Berita Terkini

Lagi, Serangan Udara AS Bunuh 13 Warga Sipil di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan udara koalisi yang dipimpin AS di kota Raqqa yang dikuasai IS dan menduga serangan roket ditembakkan oleh kelompok Kurdi yang memerangi IS, sebuah kelompok pemantau mengatakan pada Aljazeera.

Beberapa korban tewas di kota utara pada Ahad malam (28/5/2017) tersebut diakibatkan oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, Observatorium HAM untuk Suriah (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Senin.

Korban tewas juga termasuk warga sipil yang tewas dalam serangan roket oleh kelompok Ghadab al-Furat (dijuluki Wrath of the Efrat) pada hari Ahad, kata Observatorium.

PBB mengatakan dalam sebuah laporan bahwa pada tanggal 14 Mei, sedikitnya 23 pekerja pertanian, termasuk 17 perempuan, dilaporkan terbunuh saat serangan udara AS menyerang desa al-Akershi di daerah pedesaan provinsi Raqqa timur.

Serangan udara AS lainnya di dua wilayah kota Abo Kamal padat penduduk yang dikuasai IS di provinsi Deir Az Zor timur pada hari berikutnya (15 Mei), dilaporkan menewaskan sedikitnya 59 warga sipil (termasuk 16 anak-anak dan 12 perempuan) dan melukai 70 lainnya.

Mujahidin Libya Kecam Serangan Udara Mesir ke Warga Sipil Derna sebagai Kejahatan Perang

LIBYA (Jurnalislam.com) – Mesir dan pemerintah Libya meluncurkan serangan baru, saat fajar pada hari Senin (29/5/2017), yang menargetkan Shura Council of Mujahideen yang merupakan afiliasi Al-Qaeda di kota Derna, Libya dan sekitarnya, sumber-sumber Al Arabiya melaporkan.

Mujahidin Libya di Derna pada hari Senin mengecam serangan udara Mesir di kota tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka telah menyerang sasaran sipil yang bukan target militer dan membantah klaim bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan terhadap penganut Kristen Koptik di Mesir tidak berdasar beberapa hari lalu.

Dewan Shura Mujahidin Derna mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan Mesir adalah “kejahatan perang” dan bahwa mereka tidak melakukan apapun terkait serangan di selatan Kairo pekan lalu yang menewaskan 29 orang Kristen. Kelompok Islamic State (IS), yang aktif di Libya, mengklaim serangan tersebut.

Middle East Eye mengatakan, pernyataan itu muncul saat serangan udara gelombang ketiga diluncurkan di Derna pada hari Senin, menyusul penggerebekan pada hari Jumat dan Sabtu oleh pasukan Mesir dan sekutu mereka, Tentara Nasional Libya di bawah kendali jenderal pemberontak Khalifa Haftar.

Loyalis Haftar mengatakan serangan Senin adalah serangan udara gabungan antara Haftar dan pasukan Mesir.

“Rezim kriminal bersama pasukan Mesir melancarkan serangan terhadap kota kita yang aman dan damai,” kata pernyataan Dewan Shura Mujahidin.

“Pesawat-pesawat kriminal Sisi meluncurkan enam serangan yang menurut mereka ditujukan pada target militer, dan mengklaim bahwa serangan tersebut terjadi sebagai balasan atas pembunuhan jemaat Kristen Koptik di Mesir dan Sisi menuduh Dewan Shura berada di balik serangan tersebut.

” Dewan Shura Mujahidin menyatakan penyesalan dengan istilah yang paling kuat atas serangan udara terhadap warga sipil di kota kita, dan mengklasifikasi agresor sebagai penjahat perang.

“Yang berbagi tanggung jawab kriminal adalah milisi Haftar yang loyalis terhadap rezim kriminal ini. Dewan mempertimbangkan bahwa semua pihak yang membantu operasi keji ini adalah pengkhianat terhadap Allah dan negara mereka.”

Seorang saksi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa serangan hari Senin menyerang pintu barat ke Derna dan dua lainnya menyerang Dahr al-Hamar di selatan.

Kelompok IS mengklaim serangan Jumat di Mesir, yang menargetkan minoritas Kristen menyusul dua pemboman gereja bulan lalu yang menewaskan lebih dari 45, yang juga diklaim oleh kelompok tersebut.

India Dihantam Badai Petir, 29 Orang Tewas

INDIA (Jurnalislam.com) – Serangan badai petir dan hujan deras di beberapa bagian negara bagian Bihar di India menewaskan 29 orang pada hari Ahad malam (28/5/2017), kata seorang pejabat urusan bencana kepada Aljazeera.

