Jum'at, 15 Rabi'ul Awwal 1448 / 28 Agustus 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Setelah Pembantaian di Gereja, Trump: Skrining Ketat yang Masuk AS Terutama Umat Islam!

08 Nov 2017 05:55:29
Setelah Pembantaian di Gereja, Trump: Skrining Ketat yang Masuk AS Terutama Umat Islam!

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – “Pemeriksaan Ekstrim” bukanlah jawaban untuk menghentikan penembakan massal di AS, Presiden Donald Trump yang dikenal Anti-Islam mengatakan pada hari Selasa (6/11/2017).

Presiden Amerika Serikat bersikeras melakukan skrining ketat terutama bagi umat Islam yang ingin memasuki AS setelah serangan berdarah berturut-turut yang terjadi di negaranya.

Tetapi bagi mereka yang ingin membeli senjata api, pihak berwenang tidak perlu menerapkan aturan lain selain yang sudah ada di bawah undang-undang saat ini, meskipun banyak terjadi penembakan massal yang terus menumpuk di AS. “Tidak akan membantu,” kata Trump pada sebuah konferensi pers di South Korea, lansir Anadolu Agency.

Trump, yang dengan cepat selalu memberi label serangan jika dilakukan oleh umat Islam sebagai “serangan teroris”, namun dalam kasus ini ia mengatakan bahwa AS “dapat membiarkan sedikit waktu berlalu” (lupakan) sebelum mengambil isu pengendalian senjata menyusul pembantaian massal terburuk di negara bagian Texas pada hari Ahad dengan senjata api.

Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

“Jika Anda melakukan apa yang Anda sarankan, tidak akan ada perbedaan tiga hari yang lalu,” kata Trump, menunjukkan bahwa peraturan pengendalian senjata yang lebih ketat mungkin malah mencegah seorang warga AS menggagalkan pelarian Devin Patrick Kelley setelah dia membunuh 26 jamaat di sebuah gereja di Sutherland Springs, tepat di luar San Antonio.

Devin Patrick Kelley, 26, seorang Kristen, pada hari Ahad mengenakan perlengkapan taktis hitam dan mengenakan rompi balistik membawa senapan serbu masuk ke gereja dan melepaskan tembakan membabi buta pada jamaat kebaktian Mingguan.

Seorang penduduk setempat yang tinggal di seberang jalan dari gereja tersebut menembak Kelley dengan sebuah senapan saat Kelley mencoba untuk pergi. Selama pengejaran singkat di mana dia dikejar oleh penduduk dan yang lainnya, pihak berwenang mengatakan Kelley menelpon ayahnya untuk mengatakan bahwa dia tertembak dan tidak yakin bahwa dia akan selamat.

58 Rakyatnya Tewas dalam Serangan di Konser Musik, Trump: Itu Kejahatan Murni Saja

Kelley ditemukan tewas tak lama setelah itu dari luka tembak yang ditimbulkan sendiri.

Angkatan Udara mengakui pada hari Senin bahwa pihak mereka melakukan kesalahan yang memungkinkan veteran militer itu untuk membeli senjata api. Kelley menerima pemecatan akibat kelalaian yang buruk dengan mengaku melakukan penganiayaan dalam rumah tangga. Seharusnya Angkatan Udara wajib mengungkapkan masalh ini kepada FBI.

Tapi Angkatan Udara tidak mengungkapkannya, dan membiarkan Kelley terhindar dari pembatasan yang mencegah orang-orang yang dihukum karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga untuk membeli senjata api.

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

Pemuda Muhammadiyah Minta Setnov Segera Ditahan

07 Nov 2017 10:01:28
Pemuda Muhammadiyah Minta Setnov Segera Ditahan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – KPK kembali menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP. Faisal, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Hukum mengatakan bahwa penetapan Setya Novanto (Setnov) untuk kedua kalinya yang dilakukan oleh KPK sudah tepat.

“Langkah yang paling tepat saat ini pasca Setnov ditetapkan menjadi tersangka adalah segera melakukan penahanan. Penahanan ini penting demi menjamin kelancaran proses penyidikan. Jangan sampai KPK lakukan blunder untuk kedua kalinya. Segera lakukan penahanan demi kepentingan penyidikan,” kata Faisal, Senin (6/11/2017).

