Bardawil : Intelijen Otoritas Palestina Berikan Data Ke Penjajah Zionis, Bunuh Tokoh Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) –  Tokoh Hamas, Dr. Sholah Bardawil mengungkap, Hamas memiliki dokumentasi dan bukti kuat keterlibatan intelijen otoritas yang memberikan informasi kepada penjajah zionis, yang menyebabkan terbunuhnya para tokoh Palestina, dan hancurnya rumah-rumah warga selama agresi militer zionis ke Gaza.

Dalam wawancara yang dirilis TV al Aqsha, Selasa (03/02/2015) Bardawil mengatakan, “Kami memiliki data dan bukti kuat keterlibatan aparat intelijen otoritas dalam memberikan informasi kepada penjajah zionis saat agresi militer ke Gaza, yang menyebabkan puluhan pejuang dan tokoh perlawanan gugur.”

Data yang ada menegaskan keterlibatan intelijen dalam memberikan informasi kepada penjajah zionis selama agresi.

Ditegaskan Bardawil, dokumentasi mencakup update tempat dan rumah, termasuk korespondensi seputar tokoh dan rumah para tokoh Hamas dan Saraya al Quds.

Dengan informasi tersebut, penjajah zionis menjadikannya sebagai target gempuran yang menyebabkan puluhan pejuang perlawanan gugur dan rumah-rumah mereka hancur.

Dokumen ini akan disampaikan kepada anggota pimpinan gerakan Fatah, Azam Ahmad yang akan berkunjung ke Gaza, juga disampaikan kepada segenap faksi-faksi Palestina supaya mereka bisa melihat realitas di lapangan.

Informasi intelijen yang disampaikan kepada penjajah zionis, juga menyebabkan gugurnya para tokoh dari gerakan Fatah dan keluarga mereka, di samping ratusan warga Palestina lainnya di Gaza.

Dokumen ini kemungkinan juga akan disebar ke sejumlah media, guna mengungkap kejahatan yang dilakukan sekelompok orang yang memicu tumpahnya darah Palestina selama agresi militer zionis ke Gaza.

Bardawil menuding sejumlah tokoh gerakan Fatah dan aparat keamanannya memberikan informasi dusta kepada pemerintah Mesir, untuk memprovokasi Hamas dan Gaza.

Pasukan penjajah zionis melancarkan agresi militer ke Gaza pada 8 Juli 2014 yang berlangsung selama 51 hari, sebanyak 2200 warga Palestina gugur, dan 11 ribu lainnya luka-luka, serta ribuan rumah dan bangunan hancur.

 

 Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.