Berita Terkini

Ummu Maryam Collection Berikan Beasiswa Calon Dai ke Sudan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sebagai produsen busana Muslimah syar’i yang terus berkembang, Ummu Maryam Collection yang berpusat di Cibinong Bogor Jawa Barat berkomitmen untuk memberdayakan kaum muda Muslim di Indonesia melalui beragam program seperti beasiswa pendidikan.

“Ummu Maryam Collection hadir tidak semata untuk meningkatkan omset dalam bisnis tetapi juga ingin turut serta mendorong lahirnya pemberdayaan sumber daya manusia unggul. Di antaranya melalui program beasiswa dai ke beragam universitas Islam dunia, seperti ke Sudan,” terang Owner Ummu Maryam Collection, M. Edirman melalui siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (22/09/2019).

Beasiswa UMC kali ini jatuh pada Fauzan (20) yang merupakan alumni dari Pesantren Hidayatullah Yogyakarta.

Usai mengabdi di Pesantren Hidayatullah Lampung Fauzan mendaftarkan diri di beberapa kampus di luar negeri, seperti Malaysia, Yaman.

“Ke Malaysia dan Yaman tidak bisa berangkat, karena memang jarak dari pengumuman dengan jadwal keberangkatan sangat singkat,” ungkapnya.

“Sementara orangtua kami termasuk belum mampu untuk memenuhi. Saya coba lagi, lulus di Sudan. Ini ada waktu cukup untuk persiapan, tapi tidak mudah bagi saya untuk dapat uang yang dibutuhkan. Alhamdulillah dari beasiswa UMC ini saya insya Allah bisa berangkat ke Sudan untuk menimba ilmu Bahasa Arab di International Unicersity of Africa di Khartoum,” imbuhnya dengan nafas tertahan haru.

“Bagi kami, ini adalah bukti pertolongan Allah. Putra saya sempat lemas karena dalam beberapa hari ini belum juga menemukan jalan keluar. Alhamdulillah hari ini Allah jawab semua, saya terharu, ternyata Allah berikan jawaban lebih cepat dari yang kami duga,” sambung sang ayah dengan mata berkaca-kaca yang juga seorang dai di Serang Banten, Nurdin Mustamin.

FSLDK Soloraya Kritisi RUU P-KS di Diskusi ‘Hijab is My Identity’

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Dalam rangka memperingati Internasional Hijab Solidarity Day (IHSD) 2019, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Soloraya mengadakan kegiatan spesial event kajian muslimah bertajuk ‘Hijab Is My Indetity’ di aula bawah Masjid Agung Karanganyar, ahad, (22/9/2019).

Kegiatan kajian muslimah tersebut, hadir sebagai pembicara Dosen FH UNS Lutfiyah Trini Hastuti, S,H. dan kabid kemuslimahan FOMMPAS UNS Khusnul Khotimah, S.Tp.

Ketua panitia kegiatan Siti Fatimah mengatakan, bahwa pihaknya juga mensosialisasikan bahaya RUU P-KS kepada peserta yang hadir dari wilayah Karanganyar dan sekitarnya tersebut.

“Tahun ini dibuat dengan konsep kajian muslimah dan IHSS sendiri juga akan diselipkan dengan materi RUU-PKS,” katanya kepada jurniscom disela sela kegiatan.

Siti menilai, RUU-PKS akan berdampak besar kepada perempuan bila disahkan oleh pemerintah, sebab, banyak pasal karet yang dinilai justru merugikan pihak wanita.

“Sebagai muslimah kalau dilihat lihat kalau RUU PKS itu disahkan akan berimbas pada muslimah itu sendiri, kalau ada kasus kekerasan seksual,” ungkapnya.

“Apabila ada yang melapor nanti tidak ada undang undang yang mengaturnya, nanti muslimah yang akan menanggungnya,” imbuh Siti.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penolakan akan RUU-PKS, panitia kegiatan IHSD 2019 meminta peserta untuk membubuhkan tanda tangan di spanduk berwarna putih.

“Nah nanti diakhir acara peserta diminta untuk tanda tangan dibelakang mmt sebagai bentuk dukungan penolakan RUU-PKS 2019, kemudian nanti juga ada tebar jilbab,” ujarnya.

“Peserta juga tau dan bisa mengambil sikap akan isu ini, semoga aksi dukungannya juga paling tidak bisa dilihat orang orang diluar sana dan mereka juga tau apa sih dampak dari RUU-PKS,” tandasnya.

Kegiatan IHSD 2019 tersebut, FSLDK Soloraya juga bekerjasama dengan Fommas UNS, Fosremka, Rumah Rohis Karanganyar dan Salimah Surakarta.

