Berita Terkini

Bank Aset Wakaf Siap Bangun Rumah Murah untuk Pengafal Qur’an

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Bank Aset Wakaf (BAW) meluncurkan program wakaf produktif, berupa pembangunan rumah untuk para wakif (pemilik tanah wakaf).

Nantinya melalui program ini para wakif yang tidak memiliki tempat tinggal dapat menempati rumah di atas tanah wakaf tanpa adanya pembelian tanah.

Berdasarkan Badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah wakaf di Indonesia pada 2018 sekitar 4,3 miliar meter persegi. CEO Bank Aset Wakaf Bobby Herwibowo mengatakan cakupan tanah wakaf tersebut harus dikembangkan dan dimanfaatkan dengan benar.

“Hingga saat ini belum ada organisasi ataupun lembaga pemerintah yang dapat mengelola wakaf tanah tersebut,” ujarnya dalam keterangan tulis, Ahad (17/3).

Berangkat dari pemahaman tersebut, BAW berupaya mengagas manajemen properti sesuai syariat.

Caranya dengan membangun perumahan yang lebih terjangkau bagi masyarakat, dengan konsep mengelola tanah wakaf.

Pada proyek pertama akan dibangun di Cianjur Jawa Barat dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan luas tanah 4 hektar.

Rencananya di lahan tersebut akan dibangun 173 unit rumah, dan 27 bangunan komersil (pertokoan).

Harga yang ditawarkan Rp 111 juta untuk tipe 50 dengan tiga kamar tidur. Harga yang ditawarkan bisa lebih murah karena harga yang dipatok hanya bangunan fisik saja.

“Bicara tanah wakaf adalah aset mati. Jika mau dibangun masjid, coba lihat banyak bangunan masjid yang megah, sayangnya hanya sekedar bangunan fisiknya saja. Kami berencana membangun perumahan sekaligus ada masjid di lingkungan perumahan tersebut. Masjid akan menjadi hidup,” ungkapnya.

Sementara Pendiri BAW Erie Sudewo menambahkan pembangunan perumahan dari BAW ini seperti mengacu apartemen, pemilik tidak memiliki tanahnya tapi hanya bangunan fisiknya.

“Sertifikatnya yakni Hak Guna Bangunan (HGB). Konsumen juga bisa mencicilnya selama 10 tahun setiap tahun sekitar Rp 1 juta selama 120 bulan,” jelasnya.

Adapun syarat utama adalah harus beragama Islam dan bertakwa. Alasannya, masih banyak umat muslim yang jauh lebih susah dan sulit memiliki rumah.

“Syarat lainnya, harus mau belajar menghafal Alquran. Satu hari satu ayat,” ucapnya.

sumber : republika.co.id

 

 

Muslim Lifestyle Festival 2019 Siap Dihelat September Tahun Ini

JAKARTA (Jurnalislam.com)–PT Lima Armada Utama (Lima Events) dan AMK Events akan berkolaborasi menggelar pameran industri syariah dan halal

Acara bertajuk Muslim Lifestyle Festival 2019 dan Islamic Tourism Expo 2019.

Pameran ini diselenggarakan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriah yang akan digelar pada 30 Agustus-1 September 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Dengan tema “Integrasi Gaya Hidup Islami”, kegiatan ini dihadirkan untuk mendorong tumbuh kembangnya industri syariah di Indonesia

“Karena itu, kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk lebih mendorong berkembangnya industri syariah dan halal di Tanah Air,”kata Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Rachmat S Marpaung.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan pameran industri syariah dan gaya hidup halal terbesar di Indonesia.

Pameran ini menggabungkan konsep pameran B2B dan B2C dengan tiga fitur khusus, yakni pendidikan Islam, pojok bisnis kreatif, dan konferensi.

Sementara itu, ekshibisionis yang hadir pada kegiatan ini mewakili seluruh sektor industri syariah dan halal.

Yaitu halal food, islamic finance, halal travel & tourism, modest fashion, halal media, halal cosmetics & pharmaceuticals.

Muslim Lifestyle Festival 2019 dan Islamic Tourism Expo 2019 akan menampilkan sekitar 500 ekhibisionis dari berbagai sektor industri syariah di Indonesia.

