Kamis, 14 Rabi'ul Awwal 1448 / 27 Agustus 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Begini Seruan Al Qaeda Global Terkait Isu Yerusalem sebagai Ibukota Israel

09 Des 2017 15:06:00
Begini Seruan Al Qaeda Global Terkait Isu Yerusalem sebagai Ibukota Israel

JURNALISLAM.COM – Tak lama setelah Presiden Trump pada 6 Desember mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Al Qaeda dan cabang-cabang regionalnya merilis beberapa pernyataan yang menghujat tindakan tersebut dan menyerukan umat Islam untuk melakukan perlawanan, Long War Journal melaporkan, Jumat (8/12/2017).

Pemimpin global al Qaeda, yang merupakan bagian dari manajemen senior tandzim tersebut, membuat sebuah pernyataan online yang dimulai dengan sebuah kutipan dari Syeikh Usamah bin Laden. “Saya bersumpah demi Allah, Amerika dan mereka yang tinggal di Amerika tidak akan pernah bermimpi tentang perdamaian sampai kita mewujudkannya sebagai kenyataan di Palestina,” kata Syeikh Usamah.

“Ini adalah sumpah syuhada umat [bin Laden] yang membuka jalan bagi keadaan penting dalam sejarah Umat; sebuah tahap di mana menjadi jelas bahwa pemimpin pendusta internasional, yang memimpin perang melawan Islam dan Muslim, melanggar kesucian Islam dan kaum Muslim, merampok kekayaan Islam dan Muslim, dan mendukung Zionis dan tiran dari Arab dan Timur, tidak lain adalah Amerika,” al Qaeda menegaskan.

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Pemimpin Al Qaeda mengatakan bahwa pengakuan Yerusalem “sebagai ibukota entitas Zionis adalah agresi terang-terangan oleh Tentara Salib Trump terhadap kesucian umat Islam – sebuah kejutan besar bagi umat Islam, yang mungkin akan menyadarkan umat dari tidurnya.”

“Jika kita gagal bertindak – hari ini ataupun besok – agresi ini akan diikuti oleh resolusi, konferensi, kesepakatan lebih lanjut yang mengancam eksistensi kita sebagai umat Islam dan meruntuhkan sepenuhnya Dunia Muslim kita ke Aliansi Tentara-Zionis dan Rafidho [Syiah] dan sekutu murtad dari Arab,” pernyataan tersebut berlanjut.

Ini juga merupakan bagian konsisteni dari pesan al Qaeda, bahwa ada aliansi besar bukan hanya orang-orang Yahudi dan Tentara Salib, tapi juga termasuk orang-orang Syiah Iran dan penguasa Arab yang “murtad”.

“Umat harus menyadari fakta bahwa aliansi Zionis-Tentara Salib tidak akan pernah mengumpulkan keberanian untuk mencemooh kaum Muslim dengan kesombongan mereka pada hari ini, seandainya tidak dikondisikan terlebih dahulu dengan memastikan penyerahan sepenuhnya kepada rezim boneka mereka yaitu – khususnya pemerintah Keluarga Saud – yang bertanggung jawab untuk membuka jalan menuju kejahatan ini,” bunyi pernyataan tersebut.

Selain kepemimpinan global Al Qaeda, AQAP, Shabaab, dan AQIM mengeluarkan semua pernyataan yang meminta perlawanan sebagai tanggapan atas pengumuman AS terhadap Yerusalem,

Hay’at Tahrir al Sham (HTS), juga melakukan aksi protes di Idlib untuk meyerukan perlawanan umat kepada AS. Ulama terkait Al Qaeda lainnya – seperti Syeikh Abdullah al Muhaysini, Syeikh Abu Qatadah dan Syeikh Abu Mohammed al Maqdisi – semuanya telah menimbang.

Taliban juga mengatakan bahwa keputusan tersebut telah “mengekspos” wajah penjajah Amerika keseluru penjuru dunia dan menyatakan permusuhan terhadap Islam secara luas, “yang mendukung kebijakan pendudukan Israel dan penjajahan zionis di tanah kaum Muslimin.”

Kategori : Internasional

Tags : Al Qaeda AS palestina yerusalem

Aktifkan Sistem Pertahanan Udara Iron Dome, Jet Tempur Israel Kembali Serang Gaza

09 Des 2017 11:56:11
Aktifkan Sistem Pertahanan Udara Iron Dome, Jet Tempur Israel Kembali Serang Gaza

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Puluhan warga Palestina terluka pada hari Jumat (8/12/2017)) setelah pasukan zionis menyerang dua lokasi di Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

“Sedikitnya 15 warga Palestina terluka, termasuk seorang anak dalam kondisi kritis,” kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency.

Tentara penjajah Israel mengatakan bahwa “mereka menargetkan dua pos Hamas di jalur Gaza”.

“Pasukan udara Israel menyerang sebuah pos militer dan toko senjata di Jalur Gaza utara,” kata tentara tersebut.

Pasukan Israel Mulai Serang Gaza dengan Pesawat Tempur dan Tank

Sebelumnya pada hari Jumat, tentara Israel mengatakan bahwa sistem pertahanan “Iron Dome telah mencegat sebuah roket Palestina yang ditembakkan dari Gaza sementara roket lain mendarat di wilayah Sderot dan merusak beberapa kendaraan.”

Dalam sebuah pernyataan lain, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang warga Palestina lainnya menderita luka-luka dalam bentrokan di Jalur Gaza.

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Total dua warga Palestina martir dan lebih dari 281 warga Palestina terluka saat tentara Israel menggunakan kekuatan untuk membubarkan demonstrasi Jumat yang digelar di wilayah Palestina.

Setelah shalat Jumat, ribuan warga Palestina berkumpul di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur untuk memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump awal pekan ini yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kategori : Internasional

Tags : al quds Gaza hamas Iron Dome palestina yerusalem

Solidaritas Afrika untuk Palestina Gelas Aksi di Gereja Katedral, Aljazair: Al Quds Milik Kita

09 Des 2017 11:36:40
Solidaritas Afrika untuk Palestina Gelas Aksi di Gereja Katedral, Aljazair: Al Quds Milik Kita

AFRIKA SELATAN (Jurnalislam.com) – Penduduk dan LSM di Afrika juga berdemonstrasi menentang keputusan AS memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem pada Jumat (8/12/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Aktivis Organisasi Kampanye Solidaritas Palestina mengadakan demonstrasi di Katedral St. George di Cape Town, Afrika Selatan.

Juru bicara organisasi tersebut, Terry Crawford, mengatakan bahwa umat Islam dan Kristen berkumpul di katedral untuk memprotes sistem rasis dan diskriminatif Israel.

Mereka meneriakkan slogan-slogan yang menuntut Palestina bebas dari penjajahan.

Tidak Ketinggalan, Uni Afrika dan MJC juga Kutuk Keputusan Donald Trump

Salah satu pemrotes, Anwah Nagia, mengatakan bahwa gerakan AS yang terakhir di Yerusalem “hanya melayani politik internal” dan bahwa tidak ada negara yang menerima keputusan AS.

Demonstrasi serupa juga diselenggarakan di negara-negara Afrika Utara di Tunisia dan Aljazair, di mana warga membawa bendera Palestina dan meneriakkan slogan-slogan anti-Israel.

Tolak Keputusan Trump Negara-negara Eropa juga Gelar Aksi Protes Turun ke Jalan

Para pemrotes mendesak pemerintah AS untuk membalik keputusannya dan mematuhi keputusan dan undang-undang yang relevan. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Al-Quds [Yerusalem] adalah milik kita”.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang diduduki oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina masa depan.

Kategori : Internasional

Tags : Afrika al quds Aljazair palestina Tunisia yerusalem

MUI Sebut Penolakan Ustadz Abdul Somad di Denpasar Sebagai Bentuk Persekusi

09 Des 2017 11:04:35
MUI Sebut Penolakan Ustadz Abdul Somad di Denpasar Sebagai Bentuk Persekusi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi menyesalkan insiden penolakan Ustadz Abdul Somad mengisi kajian di Masjid An Nur Denpasar, Bali pada Jumat (8/12/2017). Menurutnya, insiden intoleransi itu bentuk persekusi yang melanggar undang-undang.

“Apa pun alasannya tindakan sekelompok orang tersebut tidak dibenarkan karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/12/2017).

Di Indonesia, kata dia, setiap warga negara mendapat jaminan untuk melaksanakan kewajiban agamanya selama tidak bertentangan dengan konstitusi dan perundang-undangan. Ia khawatir insiden tersebut memicu kesalahpahaman antar umat beragama yang berujung pada ketidakharmonisan dalam berbangsa dan bernegara.

Salah seorang peserta demo di Hotel Aston membawa benda mirip senjata tajam.

Untuk itu, ia mengimbau kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat untuk segera mengumpulkan para pemuka agama melalui forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak timbul kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat.

“MUI mengimbau kepada masyarakat luas utamanya umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang bernada SARA dan mengadu domba antarumat beragama,” ujarnya.

MUI mengajak kepada semua pemimpin umat beragama untuk bergandengan tangan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila agar Negara Indonesia selamat dari cobaan dan berbagai macam ancaman perpecahan.

Siaran Pers

Kategori : Nasional

Tags : penolakan ustadz abdul somad persekusi

Tolak Keputusan Trump Negara-negara Eropa juga Gelar Aksi Protes Turun ke Jalan

09 Des 2017 10:54:21
Tolak Keputusan Trump Negara-negara Eropa juga Gelar Aksi Protes Turun ke Jalan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Pengunjuk rasa di beberapa wilayah Eropa turun ke jalan pada hari Jumat (8/12/2017) untuk mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Setelah shalat Jumat, warga di kota Hague di Belanda berkumpul di luar kedutaan AS dan meneriakkan slogan anti-Israel dan pro-Palestina.

Anggota komunitas Islam Eropa Die Islamische Gemeinschaft Milli Gorus (ICMG) dan Federasi Islam Belanda mengadakan demonstrasi di luar gedung kedutaan.

Mereka membawa bendera dan spanduk Turki dan Palestina yang bertuliskan “Al-Quds [Yerusalem] adalah ibu kota Palestina.”

Ini Reaksi Dunia atas Keinginan Trump Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem

Pada hari Rabu, Trump mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel dan juga berencana untuk memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Keputusan kontroversial tersebut membuat marah umat Islam di seluruh dunia.

Para pemrotes di Den Haag mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bersama bahwa keputusan Trump “bertentangan dengan nilai-nilai politik, diplomatik dan moral”.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa tidak mengejutkan bahwa Trump, yang “dikenal karena wacana Islamofobia, xenophobia, rasis dan populis dan marjinalisasi” membuat keputusan semacam itu.

Solidaritas Afrika untuk Palestina Gelas Aksi di Gereja Katedral, Aljazair: Al Quds Milik Kita

Langkah AS dipandang sebagai upaya untuk melegitimasi penjajahan Israel atas tanah Palestina.

Di ibukota Belgia, Brussels, kepala Federasi Islam Belgia, Ekrem Seker, mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengecam keputusan AS.

Dia mengatakan bahwa mencapai perdamaian di wilayah tersebut tidak mungkin “dengan mengumumkan ibukota imajiner” tapi hanya mungkin “dengan mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia, kekejaman dan serangan terhadap warga sipil”.

Abaikan Kecaman Dunia, Trump Resmikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Mengacu pada kebijakan permukiman Israel yang sedang berlangsung, Seker mengatakan bahwa keputusan Trump “provokatif”.

Dia meminta semua orang “yang menghormati hukum internasional” untuk melakukan demonstrasi melawan “keputusan tidak sah” Trump.

“Yerusalem, yang merupakan tempat suci bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi, harus dijauhkan dari semua rencana politik.”

Kategori : Internasional

Tags : al quds AS Gaza palestina yerusalem

Kajian Ustadz Abdul Somad di Bali Membludak, Jamaah: ‘Suasananya Seperti 212’

09 Des 2017 10:28:57
Kajian Ustadz Abdul Somad di Bali Membludak, Jamaah: ‘Suasananya Seperti 212’

DENPASAR (Jurnalislam.com) – Kajian Ustaz Abdul Somad (UAS) di Masjid An Nur Denpasar sempat mendapat penolakan dari beberapa ormas lokal di Bali. Ceramah UAS dinilai memicu ketidakharmonisan kehidupan beragama di Bali. Massa ormas juga mendatangi Hotel Aston di Jalan Gatot Subroto tempat UAS menginap.

Meski akhirnya kajian tetap terlaksana dengan aman dan lancar setelah UAS mengklarifikasi semua tuduhan kepada dirinya.

“Kemudian ada juga pihak-pihak yang mengaku mendapatkan potongan video-video di media sosial yang menuduh saya anti kebhinkekaan. Saya kemudian klarifikasi didampingi kapolres, dandim dan pihak terkait kalau semua tidak seperti yang dituduhkan,” kata Ustadz Somad saat diwawancari sebuah televisi swasta, Jumat (8/12/2017).

Ustadz Abdul Somad di Masjid An Nur Denpasar. Foto: Budi Eko/Jurniscom

Salah satu jamaah, Abdulloh mencoba menjawab alasan penolakan UAS itu. Menurutnya, penolakan itu berawal dari provokasi seorang tokoh Bali di akun facebooknya.

“Dia menganggap kehadiran Ustadz Abdus Shomad dapat mengganggu kerukunan umat beragama di wilayah Bali,” kata Abdulloh.

Namun dengan adanya penolakan tersebut, antusiasme muslim Bali untuk menghadiri kajian UAS di Masjid An Nur semakin tinggi. Jamaah pengajian meluber hingga ke Jalan Raya Diponegoro.

“Alhamdulillah, acara aman terkendali hingga selesai termasuk dengan bantuan pengamanan tentara dari Kodam Udayana” jelasnya

Momen itu mengingatkan Abdulloh pada Aksi Bela Islam 411 dan 212. Usai kajian, jamaah memunguti sampah-sampah yang berserakan di sekitar lokasi.

“Momen ini mengingatkan dengan spirit Bela Islam 411 dan 212. Islam itu kaffah termasuk mengajarkan kebersihan,” pungkasnya.

Kesan lain juga diungkapkan Rizki Bongkeng. Pria asal Tasikmalaya ini mengaku terharu ketika ribuan jamaah bertakbir menyambut kedatangan UAS.

“Merinding wa, pas ustadz datang semua bertakbir dan bershalawat,” katanya.

Kategori : Nasional

Tags : masjid an nur denpasar penolakan ustadz abdul somad ustadz abdul somad di bali

PLO Tolak Berbicara dengan AS Kecuali Trump Tarik Kembali Keputusannya

09 Des 2017 10:28:40
PLO Tolak Berbicara dengan AS Kecuali Trump Tarik Kembali Keputusannya

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat tinggi Badan Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization-PLO) mengumumkan pada hari Jumat (8/12/2017) bahwa Palestina tidak akan terlibat dalam pembicaraan yang melibatkan Amerika Serikat sebelum Donald Trump membalikkan keputusannya atas pengakuannya Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Negosiator kepala Palestina Saeb Erekat memposting di media sosial bahwa setiap pertemuan dengan AS berarti pengakuan atas kepindahannya.

Ini Reaksi Dunia atas Keinginan Trump Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem

“Tidak ada pembicaraan dengan pihak Amerika tentang proses perdamaian tanpa adanya pembalikan resolusi dan setiap orang Palestina yang duduk dengan pihak Amerika mengenai proses perdamaian sama saja mengakui keputusan Trump,” Erekat memposting di media sosial, lansir Anadolu Agency.

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusan untuk mengakui Yerusalem dan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv meskipun mendapat tentangan internasional yang meluas

Perancis Tolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel, Bertentangan Hukum Internasional

Yerusalem tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang dijajah oleh Israel – dapat menjadi ibu kota negara Palestina masa depan.

Menjelang pemilihannya tahun lalu, Trump berulang kali berjanji untuk merelokasi Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.

Kategori : Internasional

Tags : al quds AS Gaza palestina plo yerusalem

Relokasi Dubes AS Berlangsung 2 Tahun, Uni Eropa: Trump Mundur ke Masa Kegelapan

09 Des 2017 10:07:06
Relokasi Dubes AS Berlangsung 2 Tahun, Uni Eropa: Trump Mundur ke Masa Kegelapan

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Berbicara kepada Al Jazeera pada hari Jumat (8/12/2017), Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan bahwa relokasi kedutaan AS mungkin tidak akan berlangsung sedikitnya dua tahun.

“Ini bukan sesuatu yang akan terjadi tahun ini atau mungkin tidak tahun depan, tapi presiden memang ingin kita bergerak dengan cara yang sangat konkret dan sangat tabah,” kata Tillerson setelah melakukan pembicaraan di Paris dengan mitranya dari Prancis Jean-Yves Le Drian.

Pengamat: Waspadai Target Politik Trump Di Balik Pencaplokan Al Quds

“Pengumuman Trump” berpotensi untuk mengirim kita mundur ke masa yang lebih gelap daripada yang telah kita jalani,” kata Federica Mogherini, perwakilan tinggi Uni Eropa untuk urusan luar negeri.

Saeb Erekat, kepala juru runding Palestina, mengatakan pada Aljazeera, bahwa warga Palestina tidak akan berbicara dengan AS sampai Trump menarik keputusannya.

Erekat mengatakan bahwa pimpinan Palestina mempertimbangkan semua opsi sebagai tanggapan atas pengumuman Trump.

Dalam sebuah pidato di Kota Gaza pada hari Kamis, pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan bahwa keputusan AS adalah sebuah “deklarasi perang melawan warga Palestina”, dan meminta sebuah Intifadah baru, atau perlawanan rakyat.

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Haniya mengatakan pengakuan Presiden AS Donald Trump “membunuh” proses perdamaian Israel-Palestina.

“Keputusan ini membunuh proses perdamaian, membunuh Oslo, dan membunuh proses penyelesaian,” katanya.

“Keputusan AS adalah sebuah agresi, sebuah deklarasi perang terhadap kita, di tempat-tempat terbaik bagi kaum Muslimin di jantung Palestina, Yerusalem. Kita harus berjuang untuk meluncurkan sebuah Intifadah di hadapan musuh Zionis,” kata Haniya.

Kategori : Internasional

Tags : al quds AS Gaza palestina yerusalem

Kementrian Pendidikan Palestina Serukan Universitas, Sekolah dan Institusi Pendidikan Lakukan Perlawanan

09 Des 2017 09:52:35
Kementrian Pendidikan Palestina Serukan Universitas, Sekolah dan Institusi Pendidikan Lakukan Perlawanan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Universitas, sekolah, dan institusi pendidikan Palestina juga telah mengumumkan aksi perlawanan setelah ada instruksi dari Kementerian Pendidikan Palestina, Jumat (8/12/2017), Aljazeera.

Trump, yang mengabaikan peringatan dari masyarakat internasional, mengumumkan pada hari Rabu bahwa AS secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memulai proses perpindahan kedutaannya ke kota tersebut, yang melanggar kebijakan AS selama puluhan tahun.

Aksi Hari Kemarahan Rakyat Palestina, Bulan Sabit Merah: 767 Terluka dan 1 Orang Gugur

Keputusan tersebut telah dikecam oleh para pemimpin dunia yang telah menggambarkannya sebagai “eskalasi berbahaya” dan paku terakhir di peti mati perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka, sementara Israel mengatakan bahwa kota tersebut, yang berada di bawah pendudukan Israel, tidak dapat dibagi.

Kategori : Internasional

Tags : al quds Gaza palestina yerusalem

Aksi Hari Kemarahan Rakyat Palestina, Bulan Sabit Merah: 767 Terluka dan 1 Orang Gugur

09 Des 2017 09:45:56
Aksi Hari Kemarahan Rakyat Palestina, Bulan Sabit Merah: 767 Terluka dan 1 Orang Gugur

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Sedikitnya seorang warga Palestina terbunuh dan ratusan lainnya terluka saat aksi protes Day of Rage (Hari Kemarahan), Jumat (8/12/2017) berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza menentang keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Seorang pria Palestina berusia 30 tahun tewas akibat tembakan Israel saat melakukan demonstrasi di Gaza pada hari Jumat, kantor berita Palestina WAFA melaporkan, mengutip kementerian kesehatan Palestina, lansir Aljazeera.

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Menurut WAFA, kementerian kesehatan mencabut pernyataan sebelumnya bahwa seorang pria lainnya juga terbunuh.

Bulan Sabit Merah (The Red Crescent) juga mengatakan pada hari Jumat bahwa sejauh ini, mereka telah menemukan sedikitnya 767 korban luka di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Di dalam dan di sekitar Kota Tua Yerusalem, aksi dimulai setelah sholat Jumat.

Berbicara di depan Gerbang Damaskus di Yerusalem Timur yang diduduki, Harry Fawcett dari Al Jazeera mengatakan bahwa aksi tersebut sebagian besar bersifat damai.

“Situasi di Yerusalem Timur yang diduduki Israel relatif tenang dalam dua hari terakhir sejak pengumuman Trump ini,” katanya.

Putaran Konfrontasi Total di Tepi Barat Akan Berlangsung Hari Ini, Jumat

“Emosi sangat tinggi di sini, dan tidak butuh banyak hal untuk melepaskannya,” tambahnya.

“Protes sebagian besar berlangsung berisik dan keras dan kadang-kadang bendera dan spanduk Palestina dibentangkan kembali membuat pasukan keamanan Israel bergerak masuk dan memisahkan beberapa dari mereka yang ingin mereka targetkan.”

Pasukan zionis Yahudi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah para aksi protes di kota-kota Tepi Barat Hebron dan Bethlehem yang diduduki, dengan sedikitnya satu kasus amunisi hidup dilaporkan, kata layanan medis Palestina.

Jumat adalah hari ketiga unjuk rasa di wilayah yang dijajah Israel.

Kategori : Internasional

Tags : al quds palestina yerusalem

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

18 Agu 2026 16:31:58
Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

16 Agu 2026 23:26:08
Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

11 Agu 2026 15:17:18
Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

24 Jul 2026 17:13:53

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED