Berita Terkini

Tren Perdagangan Digital di 2019 Diprediksi Semakin Cerah

JAKARTA (Jurnalislamcom)– Pertumbuhan industri perdagangan digital di Indonesia dianggap semakin menjanjikan di 2019.

Berdasarkan prediksi McKinsey, pertumbuhan situs belanja daring di Indonesia meningkat delapan kali lipat, dari total pembelanjaan online 8 miliar dolar AS di 2017 menjadi 55 miliar dolar AS hingga 65 miliar dolar AS di 2020.

McKinsey juga memprediksi penetrasi belanja daring masyarakat Indonesia juga akan meningkat menjadi 83 persen dari total pengguna internet, atau meningkat sekitar 9 persen dibanding penetrasi belanja daring di 2017.

ShopBack, platform gaya hidup yang mengkurasi situs belanja daring serta mendorong masyarakat untuk dapat belanja daring dengan cara hemat dan cermat, melihat industri situs daring di Indonesia pada 2019 akan semakin terarah dan semakin berkembang.

Indra Yonathan, Country Head of ShopBack Indonesia mengatakan, tahun 2019 industri perdagangan digital di Indonesia akan lebih berwarna dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini pelaku e-commercesemakin gencar menghadirkan inovasi untuk menggaet konsumen baru dan mempertahankan konsumen lama,” kata dia melalui siaran pers.

Perang promo potongan harga serta promo lainnya akan tetap mewarnai situs belanja daring di 2019.

Selain itu, gamifikasi pada aplikasi pun digadang-gadang akan semakin banyak bermunculan untuk meningkatkan daily active users (DAU) platform tersebut.

Yonathan menambahkan, peraturan pajak situs belanja daring yang dikeluarkan kementerian keuangan melalui PMK-210 yang efektif pada 1 April mendatang, memang masih mendatangkan pro-kontra bagi para pelaku.

“Namun, jika peraturan ini disosialisasikan dengan baik dan diterapkan secara adil, tentunya ini akan memperjelas laju industri e-commerce di Indonesia,” ujarnya.

sumber : republika.co.id

LPPOM MUI : Pasar Produk Halal Industri Kecil dan Menengah Perlu Dipikirkan

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) berpandangan, perlu dibuat supermarket khusus untuk industri kecil dan menengah (IKM).

Sehingga IKM yang telah memiliki sertifikasi halal bisa meningkatkan penjualan dan keuntungan.

Wakil Direktur LPPOM MUI Pusat, Osmena Gunawan mengatakan, produk IKM sudah banyak yang mendapat sertifikat halal dari LPPOM MUI.

Tapi tidak jelas di mana produk IKM yang halal tersebut dijual. Sebab tidak ada pasarnya yang jelas untuk produk-produk tersebut.

“Harusnya Dinas Perdagangan, Kementerian Perdagangan juga harus memikirkan ini, coba sediakan salah satu supermarket untuk IKM, produk-produk IKM itu banyak sekali,” kata Osmena lansir Republika.co.id,  Ahad (3/2).

Ia mencontohkan, tidak ada oleh-oleh makanan khas DKI Jakarta. Bahkan tidak jelas lokasinya di mana tempat penjualan oleh-oleh makanan khas Jakarta.

Padahal potensinya bagus jika disediakan tempat atau gedung yang menyediakan berbagai macam produk pangan olahan IKM di DKI Jakarta.

Bayangkan jika setiap provinsi memiliki tempat khusus yang menjual produk pangan olahan khas daerahnya.

Maka secara otomatis para pengusaha IKM akan berkembang. Kalau ada supermarket khusus untuk produk IKM, produk-produk yang akan masuk supermarket khusus tersebut dipilih dan diseleksi.

“Kemudian dibantu membuat kemasan produk yang menarik, sehingga orang senang membelinya, orang senang bisa dibuat oleh-oleh ke berbagai tempat, ini yang belum ada sampai hari ini,” ujarnya.

Osmena menjelaskan, selama ini para pengusaha IKM menitipkan produknya ke supermarket.

Kalau tidak laku dikembalikan, bahkan pembayarannya ditunda. Kalau demikian sama saja tidak membantu IKM berkembang.

Ia menyampaikan, selama ini LPPOM MUI membantu membuat sertifikasi halal.

