Berita Terkini
Sumpah Pemuda, Mahasiswa Solo: ‘Tolak Rezim Represif Penangkap Aktivis Kritis’
SOLO (Jurnalislam.com) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam, Aliansi Mahasiswa Solo (AMS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polresta Surakarta, jalan Adi Sucipto No.2 Manahan, Solo, Sabtu (28/10/2017). Aksi dihari sumpah pemuda ini menolak tindak represif aparatur pemerintah terhadap kebebasan berpendapat.
“Pembungkaman yang terjadi hari ini, telah mencedirai demokrasi dan melanggar UUD 1945 pasal 28 E ayat 3. Bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat,” kata Kordinator aksi, Hasan Hanafi kepada Jurniscom disela-sela aksi.
Hanafi mengatakan, penangkapan sejumlah mahasiswa pada aksi evaluasi 3 tahun kepemimpinan Jokowi-JK, pada 20 Oktober lalu oleh Polda Metro Jaya menambah rentetan panjang tindakan represif aparatur pemerintah.
“Maka muncul pertanyaan besar, sebegitu haramkah kritik untuk pembangunan negeri ini,” lugas Hanafi lirih.
Oleh sebab itu, AMS sebagai wadah agen perubahan mahasiswa Solo mendesak dibebaskannya sejumlah pelaku kebebasan berpendapat itu. Jika tidak, kata dia, AMS akan melakukan aksi serupa di jantung Ibukota.
“Menolak hadirnya rezim represif serta perlakuan diskriminasi hukum oleh aparat, segera bebaskan dan cabut status tersangka para aktivis mahasiswa,” pungkasnya.
Spanduk Tolak Reklamasi di Copot, Warga Tanah Abang Berang
JAKARTA (Jurnalislam.com) – pencopotan spanduk penolakan proyek reklamasi di Masjid Attaqwa Tanah Abang menuai banyak kecaman dari para ormas dan tokoh masyarakat Tanah Abang. Spanduk bertuliskan, “Kami Warga Tenabang Mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Menolak Reklamasi” itu dicopot oleh petugas Satpol PP Kecamatan Tanah Abang pada hari Jumat (27/10/17) sekitar pukul 2 siang.
Petugas Satpol PP tersebut mengaku diperintah Camat Tanah Abang. Sejumlah ormas di Tanah Abang antara lain HAMAS, Brigade Jawara 411, KUAT, KIBLAT, SIKUMBANG, FPI, dll yang dikomandoi oleh Bang Haji Dani Anwar pun langsung menggeruduk kantor Camat Tanah Abang.
“Kami atas nama warga Tanah Abang mengecam aksi pencopotan spanduk ini, karena Tolak Reklamasi ini adalah salah satu program gubernur DKI terpilih, masa bawahan berani mencopot spanduk Tolak Reklamasi?” ujar Bang Haji Dani.
Namun ketika disambangi, Camat Tanah Abang berkilah dirinya yang memerintahkan Pol PP mencopot spanduk tersebut.
“Tidak mungkin Satpol PP berani mencopot kecuali ada perintah dari atasan!” kata perwakilan warga lainnya, Anton Umar.
Spanduk akhirnya dipasang kembali setelah pihak kecamatan meminta maaf.
PM Irak Serukan Hentikan Pertempuran dengan Kurdi
IRAK ((Jurnalislam.com) – Perdana menteri Irak telah memerintahkan penghentian sementara operasi militer di utara Irak yang bertujuan merebut kembali wilayah yang dipegang oleh pasukan keamanan Kurdi.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (27/10/2017), Haider al-Abadi memerintahkan pasukan pemerintah untuk menunda operasi mereka selama 24 jam untuk memungkinkan penggelaran pasukan lain berkoordinasi dengan pasukan Kurdi di daerah yang disengketakan dan di sepanjang perbatasan negara tersebut.
Penangguhan gerakan pasukan akan memungkinkan tim teknis dari kedua belah pihak bekerja sama untuk penempatan tersebut, kata al-Abadi, Aljazeera.
“Penangguhan ini ditujukan untuk mencegah bentrokan dan pertumpahan darah di antara orang-orang di negara yang sama.”
Keputusan Al-Abadi terjadi sehari setelah pasukan pemerintah dan pasukan Kurdi bentrok di dekat kota utara Mosul.
Pekan lalu, pasukan Irak merebut kembali kota Kirkuk yang kaya minyak, yang telah dikuasai oleh pasukan Kurdi sejak tentara Irak melarikan diri saat pasukan IS masuk pada tahun 2014.
Kekerasan meningkat setelah referendum separatis pada 25 September, di mana 92 persen warga Kurdi mendukung kemerdekaan dari Irak, memicu ketegangan di antara kedua belah pihak.