Asap Kian Berbahaya, Pemerintah Jambi Imbau Warga Tidak Beraktivitas di Luar

JAMBI(Jurnalislam.com) — Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi dalam sepakan terakhir semakin pekat.

Akibatnya kualitas udara di Jambi masuk kategori tidak sehat bahkan berbahaya.

Berdasarkan rilis Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang diukur menggunakan Air Quality Monitoring Systim (AQMS) oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi ISPU, pada Ahad, parameter Partikulat PM 2.5 berada di atas baku mutu.

Dari pengukuran AQMS tersebut, nilai konsentrasi ISPU Parameter partikulat PM 2.5 di kota itu beberapa kali mencapai nilai 1.000 lebih. Seperti pada Sabtu malam (21/9) pukul 21.00 WIB nilai konsentrasi parameter 2.5 mencapai 1.175 yang artinya masuk dalam kategori berbahaya.

Bahkan pada Ahad (22/9) nilai konsentrasi terendah ISPU parameter partikulat PM 2.5 berada di angka 257. Artinya paramater partikulat PM 2.5 di kota itu berada di atas baku mutu dan dalam kategori berbahaya.

Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar mengatakan, prakiraan kondisi cuaca di kota itu pada Senin (23/9) dari pagi hari hingga siang hari berasap.

Pagi hari suhu 25 derajat Celsius, arah angin dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 9 km/jam. Kemudian siang hari suhu 31 derajat celsius, arah angin dari timur ke timur laut dengan kecepatan 9 km/jam.

“Hari ini sebaran titik panas terdata berdasarkan informasi dari satelit LAPAN, di Jambi ditemukan sebanyak 980 titik hotspot,” kata Abu Bakar.

Dan berdasarkan update data terbaru yang dirilis pemerintah kota itu, ISPU pada parameter partikulat PM 2.5 pada hari ini Ahad (22/9) pukul 15.00 WIB nilai konsentrasinya 450 berada di atas baku mutu, yang artinya kualitas udara di kota itu berbahaya.

Demikian pekatnya kabut asap dan kualitas udara di kota itu yang berada dalam kategori berbahaya, pemerintah Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan karena sangat berdampak buruk bagi kesehatan.

Dan jika harus melakukan aktivitas di luar ruangan wajib menggunakan masker guna mengurangi paparan kabut asap dan kualitas udara yang sudah memasuki kategori berbahaya.

Sumber: republika.co.id

Semakin Parah, Bupati Solok Selatan: Asap Juga Perihkan Mata

PADANG ARO(Jurnalislam.com) — Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria mengungkapkan, kabut asap di Solok Selatan, Sumatera Barat semakin pekat. Kondisi tersebut, menurutnya, mulai membuat mata terasa perih.

“Kepekatan kabut asap di Solok Selatan mulai meningkat sejak Kamis (19/9) dan pada Ahad (22/9) ini merupakan yang paling parah,” kata Bupati di Padang Aro, Ahad (22/9).

Pekatnya kabut asap, ujar dia, juga semakin membuat jarak pandang terbatas sehingga bisa mengganggu mobilitas warga.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan meliburkan sekolah tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA selama tiga hari mulai Senin (23/9) hingga Rabu (25/9) karena semakin pekatnya kabut asap menyelimuti daerah itu.

“Sekolah diliburkan selama tiga hari dan terus dievaluasi kondisi udaranya, kalau masih tebal kabut asapnya maka liburnya akan diperpanjang,” katanya didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Zulkarnaini.

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) Provinsi untuk meliburkan SMA sederajat.

“Kalau Kemenag dan SMA sudah kami koordinasikan itu tergantung mereka mau meliburkan atau tidak,” ujarnya.

Selain itu pemerintah daerah juga sudah membagikan masker kepada masyarakat sejak beberapa hari lalu karena kabut asap yang semakin parah.

“Demi mengurangi risiko terkena penyakit kami sudah melakukan pembagian masker kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat selalu menggunakan masker saat beraktivitas karena kualitas udara yang terus memburuk akibat asap.

sumber: republika.co.id

 

Walhi Kecewa Pemerintah Tak Buka Data dan Hukum Perusahaan Pembakar Hutan

JAKARTA (Jurnalislam.com)– — Eksekutif Nasional WALHI, Wahyu Perdana mengatakan bahwa meski sudah ada putusan MA untuk membuka data, nama dan informasi titik konsesi yang terbakar, justru hal tersebut tidak dilaksanakan pemerintah.

“Kejelasan dan kepastian hukum harus dimulai dari negara, selanjutnya memastikan korporasi bertanggung jawab,” kata Wahyu, Ahad (22/9).

Wahyu menyayangkan pula bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Malaysia ditolak oleh Presiden RI Joko Widodo. Ia melihat pemerintah seakan tidak serius menangani karlutla yang terjadi.

“Kalau tidak mau terima bantuan, ya serius tangani kondisi rakyat, jangan terus mengklaim kondisi membaik.Aasap yang terjadi semakin parah, menunjukkan upaya restorasi gambut setengah hati,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan, jika pemerintan serius seharusnya dijalankannya dan diawasi restorasi gambut. Khususnya pada pada kawasan konsesi yang terus terulang terbakar.

“Upaya pencegahan disederhanakan hanya sosialisasi, pencabutan izin pada kawasan yang terbakar berulang harusnya tegas ditegakkan. Yang terjadi sebaliknya, pemerintah sendiri enggan membuka data konsesi yang terbakar,” kata Wahyu

Wahyu menambahkan, membuka data konsesi, nama perusahaan, dan lokasi konsesi terbakar, merupakan putusan Mahkamah Agung atas gugatan citizen lawsuit terhadap karhutla 2015.

Sumber: republika.co.id

Pernyataan Pejabat yang Sebut Kondisi Asap Membaik Tak Sesuai Fakta

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Eksekutif Nasional WALHI, Wahyu Perdana mengatakan, adanya pernyataan dari pejabat publik setingkat menteri yang mengklaim bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak parah akan berdampak.

Setidaknya berdampak ke penurunan kesiapsiagaan di aparatur ataupun masyarakat.

“Jika pejabat publik bilang kondisi membaik, terus faktanya berbeda kan bahaya. Jika kemudian tidak ada persiapan, padahal kondisinya makin bahayakan merisikokan masyarakat namanya,” kata Wahyu, Ahad (22/9).

Ia menyebut, fakta di lapangan titik panas masih terus terjadi. Ambang batas aman udara di air quality index di hampir semua wilayah terdampak berstatus bahaya.

Selain itu, tidak dilaksanakannya tanggung jawab Presiden dan Pemerintah untuk segera bertindak dalam penanganan Karhutla meski sudah ada putusan Mahkamah Agung dengan nomor perkara 3555 K/PDT/2018 terhadap citizen lawsuit.

“Termasuk di antaranya putusan untuk membangun Rumah Sakit korban asap dan menggratiskan RS untuk korban asap pada wilayah terdampak,” kata Wahyu.

Di sisi lain, ia menyebut, pada regulasi perubahan baku mutu udara, yang menjadi mandat putusan MA, jika tidak terselesaikan akan berdampak pada pendefinisian kondisi bahaya.

“Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 1999 tentang baku mutu udara telah ketinggalan zaman, standarnya berada di bawah baku mutu udara WHO,” katanya.

sumber: republika.co.id

Ponpes Salman Alfarisi: Santri Lekat dengan Penuntut Ilmu dan Akhlak Mulia

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Salman Al Farisi Karangpandan, Karanganyar ikut menanggapi terkait munculnya film garapan sutradara Living Zheng ‘The Santri’ yang rencananya akan tayang bertepatan dengan hari santri 22 September nanti.

Menurut ustaz Sanif, Santri haruslah identik dengan sosok yang dekat dengan Al Qur’an dan Sunnah serta menjauhi dosa dosa maksiat.

“Yang pertama bahwa santri penuntut ilmu itu adalah satu sosok yang menggambarkan akhlak yang mulia keluhuran budi, itu adalah santri,” katanya saat dihubungi jurniscom jum’at, (20/9/2019).

“Artinya ketika ada upaya penggambaran sosok santri dengan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat apa lagi di situ melanggar norma-norma syariat secara zahir, maka sungguh tidak layak untuk dijadikan potret gambaran santri, ini hal-hal yang sangat mendasar sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut ustaz Sanif dalam penggambaran visualisai melalui film maupun tulisan, maka dua hal tersebut harus dipenuhi.

Jika tidak, katanya, maka tidaklah tepat jika mengambarkan sosok santri yang justru melakukan hal hal yang dilarang Islam hingga akhirnya merusak citra santri itu sendiri.

“Santri itu adalah satu sosok yang harus memiliki karakter akhlak mulia, jauh dari maksiat jauh dari akhlak akhlak yang jangankan merusak agama dia, merusak kewibaan saja tidak harus,” ujarnya.

“Jangan sampai santri itu bersikap yang justru menjatuhkan kewibaannya, apalagi kalau sampai betul betul membuat cacat agamanya,” pungkas ustaz Sanif.

Film Kondisi Palestina, Hayya The Power of Love 2 Ditayangkan di 100 Kota

SOLO(Jurnalislam.com)–Koordinator acara perwakilan lembaga Aman Palestin, salah satu inisiator Film Hayya: The Power of Love2 Rinto Dody mengatakan ada 100 kota di Seluruh Indonesia yang mengadakan nobar film Hayya ini

“Secara keseluruhan acara nobar dilakukan di 100 kota di Indonesia dan di Jawa Tengah sendiri, dilakukan di 3 kota/Kabupaten, Jogja, Magelang dan hari ini di Solo” kata Dody kepada media, Jumat (19/9/2019)

Sementara itu, salah satu komunitas yang juga berpartisipasi dalam kegiatan ini dan sering mengadakan nobar film-film islami maupun yang ber-nuansa film baik, KOPFI Solo bersama Aman Palestin tentunya berhasil mengajal lebih dari 600 penonton i CGV, Transmart Solo.

Dina Marlina, Ketua KOPFI Solo menuturkan, kebanyak penonton film ini ialah para anak muda mudi yang punya perhatian khusus pada keadaan masyarakat Palestina yang saat ini tengah dijajah oleh Israel.

“Kebanyakan penonton si anak muda, orang-orang kampus di sekitar Kota Solo sini, antusias mereka sudah terlihat sejak film pertamanya The Power Of Love 212, yang tayang tahun Kemarin, kita juga adakan nobar film itu” Jelas Dina lulusan Poltekes Surakarta tersebut.

 

Keuntungan Film untuk Palestina, Adhin Abdul Hakim: Jaga Film ‘Hayya’

SOLO (Jurnalislam.com)- Adin Abdul Hakim salah satu pemain dalam film Hayya mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut menjaga film yang mumpunyai latar belakang di negara Palestina tersebut.

Hal itu, ia katakan dalam acara Nonton Bareng film Hayya yang diadakan oleh lembaga kemanusiaan Aman Palestin, Dai Peduli, Keep Organizer dan Komunitas Pecinta Film Islami (KOPFI) Solo di CGV Cinema Transmart Solo Jum’at, (19/9/2019).

“Terimakasih semua terimakasih Indonesia mohon doanya supaya dihari kedua, ketiga, dan seterusnya Hayya bertahan di bioskop. Pesan saya jaga Hayya di bioskop siapapun kalian, karena dengan ini kita bisa memanusiakan manusia,” katanya kepada wartawan.

“Alhamdulillah dihari pertama tayang saya bisa menemani warga Solo untuk menonton film Hayya. Seluruh tiket di Solo sold out dan seluruh peserta bersuka cita sambil berdonasi. Karena setiap pembelian tiket hasilnya akan didonasikan ke saudara-saudara kita di Palestina,” imbuhnya.

Ratusan Warga Klaten Ikuti Longmarch Ukhuwah Umat untuk Indonesia Lebih Maju

KLATEN (Jurnalislam.com)- Ratusan umat Islam Klaten dan sekitarnya mengikuti longmarch ukhuwah bertajuk ‘Menggalang Ukhuwah Umat Islam Untuk Indonesia Lebih Maju’ yang diadakan oleh Aliansi Laskar Islam Klaten di Masjid Raya Klaten, Jum’at, (20/9/2019).

 

Kegiatan longmarch dimulai pukul 14.00 wib dengan rute start Alun Alun Klaten lalu Makodim kanan, stadion Trikoyo, Simpang Empat Pandan Rejo menuju SMPN 6, dan finish di Masjid Raya Klaten.

 

Peserta longmarch mengunakan atribut bendera tauhid dan merah putih serta membawa spanduk spanduk ajakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

 

Ketua Aliansi Laskar Islam Klaten ustaz Sugiyanto menyebut kegiatan longmach yang dihadiri elemen umat Islam Klaten tersebut juga untuk menyatukan visi dan misi dalam menghadapi musuh musuh yang ingin merusak Islam dan persatuan NKRI.

 

“Yang terdiri dari seluruh elemen laskar yang ada di Klaten, mengadakan longmarch dalam rangka merajut tali silaturahmi,” katanya dari atas mobil komando.

 

“Dan dalam memberikan pesan peringatan kepada kita hendaklah kalian mempersiapkan diri sesuai dengan kemampuan kalian,” imbuhnya.

 

Sementara elemen umat Islam yang ikut dalam kegiatan tersebut diantaranya dari FPI, FJI, Kokam, Sanex, Santri Klaten, Jamaah Ansharu Syariah, FKAM dan Laskar Islam.