Apalagi, kata Faisal, Setnov beberapa kali mangkir dipanggil KPK dengan dalih pemeriksaannya harus terlebih dahulu memerlukan izin Presiden berdasar pada pasal 245 UU MD3.

“Jelas ini manuver hukum yang tak cukup berdasar. Karena didalam UU MD3 tersebut izin tidak berlaku terhadap tindak pidana khusus. Begitu jelas jika korupsi termasuk dalam klasifikasi tindak pidana khusus. KPK harus segera menahan setnov demi kepentingan penyidikan. Status tersangka setnov ini adalah alasan yang cukup untuk lakukan penahanan,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : korupsi kpk setnov

Ditolak Kelompok Intoleran di Bangil, Ini Kata Ustaz Felix Siauw

07 Nov 2017 09:50:50
Ditolak Kelompok Intoleran di Bangil, Ini Kata Ustaz Felix Siauw

SURABAYA (Jurnalislam.com)- Sempat ditolak kelompok intoleran di Bangil Pasuruan, pengajuan ustaz Felix Siauw sukses digelar di di Masjid Al Ikhlas Jalan Tanjung Sadari Surabaya (4/11/2017).

Sehingga Ustadz Felix tidak dapat memberikan ceramah. “Penolakan dari banser seperti itu sudah biasa, kita usahakan janganlah sampai terjadi adu fisik”, kata ustaz Felix ditengah-tengah kajian.

Meskipun sempat terjadi penolakan oleh kelompok intoleran di Surabaya, namun kali ini, kajian bertema”Antara Wahyu dan Nafsu” tetap dapat berlangsung sukses tanpa ada gangguan keamanan saat kajian dari ormas manapun.

“Bahwa hijrah karena Allah akan mendapatkan manisnya ibadah karena Allah dan menjaminnya di Akhirat kelak, “pungkasnya.

Sangat terlihat jumlah umat Islam yang datang untuk mendengarkan langsung kajian dari ustadz felix sangatlah banyak. Hingga ruangan masjid Al Ikhlas dipenuhi oleh jamaah. Acara berlangsung setelah sholat maghrib hingga pukul 20.00.

Kontributor : Oesman

Kategori : Nasional

Tags : banser diusir felix siauw intoleran tolak

Forum Me-Dan Kembali Bagikan Sandal Gratis untuk Masjid dan Pesantren

07 Nov 2017 09:35:29
Forum Me-Dan Kembali Bagikan Sandal Gratis untuk Masjid dan Pesantren

Dompu (Jurnalislam.com) — Forum Medis dan Aksi kemanusiaan (Me-Dan) Kabupaten Dompu kembali membagikan 50 pasang sandal gratis untuk masjid-masjid, pondok pesantren As Salam dan Utsman bin Affan di Kabupaten Dompu, Jum’at (03/11/2017).

Salah seorang pengurus pesantren, ustaz Zainuddin, S.Pd.I, mengapresiasi aksi kemanusiaan yang digelar oleh Forum Me-Dan.

“Saya apresiasi karen Forum Me-Dan bagus ya karena berkiprah di beberapa medan. Saya melihat Me-Dan ini sampai datang memberi al Qur’an, sandal, itu sebenarnya dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Ustaz Zainuddin berharap, ada dua hal yang bisa dicapai Forum Me-Dan. Pertama, aksi-aksi seperti ini harus mengakar di masyarakat. Kedua, katanya, kiprahnya terus berkembang.

“Al jihadu ma’al ummah yang selama ini menjadi slogan konsep kita itu benar-benar kita dekat dengan umat. Bagaimana umat merasakan manfaat dengan keberadaan kita dan yang kedua bagaimana kiprah medan ini menjulang tinggi,” harapnya.

Reporter : Agus Ringgo.

 

Kategori : Komunitas

Tags : aksi kemanusiaan Dompu forum Me-DAN

Pejuang Marawi Angkat Amir Baru, Pertempuran Kembali Berlanjut di Filipina

07 Nov 2017 08:50:13
Pejuang Marawi Angkat Amir Baru, Pertempuran Kembali Berlanjut di Filipina

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Pertempuran sporadis terus berlanjut di kota Marawi meskipun militer Filipina mengumumkan kemenangan total, dua pekan lalu, atas kelompok-kelompok pro Islamic State (IS) di Asia Tenggara.