Lebih dari dua puluh orang terbunuh saat petir menyerang mereka, Anirudh Kumar, seorang pejabat senior Otorita Manajemen Bencana Negara Bagian Bihar, yang meminta sebuah peringatan di wilayah tersebut.

Lima orang kehilangan nyawa saat sebuah tembok roboh akibat hujan deras, tambahnya.

Lebih dari 50 orang tewas pada Juni tahun lalu saat terjadi serangan kilat serupa di Bihar.

Data pemerintah menyebutkan 2.000 orang kehilangan nyawa mereka karena kejadian terkait serangan petir setiap tahun, kebanyakan terjadi pada musim hujan dari bulan Mei hingga September.

Saat hujan menyambar Negara bagian Bihar, negara bagian lain di India mengalami suhu yang sangat panas.

Dua belas orang di negara bagian Orissa kehilangan nyawa akibat gelombang panas yang sedang berlangsung, kata beberapa pejabat urusan bencana.

Suhu tertinggi 47C (117F) tercatat di Churu, sebuah kota di negara bagian Rajasthan utara. Gelombang panas juga dilaporkan terjadi di negara bagian Madhya Pradesh dan Chhattisgarh.

Iran Intruksikan Syiah Hizbullah untuk Kirim 3000 Pasukan Tambahan ke Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Iran mengeluarkan instruksi kepada milisi Syiah Hizbullah Lebonon untuk mengirim 3.000 pasukannya demi menghentikan kemajuan pasukan koalisi pimpinan AS di sepanjang perbatasan Irak-Suriah, sumber-sumber intelijen Israel mengungkapkan pada hari Ahad (28/5/2017).

Sumber tersebut mengatakan, “Pengiriman pasukan Syiah Hizbullah terjadi setelah jet tempur AS menghancurkan sebuah konvoi pasukan khusus Hizbullah yang sedang menuju ke persimpangan Al-Tanf di segitiga perbatasan antara Yordania, Irak dan Suriah yang dekat dengan jalan raya yang menjadi penghubung antara Baghdad, ibukota Suriah, Damaskus dan Amman,” menurut situs Israel Netsav Net, lansir ElDorar AlShamia.

Iran saat ini mencoba menguasai persimpangan perbatasan yang strategis tersebut untuk mempertahankan jembatan darat yang telah diaspal dan mengarah ke Beirut. Iran juga melihat bagaimana Amerika Serikat mengendalikan semua wilayah timur laut Suriah, bekerja sama dengan orang Kurdi, dan mengakui bahwa pilihan ini adalah satu-satunya yang mengaktifkan jembatan darat yang melampaui wilayah bulan sabit Syiah dengan mempertahankan persimpangan Al-Tanf.

Sumber tersebut menambahkan: “Teheran bekerja untuk melakukannya demi memobilisasi kekuatannya sendiri untuk menggagalkan niat Washington, dan menggunakan milisi (Hizbullah) Lebanon dan milisi Syiah Irak di bawah kepemimpinan ahli militer Iran, dan menahan diri untuk tidak melibatkan angkatan bersenjata Iran secara langsung dalam perang di wilayah ini.”

Ada laporan baru-baru ini tentang ratusan milisi Syiah Irak yang diterbangkan ke Suriah untuk mencapai daerah perbatasan di Irak dan mendukung pasukan yang beroperasi di lapangan demi mencegah kemajuan pasukan AS.

#KamiTetapBersamaHRS Jadi Trending Topic di Twitter, Netizen Kritik Polisi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pasca penetapan tersangka kepada Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Polda Metro Jaya atas kasus dugaan pornografi, tanda pagar (hashtag) #KamiTetapBersamaHRS jadi trending topic di twitter.

#KamiTetapBersamaHRS menjadi trending topic nasional. Netizen kompak membela Pembina GNPF-MUI itu.

Salah seorang netizen @SPIRIT_REVOLUSI bahkan menyindir keputusan polisi itu.

“Hanya polisi tidur yg dpt kami percaya sepertinya,” katanya.

“Jabatan dan pangkat yg kalian salah gunakan akan membakarmu di api neraka,” cuit akun @tedongborneo

“#KamiTetapBersamaHRS perlakuan kalian aparat yg menyudutkan kami akan kami ingat sebagaimana Allah yg akan menjadi hakim kami kelak,” sahut @muharsyfajar.

Hingga saat ini #KamiTetapBersamaHRS masih menduduki treding topic teratas di Indonesia.

