Berita Terkini

Setelah Gas Sarin, Bom Fosfor dan Kluster Kembali Hantam Warga Suriah

IDLIB (Jurnalislam.com) – Aktivis Suriah Idlib telah berbagi video di media sosial yang menunjukkan pesawat tempur menjatuhkan sesuatu yang tampak seperti bom fosfor di kota Saraqeb, lansir Al Arabiya News Channel, Senin (10/4/2017).

Pesawat pasukan rezim Bashar al-Assad lainnya dan juga pesawat-pesawat tempur Rusia telah meluncurkan serangan udara di kota-kota Sarmin, Maarrat al-Nu’man, Hbit dan al-Shaghr di Idlib yang telah menyebabkan banyak korban tewas dan terluka.

Inilah Infografik 162 Serangan Senjata Kimia Rezim Assad di Suriah

Sebelumnya, 18 warga sipil tewas pada hari Sabtu (8/4/2017) dalam serangan bom kluster yang menargetkan kota Urum al-Jawz di provinsi Idlib, kata seorang pejabat pertahanan sipil.

“Pesawat perang Rusia menargetkan Urum al-Jawz dengan bom cluster,” kata Mustafa Rasheed kepada Anadolu Agency.

Serangan terhadap Saraqeb terjadi kurang dari sepekan setelah serangan gas saraf sarin pada tanggal 4 April yang menewaskan sedikitnya 87 warga sipil di selatan kota Khan Sheikhoun di Idlib.

Ustadz Iim Ba’asyir: Video Kampanye Ahok Menunjukkan Siapa Dia Sebenarnya

Sebar Video Kampanye Kontroversial, Ahok Dinilai Blunder

SOLO (Jurnalislam.com) – Terkait tersebarnya video kampanye Ahok, Juru bicara Jama’ah Ansharusy Syari’ah, Abdul Rochim Ba’asyir menilai itu adalah tindakan blunder. Pria yang karib disapa Ustadz Iim ini mengatakan, video tersebut telah membuka kedok Ahok yang sebenarnya.

“Video itu membuka kedok Ahok dan barisannya, yang sebenarnya adalah kaum rasis yang sangat suka perpecahan dan dan suka memprovokasi kepada bangsa ini,” katanya kepada Jurniscom, Senin (10/4/2017).

Ustadz Iim menjelaskan, video itu bertujuan untuk membeda-bedakan etnis mengunggulkan satu etnis tertentu.

“Islam mengecam tindakan seperti ini di dalam Al Qur’an dan kemanusiaan manapun tidak akan bisa menerima perlakuan perlakuan seperti ini, maka apa yang dilakukan ahok dan timnya dalam rangka mencari simpati malah ini menjadikan sebuah blunder dan menunjukan jati diri yang sebenarnya,” terangnya.

Selain itu, video kampanye itu juga menjadi bukti bahwa Ahok mengunakan segala cara untuk memenangkan pilkada DKI. Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat Jakarta harus mewaspadai calon pemimpin seperti Ahok yang selalui menuai kontroversi dan memecah persatuan bangsa.

“Saya yakin 1000% Ahok akan melakukan kecurangan pada upaya dia untuk memenangkan dirinya dalam pilkada kali ini, karena dia sudah menyatakan diri dan sudah terlihat saat ini dengan kampanye dengan cara-cara jahat,” paparnya.

Seperti biasanya, putra bungsu Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini mengingatkan umat Islam Indonesia untuk kembali kepada Al Qur’an dan selalu dekat dengan Allah dan para ulama.

“Yang jelas umat Islam harus kembali pada AL-Qur’an, kembalilah pada para ulama-ulama yang ikhlas, agar anda semua selamat dan bahkan bangsa dan negeri ini selamat,” pungkasnya.

Reporter: Arie Rystian

ACTA Laporkan Video Kampanye Ahok ke Bareskrim

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur DKI nomor 2, Ahok-Djarot ke Bawaslu dan Bareskrim Polri, Senin (10/4/2017). Ahok dilaporkan terkait video iklan kampanye yang dinilai memprovokasi dan mengandung SARA.

