Berita Terkini

Ngopi Bareng Bahas Palestina, DSKS Ajak Anak Muda di Solo Melek Isu Global

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta) mengadakan acara menarik serta inspiratif yaitu bincang tentang Palestina yang diadakan di sebuah café di daerah Laweyan, Solo, Ahad (27/4/2025).

Tidak seperti pada umumnya diskusi Palestina yang biasa diadakan di masjid ataupun unjuk rasa di jalan.

Ketua DSKS, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir menjelaskan dengan konsep ini berharap agar isu Palestina bisa cair diterima oleh semua kalangan anak muda.

“Kita membicarakan tenang Palestina dengan menggandeng anak-anak muda, konsepnya juga cair karena diadakan di café bukan di tempat seminar ataupun kajian. Artinya ini adalah forum bebas dimana masyarakat siapa saja boleh bergabung dan berdiskusi tentang masalah Palestina,” ungkapnya.

Dalam obrolan menarik tersebut DSKS menghadirkan pembicara yang cukup lama malang melintang di dunia timur tengah dan daerah konflik, Pizaro Gozali Idrus, Direktur Baitul Maqdis Institute.

Dalam penyampaiannya Pizaro banyak memberikan informasi aktual yang jarang disampaikan oleh media masa pada umumnya. Diantaranya adalah mulai robohnya kekuasaan Netanyahu.

“Jarang diungkap oleh media adalah kekuasaan Netanyahu semakin kritis karena di internal zionis israel terjadi perpecahan dimana dari pihak angkatan udara, perwira, dinas intelijen, dinas tempur dan juga dokter militer semuanya bersepakat melahirkan petisi untuk menolak perang. Hal ini karena menerutu mereka penjajahan tidak menghasilkan apa-apa hanya semakin mengisolir zionis israel dan sandera sampai saat ini tidak bisa keluarkan,” ujarnya.

Mantan wartawan Anadolu Agency tersebut menjelaskan, Ini pertema kali dalam sejarah mereka kompak untuk mogok perang, ini yang harus semua kita ketahui.

Selanjutnya adalah kekuatan perlawanan Hamas di darat itu juga sangat kuat. Zionis pun memahami kalau Hamas tidak punya angkatan udara makanya zionis selalu menyerang melalui udara meskipun korbannya adalah perempuan dan anak-anak.

“Banyak analis militer dunia yang menyebut tentara zionis sebenarnya tidak siap untuk berperang melawan pejuang-pejuang Palestina. Dalam 15 bulan pertama yang diketahui ada 6 ribu tentara zionis israel yang tewas angka ini jauh dari rilis resmi zionis israel yang hanya menyebut 800 tentara yang tewas,” tambahnya.

Menurut wartawan yang sering ke timur tengah tersebut, begitu pentingnya kita harus terus memperoleh informasi terbaru persoalan Palestina, tidak hanya dari sisi penderitaan korban. Meski perjuangan dalam bentuk apapun juga harus dilakukan seperti penggalangan dana, aksi kemanusiaan dan lain sebagainya.

Tetapi ada fakta-fakta lain yang saya garis bawahi dalam hal ini bahwa penjajah israel itu gagal menaklukan rakyat Palestina.

Bukti kekuatan kelompok pejuang Palestina adalah tentang pelucutan senjata yang hingga saat ini tidak bisa dilakukan karena semua masyarakat Gaza, Palestina menolak. Termasuk Hamas yang tidak akan mau meletakkan senjata karena bagi Hamas itu garis merah.

“Maka saat ini di dalam klausul tidak ada aturan yang mengharuskan Hamas untuk melucuti senjatanya yang ada penonaktifan senjata,” pungkasnya.

AS Serang Lebih dari 800 Target Houthi di Yaman, Ratusan Tewas

AMERIKA (jurnalislam.com)- Militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyerang lebih dari 800 target di Yaman sejak pertengahan Maret 2025, menewaskan ratusan tentara Houthi, termasuk beberapa anggota pimpinan kelompok tersebut.

