Berita Terkini

Putra Mahkota Raja Arab Temui Pimpinan Syiah Irak, Muqtada al-Sadr

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Pemimpin Syiah Irak, Muqtada al-Sadr, melakukan kunjungan langka ke Arab Saudi, dimana dia bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan pejabat lainnya, Aljazeera melaporkan Senin (31/7/2017).

Kantor Sadr mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Ahad (30/7/2017), mengatakan bahwa dia telah diundang ke kerajaan tersebut.

Dia disambut oleh Thamer al-Sabhan, mantan duta besar Arab Saudi untuk Irak, saat dia tiba di kerajaan pada hari Ahad.

Sadr, yang terakhir mengunjungi Arab Saudi pada tahun 2006, menghadiri “diskusi tentang kepentingan bersama” selama kunjungannya ke kota pelabuhan Laut Merah Jeddah, kantor berita negara Saudi SPA melaporkan.

“Kami sangat senang dengan apa yang kami temukan sebagai terobosan positif dalam hubungan Saudi-Irak, dan kami berharap ini adalah awal dari berkurangnya perselisihan sektarian di wilayah Arab-Islam,” sebuah pernyataan dari kantor Sadr mengatakan.

Irak dan Arab Saudi bulan lalu sepakat untuk membentuk dewan koordinasi untuk meningkatkan hubungan strategis sebagai bagian dari upaya menyembuhkan hubungan yang bermasalah antara tetangga Arab.

Arab Saudi membuka kembali kedutaan besarnya di Baghdad pada tahun 2015 setelah istirahat 25 tahun.

Pada bulan Februari tahun ini, Adel al-Jubeir melakukan kunjungan yang jarang ke Baghdad, menandai kunjungan resmi pertama oleh seorang menteri luar negeri Saudi ke Irak sejak tahun 1990.

Irak berada di garis patahan antara Syiah Iran dan monarki-monarki Teluk Arab yang diperintah Muslim.

Arab Saudi prihatin dengan pengaruh Iran di Irak, yang mendukung pasukan ekstrim Syiah yang memerangi kelompok Islamic State (IS) di sana.

Sadr termasuk di antara mereka yang menyerukan agar pasukan Syiah Iran dibubarkan.

Serangan Udara Irak Bunuh 20 Pasukan IS di Perbatasan

BAGDAD (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 pasukan kelompok Islamic State (IS) tewas dalam serangan udara Irak di dekat perbatasan dengan Suriah pada hari Senin (31/7/2017), menurut Kementerian Pertahanan Irak.

Serangan tersebut dimulai oleh milisi ekstremis Syiah Hashd al-Shaabi pro-pemerintah Irak dan menargetkan wilayah Tel Safouk di dekat perbatasan dengan Suriah, kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

Kapten Angkatan Darat Jabbar Hassan, mengatakan, milisi Hashd al-Shaabi telah memperkuat pasukannya di sepanjang perbatasan Irak-Suriah.

“Mereka ditugaskan untuk mengamankan perbatasan Irak dengan Suriah,” katanya kepada Anadolu Agency.

Awal bulan ini, pasukan Irak mengalahkan pasukan IS dari Mosul, wilayah yang dikuasai kelompok tersebut saat menyerbu wilayah luas di Irak utara dan barat pada tahun 2014.

Kalah di Mosul, IS Targetkan Kedutaan Irak di Kabul dengan Serangan Bom

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Kelompok Islamic State (IS) mengklaim bertanggung jawab atas pemboman dan serangan senjata ke kedutaan Irak di ibukota Afghanistan, Kabul.

Seorang pembom meledakkan dirinya di luar gerbang kedutaan pada hari Senin (31/7/2017) sebelum tiga orang bersenjata masuk ke dalam gedung tersebut, memicu baku tembak empat jam yang berakhir setelah pasukan keamanan Afghanistan membunuh semua penyerang.

Laporan awal menyatakan bahwa pelaku bom bunuh diri berada di dalam sebuah mobil, namun kemudian menjadi jelas bahwa penyerang tersebut berjalan kaki.