Setelah IKM mendapat sertifikat halal, kalau ada supermarket khusus buat IKM kemungkinan akan ada peningkatan pendapatan, produksi dan sumber daya manusia.

sumber: republika.co.id

 

Pemprov DKI Gratiskan Biaya Pengobatan Pasien DBD

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menggratiskan biaya pengobatan untuk pasien yang terjangkit virus Demam Berdarah Dengue atau DBD di seluruh RSUD yang berada di Jakarta.

Seluruh biaya obat ataupun perawatan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Seluruh pembiayaan di-cover oleh pemerintah. Jangan khawatir, untuk kasus demam berdarah sejak dulu kita selalu cover. Sekarangpun sama, jadi perawatan dan lain-lain akan dapat secara gratis,” kata Anies, usai berkunjung ke RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu 3 Februari 2019.

Meski kasus DBD di Jakarta sudah mencapai 876 kejadian, Anies mengatakan, status waspada DBD belum ditetapkan. Tetapi, pemerintah akan terus berupaya mengurangi jumlah kejadian DBD di Ibu kota melalui berbagai cara.

Selain itu, ia menegaskan bahwa, meski pemerintah menggratiskan biaya pengobatan DBD, namun fasilitas yang diberikan seluruh RSUD adalah fasilitas yang bagus. Hal ini berlaku di seluruh RSUD di DKI Jakarta.

“Semua di RSUD kita, perawatannya gratis untuk kasus demam berdarah dan fasilitasnya bagus. Datang ke RSUD manapun fasilitasnya baik. Jadi, datang saja di salah satu RSUD kita” tegasnya.

Hingga saat ini, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini melanjutkan, kasus DBD secara umum banyak terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Ia pun mengimbau, bagi masyarakat yang merasakan gejalanya segera memeriksakan ke Puskesmas terdekat.

“Karena, barusan tadi saya datang ke IGD, itu salah satu contoh bahwa ada anak-anak yang mengalami gejala seperti demam berdarah, tapi tidak langsung ditangani. Efeknya jadi berpotensi berkepanjangan,” ujarnya.

Ditegaskan Anies, pencegahan DBD hanya bisa dilakukan dengan baik ,jika lingkungannyapun baik. “Ini hanya bisa kita lakukan jika orangtua, lingkungan, dorongan saudara, tetangga, lingkungannya yang tanda-tandanya seperti demam berdarah untuk periksa,” tambahnya.

Sumber : viva.co.id

Ujaran Kebencian

Oleh: M Rizal Fadillah
Ketua Maung Institute

JURNIS – Ketika hukum menjadi kepanjangan tangan politik, maka peraturan perundang undangan dapat dijadikan sebagai alat. UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sering dipakai sebagai sarana “menjerat korban” khususnya pada aktivis yang kritis pada pemerintah. Diantara pasal-pasal UU ITE yang ada, maka Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 yang dinilai paling “sexy” untuk menyeret pesakitan.
Pasal ini berbunyi :

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA)”

Tak ada penjelasan resmi mengenai SARA khususnya “antar golongan” sehingga dengan tafsir sekenanya siapa pun dapat diseret seret masuk dalam jeratan ini. Dengan ancaman hukuman 6 tahun (Pasal 45) seseorang dapat menjadi “teraniaya” di penjara selama proses pemeriksaan. Meski ujaran kebencian tidak ditujukan kepada penguasa, akan tetapi sangat dapat digunakan penguasa untuk mencari korban “oposisi” dengan pelapor-pelapor buatan.

Ini Pasal yang digunakan sama dengan UU Anti Subversi di masa Orde Baru atau dengan “Haatzai Artikelen” Pasal 154 dan 155 KUHP yang telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Intinya aturan untuk “membungkam” suara suara kritis kepada Pemerintah.

“Hate speech” pun mesti terdefinisikan dengan baik, sebab tidak semua “benci” negatif, dapat konstruktif sebagai warning bagi bangsa dan negara. Jika kita benci dan berujar kebencian kepada perilaku korupsi dan kolusi tentu bagus saja. Begitu juga dengan kebencian pada prostitusi, perjudian, free sex, lgbt, atheisme, otoriterisme dan komunisme tidak patut masuk dalam kualifikasi delik. Meski yang terkena sasaran “antar golongan”.

