Berita Terkini

PBB akan Selidiki juga Pembantaian Muslim Rohingya oleh Militer Myanmar Tahun 2012 dan 2014

JENEWA (Jurnalislamcom) – Penyidik hak asasi manusia PBB di Myanmar pada hari Kamis (03/02/2017) menyerukan pembentukan Komisi Penyelidikan (Commission of Inquiry-COI), yaitu penyelidikan tingkat tertinggi PBB, untuk menyelidiki kejahatan kemanusian di Myanmar, lansir World Bulletin.

Utusan hak asasi Yanghee Lee menyampaikan permintaan itu dalam laporan yang disampaikan kepada Dewan HAM PBB, yang saat ini menyelenggarakan sidang tahunan utama di Jenewa.

Dia mendesak Dewan yang beranggotakan 47 negara tersebut membentuk COI “untuk menyelidiki diskriminasi sistematis, struktural, dan kelembagaan dalam kebijakan, hukum dan praktek, serta penganiayaan yang telah berlangsung lama, terhadap Muslim Rohingya dan minoritas lainnya di negara bagian Rakhine.”

Dia mengatakan penyelidikan harus fokus pada kekerasan di tahun 2012, 2014 dan tindakan keras militer kepada Muslim Rohingya di Rakhine utara sejak Oktober, yang terjadi dengan alasan pembalasan atas serangan yang dilakukan militan terhadap polisi pos perbatasan.

Ahli PBB mengatakan pembantaian tersebut “mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan tersadis.”

Myanmar mengelak lalu membantah tekanan internasional atas dugaan pelanggaran terhadap Muslim Rohingya trsebut dan menyebutnya sebagai “bias dan tidak adil”.

Orang-orang yang berhasil kabur telah memberikan kesaksian kepada PBB tentang bayi-bayi yang ditikam sampai mati, disembelih, orang-orang yang dibakar hidup-hidup dan meluasnya pemerkosaan secara massal, pembakaran desa selama operasi militer Myanmar.

Menyiapkan COI harus dilakukan melalui resolusi yang disetujui oleh anggota dewan, yang bisa diadopsi sebelum sesi berakhir akhir bulan ini.

Heboh! Baliho Bela Ulama di Bangil Dicopot Paksa Saat Waktu Ashar Berkumandang

BANGIL (Jurnalislam.com) – Masyarakat Bangil, Pasuruan, Jawa Timur memanas menyusul diturunkannya baliho “Aksi Bela Ulama” oleh PC GP Ansor Bangil di Masjid Al Hidayah Bangil, Kamis (2/3/2017). Aksi penurunan “paksa” sesaat waktu salat Ashar berkumandang ini sontak membuat umat Islam Bangil yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bangil (FUIB) mengambil sikap.

“Sebelum salat Ashar, puluhan Banser & GP Anshor berniat mencopot banner di depan masjid Manarul Islam, pas diajak sholat Ashar jamaah, mereka menolak dengan alasan menunggu teman mereka. Saat iqomah Ashar dikumandangkan dan seluruh jamaah masjid sholat jamaah mereka langsung mencopot baliho dan pergi ke Mapolsek Bangil,” jelas masyarakat sekitar, Shodiq kepada jurniscom, Kamis (2/3/2017).

Ratusan massa FUIB langsung mendatangi Mapolsek setempat untuk meminta keterangan dan alasan mengapa baliho yang sudah viral disebar di berbagai pelosok Indonesia itu diturunkan, tanpa seizin masyarakat atau DKM setempat. Pintu dialog dan musyarawah pun dibuka oleh kepolisian, dengan hasil akhir pemasangan kembali baliho ini seperti semula. terlihat beberapa anggota Banser & GP Anshor malu dan ketakutan melihat ratusan massa FUIB.

Diketahui, pencopotan baliho berukuran 3 x 4 meter ini oleh Banser & GP Anshor disebabkan baliho dapat memprovokasi umat. Ketua PC GP Ansor Bangil, Sa’ad Muafi mengaku pencantuman foto Rois Am PBNU, KH Ma’ruf Amin dibawah Imam Besar FPI dapat memancing amarah umat.

Terindikasi adanya Kecurangan Pemilu AS oleh Rusia, Jaksa Agung AS Mengundurkan Diri

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Jaksa Agung AS Jeff Sessions telah setuju untuk mengundurkan diri dari penyelidikan dugaan kecurangan yang dilakukan peretas Rusia di pemilu AS 2016 kemarin, Anadolu Agency melaporkan, Kamis (02/03/2017).

Komentarnya pada hari Kamis muncul sehari setelah Washington Post melaporkan bahwa Sessions, mantan senator yang menjadi penasehat kampanye Donald Trump mengenai kebijakan luar negeri dan isu-isu lain, bertemu dengan Duta Besar Rusia pada bulan Juli dan September, saat tuduhan adanya campur tangan Rusia dalam pemilu meningkat.

Pada konferensi pers, Sessions menjelaskan perbedaan antara percakapannya dengan duta besar Rusia dalam perannya sebagai senator dengan perannya dalam kampanye Trump.

Dia mengatakan keputusan untuk mengundurkan diri dari penyelidikan federal terjadi atas desakan dari pejabat senior di Departemen Kehakiman.

“Saya merasa seharusnya tidak terlibat dalam menyelidiki kampanye dimana saya memiliki peran,” kata Sessions.

Para pengkritiknya mengatakan dua percakapannya dengan utusan Moskow untuk AS Sergey Kislyak bertentangandengan laporan Sessions selama sidang konfirmasi ketika ia mengatakan kepada Kongres bahwa ia tidak memiliki komunikasi dengan Rusia selama kampanye.

Seraya menyerukan Sessions untuk mengundurkan diri, pemimpin House Minority Nancy Pelosi menuduhnya “berbohong di bawah sumpah”.

Gedung Putih berdiri di belakang Sesi, meskipun para pejabat mengatakan mereka pertama kali mengetahui tentang kontak Sessions dengan duta besar dari wartawan pada Rabu malam.

Trump mengatakan dia menaruh kepercayaan “total” kepada Sessions dan tidak berpikir bahwa ia harus menyingkir dari penyelidikan.

Departemen Kehakiman juga mempertahankan bahwa tidak ada penyimpangan tentang kontak Sessions atau jawabannya kepada Kongres.

Trump selama berbulan-bulan dihantui pertanyaan tentang hubungan potensial dengan Rusia. Dia berkilah lalu membantah keras bahwa ia mengetahui setiap kontak yang dilakukan rekan-rekannya dengan Rusia selama kampanye dan juga menegaskan ia tidak memiliki hubungan keuangan dengan Rusia.

Departemen Kehakiman mengakui dua interaksi terpisah antara Sessions dengan Kislyak, setelah perusahaan cybersecurity menyimpulkan bahwa badan-badan intelijen Rusia berada di balik cyber-hacking Komite Nasional Demokrat.

Saat Operasi terhadap IS, Turki akan Serang PYD di Manbij

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki akan menyerang milisi PKK / PYD di Manbij, Suriah utara “kecuali mereka memutuskan mundur,” kata menteri luar negeri Turki, Kamis (02/03/2017).

Berbicara kepada wartawan di luar parlemen Turki di Ankara, Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Turki dan Amerika Serikat “tidak harus saling berhadapan satu sama lain hanya karena Turki berjuang melawan kelompok milisi lainnya,” yaitu kelompok lain selain Islamic State (IS), yang menjadi fokus utama Operasi Perisai Efrat Turki di Irak utara, lansir Anadolu Agency.

“Kami tidak menginginkan jika salah satu sekutu kami berdiri bersama kelompok teroris,” kata Cavusoglu. “Kami menyatakan sebelumnya bahwa Turki akan memukul YPG kecuali mereka menarik diri dari Manbij.”

YPG adalah sayap bersenjata kelompok teror PKK / PYD di Suriah.

Cavusoglu juga mengatakan bahwa tujuan meluncurkan operasi di Manbij adalah untuk mengembalikan daerah tersebut kepada “pemilik yang sebenarnya.”

Cavusoglu mengatakan Ankara dan Washington sedang membahas bagaimana menerapkan operasi Raqqah dan bagaimana Turki akan mendukung operasi.

“Ada negara-negara koalisi lain yang aktif di sana seperti Perancis, Jerman, dan Inggris,” kata Cavusoglu. “Kami sedang mendiskusikan isu-isu seperti bagaimana kita akan melakukan dukungan melalui udara.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa para Tentara Pembebasan Suriah yang didukung Turki bisa memimpin serangan Raqqa.

Walaupun pemerintahan Obama menganggap PYD sebagai “sekutu terpercaya,” namun Turki secara konsisten menekankan bahwa PYD adalah bagian tak terpisahkan dari teroris PKK.

Kebijakan pemerintahan Trump yang baru mengenai PYD masih belum pasti.

Sejak kembali meluncurkan operasi bersenjata pada bulan Juli 2015, PKK yang – terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Internasional – bertanggung jawab atas kematian sekitar 1.200 personel keamanan dan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

PKK / PYD telah dituduh oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang signifikan di utara dan timur laut Suriah, termasuk pembantaian “pembersihan etnis”.

Operasi Perisai Efrat yang dipimpin Turki dimulai Agustus lalu untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi, dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki melalui Tentara Pembebasan Suriah didukung artileri dan jet Turki.

Pidato Raja Salman Singkat, DPR: Tak Masalah, Yang Penting Implementasinya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota DPR RI Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menanggapi pidato singkat raja Salman dalam pertemuan dengan DPR di Gedung DPR/MPR/DPD/ RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2017). Menurutnya, pidato berdurasi 2 menit ini sangat singkat, padat, dan jelas.

“Yang kita pentingkan isinya, mudah-mudahan dengan pidato singkat ini implementasinya sangat besar terkait investasi dan penambahan kuota haji,” kata Jazuli seusai menghadiri kunjungan penjaga dua kota suci ini.

Sementara itu, ia juga mengomentari peran kedua belah negara untuk Palestina. Ia berharap Arab-Indonesia dapat mempertegas posisi negara Palestina. Mendorong teknis kedaulatan penting dilakukan agar Israel tidak lagi menginflasi negara yang sudah diakui PBB tersebut.

“Saya kira sama, standingnya sama. Kita dorong (Palestina) lebih teknis lagi. Ketika sudah merdeka dan berdaulat, tidak boleh lagi zionis untuk menginflasi dan melanggar perjanjian internasional,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendesak pemerintah Indonesia untuk lebih berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Suriah, Yaman, Palestina, dan yang lain harus menjadi fokus perhatian. Sebab, itu adalah amanah konstitusi.

“Saya kira sesuai dengan amanah konstitusi kita, Indonesia harus pro-aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Jadi di negara negara konflik kita harus bantu. Menciptakan perdamaian dunia,” pungkas pria kelahiran Bekasi ini

Raja Salman Sambangi DPR RI, Setnov: Ahlan wa Sahlan, Marhaban Fii Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Hari ini, Kamis (2/3/2017) raja Salman beserta rombongan mendatangi DPR RI. Kedatangan ini disambut baik tokoh, ulama dan pejabat publik yang memenuhi ruang Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

“Setelah 47 tahun, kini sejarah berulang kembali, setengah abad lebih, kini kembali DPR mendapat kehormatan dikunjungi Yang Mulia Sri Baginda Raja Salam bin Abdulaziz al Saud,” kata ketua DPR RI Setya Novanto sesaat memberikan pidato sambutan disambut tepuk tangan.

“Atas nama seluruh anggota DPR dan rakyat Indonesia, saya ucapkan selamat datang di Indonesia, ahlan wasahlan, marhaban fii Indonesia (selamat datang di Indonesia),” lanjutnya.

Setnov dalam menutup sambutannya membacakan petuah raja Faisal ketika datang ke Indonesia. “Barang siapa yang ingin mengingkari hubungan Indonesia dengan Arab Saudi, sama seperti mengingkari matahari di siang hari,” tutupnya.

Sebelumnya, Raja Salman datang dengan rombongan ke gedung DPR/MPR/DPR RI sekitar pukul 13.00. Setibanya datang, raja Arab Saudi itu langsung menandatangani kehadiran di tempat khusus didampingi ketua DPR RI Setya Novanto.

Raja Salman juga dipertontonkan film dokumenter kedatangan raja Arab, Faisal waktu era Suharto.

Raja Salman Datangi DPR, Waketum MUI: Strategis Bahas Palestina dan Kuota Haji

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil ketua umum MUI Pusat, Zainut Tauhid ikut berkomentar terkait kedatangan rombongan Arab Saudi, Raja Salman. Menurutnya, sangat strategis kedatangan penjaga dua kota suci ini disaat kondisi bangsa Indonesia sedang banyak permasalahan.

“Kehadiran Arab Saudi momentum yang sangat pas disaat Indonesia sedang banyak masalah,” katanya kepada wartawan di Gedung DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Zainut yang juga mengikuti kedatangan Raja Salman di Gedung DPR ini menyebut, Indonesia dekat secara historis maupun emosional dengan negara Arab Saudi. Permasalahan keagamaan dan Internasional terkait kebebasan Palestina dinilai penting untuk dibahas.

“Banyak sekali permasalahan di bidang agama. Pertama kuota haji, daftar tunggu yang sekarang ini sudah mencapai waktu yang sangat lama. Dengan hadirnya raja Salman diharapkan dapat menambah kuota haji,” terangnya.

Bagaimana kedua negara ini, kata dia, memberikan dukungan kuat menekan Internasional terkait negara Palestina. Sebab, hingga kini Palestine belum juga lepas dari cengkraman Israel.

Selain itu, jika diberi kesempatan MUI untuk bertemu raja Salman, MUI akan mendiskusikan kebangkitan Palestina dan pemahaman ahlu sunnah yang baik.

“Penanganan penerapan Islam wasatiah, rahmatan lil Al-Amin. Menolak paham radikalisme,” ungkapnya.

Lebih dari itu, ia menyangkal tudingan paham terorisme dalam Islam. Menurutnya, terorisme itu merupakan sebuah pemahaman yang salah, bukan hanya Islam, Syiah pun dapat memiliki paham itu.

“Saya kira tidak ada kaitannya dengan Islam, terorisme itu hadir dari pemahaman Islam yang salah, dari Syii ada, lebih kepada penyimpangan pemahaman yang salah,” pungkasnya.

Astaghfirullah, Israel Mulai Membagi Masjid Al Aqsha untuk Ritual Talmud Zionis

JERUSALEM (Jurnalislam.com) – Zionis yahudi telah mulai mempartisi kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur dengan tujuan menciptakan ruang ritual untuk orang Yahudi, Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) memperingatkan Rabu (01/03/2017).

“Menempatkan ruang kaca di dalam halaman kompleks Masjid Al-Aqsha adalah langkah pertama menuju pembagian spasial Masjid,” Ahmad al-Ruwaidhi, perwakilan OKI di Palestina, mengatakan pada konferensi pers Rabu, lansir Anadolu Agency.

Langkah ini, tegasnya, “mengikuti pembatasan sementara [Israel] dalam bentuk serangan harian [ke Al-Aqsha] oleh pemukim zionis Yahudi”.

Terlebih lagi, langkah Israel itu mengungkapkan “niat mereka mendedikasikan tempat untuk ritual Talmud di dalam Al-Haram al-Sharif (istilah Arab untuk Masjid Al-Aqsha),” kata al-Ruwaidhi.

Perwakilan OKI juga memperingatkan bahaya yang ditimbulkan akibat penggalian yang kabarnya sedang dilakukan oleh Israel di bawah situs suci.

Dengan penggalian ini, al-Ruwaidhi mengatakan, “Kami takut Masjid Al-Aqsha bisa runtuh dalam peristiwa Gempa alami atau buatan”.

Syeikh Muhammad Hussein, mufti agung Al Quds (Yerusalem) menegaskan identitas Islam di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha.

“Klaim yang diajukan pengadilan hakim zionis pekan ini – bahwa Al-Aqsha adalah tempat suci bagi orang Yahudi – benar-benar kedustaan besar dan tidak didukung oleh bukti-bukti,” katanya.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi ngaku-ngaku sebagai “Temple Mount,” mengklaim itu adalah situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Beberapa kelompok Yahudi ekstremis telah menyerukan penghancuran Masjid Al-Aqsha sehingga sebuah kuil Yahudi akan dapat dibangun di bekas tempatnya.

Pada akhir tahun 2000, kunjungan ke lokasi oleh politisi zionis Ariel Sharon memicu “Intifada Kedua”, yaitu pemberontakan rakyat Palestina melawan penjajahan Israel selama puluhan tahun di mana ribuan warga Palestina terbunuh oleh pasukan penjajah zionis.

Israel menjajah Yerusalem Timur pada Perang Timur Tengah tahun 1967. Israel kemudian menganeksasi kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Distrik Tala Wa Barfak Jatuh Kepangkuan Taliban

BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Para pejabat melaporkan dari provinsi Baghlan utara bahwa pada Selasa sore (28/02/2017), Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) berhasil menguasai sepenuhnya pusat kabupaten, markas besar polisi dan semua pos pemeriksaan militer Tala wa Barfak setelah serangan yang dimulai pagi hari.

Mayat 3 polisi yang tewas dalam pertempuran itu masih berbaring di medan pertempuran, sementara senjata mereka telah disita dan 13 orang bersenjata lainnya ditahan, menurut koresponden Al Emarah News, Rabu (01/03/2017).

Pasukan Nasional Afghanistan lainnya melarikan diri ke arah sisi gunung dan sedang dalam pengejaran mujahidin.

Menurut laporan lain, Taliban sedang terlibat dalam bentrokan berat dengan pasukan Nasional Afghanistan di wilayah Kanda Sang Kabupaten Doshi

Sementara FDD Long War Journal memperkirakan bahwa dua dari 15 kabupaten di Baghlan, yaitu Tala Wa Barfak dan Dahana-i-Ghuri berada di bawah kendali Taliban dan dua kabupaten lainnya, termasuk ibukota provinsi, yaitu Pul-i-Khumri dan Baghlan-i-Jadid, masih diperjuangkan. Taliban menggunakan kabupaten-kabupaten tersebut untuk membebaskan ibu kota Pul-i-Khumri selama musim panas 2016.

Tala Wa Barfak adalah distrik kedua yang jatuh ke Taliban dalam dua pekan terakhir. Pada tanggal 21 Februari, Taliban menguasai kabupaten Shorabak di Kandahar, di mana al Qaeda dikenal mengoperasikan kamp-kamp pelatihan.

Taliban telah meningkatkan jejak di Afghanistan. Long War Journal telah mengidentifikasi 44 kabupaten Afghanistan telah berada di bawah kontrol Imarah Islam Afghanistan, dan 56 lainnya dalam proses. Jumlah kabupaten yang dikendalikan maupun dipengaruhi atau sedang diperjuangkan Taliban telah meningkat dari 70 pada tahun 2015 Oktober menjadi 100 kabupaten pada bulan ini.

ERC: Pemerintah Myanmar Provokasi Serangan agar Dapat Bantai Muslim Rohingya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Operasi militer yang sangat kejam terhadap masyarakat Muslim Rohingya Myanmar dalam membalas serangan terhadap polisi ternyata didalangi oleh pemerintah itu sendiri, sebuah kelompok yang mewakili minoritas Muslim mengatakan kepada Anadolu Agency, Rabu (01/02/2017).

Hla Kyaw, ketua Dewan Eropa Rohingya (the European Rohingya Council-ERC), mengatakan pembunuhan polisi di negara bagian Rakhine, tempat tinggal sebagian besar muslim Rohingya pada 9 Oktober, direncanakan oleh intelijen militer sebagai alasan tindakan represif terhadap Muslim Rohingya.

“Departemen intelijen militer Myanmar secara tidak langsung mendukung sekelompok pemuda Rohingya untuk membuat kelompok dan memanipulasi mereka untuk menyerang polisi sehingga melegalkan serangan ilegal mereka terhadap masyarakat,” katanya dalam sebuah wawancara yang dilakukan di kantor Ankara Anadolu Agency.

“Kami tidak mendukung kekerasan apapun jenisnya. Kami mengutuk pembunuhan ini.”

Hla Kyaw mengatakan bahwa penduduk desa setempat memberitahu polisi mengenai niat kelompok anak muda tersebut, “namun polisi hanya diam dan tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya.”

Dia menambahkan: “Jadi itu berarti pemerintah berada di belakang serangan ini untuk mendapat alasan membenarkan tindakan mereka terhadap warga Muslim Rohingya.”

Sembilan petugas polisi tewas dalam serangan terhadap pos di Maungdaw, sebuah distrik di Rakhine utara dekat perbatasan Bangladesh. Pembunuhan itu memicu gelombang kekerasan balasan terhadap penduduk sipil Muslim Rohingya.

Selama operasi ini, PBB dan kelompok hak asasi telah mengumpulkan bukti pelanggaran luas oleh polisi dan militer seperti pembunuhan – termasuk anak-anak dan bayi – pemerkosaan, pemukulan brutal, penyembelihan, pembakaran manusia dan desa-desa serta penghilangan orang.

Dewan mengatakan lebih dari 400 orang tewas akibat tindakan biadab, yang secara resmi berakhir pada 15 Februari, dan sekitar 400 perempuan diperkosa, termasuk anak-anak berusia 12 tahun. Sekitar 1.500 rumah dibakar, kata Hla Kyaw.

Selama operasi, sedikitnya 93.000 orang mengungsi, dengan mayoritas melarikan diri ke Bangladesh, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan.

Selain memprovokasi serangan terhadap polisi, Hla Kyaw melaporkan pemerintah Myanmar mengadu domba umat Muslim dan komunitas Buddha terhadap satu sama lain di Rakhine.

“Strategi ini datang dari negara Myanmar, dari institusi militer,” katanya. “Biksu Buddha yang tinggal di wilayah ini menyebarkan kebencian Muslim sedangkan negara mendukung dan menggunakan mereka.”

Hla Kyaw juga mengatakan bahwa pasukan keamanan perbatasan Nasaka, yang kemudian dibubarkan atas perintah Presiden Thein Sein pada tahun 2013 masih beroperasi di Rakhine.

Unit ini dilaporkan melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat terhadap Rohingya pada saat itu, serta menegakkan hukum diskriminatif seperti pembatasan wisata dan pernikahan.

ERC menyerukan intervensi masyarakat internasional untuk menghentikan “genosida terhadap Muslim Rohingya yang dilakukan pemerintah Budha Myanmar”.

“Jika Anda adalah advokasi hak asasi manusia, jika Anda percaya pada kebebasan beragama, maka kami minta Anda mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan perempuan, anak-anak dan orang tak berdosa yang tewas secara sistematis,” kata Hla Kyaw.