IS mengklaim bahwa pasukannya membunuh tujuh penjaga, namun juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan Najib Danish mengatakan hanya satu petugas polisi yang terluka dalam serangan tersebut.

Danish mengatakan kepada kantor berita AP melalui telepon bahwa semua staf kedutaan selamat, namun bangunan tersebut mengalami kerusakan besar dengan jendela rusak dan beberapa ruangan terbakar parah.

“Kami mendengar dua ledakan di dekat kedutaan Irak dan sebagian bangunan tersebut telah rusak,” kata Mohsen Negaresh, seorang saksi mata kepada Al Jazeera.

Sedikitnya satu saksi mata lainnya, pemilik toko yang menggunakan nama Hafizullah – kebanyakan orang Afghanistan hanya menggunakan satu nama – mengatakan bahwa dia melihat mayat dua polisi di jalan sebelum pengangkut personel lapis baja dan polisi tiba untuk mengepung daerah tersebut.

Kedutaan Irak berada di bagian kota yang dikenal sebagai Shahr-e-Naw, yang terletak di luar Zona Hijau yang merupaka nlokasi banyak kedutaan besar asing dan misi diplomatik dan sangat diperkuat dengan barisan penjaga dan dinding semen raksasa anti ledakan.

Kedutaan Irak tersebut malah berada di daerah perumahan dikelilingi banyak rumah, sekolah, pertokoan dan restoran.

“Biasanya daerah ini sangat sibuk, namun ditutup hari ini karena tembakan terus berlanjut,” kata Jennifer Glasse dari Al Jazeera, melaporkan dari Kabul.

“Saya pikir warga Irak sangat terkejut, kedutaan mereka tidak berada di Zona Hijau, namun berada di jalan utama dengan orang yang lalu lalang dan lalu lintas yang sibuk.”

Dia mengatakan bahwa orang Afghanistan sangat kecewa dengan pemerintah, terutama di Kabul, menanyakan mengapa pemerintah tidak dapat melindungi mereka bahkan di ibukota.

“Keamanan di Kabul diperkuat dalam beberapa pekan terakhir setelah pemboman truk 31 Mei yang menewaskan 150 orang, namun IS masih berhasil masuk dengan rompi bunuh diri dan banyak amunisi sehingga mereka bisa menyerang selama beberapa Jam,” kata Glasse.

Serangan tersebut terjadi sepekan setelah sedikitnya 35 orang tewas dalam serangan bom yang dilakukan oleh Taliban kepada aparat pemerintah di Kabul dan menggarisbawahi keamanan genting di Afghanistan karena pemerintah AS mempertimbangkan perombakan kebijakannya di wilayah tersebut.

Maunya Apa Menggarami Indonesia?

