Berita Terkini

Gandeng Ormas Islam Serang, Aparat Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Sajam

SERANG (Jurnalislam.com)– Ribuan warga Serang hadiri tarhib ramadhan dan Parade Tauhid pada hari Jumat (19/5/2017). Selain itu, warga juga menyaksikan pemusnahan minuman keras (miras) dan senjata tajam (sajam) yang merupakan hasil operasi pekat (penyakit masyarakat) yang dilakukan ormas Islam bersama aparat penegak hukum.

“Sebaiknya pemusnahan miras minimal 3 bulan sekali,jangan hanya pas menjelang Ramadhan saja”Ungkap Riki dari ormas Intifada Banten yang terlibat dalam razia miras kepada Jurniscom, Jumat (19/5/2017) di Serang.

Sebelum pemusnahan miras dimulai, aparatur memberikan sambutan tentang acara pemusnahan ini dan sekaligus mengingatkan kembali tentang peraturan Kota Serang setiap bulan Ramadhan tiba, mengingat kota Serang pernah menjadi sorotan nasional ketika kasus Saeni pemilik warteg yang buka di siang hari.

Antusias massa begitu besar terhadap aksi pemusnahan miras dan senjata tajam yang dilaksanakan dialun alun barat Kota Serang. Massa berkerumun mengelilingi pembatas yang sudah di buat sedemikian rupa agar memudahkan saat pemusnahan. Berkali kali panitia mengingatkan agar massa agak menjauh dari pembatas agar pada saat pemusnahan tidak terkena pecahan botol miras.

Pekikan takbir pun terdengar ketika bulldozer kecil mulai meratakan semua minuman keras dari berbagai merk yang berhasil disita pihak kepolisian.

Reporter: Jajat, Serang

Deradikalisasi Sasar 6 Poin Ini, Termasuk Stigma Negatif Khilafah dan Jihad

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Ada upaya dari musuh-musuh Islam melakukan deradikalisasi terhadap Islam, khususnya ajaran-ajaran yang mereka anggap bertentangan dengan kepentingan mereka. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Tengah Ustadz Aris Munandar dalam Kajian Rutin di Masjid Fatima, Jumat (19/5/2017)

Menurut ustadz Aris, sebagaimana hasil riset di Singapura, fokus deradikalisasi istilah Islam menyasar enam poin yaitu: Daulah Islamiyah, Jihad, Khilafah, Baiah, Jemaah dan Al wala’ wal bara.

“Dan sebagai puncak amal dalam syariat Islam adalah jihad, maka mereka akan menstigmakan itu sebagai sesuatu yang menakutkan,” katanya. “Selain itu, syariat jihad itu distigmakan teror, horor, merusak dan sebagainya,” tambahnya.

Padahal amaliat jihad, kata ustadz Aris, itu dilaksanakan Nabi dalam 10 tahun kehidupan beliau di Madinah tidak kurang 83 kali. “Apa iya itu kita sebut sebagai teroris, mau kita sebut horror?” tanyanya.

Contoh lain, khilafah distigma negative karena dinilai tak sesuai dengan konsep nasionalisme yang salah. Padahal, kata ustadz Aris, Rasulullah mensyariatkan saling membantu saudara muslim dan orang yang terzalimi.

Ustadz Aris meyakinkan bahwa Khilafah bagi umat Islam suatu keniscayaan yang pasti akan terjadi sesuai dalam Surat An Nur ayat 55 sebagai dalil janji Allah turunnya kekhilafahan.

Ketika warga Rohingya diusir, mereka naik kapal sampai di Brunei, Malaysia, dan Indonesia, mereka diusir gara-gara bukan satu Negaranya. Ini konsep Nasionalisme yang salah.” Katanya.

Sedangkan, khilafah, menurutnya memiliki konsep agar membantu persoalan kaum muslimin di mana pun. Inilah yang katanya membuat musuh Islam melalui Mustafa Kemal menghancurkan Khialfah Turki Utsmani.

Karenanya, ustadz Aris meminta umat Islam untuk terus mengkaji syariat Islam. “Tantangan ke depan bukan lebih mudah justru semakin sulit dan berat. Hanya dengan keimanan yang kuat, maka kita akan mudah untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan,” pungkasnya.

