Berita Terkini

Aji Bertaubat, Pelapor: Proses Hukum Harus Tetap Dilanjutkan Sebagai Pembelajaran

KLATEN (Jurnalislam.com) – Terdakwa kasus penistaan agama, Rozaq Ismail Sudarmadji alias Aji telah menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam atas status facebooknya yang menghina Islam. Permohonan maaf itu disampaikan dalam sebuah video berdurasi 51 detik yang diunggah di facebook miliknya pada 26 Mei lalu.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Mujahidin Klaten, Bony Azwar yang juga pelapor Aji mengatakan, sebagai seorang muslim pihaknya telah memaafkan Aji, akan tetapi masalah proses hukum harus tetap dilanjutkan sebagai pembelajaran.

Mengaku Menyesali Perbuatannya, Aji Minta Maaf dan Bertaubat

“Kita pinginnya kasus ini tetap lanjut sebagai pembelajaran. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang bermain-main yang menghina Islam dan umat Islam. Itu tujuan kita,” kata Bony kepada Jurnalislam.com, Sabtu (26/8/2017)

Selain meminta maaf, Aji juga menyatakan dirinya bertaubat kepada Allah SWT dan meminta bimbingan umat Islam untuk kembali ke jalan yang diridhoi Allah. Bony pun menyambut baik pertaubatannya dan akan membantu Aji untuk menjadi muslim yang baik.

“Itu yang kita harapkan, setelah kejadian kita harapkan dia betul-betul menjadi muslim yang baik, bertaubat dan kembali kepada Syariat Islam,” tutur Bony.

Insiden Bendera Terbalik, KH Cholil Ridwan: Jangan Sampai Nasionalisme Kalahkan Keislaman

“Alhamdulillah kemarin kita ketemu dengan Sulis Bajak Laut dan Rozaq di sel, ya kita manfaatkan itu untuk mendakwahi mereka,” sambungnya.

Pada 20 Mei 2017, Bony Azwar melaporkan Aji atas dugaan penistaan agama dan menyebarkan hasutan kebencian kepada umat Islam dalam status facebooknya. Sidang perdana Aji digelar di PN Klaten pada Kamis (24/8/2017).

200 Warga Sipil Muslim Rohingya Tewas dalam Serangan Militer Terbaru di Arakan Utara

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Warga sipil Rohingya sebagian besar mengalami serangan berat angkatan bersenjata Myanmar di kota-kota Maungdaw, Rathedaung dan Buthidaung setelah anggota kelompok pejuang Muslim Rohingya menyerang puluhan pasukan Polisi Penjaga Perbatasan (Border Guard Police-BGP) dan pangkalan militer Jumat pagi (25/8/2017), beberapa sumber mengatakan.

RohingyaBloger melaporkan sampai sekarang, sedikitnya 200 warga sipil diyakini tewas terbunuh oleh serangan brutal militer Myanmar dan BGP di tiga kota tersebut. Karena penembakan dan pembunuhan tanpa pandang bulu oleh angkatan bersenjata, banyak warga desa kehilangan tempat tinggalnya di wilayah tersebut.

Perusakan dan pembakaran rumah Rohingya oleh angkatan bersenjata Myanmar dibantu ekstremis Rakhine menjalar dan meluas. Di Kotapraja Rathedaung saja, 700 rumah Rohingya di desa Chein Khali dan 200 tempat penampungan di kamp pengungsi ‘Chein Hali’ telah sepenuhnya dibakar oleh pasukan gabungan militer, BGP dan ekstremis Rakhine sejak jam 7 Rabu pagi. Desa Zaydi Pyin yang telah benar-benar diblokade oleh ekstremis Rakhine yang didukung negara selama lebih dari tiga pekan sebagian dibakar namun semua penduduk desa terpaksa meninggalkan rumah mereka dengan menyerahkan properti mereka ke ekstrimis Rakhine.

Serangan Balasan Mujahidin ARSA Rohingya Tewaskan 12 Pasukan Myanmar

“Wilayah kita dalam kekacauan total sekarang. Mereka membakar rumah kita menggunakan peluncur api, menyita properti kita dan memaksa kita untuk meninggalkan rumah. Kita sepenuhnya telah menjadi pengungsi. Kita tidak tahu kemana kita harus pergi sekarang,” kata seorang warga desa dari Zaydi Pyin melalui sambungan telepon.