Oleh AB Latif (Direktur Indopolitik Watch)
Indonesia langka garam. Ada garampun harga mahal. Ada apakah dengan kondisi negeri ini? Bukankah laut begitu luas dengan garis pantai yang panjang? Ujungnya bisa ditebak, berdasarkan ‘alasan khusus’ akhirnya karena dianggap produksi garam Indonesia tak mampu lagi memenuhi kebutuhan pasar, penguasa negeri ini telah memutuskan untuk impor garam dari luar negeri. Kran inpor garam sebanyak 75.000 ton pada Agustus mendatang. Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan menjelaskan bahwa impor sebesar 75.000 ton adalah tahap pertama dari yang ditetapkan pemerintah sebesar 226.000 ton (www.jawapos.com, 28 juli 2017).
Banyak pengamat dan masyarakat umum pun mempertanyakan kebijakan yang nyleneh ini. Banyak pertanyaan yang terlontar. Diantaranya apakah laut Indonesia yang sangat luas itu sudah tidak terasa asin lagi sehingga tak mampu memproduksi garam? Atau apakah rezim negeri ini yang sudah tidak mampu lagi mengendalikan produksi garam dalam negeri? Kalau rezim sudah tak mampu lagi mengendalikan produksi garam apalagi mengendalikan negeri ini?
Sungguh negeri ini amat luas lautnya. Artinya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kalau dikelola dengan baik saya yakin pasti bisa. Buktinya dari jaman orde lama, orde baru, orde reformasi atau dari jaman Bung Karno, Pak Harto, Habibi, Gus Dur, Megawati, Susilo Yudhoyono tidak pernah terjadi impor garam dan sejarah telah membuktikannya. Tapi mengapa hari ini bisa terjadi? ini menunjukkan adanyakesalahan dalam mengelola atau adanya kepentingan politis dibalik kebijakan rezim. Kebijakan impor garam menambah deret dari jauhnya swasembada memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia.
Kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok itu biasanya terjadi karena rekayasa oleh kartel impor dan mafia pangan. Tujuannya jelas yaitu untuk menciptakan alasan dilakukanya impor garam dan jenis pangan lainnya. Karena kartel impor dan mafia pangan tidak menghendaki tumbuhnya industri nasional yang kuat dan mandiri. Lalu fee dari setiap kebijakan impornya akan digunakan untuk bagi-bagi diantara oligarki kekuasaan, dan dipakai untuk biaya penggalangan dukungan politik untuk mempertahankan kekuasaan.
Sesungguhnya jika kita mau menganalisa, Fee dari impor setiap bahan pangan sangatlah banyak. Sebagai contoh kecil kita ambil dari fee impor garam saja. Kalau pemerintah sudah menetapkan akan impor garam sebanyak 226.000 ton sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan, berarti kita impor sebanyak 2.260.000 kwintal atau kalau kita jadikan kilogram berarti 226.000.000 kg. jika harga jual kita buat Rp.16.000/kg sebagaimana yang terjadi di Jember berarti pemerintah untung Rp. 14.000 dengan asumsi harga beli Rp. 2.000. dan kalau kita kalikan keuntungan dengan banyaknya impor Rp. 14.000 X 226.000.000 = 3.164.000.000.000. jadi rezim akan diuntungkan sebanyak tiga trilliun seratus enam puluh empat milyar rupiah (Rp.3.164.000.000.000). Sungguh ini adalah angka yang fantastis untuk biaya kampanye mempertahankan rezim. Ini baru dari garam belum yang lain. Fee dari utang luar negeri tak kalah fantastisnya. Itulah mengapa para pengambil kebijakan suka dengan impor dan hutang luarnegeri. Dengan kebijakan ini para oligarki kekuasaan akan berenang diatas duit.
Rakyat mana yang tidak marah. Sudah kebijakan tidak pro rakyat, malah bertambah masalah hidup. Sebaliknya, kepentingan individu atau partai lebih utama. Semua ini dikarenakan untuk memperoleh suatu jabatan dalam sistem demokrasi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Maka dari itu untuk mengembalikan modal pencalonan harus ada proyek-proyek yang direkayasa. Sehingga tak heran kalau dalam sistem ini rakyat akan menjadi korban kerakusan penguasa.
Kebijakan menggarami Indonesia kian membuka kotak pandora pelayanan pada rakyat. Hajat hidup rakyat Indonesia masih saja terus digantung dan diberikan alasan-alasan pemanis. Sungguh ini bentuk ketidakadilan dan pengabaian urusan rakyat. Rakyat akan mencatat dalam memorinya dan akan mengadu kepada Allah untuk dipilhkan penguasa yang amanah. Secara teknis mengelola garam memang mudah dan murah jika memiliki kemauan. Begitu pun secara ideologis pengelolaan garam demi kepentingan rakyat harus dikedepankan daripada kepentingan bisnis. Sudahilah memalak uang rakyat melalui ragam usaha yang menyiksa.
Jika demikian adanya, maka sistem yang salah di negeri ini akan segera ditinggalkan rakyat. Sungguh sistem yang yang baik hanya bersumber dari yang baik saja. Dan tidak ada dzat yang baik kecuali penguasa alam semesta, yaitu Allas swt. Karena Dialah dzat yang Maha Baik. Artinya sistem yang baik hanya yang bersumber dari Al Kholik yaitu Allah swt. Dan itu adalah islam. Jadi sistem terbaik dan adil tidak lain adalah sistem islam. Masihkah kita meragukan sistem dari Al kholik ini?