Seperti diketahui, Senin (29/5/2017) siang, penyidik Polda Metro Jaya meningkatkan status Habib Rizieq Syihab menjadi tersangka dalam kasus dugaan pornografi.

Pengamat : Ormas Sweeping Geng Motor Justru Bantu Tugas Polisi

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Prof Mudzakir mengatakan, sebaiknya polisi tidak melakukan pelarangan pada masyarakat atau ormas yang turut melakukan pengamanan di masyarakat. Sebaiknya, polisi melakukan koordinasi sedemikian rupa dengan masyarakat untuk menciptakan keamanan.

“Kan sama dengan orang siskamling ya itu. Kalau tujuannya untuk menjaga keamanan itu kan justru membantu tugas polisi,” kata Mudzakir dilansir Republika.co.id, Senin (29/5/2017).

Menurut dia, jika polisi melakukan pelarangan, berarti polisi harus bertanggungjawab sepenuhnya atas segala hal yang terjadi dimasyarakat. Dan harus bisa menjamin keamanan bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali. “Kalau itu dilarang polisi harus bertanggungjawab sepenuhnya. Lalu, rakyat tugasnya tidur saja,” ujar Mudzakir.

Belakangan, beredar video tentang pembubaran salah satu ormas yang melakukan sweeping geng motor oleh polisi. Kadivhumas Polri Pol Setyo Wasisto menegaskan, sweeping (penyisiran) adalah tugas aparat penegak hukum, ormas cukup membantu dengan memberikan informasi kepada polisi.

Majelis Ulama Pattani Jalin Kerjasama Pendidikan dengan Ponpes Nurul Jadid

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur menandatangani nota kesepahaman dengan The Central Islamic Council of Thailand atau Majelis Ulama Pattani, Sabtu (27/5/2017).

Penandatanganan dilakukan saat rombongan dari Thailand datang bersilaturrahim ke pesantren. Perwakilan Majelis Ulama Thailand, Usman Tatyakong, mengatakan bahwa kerjasama ini penting guna menyelamatkan akidah pelajar muslim Pattani.

“Mayoritas warga Thailand beragama Budha sehingga budaya Budha dikhawatirkan mempengaruhi akidah generasi kami. Oleh sebab itu, pelajar Thailand yang beragama Islam harus mencari ilmu agama ke luar negeri, termasuk di Indonesia,” ujarnya.

Usman berharap, kerjasama dengan Nurul Jadid bisa memberikan manfaat pada umat Islam di Patani, Thailand. “Keluarga dan anak-anak kami hidup damai dalam Islam. Tapi guru dari anak-anak kami jarang yang dari Islam. Sesama umat Islam wajar kiranya saling membantu,” harapnya.

Sementara itu Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid mengatakan, kerjasama antara kedua belah pihak tersebut merupakan langkah bagus untuk membendung dampak negatif globalisasi.

“Kerjasama ini penting untuk saling mengenal budaya dan memperkuat ukhuwah sesama umat Islam dan sesama rumpun Melayu,” pungkasnya.

Imam Palestina Serukan Persatuan Umat Menyambut Kebangkitan Islam

JEMBER (Jurnalislam.com) – Dalam rangkaian Safari Ramadhan 1438 H Imam Palestina di Jember dan eks karesidenan Besuki, Syekh Omar Mas’ad menyerukan persatuan ummat menyambut kebangkitan Islam. Hal ini disampaikannya saat memberikan tausiyah menjelang tarawih di Masjid Syuhada Perum BTN Mastrip, Jember Ahad (28/5/2017).

“Muslim itu laksana satu tubuh. Satu saja bagian ada yang sakit maka bagian lain akan ikut merasakannya. Muslim Palestina menderita maka muslim Indonesia turut merasakan. Begitupun sebaliknya,” ucapnya.

Syekh Omar menambahkan, indikasi kebangkitan umat Islam itu dilihat dari semakin sadarnya umat Islam memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah.

Ditanya terkait kondisi terkini Palestina, ia menjelaskan selama 20 hari jelang Ramadan terjadi krisis air di Gaza akibat boikot pihak zionis Israel. “Kalau bukan pertolongan Allah maka banyak warga muslim meninggal. Di tengah kesulitan itulah muncul sumber air tak terduga,” ungkapnya.

