Berita Terkini

PM Somalia: Dalam 48 Jam, 110 Orang Tewas karena Kelaparan dan Diare

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Somalia mengumumkan kematian sedikitnya 110 orang karena kelaparan dan diare di negara ini selama 48 jam terakhir akibat kekeringan di wilayah Bay.

Pengumuman oleh Hassan Ali Khaire di hari Sabtu tersebut terjadi setelah pemerintah Somalia pekan lalu mengeluarkan peringatan bahwa kekeringan tersebut adalah bencana nasional, lansir Aljazeera Ahad (05/03/2017).

“Ini adalah situasi yang sulit bagi penggembala dan ternak mereka. Beberapa orang telah menderita [kelaparan] dan diare pada saat yang sama. Dalam 48 jam terakhir, 110 orang meninggal karena [kelaparan] dan diare di wilayah Bay,” kantor Khaire mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Wilayah Bay berada di bagian barat daya Somalia.

“Pemerintah Somalia akan melakukan yang terbaik, dan kami mendesak semua warga Somalia, dimanapun mereka berada, untuk membantu dan menyelamatkan warga Somalia yang sekarat,” kata pernyataan yang dirilis setelah pertemuan komite merespon kelaparan.

Kebanyakan anak-anak dan orang tua meninggal di desa-desa yang mengelilingi kota Baido, Abdullahi Omar Roble, kepala kemanusiaan pemerintah daerah, mengatakan kepada kantor berita DPA.

Obat yang ada tidak cukup untuk mengobati semua pasien, kata Roble.

Kekeringan telah menyebabkan penyebaran akut diare berair, kolera dan campak dan hampir 5,5 juta orang beresiko tertular penyakit yang ditularkan melalui air.

Wabah kolera telah menewaskan sedikitnya 69 orang sejak Jumat, kata seorang pejabat pemerintah setempat.

Lebih dari 70 orang lain telah dirawat di rumah sakit.

AQAP Serang Pos Militer Yaman, 6 Tentara Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Al Qaeda menembaki sebuah pos pemeriksaan militer Yaman di provinsi selatan Abyan pada hari Ahad (05/03/2017), seorang pejabat keamanan dan warga mengatakan, sedikitnya menewaskan enam tentara, lansir Al Arabiya News Channel.

Serangan terjadi setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan udara beberapa hari terhadap Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), salah satu cabang Al Qaeda yang paling aktif.

Pasukan Yaman mengerahkan operasi “sabuk keamanan” di provinsi Abyan di sekitar kota pelabuhan selatan Aden yang merupakan basis pemerintah yang diakui secara internasional itu.

Perang Yaman hampir dua tahun antara pemerintah yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Saudi melawan pemberontak Syiah Houthi sekutu Iran telah memungkinkan Al Qaeda cabang Yaman tumbuh menjadi kuat, mendapatkan wilayah dan melakukan serangan.

Milisi Gerakan Rakyat Sudan Bebaskan 109 Tentara Sudan

SUDAN (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok oposisi Sudan telah membebaskan 127 orang yang mereka tangkap dalam pertempuran dengan pasukan pemerintah, menurut militer negara itu.

Mereka yang dibebaskan oleh Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (the Sudan People’s Liberation Movement-North-SPLM-N) tersebut termasuk 109 tentara dan 18 warga sipil, Brigadir Ahmed Khalifa al-Shami, juru bicara militer, mengatakan dalam sebuah pernyataan, Ahad (05/03/2017), lansir Aljazeera.

“Militer Sudan mengakui ini sebagai langkah positif untuk mencapai perdamaian di negeri ini.”

SPLM-N menangkap para tentara di negara bagia Blue Nile dan Kordofan Selatan, di mana mereka telah memerangi pasukan pemerintah Sudan selama bertahun-tahun.

Tidak jelas berapa lama para tahanan tersebut menghabiskan waktu di penahanan.

Pada tahun 2011, Sudan Selatan merdeka dari Sudan menyusul kesepakatan damai 2005 yang mengakhiri perang saudara paling lama di Afrika.

Setelah referendum, saat mayoritas warga Sudan Selatan memilih untuk memisahkan diri, muncul negara baru Afrika yang pertama sejak Eritrea berpisah dari Ethiopia pada tahun 1993.

Tapi Kordofan Selatan dan Blue Nile, yang mayoritas penghuninya ingin menjadi warga negara baru, dikeluarkan dari kesepakatan.

Akibatnya SPLM-N, afiliasi utara SPLM di Sudan Selatan, mengangkat senjata melawan pemerintah Sudan Presiden Omar al-Bashir, dan sejak itu pertempuran terus berlangsung.

Pertempuran di dua daerah tersebut dan juga di Darfur telah menewaskan puluhan ribu orang dan jutaan lainnya mengungsi.

Khartoum mengumumkan gencatan senjata sepihak pada Juni 2016 dalam tiga zona konflik, yang diperpanjang selama enam bulan pada bulan Januari.

PBB mengatakan bahwa selama beberapa tahun tidak ada petugas bantuan di Blue Nile dan Kordofan Selatan meninggalkan ribuan orang tanpa akses ke bantuan kemanusiaan.

Laporan: Lebih dari 200.000 Orang Mengungsi dari Mosul

MOSUL (Jurnalislam.com) – Lebih dari 200.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran pasukan Irak untuk merebut kembali kota Mosul dari IS yang dimulai pada bulan Oktober, menurut sebuah organisasi non pemerintah yang berbasis Swiss.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (he International Organisation for Migration-IOM) memperkirakan, dalam laporan yang dirilis pada hari Ahad, bahwa 45.000 orang telah melarikan diri dari barat Mosul sejak pertempuran untuk mengusir IS mulai bulan Februari.

Lebih dari 17.000 orang tiba dari Mosul barat pada tanggal 28 Februari saja, sementara lebih dari 13.000 lainnya datang pada tanggal 3 Maret, menurut IOM.

Pada hari Sabtu, seorang pejabat senior pemerintah Irak secara terbuka mengkritik PBB yang memimpin upaya untuk membantu orang-orang yang terlantar akibat pertempuran di barat Mosul. PBB juga mengatakan bahwa bantuan tersebut adalah “prioritas utama”.

“Sayangnya, jelas ada kekurangan dalam pekerjaan mereka [UN/PBB],” Jassem Mohammed al-Jaff, Menteri perpindahan dan migrasi, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Reporter Al Jazeera Dekker, melaporkan dari Mosul timur, Ahad (05/03/2017), bahwa arus orang terus berdatangan.

“Karena kapasitas kamp telah penuh, para pengungsi sekarang sedang dibawa ke daerah Kurdi di Irak utara sini,” katanya.

“Ada bus di belakang kami yang baru saja tiba dengan lebih banyak orang. Kita berbicara tentang ribuan dan ribuan orang.”

Selain itu, tenaga medis memperingatkan bahwa perempuan dan anak-anak telah terkena gas beracun dekat kota.

Jika dikonfirmasi, penggunaan senjata kimia dan agen beracun dalam pertempuran itu akan mmbuktikan adanya kejahatan perang, PBB mengatakan.

Di darat, pasukan Irak yang didukung AS telah maju dalam dorongan baru menuju pusat kota tua Mosul dari sisi barat Sungai Tigris, untuk mengusir IS, menurut juru bicara militer Irak.

Asap membubung di atas Mosul barat pada hari Ahad saat pasukan maju dalam pertarungan yang ditandai dengan ledakan dan tembakan senjata otomatis terus-menerus.

“Polisi Federal dan pasukan Divisi Reaksi Cepat menyerang lingkungan Al Dindan dan Al Dawasa,” kata Irak Joint Operations Command (JOC).

AQAP Bertambah Kuat, Jet Tempur AS Lakukan 30 Serangan Udara dalam 2 Hari

YAMAN (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat melakukan serangan udara hari kedua terhadap posisi al-Qaeda di Yaman pada hari Jumat (03/03/2017), para pejabat AS mengatakan. Serangan itu merupakan tanda meningkatnya fokus militer AS pada kelompok jihadis yang kekuatannya telah tumbuh pesat selama perang Yaman, Al Arabiya News Channel melaporkan Sabtu (04/03/2017).

Sejak serangan di bulan Januari, Amerika Serikat telah menunjukkan keinginan mereka untuk menyerang al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dan untuk memulihkan kelemahan intelijen mereka mengenai kekuatan AQAP yang telah diakui para pejabat AS sejak perang Yaman memaksa ditutupnya Kedutaan Besar AS di tahun 2015.

“Kami memiliki banyak kekurangan dalam pemahaman kita tentang AQAP,” kata seorang pejabat pertahanan AS, menambahkan bahwa penarikan personel AS dua tahun lalu “pasti tidak membantu pemahaman kita tentang situasi.”

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengatakan dalam jumpa pers bahwa Amerika Serikat telah melakukan lebih dari 30 serangan selama dua hari terakhir di provinsi Shabwah, Abyan dan Al Bayda.

Militer AS tidak mengungkapkan berapa banyak mujahidin al Qaeda yang menjadi target pada hari Jumat meskipun Reuters melaporkan bahwa serangan hari Kamis, menggunakan pesawat berawak dan tak berawak, mengklaim beberapa pejuang gugur .

Militer AS tidak mengesampingkan serangan lebih lanjut di masa mendatang.

“Saya tidak menginginkan operasi seperti ini di masa depan tapi ini adalah bagian dari rencana untuk menghadapi ancaman besar yang sangat nyata dan memastikan mereka dikalahkan,” kata Davis dalam sebuah jumpa pers Pentagon.

Pasukan Irak Evakuasai 8000 Warga Sipil Mosul Saat Pertempuran Berlangsung

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah mengevakuasi sekitar 8.000 warga sipil dari Mosul barat dalam 24 jam terakhir di tengah serangan berkelanjutan pada kelompok Islamic State (IS) dari daerah, menurut seorang perwira militer setempat.

“Warga sipil dipindahkan dari kabupaten dimana pasukan terlibat dalam pertempuran melawan IS,” kata Kapten Angkatan Darat Jabbar Hassan kepada Anadolu Agency pada hari Sabtu (04/03/2017).

Dia mengatakan para pengungsi dipindahkan ke kamp-kamp pengungsi sementara sebelum dipindahkan ke timur Mosul.

Pemerintah Irak pada hari Jumat mengumumkan bahwa sekitar 14.000 warga sipil melarikan diri dari Mosul barat dalam satu hari, dan merupakan salah satu gelombang perpindahan terbesar sejak militer melancarkan operasi baru untuk merebut kembali Mosul barat bulan lalu.

Petugas polisi federal Karim Thiyab menggambarkan proses penempatan pengungsi sebagai “tidak teratur”.

Pekan lalu, pihak berwenang Irak membuka kamp Hammam al-Alil untuk melayani di tenggara Mosul dengan kapasitas 4.000 keluarga dari Mosul barat.

“Ketidakteraturan telah menghancurkan kamp akibat pelayanan buruk yang dilakukan oleh tim bantuan,” kata Thiyab kepada Anadolu Agency.

Pada pertengahan Februari, pasukan Irak – yang didukung oleh koalisi udara pimpinan AS – memulai operasi baru yang bertujuan menyingkirkan IS dari Mosul barat.

Serangan adalah bagian dari operasi lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, bersama banyak wilayah di utara dan barat Irak, yang diserbu IS pada pertengahan 2014.

Ahrar al Sham Tembak Jatuh Jet Tempur Mig 23 Rezim Assad

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Sebuah jet tempur Mig-23 rezim Nushairiyah Assad pada Sabtu (04/03/2017) malam jatuh di sisi perbatasan Turki dengan Suriah setelah Ahrar al Sham mengatakan telah menembaknya, lansir Middle East Eye Sabtu.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menegaskan jet tempur Mig-23 Suriah telah jatuh dan mengatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung.

“Sebuah Mig-23 milik rezim Suriah telah jatuh. Kami mengasumsikan pilot telah melontarkan diri keluar pesawat. Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung,” kata Yildirim.

Ahrar al Sham Suriah mengatakan telah menembak jatuh jet tersebut dengan senjata anti-pesawat saat terbang di atas provinsi Idlib.

Juru bicara Ahrar al Sham Ahmed Karaali mengatakan kepada kantor berita Anadolu Agency bahwa pasukannya telah menembak jatuh jet tempur rezim Assad.

“Kami menjatuhkan pesawat dengan senjata anti-pesawat 23mm saat pesawat itu melakukan serangan bom dengan terbang rendah di daerah pedesaan Idlib,” kata dia.

“Pesawat itu mengalami kerusakan setelah kita menembaknya. Kemudian kita melihat pesawat itu mulai jatuh.”

Sebuah video yang diposting oleh Ahrar al Sham menunjukkan pejuang mereka menembaki jet saat terbang di atas posisi mereka.