Ponpes Tahfidz se-Jatim, Jateng, DIY Tolak Perppu Ormas

KLATEN (Jurnalislam.com) – Rabithah Al-Ma’ahid Al Qur’aniyyah (Ikatan Ponsok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an) se Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta menggelar pertemuan di pondok Pesantren Ibnu Abbas, Klaten, Ahad (30/7/2017). Pertemuan itu digelar untuk menanggapi sejumlah isu yang menerpa umat Islam Indonesia seperti penerbitan Perppu No 2 Tahun 2017 dan isu lainnya.

“Hal itu semuanya menuntut umat Islam supaya tetap istiqomah dalam berjuang dan tetap menyempurnakan syarat-syarat kemenangan dan kemuliaan bagi kaum muslimin,” kata juru bicara Ustadz Abdul Rachim Ba’asyir dalam siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Senin (31/7/2017).

Oleh sebab itu, Rabithah Al Maa’hid Al Qur’aniyyah menyatakan beberapa poin kesepakatan yang menjadi pernyataan sikap bersama. Berikut selengkapnya:

  1. Menggalang persatuan dan kesatuan di antara anggota Rabithah dan umat Islam
  2. Meningkatkan pendidikan dan persembahan kebaikan untuk umat Islam sebagai bukti bahwa umat Islam adalah pemilik dan pencinta negeri ini
  3. Bertekad untuk menjadikan Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Saw. Sebagai dasar utama pendidikan generasi islam Indonesia, demi terwujudnya generasi terbaik sebagaimana generasi islam salafussalih
  4. Menyatakan dukungan terhadap penolakan segala bentuk diskriminasi, kriminalisasi ulama dan organisasi-organisasi Islam lebih lebih terbitnya Perppu Ormas tahun 2017 yang mengindikasikan adanya usaha mengerdilkan umat Islam yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penguasa.
  5. Bertekad berjuang bersama kaum muslimin yang tertindas di berbagai Negara wabilkhusus Palestina, Rohingya, Syria, dan Yaman dalam melawan kedzoliman.
  6. Menolak mempertentangkan Islam dan kaum muslimin dengan dasar dan konstitusi Negara, mengingat bahwa Negara ini berdiri di atas pondasi perjuangan ulama dan tokoh islam, dibangun di atas konstitusi tauhid, berkedaulatan rakyat berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa dan dijiwai oleh piagam Jakarta dengan menjalankan syariat islam bagi pemeluknya.

Siaran Pers

Setelah Setahun Absen, Kemarin Iran Kirim Rombongan Haji Pertama ke Arab Saudi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Republik Syiah Iran pada hari Ahad (30/7/2017) mengirim rombongan pertama peziarah ke Arab Saudi untuk ibadah haji, lansir Al Arabiya News Channel.

Para peziarah meninggalkan Iran dari Bandara Internasional Bandar Abbas. Menurut Organisasi Penerbangan Sipil Iran, penerbangan pertama berangkat pukul 8:00 pagi pada hari Ahad melalui Iran Air. Dua penerbangan lagi pada pukul 4:00 sore dan jam 7:00 malam juga akan berangkat pada hari Ahad.

Iran Larang Warganya Pergi Haji Tahun Ini

Qazi Askar, supervisor Misi Haji Iran, mengatakan bahwa tindakan yang diperlukan untuk mengirim rombongan pertama telah selesai.

Jumlah peziarah Iran tahun ini akan mencapai sekitar 86.500 dan mereka akan tiba di Arab Saudi dalam 600 rombongan.

Iran Larang Warganya Pergi Haji Setelah Pembicaraan dengan Saudi Gagal

Tanggapi Uji Coba Rudal Korut, Pembom B-1B AS Terbang Rendah di Semenanjung Korea

KORSEL (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat menerbangkan dua pesawat pembom supersonik di atas Semenanjung Korea pada hari Ahad (30/7/2017) dalam sebuah demonstrasi kekuatan untuk melawan Korea Utara menyusul uji coba rudal balistik antarbenua negara ini, lansir Associated Press.

