Berita Terkini

MUI: Spirit Hijrah Harus Lahirkan Kesalehan Sosial

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi mengimbau pada kaum muslimin agar memiliki semangat hijrah menuju kesalehan dan kemenangan hakiki, dalam memasuki tahun baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriyah.

“Hijrah harus dimaknai sebagai proses transformasi dari kondisi kehidupan yang gelap menuju peradaban yang terang dan mencerahkan, baik dalam konteks kehidupan pribadi maupun kemasyarakatan dan kebangsaan,” terang Zainut Tauhid Sa’adi dalam siaran pers yang diterima Ahad (01/09/2019).

Dijelaskan Zainut Tauhid Sa’adi, dari aspek kehidupan pribadi, hijrah harus memberikan perubahan dari pribadi yang sombong, culas dan zalim menuju pribadi yang adil, jujur dan terpuji.

Dari perilaku yang suka menggunjing, mengumpat dan memfitnah menuju pribadi yang santun, ramah dan suka menebarkan cinta dan kedamaian.

Dari pribadi yang konsumtif, boros dan koruptif menuju pribadi yang produktif, hemat dan sederhana.

Zainut juga menuturkan, dari aspek tatanan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan, hijrah harus memberikan perubahan kepada masyarakat bangsa, dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat madani, yaitu masyarakat yang beriman, maju, mandiri, bahagia lahir batin, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, hukum dan norma susila, serta jujur, adil, setara atau demokratis, beradab dan berakhlak mulia.

Usung Halal dan Non Riba 100 Persen, Plaza Ummat Marketplace Diluncurkan

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Di tengah ramainya bermunculan bisnis e-commmerce, kini hadir satu lagi bisnis sejenis dengan bendera Plaza Ummat Marketplace (PUM) dengan mengusung tag line 100 % halal dan non ribawi.

Soft launching PUM digelar pada Rabu 28 Agustus 2019 di hotel Mulya, Jakarta Pusat.

Gebrakan selanjutnya akan dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan publikasi massif dengan fokus pemasaran terkonsentrasi di daerah Pulau Jawa dan Sumatera.

Pada 2019, pihak PUM menargetkan volume transaksi bisa menembus diatas Rp 1 triliun.

Sebagai pelopor Marketplace berbasis syariah, menurut Chief of Executive Officer PUM Getta Leonardo Arisanto, PUM menampilkan fitur halal sesuai dengan data produk yang terdaftar di LPPOM MUI.

Ada juga  pelaporan bila ada produk-produk yang tidak sesuai kaum muslim.

Sekaligus yang membedakan dengan Marketplace lain yaitu: halal dan non ribawi menjadikan PU Platform  sesuai bagi sebagian mayoritas kaum muslim.

Semua produk barang ataupun jasa, baik itu produk kebutuhan dasar (pangan, sandang, dan papan) sampai dengan kebutuhan aktualisasi diri (mobil, gadget, dan lainnya).

Bahkan kebutuhan akan urusan ibadah bisa terlayani dengan baik.

 

“Dengan demikian, kehadiran PUM memiliki peluang besar,” ujar Getta.

 

 

Semangat Sambut Tahun Baru Islam Sampai Ke Soloraya, Ribuan Warga Merapat

SOLO (Jurnalislam.com) – Semangat menyambut tahun baru Islam di Indonesia sampai di Soloraya, Jawa Tengah. Ratusan ribu warga mengikuti Parade Ukhuwah 1 Muharrom 1441H di Jalan Slamet Riyadi sampai perempatan Ngarsopuro, Solo, Ahad (1/9/2019).

Parade diawali dengan aksi long march, yang diisi oleh marching band diikuti pasukan berkuda, dengan membawa bendera tauhid hitam dan putih serta bendera kebangsaan Indonesia, merah putih.

Ribuan warga memadati acara

Ketua panitia Ustaz Edi Lukito dalam sambutanya mengucapkan terimaksih kepada semua elemen yang membantu terselengarakan parade ini, serta menyerukan kaum muslimin untuk bersatu.

“Terimakasih semua yang telah membantu. Luar biasa,” ungkapnya.

Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) ini menambahkan, jika umat Islam Islam bersatu, pertolongan akan datang.

“Kembali ke fitrahnya dan kepada syariatnya insyaAllah pertolongan Allah akan turun diatas kita,” jelasnya.

Diketahui, longmarch parade ukhuwah mengambil rute lapangan Kota Barat-perempatan DKT-Jalan Slamet Riyadi-Perempatan Ngarsopuro. Peserta terdiri dari kaum muslimin dari berbagai ormas, pondok pesantren, sekolah Islam dan perguruan Silat.

Tampak hadir ustaz milenial, Felix Siauw, dan sejumlah tokoh Islam Soloraya.

Parade Ukhuwah Walisongo Semarang: Islam Kaffah dan Jauhi Sifat Munafik

SEMARANG (Jurnalislam.com) –Ribuan umat Islam Semarang menggelar “Parade Ukhuwah Muharram” di Simpang 5 Semarang, Ahad (1/9/2019). Membawa atribut bendera tauhid dan merah putih, pawai akbar ini bertujuan untuk menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriyah.

Ketua panitia Sohibul Hadi mengatakan, selain memuliakan tahun baru Islam, kegiatan ini sebagai syiar Islam Kaffah (menyeluruh).

“Menyeru kepada umat untuk Hijrah menuju Islam Kaffah,” katanya kepada Jurniscom disela-sela kegiatan.

Pawai akbar yang mengambil tema napak tilas Walisongo tersebut dimulai dari Balai Kota menuju Jalan pandanaran, dan berakhir di depan Masjid Baiturrahman Simpang Lima.

Orasi

Danang Setyadi salah seorang orator menyebut, umat Islam harus menjauhi sifat munafik yang notabene dilarang oleh agama. Termasuk, kata dia, masalah bendera tauhid.

“Ini bukan bendera ormas, tapi ini adalah bendera Rasulullah, dimana wahai kalian yang melihat bendera bintang Kejora berkibar di Istana (Presiden)?,” tegas Amir Jamaah Ansharusy Syariah Semarang ini.

Pawai akbar tersebut diikuti dari berbagai ormas Islam di Semarang, Jamaah Pengajian, Remaja Masjid, para santri dan santriwati pondok, Anak-anak TPQ dan komunitas pakaian Adat Jawa.

Sambut Tahun Baru Islam, Warga Cilegon Gelar Tarhib 1 Muharram

CILEGON (Jurnalislam.com) – Menyambut tahun baru Hijriah, puluhan warga Cilegon menggelar Tarhib 1 Muharam di Cilegon, Sabtu (31/8/2019).

Koordinator aksi Agus Surahmat mengatakan, kegiatan ini untuk mengingatkan umat Islam mempunyai tahun tersendiri, yaitu Hijriyah.

“Tahun Baru umat Islam itu Muharram bukan Januari. Dan Muharram adalah tonggak awal perjuangan umat Islam,” katanya kepada Jurniscom disela-sela kegiatan.

Aksi ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, dari Persatuan Alumni (PA) 212 Cilegon hingga Perguruan Pencak Silat ikut memeriahkan Tarhib ini. Kegiatan Tarhib 1 Muharam 1441 Hijriah di mulai dari halaman Masjid Agung Cilegon dan berakhir di tugu Landmark Cilegon.

Tarhib 1 Muharram

Antusiasme warga terlihat sesaat peserta melakukan aksi melewati sepanjang jalan di kota Cilegon. Rumiati warga Cilegon yang menyaksikan acara tersebut mengungkapkan rasa senangnya. Ia menyebut Tarhib ini positif dan membuat warga semangat untuk menyambut tahun baru Islam.

Sementara itu Nugraha, salah seorang peserta mengatakan, memperingati bulan Muharram atau tahun baru Islam merupakan suatu kebanggaan.

Kegiatan Tarhib

“Muharram adalah momentum tonggak awal sebuah peradaban di tetap kan dan saya bangga bisa memperingati momentum ini,” ujarnya.

Selain itu, Joni dari PA 212 Cilegon menjelaskan memperingati tahun baru Islam penting dilakukan, khususnya kepada generasi muda untuk mengenal sejarah kebangkitan Islam.

“Terutama bagi anak-anak muda supaya bangga dengan Islam dan mengenal tonggak pergerakan awal umat Islam,” pungkasnya.

Ribuan Anggota Polri Dikerahkan untuk Amankan Papua

JAYAPURA (Jurnalislam.com) — Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku mengerahkan ribuan personel TNI-Polri untuk mengamankan Jayapura, pascademo anarkistis yang terjadi pada Kamis (29/8).

Personel secara bertahap dikirim ke Jayapura sehingga kondisi ibu kota provinsi tertimur Indonesia itu benar-benar kondusif.

“Bahkan, bila diperlukan akan ditambah sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata Tito, Jumat (30/8).

Sementara itu, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Rudolf Rodja secara terpisah mengakui, personel yang di BKO dari Mabes Polri itu karena jumlah personel yang ada terbatas. Penyebabnya, sebagian besar anggota sudah disebar ke daerah.

“Memang jumlah personel yang ada di jajaran Polda Papua terbatas sehingga sangat dibutuhkan penambahan,” ujar Rodja.

Situasi Kota Jayapura nampak masih lengang dan masyarakat lebih memilih berada di luar. Namun, sekelompok warga terutama kaum pria berjaga-jaga di depan pintu masuk permukiman.

Sumber: republika.co.id

Muslimah Bima Peduli Gelar Santunan Rutin untuk Anak Yatim

BIMA(Jurnalislam.com)–Peduli terhadap anak-anak yatim, Muslimah Bima Peduli mengadakan acara santunan untuk anak-anak yatim.

Program yang  berlangsung Kamis (29/8/2019) di  di RM Kuliner jalan Soekarno-Hatta Pane – Kota Bima merupakan program bulanan rutin.

“Untuk bulan ini Muslimah Bima Peduli memberikan santunan berupa uang transport, seragam, bagi jilbab, serta acara makan bersama,” kata Ketua Muslimah Bima Peduli Parmila Zulfadiyanti.

 Sampai saat ini, kata Parmila, ada delapan puluh anak yatim yang disantuni.

“Anak-anak yatim ini kita kumpulkan dari beberapa kelurahan yang ada di Kota Bima, tentunya kita bekerjasama dengan pihak RT dan RW untuk mendata anak-anak yatim yang ada,” katanya.

Program ini, tambahnya, akan terus kita agendakan tiap bulannya.

“Tentunya dengan terus mendata jumlah anka-anak yatim yang ada di Kota Bima,” pungkasnya.

kontributor Bima / Jurnalislam.com

 

Aksi Tanam 1.807 Bambu sebagai Keberlanjutan Program Green Kurban

GARUT (Jurnalislam.com)–Sebagai wujud realisasi dan keberlanjutan program Green Kurban, sebanyak 1.807 pohon bambu ditanam di sekitar DAS Cimanuk, Kec. Banyuresmi, Kab. Garut, Kamis (29/8/2019).

Green Kurban sendiri adalah program inovasi kurban dari Sinergi Foundation, dimana dari satu hewan yang dikurbankan turut pula ditanam satu pohon sebagai ikhtiar penghijauan bumi.

Penanaman pohon disebar di 3 titik di Kec. Banyuresmi. Sebanyak 500 benih ditanam di Desa Sukaratu, 500 lainnya di Desa Sukasenang, dan 807 benih di Desa Bagendit.

Lokasi ini dipilih sebab masuk ke dalam lahan kritis yang rawan banjir.

Seperti yang kita ketahui, 2016 Silam, Garut sempat diterjang banjir bandang yang melumpuhkan beberapa desa, dan 3 desa ini termasuk dalam desa yang terkena dampak terparah.

Nurodin, public relations Sinergi Foundation menuturkan, “Saat ini, masalah yang melanda di DAS Cimanuk adalah hutan gundul dan minimnya vegetasi di wilayah hulu. Tak heran jika karena ini, Garut kerap mengalami banjir bandang saat musim hujan datang, dan kekeringan jika kemarau melanda,”

Hal ini disepakati oleh Udin Hasanudin (52), Kepala Desa Sukaratu. “Di Desa Sukaratu sendiri, ada 11 Dusun/RW. Banjir saat itu tingginya mencapai 5 meter, ada sekitar 10 rumah warga di pinggiran DAS yang rusak parah,” katanya.

Sebab itu, Nurodin menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan Sinergi Foundation melalui program Green Kurban dan Green Akikah, adalah dengan menanam pohon bambu di wilayah DAS Cimanuk ini.

Bambu dinilai sebagai tanaman yang ampuh untuk rehabilitas lahan kritis.

Nurodin yang juga pegiat penghijauan ini menuturkan, tanaman bambu yang rapat dapat mengikat tanah pada daerah lereng, sehingga berfungsi mengurangi erosi, sedimentasi dan longsor.

“Tanaman bambu juga mampu menyerap air hujan yang cukup besar, sehingga kemungkinan terjadinya aliran langsung dan erosi di atas permukaan lahan dengan bambu menjadi kecil,” kata ketua Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Jabar ini.

“Setelah bambu ini tumbuh, masyarakat setempat bisa memanfaatkan bambu untuk bahan bangunan, peralatan rumah tangga, bahan makanan, dan pemanfaatan nilai ekonomi lainnya,” pungkas Nurodin. []

Indonesia Muslim Lifestyle Festival 2019 Resmi Dibuka

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap industri halal dan membangun kesadaran menjalahkan gaya hidup halal, LIMA Event berkolaborasi dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).

Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Indonesia (PULDAPII) dan Yayasan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran (YAPIAT) menyelenggarakan pameran industri dan gaya hidup halal terbesar dan terlengkap di Indonesia Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) 2019 di Jakarta Convention Centre, 30 Agustus – 1 September 2019.

Dengan tujuan mengembangkan industri halal menjadi besar, sekarang saatnya halal menjadi gaya hidup dan hijrahnya umat Islam.

Pameran ini akan menampilkan produk-produk halal dari 8 sektor yaitu sekolah berbasis islam,modest fashion,halal food, halal travel,sharia property,halal cosmetic,halal media dan startup berbasis syariah.

Acara ini sekaligus juga sebagai wahana edukasi dan sosialisasi umat Islam mengenali kembali esensi konsep halal yang sepenuhnya dapat diaplikasikan dalam segala sendi kehidupan.

Karena faktanya ekonomi halal telah diakui dunia dapat menggerakan perekonomian secara signifikan.

“Pameran ini merupakan salah satu bentuk kontribusi pengusaha muslim terhadap Indonesia yang sedang mempersiapkan sebagai tuan rumah ekonomi dan keuangan syariah tahun 2024,” jelas Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Rachmat Surtanas Marpaung.

KPMI juga, katanya, berupaya merespon semua insiatif sekaligus mengkaji kasus-kasus muamalah kontemporer, seperti fintech syariah, propertI syariah, kebab syariah, dan koperasi syariah. Belum lagi soal produk keuangan kontemporer seperti gopay, OVO, e-money  bagaimana tinjauan syariahnya sehingga umat tidak bingung,””

Semangat entrepreneurship juga terus dibangun KPMI yang saat ini memiliki 4200 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Visi utama kami adalah pada literasi dan edukasi khususnya pengusaha muslim agar bisa bermuamalah sesuai tuntunan Alquran dan sunah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang sahih,” tambah Rachmat.

Dalam pameran ini, disuguhkan juga serangkaian seminar dan workshop bisnis antara  lain pelatihan ekspor, digital marketing, konseling bisnis tentang pengurusan legalitas usaha, sertifikat halal, HAKI, ISO dan sebagainya.

 

Kenaikan Iuran BPJS Akan Berlaku 1 September 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Kenaikan iuran BPJS Kesehatan bakal diterapkan pada 1 September 2019. Langkah ini dilakukan untuk menuntaskan masalah defisit BPJS Kesehatan yang terus-terusan menggerogoti lembaga jaminan sosial kesehatan ini.

Hal itu dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani kepada awak media usai menghadiri rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

“Sudah,” ujar Puan singkat saat dikonfirmasi per 1 September apakah iuran baru sudah berlaku.

Menurut Puan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyetujui kenaikan tersebut dan tinggal menunggu tanda tangan di PP tersebut.

Namun, putri Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini tidak memberitahukan besaran kenaikan, apakah mengikuti versi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atau Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Rujukannya ada pada hasil rapat dengan Komisi IX dan XI DPR RI.

Kan, kemarin sudah dibahas oleh Kemenkeu dan sudah dibahas juga dengan Komisi IX dan XI, ya seperti itu ketentuannya.”

“Ini memberikan penguatan kepada BPJS Kesehatan sehingga, Insyallah nantinya tidak akan defisit.”

sumber: cnbcindonesia.com