Syekh Omar berpesan kepada umat Islam Indonesia untuk memperkuat persatuan dan tidak memperbesar perselisihan furu’iyah. “Perselisihan itu akan membuat orang-orang kafir mudah menghambat kebangkitan Islam. Maka jauhilah itu dan persiapkan bekal terbaik untuk berjuang. bisa dengan jiwa, harta dan doa kalian,” pungkasnya

Kontributor: Syamsul Fikri, Jember

IZI Jateng Bagikan Bingkisan Ramadhan Bagi Para Penyapu Jalan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Neo Candi Hotel Semarang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jateng menyelenggarakan buka bersama dan penyerahan paket Ramadhan kepada kaum dhuafa. Event tersebut merupakan agenda tahunan yang pada tahun ini merangkul para penyapu jalan di Kota Semarang.

Pada kesempatan tersebut juga dihadirkan salah seorang dari ikatan tuna netra Indonesia yang mengisi acara pengajian dengan tema ‘Syukur dan Sabar’.

Kepala Kantor Perwakilan IZI Jateng, Djoko Adhi mengatakan, mereka (para penyapu jalan) sudah selayaknya harus dihargai, apalagi masih ada diantara mereka yang berusia 67 tahun masih gigih bekerja membersihkan jalan di Kota Semarang.

“Mereka yang datang di sini bekerja di area Simpang Lima hingga Jalan S. Parman ini,” kata Djoko di Neo Candi Hotel Semarang, Sabtu (27/5/2017).

Namun Alhamdulillah, kata Djoko, pendapatan mereka kini sudah membaik, karena rata-rata mereka sudah mendapatkan UMR.

Sementara itu Hotel Manager Neo Candi, Ibnu Ikhwan Hambali menambahkan, tahun ini pihaknya sengaja mengajak para penyapu jalan yang menurutnya telah banyak berjasa dalam membantu kebersihan Kota Semarang.

“Tahun ke empat ini kita rangkul para penyapu jalan, yang mana tahun-tahun sebelumnya kita adakan bersama yatim piatu,” kata Ibnu.

Ibnu katakan, kegiatan buka bersama dan pemberian paket Ramadhan ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap awal Ramadhan bersama IZI Jateng.

“Saya sangat beruntung bisa buka puasa di sini, biasanya cuma bisa melihat dari luar pas lagi nyapu, sekarang makan disini bareng temen-temen. Semoga Hotel Neo diberikan rejeki melimpah,” ucap salah satu penyapu jalanan, Ginem di sela-sela acara.

Siaran Pers

Jadikan Ramadhan Bulan Perjuangan Umat Islam

Oleh: Ustadz Hamzah Baya S.Pd.i | Ketua Mimbar Syariah Indonesia

Ramadhan merupakan bulan kemenangan umat Islam. Sebab, sejarah Islam tak pernah lepas dari bulan Ramadhan. Hampir semua peristiwa monumental yang positif terjadi dalam bulan suci Ramadhan, seperti turunnya Al Qur’an, terjadinya berbagai peperangan yang dimenangkan umat Islam yang juga titik balik sejarah, perebutan kembali Kota Makkah, dan banyak lagi peristiwa lainnya. Ramadhan harus bisa menjadi motivasi membangun optimisme bersama.

Tantangan umat Islam saat ini begitu besar untuk bisa mengembalikan eksistensi jati diri dan kejayaan umat Islam di tengah krisis yang melanda umat hari ini. Krisis yang ada hari ini tidak hanya krisis ekonomi tapi dari segala lini kehidupan umat Islam yang belum mampu menjalankan syari’at Allah Robbul’alamin secara kaffah (sempurna) sebagaimana Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” (Al-Baqarah : 208)

Seperti krisis budaya, pendidikan, politik dan militer semua masih mengikuti apa yang menjadi kekuasaan orang-orang kafir hari ini. Bahkan kekuatannya bisa mengendalikan kehidupan umat Islam dan seluruh dunia pada umumnya. Sementara kaum muslimin wajib untuk mengatur kehidupan dirinya, keluarga dan masyarakat bahkan negara dengan syariat Allah subhanahu wata’ala agar mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Laahaula walaa quwwata illa billah.

Melihat krisis yang melanda umat Islam tersebut, seyogyanya pada bulan Ramadhan yang mulia ini kita belajar dan berupaya sekuat tenaga untuk memperbaiki keadaan umat menjadi lebih baik. Dengan tarbiyah langsung dari Allah azza wajalla melalui tarbiyah Ramadhan agar kita bisa bersabar, banyak berkorban dan hanya memohon ampunan serta pahala dari Allah semata dalam berjuang. Sesungguhnya krisis yang melanda umat Islam hari ini hanya akan selesai dengan perjuangan. Karena itu, jadikanlah bulan Ramadhan ini sebagai bulan perjuangan sehingga kita bisa melewati krisis ini.

Semangat perjuangan bangsa ini bisa ditumbuhkan jika semangat beragama menyatu dengan semangat membangun bangsa. Sebab, kedua elemen tersebut tidak bisa dipisahkan oleh setiap umat Islam Indonesia. Negeri ini merdeka berkat semangat keislaman dan semangat kebangsaan yang tumbuh dalam diri para pahlawan. Sebab 99% kemerdekaan ini juga karena kemauan dan perjuangan umat Islam.

Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, berpuasa pada bulan Ramadhan juga menjadi media untuk melatih jiwa agar bisa memenangkan jihad fi sabilillah, memenangkan perang yang sesungguhnya. Dalam setiap pertempuran, kekuatan jiwa menjadi modal utama bagi para pasukan. Ketika semangat jiwanya menguat maka hal itu akan berdampak pula pada jasadnya sehingga ia pun akan semangat dan kuat.

Oleh karena itu, selain dinamakan dengan syahrus shiyam (bulan puasa), Ramadhan juga disebut dengan syahrul jihad wal intisharat (bulan jihad dan kemenangan). Sebab, kedekatan hamba dengan Allah menjadi salah satu faktor utama dalam meraih kemenangan. Dan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk mendekatkan diri kepadaNya.

Catatan sejarah banyak membuktikan mayoritas peperangan dan kemenangan kaum muslimin diraih pada bulan Ramadhan. Berikut ini diantaranya:

1. Perang Badar Al-Kubro, yaitu pertempuran yang pertama terjadi dalam sejarah Islam. Perang ini berlangsung pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah.
2. Fath Makkah (Penaklukan kota makkah) yang dipimpin langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Pertempuran ini terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah
3. Ma’rakah Buwaib, yaitu pertempuran antara kaum muslimin melawan Persia di daerah Buwaib, Irak. Perang yang dipimpin oleh Mutsanna bin Haritsa ini terjadi pada bulan Ramadhan tahun 13 H.
4. Ma’rakah Qodisiah, yaitu peperangan yang terjadi pada bulan Ramadhan tahun 15 H. Kaum muslimin dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqas melawan pasukan Persia di Qodishiah dan berhasil membawa kemenangan
5. Penaklukan kota Andalus, yaitu pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 H. Kaum muslimin dipimpin oleh Tariq bin Ziyad melawan tentara Goth di daratan Andalus itu, atau sekarang disebut dengan Spanyol. Dalam peperangan tersebut kaum muslimin berhasil meraih kemenangan.
6. Penaklukan India dan Pakistan oleh pasukan Islam di bawah Komandan Qasim bin Muhammad Ats-Tsaqafi. Peperangan ini terjadi pada bulan Ramadhan tahun 94 H
7. Fathu Umuriyah (Penaklukan kota Amuriyah) dari Kekaisaran Bizantium, yaitu pada bulan Ramadan, tahun 223 H. Penaklukan yang digagas oleh Khalifah Mu’tasim terjadi ketika Raja Romawi menyerbu kaum muslimin dan memotong hidung serta telinga para tahanan muslim. Mendengar kejadian tersebut, Khalifah Mu’tashim dengan segenap pasukannya berhasil menyerang pasukan Romawi dan menaklukkan kota Amuriya.
8. Pertempuran Harim, pada bulan Ramadhan tahun 559 H. Dimana umat Islam yang dipimpin oleh Nuruddin Mahmud Zangki, berhasil melawan Tentara Salib dan membebaskan kota Harim, Idlib.
9. Pertempuran Hittin, pada bulan Ramadhan tahun 584 H. Kaum muslimin yang dipimpin oleh Salahuddin berhasil mengalahkan tentara salib dan membebaskan Baitul Maqdis, Yerusalem
10. Pertempuran ‘Ain Jalut, pada bulan Ramadhan tahun 685 H. Dalam peperangan tersebut, umat Islam yang dipimpin oleh Sultan Qutuz berhasil melawan pasukan Tatar yang telah membunuh jutaan kaum muslimin di negara-negara Islam.

Semoga dengan tarbiyah Allah SWT pada bulan Ramadhan ini bisa membangkitkan semangat kita untuk terus melatih jiwa agar lebih siap menjemput kemenangan demi kemenangan dalam setiap medan pertempuran. Dan semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada seluruh pejuang kaum muslimin, mujahidin dimana saja, serta mendatangkan pertolongan kepada kaum muslimin sehingga tegak syari’at Allah di muka bumi dengan membawa kebaikan dan keadilan. Wallahua’lam bisshowab