Ribuan pengungsi Rohingya di Rathedaung sekarang bersembunyi di hutan terdekat.

Desa Rohingya lainnya yang menderita serangan militer berat adalah:

1) Kwan Thi Pin, 2) Mi Htaik Chaung Wa, 3) Nat Chaung, 4) Taman Thar, 5) Zee Pin Chaung, 6) Lon Doong, 7) Zin Paing Nya, 8) Ye Myet Taung, 9) Kyi Kan Pyin, 10) Tharay Kun Baung, 11) Pa Nyaung Pin Gyi, 12) Padin, 13) Alay Than Kyaw, 14) Thawan Chaung, 15) Thinbaw Kwe, 16) Udaung, 17) Myint Hlut, 18) Taung Bazaar, 19 ) Phaung Daw Pyin dan banyak desa lainnya juga mendapat serangan.

Pada Hari Rabu lebih dari 50.000 warga sipil dilaporkan telah mengungsi di tiga kotapraja.

Kelompok perlawanan Rohingya, Mujahidin Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), mengklaim bahwa mereka harus melakukan tindakan defensif terhadap militer Myanmar dan pasukan keamanan karena kekejaman (oleh militer dan pasukan keamanan) terhadap warga muslim Rohingya sudah tidak dapat ditolerir, koresponden mengatakan.

Sumber: RohingyaBloger.com

Serangan Balasan Mujahidin ARSA Rohingya Tewaskan 12 Pasukan Myanmar

RAKHINE (Jurnalislam.com) – Mujahidin Arakan Rohing Salvation Army (ARSA) menyerang pos-pos penjagaan perbatasan di sepanjang perbatasan wilayah barat yang menghubungkan Myanmar dan Bangladesh. Sedikitnya 12 orang tewas termasuk lima polisi Myanmar.

Dalam serangan yang dilakukan terpisah pada hari Jum’at 25 Agustus 2017, ARSA menargetkan 24 kantor polisi dan pos terdepan di distrik Maungdaw di bagian utara negara bagian Rakhine.

Kantor Penasihat Negara Bagian Aung San Suu Kyi mengonfirmasi bahwa lima petugas polisi tewas dalam serangan tersebut, dan dua senjata dicuri oleh mujahidin Rohingya.

ARSA juga dilaporkan masuk dan menyerang dalam batalyon Light Infantry 552 sekitar pukul 03:00 dini hari.

Baca juga: Mantan Ketua PBB: Myanmar Harus Cabut Pembatasan Gerak Muslim Rohingya

Arakan Rohingya Salvation Army atau yang disingkat ARSA adalah sebuah kelompok mujahidin yang bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sejumlah aparat keamanan pada bulan Oktober 2016 lalu.

“Kami telah melakukan tindakan defensif terhadap pasukan perusak Burma di lebih dari 25 tempat yang berbeda di seluruh wilayah,” ujar ARSA dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan online di kalangan aktivis Rohingya.

Baca juga: 

ARSA mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan tanggapan atas penggerebekan, pembunuhan dan penjarahan oleh tentara Myanmar yang ditempatkan di wilayah Rakhine setelah kematian tujuh penduduk desa awal bulan Agustus ini.

“Ketika kekejaman mereka terhadap orang-orang yang tidak bersalah telah melampaui batas toleransi kita dan mereka akan melancarkan serangan terhadap kita, kita akhirnya harus melangkah untuk membela orang-orang yang tidak berdaya dan diri kita sendiri,” tegas ARSA.

Baca juga: Puluhan Pasukan Bentukan AS Terbunuh dan Terluka, 9 APC Hancur dalam Serangan di Helmand

Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah Komisi Penasehat yang dipimpin oleh mantan kepala PBB Kofi Annan mendesak pemerintah Myanmar untuk menghentikan pembatasan terhadap Muslim Rohingya di daerah tersebut.

Setelah penyelidikan sepanjang tahun mengenai situasi di Rakhine, komisi tersebut mendesak pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan, menjaga perdamaian, menumbuhkan rekonsiliasi dan menawarkan harapan kepada penduduk yang tertekan.

