Berita Terkini

Indo Barometer Nilai Pendukung Jokowi Ragu Akan Coblos Pilihannya di TPS

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Golput atau keputusan dari calon pemilih untuk tidak menyalurkan hak pilih mereka diprediksi bisa membuat Jokowi-Ma’ruf kalah di Pilpres 2019.

Menurut peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli, hal itu dikarenakan masyarakat yang memiliki sikap mendukung Jokowi-Ma’ruf, masih memiliki keraguan untuk benar-benar mewujudkan dukungannya di kotak suara.

“Kalau (banyak) golput itu, yang dirugikan Jokowi. Karena kunci untuk bisa membatalkan kemenangan beliau itu adalah golput itu sendiri,” ujar Hadi dalam rilis survei Indo Barometer di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

Ada pun, Hadi menyampaikan, Indo Barometer menghitung tingkat golput yang membahayakan Jokowi-Ma’ruf ada di tingkat 40 persen.

Sebab, elektabilitas atau potensi perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sebesar 50,2 persen dalam survei bulan Maret, dapat tergerus oleh angka golput setinggi itu.

“Golput dapat membatalkan proyeksi kemenangan paslon 01,” ujar Hadi.

Sementara, Hadi berpendapat, golput tidak terlalu menjadi ancaman bagi pasangan capres-cawapres bernomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Berbeda dengan kalangan pendukung petahana, kalangan pendukung oposisi cenderung lebih solid sehingga bisa dipastikan akan menyalurkan hak suara mereka.

“Koalisi pendukung Prabowo, yang terdiri dari Gerindra-PKS itu lebih solid. Terbukti di Pilkada di Jabar dan di Jateng,” ujar Hadi.

Hadi menegaskan, Tim Kampanye Nasional (TKN) harus bekerja lebih keras di sisa waktu sebelum pemungutan suara.

Selain sikap tidak solid dari masyarakat yang mendukung Jokowi-Ma’ruf, angka golput juga bisa tinggi disebabkan hal-hal seperti malasnya masyarakat mengurus pindah TPS, hingga masyarakat yang memang tidak menyukai kedua paslon.

“TKN harus menekan angka golput tersebut. Harus kerja keras di sisa waktu yang ada ini,” ujar

sumber : viva.co.id

KPAI Usulkan Larangan Game Berkonten Negatif dan Kekerasan

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Menyusul rencana fatwa haram terhadap game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) oleh Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat, kini giliran Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang ingin melarang game berkonten negatif pada anak.

Hal ini didasarkan pada Focus Group Discussion yang dilakukan oleh KPAI, bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan juga para ahli.

“KPAI berkomitmen untuk upaya perlindungan anak dari game online berkonten negatif, meliputi pornografl, kekerasan, perilaku sosial menyimpang, dan perjudian. Kami menginginkan zero game online berkonten negatif bagi anak-anak di Indonesia,” ungkap Ketua KPAI Susanto, saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

Ia sendiri sebelumnya juga mengatakan bahwa keberadaan game memang tidak hanya membawa sisi negatif. Namun juga sisi positif bagi tumbuh kembang anak dan pembentukan karakter anak.

“Kami tentu mendorong kreativitas anak bangsa untuk menciptakan game online berkonten positif yang dapat mendorong bagi perilaku positif pada anak dan pembentukan karakter yang positif bagi anak,” kata dia.

Namun ia memandang bahwa perlu ada batasan dan filter yang lebih jelas tentang game berkonten negatif dan masuknya game-game berkonten negatif dan luar negeri.

Mereka menilai bahwa Peraturan Menteri Komunikasi dan lnformatika Rl Nomor 11 tahun 2016 tentang Klasiflkasi Permainan lnteraktif Elektronik sudah tidak lagi efektif.

“Permen itu sudah  tidak mampu menjawab kebutuhan perlindungan anak di era digital, sehingga perlu direview kembali dengan lebih menitikberatkan pada komitmen perlindungan anak dan game online berkonten negatif,” kata Susanto

Susanto juga ingin masyarakat dalam hal ini orang tua dan guru untuk melakukan pengaturan penggunaan gadget bagi anak.

