuah LSM yang berbasis di Inggris Raya.

Sebuah laporan baru oleh Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebutkan bahwa 471 orang – termasuk 79 anak-anak dan 55 wanita – tewas dalam serangan Februari oleh pasukan rezim, milisi Syiah sekutunya dan pesawat Rusia di berbagai bagian negara itu, lansir World Bulletin Jumat (03/03/2017).

Delapan belas orang lainnya disiksa sampai mati oleh pasukan rezim Nushairiyah, LSM itu melaporkan.

LSM itu juga menyatakan bahwa sekitar 180 warga sipil telah tewas dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok Islamic State (IS), sementara 118 lainnya terbunuh dalam serangan oleh koalisi internasional yang dipimpin AS.

16 lainnya tewas dalam serangan oleh kelompok oposisi Suriah bersenjata, sementara tujuh lainnya tewas dalam serangan oleh Pasukan Demokratik Suriah, yang berafiliasi dengan kelompok PKK / PYD, kata LSM.

Pengawas menunjukkan bahwa enam puluh enam warga sipil lainnya telah dibunuh pada bulan Februari oleh pihak yang tidak diketahui, menurut laporan tersebut.

Pada akhir Januari, perwakilan oposisi dan rezim Suriah bertemu di Astana untuk membahas masalah gencatan senjata yang ditengahi oleh Turki dan Rusia, yang mulai berlaku Desember lalu.

Sementara itu pembicaraan damai yang ditengahi PBB di Jenewa tetap berlangsung sejak pekan lalu.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Assad menumpas protes unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi, menurut PBB.

GNPF MUI Desak Majelis Hakim Segera Keluarkan Surat Penahanan Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) berkomitmen dan akan tetap dengan bersungguh-sungguh mengawal sidang dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Mereka juga meminta Presiden Jokowi untuk memberhentikan Ahok sebagai gubernur DKI, berdasarkan pasal 83 ayat 1 UU tentang Pemda.

”Kami mendesak pemerintah untuk melaksanakan amanah UU ini,” ucap Ketua Tim Advokat GNPF-MUI Kapitra Ampera, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Kapitra juga meminta majelis hakim untuk segera membuat surat penahanan Ahok agar didapat rasa keadilan bagi semua masyarakat.

“Sehingga tidak ada prasangka buruk bahwa hukum itu diskriminasif. Dan kami juga meminta kepada majelis untuk mempertimbangkan bahwa keinginan ini adalah aspirasi besar umat Islam Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, mereka juga pemerintah untuk membebastugaskan Ahok sebelum diberhentikan. Apalagi Ahok, saat ini sebagai peserta pilkada. Ini agar pemerintahan di DKI berjalan profesional tanpa kepentingan politik.

”GNPF siap menjadi mitra sinergi dengan pemerintah. Agar potensi yang ada pada GNPF dapat dijadikan energi dan kekuatan untuk menciptakan keadilan dan kesamaan di mata hukum. GNPF tidak memiliki agenda selain itu dan tidak ada keinginan gerakan yang inskonstitusional dan apalagi perebutan kekuasaan,” tegasnya.

Reporter: M Firdaus

Jalin Kerjasama Redam PKI, FUIS Sambangi Kodim 0733 Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menyambangi Komando Distrik Militer (Kodim) 0733 Semarang. Kedatangan ini untuk menjalin kerjasama dalam menghadapi Komunis dan menjaga keutuhan NKRI.

“Silaturahmi ini untuk menjaga hubungan baik serta menjalin kerja sama dalam menghadapi bahaya komunis untuk menjga keutuhan NKRI,” kata Susmanto, jubir FUIS disela-sela pertemuan di Kodim 0733, Jln Pemuda Semarang, Jumat (3/3/2017).