Puing-puing itu ditemukan di sisi perbatasan Turki, dan kokpit pesawat kosong.

Pilot jet dilaporkan keluar saat pesawat jatuh di dekat provinsi Hatay Turki di perbatasan Suriah, laporan media Turki menyatakan.

Banyuwangi Resmikan Wisata Syariah Dekat Eks Lokalisasi

Wisata Syariah di Banyuwangi ini dibangun dekat Bekas Lokalisasi

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi baru saja memperkenalkan Pulau Santen menjadi destinasi Syariah Beach Banyuwangi berkonsep halal tourism. Pulau Santen merupakan pulau kecil di Kelurahan Karangrejo, tak jauh dari pusat kota Banyuwangi .

Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi Kota, Banyuwangi, dulu dikenal sebagai salah satu tempat lokalisasi. Di tempat ini dulu terkenal lokalisasi Pakem. Namun telah resmi ditutup sejak 2013 lalu. Kini, di dekat bekas lokalisasi, dibangun wisata syariah, Pantai Pulau Santen. Saat ini, pulau tersebut terus ditata secara berkelanjutan oleh berbagai elemen, mulai dari masyarakat, tokoh agama hingga Pemkab Banyuwangi .

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi KH Masykur Ali mengatakan, konsep pantai ini memberikan alternatif kepada para muslimah untuk berlibur di pantai dengan nyaman.

“Selama ini mayoritas masyarakat menganggap pantai banyak digunakan untuk hal-hal maksiat. Sehingga ada ketakutan tersendiri para muslimah yang ingin berlibur ke pantai. Dengan konsep ini, nantinya bisa berbeda jauh dan menjadi alternatif berlibur yang tepat, karena ada pemisahan tempat antara laki-laki dan perempuan,” kata Masykur, Jumat (3/3/2017).

Hal senada, Ketua MUI Banyuwangi, KH Muhammad Yamin juga memberikan apresiasi yang sama.
Menurut Yamin, ini bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan wisata halal di Banyuwangi .

Hal yang sama dilontarkan tokoh Fatayat NU Banyuwangi , Siti Mafrochatin Nikmah.

“Sulit untuk mencari tempat, apalagi yang berkonsep alam terbuka seperti ini, yang khusus untuk perempuan. Ini jelas jadi terobosan yang sangat kami tunggu-tunggu,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa image di daerah ini dulunyaterkenal sebagai tempat lokalisasi. dan konsep halal tourism tidak serta-merta destinasi itu hanya untuk kaum muslim.

“Halal tourism merupakan konsep besar pengembangan destinasi, yang di antaranya ditandai dengan jaminan makanan halal, tidak menjajakan alkohol, pemberitahuan waktu jelang beribadah (azan), tempat bersuci lengkap dengan fasilitas tempat ibadah, serta fasilitas berkonsep pemisahan antara laki-laki dan perempuan.” paparnya kepada sejumlah awak media (3/3/2017)

Reporter: Budi Eko

Kondisi Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Memburuk, Keluarga Sayangkan Minimnya Layanan Kesehatan Lapas

SOLO (Jurnalislam.com) – Lama tak terdengar kabar tentang Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang saat ini berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunung Sindur, Bogor. Kondisi kesehatan sesepuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu terus menurun.

“Akhir-akhir ini kondisi kesehatan beliau menurun. Asam lambung beliau naik, memang agak parah kali ini, beliau muntah-muntah bahkan hampir pingsan,” kata Putra bungsunya, Ustadz Abdul Rachim Ba’asyir kepada Jurniscom di Solo, Sabtu (4/3/2017).

Ustadz Iim, sapaannya, juga menyayangkan minimnya pelayanan kesehatan di Lapas. Ia mengungkapkan, klinik di lapas tidak mempunyai peralatan medis yang cukup sehingga petugas medis tidak dapat berbuat banyak jika terjadi apa-apa pada Ustadz Abu.

Selain itu, lokasi lapas yang jauh dari pusat kota dinilai akan sangat menyulitkan penanganan jika terjadi apa-apa pada ulama kharismatik yang kini usianya menginjak 80 tahun itu.