Dalam pernyataan resmi pada Ahad (27/4/2025), Komando Pusat AS (USCENTCOM) menjelaskan bahwa operasi militer yang dinamai “Rough Rider” telah diluncurkan sejak 15 Maret untuk mengatasi ancaman Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden, serta memperkuat kembali pencegahan regional AS.

“Sejak dimulainya Operasi Rough Rider, USCENTCOM telah menyerang lebih dari 800 target. Serangan-serangan ini menewaskan ratusan pejuang Houthi dan sejumlah pemimpin mereka,” kata USCENTCOM.

Selain itu, serangan tersebut juga menghancurkan berbagai fasilitas penting milik Houthi, termasuk fasilitas komando dan kendali, sistem pertahanan udara, lokasi manufaktur senjata canggih, serta gudang penyimpanan persenjataan.

Menurut CENTCOM, operasi militer ini telah memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan serangan Houthi. Mereka mencatat, peluncuran rudal balistik Houthi menurun hingga 69 persen, sementara serangan menggunakan pesawat nirawak (drone) serang satu arah menurun hingga 55 persen.

USCENTCOM juga menuduh Iran terus memberikan dukungan kepada kelompok Houthi.

“Iran tidak diragukan lagi terus mendukung Houthi. Mereka hanya dapat melanjutkan serangan terhadap pasukan kami dengan bantuan dari rezim Iran,” kata komando tersebut.

Militer AS menegaskan akan terus meningkatkan tekanan terhadap Houthi hingga tercapai tujuan utama operasi, yakni memulihkan kebebasan navigasi dan memperkuat pencegahan AS di kawasan Timur Tengah.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

Forum Lingkar Pena Milad ke-28: Menginspirasi Dunia lewat Literasi dan Kepedulian

SOLO (jurnalislam.com)- Forum Lingkar Pena (FLP) yang merupakan organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia, kini terus berkembang tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri di berbagai benua seperti Asia, Eropa, Afrika, Australia, bahkan di Amerika Serikat.

Dalam rangka MILAD Ke-28, FLP menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Literasi Digital: Menghubungkan Ide, Menginspirasi Dunia di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Solo, Minggu (27/4/2025).

Seminar Nasional ini dihadiri oleh Astrid Widayani, S.S., S.Ε., Μ.Β.Α (Wakil Walikota Solo), Arif Handoko, S.Sos, M.H (Kadispersip Solo), perwakilan Badan Pengurus Pusat (BPP) FLP turut hadir yaitu Daeng S. Gegge Mappangewa (Ketua Umum), Rafif Amir (Sekjend), Syilviya Romandika (Bendahara Umum) dan Wiwiek Sulistyowati (Humas) ini juga diikuti oleh 90 peserta dari anggota FLP dan masyarakat umum dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Hadir sebagai pemateri yaitu Pizaro Gozali Idrus (Jurnalis & Direktur Baitul Maqdis Institute), Ganjar Widhiyoga, Ph. D (Dosen & Pakar Hubungan Internasional) dan Al Razi Izzatul Yazid (Humanitarian Division Head Rumah Zakat & Sphere Trainer).

Dalam sambutannya, Astrid Widayani mengapresiasi Forum Lingkar Pena yang telah menjadi organisasi positif yang hadir untuk mengembangkan literasi, meningkatkan minat baca, dan semangat untuk berkarya.

“Saya ucapkan selamat mengadakan acara Milad di Kota Solo kota budaya yang kreatif. Semoga FLP bisa mendorong untuk meningkatkan literasi, bisa menjadi wadah pembinaan jiwa,” ujarnya.

Astrid berharap agar FLP bisa terus semangat dalam berkarya secara jujur dan tajam. Serta peduli dalam menjaga peradaban kota dengan moralitas dalam pembentukan karakter untuk menuju generasi emas dimasa mendatang.