 

Talk Show Hafidz Cilik Musa: Disiplin dan Bangun Kedekatan Quran

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Sekolah Dasar Islam – Sains Teknologi (SDI ST) Al Albani Matesih Karanganyar menggelar Talk Show bersama Hafidz cilik, La Ode Musa di Aula SDI – ST Karanganyar, Sabtu (20/5/2017). Acara itu untuk memotivasi orang tua mengajarkan kecintaan alquran kepada anaknya sejak kecil.

“Acara Talk Show bersama La Ode Musa ini kami gelar bertujuan untuk memberikan semangat kepada para orang tua untuk mendidik anaknya supaya gemar menghafal Alquran,” kata ketua panitia, Agus Supriyadi kepada jurniscom dilokasi.

Kepala sekolah sekolah berbasis Islam ini mengatakan, akan menggelar acara serupa untuk mencetak generasi penghafal quran.

La Ode Musa yang di temani ayahnya, La Ode Hanafi berhasil menarik perhatian 500 peserta yang hadir yang didominasi kaum wanita. Dalam pemparannya, La Ode Hanafi bercerita bagaimana suka dan duka menghantarkan anaknya menjadi seorang hafidz Alquran.

“Kami membuat jadwal keseharian harus disiplin dan tetap memberikan waktu bermain karena itu sudah menjadi fitrohnya,” kata dia.

“Selain membangun kedekatan kepada Al Qur’an dengan cara rajin membacanya kami juga menyediakan sarana menuju tahfidz,” tambah pria 3 anak itu.

Lebih dari itu, poin penting dalam mencetak generasi penghafal Alquran adalah tetap berprasangka baik dan berdoa kepada Allah.

Mudzakarah API Jabar Soroti Suksesi Kepemimpinan Jabar 2018

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat menggelar Mudzakarah bertajuk “Suksesi Kepemimpinan di Jawa Barat Harus Menjadi Bagian Dalam Membangun Peradaban Islam” dihadiri puluhan elemen ormas Islam sse-Jawa Barat bertempat di Pusdai Jabar, Bandung, Sabtu (20/5/2017).

Ketua API Jabar Asep Syaripudin mengatakan bahwa mudzakarah digelar melihat sinergitas elemen ormas Islam dalam aks-aksi bela Islam mengawal kasus penistaan agama oleh Ahok mulai tanggal 7 Oktober 2016 – 5 Mei 2017.

“Dalam catatan kami sudah 43x aksi bela islam dan 21x aski mengawal sidang penista agama yang dilakukan API JABAR di jakarta maupun di Bandung,” kata Asep di Bandung, Sabtu (20/5/2017).

Dalam mudzakarah tersebut, pergerakan API JABAR diapresiasi oleh beberapa kalangan dari umat islam, khusus dari jakarta karena keistiqomahannya membantu umat islam dalam mengawal aksi bela islam dan mengawal sidang penista agama seperti menurunkan massa minimal setiap aksi 1 bus, dan paling banyak 17 bus pada aksi 212.

Dalam konteks Jawa Barat, Asep mengatakan bahwa surat al Maidah 51 tak hanya berlaku di Jakarta. Ia mengaku diingatkan para ulama terkait kewaspadaan pemimpin Jabar tahun 2018, agar tetap menjaga eksistensi muslim di Jawa Barat di setiap tingkatan, baik Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Desa, RW,RT bahkan Legislatif.

Menurutnya, kepemimpinan di Jabar harus diisi oleh kaum yang peduli terhadap umat, dan jangan sampai kursi-kursi tersebut di isi oleh kalangan yg membenci islam.” Maka dari itu kita berusaha menjaga semangat umat islam untuk berdimensi mensukseskan kepemimpinan di jawa barat yang menjadi bagian dalam membangun peradaban Islam,” pungkasnya.

Sambut Ramadhan, Ribuan Warga Serang Gelar Tarhib dan Parade Tauhid

SERANG (Jurnalislam.com)—Sambut bulan suci Ramadhan, ribuan warga Serang melakukan longmarch dan kirab bendera tauhid 1 km dalam gelaran tarhib ramadhan bertajuk Parade Tauhid yang digagas Forum Persaudaraan Umat Islam Banten dan Forum Silaturahim Pondok Pesantren, Jumat (19/5/2017).