Bahkan, bagi “golongan” muslim, kewajiban utama yang diamanatkan adalah mengajak kebaikan dan mencegah serta menindak keburukan. Itu yang dinamakan da’wah. Jika “ujaran kebencian” tak terdefinisikan dengan baik, maka akan mengacaukan keadaan. Sikap kritis terhadap hal buruk yang dilakukan masyarakat atau “golongan” pemerintah, akan selalu dipersepsikan nrgatif. Bahaya jika demikian.

Karenanya Pasal tertentu dari UU ITE seperti Pasal 28 ayat (2) harus diamendir. Begitu juga Pasal 28 ayat (1) yang berkaitan dengan “hoaks” harus dipertegas agar tidak disalahgunakan oleh perekayasa politik yang menyasar kalangan tertentu agar terjebak dalam jeratan delik.

Saatnya kita kembali ke “rule of law” sebagai jalan sehat bernegara. Jangan menjadi penista hukum yang merendahkan martabat hukum dan menjadikan hukum hanya sebagai alat untuk melakukan pengendalian politik. Kasihan aparat penegak hukum jika teracuni oleh ambisi politik yang membuat mabuk dan mengubah karakternya menjadi “penenggak hukum”. Tak akan beres mengelola negara dengan jurus “Cina mabuk”. Mari segera kembali ke jalan yang benar. Secepatnya..!

Benarkah Pelaku Pemboman Gereja di Filipina Itu WNI?

Oleh: Harits Abu Ulya
Pengamat Terorisme dan Intelijen, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

JURNIS – Kita berharap publik Indonesia tidak perlu berlebihan merespon isu keterlibatan WNI dalam kasus bom di Gereja wilayah Jolo Provinsi Sulu Filipina. Kenapa demikian?

Pertama; statemen dari Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano yang notabene mantan petinggi militer dan Intelijen Militer Filipina itu masih sebatas asumsi dan prematur jika bicara soal siapa pelakunya. Sementara fakta dilapangan justru sebaliknya, belum menemukan titik terang dan masih proses investigasi lebih mendalam. Bahkan masih di hadapkan pada spekulasi dua kemungkinan apakah peristiwa itu bom bunuh diri atau dikendalikan via remot kontrol juga belum menemukan titik terang.

Kedua, pernyataan prematur ini juga pernah terjadi tahun lalu di akhir Juli 2018 terkait bom di sebuah pusat perbelanjaan di wilayah Basilan Mindanao, juga beredar informasi adanya keterlibatan WNI sebagai aktor. Pada akhirnya tidak terbukti.

Jadi pada kasus terbaru di Jolo-Sulu ini soal isu 2 WNI sebagai aktor pemboman juga sangat potensial hanya sebatas asumsi yang tidak ada benarnya.

Ketiga, serangan bom dengan menarget gereja di wilayah Sulu memang baru pertama kali. Sulu mayoritas muslim, dan biasanya serangan-serangan yang di lakukan itu targetnya adalah militer Filipina atau yang terkait. Namun kali ini adalah gereja, karenanya muncul banyak asumsi termasuk kemungkinan kelompok Abu Sayaf yang menjadi aktor.

Dan dianggap identik dengan kasus bom gereja di Surabaya Indonesia beberapa bulan silam yang dikaitkan dengan kelompok pengikut ISIS di Indonesia sebagai aktor. Sementara kelompok Abu Sayaf sempat juga proklamirkan baiatnya kepada IS (Islamic State)-ISIS Al Bagdady.

Kemudian masuknya beberapa WNI yang seideologi perjuangan dengan kel Abu Sayaf masuk ke Filipina terlibat menjadi combatan di Marawi, dan paska Marawi mereka masih ada yang menetap dan bergabung dengan Abu Sayaf grup. Termasuk adalah sisa-sisa orang lama (WNI) yang pernah ikut di camp Hudaibiyah dan bertempur bersama MILF dan dikemudian hari ada yang pindah haluan ikut kelompok Abu Sayaf.

Kemungkinan karena faktor diatas yang memunculkan kesimpulan prematur dari pihak otoritas Filipina soal kemungkinan keterlibatan 2 WNI.

Keempat, ada fakta dimana militer dan intelijen Filipina lemah. Bahkan di wilayah Sulu faktanya militer dan intelijen Filipinan tidak sepenuhnya menguasai atau mengendalikan dimana Sulu relatif homogen mayoritas bangsa Moro (muslim) menjadi penduduknya. Demikian juga Sulu menjadi basis dukungan yang cukup kuat untuk beragam kelompok pejuang bangsa Moro baik dari faksi MILF, MNLF bahkan juga sempalannya yaitu kelompok Abu sayaf juga mendapat tempat di hati masyarakat kawasan Mindanao Selatan.

Saya melihat pihak otoritas pihak Filipina menghadapi kesulitan yang cukup tinggi untuk identifikasi, mengurai menemukan master mind dari serangan kali ini. Karena kelompok Abu Sayaf terdiaspora dalam banyak faksi dengan jumlah kecil.

Oleh karena itu isu keterlibatan 2 WNI pada kasus bom Gereja di Jolo Prov Sulu masih sebatas asumsi dan sangat spekulatif. Sebaiknya publik Indonesia perlu nunggu keterangan resmi dari kemenlu RI setelah melakukan berbagai elaborasi dalam kasus ini.

Diskusi Generasi Milenial dan Pemuda Akhir Zaman Digelar di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com)–Pesantren Nurussalam menggelar tabligh akbar tahunan untuk generasi milenial, bertajuk ‘tantangan yang dapat merusak generasi muda’, di Ciamis 03/02/2019.

“Kita sangat peduli dengan generasi muda di akhir zaman dimana generasi ini banyak menjadi bidikan musuh islam untuk dirusak dari segala aspek,  salah satunya media yang berkembang saat ini,” kata Ketua Pelaksana Tabligh Akbar, Ismail.

Ia juga mengungkapkan keprihatinan atas degradasi moral yang kini menjangkit hampir disemua daerah.

Acara ini, menurutnya adalah  langkah untuk  mengembalikan generasi muda kepada Islam.

“Maka dari itu perlu kita mengingatkan kembali agar bisa kembali menjadi ummat yang dijanjikan oleh Allah,” katanya

Pembicara penulis buku akhir zaman ustaz Abu Fatiah Al Adnani dan tokoh generasi milenial Tasik ustaz Rahmat Wahyudin mengajak pemuda agar menjadi pemuda tangguh akhir zaman.

“Setiap hari kita ditantang dengan ide ide yang sifatnya memungkinkan kita untuk bisa bertahan, dan tantangan ini kita harus bisa men-cover  tantangan para pemuda di era revolusi  4.0, di mana musuh selalu menjadikan pemuda sebagai bidikan pertama mereka,” terangnya.

Tak hanya itu, beliau menyampaiakan kepada para generasi muda agar tidak terjebak dengan hedonisme dan melankolis dimana ruang pembahasan yang melemahkan semangat untuk berjuang.

“Kalau para pemudanya sudah berada dalam mimpi-mimpi cengeng, tidak lagi memikirkan keumatan apalagi memperjuangkannya, maka inilah sasaran empuk bagi musuh-musuh islam untuk menyerang dan ini adalah sebuah kehancuran,” pungkas ustaz Abu Fatiah

MUI : Sukuk Seri ST-003 Sesuai Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, Jumat (1/2/2019) resmi meluncurkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Sukuk Tabungan Seri ST-003.

Sukuk merupakan instrumen investasi berbasis hutang (obligasi) Syariah yang dimanfaatkan Pemerintah untuk membiayai proyek-proyek penting dan strategis.

Instrumen Sukuk yang ditawarkan kepada publik akan memperoleh dua manfaat, yaitu membantu keuangan negara dan mendapatkan imbal hasil minimal 8,15 persen.

Sukuk Tabungan seri ST-003 yang diluncurkan ini dapat dimiliki dengan nominal mulai satu juta rupiah.

Anggota DSN MUI, Gunawan Yasni, menegaskan Sukuk terjamin keamanannya. Sukuk mengharuskan adanya jaminan berbentuk aset fisik.

“Aset yang menjadi jaminan Sukuk harus sudah ada, tidak boleh dalam bentuk proyek yang belum jadi, juga tidak boleh menjadi underlying untuk beberapa Sukuk bersamaan,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam peluncuran Sukuk Tabungan seri ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta, yang dilansir Republika dari laman resmi MUI.

Nilai jaminan Sukuk, paparnya, juga harus lebih besar dari Sukuknya, sehingga keamanan investasi Sukuk terjamin.

“Nilai Sukuk yang dikeluarkan juga tidak boleh lebih dari nilai underlying asset-nya,” katanya.

Pemerintah, tuturnya, sudah menyiapkan jaminan yang nilainya jauh lebih besar dari target pencapaian Sukuk.

Hal ini otomatis membuat risiko default atau gagal bayar Sukuk hampir tidak ada. “Dengan underlying yang jelas maka skema Syariah untuk surat utang menjadi lebih aman,” katanya.

Ia menambahkan, dengan skema Syariah, penggunaan dana yang terkumpul dari Sukuk digunakan untuk pembiayaan-pembiayaan yang jelas.

Adanya keuntungan terjaminnya Sukuk membuat sasaran Sukuk tidak tertutup pada kalangan muslim, namun semua kalangan masyarakat.

Sukuk juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang selama ini terus menerus anti terhadap utang luar negeri.

Masyarakat yang membeli sukuk berkontribusi membantu keuangan negara sekaligus mendapatkan imbal hasil yang tidak sedikit.

sumber : republika.co.id

Bank Syariah Tingkatkan Pembiayaan Perdagangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Pembiayaan perdagangan atau trade finance menjadi salah satu cara bank syariah ekspansi pembiayaan.

Tahun 2019 diharapkan akan menjadi momen meningkatkan volume seiring dengan kondisi ekonomi yang lebih rendah tekanan global.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani menyampaikan penyaluran trade finance di BRIS trennya terus meningkat.

“InsyaAllah tahun 2019 dapat terus meningkat, walaupun suku bunga tinggi,” kata dia kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Indri tidak menyebutkan nominal capaian 2018 dan target pada 2019. Meski demikian, menurutnya, BRI Syariah akan menyiasati dengan terus mencari sumber-dana dana berbiaya rendah. Sehingga trade finance BRIS mampu bersaing.

Sementara, Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati menyampaikan volume penyaluran trade finance selama tahun 2018 sebesar Rp 3,329 triliun. Naik 17 persen dari tahun sebelumnya.

Sebagian besar disumbang oleh Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) atau sering disebut LC local. Dhias menyadari tren kenaikan suku bunga memiliki risiko pertumbuhan bisnis.

“Strategi kami mengatasi ini adalah dengan terus menyosialisasikan diversifikasi produk baru ini dan mengadakan program-program menarik dengan konsep total solusi berbasis syariah,” kata dia.
Ia optimistis trade finance bisa memberikan kontribusi signifikan tah

un depan. BNI Syariah menargetkan peningkatan pembiayaan trade finance sebesar 20 persen pada 2019.

Selain itu di Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), perkembangan trade finance Mandiri tetap meningkat meskipun tantangannya cukup berat. Sekretaris Perusahaan Ahmad Reza mengatakan tahun 2018 volume trade financing Mandiri Syariah sekitar Rp 5,2 triliun.

“Naik lebih dari 30 persen dari tahun sebelumnya,” kata dia. Mandiri Syariah sendiri menargetkan peningkatan volume pada tahun 2019 lebih dari 40 persen.

Untuk mensiasati suku bunga tinggi, sejumlah upaya akan dilakukan. Seperti memperbaiki bisnis proses, efisiensi di segala bidang, fokus di sektor industri menarik dan proyek Pemerintah, dan lain-lain.

sumber : republika.co.id

Muslim Amerika Bagikan Bantuan untuk Korban Suhu Ekstrem di Chicago

CHICAGO (Jurnalislam.com) – Kawasan Midwest Amerika Serikat dilanda cuaca ekstrem sejak beberapa hari terakhir. Suhu terdingin mencapai -49 derajat Celsius, menyamai Artik di Kutub Utara.

Salah satu kota terparah yang diselimuti suhu superdingin ini adalah Chicago, Illinois. Korban tewas terbanyak akibat hipotermia dan dampak dari suhu dingin lainnya berasal dari kota terbesar kedua di AS ini. Para korban umumnya kalangan lanjut usia dan tunawisma.

Kondisi ini menggugah muslim di Chicago yang tergabung dalam lembaga amil zakat untuk membantu para korban. Mereka terjun langsung ke lapangan membagikan makanan dan kebutuhan lain kepada para tunawisma.

Direktur Eksekutif Yayasan Zakat Amerika Halil Demir bersama 20 staf lain mendistribusikan bantuan kepada ratusan tunawisma di South Side, Chicago. Makanan yang diberikan antara lain, roti, minuman, dan sereal.

“Saya senang kalian berada di sini. Terima kasih atas kedatangan kalian,” kata Demir, kepada para tunawisna, dalam video yang menjadi viral.

Selain makanan, yayasan zakat juga membagikan selimut, mantel, sarung tangan, kaos kaki, topi, dan popok bagi orang dewasa.

Selain jemput bola ke lapangan, lanjut dia, yayasan juga mengirim makanan dan kebutuhan musim dingin ke 10 kantor polisi serta tempat-tempat penampungan tunawisma. Bantuan ini sangat dibutuhkan mengingat banyak toko kebutuhan yang tutup.

“Kami tidak berharap balasan duniawi. Adalah kewajiban muslim untuk membantu orang-orang kelaparan dan tunawisma, terlepas dari pandangan atau agama mereka,” kata Demir, dikutip dari Anadolu, Sabtu (2/2/2019).

“Di negara ini, di mana umat Islam merupakan minoritas dan anti-Islam meningkat, kegiatan seperti ini menjadi penting,” kata pria asal Turki yang sudah menetap di AS selama 20 tahun itu.

Demir menceritakan pengalaman mengharukan saat dia dan stafnya dalam perjalanan ke kantor yayasan zakat di Chicago. Di tengah jalan, mereka memutuskan berhenti di sebuah perpustakaan tanpa direncanakan.

Saat masuk, Demir melihat pustakawan perempuan sedang mengecek daftar nomor telepon di mejanya.

“Dia sangat gembira,” kata Demir, saat menjelaskan dia berasal dari organisasi bantuan.

Perempuan bernama Alvira itu ternyata sedang mencari nomor telepon institusi yang mau membantu belasan tunawisma yang tinggal di perpustakaan. Alvira mengatakan, perpustakaan tidak punya makanan untuk para tunawisma.

“Tuhan mengirim Anda. Saya tahu Tuhan mengirim Anda untuk kami,” kata Alvira, seperti dituturkan kembali oleh Demir, seraya menambahkan, perempuan itu sangat terharu.

Demir dan stafnya lalu membawa para tunawisma ke kantor yayasan dan memberikan tempat berteduh lengkap degan semua kebutuhan.

Muslim Lamu Kenya Berunjuk Rasa Tolak Pelarangan Jilbab di Sekolah

KENYA (Jurnalislam.com) – Memperingati Hari Hijab Dunia, Jumat (1/2/2019) ratusan umat Islam di Provionsi Pesisir Lamu, Kenya menggelar unjuk rasa menentang dibatalkannya keputusan pengadilan yang mengizinkan perempuan muslim mengenakan jilbab di sekolah.

Unjuk rasa yang diinisasi organisasi Muslims for Human Rights (Muhuri) itu bertajuk “Breaking stereotypes and shattering boundaries”.

Koordinator lapangan Muhuri Lamu, Umulkheir Ahmed mengatakan bahwa Konstitusi memberikan kebebasan beribadah.

“Hukum memungkinkan kita untuk memanifestasikan agama kita melalui ibadah dan ketaatan,” katanya dilansir media nasional Kenya, The Star.

Perempuan di Lamu menginginkan putusan itu, namun dibatalkan karena masalah teknis, dihalangi.

Ahmed mengatakan, hak-hak gadis Muslim akan dilanggar jika sekolah melarang jilbab.

Dia juga mengungkapkan ada peningkatan diskriminasi terhadap Muslim yang mengenakan jilbab.

Petugas pendidikan Lamu Barat Rukia Gilgil mengatakan kebijakan pendidikan harus menghormati keyakinan seseorang.

“Kekuasaan yang diberikan kepada dewan manajemen sekolah tidak boleh bertentangan dengan Konstitusi,” katanya.

Dalam kesempatan yang jarang terjadi di Lamu, para guru dan siswa madrasah berunjuk rasa memprotes larangan tersebut.

Lamu adalah ibukota Distrik Lamu, Provinsi Pesisir, Kenya. Kota yang berada di Pulau Lamu ini berpenduduk 20.000 jiwa dan mayoritas beragama Islam.

Sumber: The Star Kenya