Berita Terkini

Di Konferensi NGO Se-ASEAN, KISPA Sampaikan Komitmen Bangsa Indonesia Bebaskan Palestina

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ustaz Ferry Nur mengatakan, Indonesia akan senantiasa membela rakyat Palestina.

Pernyataan itu disampaikan dalam “Konferensi NGO ASEAN Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa” di Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3/2019).

“Jika Anda pergi ke salah satu wilayah di Indonesia, tepatnya kota Kudus ada Masjid Al Aqsha. Itu merupakan bukti Indonesia cinta Al-Quds. Indonesia adalah negara yang menolak penjajahan,” katanya.

Ia menjelaskan, pembelaan Indonesia terhadap Palestina sudah menjadi amanat Undang-undang.

Oleh sebab itu, siapapun yang memimpin Indonesia dia harus membela Palestina.

Ferry menambahkan, Palestina adalah negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia ketika dijajah dulu.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada Palestina karena mendukung kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

Ia juga mengisahkan tentang saudagar kaya asal Palestina yang menyumbangkan tabungannya untuk kemerdekaan Indonesia.

“Dahulu ada seorang saudagar kaya asal Palestina namanya Muhammad Ali Taher. Haji Agus Salim menemui beliau, lalu diberikan semua tabungan untuk mendukung kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda,” paparnya.

Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa generasi saat ini memberikan dukungan penuh. Ada 20 lebih NGO kemanusiaan di Indonesia yang mendukung penuh perjuangan Palestina.

“Bagi masyarakat Indonesia, perjuangan mendukung kemerdekaan ini harus dilanjutkan,” pungkasnya.

Reporter: Ally M Abduh

Siswa Muslim di Italia Berhasil Selamatkan 51 Temannya dari Pembajakan

MILAN (Jurnalislam.com) – Publik Italia dihebohkan dengan aksi seorang siswa muslim yang berhasil menyelamatkan teman dan gurunya dari pembajakan sebuah bus sekolah yang mereka tumpangi pada hari Kamis (21/3/2019) lalu. Ada 52 siswa dan 2 orang guru di dalam bus sekolah tersebut dan semuanya selamat. 

Adalah Ramy Shehata (13), siswa sekolah kelas menengah di kota Milan ini menjadi pahlawan setelah berhasil menghubungi polisi dan memberitahukan bahwa bus sekolah yang mereka tumpangi sedang dibajak dan disandera. Padahal pembajak telah menyita seluruh telepon genggam milik penumpang, namun Ramy berhasil menyembunyikannya.

Ketika ia berhasil menyembunyikan telepon genggamnya, Ramy berpura-pura berdoa dalam bahasa Arab dengan suara yang cukup keras, padahal dia sedang menghubungi polisi dan menjelaskan apa yang terjadi di dalam bus itu.

Polisi kemudian membuat blokade untuk menghentikan bus. Mengetahui dirinya sedang diblokade polisi, si pembajak lalu membakar bus itu.

“Tidak ada yang akan keluar dari sini hidup-hidup,” kata penjahat itu seperti dituturkan Ramy.

Namun polisi berhasil membuat semua penumpang keluar dengan selamat, dan membekuk si pembajak.

Polisi menyelamatkan seluruh penumpang dengan mengevakuasi melalui jendela belakang bus.

Bus Sekolah Ramy yang dibakar oleh pembajak. Foto: IPA Milestone

Ketika bus dibakar, Ramy mengatakan dirinya hanya memikirkan teman-temannya.

“Saya ingin menyelamatkan mereka, saya mencoba menenangkan mereka, saya tidak peduli apa yang akan terjadi pada saya. Setelah berbicara dengan ayah saya, saya mulai berdoa, saya adalah seorang muslim yang taat,” ungkap Ramy sebagaimana dilansir media Italia, Ansa News Agency, Kamis (21/3/2019).

Seantero Italia pun memuji keberanian Ramy. Aparat kepolisian tidak segan menyebutnya sebagai pahlawan.

“Dia adalah pahlawan kami,” kata polisi dilansir media tersebut.

Bahkan, pembajak yang kemudian diketahui bernama Ousseynou Sy (47), warga Italia keturunan Senegal itu mengatakan, “Tidak akan ada yang selamat.”

Ramy bersama aparat kepolisian sesaat setelah petugas berhasil mengevakuasi semua penumpang. Foto: ANSA

Kepada polisi Ousseynou mengatakan, tindakannya itu merupakan inisiatif pribadi.

Kepala Penanggulangan Terorisme Italia, Alberto Nobili mengatakan, tersangka tidak menghubungkan dirinya dengan kelompok atau gerakan-gerakan terlarang.

Ramy adalah anak dari keluarga imigran asal Mesir. Ayahnya mengatakan, Ramy lahir pada tahun 2005 namun hingga saat ini dia belum mendapat lisensi untuk menjadi warga negara Italia.

“Dia telah melakukan tugasnya, alangkah baiknya jika dia bisa mendapatkan kewarganegaraanya sekarang. Kami senang tinggal di sini, ketika saya menemui Ramy kemarin saya peluk dia dengan erat,” paparnya kepada Ansa.

Tidak hanya dari teman dan masyarakat Italia, keberanian Ramy itu dipuji wakil Perdana Menteri Italia, Luigi Di Maio.

“Dia telah mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan teman-temannya. Berkat dia, hal buruk itu bisa dihindari,” tulis Luigi dalam akun facebooknya.

Kementerian Dalam Negeri Italia pun akan segera mengurus kewarganegaraan Ramy, sebagai hadiah atas apa yang telah dia lakukan.

“Kementerian Dalam Negeri siap menanggung biaya dan mempercepat prosedur untuk mengakui kewarganegaraan bagi pahlawan kecil itu,” kata Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Salvini.

Sepekan sebelumnya, 50 orang umat Islam dibantai dengan keji oleh teroris bernama Brenton Tarrant saat sedang menunaikan shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru. 

Namun, aksi heroik Ramy sepekan kemudian justru telah menjadi penyalamat bagi 51 teman non-muslimnya dari pembajakan bus sekolah.

Ini video detik-detik menegangkan petugas kepolisian mengevakuasi bus sekolah tersebut

Wow, Pastor Palestina Ini Imbau Umat Kristen Dukung Perjuangan Pembebasan Baitul Maqdis

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Tokoh Kristen asal Yerusalem, Pastor Dr Alex Awad mengimbau kepada umat Kristiani untuk tidak ikut serta bersama Zionis Israel dalam memerangi rakyat Palestina.

“Setiap orang Kristen yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina, saya tidak setuju,” tegasnya kepada wartawan di Kompleks Islam Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3/2019).

Pernyataan itu menyinggung masih banyaknya umat Kristen di dunia yang bangga dengan simbol-simbol Israel dan mendukung kemerdekaannya. Padahal, kata dia, umat Kristen dan umat Islam bersatu melawan penjajahan tersebut di Palestina.

“Kami Kristen, Muslim dan Yahudi kita harus memperjuangkan keadilan di Palestina. Kita harus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaannya,” paparnya.

Alex mengungkapkan, nasib umat Kristen di Palestina nyaris sama dengan umat Islam. Rumah mereka dirampas, keluarganya dibunuh.

Ia melanjutkan, ayahnya tewas ditembak sniper tentara zionis Israel sekitar tahun 70-an. Ia bersama ibu dan tujuh orang saudaranya pun harus mengungsi bersama rakyat Palestina lainnya.

Dr Alex yang berasal dari keluarga Kristen taat di Yerusalem itu hadir dalam acara Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis.

Ia menjelaskan, kehadirannya dalam acara ini untuk meluruskan pemahaman umat Kristen bahwa perjuangan rakyat Palestina bukan hanya milik umat Islam.

“Untuk itulah saya ada disini, Isu pendudukan Zionis Israel sebenarnya bukan sekadar isu umat Islam, sebaliknya itu adalah isu kemanusiaan karena korbannya bukan hanya umat Islam saja,” pungkasnya.

Reporter: Ally M Abduh

Menhan Malaysia: Siapa yang Menguasai Baitul Maqdis Maka Bisa Mengusai Dunia

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Malaysia, Tuan Mohamad Sabu hadir memberi sambutan dalam Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa di Komplek Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3/2019).

Kehadirannya menggantikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang berhalangan.

Dalam kesempatan itu, Sabu menjelaskan secara singkat alasan kenapa umat Islam harus mempertahankan Baitul Maqdis. Padahal, kata dia, secara nilai ekonomi tidak ada yang berharga di kawasan itu.

“Terkadang saya heran kenapa kita harus membebaskan Baitul Maqdis. Tidak ada emas, tidak ada berlian, tidak ada minyak di sana. Kenapa kita semua mau berkorban untuk Baitul Maqdis?” papar dia.

Ia menjelaskan, Nabi Daud dan Sulaiman ketika mengusai Baitul Maqdis mereka mampu mengusai dunia, begitu juga Raja Namrud.

“Roma, ketika mereka mengusai Baitul Maqdis, mereka mengusai dunia. Muslim, juga pernah menguasai Baitul Maqdis, mereka bisa mengusai dunia. Sekarang Zionis Israel yang mengusaianya, maka dia yang mengusasi dunia. Ada apa di Baitul Maqdis?” jelasnya.

Ia kemudian mengutip Al-Qur’an Surat Al-Israa ayat 1. “Tanah ini, Aladzii baarokna hawlahu (tanah yang diberkahi), apa artinya itu?” sambungnya.

Itulah mengapa, kata dia, Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya sangat mendukung pembebasan Baitul Maqdis dan menentang penjajahan Zionis Israel atas Palestina.

“Malaysia akan terus melawan penindasan zionis Israel. Sebab kejahatan Israel di tanah AlQuds adalah terorisme. Meskipun zionis Israel tak pernah disebut teroris ketika mereka menyerbu rumah sakit, sekolah, hingga anak-anak dan perempuan jadi korban,” pungkasnya.

Reporter: Ally M Abduh

Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Plus Digelar di Putrajaya Malaysia

PUTRAJAYA (Jurnalislam.com) – Konferensi NGO Se-Asia Tenggara Plus Dalam Mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa di Auditorium JAKIM, Islamic Complex Putrajaya, Malaysia resmi dibuka, Sabtu (23/3/2019).

Puluhan NGO dari negara-negara ASEAN dan negara lainnya hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) bekerjasama dengan Jabatan Kemajuan Islan Malaysia (JAKIM) itu.

Ketua MAPIM Tuan Haji Mohamad Azmi mengatakan, pertemuan tersebut digelar sebagai upaya untuk mencari solusi nyata dalam mempertahankan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa.

“Karena kami semuanya telah sepakat bahwa Al Aqsa adalah milik kami. Kita disini untuk melakukan sesuatu,” tegasnya sesaat memberikan sambutan.

Sementara itu, Ketua Konferensi Datu Sri Ahmad Awang, menegaskan Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa adalah tanggungjawab umat Islam seluruh dunia. Oleh sebab itu, umat berkewajiban menjaga dan mempertahankanya.

Acara dibuka oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk M Bin Shabu menggantikan Perdana Menteri DR Mahatir Muhammad yang berhalangan hadir.

Reporter: Ally M Abduh

Wacana Penggunaan UU Terorisme untuk Hoax Dinilai Bentuk Kepanikan Petahana

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Tokoh muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya menilai perkataan Menkopolhukam Wiranto.

Sebelumnya, Wiranto menyebut pelaku Hoax bisa dijerat dengan UU pemberantasan tindak pidana terorisme sebagai bentuk kepanikan petahana menghadapi Pilpres 17 april mendatang.

“Yang kedua tentu Pak Wiranto punya kepentingan politik, terkait dengan kepanikan petahana yang sekarang ini, saya kira mencapai titik kulminasi,” katanya kepada jurniscom di Cemani, Sukoharjo, kamis, (21/3/2019) malam.

“Setelah pak Romy ditangkap sehingga petahana panik sehingga apapun dilakukan dengan menakut-nakuti para aktifis,” imbuhnya.

Mustofa meyakini ada kepentingan politik dibalik wacana dari Menkopolhukam tersebut.

“Menakut nakuti oposisi dengan UU terorisme maka dikobarkanlah seolah olah pelaku hoax itu bisa ditangkap, bisa di adili bisa dibidik dengan UU terorisme, ini pemahaman yang salah dan sesat,” tandasnya.

Sebelumnya, Menkopolhukan Wiranto mengatakan bahwa pelaku penyebaran berita bohong menjelang pemilu 2019 bisa dijerat dengan UU terorisme.

Ia beralasan penyebaran berita hoax bisa dikategorikan sebagai teror psikologis karena membuat masyarakat menjadi takut dan cemas.

Mustofa : Tidak Tepat UU Terorisme Digunakan untuk Tangani Hoax

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Tokoh muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya menanggapi wacara Menkopolhukam Wiranto yang akan gunakan UU Terorisme untuk tangani penyebaran hoax pemilu 2019.

 

Menurut Mustofa, apa yang dilakukan mantan panglima TNI tersebut salah kaprah dan tidak tepat.

 

“Jadi UU Terorisme itu bukan untuk menghantam pelaku pelaku kejahatan dibawah kejahatan extra ordinary crime, dibuat UU Terorisme itu dalam rangka untuk menghantam kejahatan extra ordinary crime,” katanya kepada Jurniscom di Cemani, Sukoharjo, kamis, (21/3/2019) malam.

 

“Khusus untuk terorisme, karena definisi terorisme yang tidak jelas, maka Wiranto ikut tersesat, seolah olah UU terorisme itu bisa dipakai siapa saja, yang meneror supaya istilah teror itu ada bermacam macam,” imbuhnya.

 

Kalau hanya teror teror kebijakan manusia soal hutang, karena soal politik, soal muamalah, kata Mustofa, tidak ada urusannya dengan terorisme.

 

“Yang terkait dengan UU terorisme itu jika terkait dengan keamanan negara, terkait dengan ideologi, terkait dengan keselamatan umat manusia, itu baru yang terkait dengan UU terorisme,” ujarnya.

 

“Maka dibuat UU khusus spesialis karena bukan rangka untuk menghantam nyamuk nyamuk, seperti ibaratnya ada nyamuk, ada ular, ada kucing, ada gajah yang mengganggu bukan dengan cara yang sama, untuk gajah dengan bab terorisme kalau hanya nyamuk sangat kecil, teror teror kekerasan, itu dengan KUHP,” pungkasnya.

Peran Strategis Imuwan Muslimah dalam Sejarah Islam

Oleh : Hardita Amalia, S.Pd.I, M.Pd.I*

(Jurnalislam.com)–Hampir 14 abad khilafah Islam berjaya di seantero negri Islam di terapkan secara paripurna dalam semua sendi kehidupan termasuk dalam aspek pendidikan.

Hingga kita melihat penerapan Islam membuahkan hasil gemilang termasuk di kalangan muslimah.

Munculnya banyak tokoh ilmuwan muslimah yang memiliki kontribusi besar dalam kehidupan bahkan kita bisa merasakan hasil penemuannya yang memiliki benefit yang luar biasa kepada manusia diera kini.

Diantara ilmuwan muslimah pada era khilafah Islam yang mampu menorehkan prestasi luar biasa.

Ada Mariyam “Al-Astrolabiya” al-Ijliya .Maryam hidup sekitar Abad 10 masehi. Sayangnya, tidak banyak yang diketahui tentang identitasnya.

Bahkan nama Mariyam pun adalah nama yang disandangkan padanya oleh the Syrian Archaeological Society.

Dan “Al-Astrolabiya” tidak lain adalah julukan yang diberikan oleh para ilmuan Eropa kepadanya atas jasanya dalam bidang astronomi.

Orang-orang lebih banyak mengenalnya melalui karyanya yang luar biasa, yaitu Astrolabe.Astrolabe yang berarti (star finder) atau alat pemburu bintang, adalah GPS pertama di dunia.

Inilah alat pertama yang digunakan untuk menentukan lokasi, waktu (tahun, bulan dan tanggal), dan peredaran matahari.

Menurut Harold Williams seorang ahli di bidang astrofisika (Astrophysicist), Astrolabe adalah alat penghitung astronomi yang paling penting sebelum komputer digital ditemukan, dan instrumen observasi astronomi yang paling penting sebelum teleskop ditemukan.

Mariyam membuat desain dan teknik pembuatannya lebih rumit, inovatif dan lebih presisi.

Menurut Prof. Saleem Al-Husaini, yang dikutip dari Arab Times, “Mariyam adalah Muslimah pertama pembuat cikal alat transportasi dan komunikasi untuk dunia modern.

Pekerjaan yang dilakukannya rumit dan berkaitan dengan persamaan matematis tapi ia mampu membuktikan kemampuannya dalam bidang ini.

Peran Muslimah dari Masa ke Masa

Sejak masa Rasulullah ﷺ berdakwah di Mekkah hingga masa kekhilafahan Islam, kaum Muslimah turut berkiprah di tengah masyarakat.

Mereka melaksanakan perannya sebagai ummun wa robbatul bait, aktif beramar ma’ruh nahyi munkar, hingga berkontribusi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Misalnya, Ummul Mukminin, Aisyah binti Abu Bakr. Ia memiliki keahlian khusus dalam administrasi, ahli hadis, fiqih, seorang pendidik, dan seorang orator.

Dalam bidang medis, sosok Rufaida Al Islamiyyah dikenal sebagai perawat Islam pertama dengan keahlian medisnya.

Dalam peperangan yang terjadi di berbagai Medan pertempuran, Rufaidah kerap merawat korban yang terluka dan sekarat di tenda-tenda yang didirikan kaum Muslimin. Keahlian medisnya ia kontribusikan untuk kemaslahatan kaum Muslimin.

Selain Rufaida, ada dua sahabiyah lain yang menggeluti bidang medis. Mereka adalah al-Ashifa binti Abdullah dan Nusaiba binti Harits al-Ansari.

Sejarah mencatat, mereka pernah merawat Rasulullah ﷺ ketika menderita luka-luka akibat peperang. ( Republika, 28 April 2010) Dalam bidang matematika, adalah Sutaita al-Mahamali salah satu Muslimah yang tercatat dalam sejarah Islam sebagai sosok ilmuwan pakar matematika.

Ia merupakan ilmuwan Muslimah yang hidup di abad ke – 10 H masa kekhilafahan Abbasiyah.

Kemahiran yang ia torehkan dalam bidang matematika berhasil memecahkan solusi sistem persamaan dalam matematika.

Catatannya tentang sistem persamaan tersebut kini banyak dikutip oleh para matematikawan lainnya. Selain itu, ia juga seorang pakar dalam bidang ilmu hadis, sastra Arab dan hukum dan seorang saksi ahli di pengadilan.

Ilmuwan Matematika lainnya adalah Labana dari Cordoba, Spanyol. Labana adalah salah satu dari beberapa matematika perempuan Islam yang banyak bergelut dalam ilmu-ilmu eksakta.

Ia juga bisa memecahkan masalah geometri dan aljabar yang paling kompleks yang dikenal di zamannya. Karenakeluasan ilmu dan literatur umum yang diperolehnya, ia dipekerjakan menjadi sekretaris pribadi Umayyah Khalifah SpanyolIslam, al-Hakam II. Kontribusi ilmu matematika saat itu ditujukan untuk melakukan perhitungan warisan sesuai dengan aturan hukum Islam.

Sehingga ilmu matematika sangat bermanfaat digunakan dalam perhitungan dan aritmatika yang terkait dengan perhitungan successoral (fara’idh dan mawarith).

Peran Strategis Muslimah

Islam agama rahmatan lil’alamin dan agama yang sempurna yang mengatur beragam aspek kehidupan.

Islam juga menempatkan perempuan pada kedudukan yang mulia dimana Islam memberikan kesempatan setinggi – tingginya bagi para perempuan untuk mengoreskan amal kemuliaan dalam menuntut ilmu dan berkontribusi bagi umat.

Semua itu dilakukan tanpa menghilangkan peran utamanya sebagai umm warabatul bayt ( ibu dan manajer rumah tangga ) karena menuntut ilmu juga mengamalkannya.

Bagi muslim, merupakan aktivitas ibadah yang diperintahkah oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana firman-Nya dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56: “Keutamaan orang-orang yang menuntut ilmu telah dijamin oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Al-Qur’an:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS Al-Mujadilah [58]: 11).

Penerapan Islam pada era Khilafah Islam menjadikan laki- laki dan perempuan bersinergis dalam amal sholih semua sama tidak ada pembeda.

Keberadaan keduanya di tengah-tengah masyarakat tidak dapat dipisahkan. Karena itu, aktivitas politik dalam pengertian riayah syu’unil ummah atau pengaturan urusan umat bukan hanya kewajiban laki-laki saja, melainkan juga merupakan kewajiban kaum perempuan sebagai bagian dari umat.

Dan Terbukti,pada realitas history bahwa  negara khilafah yang kaya akan visi keumatan telah memproduksi banyak ilmuwan Muslimah sholihah, dengan kapasitas multi disiplin ilmu.

*Penulis adalah seorang ibu yang aktif menulis buku juga mengajar di STAI PTDII. Founder Sekolah Ibu Pembelajar

JAS Malang untuk Selandia Baru: Aksi Solidaritas dan Doa Bersama

MALANG (Jurnalislam.com) – Aksi Solidaritas untuk Muslim Selandia Baru juga digelar Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) di Jalan Veteran Malang, Jumat (22/03/2019).

Aksi yang digelar seusai salat Jumat tersebut, diawali dengan salat ghaib, doa bersama, dan dilanjut dengan membentangkan banner di sekitar jalan Veteran.

Selain bentuk solidaritas, tujuan aksi ini untuk mengecam aksi terorisme di Selandia Baru, dan berharap pemerintahan setempat menjatuhi vonis seberat-beratnya bagi pelaku teror.

“Aksi ini kami selenggarakan dalam rangka mengecam aksi teroris di Selandia Baru, berharap pemerintah setempat menghukum pelaku dengan seberat-beratny,” kata Fuad Ibrahim, ketua JAS Malang seusai aksi.

Selain itu ia juga mengajak warga Malang untuk mendoakan korban tewas pada Jumaat lalu di dua Christchurch, Selandia Baru.

“Agar ditempatkan ditempat yang mulia disisi Allah,” pungkasnya.

Diketahui, pada hari ini, Jumat (22/3/2019) digelar aksi solidaritas untuk Selandia Baru serentak di beberapa kota.

Diiringi Rintik Hujan, 5000 Warga Tasik Gelar Aksi Solidaritas untuk Selandia Baru

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Semangat solidaritas untuk ‘tragedi’ Selandia Baru juga terjadi di Tasikmalaya. Sedikitnya, 5000 warga melakukan longmarch dari Masjid Agung Tasik mengelilingi kota untuk melakukan aksi simpatik, Jumat (22/3/2019).

“Ini merupakan aksi simpatik untuk menyampaikan belasungkawa dan dukungan terhadap korban teror yang dilakukan kepada umat islam di Selandia Baru,” ungkap Sekjen Al Mumtaz Abu Hazmi di lokasi.

Selain itu ia mengatakan, fenomena damai dan tabah yang diperlihatkan korban dan keluarga terdampak menunjukan nilai-nilai Islam.

Ribuan massa melakukan longmarch mengelilingi kota Tasikmalaya

“Namun, terorisme sepanjang sejarah justeru diproduksi, ditebar, dan dilakukan oleh selain Islam,” pungkasnya ditengah rintik hujan.

Diketahui, aksi damai untuk solidaritas Selandia Baru ini dikoordinasi oleh Al Mumtaz Tasikmalaya dan diiringi rintik hujan. Meski begitu, ribuan massa tetap melakukan aksinya untuk kepedulian terhadap korban di Selandia Baru.