Sebelumnya pada hari Jumat, koalisi pimpinan AS yang memerangi kelompok Islamic State (IS), mengatakan bahwa pasukan Irak dan Kurdi harus fokus pada dialog dan mengurangi ketegangan internal untuk berperang melawan musuh yang lebih besar.
Pasukan Irak dan Milisi Syiah Kembali Kuasai Bagian Utara dan Timur Kota Kirkuk
“Kami mendorong dialog. Kami mencoba untuk menurunkan ketegangan dan memfokuskan kembali usaha kami untuk mengalahkan IS,” kata juru bicara koalisi Kolonel Ryan Dillon kepada Rudaw, sebuah kantor berita di wilayah Kurdi Irak, dalam sebuah wawancara video yang diposting pada hari Jumat.
“Apa yang kita dorong adalah dialog dan mencoba menempatkan orang yang tepat ke meja kerja.”
Dillon mengatakan dalam wawancara bahwa ada “gencatan senjata” antara pasukan Irak dan Kurdi, namun kemudian mencabut ucapan tersebut, mencatat di Twitter bahwa walaupun kedua belah pihak telah berbicara, itu adalah “‘gencatan senjata’ tidak resmi”.
Tujuan utamanya adalah untuk mencegah bangkitnya kembali kelompok Islamic State (IS), Dillon menambahkan: “Mereka berkembang dalam ketidakstabilan dan perselisihan antar kelompok, dan kita tidak dapat membiarkannya muncul kembali.
Jenderal Keamanan Hamas Selamat dari Serangan Bom di Gaza
PALESTINA (Jurnalislam.com) – Direktur Jenderal Keamanan Internal Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Jalur Gaza Mayor Jenderal Tawfiq Abu Naeem selamat dari percobaan pembunuhan pada hari Jumat (27/10/2017) Al Arabiya melaporkan.
Sebuah alat peledak yang diletakkan di mobilnya diledakkan dalam upaya untuk menghabiskan nyawanya, menurut sumber keamanan.
Kepala keamanan gerakan Hamas itu terluka parah akibat ledakan tersebut namun berhasil dibawa ke rumah sakit dan tampaknya berada dalam kesehatan yang baik.
Tanggapi Ancaman AS dan Israel, Hamas: Kami Tidak akan Tinggalkan Perlawanan Bersenjata

Misi AS Belum Tuntas, Jubir Koalisi: Pasukan Irak dan Kurdi Harus Kurangi Konflik Internal
IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak dan Kurdi harus fokus pada dialog dan mengurangi ketegangan internal untuk memerangi musuh yang lebih besar, menurut koalisi pimpinan AS yang memerangi IS.
“Kami mendorong dialog. Kami mencoba untuk menurunkan ketegangan dan memfokuskan kembali usaha kami untuk mengalahkan IS,” kata juru bicara koalisi Kolonel Ryan Dillon kepada Rudaw, sebuah kantor berita di wilayah Kurdi Irak, dalam sebuah wawancara video yang diposting pada hari Jumat (27/10/2017), lansir Aljaeera.
“Apa yang kita dorong adalah dialog dan mencoba menempatkan orang yang tepat ke meja kerja.”
Dillon mengatakan dalam wawancara bahwa ada “gencatan senjata” antara pasukan Irak dan Kurdi, namun kemudian mencabut ucapan tersebut, mencatat di Twitter bahwa walaupun kedua belah pihak telah berbicara, itu adalah “‘gencatan senjata’ tidak resmi”.
Pasukan Kurdi Lancarkan Serangan Balik ke Komando Operasi Bersama Irak di Kirkuk
Tujuan utamanya adalah untuk mencegah bangkitnya kembali kelompok Islamic State (IS), Dillon menambahkan: “Mereka berkembang dalam ketidakstabilan dan perselisihan antar kelompok, dan kita tidak dapat membiarkannya muncul kembali. Harus memotong kepala ular dan mencegahnya untuk kembali.”
Komentarnya muncul setelah ketegangan dan bentrokan yang meningkat antara pasukan Irak dan Kurdi di utara negara tersebut.
Pekan lalu, pasukan Irak merebut kembali kota Kirkuk yang kaya minyak, yang telah dikuasai oleh pasukan Kurdi sejak tentara Irak melarikan diri saat pasukan IS masuk pada tahun 2014.
Langkah tersebut dilakukan beberapa pekan setelah pemungutan suara separatis yang kontroversial, di mana 92 persen warga Kurdi mendukung kemerdekaan dari Irak, menyebabkan pertempuran antara kedua belah pihak.
Badan Pangan Dunia Lanjutkan Kirim Bantuan ke Rakhine setelah Dua Bulan Dilarang Myanmar
JENEWA (Jurnalislam.com) – Myanmar akan mengizinkan PBB untuk melanjutkan distribusi makanan di negara bagian Rakhine utara yang ditunda selama dua bulan setelah sebuah tindakan brutal militer, kata World Food Programme (WFP) pada hari Jumat (27/10/2017).
“WFP telah diberi lampu hijau untuk melanjutkan operasi bantuan pangan di bagian utara Negara Bagian Rakhine. Saat ini kami berkoordinasi dengan pemerintah [Myanmar] dengan rinciannya,” kata juru bicara WFP Bettina Luescher dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Jumat, lansir Anadolu Agency.
Kantor komisaris senior Myanmar Min Aung Hlaing pada hari Kamis mengatakan pasukan militer yang melakukan “operasi pembersihan” akan ditarik dari kota Buthidaung dan Maungtaw.
Deplu AS Tolak Pembantaian Muslim Rohingya sebagai Pembersihan Etnis, Ini Alasannya
Kantor ini juga mengklaim “bentrokan” dengan “pemberontak” telah menurun setelah 5 September namun tidak menjelaskan lebih lanjut tentang rencana penarikan pasukan militer tersebut.
Namun, tiga pakar hak asasi manusia PBB pada hari Jumat mengatakan misi pencari fakta pertama mereka di Bangladesh membuat mereka “sangat terganggu oleh pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, pembakaran dan serangan udara yang dilaporkan dilakukan Militer terhadap kaum muslim Rohingya di Myanmar”.
Dewan Hak Asasi Manusia PBB menunjuk misi tersebut pada Maret lalu untuk “menetapkan fakta dan keadaan atas dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia yang dilakukan oleh pasukan militer dan petugas pertahanan, dan kekejaman, di Myanmar, khususnya di Negara Bagian Rakhine”.
Kepala misi tersebut, Marzuki Darusman, mengatakan: “Kami telah mendengar banyak laporan dari orang-orang dari berbagai desa di seluruh negara bagian Rakhine utara.
“Mereka menunjukkan pola tindakan metodis yang konsisten yang mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia berat yang sistematis, dan mempengaruhi ratusan ribu orang.”
Sejak 25 Agustus, lebih dari 603.000 Rohingya telah menyeberang dari Rakhine Myanmar ke Bangladesh, menurut PBB.
Para pengungsi tersebut melarikan diri dari sebuah tindakan keras militer di mana pasukan budha Myanmar dan gerombolan Buddha membunuhi pria, wanita dan anak-anak, memperkoasa, menyikasa, memutilasi, menjarah rumah dan membakar desa warga Muslim Rohingya.
Rusia Luncurkan Uji Coba Nuklir Strategis Darat, Laut dan Udara
MOSKOW (Jurnalislam.com) – Presiden Vladimir Putin secara pribadi mengawasi peluncuran empat rudal balistik bertenaga nuklir sebagai bagian dari latihan untuk kekuatan nuklir strategis Rusia, Kremlin mengatakan pada hari Jumat (27/10/2017), kantor berita Interfax melaporkan, lansir Al Arabiya News Channel.
Uji coba yang diluncurkan pada hari Kamis, melibatkan rudal balistik darat, udara, dan laut, rudal berbasis kapal selam, kementerian pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah.
Kementerian tersebut mengatakan sebuah rudal balistik Topol antarbenua telah diluncurkan dari kosmodrom Plesetsk di Rusia utara, mencapai sasaran di kisaran pengujian militer Kura di Semenanjung Kamchatka ribuan kilometer jauhnya.
Parlemen Catalan Pilih Merdeka dari Spanyol
Barcelona (Jurnalislam.com) – Parlemen Catalan telah memilih untuk menyatakan kemerdekaan dari Spanyol, Aljazeera melaporkan, Jumat (28/10/2017).
Tujuh puluh anggota parlemen memilih, 10 menentang, sementara dua surat suara kosong.
Keputusan tersebut dibuat saat sebuah pemungutan suara rahasia di Barcelona pada Jumat siang.
Nama orang-orang yang memilih untuk kemerdekaan dirahasiakan, karena jaksa agung Spanyol berjanji untuk menuntut mereka yang memilih untuk kemerdekaan dengan tuduhan melakukan “pemberontakan”.
Setelah deklarasi tersebut, pemerintah Spanyol memilih mendukung penerapan Konstitusi Pasal 155, yang memungkinkan Madrid untuk secara langsung mengelola daerah yang memisahkan diri.
Dua partai sayap kanan, Citizens (Cs) dan Partai Rakyat (People’s Party-PP), bersama dengan Partai Sosialis Catalonia (Socialist Party of Catalonia-PSC), meninggalkan parlemen Catalan sebelum pemungutan suara sebagai aksi protes.
Alberto Rivera, presiden Cs, menyatakan di Twitter untuk menyerukan bahwa pemungutan suara tersebut “ilegal”. Miguel Iceta dari PSC mengatakan bahwa itu adalah “kesalahan spektakuler”.
Selama pleno khusus di parlemen Catalan pada hari Jumat, Carles Riera dari partai sayap kiri Popular Unity Candidacy, meminta agar keputusan tersebut disetujui.
“Kami mengambil langkah ini di atas kaki kami sendiri, dengan kepala terangkat tinggi, tidak berlutut seperti orang yang kalah, tapi sebagai orang bebas tanpa rasa takut,” katanya.
Spanyol Selangkah Lagi Tangguhkan Otonomi Catalan
Setelah deklarasi tersebut, Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy meminta agar tenang dalam sebuah tweet.
“Saya minta ketenangan dari semua rakyat Spanyol,” kata Rajoy. “Aturan hukum akan mengembalikan legalitas di Catalonia.”
Sebelumnya pada hari itu, Rajoy dari partai PP berbicara di Senat Spanyol, dimana mayoritas pemilih mutlak meminta untuk memberlakukan Pasal 155.
Rajoy mengatakan Presiden Catalan Carles Puigdemont “adalah orang yang memutuskan untuk terus melangkah maju dengan proses penerapan Pasal 155. Dia yang memutuskan dan hanya dia.”
Empat tujuan untuk memberlakukan artikel tersebut diberikan oleh Rajoy: Kembali ke legalitas, memulihkan kepercayaan, mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi sambil menciptakan lapangan kerja baru dan merayakan pemilihan dalam situasi normal.
Perdebatan tersebut termasuk apakah Spanyol berhak membela undang-undang dan konstitusi melawan tantangan, bukan melawan Catalonia.
“Hal yang mengancam Catalonia bukanlah Pasal 155, tapi [pemerintah Catalan],” kata Rajoy.
Mirella Cortes, senator dari partai Kiri Republik Korsel (ERC), mengatakan bahwa warga Catalan “tidak akan mundur sedikit pun. Hidup republik Catalan!”
Rakyat Catalan memilih referendum kemerdekaan yang disengketakan pada tanggal 1 Oktober yang dianggap ilegal oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol dan menghadapi kekerasan polisi, yang dikutuk oleh kelompok hak asasi manusia dan pemimpin Eropa.
Pemerintah Catalan mengatakan 90 persen memilih untuk merdeka, namun jumlah pemilih kurang dari 50 persen.
Puigdemont mengumumkan kemerdekaan pada 10 Oktober, namun menghentikan deklarasi tersebut setelah delapan detik untuk mendorong dialog dengan Madrid.
Tidak ada dialog yang telah terjadi sejauh ini.
Mahasiswa dan Alumni Universitas Brawijaya Bersatu Tolak Rezim Represif
MALANG (Jurnalislam.com) – Mahasiswa dan Alumni Universitas Brawijaya Malang lintas generasi mengecam tindakan represif aparat kepada sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi evaluasi tiga tahun pemerintahan rezim Jokowi.
Dalam pernyataan sikap yang diterima redaksi Jurnalislam.com, mahasiswa dan alumni menegaskan dukungannya kepada mahasiswa yang melakukan aksi dan meminta agar polisi mencabut status tersangka para mahasiswa yang melakukan aksi 20 Oktober 2017. Berikut pernyataan sikap mahasiswa dan alumni Universitas Brawijaya:
Baca juga: Presiden BEM UNS Tersangka, Alumni Tegaskan Tolak Rezim Represif Jokowi
- Menolak dan mengecam segala bentuk tindakan represif aparat kepolisian kepada mahasiswa yang melakukan aksi turun ke jalan.
- Mencabut status tersangka yang dikenakan pada Wildan Wahyu Nugroho (UNS), Panji Laksono (IPB), Ardi Sutrisbi (IPB) dan Ihsan Munawar (STEI SEBI) serta membebaskan keempat mahasiswa tersebut dari tahanan.
- Mendesak Presiden Joko Widodo untuk menjamin kebebasan warga negara dalam berkumpul, berserikat, dan mengungkapkan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28E UUD 1945.
- Mendukung penuh perjuangan BEM Seluruh Indonesia untuk terus lantang memperjuangkann kepentingan rakyat.
- Menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa dan rakyat untuk merapatkan barisan untuk menolak tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa dan rakyat.
Tertanda : Mahasiswa dan Alumni Universitas Brawijaya Lintas Generasi, dengan narahubung Nana Abdul Aziz (Presiden EM UB 2008-2009), Reza Adi Pratama.