Pembom B-1 dikawal oleh jet tempur Korsel saat mereka melakukan low-pass di sebuah pangkalan udara dekat ibukota Korea Selatan Seoul sebelum kembali ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam, Pasukan Udara Pasifik AS mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan bahwa misi tersebut merupakan balasan terhadap tes ICBM berturut-turut oleh Korea Utara bulan ini. Analis mengatakan data penerbangan dari tes ICBM kedua Korea Utara yang dilakukan pada hari Jumat malam menunjukkan bahwa bagian yang lebih luas dari daratan Amerika Serikat, termasuk Los Angeles dan Chicago, sekarang berada dalam jangkauan senjata Pyongyang.

“Korea Utara tetap merupakan ancaman paling mendesak bagi stabilitas regional,” Jenderal Terrence J. O’Shaughnessy, komandan Angkatan Udara Pasifik, mengatakan.

“Diplomasi tetap memimpin, namun kita memiliki tanggung jawab terhadap sekutu dan negara kita untuk menunjukkan komitmen kita yang tak tergoyahkan saat merencanakan skenario terburuk.”

Dia menambahkan: “Jika dipanggil, kita siap untuk menanggapi dengan cepat, mematikan, dengan kekuatan yang luar biasa pada satu waktu dan tempat yang kita pilih.”

Amerika Serikat sering mengirim pesawat tempur yang kuat pada saat meningkatnya permusuhan dengan Korea Utara. Pembom B-1 telah dikirim ke Korea Selatan untuk beberapa kali tahun ini dalam menanggapi uji coba rudal Korea Utara yang dilarang, dan juga setelah kematian seorang mahasiswa AS bulan lalu setelah dia dibebaskan oleh Korea Utara dalam keadaan koma.

ICBM Hwasong-14, yang pertama kali diuji Korea Utara pada tanggal 4 Juli, merupakan sorotan utama dari beberapa sistem senjata baru yang diluncurkan Pyongyang tahun ini. Mereka adalah rudal jarak menengah yang mampu menyerang Alaska dan Hawaii dan merupakan rudal midrange solid-fuel, yang menurut para analis dapat diluncurkan lebih cepat dan lebih secara diam-diam daripada rudal bahan bakar cair.

Sebarkan Informasi Palsu, Kementerian Transportasi Qatar Bantah Laporan Media Saudi

DOHA (Jurnalislam.com) – Qatar telah menolak laporan media Saudi bahwa negara-negara Arab mengizinkan pesawat Qatari menggunakan koridor udara dalam keadaan darurat, dengan mengatakan bahwa mereka menyebarkan “informasi palsu”.

Kementerian transportasi dan komunikasi Qatar dan otoritas penerbangannya pada hari Ahad (30/7/2017) menolak klaim bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain telah mengambil keputusan tersebut, kantor berita negara QNA melaporkan, lansir Aljazeera.

Kantor berita negara Saudi SPA pada hari Ahad mengutip sebuah pernyataan dari otoritas penerbangan Saudi (GACA) yang mengatakan bahwa mereka telah menyetujui koridor udara darurat, yang diidentifikasi berdasarkan pengawasan ICAO, dan akan dibuka mulai 1 Agustus.

“Sembilan koridor telah diidentifikasi termasuk satu di wilayah udara internasional di atas laut Mediterania yang akan dipantau oleh pihak berwenang Mesir,” kata SPA.

Qatar meminta negara-negara tersebut untuk tidak menyebarkan “informasi palsu” menjelang pertemuan ICAO di Montreal pada hari Senin.

ICAO tidak segera memberikan komentar.

Dewan pemerintahan 36 negara ICAO dapat bertindak untuk menyelesaikan perselisihan yang disampaikan oleh Qatar, namun intervensi semacam itu jarang terjadi dan memakan waktu karena badan PBB tersebut biasanya menegosiasikan perselisihan melalui konsensus.