Militer masih bertempur melawan beberapa milisi yang bersembunyi di tengah reruntuhan sebuah kota yang dilanda serangan udara pemerintah selama berbulan-bulan. Pasukan telah membunuh sembilan militan di Marawi, kata Kolonel Romeo Brawner pada hari Senin (6/11/2017), menekankan mengapa penduduk ditekankan berada di luar zona pertempuran yang hancur itu, lansir Aljazeera.

Tentara mengumumkan untuk mengakhiri operasi tempur di Marawi selatan dua pekan lalu, setelah mereka yakin telah membunuh kelompok terakhir dari sebuah aliansi perlawanan yang menguasai bagian-bagian kota tepi danau tersebut selama lima bulan.

Lebih dari 1.100 orang, sebagian besar milisi, tewas dan 350.000 orang lainnya mengungsi akibat kerusuhan Marawi, sebuah krisis yang mengejutkan Filipina yang mayoritas Katolik dan menyebabkan kegelisahan tentang IS yang mempengaruhi mayoritas Muslim di pulau Mindanao.

Filipina: Ini Laporan Resmi Berakhirnya Operasi Militer di Marawi

Mengikuti krisis keamanan terbesar di negara itu dalam beberapa dasawarsa, militer Filipina menghasilkan upaya baru dalam sepekan sejak mereka membunuh Isnilon Hapilon, pemimpin kelompok Abu Sayyaf dan amir IS di Asia Tenggara.

Wakilnya yang diduga adalah Mahmud Ahmad, dan Amin Baco, juga orang Malaysia, juga diyakini terbunuh, begitu juga Omarkhayan Maute, anggota tertinggi dalam aliansi tersebut.

Tapi sejak saat itu, muncul kabar bahwa Baco selamat dari pertempuran.

“Kami masih mencari Amin Baco,” kata Sekretaris Pertahanan Delfin Lorenzana, menggambarkan warga Malaysia tersebut kemungkinan menjadi amir baru para kelompok bersenjata.

Pembebasan Islam Moro: Krisis Marawi Meluas ke Provinsi Lain Filipina

“Dia bisa berada di suatu tempat di pulau Jolo atau di dekat Maguindanao,” seorang kolonel tentara yang akrab dengan kelompok-kelompok Islam bersenjata di Mindanao mengatakan kepada Reuters.

Pihak berwenang Filipina sedang mencari Baco, yang bisa menjadi pemimpin baru kelompok pro-IS di Asia Tenggara, kata kepala keamanan.

Kepala polisi Ronaldo dela Rosa mengatakan bahwa dia menerima informasi serupa bahwa Baco, ahli pembuat bom, telah mengambil peran sebagai pemimpin IS di Marawi.

Informasi bahwa Baco sekarang memimpin milisi yang berasal dari Indonesia, ia ditangkap di Marawi pekan lalu, kata dela Rosa.

Pada awal tahun 2011, Baco memfasilitasi pergerakan dana, senjata dan pejuang ke Filipina dari Indonesia dan Malaysia, namun hubungannya dengan jaringan IS diketahui tidak kuat, kata seorang pejabat intelijen militer lainnya.

Dia mengatakan Baco berada dalam posisi untuk mengambil alih karena keakrabannya dengan pejuang dari berbagai kelompok di Mindanao.

Kategori : Internasional

Tags : filipina Marawi Maute

Terkait Syiah Hizbullah, Raja Saudi Temui Mantan Menteri Libanon

07 Nov 2017 08:33:46
Terkait Syiah Hizbullah, Raja Saudi Temui Mantan Menteri Libanon

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Raja Saudi Salman bin Abdulaziz pada hari Senin (6/11/2017) bertemu dengan Perdana Menteri Libanon yang mengundurkan diri, Saad Hariri, di ibukota Riyadh.

Pertemuan tersebut menangani perkembangan Lebanon terkait Syiah Hizbullah, kantor berita resmi SPA melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Menlu Arab Terkejut, Lihat Makar Hizbullah atas Saudi Dibiarkan Pemerintah Libanon

Hariri, untuk sementara, memajang fotonya bersama raja Saudi di Twitter dengan tulisan “Saya merasa terhormat hari ini dengan mengunjungi Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz, di kantornya.”

Pertemuan Senin itu dihadiri oleh sejumlah pejabat Saudi, termasuk Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud dan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubair.

Cegah Houthi jadi Syiah Hizbullah, Pangeran Arab: Perang di Yaman akan Terus Berlanjut

Pekan lalu, Hariri mengajukan pengunduran diri yang mengejutkan di tayangan televisi dari Arab Saudi.

Dalam pidatonya, Hariri mengkritik Iran dan sekutu Libanonnya Syiah Hizbullah, mengatkan Teheran menanam “hasutan” dan ikut campur dalam urusan Arab.

Pemimpin Syiah Hizbullah Hassan Nasrallah sebaliknya mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi Hariri untuk mengundurkan diri, bahkan menuduh Arab Saudi memaksa Perdana Menteri Lebanon itu untuk berhenti

Kategori : Internasional

Tags : arab saudi libanon syiah hizbullah

Yordania Tolak Rencana Israel Bentuk Pasukan Khusus di Masjid Al Aqsha

07 Nov 2017 08:11:30
Yordania Tolak Rencana Israel Bentuk Pasukan Khusus di Masjid Al Aqsha

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Otoritas Jordania yang bertanggung jawab atas Masjid Al-Aqsha di Yerusalem mengecam rencana penjajah Israel untuk membentuk sebuah unit polisi baru bagi tempat suci tersebut.

Pekan lalu, Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan mengatakan bahwa Israel akan membentuk sebuah kepolisian khusus beranggotakan 200 orang, yang akan dilengkapi dengan “teknologi maju” dan berbasis di sekitar kompleks Al-Aqsha.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (6/11/2017), Wakaf, sebuah yayasan Islam yang bertanggung jawab atas lokasi suci Al-Aqsha, menyebut pengumuman Erdan tersebut merupakan sebuah “deklarasi perang terhadap dua miliar umat Muslim”, Anadolu Agency melaporkan.

Penjajah Israel berdalih langkah-langkah baru akan diambil sebagai tanggapan atas baku tembak mematikan di lokasi tersebut pada bulan Juli, ketika dua serdadu zionis tewas dan tiga pejuang Palestina gugur.

Rayakan Tahun Baru Islam di Al Aqsha, Mufti Palestina: Anda Semua Penjaga Masjid

Penjajah Israel awalnya menanggapi dengan memasang detektor logam di pintu masuk namun sekarang mencabutnya, sambil tetap bersikeras melakukan langkah-langkah alternatif, setelah dua pekan demonstrasi warga Palestina di Yerusalem yang menolak untuk melewati detektor logam.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan situs tersuci ketiga di dunia. Sedangkan Yahudi ngaku-ngaku itu sebagai “Bukit Bait Suci,” mengklaim bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menjajah Yerusalem Timur – di mana Al-Aqsha berada – selama Perang Timur Tengah 1967. Zionis yahudi kemudian mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, dan secara sepihak mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi yang memproklamirkan diri sendiri.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha palestina yerusalem

Pentagon: Pembunuh Massal di Gereja Texas adalah Anggota Militer AS

07 Nov 2017 06:29:22
Pentagon: Pembunuh Massal di Gereja Texas adalah Anggota Militer AS

TEXAS (Jurnalislam.com) – Pentagon mengonfirmasikan Devin Patrick Kelley, 26, adalah anggota militer AS dan bertugas di Pangkalan Angkatan Udara di New Mexico dari tahun 2010 sampai 2014 ketika dia menerima sebuah pemecatan akibat tindakan buruk karena menyerang istri dan anaknya, menurut laporan, lansir Anadolu Agency Senin (6/11/2017).

Patrick Kelley, seorang Kristen, masuk ke gereja dan melepaskan tembakan pada kebaktian Mingguan.

Inilah Laporan Lengkap Pembantaian Massal di Gereja AS, 14 dari 26 Tewas adalah Anak-anak

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa penembakan tersebut adalah “masalah kesehatan mental di tingkat tertinggi,” sekarang dalam upaya untuk menunda pembahasan tentang pengendalian senjata karena anggota parlemen dituntut untuk memperketat undang-undang kurang dari 24 jam setelah penembakan massal terakhir di AS tersebut.

Dan mantan Presiden Barack Obama, yang tidak berhasil dalam usahanya untuk menerapkan undang-undang kontrol senjata yang masuk akal setelah sejumlah penembakan massal selama dua masa jabatannya, memberikan belasungkawa.

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

26 Tewas Dibantai di Gereja, FBI: Penembakan Massal Bukan Kasus Terorisme

07 Nov 2017 06:20:43
26 Tewas Dibantai di Gereja, FBI: Penembakan Massal Bukan Kasus Terorisme

TEXAS (Jurnalislam.com) – FBI mengatakan, penembakan massal pada acara kebaktian mingguan di negara bagian Texas tidak diselidiki sebagai terorisme dalam negeri, Anadolu Agency melaporkan, Senin (6/11/2017).

Devin Patrick Kelley, seorang Kristen, masuk ke gereja dan melepaskan tembakan pada kebaktian Mingguan.

Polisi belum secara resmi masih meraba motif penembakan, pejabat mengatakan 23 korban ditemukan tewas di dalam gereja, dua ditemukan di luar dan satu meninggal di sebuah rumah sakit. Dua puluh korban dirawat di rumah sakit setempat dengan kondisi kritis 10 orang.

Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa penembakan tersebut adalah “masalah kesehatan mental di tingkat tertinggi,” dalam upaya untuk menunda pembahasan tentang pengendalian senjata karena anggota parlemen dituntut untuk memperketat undang-undang kurang dari 24 jam setelah penembakan massal terakhir di AS tersebut.

Turki adalah salah satu negara pertama yang mengutuk serangan tersebut dan memberikan bela sungkawa.

Inilah Laporan Lengkap Pembantaian Massal di Gereja AS, 14 dari 26 Tewas adalah Anak-anak

“Kami sangat mengutuk serangan ini dan berharap rahmat Allah pada orang-orang yang kehilangan nyawa mereka dan menyampaikan belasungkawa kepada warga di AS,” kata sebuah pernyataan dari kementerian luar negerinya.

Dan mantan Presiden Barack Obama, yang tidak berhasil dalam usaha untuk menerapkan undang-undang kontrol senjata yang masuk akal setelah sejumlah penembakan massal selama dua masa jabatannya, juga memberikan belasungkawa.

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

07 Nov 2017 06:13:57
Pelaku Pembantaian Massal di Gereja AS Seorang Kristen, Trump: Itu Gangguan Mental

TEXAS (Jurnalislam.com) – Presiden Donald Trump mengatakan bahwa penembakan di gereja pada acara kebaktian minggu, Ahad (5/11/2017) adalah “masalah kesehatan mental di tingkat tertinggi,”sekarang dalam upaya untuk menunda pembahasan tentang pengendalian senjata karena anggota parlemen dituntut untuk memperketat undang-undang kurang dari 24 jam setelah penembakan massal terakhir di AS tersebut.

“Ini sangat, berdasarkan laporan pendahuluan, individu yang sangat gila. Banyak masalah dalam jangka waktu yang panjang,” kata Trump pada jumpa pers bersama di Jepang, Anadolu Agency melaporkan Senin (6/11/2017).

Inilah Laporan Lengkap Pembantaian Massal di Gereja AS, 14 dari 26 Tewas adalah Anak-anak

“Kami memiliki banyak masalah kesehatan mental di negara kita, seperti halnya negara lain. Tapi ini bukan masalah senjata.”

Pria bersenjata yang dicurigai sebagai Devin Patrick Kelley, 26, seorang Kristen, masuk ke gereja dan melepaskan tembakan pada kebaktian Mingguan.

58 Rakyatnya Tewas dalam Serangan di Konser Musik, Trump: Itu Kejahatan Murni Saja

Kategori : Internasional

Tags : gereja penembakan Texas

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

18 Agu 2026 16:31:58
Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

16 Agu 2026 23:26:08
Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

11 Agu 2026 15:17:18
Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

24 Jul 2026 17:13:53

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED