Berita Terkini

Ini Kata Felix Siauw Tentang Suburnya Media Islam

SOLO – (Jurnalislam.com) – Da’i muda, Ustadz Felix Siauw mengatakan, media Islam yang terus bermunculan dapat mengimbangi berita media mainstream yang cenderung mendeskreditkan umat Islam.

“Saya berharap media Islam dapat tetap istiqomah sebagai media penyeimbang umat Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com di Masjid Baitul Amin, Sukoharjo, Solo, Senin (17/7/2017).

Ustadz mualaf ini menilai, perkembangan media-media berhaluan Islam sangat dibutuhkan umat. Sebab, media mainstream tidak sungkan untuk memberitakan yang tidak baik dan menyembunyikan kebaikan Islam.

“Terutama dalam menyuarakan kebaikan umat Islam,” papar ulama muda yang kerap dibubarkan paksa pengajiannya itu.

Sebelumnya, Ustadz Felix menggelar kajian di Masjid Baitul Amin. Acara ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya gangguan.

Pemuda dan Mahasiswa Islam Bandung Tolak Keras Perppu Ormas

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam (FPMI) melakukan aksi unjuk rassa depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (17/7/17). Mereka menuntut agar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 2 Tahun 2017 segera ditarik dan tidak diberlakukan.

“Kami dari FPMI menolak keras Perppu ormas yang diterbitkan beberapa waktu lalu,” kata koordinator aksi, Fauzi Ihsan Jabir.

Fauzi menilai Perppu tersebut mengandung sejumlah poin yang justru akan membawa negeri ini kepada rezim diktator yang represif dan otoriter. Sebab ada beberapa pasal yang dianggap sebagai pasal yang menekan kebebasan berpikir orang yang tergabung dalam sebuah ormas.

“Perppu tentang ormas ini sangat berbahaya, bahkan kami menilai bisa membawa negeri ini kepada era rezim diktator, lihat saja pasal 28-a disitu kita bisa melihat kalau Perppu ini menekan kebebasan berpikir seseorang,” jelasnya.

Fauzi menilai, pemerintahan telah bersikap kesewenang-wenangan karena dalam perppu tersebut tidak ada lagi sistem peradilan untuk membubarkan sebuah ormas.

“Selain itu kesewenang-wenangan pemerintah juga terlihat ketika sistem peradilan dalam pembubaran ormas juga tidak ada lagi dengan perppu ini,” tambahnya.

“Maka untuk itu kami meminta kepada pemerintah agar Perppu nomor 2 tahun 2017 ini segera dicabut dan tidak di berlakukan,” tegasnya.

Kontributor: Saifal, Bandung

Bertemu Dubes Saudi, Wali Kota Padang Berharap Cabang LIPIA Segera Didirikan

PADANG (Jurnalislam.com) – Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah bertemu dengan Duta Besar Saudi Arabia untuk Republik Indonesia Syeikh Usamah bin Muhammad Al -Syu’aiby pada pembukaan Multaqo Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika di Masjid Raya Sumatera Barat, Senin (17/07/2017).

Pada kesempatan itu, Mahyeldi sekaligus meminta dukungan kepada Syeikh Usamah agar segera meresmikan cabang Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Kota Padang sebagaimana telah dibicarakan sebelumnya.

“Mudah-mudahan dengan datangnya beliau dapat mempercepat berdirinya pendirian LIPIA di Kota Padang,” ujarnya, Islamic News Agency (INA) melaporkan, Senin (17/7/2017).

Dengan pendirian LIPIA di daerahnya, Mahyeldi berharap, nantinya Kota Padang dapat juga menjadi sister city dengan Madinah.

Selain itu, pada acara Multaqo Ulama dan Da’i Internasional itu Pemerintah Kota Padang, terang Mahyeldi, juga menjalin pertemuan dengan para pebisnis dari Saudi Arabia dan membahas peluang kerja sama investasi untuk memajukan Kota Padang.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengungkapkan, rencana baik tersebut membuktikan ikatan hubungan kedua pihak antara Padang dan Saudi Arabia sangat kuat.

“Kita menginginkan hubungan ini semakin kokoh dan berkelanjutan,” harapnya.

Mahyeldi menambahkan, sejatinya hubungan Padang dan Arab Saudi sendiri telah terhubung sejak lama. Hal itu mengingat banyak mahasiswa asal Padang yang belajar di Makkah maupun Madinah.