Arab Saudi, Mesir, UEA, dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada awal Juni atas tuduhan bahwa Qatar mendukung kelompok “teroris” – sebuah tuntutan yang dibantah Qatar.

Serangan Terkoordinasi Al Shabaab Tewaskan 23 Pasukan Uni Afrika dan Somalia

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 23 tentara Uni Afrika dan seorang tentara Somalia tewas dalam sebuah penyergapan yang dilakukan oleh pejuang al-Shabab di selatan negara tersebut, menurut seorang pejabat senior regional, Aljazeera melaporkan Ahad (30/7/2017).

Pertempuran tersebut terjadi saat pejuang al-Shabaab menyerang misi Uni Afrika di Somalia (the African Union Mission in Somalia-AMISOM) pada hari Ahad di distrik Bulamareer di wilayah Lower Shabelle, sekitar 140km barat daya ibukota Mogadishu.

“Kami telah membawa 23 tentara AMISOM yang tewas dan seorang tentara Somalia yang tewas dari tempat kejadian saat al Shabaab menyerang AMISOM hari ini,” Ali Nur, wakil gubernur wilayah Lower Shabelle, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Al Shabab, yang telah memerangi pemerintah yang dibentuk dan didukung Barat di Somalia, mengklaim telah membunuh 39 tentara Uni Afrika.

Laporan faksi jihad al-Qaeda di Afrika tersebut dikeluarkan oleh juru bicara Al Shabab di sebuah stasiun radio afiliasi, tidak dapat segera diverifikasi.

Sebelumnya pada hari Ahad, Kolonel Hassan Mohamed mengkonfirmasi bahwa sebuah konvoi AMISOM diserang.

Penduduk setempat mengkonfirmasi kepada kantor berita AFP bahwa pertempuran tersebut terjadi di wilayah Lower Shebelle, sebuah wilayah yang diperebutkan di mana juru bicara al-Shabab mengatakan bahwa mereka telah melakukan penyergapan.

“Mujahidin berdiri di atas mayat 39 tentara, di antaranya komandan senior”, Abdiaziz Abu Muzab mengatakan kepada radio Andalus.

Uni Afrika memiliki 22.000 kekuatan di Somalia yang berdedikasi untuk memerangi faksi jihad al-Shabab dan mendukung pemerintah Mogadishu yang didukung secara internasional.

Warga mengatakan pasukan tersebut disergap di desa Golweyn saat mereka mengawal pasokan di sepanjang jalan yang menghubungkan Mogadishu dengan Lower Shebelle.

“Pertempuran pecah dan berlanjut lebih dari satu jam,” kata Ali Osman, seorang saksi pertempuran.

Al-Shabab yang telah berjuang melawan pemerintahan Mogadishu bentukan barat juga melakukan serangan pada pos militer Kenya dan Uganda.

Dari Balita Hingga Tua Jompo Ikut Aksi Solidaritas Masjid Al Aqsha di Istanbul

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Wanita dan pria dari segala umur, kelompok pelajar, dan keluarga berkumpul di Lapangan Yenikapi Istanbul pada hari Ahad (30/7/2017) untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap warga Palestina menyusul blokade Israel baru-baru ini terhadap Masjid Al-Aqsha di Yerusalem.

“Yerusalem adalah hati kami,” kata seorang wanita Turki berusia 32 tahun, bersama bayi perempuan berusia 3 tahun yang membawa bendera Palestina pada saat aksi.

Esra, yang tidak ingin mengungkapkan nama belakangnya, mengatakan bahwa dia membawa bayinya ke dalam unjuk rasa karena dia yakin “masalah Palestina harus dipelajari sejak kecil.”

Mengatakan negara-negara berpenduduk mayotitas Muslim tidak berbuat cukup banyak untuk mendukung perjuangan Palestina, dia menjelaskan satu-satunya solusi untuk masalah ini “adalah satu kesatuan umat Islam yang akan bertindak keras melawan penindasan”.