“Jadi kalau terjadi apa-apa itu tampaknya harus dibawa ke klinik di luar LP, karena memang disitu tidak ada. Padahal dulu katanya dipindah kesitu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih prima,” ungkapnya.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dipindahkan dari Lapas Pasirputih Nusakambangan pada April 2016 dengan alasan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Ternyata kondisinya (pelayanan kesehatan) tidak lebih baik dari Nusakambangan. Di Nusakambangan setiap LP itu ada klinik yang punya peralatan cukup. Tapi disini (Gunung Sindur) justru sangat minim sekali karena saya pernah diajak ke ruangan yang katanya klinik itu tidak ada peralatan kesehatan yang saya lihat,” kata Ustadz Iim.

“Jadi intinya LP itu tidak layak untuk Ustadz Abu yang sudah berumur 80 tahun dan tentunya kondisi fisiknya sudah lemah,” tambahnya.

Selain kondisi kesehatan yang menurun, Ustadz Abu juga mengalami penyiksaan psikologis. Ustadz Iim mengungkapkan, Ustadz Abu diisolasi yang melarang siapapun untuk menemuinya kecuali petugas lapas dan keluarga dengan intensitas yang sangat dibatasi.

“Saya lihat beliau juga tersiksa secara psikologis. Karena beliau ini kan diisolasi, tidak boleh ketemu dengan siapapun kecuali petugas LP,” ucapnya.

Ustadz Abu juga dilarang shalat dengan tahanan lain

Lebih dari itu, Ustadz Abu juga dipisahkan dengan tahanan lain saat shalat di Masjid. “Tidak boleh ada napi yang shalat bersama beliau. Dan ini sangat kita sayangkan, kenapa harus ada perlakuan seperti ini,” ujarnya.

Ustadz Iim membesuk Ustadz Abu Bakar Ba’asyir pada Kamis (2/3/2017). Ia sangat sedih melihat kondisi kesehatan sang ayah yang diperlakukan sedemikian tanpa dasar hukum.

Reporter: Arie Ristyan

Muhammadiyah Kabupaten Bandung: ‘Saatnya Pemuda Islam Bangkit’

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Bangsa Indonesia khususnya umat Islam menghadapi tantangan berat, persoalan keumatan dan kebangsaan menjadi agenda besar yang harus segera diselesaikan. Hal ini diungkapkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bandung, H. Usep Sudrajat, MH dalam acara Raker & Upgrading bertajuk Lahirnya Pemuda Muhammadiyah adalah Momentum Eksistensi Gerakan Kader Untuk Penguatan Kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah di Aula komplek PCM Pangalengan, Sabtu (4/3/2017).

Menurut H. Usep, Muhammadiyah hingga saat ini masih konsisten dengan trilogi gerakannya, yaitu gerakan pembebasan, pemberdayaan dan berkemajuan. Muhammadiyah akan terus tampil di garda terdepan untuk merawat keutuhan dan kerukunan bangsa.

“Saya berharap pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bandung harus tanggap soal tantangan bangsa ini. Pemuda harus melihat sejarah betapa para tokoh-tokoh Islam dahulu sangat besar perannya dalam upaya membentuk negara ini. Sekarang saatnya para pemuda Islam untuk bangkit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam menghadapi tantangan global pemuda harus mulai mengupgrade dirinya dengan pengetahuan akan agama dan pengetahuan umum seperti bahasa dan intelektualitas. Dengan begitu, lanjut dia, bangsa ini akan siap menghadapi segala tantangan seberat apapun.

“Jangan sampai peran pemuda Islam dalam mengisi kemerdekaan bangsa dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila sampai tidak muncul dan tidak terdengar. Sekali lagi, pemuda-pemuda Islam dan pemuda bangsa
harus melanjutkan kiprah para tokoh Islam dahulu bahkan lebih,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu juga diisi oleh beberapa agenda, diantaranya Pengajian Pemuda, Talkshow Pemuda serta bedah buku Kepemimpinan Berakhlaq.

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bandung, Fathu Salam, ST berharap kegiatan itu dapat memperkuat dan mematangkan strategi gerakan Pemuda Muhammadiyah empat tahun kedepan.

”Terus konsisten mengawal kebijakan serta program PEMDA Bandung dan menjadi mitra strategis dalam kemajuan dan kemaslahatan Kabupaten Bandung yang kita cinta ini,” ungkapnya.

Kiriman: M. Syahirul Alim | Divisi Media PD Pemuda Muhammadiyah Kab. Bandung