“Benar, tadi kami (ACTA) telah melaporkan Paslon DKI nomer 2, Ahok-Djarot terkait iklan video kampanye yang diduga memprovokasi dan mengandung SARA,” kata wakil ketua ACTA, Irfan Pulungan kepada jurniscom, Senin (10/4/2017).

Ia menjelaskan, ACTA melaporkan hal itu ke Bawaslu untuk perihal peraturan Pilkada, dan Bareskrim terkait dugaan pelanggaran UU ITE yang dilakukan terdakwa kasus penistaan agama ini.

“Kami melaporkan ke Bawaslu siang tadi untuk mendesak Bawaslu memberikan sanksi atau teguran kepada Ahok, dan Bareskrim karena diduga melanggar UU ITE, tentang ujaran kebencian,” tambahnya.

Lebih dari itu, ia mempertanyakan niat Ahok membuat video kampanye tersebut. Video berdurasi 2 menit itu dinilai dapat memprovokasi umat Islam.

“Apalagi ia menyebar pada kemarin. Waktunya dekat dengan sidang lanjutan tuntutan Ahok besok,” ungkapnya.

ACTA melaporkan Ahok-Djarot disertai bukti berupa kepingan CD berisi video iklan yang saat ini menjadi trending topic di media sosial. ACTA juga melampirkan print-out foto-foto dan tulisan-tulisan terkait video yang menjadi trending topik dengan tagar #IklanJahatAhok tersebut.

Reporter: Muhammad Fajar

Tuai Polemik dan SARA, Iklan Kampanye Ahok Dinilai Ujar Kebencian

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Video iklan kampanye Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus menuai kecaman. GNPF MUI menilai, video paslon DKI nomer dua ini terlihat menyudutkan umat Islam.

“Ujaran kebencian sangat terlihat dan terpampang jelas bahkan sangat menyudutkan umat Islam dilihat sari simbol-simbol yang ditampilkan,” kata tim advokasi GNPF MUI, Nasrulloh Nasution kepada jurniscom, Senin (10/4/2017).

Ia mengatakan, Ahok yang kerap memegang teguh nilai anti SARA ternyata tidak konsisten bahkan terkesan memprovokasi umat Islam yang sedang tenang.

“Nuduh orang SARA padahal dia dan pendukungnya yang SARA bisa terlihat dari iklan tersebut,” ujarnya.

Oleh sebab itu, praktisi hukum ini mendesak aparat kepolisian dan Bawaslu dapat bertindak objektif menghukum dan menegur video iklan kampanye yang mendapat kecaman dari berbagai pihak ini.

Sebagaimana diketahui, dalam video tersebut terlihat dua orang wanita, satunya masih remaja dan satunya seorang ibu. Keduanya terlihat panik karena mobil mereka dirusak massa. Kemudian sekumpulan pria dengan baju putih dan peci digambarkan berteriak-teriak melakukan aksi demo yang menimbulkan kerusuhan.

Panitia Tabligh Akbar Masjid Sunan Ampel: Masyarakat Surabaya Mendukung Kehadiran HRS

JEMBER (Jurnalislam.com) – Panitia Tabligh Akbar di Masjid Ampel Surabaya, Muhammad Ilyasa, mengaku heran atas aksi sekelompok orang mengatasnamakan masyarakat Surabaya yang menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, masyarakat Surabaya sangat mendukung Tabligh Akbar ‘Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI’ itu.

“Realita di lapangan, masyarakat mendukung terhadap kehadiran Habib Rizieq. Juga yang mengatasnamakan Ansor dan Banser, padahal pengurus wilayah NU jadi satu sama FPI seperti Kyai Achyar, Kyai Ma’sum, mereka sering bersama kita. Ini kan aneh dan sulit dipercaya,” terangnya kepada Jurniscom, Senin (10/4/2017).

Bahkan, lanjut dia, dalam rapat pengurus masjid, kyai-kyai NU menyatakan kesiapannya untuk menghadiri.

“Ya buktikan saja pada hari H-nya besok,” tandasnya.

Sementara itu, Laskar Islam Jember (LIJ) menyayangkan adanya aksi penolakan tersebut. Menurut Ketua LIJ, Nanang Santoso, aksi penolakan yang disertai kata-kata kurang santun itu hanya akan memecah belah persatuan. LIJ juga menyatakan siap mengawal berjalannya acara.