Pada momen Milad Forum Lingkar Pena Ke-28 ini, FLP juga menggelar Solidaritas untuk Palestina. Sebagai wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami tragedi kemanusiaan.

#FLPPeduliPalestina kali ini memperoleh penggalangan dana sejumlah Rp 10.000.000,- yang disalurkan melalui Rumah Zakat.

Arab Saudi dan Qatar Akan Lunasi Utang Suriah Rp250 Miliar ke Bank Dunia

ARAB SAUDI (jurnalislam.com)- Arab Saudi dan Qatar mengumumkan akan melunasi tunggakan utang Suriah kepada Bank Dunia yang mencapai sekitar Rp250 miliar (setara dengan 15 juta dolar AS). Pengumuman ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang diterbitkan Saudi Press Agency pada Ahad (27/4/2025).

Kedua negara Teluk tersebut disebut memainkan peran penting dalam upaya diplomatik mendukung pemerintahan baru Suriah, menyusul penggulingan Bashar al-Assad pada Desember lalu.

“Kementerian Keuangan Kerajaan Arab Saudi dan Negara Qatar bersama-sama mengumumkan komitmen untuk melunasi tunggakan Suriah kepada Bank Dunia, dengan total sekitar 15 juta dolar AS,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa hari setelah Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan Suriah menghadiri pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar infrastruktur Suriah hancur akibat perang yang berlangsung selama 14 tahun. Bank Dunia menghentikan seluruh operasinya di Suriah sejak awal konflik. Dengan penyelesaian tunggakan ini, Suriah dapat kembali mengakses dukungan finansial serta bantuan teknis dari Bank Dunia.

“Komitmen ini akan membuka jalan bagi Kelompok Bank Dunia untuk melanjutkan dukungan dan operasi di Suriah setelah penangguhan lebih dari 14 tahun,” lanjut pernyataan itu.

Selain itu, penyelesaian utang ini juga memungkinkan Suriah untuk segera mengakses dukungan finansial dalam upaya pengembangan sektor-sektor penting.

Pemerintah Suriah sendiri sangat berharap kepada negara-negara Teluk yang kaya untuk membantu membiayai rekonstruksi serta memulihkan perekonomian mereka yang hancur akibat konflik berkepanjangan.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

Hamas Siap Bebaskan Semua Tawanan Israel di Gaza dengan Imbalan Gencatan Senjata Lima Tahun

GAZA (jurnalislam.com)- Hamas menyatakan kesiapannya untuk membebaskan seluruh tawanan Israel yang tersisa di Gaza dengan imbalan gencatan senjata selama lima tahun, kata seorang pejabat Hamas pada Sabtu (27/4/2025).

“Hamas siap untuk pertukaran tawanan dalam satu gelombang dan gencatan senjata selama lima tahun,” ujar pejabat tersebut kepada AFP yang meminta agar namanya tidak dipublikasikan, menjelang pertemuan delegasi Hamas dengan para mediator di Kairo.

Sebelumnya, mediator dari Qatar dan Mesir telah mengajukan proposal baru yang mencakup gencatan senjata jangka panjang di Jalur Gaza, berlangsung antara lima hingga tujuh tahun. Skema ini melibatkan pertukaran semua tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas dengan sejumlah tawanan Palestina yang akan dibebaskan oleh Israel, sebagaimana dilaporkan BBC pada Selasa (22/4), mengutip pejabat senior Palestina yang mengetahui jalannya negosiasi.

Usulan tersebut juga mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza. Hamas, menurut pejabat tersebut, bersedia menyerahkan kendali atas Gaza kepada pemerintahan Palestina apa pun yang disepakati di tingkat nasional dan regional.

Meski demikian, Israel secara tegas menolak kemungkinan Hamas kembali menguasai Gaza pascaperang.