BAZNAS Award 2017 Inspirasi Wujudkan Kebangkitan Zakat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan penghargaan kepada sejumlah BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ) provinsi, kabupaten/kota serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pemerintah, BUMN dan swasta serta perusahaan yang konsisten menunaikan kewajiban dalam membayar Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Tak hanya itu, BAZNAS juga menganugerahi penghargaan kepada kepala daerah, sejumlah media dan penulis buku yang konsisten mendukung program-program Kebangkitan Zakat.

Selain pemberian penghargaan BAZNAS Award, BAZNAS juga memberikan hadiah kepada sejumlah pemenang aneka lomba, seperti Lomba Pidato Zakat, pembuatan Game Board Zakat, Jingle dan Mars serta Vlogging.

Pemberian penghargaan dilakukan pada malam puncak Penganugerahan BAZNAS Award 2017 yang digelar di Aula HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (25/8).

Turut hadir dalam malam penganugerahan BAZNAS Award, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, sejumlah duta besar negara asing, gubernur, walikota dan bupati.

Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo mengatakan BAZNAS Awards ini merupakan kegiatan yang kali pertama diselenggarakan dan merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT RI ke 72 bertajuk Zakat Untuk Indonesia.

“Saya berharap kegiatan berskala nasional ini memberi dampak positif untuk terus menginspirasi dan mendukung program kebangkitan zakat di Indonesia dan bahkan dunia,” ujarnya.

Menurut mantan Mendiknas ini, tujuan digelarnya Festival Zakat dan BAZNAS Award ini selain untuk mempererat tali silaturrahim antara lembaga pemerintah dan non pemerintah, juga untuk meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi BAZNAS sesusai visi dan misi BAZNAS.

“Selain itu juga untuk memupuk semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global,” ungkapnya.

Sementara menurut Ketua Panitia Festival Zakat dan BAZNAS Award 2017 Jaja Jaelani, dalam puncak acara malam penganugerahan BAZNAS Award 2017 akan diumumkan para pemenang perlombaan, baik pemenang BAZNAS Award maupun aneka perlombaan seperti pemenang Lomba Board Game Zakat, Lomba Pidato Zakat, Lomba Jingle dan Mars Zakat serta Lomba Vlogging.

Selain mendapat uang pembinaan, masing-masing pemenang akan menerima sebuah tropi dan piagam penghargaan.

“Pelaksanaan Festival Zakat dan BAZNAS Award ini berlangsung sukses dan saya merasa gembira dan bangga karena penganugerahan BAZNAS Awards ini merupakan salah satu program untuk terus mendukung mewujudkan kebangkitan zakat,” tutup Jaja Jaelani yang juga Sekretaris BAZNAS.

Dalam malam penganugerahan BAZNAS Award akan dimeriahkan pertunjukan para pergelaran seni budaya reliji nusantara, seperti marawis, angklung serta Mars dan Jingle Zakat.

Siaran Pers

Wahai Nabi, Kini Aku di Sampingmu

MADINAH — Di musim haji 2017 ini, cuaca di Madinah cukup terik. Siang hari mencapai 40 derajat Celcius, sementara malam hari hanya turun menjadi 38-39 derajat Celcius. Subuh di Indonesia yang biasanya menghadirkan hawa sejuk, kini di Madinah ia hadir bersama hembusan angin yang lumayan menyengat wajah.

Namun bagi jamaah umrah atau haji—yang memang sejak di Indonesia sudah dikondisikan untuk menerima segala beban fisik, kondisi itu tak menyurutkan langkah. Termasuk 123 orang jamaah haji undangan Kedubes Arab Saudi yang diberangkatkan melalui Yayasan Al-Manarah Al-Islamiyah, Jakarta.

Tiba di Madinah sebelum memulai rangkaian ibadah Haji tamattu’, jamaah melaksanakan shalat lima waktu di Masjid Nabawi. Jarak antara masjid dengan hotel tempat menginap sekitar 1,5 KM. Cukup jauh untuk pejalan kaki—apalagi bolak-balik. Namun, ini adalah Madinah Al-Munawarah.

Kota tempat Masjid Nabawi, yang pahala shalat dilipatgandakan seribu kali. Masjid, yang di dalamnya ada pintu surga bernama Raudhah, tempat semua doa-doa yang dipanjatkan akan dikabulkan. Kota tempat Nabi SAW dan para shahabatnya bersemayam dari dunia fana—setelah merampungkan seluruh tugas dengan gemilang.