Reporter: Yan Adytia

Wasekjen MUI: Iklan Kampanye Ahok Sesat dan Berbahaya!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Tengku Zulkarnain menilai video kampanye pasangan cagub Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyesatkan dan menyudutkan umat Islam.

“Iklan kampanye tersebut menyesatkan dan berbahaya,” kata Ustaz Tengku, Ahad (9/4/2017) dikutip Republika online.

Ustadz Tengku mengatakan, iklan tersebut justru jauh dari nilai kebinekaan yang digaungkan oleh pasangan Ahok-Djarot. Perlu digarisbawahi, kata dia, dalam UUD 45 Pasal 28 E, setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.

Ia melanjutkan, berdasarkan undang-undang tersebut, maka setiap WNI berhak menjalankan hidup sesuai agamanya. Termasuk dalam memilih pemimpinnya.

“Dalam Islam di Alquran dan hadis disebutkan umat Islam harus memilih pemimpin sesuai dengan agamanya. Makanya bahaya sekali kalau menafsirkan bineka itu berarti membuang agamanya,” paparnya.

Lebih dari itu, ia meminta KPU dan Bawaslu menarik video kampanye tersebut. “Apa maksud video tersebut. Apakah orang Islam digambarkan sebagai orang jahat?,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam video tersebut terlihat dua orang wanita, satunya masih remaja dan satunya seorang ibu. Keduanya terlihat panik karena mobil mereka dirusak massa. Kemudian sekumpulan pria dengan baju putih dan peci digambarkan berteriak-teriak melakukan aksi demo yang menimbulkan kerusuhan.

Hal ini sontak membuat respon massif dari berbagai pihak. Tagar #IklanAhokJahat pun menjadi trending topik dalam Twitter.

Sumber: Republika

Ustadz Salam Rosyad: Penolakan Habib Rizieq di Surabaya Bersifat Politis

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Anggota Dewan Hisbah PP Persatuan Islam (Persis), Ustadz Salam Rosyad menilai penolakan kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab (HRS) di Surabaya bersifat politis.

“Penolakan kedatangan HRS di Jawa Timur itu sudah bersifat politis, jadi itu sudah menjadi sebuah gerakan masif yang sengaja dikoordinir oleh kelompok islamopobhia untuk menahan laju semangat 212 menuju kepada penegakan syari’at di Indonesia,” katanya kepada Jurniscom, Senin (10/4/2017).

Gerakan itu, kata dia, didukung oleh penguasa sekuler yang anti Syari’at Islam. “Gerakan tersebut didukung oleh penguasa sekuler yang tidak suka terhadap syari’at Islam sebagai panduan hidup masyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Habib Rizieq dijadwalkan mengisi Tabligh Akbar ‘Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI’ di Masjid Ampel Surabaya pada 11 April. Namun sekelompok orang mengatasnamakan diri Forum Aktivis Surabaya dan Aliansi Kebangsaan Arek Surabaya (AKAS) menolak kedatangan Pembina GNPF itu menggangu kondusifitas Kota Surabaya.

Reporter: Budi Eko

Sekjen LUIS: Rekaman CCTV Menunjukkan Pihaknya Tak Melakukan Penganiayaan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang menjadi pesakitan dalam kasus nahi munkar terhadap Kafe Social Kitchen Solo, menghormati putusan Majelis Hakim yang menolak nota keberatan (eksepsi) yang diajukkan.

“Eksepsi yang ditolak oleh hakim ini kita hormati terlebih dahulu,” kata Sekjen LUIS, Yusuf Suparno kepada Jurniscom di PN Semarang, Senin (10/4/2017).

Yusuf menegaskan, pihaknya sangat meyakini Jaksa Penuntut Umum JPU) tidak akan mampu membuktikan dakwaan. Sebab, dalam rekaman kamera CCTV ia bersama pengurus inti LUIS lainnya tidak terlibat dalam penganiayaan dan perusakan kafe Social Kitchen.

