Bangladesh: Myanmar Bersedia Terima Kembali 500.000 Pengungsi Muslim Rohingya

Bangladesh: Myanmar Bersedia Terima Kembali 500.000 Pengungsi Muslim Rohingya

DHAKA (Jurnalislam.com) – Myanmar telah mengusulkan untuk mengambil kembali ratusan ribu pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh dari tindakan militer brutal Budha Myanmar dalam beberapa pekan terakhir.

Menteri Luar Negeri Bangladesh AH Mahmood Ali mengatakan kepada wartawan bahwa Myanmar bersedia membawa lebih dari 500.000 orang dari kelompok minoritas yang teraniaya tersebut setelah melakukan pembicaraan pada hari Senin (2/10/2017) dengan seorang perwakilan senior Myanmar, lansir Anadolu Agency.

“Perundingan tersebut diadakan dalam suasana bersahabat, dan Myanmar telah membuat sebuah proposal untuk mengambil kembali pengungsi Rohingya,” kata Ali setelah bertemu dengan pejabat Myanmar Kyaw Tint Swe di ibukota Dhaka.

“Apa yang Bangladesh selalu katakan adalah bahwa kita ingin menyelesaikan masalah ini dengan damai dan kedua negara telah menyetujuinya.”

Ali mengatakan kedua negara sepakat untuk membentuk kelompok kerja gabungan untuk mulai melakukan pemulangan besar-besaran tersebut. Delegasi Myanmar tidak berbicara dengan media.

Bangladesh Desak PBB dan Dunia untuk Kembalikan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut eksodus sebanyak 507.000 warga Rohingya sejak 25 Agustus tersebut sebagai keadaan darurat pengungsi yang berkembang paling cepat di dunia dan mengatakan Myanmar yang mayoritas beragama Buddha terlibat dalam pembersihan etnis terhadap sebagian besar minoritas Muslim Rohingya.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina telah menyerukan diakhirinya kekerasan dan pembentukan zona aman di Myanmar untuk memungkinkan pengungsi kembali.

Dia juga meminta sebuah misi pencarian fakta PBB untuk pergi ke Myanmar dan meminta pemerintah untuk menerapkan rekomendasi mengenai pemecahan masalah di Rakhine yang disusun oleh sebuah tim yang dipimpin oleh mantan sekretaris jenderal PBB Kofi Annan.

Warga Rohingya di Eropa: Aung San Suu Kyi Mendukung Pembunuhan Massal

Krisis atas kekejaman pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya adalah masalah terbesar yang harus dihadapi pemimpin Aung San Suu Kyi sejak membentuk pemerintah tahun lalu setelah memenangkan pemilihan penting pada akhir 2015.

Aung San Suu Kyi, dalam sebuah pidato di negara tersebut bulan lalu, mengatakan bahwa Myanmar siap untuk memulai proses verifikasi berdasarkan sebuah kesepakatan tahun 1993 dengan Bangladesh dan “pengungsi dari negara ini akan diterima tanpa masalah”.

Aung San Suu Kyi Pidato pada Dunia, Muslim Rohingya: Suu Kyi Pengkhianat!

Sudah ada sekitar 300.000 pengungsi Rohingya di Bangladesh sebelum eksodus yang paling baru.

Aung San Suu Kyi tidak memiliki kekuasaan atas kebijakan keamanan di bawah konstitusi yang dirancang militer dan masyarakat di Myanmar – di mana nasionalisme Buddhis telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir – hingga sebagian besar mendukung serangan keji tersebut.

Bagikan
Close X