Berita Terkini

Koran Israel Terbitkan Bocornya Isi ‘Kesepakatan Abad Ini’

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Poin utama rencana Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah atau yang dikenal dengan “Kesepakatan Abad Ini”, dibocorkan oleh sebuah koran lokal berbahasa Ibrani di Israel kemarin, Ahad (13/5/2019). Israel Hayom menerbitkan poin-poin utama kesepakatan itu dari dokumen yang diduga telah bocor yang diedarkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel.

Padahal AS mengatakan akang mengungkapkan kesepakata tersebut setelah Ramadhan, atau pada awal Juni.

Poin-poin utama perjanjian yang disatukan oleh menantu Trump, Jared Kushner – yang memiliki minat luas di Israel dan pemukimannya – dan diusulkan oleh pemerintahAS sebagai berikut:

Sebuah perjanjian tripartit akan ditandatangani antara Israel, PLO, dan Hamas, serta negara Palestina akan dibentuk yang akan disebut “Palestina Baru” dan akan didirikan di Tepi Barat dan Gaza, dengan pengecualian pemukiman. Israel akan membebaskan tahanan Palestina secara bertahap selama tiga tahun di bawah kesepakatan.

Blok pemukiman di Tepi Barat yang diduduki, yang ilegal menurut hukum internasional akan membentuk bagian dari Israel.

Yerusalem tidak akan dibagi tetapi akan dibagi oleh Israel dan “Palestina Baru” dengan Israel mempertahankan kontrol umum.

Orang-orang Palestina yang tinggal di Yerusalem akan menjadi warga negara Palestina tetapi Israel akan tetap bertanggungjawab atas pemerintahan kota tersebut dan atas tanahnya. Negara Palestina yang baru dibentuk akan membayar pajak kepada pemerintah kota Israel untuk bertanggungjawab atas pendidikan di kota itu bagi warga Palestina.

Status quo di situs-situs suci akan tetap ada dan warga Yahudi Israel tidak akan diizinkan membeli rumah-rumah Palestina dan sebaliknya.

Mesir akan menawarkan tanah negara Palestina Baru untuk membangun bandara, pabrik, dan pertanian yang akan melayani Jalur Gaza. Palestina tidak akan diizinkan untuk hidup di tanah ini.

Sebuah jalan raya akan dibangun untuk menghubungkan Gaza ke Tepi Barat di atas tanah Israel. Cina akan membiayai 50 % proyek ini dan Korea Selatan, Australia, Kanada, AS, dan Uni Eropa masing-masing 10 persen.

Kesepatakan Sponsor

Dokumen yang bocor itu mengklaim bahwa Amerika Serikat, Uni Eropa dan negara-negara teluk akan mendanai dan mensponsori kesepakatan selama lima tahun untuk mendirikan negara Palestina Baru.

Ini akan menelan biaya sebesar enam milyar dolar per tahun, 70 persennya akan dibayar oleh negara-negara teluk dan AS akan membayar 20 persen, Uni Eropa 10 persen.

Palestina Baru tidak akan diizinkn membentuk tentara tetapi bisa mempertahankan pasukan polisi. Sebaliknya, perjanjian pertahanan akan ditandatangani Israel dan Palestina baru di mana Israel akan membela negara baru dari serangan asing.

Setelah menandatangani perjanjian, Hamas akan menyerahkan semua senjatanya ke Mesir. Para pemimpin gerakan akan dikompensasi dan digaji oleh negara-negara Arab saat pemerintah didirikan.

Pemilu diperkirakan akan diadakan dalam satu tahun setelah pembentukan negara “Palestina Baru”.

Semua perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir dan Israel akan tetap terbuka untuk orang-orang dan barang-barang dan Palestina akan dapat menggunakan udara dan pelabuhan Israel.

“Palestina Baru” akan memiliki dua penyeberangan ke Yordania, ini akan berada di bawah kendali otoritas “Palestina Baru”.

Lembah Jordan akan tetap berada di tangan Israel dan jalan tol empat jalur akan dibangun melaluinya.