Termasuk  waktu penggunaan, durasi penggunaan, lokasi penggunaan, serta konten-konten yang dilihat atau dimainkan oleh anak-anak.

“Orang tua juga  perlu melakukan kontrol dan pengawasan dalam rangka upaya perlindungan anak dari berbagai konten negatif di ranah daring termasuk game online berkonten negatif,” kata dia.

Sumber : viva.co.id

 

KPK Minta Masyarakat Hati-hati terhadap ‘Amplop’

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerukan agar masyarakat tidak memilih pemimpin yang memberikan amplop untuk dipilih pada Pemilu 2019.

Lembaga anti-rasuah itu mendorong agar pemilu berjalan jujur, bersih dan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas.

“Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa pemilihan harus jujur. Jujur dalam artian jangan pernah memilih orang-orang yang akan memberikan uang untuk membeli suara. Yang memberikan amplop jangan dipilih,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah usai bertemu jajaran KPU RI, di Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

Febri menyerukan hal itu sebab baru-baru ini, lembaganya mengungkap kasus dugaan suap yang melibatkan Bowo Sidik Pangarso selaku petahana calon anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah II.

Dalam kasus itu, KPK menyita sekira 400 ribu amplop yang di dalamnya berisi uang pecahan 20 ribu dan 50 ribu yang diakui Bowo untuk serangan fajar di Pemilu 2019.

“Apa iya harga diri? dan suara masyarakat itu dihargai amplop senilai Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tolak dan tidak memilih caleg-caleg yang melakukan seperti itu,” ujar Febri.

Dalam kesempatan sama, Febri juga mendorong agar para milenial atau generasi muda bangsa ikut kontribusi dalam Pemilu 2019, dengan tidak absen dalam pemilihan. Terutama, para kaum muda yang baru mendapatkan hak pilihnya di Pemilu 2019.

“Mengajak lebih luas generasi muda, para milenial?, pemilih pertama di 2019 ini, untuk ikut memilih. Tapi bukan saja hanya sekadar memilih. Tapi menyadarkan agar mampu memilih yang jujur sehingga tadi salah satu yang muncul, tadi adalah memerangi politik uang,” ujar Febri.

Sumber: viva.co.id

Dua Jenderal Umat Turun Gunung

Penulis: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

JIKA di tahun 1998 ada dua macan Indonesia, Sri Bintang Pamungkas dan Amin Rais. Sri Bintang adalah inisiator reformasi, dan Amin Rais pelakunya. Ibarat pemain bola, Sri Bintang yang mengoper bola, Amin Rais pencetak golnya. Dan hasilnya? Orde Baru tumbang. Kemudian, lahirlah Orde Reformasi

Saat ini, dua macan Indonesia itu diwarisi perannya oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Bachtiar Nasir. Dua jenderal lapangan ini yang berhasil menggalang massa untuk mendorong terjadinya suksesi. Diawali suksesi di DKI dan sukses. Ahok terjungkal dan masuk penjara. Tentu, dengan cara yang konstitusional. Melalui prosedur demokrasi dan proses hukum.

Suksesi selanjutnya sedang mengancam Jokowi. Apakah Jokowi juga akan terjungkal? Rakyat akan menyaksikannya dua pekan lagi. Tepatnya 17 April 2019.

HRS dan Bachtiar Nasir selain memiliki kharisma, kecerdasan dan pengalaman, juga pasukan massa dan jaringan. Didampingi Yusuf Martak, ketua GNPF, Selamet Ma’arif, ketua PA 212 dan Sobri Lubis, ketua FPI, HRS bisa menggerakkan massa yang tak kalah jumlahnya dengan anggota dan simpatisan partai. Massa ini selain taat, juga militan. Kekuatan ini, secara politis tak bisa diremehkan. Upaya menegosiasi HRS melalui dua jenderal polisi paling berpengaruh, tak juga berhasil. Mentok! Kenapa? Karena tiga syarat yang diajukan HRS kurang dapat respon dari Jokowi.

Apa syarat itu? Pertama, jangan nista agama. Agama apapun. Islam, maupun agama yang lain. Keberadaan agama-agama di Indonesia dilindungi Undang-undang. Kedua, kawal Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang larangan terhadap partai komunis. Tidak ada tempat bagi PKI untuk hidup di negara Pancasila. Ketiga, jangan jual aset ke Asing dan Aseng. Jika tiga syarat ini dipenuhi, HRS tak akan ikut campur urusan politik, termasuk pilpres. Akan balik ke pesantren dan urus santri. Nampaknya, tiga syarat ini menurut HRS tak mendapat respon positif dari istana.

Gagalnya negosiasi ini membuat HRS tetap memilih jalan sebagai oposisi, dan aktif mengerahkan massa untuk menjungkalkan Jokowi di pilpres 2019.

Pilihan HRS seirama dengan hasil istikharah Bachtiar Nasir. Seorang orator dan negosiator ulung ini memiliki jaringan tidak saja masyarakat kelas bawah, tapi juga elit birokrasi dan partai. Kalangan milenial hingga pengusaha. Penampilannya lebih kalem, tapi selalu punya narasi yang menggetarkan. Sosok ustaz satu ini selalu muncul di saat yang tepat.

Jika HRS terus bergerilya untuk menyuarakan perlawanan terhadap rezim Jokowi, makin lama makin intensif, baik melalui meme, video dan fatwa-fatwa pendek, maka Bachtiar Nasir memilih muncul di injury time. Dua pekan jelang pilpres. Sekali muncul, langsung gas pol. Langkah strategis tokoh berwajah tegap dan digandrungi emak-emak ini langsung ramai mendapat respon massa.

Di gerbong Bachtiar Nasir ada MIUMI (Majlis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) yang punya jaringan ormas seluruh wilayah Indonesia. Selain MIUMI, Bachtiar Nasir juga menjadi komandan MPI (Majlis Pelayan Indonesia). Di MPI ada Zaitun Rasmin, Ketua Umum Wahdah dan pimpinan ulama se-Asia Tenggara, Haekal Hasan, da’i yang sedang digemari dan mampu menghipnotis kalangan emak-emak dan kaum milenial, Fahmi Salim, pengurus Muhammadiyah dan MUI.

Langkah politik HRS dan Bachtiar Nasir tak bisa dianggap remeh. Magnet merekalah yang berhasil menghadirkan 13 juta saat 411 dan tujuh juta manusia di Monas dalam aksi 212. Di pilpres kali ini, kekuatan magnet kedua tokoh ini sedang diuji kembali; apakah akan berhasil menumbangkan Jokowi di pilpres 2019?

Jika HRS memberi komando dari Kota Suci Makkah kepada GNPF, PA 212 dan FPI, maka Bachtiar Nasir memilih keliling dan kampanye di seluruh wilayah Indonesia. Menggerakkan MIUMI dan MPI sebagai mesin mobilisasi.

Bachtiar Nasir bersama semua kekuatannya di MIUMI dan MPI melakukan roadshow di Sulawesi, Kalimantan, Bali, DKI, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mengepung kekuatan Jokowi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Khusus di wilayah Jawa, Bachtiar Nasir bersinerji dengan kekuatan Nahdliyyin. Bachtiar Nasir sepertinya menyadari betul bahwa kekuatan di Jawa itu ada di tangan para ulama-ulama NU. Hanya fatwa para ulama NU-lah yang jadi panutan kemana pilihan suara rakyat itu akan diarahkan.

Jawa, pulau yang diduduki oleh mayoritas warga Nahdliyyin ini hanya bisa diarahkan oleh para ulama-ulama kharismatik NU seperti K.H. Najih Maemoen, Gus Qoyum, K.H. Wafi Maemoen, K.H. Ahfas Baidhowi, K.H. Anam dan K.H. Ahdal Abdurrahim. Mereka adalah beberapa nama ulama yang pengaruhnya tak bisa diabaikan di Jawa Tengah. Bersama merekalah Bachtiar Nasir mengobarkan semangat oposisi dan perlawanan terhadap rezim penguasa.

Jika dua jenderal umat ini sudah turun gunung, akankah apa yang terjadi di Pilgub DKI 2017 terulang kembali di tingkat nasional (pilpres 2019) sebagaimana yang pernah diprediksi Anies Baswedan, gubernur DKI? Kita tunggu saja takdirnya.

Tentara Israel Membunuh Seorang Pemuda Palestina di Tepi Barat

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, seorang pemuda Palestina bernama Mohamed Adwan (23) terbunuh oleh pasukan Zionis Isreal di dekat Yerusalem, Selasa (1/4/2019). Selain Adwan, tentara Isreal juga melukai tiga orang lainnya.

Saksi mata mengatakan, para tentara zionis tiba di daerah Qalandiya pada Selasa pagi untuk menangkap para pemuda yang diduga melakukan pelemparan kepada mereka.

Militer Israel mengatakan, ada kerusuhan selama operasi di daerah Kafr Aqab. Mereka menuding para pemuda itu melempar batu dan bom ke arah mereka.

“Kami menerima laporan bahwa seorang warga Palestina terluka dalam insiden itu akan diperiksa,” kata pernyataan militer itu.

Kafr Aqab terletak di sekat tembok pemisah Israel yang memisahkan Yerusalem dan Tepi Barat.

Pasukan zionis Israel sering memasuki kota-kota Palestina di Tepi Barat untuk melakukan penangkapan dan sering memicu bentrokan.

Israel Gunakan Senjata Baru Pemecah Kerumunan Melawan Demonstran Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Tentara penjajah Israel memperkenalkan senjata baru pemecah kerumunan yang digunakan untuk para demonstran Palestina di Gaza, demikina dilansir media Israel, Ahad (31/3/2019). Menurut Wallah, senjata itu menggunakan gelombang radio untuk membuat suara keras seperti bom.

Tentara zionis yang menggunakannya untuk membubarkan massa aksi The Great March of Return di perbatasan mengatakan, senjata itu sangat efektif.

Senjata tersebut diketahui bernama Actve Denial System (ADS) buatan Amerika. ADS adalah senjata energi yang tidak mematikan yang dirancang untuk keamanan perimeter dan pengendali kerumunan.

ADS dikembangkan di bawah sponsor Program Senjata Non-Lethal Dod yang dipimpin oleh Laboratorium Penelitian Angakata Udara Amerika Serikat.

Begini cara kerja senjata tersebut.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=u9p5naCkz2w[/embedyt]

Selama aksi kekerasan yang dilakukan tentara zionis kepada rakyat Palestina yang menuntut hak tanah mereka pada Sabtu (30/3/2019) lalu tercatat 4 orang gugur dan 316 lainnya terluka. Mereka yang terluka termasuk 86 anak-anak, 29 wanita, 3 paramedis, dan 7 wartawan.

Sejak dimulainya aksi The Great March of Return pada 30 maret tahun lalu, Isreal telah membunuh 280 pengunjuk rasa dan melukai lebih dari 30.000 lainnya.

https://twitter.com/i/status/1111993367800569856

Ustaz Bachtiar Nasir Resmi Dukung Prabowo-Sandi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Arrahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) menegaskan dukungannya dalam Pilpres 2019 kepada pasangan Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Sarasehan Akal Sehat di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

“Hari ini, bismillahirrahmanirrahim. Saya jatuhkan pilihan saya secara terbuka dan mengajak seluruh ulama di Indonesia, dan mengajak umat Muslim di Indonesia, dan mengajak seluruh pimpinan ormas Islam di Indonesia, dan mengajak seluruh aktivis di Indonesia, mari kita bangun Indonesia berdaulat bersama Prabowo dan Sandi,” tegasnya disambut takbir.

UBN berharap, bersama Prabowo-Sandi, Indonesia akan menjadi negara yang berdaulat.

“Mari bersama-sama, dengan Garuda Pancasila ini, saya tegaskan, saya Bachtiar Nasir yakin bersama Prabowo-Sandi kita akan berdaulat bersama Pancasila kita,” kata tokoh Aksi 212 itu.

UBN juga menyematkan pin berbentuk Garuda berwarna merah di dada kanannya, sebagai tanda dukungannya untuk pasangan Prabowo-Sandi.

DSN MUI Keluarkan Fatwa tentang Investasi Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Instrumen investasi syariah sudah semakin lengkap saat ini. Infrastruktur syariah pun menjadi pondasi yang penting demi menjaring investor syariah yang ingin menanamkan uangnya di pasar modal Indonesia.

Asal tahu saja, produk syariah bukan sekadar label saja, para regulator pasar modal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sangat serius menggarap pasar modal syariah dari sisi infrastruktur.

Terbaru, KSEI memperoleh fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) terkait proses bisnis atas layanan jasa KSEI.

Fatwa tersebut tertuang dalam fatwa nomor 124/DSN-MUI/XI/2018 tentang penerapan prinsip syairah dalam pelaksanaan layanan jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek serta pengelolaan infrastruktur investasi terpadu.

Kepala Pengawas Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, fatwa ini melengkapi fatwa dalam perkembangan pasar modal syariah.

Pencatatan dan layanan yang dilakukan oleh KSEI sekarang sudah berbasis dan menggunakan prinsip syariah.

Tidak tanggung-tanggung, nilai kapitalisasi saham syariah sendiri sudah mencapai Rp 3.667 triliun. Syariah Online Trading System (SOTS) Sekarang sudah diaplikasikan oleh 13 anggota bursa.

OJK mencatat dalam tiga tahun terakhir, penggunaan SOTS naik 263%, reksadana syariah tumbuh 85% dan sukuk korporasi tumbuh 51%.

“Fatwa baru ini lengkapi fatwa pasar modal yang sudah ada. Saat ini sudah ada 20 reksadana syariah, 40 prinsip syariah di pasar modal dan 80 mekanisme perdagangan saham syariah,” ujar Hoesen di gedung BEI, Senin (1/4).

Semakin lengkapnya instrumen investasi pasar modal ini menjadi angin segar bagi para investor karena mereka sudah mendapatkan kepastian, sarana dan pilihan investasi yang sangat beragam dan mencakup syariah Islam.

Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan, makin banyak instrumen investasi akan memberikan pilihan yang beragam bagi konsumen.

Kemudahan dan pilihan alternatif akan membuat kenyamanan berinvestasi semakin terjaga. Obligasi syariah (sukuk), reksadana syariah, deposito bank syariah dan saham syariah akan melengkapi pilihan konsumen.

sumber : kontan.co.id

Ini 6 Rekomendasi Halal Center Unair untuk BPJH

SURABAYA (Jurnalislam.com) — Halal Center Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, memberikan enam rekomendasi untuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Rekomendasi tersebut merupakan hasil seminar halal kedua yang diselenggarakan Halal Center Unair, Ahad (30/3).

Menurut Direktur Indonesia Halal Watch Ikhsan Abdullah, poin pertama dari rekomendasi itu ialah supaya BPJPH fokus dalam membentuk kantor perwakilan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Dalam seminar itu, dia menjadi salah seorang pemateri.

Rekomendasi kedua, BPJPH mesti membentuk lembaga pemeriksa halal (LPH) di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Tiap LPH mesti dilengkapi dengan minimal tiga orang auditor halal.

“Hal ini mesti dilakukan sebagai bentuk kesiapan BPJPH melaksanakan mandatory atau wajib sertifikasi halal,” kata Ikhsan Abdullah, Senin (1/4).

BPJPH, lanjut dia, selama ini hanya membentuk pusat halal (halal center) di berbagai perguruan tinggi negeri.

Padahal, segenap lembaga itu cenderung berfungsi sebagai pusat kajian atau riset, alih-alih suatu LPH.

“Karena itu akan bersinggungan dengan kewenangan Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi,” sebut Ikhsan.

Poin ketiga, BPJPH hendaknya membentuk auditor halal.

Paling sedikit, badan tersebut perlu 25 ribu orang auditor untuk melakukan sertifikasi produk usaha kecil menengah (UKM), yang jumlahnya mencapai 4.6 juta unit–di luar yang saat ini telah bersertifikasi halal.

Poin keempat, BPJPH agar segera melakukan kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melakukan sertifikasi auditor halal.

Dengan begitu, hasil dari pendidikan dan pelatihan yang dilakukan BPJPH menjadi auditor halal, bukan sekadar calon auditor.

Hal ini juga sejalan dengan ketentuan Pasal 14 huruf F UU Jaminan Produk Halal. Di dalamnya, terkandung aturan, sertifikasi auditor dilakukan oleh MUI.

“Maka Diklat Auditor harus memiliki payung hukum berupa perjanjian kerjasama antara BPJPH dan MUI juga dalam rangka akreditasi LPH.”

sumber: republika.co.id

Bersama Masyarakat, Sinergi Foundation Wujudkan Masjid Ramah Gempa di Lombok

LOMBOK (Jurnalislam.com)–Ratusan warga tampak  antusias mengikuti prosesi serah terima Masjid Bambu Nurul Hikmah.

Terlekan di Dusun Lauk Rurung Barat, Desa Sembalun Bumbung, Kec. Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu 30 Maret 2019.

Masjid ramah gempa tersebut merupakan hasil sinergi kebaikan masyarakat yang dihimpun Sinergi Foundation untuk warga Lombok.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Yayasan Semai Sinergi Umat (Sinergi Foundation) H. Sepriyanto dan Pegiat Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan) Hj. Fauziati,  selaku Inisiator Program Masjid Ramah Gempa.

Pun tokoh masyarakat, unsur pemerintah dan alim ulama Sembalun Bumbung, yang tak ingin melewatkan momentum langka, peresmian Masjid Bambu Nurul Hikmah.

Masjid Ramah Gempa berbahan dasar bambu, dengan rancangan berbasis kearifan lokal Sembalun, yang sarat makna dan inspirasi.

“Saya sampaikan, bahwa paska gempa, ini adalah Masjid pertama yang didirikan di Wilayah Sembalun, dengan rancangan yang mengakomodir kearifan lokal,” kata Murnaji, Ketua Panitia lokal pembangunan Masjid Bambu Nurul Hikmah dalam sambutannya.

Selain bahan dasar bambu dominan,  lanjut Murnaji, desain Masjid berkapasitas ratusan Jamaah ini sarat makna Filosofis.

Misalnya, kata Murnaji, Lima tiang penyangga utama berbahan Bambu jenis Betung, yang melambangkan rukun Islam yang Lima.

“Tiga anak tangga di tiga pintu menuju Masjid, melambangkan hubungan manusia dengan lingkungan, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya, Allahu Ta’ala,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Bambu Nurul Hikmah,  Saenti menyampaikan bahwa konsep unik masjid ramah gempa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar,  yang sebagian di antaranya masih trauma.

“Jamaah merasa tenang melaksanakan ibadah, tanpa khawatir jika gempa sewaktu-waktu tiba,” katanya.

Melihat antusiasme warga, ia optimis Masjid Bambu Nurul Hikmah bisa menjadi sentra dakwah Islam di kawasan Sembalun, sekaligus inspirasi  Masjid di wilayah rawan gempa lainnya di negeri ini.

Saenti mewakili warga Dusun Lauk Rurung Barat mendoakan,

“Semoga menjadi amal jariyah yang mengalirkan pahala tak berkesudahan bagi para donatur dan siapa saja yang terlibat dalam inisiasi pembangunan dan upaya memakmurkan Masjid ramah gempa ini.”