Dalam wawancara terpisah dengan Al-Araby Al-Jadeed, pejabat Hamas lainnya menegaskan keterbukaan kelompok itu terhadap setiap usulan yang bertujuan mengakhiri perang secara permanen, bukan sekadar perjanjian parsial yang berpotensi menguntungkan Israel dengan meredakan tekanan domestik.

Gencatan senjata singkat antara Hamas dan Israel sebelumnya diberlakukan pada 19 Januari 2025, namun runtuh dua bulan kemudian setelah Israel kembali melanjutkan operasi militernya di Gaza, menewaskan ratusan warga Palestina.

Hamas menekankan keinginannya untuk melanjutkan ke tahap kedua gencatan senjata. Namun, Israel bersikeras memperpanjang tahap pertama yang sebelumnya menyaksikan pembebasan puluhan tawanan Israel dan asing pada November 2023, dengan imbalan ratusan tahanan Palestina.

Saat ini, Israel mencatat masih ada 59 tawanan yang berada di Gaza. Dari jumlah tersebut, diyakini 24 orang masih hidup, termasuk 22 warga negara Israel, satu warga Thailand, dan satu warga Nepal.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

40 Alat Berat Dihancurkan Israel, Pertahanan Sipil Gaza Kesulitan Evakuasi Korban

GAZA (jurnalislam.com)– Kekurangan peralatan penyelamatan menghambat upaya pencarian lebih dari 30 orang yang diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan rumah yang dibom oleh Israel di Kota Gaza.

Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Palestina di Gaza, mengatakan bahwa para petugas darurat tidak mampu menjangkau para korban akibat minimnya peralatan yang diperlukan.

“Petugas kami tidak dapat menjangkau mereka karena kurangnya peralatan yang diperlukan,” ujarnya kepada kantor berita AFP, dikutip Al Jazeera, Sabtu (27/4/2025).

Serangan udara Israel sebelum fajar menghantam rumah keluarga Khour di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Akibat serangan tersebut, empat orang tewas dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.

Basal juga mengungkapkan bahwa pada Rabu lalu, pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan sekitar 40 kendaraan teknik milik pertahanan sipil. Kendaraan tersebut selama ini digunakan untuk menyingkirkan puing-puing berat dalam operasi pencarian dan penyelamatan, serta untuk mengevakuasi jenazah dari bangunan-bangunan yang hancur.

Kondisi ini semakin memperparah situasi kemanusiaan di Gaza, di tengah intensifnya serangan militer Israel dan memburuknya krisis bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Reporter: Bahry
Sumber: Al Jazeera

UNRWA: Setengah Juta Warga Palestina Mengungsi dalam Sebulan Terakhir di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Sekitar 500.000 warga Palestina terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat serangan militer Israel di Jalur Gaza selama sebulan terakhir, demikian laporan dari Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Jumat (25/4/2025).

Sejak melanjutkan kembali operasi militernya pada pertengahan Maret, militer Israel mengeluarkan sejumlah perintah evakuasi besar-besaran yang memaksa warga Palestina berpindah ke wilayah-wilayah yang semakin sempit dan terbatas. Israel juga dilaporkan menyita wilayah tambahan dan menjadikannya bagian dari apa yang mereka sebut sebagai “zona keamanan”.

“Selama sebulan terakhir, sekitar setengah juta orang telah mengalami pengungsian kembali,” kata UNRWA dalam keterangannya.

Badan tersebut juga menyoroti bahwa perintah pemindahan yang terus-menerus dari militer Israel membuat warga Palestina kini hanya memiliki kurang dari sepertiga wilayah Gaza yang dapat dihuni. “Wilayah yang tersisa itu pun terfragmentasi, tidak aman, dan hampir tidak layak huni,” lanjutnya.

Pada 18 Maret lalu, pasukan Israel kembali memasuki wilayah Gaza dan merebut sejumlah daerah, termasuk Koridor Netzarim di Gaza tengah. Militer Israel juga mengumumkan pembentukan zona militer baru di bagian selatan Gaza yang dinamakan ‘Poros Morag’, yang memisahkan Kota Rafah dari wilayah Gaza lainnya.