“Bahkan ulama asal Minang juga menjadi guru dan imam di Arab Saudi, yakni Syaikh Ahmad Hamid al-Minangkabawiy dan Syeikh Yasin Padang. Sekarang ada Syaikh Abdullah al-Minangkabawiy,” tandasnya.

Reporter: Yahya G Nasrulloh (INA)

Pemkot Padang Bicara Soal Investasi di Pertemuan Ulama dan Da’i Internasional

PADANG (Jurnalislam.com) – Tidak hanya berdiskusi mengenai persatuan umat sebagaimana tema pada Multaqo (pertemuan) Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa, serta Afrika. Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah juga berbicara soal investasi.

Mahyeldi mengatakan, pada kesempatan itu turut hadir para pebisnis yang akan bertemu membicarakan peluang kerja sama untuk memajukan Kota Padang.

“Kita akan mempresentasikan potensi-potensi investasi di Sumatra Barat, Kota Padang,” ujarnya usai acara pembukaan Multaqo Ulama dan Da’i Internasional di Masjid Raya Sumatera Barat, Kota Padang, Senin (17/07/2017).

Dari Kota Padang, Islamic News Agency (INA), kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) melaporkan, seperti disampaikan Wali Kota Padang, akan ada pertemuan business to business antara pebisnis dari Kota Padang dengan pebisnis dari Arab Saudi. Melalui pertemuan bisnis ini, kata Mahyeldi, diharapkan dapat meningkatkan pembangunan Kota Padang dalam berbagai bidang di masa yang akan datang.

“Ini akan menjadi langkah kita selanjutnya dalam rangka meningkatkan investasi di Kota Padang,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Yayasan al-Manarah al-Islamiyah dan Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN bekerjasama dengan Pemerintah Kota Padang menyelenggarakan Pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika. Acara itu berlangsung hingga Kamis (20/07/2017) mendatang.

Reporter: Yahya G Nasrulloh (INA)

Ulama dan Dai Dunia Kumpul di Padang Bahas Persatuan Umat

PADANG (Jurnalislam.com) – Ratusan peserta ulama dan da’i berkumpul dalam Multaqo Se-Asia Tenggara, Eropa, serta Afrika di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (17/07/2017).

Diskusi internasional yang diselenggarakan oleh Yayasan al-Manarah al-Islamiyah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Padang ini mengangkat tema terkait persatuan umat.

Dalam sambutan pembukaannya, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, tema pertemuan ketiga kali ini memberikan inspirasi kepada para da’i di Indonesia khususnya, untuk mengedepankan dakwah yang wasathiyah (pertengahan), tidak ekstrem kiri maupun kanan.

“Karena mengokohkan konsep wasathiyah dalam dakwah yang mencerdaskan umat,” ujarnya di Masjid Raya Sumatera Barat, Kota Padang, Senin (17/7/2017), sebagaimana dilansir Islamic News Agency (INA).

Ia menyampaikan, sebelum perhelatan Multaqo, juga telah dilaksanakan lomba-lomba berkaitan al-Qur’an dan hadits, subuh berjamaah, serta pertemuan dengan para pimpinan ormas Islam dan pesantren di Sumatera Barat yang dimulai sejak 8 Juli lalu.

“Termasuk juga peresmian Pusat Studi Al-Qur’an yang diinisiasi oleh Baznas Kota Padang,” ungkapnya.

Mahyeldi mengaku senang dengan kegiatan pertemuan para ulama dan da’i dari berbagai negara ini. Menurutnya, hal itu mengisyaratkan bahwa umat Islam dari mana pun adalah bersaudara.

“Dari mulai dakwah, pendidikan, bahkan bisnis,” jelasnya.

Sementara itu, Duta Besar Saudi Arabia untuk Republik Indonesia, Syeikh Usamah bin Muhammad Al -Syu’aiby menyatakan, Kedubes Saudi di Indonesia senantiasa mendukung semua forum dan segala pertemuan yang menguatkan persatuan umat dan menghilangkan perselisihan semacam multaqo kali ini.

“Agar terwujud Islam yang wasathiyah,” terangnya.

Sementara Ketua Ikatan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Muhammad Zaitun Rasmin menegaskan, agenda pertemuan ini penting untuk menampilkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan membawa kedamaian.

“Kita bangun komunikasi dan sinergi sehingga persatuan dapat benar-benar terwujud,” tandasnya.