“Seandainya nanti terbukti kita melakukan sesuatu kami tidak terima, karena di cctv itu sama sekali dari kami tidak melakukan apa-apa, bahkan kita menolong dari pada korban-korban yang telah dianiaya,” terangnya.

Senada dengan itu, terdakwa lainnya, Joko Sutarto yang merupakan advokat LUIS, mengatakan, dakwaan JPU tidak menjelaskan pelanggaran pasal 55 dan 56 yang dilakukan para terdakwa khususnya tokoh-tokoh LUIS.

“Dalam uraian tersebut tidak dijelaskan caranya bagaimana dan kepada siapa kami melakukan (penganiayaan),” jelas Joko.

Reporter: Agus Riyanto

Eksepsi Ditolak, LUIS Tetap Yakin Dakwaan JPU Takkan Terbukti

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sidang lanjutan kasus nahi munkar terhadap Kafe Social Kichen Solo kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (10/4/2017). Agenda sidang dengan terdakwa para pengurus inti Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan seorang wartawan media Islam, Ranu Muda adalah pembacaan putusan sela oleh Majelis Hakim.

Majelis hakim membacakan langsung poin-poin dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan eksepsi (nota keberatan) terdakwa. Selanjutnya majelis hakim merangkum dan menyimpulkan bahwa eksepsi terdakwa dan penasehat hukum ditolak.

“Eksepsi pada intinya ditolak dan proses sidang dilanjut dengan menghadirkan saksi-saksi,” kata ketua Majelis Hakim, Puji Widodo,SH.MH disesi terakhir putusan.

Beberapa alasan disampaikan bahwa kejadian yang terjadi di kafe Social Kitchen diakui oleh hakim dan hal tersebut termasuk pokok perkara yang harus dibuktikan di pengadilan.

“Perbuatannya diakui dan itu termasuk pokok perkara yang harus dibuktikan,” ujarnya.

Menanggapi putusan tersebut, Humas LUIS yang merupakan salah satu terdakwa, Endro Sudarsono mengatakan, LUIS menghormati putusan tersebut. Kendati demikian, Endro yakin JPU tidak akan mampu membuktikan dakwaan atas pasal yang dituduhkan.

“Kita tidak melakukan hal itu, maka kewajiban jaksa adalah berat karena harus membuktikan dari hal-hal yang tidak kami lakukan,” tutur Endro kepada Jurniscom usai sidang.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (13/4/2017) mendatang dengan agenda pemeriksan saksi-saksi.

Reporter: Agus Riyanto

 

Unik, Al Iman Center Solo Gelar Stand Belajar Mengaji di CFD

SOLO (Jurnalislam.com) – Lembaga dakwah Al-Iman Center Solo, mengelar kegiatan belajar mengaji di hari bebas berkendara alias car free day (CFD), Jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (9/4/2017). Dakwah ‘Education On The Street’ ini bertujuan meminimalisir angka buta huruf kitab suci umat Islam.

“Angka buta (huruf Al Qur’an -red) di Indonesia sangat tinggi sekali. Saya termotivasi untuk menyuarakan Al-Quran dan Islam di tengah hiruk pikuknya CFD,” kata ketua Al Iman Center, Ustaz Faiz Baraja kepada jurniscom di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, kegiatan ini sudah berjalan rutin hampir setahun. Dalam metode, kata dia, Al Iman Center menggunakan metode Tsaqifa.

Sementara itu, Totok Riyadi, salah seorang yang mengikuti kegiatan belajar mengaji ini merasa senang dan terbantu untuk membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Ia bersama keluarga telah mengikuti 3 kali pertemuan, dan hasilnya memuaskan.

“Saya merasa terbantu sekali, kami belajar dari nol dan kita cuma ikut 3 kali sudah bisa dan anak–anak saya sudah lancar dan istri lebih pintar dari saya karena lebih rajin dari saya,” ungkapnya senang.

Selain kegiatan belajar baca Al Qur’an, stand Al Iman Center ini juga menyediakan jasa kesehatan gratis. Stand ini banyak diminati oleh masyarakat yang lalu lalang di CFD Solo tersebut.

Sebagaimana diketahui, tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, 54% umat Islam di Indonesia masih buta membaca Al-Qur,an.

Reporter: Arie Ristyan