Susmanto mengatakan, secara historis, TNI bersama umat Islam berperan penting dalam perjuangan menjaga keutuhan NKRI dari paham PKI. Maka itu, dengan isu kebangkitan PKI saat ini, TNI diharapkan kembali bersiap dengan kemungkinan terburuk seperti kasus ’48 dan ’65.

Menanggapi itu, Kepala Staf Kodim, Letkol Infantri Idang Ismail sangat mngapresiasi silaturahmi tersebut dan mendukung penuh apa yang diagendakan FUIS dalam membentengi umat dari paham Komunis.

“Kami mendukung penuh apa yang akan dilakukan oleh teman teman dari FUIS ini. Progam juga satu tujuan (dengan TNI -red) dalam membendung paham PKI,”
ungkapnya.

Seusai pertemuan, FUIS menginformasikan agenda Tabligh Akbar untuk meredam paham PKI ditengah masyarakat. Agenda dalam waktu dekat itu akan menghadirkan pakar PKI, Ustaz Alfian Tanjung. FUIS juga memberikan sebuah buku “Menangkal Kebangkitan PKI” tulisan Alfian Tanjung.

Diskusi Kemenag Saudi dan Aktivis Islam: Lapang Dada, Jauhi Fanatisme Kelompok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Berlapang dada terhadap sesama muslim ketika melihat perbedaan adalah salah satu aspek penting dalam penyebaran dakwah Islam. Inilah salah satu poin perbincangan beberapa pejabat Kementerian Agama Arab Saudi, yang ikut dalam rombongan Raja Salman selama kunjungannya ke Indonesia, 1-9 Maret 2017.

Di ruang lobi hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (2/3/2017), Deputi Menteri bidang Da’wah pada kementerian Urusan Keislaman, Da’wah dan Penyuluhan Arab Saudi, Dr. Ahmad Jiilan yang hadir dalam perbincangan bersama beberapa aktivis dan dai muda Indonesia itu. Berbagi pikiran tentang prospek penyebaran dakwah Islam di Indonesia.

Ia menekan agar para aktivis dakwah lebih melapangkan dada untuk saling menasihati dan tidak terjebak ke dalam fanatisme kelompok. Salah satu wujudnya adalah membuka diri terhadap orang lain dan memperluas referensi.

“Jangan membatasi diri dengan satu atau dua ulama; satu atau dua buku saja (sebagai rujukan). Pakai juga yang lain! Sehingga ketika ada orang yang hendak mengkritik, mereka tidak mendapatkan celah,” ungkap Syekh Ahmad ditengah diskusi.

Ia mengatakan, umat Islam sepatutnya untuk tidak tebang pilih dalam menentukan ulama panutan. Tidak cuma dari Arab, kata dia, ulama yang patut diambil ilmu dan teladannya dibelahan bumi lain.

“Saya tidak menyalahkan kalian memakai Syaikh Bin Bazz, karena beliau adalah ulama umat, bukan ulama Kerajaan. Tetapi saya ingin kalian juga mengambil ulama Yaman, Mesir, Suriah, dan juga ulama Indonesia (sebagai rujukan -red),” terang dia menasehati.

“Sisi lain yang juga perlu diperhatikan, manusia itu mengikuti ulama negerinya. Seiring dengan penghormatan kalian terhadap ulama Saudi dan lainnya, kalian harus menghormati dan mengambil ilmu dari para panutan umat di Indonesia,” tambahnya lagi.

Misalnya, ia berpendapat, bila ada seorang tokoh yang sudah berjasa selama puluhan tahun dalam dakwah Islam, mereka harus dihormati. “Datangilah mereka!,” pintanya.

Dalam konteks itu, Deputi bidang Media Kementerian Agama Arab Saudi Dr Rasyid Az-Zahrani, yang juga hadir dalam perbincangan itu, menyebutkan sikap mulia Ibnu Taimiyyah yang dapat dicontoh. Dalam dakwah Islam, Ibnu Taimiyyah telah menghadapi pertentangan kuat dari seorang ahli kalam. Namun ketika orang itu meninggal dunia, Ibnu Taimiyyah menanggung biaya hidup istri dan keluarganya.