Saat ini, hampir 70 persen wilayah Gaza telah menjadi zona terlarang bagi penduduk sipil, termasuk sebagian besar wilayah Rafah, kawasan timur Kota Gaza, serta zona penyangga luas di sepanjang perbatasan.

Menteri Pertahanan Israel bahkan mengancam akan terus menduduki wilayah tersebut setelah perang berakhir, serta memperluas zona keamanan yang ada.

Dalam lima pekan terakhir sejak serangan kembali dilancarkan, hampir 2.000 warga Palestina dilaporkan tewas. Total korban jiwa sejak dimulainya agresi militer Israel di Gaza mencapai hampir 51.400 orang, sementara lebih dari 117.200 lainnya terluka. Puluhan ribu warga lainnya masih diyakini tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

Israel juga kembali memberlakukan pengepungan ketat atas Gaza selama hampir dua bulan terakhir, menutup total akses bantuan kemanusiaan, memutus aliran listrik sejak 9 Maret, serta mencegah masuknya makanan, bahan bakar, dan pasokan medis penting.

“Tempat penampungan penuh sesak dalam kondisi yang sangat buruk. Layanan kemanusiaan kewalahan dan sumber daya terakhir kini mulai habis,” ujar UNRWA.

Sejumlah LSM yang beroperasi di Gaza menyatakan bahwa krisis kelaparan sudah dimulai, dan situasi kemanusiaan memburuk secara drastis dari hari ke hari.

Reporter: Bahry
Sumber: The New Arab

 

Sudah 50 Hari Israel Cegat Ribuan Truk Bantuan Masuk Gaza, Pengungsi Terancam Kelaparan

GAZA (jurnalislam.com)– Hampir 3.000 truk bantuan kemanusiaan milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dilaporkan siap menyalurkan bantuan penyelamat jiwa ke Jalur Gaza. Namun, pengepungan ketat yang diberlakukan oleh otoritas Israel telah menghambat masuknya bantuan tersebut selama lebih dari 50 hari.

Dalam pernyataan resminya, UNRWA menyampaikan bahwa kondisi kemanusiaan di Gaza kini berada dalam titik yang sangat memprihatinkan. Kelaparan melanda warga, sementara akses terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan semakin sulit.

“Warga Gaza kelaparan dan situasinya sangat genting,” demikian kutipan dari pernyataan UNRWA yang dipublikasikan melalui media sosial X pada Jumat malam (25/4/2025).

UNRWA menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan seharusnya tidak dijadikan alat tawar-menawar ataupun senjata dalam konflik. Mereka mendesak agar pengepungan segera diakhiri dan bantuan bisa disalurkan tanpa hambatan.

“Pengepungan harus dihentikan, bantuan harus segera disalurkan, para sandera harus dibebaskan, dan gencatan senjata harus kembali diberlakukan sekarang juga,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, berbagai lembaga kemanusiaan internasional juga telah memperingatkan bahwa blokade Israel terhadap Gaza berisiko menyebabkan bencana kelaparan besar-besaran, terutama di tengah meningkatnya serangan militer dalam beberapa bulan terakhir.

Kontributor: Bahry

FUIS Minta Klarifikasi Gereja Terkait Pembagian Kupon Bazar di Lingkungan Muslim

SEMARANG (jurnalislam.com)– Forum Umat Islam Semarang (FUIS) mendatangi kantor Kesbangpolinmas Kota Semarang pada Jumat (25/4/2025), guna meminta klarifikasi terkait pembagian kupon bazar oleh panitia sebuah gereja yang disebar di lingkungan warga mayoritas Muslim.

FUIS menyoroti lokasi pengambilan sembako yang tertera dalam kupon, yakni di sebuah gereja yang berlokasi di Jalan dr. Cipto, Semarang.

Ketua FUIS, Wahyu Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya menyayangkan distribusi kupon yang dinilai dapat menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

“Biar tidak ada kecurigaan umat Islam perihal bazar yang akan dilaksanakannya, kami datang ini ingin meminta klarifikasi pihak panitia maksud dan tujuan membagikan kupon bazar tapi pengambilan sembakonya di gereja,” ujarnya.

Sebelumnya, menurut Wahyu, telah ada kesepakatan antara pihak gereja dan FUIS yang difasilitasi oleh Kesbangpolinmas. Kesepakatan tersebut menyatakan bahwa jika gereja ingin mengadakan kegiatan sosial untuk masyarakat umum, sebaiknya dilakukan melalui perangkat desa setempat dan bertempat di lokasi yang netral.

Hal serupa disampaikan oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Sekretaris FKUB Kota Semarang, Syarif Hidayatullah, menegaskan pentingnya koordinasi dalam kegiatan lintas agama

“Bantuan yang diberikan kepada umat beragama lain dalam bentuk apapun dari pihak manapun sebaiknya dikoordinasikan dengan FKUB,” katanya.

Sementara itu, dalam klarifikasi terpisah, pihak panitia penyelenggara bazar menyatakan bahwa kegiatan tersebut murni merupakan bentuk bakti sosial tanpa adanya maksud untuk mengubah keyakinan.

Namun, mereka menyatakan tidak dapat memenuhi permintaan FUIS untuk merelokasi lokasi bazar ke tempat yang netral, mengingat kupon telah tersebar luas di berbagai wilayah dan sulit mencari lokasi alternatif dalam waktu singkat. Sebagai solusi, panitia menyampaikan bahwa papan nama gereja akan ditutup dengan spanduk saat kegiatan berlangsung.

Mahkamah Agung Rusia Cabut Status Terlarang Taliban

MOSKOW (jurnalislam.com)– Mahkamah Agung Rusia resmi mencabut status Taliban sebagai organisasi terlarang di negara tersebut. Keputusan ini mengakhiri label “organisasi teroris” yang telah disematkan kepada kelompok itu selama lebih dari dua dekade.

Putusan yang diumumkan pada Kamis (17/4/2025) ini diambil atas permintaan Jaksa Agung Rusia dan berlaku efektif segera, sebagaimana dilaporkan kantor berita TASS. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Moskow untuk menormalisasi hubungan dengan pemerintahan Taliban di Afghanistan, yang telah menguasai negara itu sejak 2021.

Hubungan antara Rusia dan Taliban terus membaik dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena kepentingan keamanan bersama. Salah satunya adalah kerja sama dalam memerangi kelompok afiliasi ISIS di wilayah Asia Tengah, yaitu Islamic State Khorasan Province (ISKP).

Tahun lalu, Presiden Vladimir Putin bahkan menyebut Taliban sebagai “sekutu” dalam upaya pemberantasan terorisme. Duta besar Rusia di Kabul juga telah mengumumkan rencana penghapusan Taliban dari daftar organisasi teroris.

Rusia diketahui telah beberapa kali menjadi tuan rumah pertemuan dengan perwakilan Taliban, dan kini melihat Afghanistan sebagai mitra potensial dalam jalur transit ekspor gas ke kawasan Asia Tenggara.

“Kami akan terus mengembangkan hubungan politik, perdagangan, dan ekonomi dengan Kabul,” ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Oktober 2024.

Langkah Rusia ini mengikuti jejak sejumlah negara Asia lainnya. Kazakhstan lebih dahulu mencabut status teroris bagi Taliban pada 2023, disusul Kirgistan pada tahun berikutnya.

Meski belum ada negara yang secara resmi mengakui Taliban sebagai pemerintah sah Afghanistan, beberapa negara seperti Tiongkok, India, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran telah membuka kedutaan besar di Kabul. Tiongkok bahkan menjadi negara pertama yang mengirimkan duta besar secara resmi pada 2023.

Reporter: Bahry
Sumber: Al Jazeera