Nurhayat Kurt, 85 tahun, yang bergabung dalam aksi di kursi rodanya mengatakan bahwa pada akhirnya Israel harus menyerah.

Kurt menekankan bahwa Al-Aqsha penting bagi Islam. “Saya di sini bersama anak-anak dan cucu-cucu saya. Semakin banyak Muslim yang bersatu melawan Israel, semakin suara kita akan terdengar baik,” katanya.

“Semua orang harus melakukan apa yang mereka bisa untuk saudara dan saudari kita di Palestina”.

Shiraz Abdul, 57, berasal dari Karibia, juga berada di antara para pemrotes selama demonstrasi hari Ahad.

Setelah datang ke Istanbul sebagai turis, dia mengetahui ada demonstrasi melawan Israel dan memutuskan untuk bergabung setelah dia berpikir menghadiri acara semacam itu “penting karena kami harus memiliki kedamaian di dunia”.

Abdul megatakan Israel sebagai negara kapitalis, yang “ingin mencuri seluruh dunia”.

Dia juga mengkritik negara-negara Arab karena tidak mendukung isu Palestina dan mengklaim bahwa mereka lebih memilih untuk menjadi kaya “dengan mendukung Israel”.

Semua negara kaya mencoba untuk memiliki hubungan baik dengan Israel, dia mengklaim, menambahkan “karena Israel mengendalikan sistem moneter dunia”.

Cengiz Unlu, 58 tahun, setuju dengan dia, mengatakan, “Mereka (para pemimpin Negara Muslim) lebih takut pada para pemimpin Barat daripada takut pada Allah.”

“Namun,” tambahnya, “pertemuan ini akan mengarah pada kembalinya kebangkitan Islam.”

Menunjuk pentingnya Yerusalem bagi semua umat Islam, dan tidak hanya warga Palestina, dia menyimpulkan: “Allah beserta kita, dan kita akan menjadi pemenang ketika seluruh umat Islam dapat dengan bebas melakukan sholat sehari-hari di Al-Quds”, dengan menggunakan nama Arab untuk Kota Yerusalem.

Ratusan orang menghadiri The Great Jerusalem Rally yang diselenggarakan oleh sejumlah LSM Turki.

Puluhan perwakilan dari organisasi masyarakat sipil termasuk Yayasan Pemuda Anatolia (AGD), Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH), dan Yayasan Yedi Hilal, berkumpul di alun-alun dan bersumpah bahwa mereka tidak akan membiarkan Masjid Al-Aqsha jatuh ke tangan Israel.

Para pemrotes pada demonstrasi tersebut meneriakkan slogan anti-Israel dan pro-Palestina, dengan membawa bendera Turki dan Palestina untuk mendukung sesama Muslim.

Pertemuan hari Ahad adalah yang terakhir dari serangkaian unjuk rasa yang telah diadakan di Turki selama pekan terakhir menyusul blokade yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina yang akan memasuki Masjid Al-Aqsha baru-baru ini.

Kemarahan meluap di Tepi Barat sejak pertengahan Juli, ketika militer zionis memberlakukan pembatasan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsha setelah kematian dua paukan penjajah Israel dan tiga orang Arab Israel dalam sebuah serangan.

Muslim menolak masuk Masjid dan berdoa di jalan-jalan di sekitar kompleks masjid tersebut untuk memprotes pemasangan detektor logam.

Israel, setelah menghadapi kecaman internasional, melepaskan detektor pada hari Jumat.

Warga Palestina pada hari Sabtu turun ke jalan dan bergegas ke Al-Aqsha untuk merayakan pemindahan detektor. Sejumlah umat Islam dari seluruh dunia bergabung dalam perayaan di sekitar Masjid dan saling menyapa.

Yerusalem adalah tempat suci bagi anggota ketiga agama Ibrahim – Muslim, Yahudi dan Kristen – dan Masjid Al-Aqsha merupakan tanah wakaf kaum Muslim dan situs tersuci ketiga di dunia Islam.