“Ia tidak menjadikan orang yang berseberangan sebagai musuh yang harus dibenci, tetapi sebagai peluang dakwah yang berpotensi menerima jalan kebenaran,” tuturnya.

Selain itu, penyebaran dakwah Islam juga dihambat oleh fenomena sebagian dai yang keras dalam bersikap dan menuduh setiap orang yang ia lihat keliru sebagai ahli bid’ah. Selain mempersempit dakwah, tindakan ini menurutnya, mirip dengan orang-orang yang berlebih-lebihan dalam takfir.

“Jangan terlalu mudah menuding; ini bid’ah, itu bid’ah. Bila berlebihan, maka ini akan menjerumuskan ke dalam takfir serampangan (mengafirkan orang yang tidak berdasar),” tegasnya.

Menurutnya, orang yang banyak manfaat bagi umat selama mereka bagian dari ahli Sunnah, perlu didekati dan dirangkul, bukan dijauhi. Sebab, sempitnya pandangan sebagian dai itu telah membuat mereka terpecah-pecah dan tidak menyatu. Maka ini harus dihindari, dan hendaknya berusaha untuk lebih lapang dada dan terbuka. Ia berharap bila umur panjang, tidak lagi menyaksikan perpecahan di antara mereka.

“Saya berharap bila umur panjang, dan kita bertemu lagi dua atau tiga tahun lagi, saya tidak menjumpai lagi perpecahan di antara salafi,” paparnya.

Reporter: Salem

Taliban: 29 Pasukan Musuh Tewas saat MIIA Rebut 6 Pos Tempur di Laghman

LAGHMAN (Jurnalislam.com)Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (MIIA/Taliban) meluncurkan serangkaian serangan terkoordinasi yang menargetkan instalasi militer musuh di provinsi Laghman timur dan merebut 6 pos pertahanan selama pertempuran paling mematikan dimana sebanyak 29 tewas dan 22 lainnya luka-luka, Al-Emarah News melaporkan Kamis (02/03/2017).

Dalam sebuah operasi yang berlangsung sepanjang hari Rabu, dan terus berlanjut sampai larut malam hingga ke hari Kamis pagi, Mujahidin merebut pos tempur gabungan milik polisi gabungan dan milisi lokal di pinggiran kota Mehtarlam, ibukota provinsi Laghman, menewaskan 6 polisi militer termasuk 2 serdadu boneka Arbaki dan melukai 5 orang bersenjata lainnya, sementara seorang mujahid memeluk kesyahidan dengan 3 orang lainnya cedera, kata koresponden.

Juga di hari Rabu, dua tank hancur saat gugus tugas kendaraan militer dan tank musuh itu dikejutkan oleh serangan di batas kota Mehtarlam sepanjang jalan menuju distrik Alingar provinsi ini. Jumlah korban jiwa belum ditentukan.

Selain itu, sebanyak 23 personel tempur gabungan musuh tewas dan lebih dari 17 lainnya terluka dalam pertempuran sepanjang hari kemarin dimana Taliban mengambil alih 5 pos milik milisi lokal dan polisi yang terletak di batas kota Mehtarlam, ibukota provinsi Laghman.

Taliban juga menghancurkan 7 tank dan mengambil 6 tentara boneka sebagai tahanan, merebut 4 senapan Kalashnikov dengan 3 kotak penuh peluru, 4 senapan PK, senapan mesin berat antitank, 1 senapan M4, 1 granat tangan, 15 kotak peluru PK , 11 putaran roket dan banyak amunisi serta perlengkapan militer lainnya.

Secara terpisah, MIIA meluluhlantakkan korps tentara di distrik Qarghayi provinsi Laghman kemarin. Namun tidak ada informasi tentang kerugian musuh.