“Tema acara ini,sambut Bulan Ramadhan Tegakkan Syariah, perangi maksiat wujudkan taat, raih rahmat, Banten selamat dunia akhirat, ”ungkap Zainal Ketua FPUIB kepada jurniscom di Serang, Jumat (19/5/2017).

Sekitar ribuan peserta mengikuti acara ini dari berbagai macam ormas seperti FPI, HTI, Jamaah Ansharus Syariah, ANNAS Banten, Intifada Banten, Santriwan-santriwati Kota Serang dan ormas lainnya.

Rute aksi ini dimulai dari Stadion Maulana Yusuf Serang masuk jalan Ahmad Yani dan berakhir di Alu – alun barat kota Serang. Dalam pantauan jurniscom, sepanjang perjalanan aksi, perwakilan ormas memberikan orasi bergantian dan memberikan tausiyah tentang sucinya Bulan ramadhan dan perlunya amar ma’ruf nahi munkar.

“Acaranya bagus,apalagi ini menjelang bulan Ramadhan,” ungkap Feri seorang peserta yang mengaku berasal dari Ciracas Serang. Dalam acara ini, panasnya terik matahari tidak menyurutkan semangat peserta aksi. Tampak seluruh peserta, tua muda laki perempuan semangat mengibarkan bendera Tauhid di sepanjang aksi ini.

“Harapannya dengan dengan diadakannya acara ini kota Serang bebas dari unsur unsur kesyirikan, bebas miras, bebas prostitusi dan sesuai dengan motto Banten bertakwa,” kata salah seorang peserta, Zainal kepada Jurnalislam.com terkait harapannya diadakan acara ini.

Reporter: Jajat & Suhanda, Serang

Perundingan Damai Suriah Ke-6 di Jenewa Kembali Alami Kegagalan

JENEVA (Jurnalislam.com) – Perundingan Suriah putaran enam di Jenewa pada hari Jumat (19/5/2017) kembali mengalami kegagalan karena tidak ada kemajuan dalam masalah apapun untuk solusi politik krisis Suriah.

Perundingan putaran terakhir tersebut diperkirakan akan fokus pada empat topik: konstitusi, pemerintahan, pemilihan umum, dan perang melawan teror.

Berbicara di akhir pembicaraan di PBB di Jenewa, kepala delegasi rezim Syiah Bashar al-Assad, Bashar al-Jaafari mengatakan kepada wartawan bahwa topik-topik tersebut tidak ada yang dibahas.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengatakan dalam sebuah konferensi pers: “Kami tidak punya waktu untuk masuk terlalu dalam ke keempat keranjang tersebut,” lansir Anadolu Agency.

De Mistura mengatakan, tanggal perundingan putaran berikutnya kemungkinan akan diumumkan pada pertengahan Juni.

Setelah berakhirnya perundingan damai ini, kepala delegasi oposisi Nasr al-Hariri mengatakan kepada wartawan: “Saya pikir kita seharusnya berbicara tentang setiap prestasi kecil yang dicapai. Saya pikir menjaga kemajuan Jenewa tetap hidup adalah sebuah pencapaian.”

Delegasi oposisi menyerahkan dua memorandum ke Mistura pada hari Jumat membahas peran Iran menyabotase wilayah tersebut dan isu tahanan.

Al Hariri mengatakan bahwa Iran secara tidak sah melakukan intervensi di Suriah, membawa ribuan milisi syiah berbagai Negara dan membantai rakyat Sunni Suriah.

Pada hari Kamis, delegasi oposisi Suriah pada perundingan perdamaian meminta Rusia untuk berhenti mendukung rezim Nushairiyah Bashar al-Assad.

Setelah delegasi oposisi pada hari Kamis bertemu dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov, al-Hariri mengatakan: “Rusia harus berhenti mendukung rezim kriminal ini dan mereka harus berhenti melakukan pembunuhan sistematis, membunuh rakyat kita.”

De Mistura bertemu secara terpisah dengan delegasi selama pertemuan empat hari mengenai perdamaian Suriah di Jenewa.

De Mistura mengumumkan bahwa diskusi teknis untuk menangani masalah konstitusional dan hukum dalam konteks perundingan intra-Syria dimulai pada hari Kamis dan kedua belah pihak telah sepakat membentuk komite ahli untuk membahas masalah konstitusional dan hukum.

Sejak perang di Suriah meletus pada bulan Maret 2011, lebih dari 250.000 orang telah terbunuh, menurut PBB. Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menempatkan jumlah korban tewas berjumlah lebih dari 470.000 orang.

Dukung Aksi Mogok Makan, Warga Palestina Hadang Peluru Zionis dengan Unjuk Rasa

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Puluhan warga Palestina terluka pada hari Jumat (19/5/2017) dalam bentrokan terpisah antara pasukan zionis dan pengunjuk rasa Palestina di Tepi Barat yang dijajah Israel dan Jalur Gaza yang diblokade.

Penduduk Palestina protes keras di kedua wilayah tersebut untuk menunjukkan solidaritas dengan warga Palestina yang dipenjara oleh Israel yang melakukan aksi mogok makan selama 33 hari terakhir.

“Tiga warga Palestina terluka oleh peluru tajam – dan sebelas lagi oleh peluru karet – dalam bentrokan yang meletus di kota-kota Tepi Barat Ramallah, Nablus dan Bethlehem,” kata Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Tepi Barat dalam sebuah pernyataan.

“Empat warga Palestina lainnya terluka oleh peluru karet dalam bentrokan yang meletus di pos pemeriksaan Qalandia dan di kota Abu Dis dekat Yerusalem,” tambahnya.

Kementerian tersebut kemudian mencatat bahwa 40 warga Palestina lainnya menderita asfiksia sementara karena penggunaan gas air mata yang berlebihan oleh pasukan Israel.

Aksi hari Jumat diselenggarakan oleh Komite Nasional untuk Mendukung Aksi Mogok Makan, yang mencakup perwakilan beberapa faksi politik Palestina.

Sementara itu di Jalur Gaza, beberapa pemuda Palestina lainnya terluka dalam konfrontasi dengan tentara Israel di perbatasan, menurut seorang pejabat Palestina.

“Tujuh orang Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di sejumlah titik di sepanjang perbatasan Gaza,” kata Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, kepada Anadolu Agency.

“Yang terluka dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata al-Qidra, mencatat bahwa sedikitnya dua di antaranya berada dalam kondisi serius.

Faksi-faksi Palestina yang berbeda telah menyerukan aksi tambahan di dekat perbatasan Gaza pada hari Kamis malam untuk menunjukkan solidaritas dengan pelaku aksi mogok makan yang dipenjara.

Dipimpin oleh ikon perlawanan yang sedang berada dalam penjara Marwan Barghouti, lebih dari 1.600 tahanan Palestina memulai mogok makan terbuka pada 17 April untuk menuntut kondisi penjara yang lebih baik.

Menurut angka Palestina, Israel saat ini menahan lebih dari 6.500 warga Palestina – termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak – di 24 pusat penjara zionis Yahudi.

Tetap Diresmikan Wali Kota, DDII Solo : Mereka Memaksakan Pendirian Gereja

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)– Wali Kota Solo FX Hadi Rudiyatmo tetap meresmikan Gereja GKI Busukan Surakarta walau warga sekitar menolaknya karena proses perizinannya disinyalir tak sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Solo, Ustadz Aris Munandar mengatakan bahwa tetap dilanjutkiannya peresmian dan pembangunan gereja merupakan bentuk pemaksaan.

“Mereka memaksakan untuk mendirikan rumah ibadah (gereja), dengan tidak mengunakan aturan yang tidak ditetapkan pemerintah, sementara kita pengin menjalankan aturan yang sudah ditetapkan, minimalkan misalkan harus ada tanda tangan warga, ada persetujuan segala macam, tidak boleh dekat dengan rumah ibadah yang sudah ada dan diperhitungkan segala macam,”kata ustadz Aris kepada jurnalislam.com di Karanganyar, Jumat (19/5/2017).

Baca juga : Pihak Gereja Lakukan ‘Test The Water’ pada Umat Islam

Sebagaimana diketahui, pada Kamis,(18/5/2017) warga Busukan Mojosongo Solo menolak keberadaan gedung yang akan difungsikan sebagai gereja. Warga menganggap bahwa izin gereja belum ada. Selain itu, setidaknya sudah ada 2 Gereja di kampung tersebut. Kendati demikian, gereja tersebut akhirnya diresmikan oleh Walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo.

Maraknya Pembangunan Gereja Liar Dinilai Karena Kurangnya Reaksi Umat

KARANGANYAR(Jurnalislam.com)-Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Solo Ustadz Aris Munandar menilai Peresmian Gereja Kristen Indonesia (GKI) pada Kamis,(18/5/2017) yang ditolak warga sekitar Busukan, Mojosongo,Solo. Adalah bagian memancing suasana umat islam yang disebut dengan Testing of The Water.

Baca Juga : Meski Ditolak Warga, Wali Kota Solo Malah Resmikan Gereja Busukan Surakarta

Menurutnya, pihak gereja berani melanjutkan aktivitasnya karena kurangnya reaksi umat Islam. “Saya melihat itu bagian dari memancing suasana,kondisi, sekaligus itu namanya ‘Testing Of The Water’ yaitu, mengetes apakah umat islam bereaksi atau tidak, kalau tidak mereka akan lanjutkan,”katanya pada jurnalislam.com di Karanganyar Jum’at,(19/5/2017).

Ustadz Aris Munandar mengatakan, pendirian rumah ibadah sudah mempunyai aturan baku dari pemerintah. Menurutnya, jika aturan itu diterjang maka akan membuat perseteruan diantara umat beragama yang ada.

“Sebenarya berkaitan dengan pendirian rumah ibadah itu sudah ada aturan baku yang dikeluarkan oleh pemerintah, disebut dengan aturan bersama dua menteri, antara menteri dalam negeri dan menteri agama, dan itu biasanya ada persyaratan-persyaratan , yang menjadi masalah itu biasanya, persyaratan yang dituntut itu diterjang, inilah yang membikin diantara umat beragama ini berseteru,”pungkasnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Solo FX Hadi Rudiyatmo malah meresmikan Gereja GKI di Busukan Solo di tengah aksi penolakan warga setempat karena disinyalir gereja tersebut masih bermasalah dan tak sesuai prosedur perizinan.

Arab Saudi: Sekjen Hizbullah Lebanon adalah Pemimpin Teroris

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi, pada hari Jumat (19/5/2017), mengklasifikasikan seorang warga Lebanon Hashim Safiuddin, kepala Dewan Eksekutif milisi Syiah Hizbullah dan pemimpin senior partai tersebut, dan seorang kerabat Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hasan sebagai pemimpin teroris, dan menempatkannya pada daftar terorisme, lansir Al Arabiya Jumat (19/5/2017)

Safi al-Din menempati posisi kedua dalam hirarki partai saat ia mengawasi aktivitas harian milisi. Dia adalah sepupu Nasrallah, dan lahir pada tahun 1964 di kota Deir Qanoun, kota Lebanon Selatan.

Sebagai ketua eksekutif Dewan Syura, Safi al-Din adalah pemimpin milisi Syiah Hizbullah.

Klasifikasi Saudi tersebut muncul sebagai konsekuensi dari peran operasional Safiuddin dalam “Hizbullah Lebanon” di seluruh Timur Tengah, dan memberikan nasehat dalam operasi teroris untuk mendukung rezim Syiah Nushairiyah Assad.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Arab Saudi, Kerajaan akan terus menghadapi kegiatan teroris Syiah Hizbullah, dan melawannya melalui semua alat hukum yang ada.

Kerajaan juga akan terus bekerja sama dengan mitra di seluruh dunia untuk secara efektif mengekang kegiatan ekstremis kelompok tersebut, sehingga tidak ada negara yang dapat mentolerir kehadiran milisi Syiah Hizbullah dan kegiatan ekstremisnya.

“Hizbullah selalu menyebarkan kekacauan dan ketidakstabilan, melancarkan serangan teror, serta terlibat dalam kegiatan kriminal dan ilegal di seluruh dunia. Arab Saudi akan terus mengklasifikasikan para aktivis, pemimpin dan entitas Hizbullah dan menjatuhkan sanksi kepada mereka sebagai akibat klasifikasi tersebut,” kata Kantor Berita Saudi.

Safi al-Din telah diklasifikasikan sebagai teroris sesuai Royal Regulation A / 44 mengenai kejahatan teroris dan sistem pendanaan mereka yang menargetkan teroris, pendukung teroris dan mereka yang bekerja dengan atau atas nama teroris.

Setiap aset milik teroris ini dibekukan, sesuai peraturan Kerajaan, dan warga negara serta penduduk Arab Saudi dilarang untuk berurusan dengan mereka.