Di musim haji seperti sekarang ini, Masjid Nabawi hampir tak pernah mengenal kata lengang. Kalau mau mendapatkan tempat di dalam inti masjid, setidaknya dua jam sebelum adzan berkumandang, Anda harus menempatkan diri. Kalaupun sudah mendapatkan shaf yang baik (apalagi shaf awal), “perjuangan” (baca: kesabaran) belum selesai diuji.

Meski samping kanan-kiri kita sudah ada jamaah lain, tapi begitu terlihat celah sedikit saja, ada saja jamaah lain yang mencoba “menyusup,” terutama tetamu Allah yang datang dari Afrika. Jangankan orang Indonesia yang terkenal sering pekewuh dan mengalah, orang Pakistan maupun orang Eropa saja hanya bisa protes dengan menunjukkan muka masam.

Mereka dengan pede menggelar sajadah di antara shaf yang sudah rapat, lalu takbiratul ihram. Kalau sudah begitu, apa yang bisa Anda perbuat? Apalagi bagi yang memiliki sikap tepo-seliro dan sifat mengalah yang tinggi. “Ada Nabi SAW bersemayam di sini. Tidak baik untuk bikin ribut-ribut. Pamali!”

Tetamu Allah dari benua Afrika memang cukup mendominasi. Dari yang dijumpai Penulis, jamaah asal Nigeria dan Ghana paling banyak dijumpai selain juga Mali dan Sudan. Berkulit gelap dan postur tubuh rata-rata di atas orang Indonesia, jangkauan langkah saat mereka berjalan juga lebih panjang. Melihat penampilan mereka, kita mungkin akan langsung teringat sosok Bilal bin Rabah.

Salah satu shahabat yang mulia, yang hanya tahu cara mempertahankan keislaman—di tengah siksaan kafir Quraisy—dengan sebatas ucapan “Ahad.. ahad.” Bilal, muadzin khusus Nabi Muhammad SAW. Suaranya mengundang orang-orang untuk hadir di masjid ini untuk melaksanakan shalat. Namun suara emas itu hilang, seiring kepergian Nabi SAW ke alam barzakh. “Adzanku hanya untuk Nabi SAW,” tuturnya saat itu. Semoga Allah merahmati Bilal.

Namun ada yang patut disayangkan dari mereka. Hasrat kuat mereka untuk meraih keutamaan amal, sering terasa mengganggu ibadah jamaah lain. Saat askar mengatur jumlah jamaah yang hendak masuk Raudhah, seringkali terdengar suara kegaduhan di antara mereka. Begitu dipersilakan masuk, tak jarang terdengar kaki-kaki bising berlari bak lomba marathon.

Pemandangan yang tak jauh berbeda juga dapat dilihat ketika pintu Babus Salam, pintu masuk untuk melintas di depan makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab RA. Bila saat tertinggal jamaah shalat wajib kita tetap diharuskan memasuki masjid dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, mereka malah setengah berlari. Padahal dekat pintu makam tertulis besar-besar ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman , janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.” (AlHujurat, 49:2)

Cerita “unik” di atas hanya bertujuan untuk membagi pengalaman semata. Berbicara soal Madinah dan Masjid Nabawi, terlalu sayang kalau semangat berburu amal kebaikan kemudian surut oleh “keunikan-keunikan” di atas. Apalagi kita yakin Allah Maha Mendengar dan Mengetahui setiap kehendak, maksud dan keinginan kita.

Lantunan doa yang lirih kita panjatkan dengan sepenuh hati, Allah Maha Kuasa untuk mengabulkannya meski kita berada di luar Raudhah. Salam dan shalawat yang kita lambaikan saat melintas di depan makam Nabi Muhammad SAW dan dua shahabatnya, tetap akan tercatat sebagai amal kebaikan, meski kita tidak berada di jalur terdekat dengan makam tersebut.

Bisikkan dengan nada penuh kerinduan, “Wahai Nabi, ini aku telah hadir. Aku berada di samping kuburmu!” Kenanglah segala sesuatu yang pernah Anda ketahui tentang dirinya, dan barisan shahabatnya yang setia menemani dalam suka maupun duka. Di sela-sela shalat, doa dan membaca Al-Quran, renungilah, bahwa dari tempat inilah cahaya Islam terpancar ke seluruh dunia.

Kalaulah hijrah ke Madinah tidak Allah wajibkan, tak mungkin kita sampai ke tempat ini. Kita mungkin masih menjadi mayat-mayat berjalan—makhluk yang jiwanya kosong dari cahaya keimanan, namun fisiknya masih hidup. Ya, di sini. Di masjid inilah seluruh kejayaaan Islam bermula.

Tony Syarqi | Islamic News Agency (INA)

Forum Me-DAN Nusra Salurkan Beras untuk Warga Kurang Mampu

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Bima kembali menyalurkan bantuan bagi warga Bima yang kurang mampu, Kamis (24/8/2017). Me-DAN memberikan bantuan paket bantuan beras 5kg kepada 44 warga kurang mampu di wilayah Kota Bima.

Ketua Forum Me-Dan Wilayah Nusra (Nusa Tenggara), Suherman A.Mk menyampaikan bahwa program bantuan beras ini diberikan kepada fakir miskin, lansia, janda-janda tua, anak yatim, serta masyarakat yang ekonominya kurang mampu.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian dari kami sebagai tim medis dan Aksi Kemanusiaan, karena melihat pada hari ini masih banyak saudara-saudara di sekitar kita yang sangat membutuhkan,” tutur Suherman kepada Jurnalislam.com

Di tengah kondisi ekonomi saat ini, kata Suherman, masyarakat semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Mereka perlu kita bantu,” katanya.

Suherman menjelaskan, program tersebu telah memasuki bulan kedua dan akan terus diadakan setiap bulannya. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat yang mampu untuk berpartisipasi.

“Minimal berupa bantuan beras sebanyak 1 kg per bulannya,” ujarnya.

Liga Arab Dorong Negara Arab Dukung Ekonomi Palestina

KAIRO (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul-Gheit menyeru negara-negara Arab untuk mendukung ekonomi Palestina. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan ke-100 tingkat menteri Dewan Sosial dan Ekonomi di Markas Liga Arab di Kairo, Kamis (24/8/2017).

Aboul Gheit menekankan perlunya mendorong peningkatan ekonomi Palestina yang menderita akibat pembatasan-pembatasan Israel.

Ia juga menyerukan pengaktifan serikat pabean Arab dan Greater Arab Free Trade Area serta persiapan untuk sidang ke-29 konferensi tingkat tinggi Arab. Konferensi itu akan diselenggarakan di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Pada Ahad (20/8/2017), Otoritas Moneter Palestina mengeluarkan laporan tentang pertumbuhan ekonomi 3,4 persen di Palestina pada 2017, turun dari 4,1 persen pada 2016.

Laporan tersebut menyatakan, penurunan itu sangat mungkin disebabkan oleh pembatasan Israel pada pergerakan orang dan barang ke dan dari wilayah Palestina.

Mengaku Menyesali Perbuatannya, Aji Minta Maaf dan Bertaubat

KLATEN (Jurnalislam.com) – Rozaq Ismail Sudarmadji alias Aji (29), pemuda Klaten yang menjadi terdakwa kasus penistaan agama pernah mengunggah video permohonan maaf kepada umat Islam dalam akun facebooknya pada 26 Mei lalu.

Dalam video 51 detik itu, Aji meminta maaf kepada umat Islam Indonesia atas ucapan yang tidak pantas yang ia tulis dalam status facebooknya pada tanggal 19 Mei 2017.

FPI Klaten Desak Aparat Bersikap Tegas terhadap Pelaku Perusakan Baliho Habib Rizieq

“Saya Rozaq Ismail Sudarmadji alias Aji menyatakan permohonan maaf saya yang sedalam-dalamnya kepada umat Islam seluruh Indonesia khususnya yang di Klaten, bahwa saya telah memposting kalimat yang tidak pantas diucapkan pada tanggal 19 Mei 2017 di akun facebook saya sendiri,” kata Aji dalam videonya.

Screenshot video permohonan maaf Aji

Aji mengaku sangat menyesali perbuatannya yang telah menghina agama Islam dan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Ia juga mengaku telah menyerahkan diri kepada Polres Klaten sejak 25 Mei untuk diproses lebih lanjut.

“Demi keutuhan Negara Republik Indonesia saya minta maaf sedalam-dalamnya, saya sangat menyesali perbuatan saya sendiri dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,” tutupnya.