Selain pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika, nantinya juga akan diselenggarakan Konferensi Jurnalis Muslim. Acara berlangsung hingga Kamis (20/07/2017) mendatang.

Reporter: Yahya G Nasrulloh (INA)

Gubernur Sumatera Barat Buka Multaqo Ulama dan Da’i Se-Asia Tenggara, Eropa, Afrika

PADANG (Jurnalislam.com) – Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. Irwan Prayitno membuka perhelatan Multaqo Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Eropa, serta Afrika bertempat di Masjid Raya Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (17/07/2017).

Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan bahwa pertemuan semacam ini merupakan agenda penting sebagai media silaturahim dan menguatkan persatuan umat.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan, sangat senang dengan ditunjuknya Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, sebagai tuan rumah pertemuan tahunan yang ketiga kalinya ini.

Mengingat, kata dia, masyarakat Sumatera Barat yang sebagian besar berasal dari etnis Minang adalah masyarakat yang religius dan juga kuat semangat keagamaannya.

Irwan berharap, berkumpulnya para ulama dan da’i dari berbagai negara ini akan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi umat.

“Tentu kita mengharapkan keluarnya rekomendasi atau pedoman berkaitan dengan dakwah dari pertemuan ini,” ujarnya seperti dilansir Islamic News Agency (INA), Senin (17/7/2017).

Pertemuan yang mengangkat tema tentang persatuan umat ini diselenggarakan oleh Yayasan al-Manarah al-Islamiyah dan Pemerintah Kota Padang. Dan akan berlangsung hingga Kamis (20/07/2017) mendatang.

Turut hadir dalam acara pembukaan di antaranya, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Dewan Penasehat Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah Syeikh Kholid Al-Hamudi, Duta besar Saudi Arabia untuk Indonesia Syeikh Usamah bin Muhammad Al -Syu’aiby.

Hadir pula Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Ketua Ikatan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, KH. Zaitun Rasmin, Presiden Sudan Umar Hasan Ahmad al-Basyir, Imam Masjidil Haram, Mufti Mauritania dan Menteri Srilanka.

Perhelatan tahunan ini diikuti oleh sekitar 400 dai/ulama dari dalam dan luar negeri.

Tak hanya Multaqo dai dan ulama, pertemuan empat hari ini juga menggelar Konferensi Nasional Jurnalis Muslim yang pesertanya berasal dari media-media Islam dan mainstream.

Reporter: Yahya G Nasrullah/INA

Rejection, Proof that the Regime is Getting More Repressive: APMS

SOLO (Jurnalislam.com) – Dozens of Students who are members of the Youth and Student Alliance of Soloraya (APMS) held a rally at Roundabout Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sunday (16/7/2107). They rejected the issue of Perppu No. 2 year 2017 on Community Organization (CBOs).

One orator, Yusuf Santoso from the University of Sebelas Maret (UNS) said that the Perppu can be used by the government to forcibly dissolve mass organizations that are not in line with the government.

“The Perppu is in addition has fundamental grounds for publication, it is also very subjective and can only be published if there is a compelling interest, and there will be a lot of mass organizations that will be dissolved and this eliminates the presumption of innocence,” Yusuf said in his oration.

Yusuf assesses that the government’s policy of issuing the legislation proves that the regime is getting more and more refractive towards Muslims and tends to dictatorship

“Then why is he saying this country is democratic. This leads most to the refractive and dictatorial regimes, which are wrapped with democratic faces. A democratic that claims democracy, but its behavior does not reflect the democratic definition of a leader’s ruler, “he said.

Through the Perppu, Yusuf continued, the mass organizations were only given one chance to make further efforts if the court’s decision to grant the prosecutor’s request to revoke the status of the legal body of the organization.

“After just one week can be disbanded immediately, this is very oppressive when once very refrensive,” he said.

Yusuf also denied allegations that Islamic mass organizations are anti-Pancasila mass organizations, anti-NKRI and anti-diversity.

“The pinned allegations are very subjective, and (Perppu-ed) that, can be interpreted by certain parties that later could be rubber articles depending on who has these interests,” he concluded.

Translator: Taznim

Setelah Mosul Target Pasukan Irak Berikutnya adalah Tal Afar

IRAK (Jurnalislam.com) – Diskusi merebak di pemerintahan mengenai masa depan Irak setelah mengumumkan kemenangan atas IS di Mosul, sementara sumber mengatakan bahwa pertempuran berikutnya akan terjadi di Tal Afar dan sekitarnya, lansir Al Arabiya, Ahad (16/7/2017).