Kegiatan ini juga menghadirkan produk multiindustri, talk show , dan workshop sebagai ajang edukasi masyarakat tentang gaya hidup halal di Indonesia.

Serta berbagai hiburan menarik sebagai bagian dari selebrasi gelaran perdana Muslim Lifestyle Festival 2019.

 

Sinergi Foundation Terus Berinovasi Kembangkan Wakaf Produktif

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Sebagai suatu lembaga pemberdayaan berbasis wakaf produktif, Sinergi Foundation terus berinovasi dalam mengelola wakaf produktif.

Hal itu disampaikan CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan.

“Potensi wakaf yang luar biasa harus kita kembangkan. Kita harus sesuaikan pula dengan perkembangan zaman,” ujar CEO Sinergi Foundation Asep Irawan di sela-sela acara Seminar Bank Aset Wakaf di Jakarta baru-baru ini.

Sinergi Foundation, menurut Asep fokus pada pengembangan wakaf produktif.

Kemudian hasilnya nanti disalurkan ke penerima manfaat wakaf (maufuq’alaih) lewat berbagai program sosial yang dimiliki Sinergi Foundation.

Dia menyebutkan, Sinergi Foundation telah memiliki beberapa program sosial di antaranya pendidikan gratis untuk semua kalangan.

Kebutuhan anggarannya di tahun ketujuh nanti sebesar Rp 3,5 miliar. Saat ini baru masuk tahun kedua, sehingga kebutuhan anggarannya sekitar Rp 900 juta.

“Semua program kita ditopang dari hasil usaha wakaf. Kita punya beberapa usaha baik di bidang kuliner seperti Rumah Makan Ampera, lalu properti syariah, dan lainnya,” jelas Asep.

Dirinya menjelaskan, dana wakaf boleh digunakan untuk usaha.

Sepanjang usahanya berhasil syariah, tidak bertentangan dengan Islam, serta seluruh keuntungannya dimanfaatkan oleh para mauquf’alaih.

Hanya saja ia tidak memungkiri, saat ini belum banyak lembaga nazhir yang bisa mengelola wakaf produktif seperti itu.

“Memang di Indonesia ini, paradigma masyarakat tentang wakaf produktif masih kecil. Mereka kebanyakan mindset-nya, dana wakaf digunakan untuk sosial seperti pembangunan masjid,” katanya.

Maka dari itu, perlu adanya edukasi supaya masyarakat lebih paham kalau dana wakaf tidak harus digunakan untuk pembangunan masjid.

Melainkan bisa dipakai untuk mendirikan usaha apa pun sepanjang bersifat syariah.

“Kalau kita berbisnia dari modal dana wakaf, multiplier efeknya luar biasa. Contoh, Rumah Makan Ampera memiliki 37 karyawan, belum lagi bicara supplier. Itu puluhan ribu orang bisa terlibat dalam bisnis tersebut,” tegas Asep.

Sumber : republika.co.id

Mustofa : Kasus Siyono Harus Dituntaskan!

SOLO (Jurnalislam.com)- Tokoh muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya menegaskan kasus Siyono harus diselesaikan secara tuntas agar kasus serupa kembali terulang di kemudian hari.

“Jadi kasus Siyono akan dibuka supaya tidak ada setelahnya, kan kejadiannya begitu, Siyono ini yang terakhir, tapi terulang kembali, karena kasus Siyono ini tidak jelas, tidak selesai, muncul lagi kasus Jefri di Indramayu,” katanya kepada jurniscom di solo, (15/3/2019).

“Ini akan terus ada bila tidak dibuka kembali, nggak diselesaikan secara tuntas karena ini tonggak yang menghabisi nyawa diluar pengadilan,” imbuhnya.

Pemberian sejumlah uang kepada istri Siyono juga dianggap Mustofa sebagai sebuah kejanggalan yang harus diungkapkan kepada publik.

“Karena tentang Siyono ini kita masih punya banyak hutang, tentang uang 100 juta yang diserahkan kepada istri mas Siyono almarhum, sampai sekarang itu tidak jelas itu uang darimana,” ungkapnya.