Jika Hamas atau badan-badan Palestina menolak kesepakatan ini, AS akan membatalkan semua dukungan keuangannya kepada Palestina dan menekan negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Jika, di sisi lain, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menandatangani perjanjian itu tetapi Hamas dan Jihad Islam tidak setuju, perang akan dilancarkan di Jalur Gaza dengan dukungan penuh dari AS.

Namun, jika Israel menolak kesepakatan itu, AS akan menghentikan dukungan keuangannya. AS saat ini membayar $ 3,8 miliar setahun untuk mendukung Israel.

Peringati Hari Nakba, Ribuan Massa di London Unjuk Rasa Bela Palestina

LONDON (Jurnalislam.com) – Ribuan orang berunjuk rasa di pusat kota London pada hari Sabtu (10/5/2019) untuk memperingati 71 tahun Hari Nakba Palestina (Bencana), yang bertepatan tahun ini dengan rencana untuk kesepakatan baru yang akan melikuidasi masalah Palestina. Unjuk rasa ini diselenggarakan oleh Forum Palestina di Inggris (PFB), Kampanye Solidaritas Palestina (PSC), Asosiasi Muslim Inggris (MAB) dan Kampanye Stop the War (STW).

Yel-yel “Bebaskan Palestina”, dan “Akhiri Pengepungan di Gaza” diteriakan pengunjuk rasa sambil membawa poster-poster pro-Palestina.

Unjuk rasa dimulai di Portland Place dan berjalan melalui Oxford Circus dan Trafalgar Square untuk mencapai Downing Street di mana kantor-kantor pemerintah berada.

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menegaskan penolakan sepenuhnya terhadap rakyat Palestina dan kepemimpinan mereka atas semua yang telah dibocorkan tentang “kesepakatan abad ini” yang mencurigakan.

Ketua PFB, Hafiz Al-Karmi, memperbarui seruan kepada Pemerintah Inggris untuk meminta maaf atas kesalahan historis Deklarasi Balfour dan untuk bekerja demi perlindungan rakyat Palestina di tanah kelahiran mereka.

Ikon perlawanan Palestina, Ahed al-Tamimi termasuk di antara para demonstran. Gadis 17 tahun ditangkap pada akhir 2017 oleh otoritas Israel dan kemudian dijatuhi hukuman penjara delapan bulan karena “menyerang” seorang tentara Israel.

“Kami tidak akan menjadi korban! Kami akan terus menolak!” kata Al-Tamimi dalam orasinya.

Juru bicara PFB, Adnan Humaidan, meminta Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk berhenti mempersenjatai dan mendukung penjajahan Israel namun menutup mata terhadap kejahatannya seperti pembunuhan bayi Saba Abu Arrar dan ribuan anak-anak Palestina sebelum dia.

Para demonstran juga membawa poster-poster hujatan kepada Presiden Amerika, Donald Trump, dan rencananya yang jahat untuk Palestina. Massa juga menyerukan dukungan untuk gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS).

Orang Palestina Inggris lainnya, Haneen Khalil, berbicara atas nama OLIVE for Palestinian Youth. Dia menekankan penolakannya atas perundingan dengan Israel sebelum menyetujui hak pengembalian semua pengungsi Palestina.

Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn juga mendukung pawai di Twitter, menulis:

“Kita tidak bisa berdiam diri atau tetap diam pada penolakan terus-menerus atas hak dan keadilan kepada rakyat Palestina.”

55 Santri Ikuti Camping Al-Qur’an Pesma Salman Al-Farisi

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Pesantren Mahasiswa (Pesma) Salman Al-Farisi Surakarta mengadakan Camping Al-Qur’an Untuk Anak di di Komplek Salman 2 Blumbang Tawangmangu, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung mulai hari Sabtu hingga Ahad (11-12/5/2019) itu diikuti oleh 55 peserta yang sebagiannya anak yatim dan dhuafa.

Peserta putra melakukan camping di Komplek Salman 2 Blumbang Tawangmangu, sedangkan putri menempati Komplek Salman Putri di Padepokan Lir ilir Karangpandan. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan yaitu: belajar tahsin metode Karima, menghafal surat Al-Kahfi, permainan dan lomba memanah serta berkuda.

Salah seorang peserta, Davin, mengaku senang bisa ikut Camping Al-Qur’an. Meskipun masih kelas 2 SD, santri dari Malang ini tidak takut jauh dari orang tua. Saat ditanya mau lanjut Camping lagi atau tidak, dia menjawab ingin lagi tapi pekan depan.

Selain Davi ada Ali dari Solo juga puas dengan kegiatan ini. Menurutnya Camping Al-Quran memberinya kesempatan berkenalan dengan teman-teman baru sambil mengenal pondok Salman.

Sementara itu Direktur Pesma Salman Al-Farisi, Ustaz Amin Muchlas mengatakan, “Kegiatan ini mempunyai tujuan utama yaitu menumbuhkan cinta anak pada Al-Quran”.

BMH Berbagi 1.000 Paket Buka Puasa Bersama Anak Yatim & Dhuafa

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus berbagi kebaikan dibulan suci ramadhan kali ini. Salah satunya ialah dengan membagikan 1.000 Paket buka puasa bersama anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang tersebar di 11 Kota di Jawa Timur. Yakni; Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, Pamekasan, Malang, Jombang, Probolinggo, Madiun, Lumajang, Pasuruan, dan Ponorogo.

“BMH menggulirkan program “Ramadhan, Raih Pahala Terbaik” untuk tema ramadhan tahun ini. Dengan menyajikan nasi dan lauk pauk dalam sekotak kebaikan, melalui para tangan-tangan ikhlas yang seharian telah menyiapkan aneka buka puasa untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Manager Program & Pendayagunaan BMH Jatim, Imam Muslim. Sabtu (11/5).

Sebanyak 1.000 paket buka puasa telah BMH siapkan untuk mereka yang membutuhkan. Yakni ada anak-anak yatim, ratusan keluarga warga dhuafa, para tukang becak, santri penghafal al Quran dan warga yang tinggal di daerah Kampung Pemulung di daerah pinggiran kota.  Tak hanya itu, BMH juga membagikan paket buka puasa berkah sampai kepada para muallaf di puncak Tengger, Senduro, Lumajang.

Sebanyak puluhan Mualaf Suku Tengger mengikuti buka puasa bersama BMH ini.

“Alhamdulillah, BMH bisa terus membantu membagikan paket buka puasa kepada saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah di bulan Ramadhan ini. Terutama kepada para Mualaf Suku Tengger di Lumajang sini. Semoga BMH bisa terus menebar manfaat lebih luas lagi untuk ummat.”Ujar Bukhori Muslim, salah satu Dai Tangguh BMH yang berdakwah di daerah Tengger tersebut.

Program berbagi paket buka puasa berkah ini akan terus dilaksanakan hingga akhir ramadhan 1440 H, tak hanya di pusat kota tetapi beberapa titik dipilih untuk menjangkau wilayah pinggiran, seperti di Kampung Pemulung & Nelayan dan daerah-daerah pelosok serta pedalaman lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin berbagi kebaikan di bulan ramadhan ini bersama BMH bisa menyalurkan donasinya melalui BNI Syariah 0558008006, BCA 3890548007, a.n Baitul Maal Hidayatullah. Konfirmasi Donasi : 082234404400.

LBH Pelita Umat Gelar Diskusi Bahas Kecurangan Pilpres

SURABAYA (Jurnalislam.com) – LBH Pelita Umat menggelar diskusi tokoh bertajuk ‘OBOR di Tengah Dugaan Kecurangan Pilpres yang TSM (tersruktur, sistematis dan masif) Graha Zabal Nur jalan Jambangan Agung, Surabaya, Ahad (12/5/2019).

Arbi Muslim selaku pembicara pertama menilai ada banyak kejanggalan dalam proyek one belt one road (OBOR) yang terlihat tergesa-gesa dalam pengesahannya.

“Bagaimanapun caranya proyek OBOR tersebut harus dibatalkan. Adanya proyek tersebut akan berdampak negatif bagi negara ini,” katanya.

Sementara, Dr. Muftih Mubarok menilai kecurangan pemilu 2019 sudah terbukti terstruktur, sistematis dan masif yang menguntungkan pihak 01.

“Solusi yang terbaik dalam hal people power yaitu berupa perang melawan rezim yang sudah semakin kalap sehingga menghalalkan berbagai macam cara untuk memenangkan paslon 01,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Dr Muftih, KPU sudah mendiskualifikasi pihak 01 akibat banyaknya kecurangan yang terjadi.

“Kemenangan perdana menteri Malaysia bisa membuktikan kecurangan 1 TPS saja dapat menggugurkan paslon yang terbukti melakukan kecurangan, yang menghasilkan kemenangan pada Mahathir Mohammad. Sistem yang dibuat oleh pemerintah malaysia,” ujarnya.

Lebih lanjut ia meminta masyarakat untuk ikut bergerak melawan kecurangan TSM tersebut secara konstitusional.

“Ini adalah waktunya bila tidak semua akan terlewat begitu saja. Kecurangan TSM pun harus dilakukan dengan kebenaran yang TSM,” tandasnya.

Muslimah Bercadar Solo Berbagi Jilbab dan Takjil Gratis

SOLO (Jurnalislam.com) – Puluhan wanita bercadar yang tergabung dalam Komunitas Mujahidah Soloraya membagikan takjil kepada penguna Jalan Jendral Sudirman depan kantor Bank Indonesia, Solo pada Ahad (12/5/2019).

“Ini adalah acara tahunan dan sudah berjalan sejak tahun kemarin, kita tebar jilbab dan takjil, 103 jilbab dan paket takjil sekitar 1300 paket,” kata Anita Koordinator aksi kepada Jurnalislam.

Anita berharap, aksi sosial tersebut dapat menepis anggapan negatif bahwa muslimah bercadar identik dengan terorisme. 

“Kami berharap warga Solo pada umumnya bisa menerima kami yakni muslimah yang mengunakan jilbab besar,” ungkapnya.

“Kami tidak ekstrem dan sama dengan muslimah pada umumnya mau bersosialisasi dan mau berdakwah,” sambungnya.

Selain Mujahidah Soloraya, kegiatan bagi takjil tersebut juga didukung elemen dan komunitas muslim seperti Eks Preman Solo (Ekspreso), Suami Merdeka, La Raiba, dan Dapur Solo.

Anies Pastikan Kebutuhan Korban Kebakaran Kampung Bandan Terpenuhi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Ahad (12/5/2019) meninjau langsung lokasi kebakaran di Kampung Bandan, Jakarta Utara yang terjadi sehari sebelumnya sehari sebelumnya. Ia menegaskan kebutuhan korban akan terpenuhi dengan baik.

“Kita bantu semua, anak-anak sekolah sudah langsung disiapkan baju seragam, buku-buku, sehingga tidak terganggu sekolahnya. Ada 5 anak SD, 27 anak SMP dan 3 ana SMA. Mereka semua dijamin untuk bisa langsung meneruskan sekolah tanpa ada gangguan,” katanya melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Senin (13/5/2019).

“Kemudian, untuk orang tua, sudah banyak kebutuhan di sini yang kita siapkan dengan adanya tim dari Dinas Sosial, sudah membantu dari semalam,” tambahnya.

Anies juga mengungkapkan, terdapat tim praktisi dan pegiat kesehatan yang langsung hadir ke lokasi dan bekerja usai peristiwa kebakaran, lantaran banyak keluhan warga yang menderita gangguan pernafasan dan luka akibat terkena serpihan benda tajam saat bencana terjadi.

Ia menyatakan, Pemprov DKI Jakarta telah memulai proses pendataan bagi korban. Untuk itu, Anies mengimbau setiap warga agar secara aktif melaporkan dokumen administrasi yang hilang atau terbakar dalam musibah ini.

“Kita, pemerintah akan membantu meringankan beban mereka dengan memudahkan hal-hal apa yang bisa kita lakukan, akan kita kerjakan untuk mereka di sini,” imbuhnya.

Kebakaran di Kampung Bandan terjadi pada Sabtu (11/5/2019), setidaknya ada lebih dari 450 rumah hangus terbakar dan 450 Kepala Keluarga, dengan total lebih dari 3.500 jiwa menjadi korban.

Ulama Muda Palestina Pimpin Tarawih di Ponpes Ibnu Qoyyim Jogja

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren Ibnu Qoyyim Yogyakarta kedatangan Syaikh Muhammad Hussain Muthier asal Palestina pada Sabtu (11/5/2019). Syeikh Muhammad Hussain datang bersama lembaga kemanusiaan Aman Palestin dalam rangka silaturahim yang bertajuk “Safari Imam Muda Bumi Syam”.

Kehadiran Syaikh Muhammad disambut meriah oleh para asatidz dan santri yang berada di Masjid pesantren.

Dalam kunjungan tersebut, Syaikh Muhammad diberi kesempatan oleh pengurus pondok untuk mengimam sholat tarawih dan mengisi kajian setelah tarawih.

Dalam tausyiahnya, ia menceritakan salah satu kekejaman penjajah zionis Israel yang membombardir salah satu masjid tua di Jalur Gaza bernama Masjid Ajlin.

“Masjid Ajlin salah satu bangunan tua kesayangan warga palestina dihancurkan oleh israel. Hingga sekarang kondisinya sama sekali tidak bisa dipakai untuk beribadah, maka kami dari Aman Palestin lakukan aksi penggalangan dana wakaf untuk pembangunan masjid,” ucap Syaikh Muhammad saat ceramah dengan Bahasa Arab.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Ibnu Qoyyim, Ustaz Fajar menyampaikan terimakasih banyak kepada Aman Palestin yang telah mendatangkan Syaikh Muhammad. Ia mengatakan, kedatangan ulama muda asal negeri Syam itu akan memotivasi para santri untuk meningkatkan kepedulian sesama muslim yang berada di negeri Syam dan menambah pengalaman santri dengan mendengarkan ucapan bahasa arab oleh orang arab asli.

“Terimakasih untuk Aman Palestine salah satu NGO yang bergerak di bidang kamanusiaan telah menghadirkan Syaikh di pesantren kami, yang mana juga telah membantu program tarbiyah dan taklim santri disini, dan telah memberikan motivasi kepada santri akan kesadaran dan kepedulian terhadap sesama muslim yang membutuhkan bantuan dari umat Muslim yang lain,” tutur Ustaz Fajar.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh salah seorang santri Ponpes Ibnu Qoyyim, Arsyad. Santri asal Papua itu mengaku sangat senang atas kedatangan Syaikh dari Palestina itu. Arsyad sangat ingin mendonasikan barang yang telah ia kumpulkan selama di pesantren dan memberikannya langsung kepada orang Palestina. 

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa berada disini mengikuti kajian dari Syaikh Muhammad asal palestina yang tidak saya duga sebelumnya, ini event yang saya tunggu-tunggu karena pengen sekali mendonasikan apa yang saya punya untuk warga palestina semoga Allah menerima sedekah saya. dan saya berharap untuk Aman Palestin tetap semangat, terus berjuang, dan jangan pernah lelah berbuat kebaikan,” jelasnya kepada Jurnalislam.

Dalam acara itu berhasil terkumpulkan donasi sebesar 32 juta rupiah dan akan disalurkan langsung ke Palestina melalui Aman Palestin.

Kontributor: Hasan Shoghir

#RamadhanBulanPerjuangan: Wujudkan Perisai Umat

Oleh: Nurhayati, S.ST (Media Muslimah Kendari)

Marhaban yaa Ramadhan… Bulan suci mulia dan bertabur berkah telah tiba, bulan yang didalamnya ibadah seorang Muslim diganjar dengan pahala yang berlipat. Didalam bulan ini pula Allah membuka pintu surga dan menutup pintu neraka. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Apabila telah masuk bulan Ramadhan, terbukalah pintu-pintu surga dan tertutuplah pintu-pintu neraka dan setan-setan pun terbelenggu.” (HR. Bukhari Muslim)

Namun seringkali umat Muslim salah menafsirkan bulan Ramadhan ini hanya dengan ibadah ritual seperti shalat wajib diikuti dengan shalat sunnah dimalam hari, memperbanyak tadarus Al-Qur’an dan memperbanyak sedekah. Islam sebagai agama yang universal menjadikan ajarannya harus dijalankan tanpa terkecuali. Jika kewajiban berpuasa dalam Q.S Al-Baqarah:183 umat Islam menyambutnya dengan penuh kegembiraan tapi masih banyak lagi ayat dalam Al-Quran yang tidak dijalankan seperti ayat tentang diwajibkannya qishas, larangan riba, hukuman bagi pezina dan pencuri, dan masih banyak lagi. Padahal bukti imannya seorang Muslim adalah ketika dia harus taat secara totalitas.

Hal ini terjadi bukan karena umat tidak mau akan tetapi sistem saat ini menafikkan Islam dalam kehidupan umum. Islam hanya dimaknai sebagai ajaran yang mengatur aspek ritual semata tidak mengatur dalam aspek keumatan termasuk didalamnya aspek muamalah dan uqubat.

Ramadhan Mewujudkan Perisai Hakiki Umat Islam

Sebagaimana kita ketahui bahwa puasa adalah sebagai perisai keimanan seseorang. Tujuannya agar individu senantiasa terjaga ketaatan dan terjaga dari kedurhakaan kepada sang Khaliq. Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah saw.,“puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya” (H.R. Ahmad).

Dari sini kita melihat Allah memposisikan puasa sebagai benteng bagi seorang hamba dari segala bentuk kemaksiatan. Akan tetapi sebagai Muslim kita harus mengetahui bahwa puasa tidak hanya menjadi perisai ketaatan individu saja akan tetapi puasa akan mewujudkan perisai ketakwaan jamaah dalam cakupan yang lebih luas termasuk negara didalamnya.

Dibulan Ramadhan kita jumpai banyak orang lebih taat dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya bahkan kualitas ibadah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mengapa ini bisa terjadi?

Hal ini terjadi karena pilar pertama belum terbentuk secara sempurna, belum adanya keimanan dan pemahaman yang mendalam tentang Ramadhan. Ramadhan hanya akan terus berlalu tanpa meninggalkan  perubahan di masyarakat. Harusnya puasa pada bulan Ramadhan secara khusus merupakan kesempatan untuk menyucikan dosa-dosa selama sebelas bulan sebelumnya. Barangsiapa berpuasa dengan penuh iman dan mengharap pahala Allah, maka ia berhak untuk keluar dari bulan puasa itu dalam keadaan diampuni dan suci dari dosa, khususnya dosa-dosa kecil yang biasa dilakukan pada pagi, sore, dan malamnya, yang terkadang tidak disadari oleh pelakunya, dan dia tidak tahu bahwa jika dosa-dosa itu membinasakan pelakunya.

Kedua, pemaknaan Ramadhan didasarkan atas cara pandang pemikiran sekuler. Sehingga anggapan melakukan ketaatan kepada Allah itu hanya pada bulan Ramadhan saja. Padahal telah jelas dalam firman-Nya pada Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183 bahwa Allah mewajibkan kita berpuasa di bulan Ramadhan agar kita menjadi orang yang bertaqwa (setelah selesai dari Ramadhan), bukan “hanya” di bulan Ramadhan. Justru keberhasilan Ramadhan itu dilihat aplikasinya dari sebelas bulan ke depan apakah kita akan tetap istiqamah untuk menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya atau justru sebaliknya.

Ketiga, tidak adanya sistem baik yang mengatur . Berbicara tentang sistem tentu kita melihat pada lingkup sosial, dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Sistem negara kita yang masih sekuler, tidak diatur dengan sistem islami yang salah satu akibatnya seperti fenomena Ramadhan ini dimana ketaatan kepada Allah hanya berlaku di bulan Ramadhan saja, karena memang sebelas bulan lainnya tidak diatur dengan sistem Islam. Seharusnya taqwa itu dilakukan setiap saat, kapan pun dan dimana pun.

Ramadhan Membangun Ketaqwaan sosial

Kalau kita mau merenungkan dan berpikir secara mendalam bahwa banyak pembelajaran yang bisa diambil dari bulan Ramadhan. Dalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183, Allah menginginkan hamba-Nya secara individu agar meraih kemenangan Ramadhan dengan gelar taqwa.

Namun apakah taqwa yang kita dapatkan hanya untuk diri kita sendiri?  Tentu tidak. Taqwa di sini juga harus taqwa dalam lingkup sosial dimana kesalehan pribadi kita harus bisa kita wujudkan dalam amal yang menyeluruh dan berjamaah sehingga dapat terwujud ketaqwaan dalam masyarakat.

Selain ketakwaan individu dan jamaah ada pilar terakhir yang menjadi penentu terjaganya kedua unsur ketaatan tadi yaitu. Negara yang menerapkan syariat yaitu negara yang menjamin diterapkannya syariat Islam di tengah-tengah masyarakatyaitu Khilafah ‘ala minhajjin nubuwwah. Negara khilafah inilah  yang menjadi pelindung umat Islam dari berbagai serangan musuh-musuhnya, baik serangan akidah, serangan budaya, bahkan menjadi pelindung bagi serangan-serangan fisik yang dilancarkan kafir penjajah ke negeri-negeri Islam.

Setidaknya itulah alasan mengapa umat islam saat ini jauh berbeda dengan umat Islam di masa lalu. Karena saat ini, pilar-pilar penyangga tegaknya Islam yakni ketakwaan individu, kontrrol dari masyarakat, dan adanya negara yang menerapkan Islam secara kaffah semuanya telah runtuh dan tiada lagi. Oleh karena itu, tugas kita saat ini adalah berusaha membangun kembali tiga pilar utama tersebut. Sehingga Ramadhan bukanlah bulan yang hanya terkhusus melakukan ketaatan akan tetapi bulan lainnya pun umat taat terhadap semua ayat-ayat Allahyang termaqtub dalam Al-Quran dan As-Sunah. Wallahu ‘alam bishowab[]

 

  

BSMI Usulkan Audit Medis Kematian Petugas Pemilu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Djazuli Ambari mengucapkan turut berbela sungkawa atas wafatnya ratusan petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang terdiri dari unsur KPU, Bawaslu dan aparat keamanan. 
 
“Kami keluarga besar BSMI ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ratusan petugas penyelenggara Pemilu 2019. Kami juga mendoakan agar ribuan lainnya yang menjalani perawatan karena sakit segera diberikan kesembuhan,” papar Djazuli dalam keterangannya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Djazuli menambahkan, masyarakat perlu mengetahui terkait penyebab wafatnya ratusan penyelenggara Pemilu 2019. Hal ini bisa dilakukan, papar dia, dengan menggelar audit medis dan forensik. 
 
“Audit medis dan forensik ini bisa berisi laporan kronologis medis perawatan dari korban sampai meninggal dunia. Keterangan yang lengkap lewat audit medis menjadi dasar pertimbangan untuk membuat regulasi Pemilu yang akan datang. Audit forensik bisa berupa autopsi,” kata Djazuli. 
 
Djazuli menilai, dugaan kelelahan yang menjadi penyebab kematian masih perlu dibuktikan secara medis. Laporan lengkap yang tersaji dari semua kasus kematian, papar dia, bisa menjadi rekomendasi dunia medis bagi penyelenggara Pemilu. 
 
“Apalagi salah satu syarat menjadi petugas PPS dan PPK itu melampirkan surat keterangan sehat dari Puskesmas atau RS terdekat. Kalau kemudian dinyatakan sehat dan terjadi seperti ini justru memperkuat perlunya audit medis dan forensik,” sebut dia.
 
Selain itu, BSMI juga merekomendasikan petugas penyelenggara Pemilu ke depan dikenakan batas maksimal usia sebagai persyaratan. Selain itu BSMI merekomendasikan adanya unsur tenaga medis yang masuk ke dalam PPK atau KPPS guna mengantisipasi kejadian medis saat proses Pemilu. 
 
“Kita berharap dari sisi medis ada peningkatan kualitas dengan melakukan berbagai upaya antisipasi agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan setiap Pemilu digelar,” papar dia.