Selain itu, dalam status facebook Aji pada tanggal 23 Mei 2017, Aji juga mengungkapkan keinginannya untuk bertaubat serta meminta bimbingan untuk kembali ke jalan yang benar.

“Ijinkan saya bertaubat dan mohon ampunan dari Allah SWT, mohon maaf dari umat Islam khususnya Habib Rizieq Shihab dan keluarga serta mohon bimbingan untuk kembali ke jalan yang diridhoi Allah SWT,” tulis Aji dalam statusnya.

Sidang Kedua, Ini 7 Poin Penting Nota Keberatan Ustaz Alfian Tanjung

Aji dilaporkan ke Polres Klaten oleh Boni Azwar pada 20 Mei 2017 atas dugaan pelanggaran UU pasal 28 ayat 2 jo pasal 45A tentang menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian.

Video permintaan maaf Aji

Moskow: Setiap Usaha yang Dilakukan AS Melawan Taliban akan Sia-sia

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Trump pada hari Senin (24/8/2017) mengumumkan bahwa AS tidak akan komit pada rencana untuk mengakhiri kehadiran militernya di Afghanistan.

Mengenai ucapan Donald Trump belum lama ini mengenai strategi AS yang baru di Afghanistan, Lavrov mengatakan dalam sebuah briefing media setelah pertemuan pembentukan “zona de-eskalasi” di Moskow, Kamis (24/8/2017), bahwa setiap usaha militer di Afghanistan akan “sia-sia”, lansir Aljazeera.

A.S. menginvasi Afghanistan setelah serangan 11 September 2001, menggulingkan Taliban karena memberi perlindungan kepada pendiri al Qaeda almarhum Syeikh Usamah bin Laden.

Namun beberapa tahun terakhir Taliban dan kelompok bersenjata lainnya tumbuh kuat memerangi pemerintah pusat yang dibentuk AS di Kabul yang bertempur untuk menegaskan kemenangannya di seluruh negeri yang secara nominal dikendalikan Taliban.

AS saat ini memiliki sekitar 8.400 tentara di Afghanistan.

Pasukan Irak Kembali Rebut 3 Wilayah di Distrik Tal Afar dari IS

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak pada hari Kamis (24/8/2017) merebut kembali tiga lingkungan di distrik Tal Afar, Irak utara, menurut sumber militer Irak.

Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah Irak, Abdul-Amir Rashid Yarallah, kepala Komando Operasi Gabungan Angkatan Darat, mengatakan pasukan Irak telah merebut kembali wilayah Al-Nour al-Oula barat dan daerah Al-Khadraa dan Al-Jazeera di timur, lansir Anadolu Agency .

“Lebih dari 300 pasukan IS tewas dalam pertempuran tersebut,” Komandan Komando Operasi Gabungan, Yahia Rasoul, mengumumkan dalam sebuah konferensi pers bersama di Baghdad yang diadakan dengan Kolonel Angkatan Darat AS Ryan Dillon, seorang juru bicara untuk sebuah koalisi pimpinan AS yang bertempur bersama pasukan Irak.

Menurut Rasoul, jumlah keseluruhan wilayah yang telah direkonstruksi dari IS sejak operasi dimulai lima hari lalu sekarang mencapai jumlah 31.

Dillon mengatakan bahwa pasukan IS yang bersembunyi di kota Tal Afar sekarang “dikepung sepenuhnya”, kemudian menyatakan bahwa kelompok IS tersebut “berada di ambang kekalahan besar lainnya”.

Pasukan Irak, yang didukung oleh koalisi pimpinan AS, meluncurkan operasi militer baru pada hari Ahad untuk merebut Tal Afar dari IS.

Tal Afar, sebuah distrik yang didominasi Turkmenistan, diserbu oleh kelompok IS pada pertengahan 2014, bersama dengan sejumlah wilayah luas di Irak utara dan barat.

Unit tentara Irak, polisi federal, pasukan kontra-IS dan Hashd al-Shaabi (pasukan tempur Syiah yang dimasukkan ke dalam tentara tahun lalu) semuanya ambil bagian dalam operasi besar tersebut.

Sebelum operasi, tentara Irak telah mengumpulkan sekitar 400.000 tentara untuk persiapan merebut kembali distrik tersebut.