“Fungsi manfaatnya apa kok bisa berasal dari densus dan sampai sekarang tidak terbuka dengan transparan, uang itu sebagai suapa atau sebagai apa,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Siyono merupakan imam masjid Muniroh desa Brengkungan, Pogung, Cawas, Klaten, yang meninggal setelah ditangkap oleh Densus 88 dirumahnya pada 8 maret 2016.

Hasil otopsi PP Muhammadiyah bersama tim forensik dan Komnas HAM, Siyono meninggal akibat tulang dada patah menusuk ke jantung.

Dua anggota Densus 88 yang terlibat dalam kasus kematian Siyono, AKBP T dan IPDA H akhirnya dicopot dari satuan Densus 88 dan kewajiban meminta maaf kepada institusi Polri.

Kasus kematian Siyono oleh Densus 88 menemui babak baru setelah Tim Pembela Pembela Kemanusiaan (TPK) mengajukan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Klaten, kamis, (28/2/2018).

 

Puluhan Milenial Ikuti Pelatihan Fotografi Bimas Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar kegiatan ‘Coaching Fotografi’ yang diselenggarakan di Lorin Sentul Hotel, Bogor, Jawa Barat pada 18-20 Maret 2019.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 80 peserta dari 900 orang yang mendaftar.

Selain utusan dari lembaga mitra Bimas Islam, para peserta ini merupakan kalangan milenial yang berasal dari berbagai macam organisasi dan komunitas kepemudaan.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengatakan, kemajuan teknologi tak bisa dihindari, .

Pelatihan ini diadakan agar menambah keterampilan para milenial di dunia digital. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas keagamaan generasi muda tersebut.

“Acara ini memang juga diharapkan oleh Menteri Agama supaya kegiatan Kementerian Agama untuk melibatkan kaum milenial.

Karena mereka itu bisa memviralkan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan yang ada di kementerian agama khususnya yang ada ide unik,” kata Muhammadiyah Amin di sela acara pelatihan fotografi di Sentul, Bogor, Senin, (18/03/2019).

Ia menambahkan, Ditjen Bimas Islam memiliki beberapa program kreatif yang dikembangkan untuk kaum milenial,l.

Seperti Pelatihan Jurnalistik, Zakat-Wakaf Goes to Campus Citizen 4.0, Lokalatih Tunas Muda Ekonomi Syariah, Lomba Vlog Sejarah Islam, dan lain-lain.

Pada pelatihan fotografi ini, Ditjen Bimas Islam menghadirkan pembicara seorang fotografer majalah Tempo.

Para peserta diajarkan tentang teknik pengambilan gambar, teknik editing, colouring, cutting dan lain-lain.

Salah satu peserta, Siti Sarah (25 tahun), mewakili Lingkar Pena merasa bersyukur terpilih menjadi peserta di pelatihan fotografi yang diadakan Bimas Islam.

“Karena saya dapat belajar banyak tentang ilmu fotografi, saya juga dapat bertemu dengan peserta-peserta dari berbagai komunitas/organisasi/lembaga Islam lainnya,” katanya.

Warga Jabar Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Teror Selandia Baru

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Ratusan umat Islam Jawa Barat, dari berbagai ormas Islam dan menggelar aksi solidaritas untuk korban teror Selandia Baru.

Aksi tersebut dilakukan di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (18/9/2019).

Sebelum melakukan orasi di depan gedung dprd jawa barat, masa melakukan longmarch sekitar 5 kilometer dari Pusat Dakwah Islam Jawa Barat menuju gedung DPRD Jawa Barat.

Massa melakukan orasi dan membentangkan spandung yang bertuliskan kritikan terhadap pelaku pembantaian umat islam saat melakukan shalat Jumat di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood, Selandia Baru.

Saat melakukan orasi, masa juga meminta agar pemerintah Jabar terlebih lagi Indonesia untuk mengutuk keras perilaku teroris yang membanatai umat islam di new zealand beberapa waktu lalu.