Karena struktur penduduk kota yang kompleks, PM Irak Haider Abadi akan memerintahkan pasukan gabungan untuk masuk ke kota. Di tengah kebocoran adanya keterlibatan 5.000 milisi Brigade Abbas, akan memimpin pasukan gabungan.

Partisipasi milisi, menurut sumber parlemen, adalah sebagai tanggapan atas keinginan otoritas keagamaan untuk menerapkan kekuatan moderat dalam pertempuran serta menyelesaikan perselisihan antara milisi Syiah Mobilisasi Populer dan Abadi atas serbuan Tal Afar oleh pihak milisi lain yang telah lama menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan pelanggaran terhadap warga sipil.

Sumber keamanan dan militer mengatakan bahwa pertempuran berikutnya, yang akan dimulai dalam dua pekan, akan dilakukan untuk Tal Afar dan wilayah Al-Halabiya dan Ayadiyah.

Di daerah selatan Kirkuk, Mosul dan utara Salahuddin, Pasukan Khusus Irak akan menekan IS dan membatasi gerakannya pada awal pertempuran untuk merebut Tal Afar.

AQAP Serang Pos Militer Yaman, 5 Tentara Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Lima tentara Yaman tewas dan tiga lainnya cedera pada hari Ahad (16/7/2017) ketika milisi bersenjata yang diduga berhubungan dengan Al-Qaeda menyerang sebuah pos pemeriksaan militer, kata seorang sumber tentara, World Bulletin melaporkan.

Serangan hari Ahad adalah yang terbaru dalam serangkaian penembakan yang diduga dilakukan mujahidin AQAP yang menargetkan pos pemeriksaan militer dan pos terdepan di Yaman.

AQAP, yang dinilai oleh Amerika Serikat sebagai cabang jaringan jihadis dunia yang paling berbahaya.

Amerika Serikat telah mengintensifkan serangan udara terhadap situs yang dicurigai AQAP di Yaman sejak Presiden Donald Trump mulai menjabat pada bulan Januari.

Pemerintah Yaman, yang bersekutu dengan koalisi militer Arab pimpinan Saudi, telah bertahun-tahun memerangi pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran untuk menguasai negara terpuruk tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa lebih dari 8.000 orang terbunuh akibat konflik Yaman yang berkepanjangan, kebanyakan dari mereka warga sipil, sejak koalisi pimpinan Saudi ikut campur dalam konflik tahun 2015.

Negara ini juga terkena wabah kolera yang mematikan dan berada di jurang kelaparan.

Sebuah Bus Jatuh ke Jurang, 16 Peziarah Hindu Tewas dan 30 Terluka

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Enam belas peziarah Hindu tewas dan 30 lainnya cedera saat bus mereka jatuh ke jurang di Jammu dan Kashmir, menurut polisi, lansir Anadolu Agency, Ahad (16/7/2017).

Bus meluncur dari jalan raya di daerah Banihal saat sedang dalam perjalanan untuk ziarah Amarnath.

Superintendent Polisi Ramban Mohan Lal mengkonfirmasi korban tewas dan luka, menambahkan bahwa 19 peziarah yang terluka parah diterbangkan ke Jammu untuk perawatan.

Penyebab kecelakaan itu masih belum jelas.

Perdana Menteri India Narendra Modi men-tweet bahwa dia “sangat menderita karena hilangnya nyawa peziarah Amarnath Yatris karena kecelakaan bus di Jammu dan Kashmir”.

Kecelakaan itu terjadi beberapa hari setelah delapan jenazah Amarnath tewas dalam serangan militan yang diduga terjadi di distrik Anantnag yang disengketakan di wilayah tersebut.

Lebih dari 200.000 peziarah Hindu dari seluruh India mengunjungi gua Amarnath di pegunungan selatan selama ziarah tahunan selama 40 hari.

Kashmir, sebuah wilayah Himalaya yang berpenduduk mayoritas Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Sepotong kecil Kashmir juga dikuasai oleh China.

Kedua negara telah bertempur dalam tiga perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – sejak dipecah pada tahun 1947, dua di antaranya memperebutkan Kashmir. Kelompok pejuang muslim Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan pemerintah India untuk kemerdekaan, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 orang dilaporkan terbunuh dalam konflik tersebut sejak 1989. India mempertahankan lebih dari setengah juta tentara di wilayah yang disengketakan tersebut.