Ditemui disela berlangsungnya aksi, Ketua Paguyuban Pengawal NKRI Mochamad Budiman menegaskan, umat muslim di Indonesia khususnya Jawa Barat mengecam dan mengutuk aksi terorisme yang dilakukan.

Mochamad pun menyatakan, Islam merupakan agama yang mampu hidup damai dan toleran terhadap berbagai kalangan.

“jadi intinya kita kaum muslimin bahwa islam adalah agama yang mengedepankan toleransi. Jadi islam hidup dengan toleransi. Islam agama yang damai,” kata dia.

Lebih lanjut, Mochamad berharap peristiwa tersebut bisa membuka mata dunia bahwa umat muslim tidak identik dengan tindak kekerasan.

Sehingga kerap mendapat stigma sebagai teroris. Dia pun menyebut, teroris bisa berasal dari pihak mana pun.

Mochamad pun berharap umat muslim bisa memberikan doa untuk para korban dan ke depan tidak terjadi lagi peristiwa-peristiwa serupa.

“kami mengutuk dan mengecam aksi terorisme ini. Mudah-mudahan ini bisa membuka mata dunia bahwa kaum muslimin tidak selalu identik dengan teroris. Bahwa teroris bisa dari manapun dan agama mana pun,” lanjutnya.

 

Reporter: Saifal

Rommy Dicopot dari Ketum PPP

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Romahurmuzy alias Rommy telah dicopot dari jabatan Ketua Umum PPP. Berikut ini adalah ‘detik-detik’ Rommy dicopot dari jabatan pemimpin di ‘Partai Kakbah’.

Rommy terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (15/3/2019) kemarindan ditetapkan sebagai tersangka (16/3) dugaan kasus suap/

Siang hari seusai penetapan Rommy sebagai tersangka kasus korupsi itu, PPP menggelar rapat pengurus harian untuk menentukan nasib Rommy. Mereka juga bakal membahas siapa yang akan menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP bila Rommy dicopot.

Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair (Mbah Moen) mendatangi kantor DPP PPP. Kedatangan Mbah Moen disambut Suharso Manoarfa, Zainut Tauhid, Arwani Thomafi, dan sejumlah elite PPP lainnya.

Mbah Moen, sosok yang sangat dihormati PPP, menyatakan kekecewaannya terhadap Rommy. Dia menganggap kasus ini adalah ujian bagi PPP.

Suharso Monoarfa yang merupakan Ketua Majelis Pertimbangan PPP ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketum PPP pengganti Rommy.

Hal ini diumumkan oleh PPP dalam jumpa pers seusai rapat. Suharso direstui Mbah Moen.

“Pertama pemberhentian terhadap Ir H Romahurmuziy, berdasarkan anggaran dasar/rumah tangga karena beliau terkena kasus, memberhentikan sebagai ketua umum,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Amir Uskara di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Kedua, tambahnya, PPP juga menyepakati pengurus harian bersama pengurus yang hadir untuk mengangkat Bapak Suharso Monoarfa sebagai plt ketua umum.

sumber : detik.com

Tren Industri Syariah di Indonesia Terus Tumbuh

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Industri syariah terus berkembang pesat di Tanah Air seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk dan kemudahan dalam berusaha.

otensi industri syariah akan menjadi target pasar para pelaku usaha seperti di sektor makanan halal, investasi syariah, perjalanan wisata rohani, hingga gaya hidup muslim.

Global Islamic Economy (GIE) 2017 mengungkapkan, industri syariah dan halal secara global di proyeksikan bernilai USD3,081 miliar pada 2022.

Sementara Indonesia dengan total populasi 261 juta orang dan 87,2% warganya adalah muslim.

Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai tempat tinggal bagi 12,7% muslim dunia.

Menurut GIE, Indonesia masuk dalam 10 besar negara industri syariah yang unggul di beberapa sektor.

Seperti sektor  Islamic Finance, Halal Travel, dan Halal Cosmetics & Pharmaceutical.

Data tersebut menunjukkan industri halal memiliki potensi yang luar biasa di Indonesia.

Lia Indriasari, direktur Lima Event, salah satu penggiat pameran muslim, mengatakan bahwa pameran produk muslim dan life style menjadi salah satu cara untuk mendorong perkembangan industri syariah di Indonesia.

Dia mencontohkan, pada pemeran yang akan digelar Agustus mendatang, akan menjadi expo terlengkap dan terbesar pertama kalinya di Indonesia.

Pameran ini mempertemukan pengusaha industri syariah dengan para konsumennya.

“Kerjasama yang terjadi di pameran ini agar mendorong tumbuh kembangnya industri syariah di Indonesia seiring dengan maraknya produk-produk halal dari berbagai sektor industri,” ujar Lia.

Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Rachmat S Marpaung mengtakan, expo terkait gaya hidup syariah jadi sarana untuk memperluas komunikasi sesama pengusaha muslim.

Dia juga menyambut positif besarnya minat pengusaha yang banyak masuk di bisnis industri halal.

“Inilah waktu tepat bagi sesama pengusaha muslim untuk berjejaring jika ingin mencari ilmu seputar sistem syariah tim KPMI siap membantu,” tutur Rachmat.

Sumber: Okezone.com

 

Produk Halal Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Eropa

JAKARTA (Jurnalislam.com) —  Kesempatan Indonesia untuk mengekspor berbagai produk halal semakin terbuka.

Tetapi, tujuan ekspornya perlu diperhatikan. Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menjelaskan, pasar industri halal di Eropa memang ada.

Akan tetapi, tidak sebesar di Afrika dan Timur Tengah.

“Ini kalau kita lihat, setidaknya ada enam negara atau daerah (sekitar Eropa) yang mayoritas Muslim pendu duknya, yakni Turki, Azerbaijan, Kazakh stan, Albania, Bosnia, dan Kosovo. Kita melihat, dari negara-negara tersebut masih belum ada perjanjian perdagang an bilateral dengan Indonesia yang cukup masif kecuali Turki,” jelas Andri.

Meski begitu, kata dia, bila dilihat dari jumlah, walau bukan mayoritas, Jerman justru yang mempunyai penduduk Muslim terbesar, lalu Prancis, disusul Inggris. Negara-negara itu diisi oleh para imigran Muslim.

“Jadi, saya rasa ini pasar yang perlu digarap tentunya melalui bantuan pe merintah. Ini dipermudah karena nega ra-negara tersebut sudah memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia,” ujar Andry.

PT Sentra Food Indonesia Tbk (SFI) berencana mulai menjajaki ekspor ke pasar Eropa tahun ini.

“Pasar Eropa cu kup potensial bagi bisnis perusahaan. hal itu karena sekarang di seluruh Ero pa, penduduk Muslim-nya sudah sekitar 70 juta. Sedangkan, produk kita sudah halal semua, sehingga pas,” ujar Pre siden Direktur SFI Agustus Sani Nu groho.

Sebelumnya, jumlah populasi Mus lim di Eropa memang diproyeksikan meningkat.

Salah satu penyebabnya adalah adanya pengungsi dari Suriah  yang menyebabkan para penduduknya melarikan diri dan masuk ke negara-negara Eropa.

sumber: republika.co.id

Kasus Siyono Berlanjut, Mustofa Nahra Siapkan Saksi Kunci dalam Sidang Pra Peradilan

SOLO (Jurnalislam.com) – Tokoh Muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya mengatakan, pihaknya akan menghadirkan saksi kunci dalam sidang pra peradilan kasus kematian Siyono.

“Jadi (kasus) Siyono ini ada saksi baru yang telah kami kumpulkan,” katanya kepada jurniscom di Kartopuran, Serengan, Solo, Sabtu (15/3/2019).

Diketahui, kasus kematian Siyono oleh Densus 88 menemui babak baru setelah Tim Pembela Pembela Kemanusiaan (TPK) mengajukan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Klaten, Kamis (28/2/2018).

Ia menyebut, saksi baru ini akan menjadi saksi kunci untuk membuka misteri di balik kematian Imam masjid ini.

Menurutnya, saksi yang akan dihadirkan nanti akan mengungkapkan sejumlah fakta baru yang selama ini belum banyak diketahui publik.

“Akan terbuka. Suatu saat kita akan tampilkan,” tandasnya.