Bagaimana Kabar Koperasi Syariah dan 212 Mart Saat Ini ?

4 Juli 2018
Bagaimana Kabar Koperasi Syariah dan 212 Mart Saat Ini ?
ilustrasi (pic.batamnews)

Bahkan diluar pulau Jawa, yang notabene jauh dari Ibukota sudah membuat distribution Center, tempat memasok barang-barang kepada mitra-mitra ekonomi sekitar. Tentu tempat ini terafiliasi dengan koperasi syariah 212.

Jurnalislam.com – Sudah  satu tahun lebih,  aksi 2 Desember 2016 atau yang lebih dikenal aksi 212 dilakukan. Aksi damai yang dilaksanakan di tugu Monas mampu menyeret 7.4 juta kepala manusia dari berbagai tempat.

Semangat atau yang lebih dikenal spirit 212 menyeruak pasca aksi yang telah mampu menegakkan supremasi hukum Indonesia tersebut. Spirit 212 mengalir deras di setiap darah para peserta yang biasa disebut alumni 212. Bahkan, mengalir kepada masyarakat muslim pada umumnya di Merah Putih.

Begitu pula dengan ekonomi. Pasca 212, masyarakat yang dibantu oleh para tokoh dan ulama menggarap momentum ini untuk kebangkitan ekonomi Muslim di Indonesia.  Gerakan ekonomi umat mulai dari ekonomi syariah, komunitas, hingga Koperasi Syariah 212 terbentuk.

Ahmad Juwaini, Ketua pelaksana harian Koperasi Syariah 212 bercerita tentang geliat kebangkitan ekonomi umat, ditambah pencapaiannya.

Saat ini, jumlah peserta koperasi syariah hampir mencapai 30 ribu orang. Angka yang cukup signifikan bagi koperasi bersistem syariah yang belum lama ini dibuat, kurang dari setahun penuh.

Masyarakat rasanya sudah tidak asing dengan produk utama koperasi ini. Ya, 212 Mart. “Alhamdulillah sudah ada 40 toko 212 Mart,” kata Ahmad Juwaini kepada Jurnalislam.com, beberapa waktu lalu.

Untuk letaknya sendiri, kata dia, mayoritas ada di sekitar Jabodetabek, dengan jumlah 32 toko. Sisanya diluar daerah itu. Maklum, geliat kebangkitan ekonomi, memang dari central menuju ke pelosok negeri.

Ahmad Juwaini

Mekanisme dalam retail ini, pertama ada sekelompok masyarakat berbentuk komunitas dengan minimal 100 orang untuk mendirikan toko yang dikhususkan untuk melayani pembelanjaan umat Islam ini.

Lalu, sekelompok tadi mengumpulkan dana untuk investasi pendirian toko. “Dilanjut dengan ikatan kerja sama dengan kami. Bersama mendirikan toko, tempat, penyuplai barang, peralatan, sampai tampilan juga, sampai jalan,” terangnya.

“Tentu ada pembagian hasil dari keuntungan,” tambahnya.

Mantan Presiden Direktur Dompet Dhuafa ini mengatakan, konsep toko ini melayani umat Islam dan membagi 20% untuk usaha kecil dan menengah (UKM). 212 Mart membuat mekanisme warung- warung sekitar untuk berperan aktif, seperti berada dalam bagiannya.

“Jadi warung itu bisa mendapatkan barang dengan harga murah dari 212 Mart, nantinya mereka dapat menjual dengan harga kompetitif,” papar Ahmad.

Karena berbasis syariah, 212 Mart dalam penjualannya melarang produk-produk yang tidak diperkenankan dalam syariat, seperti minuman keras dan rokok.

 Perkembangan dan target

Sesosok yang telah menggeluti dunia amil zakat ini menegaskan, 212 Mart akan tetap berkembang dengan grafik perkembangan sekarang. Tidak kurang, dikatakannya, saat ini masyarakat sudah berlomba-lomba membuat toko 212 Mart. Dalam satu bulan saja, bisa membuat 10 outlet 212 Mart.

Bahkan diluar pulau Jawa, yang notabene jauh dari Ibukota sudah membuat distribution Center, tempat memasok barang-barang kepada mitra-mitra ekonomi sekitar. Tentu tempat ini terafiliasi dengan koperasi syariah 212.

Meski sekarang masih belum mempunyai distribution Center seperti itu, Koperasi Syariah 212 bertekad untuk melebarkan sayapnya dengan membuat tempat pemasok besar tersebut pada tahun 2018. Selain itu, 200 toko 212 mart tambahan akan dibuat dengan target anggota tambahan hingga 60 ribu.

Tambahnya, saat ini,  sudah saatnya umat mayoritas ini untuk bahu membahu merajut kebangkitan ekonomi di Indonesia. Mulai, dari rasa memiliki yang kuat dengan investasi saham di 212 Mart.

Dan juga, mencintai produk dari umat Islam sendiri dan bangga akan membelinya. Dari situ, kebangkitan ekonomi menjadi sesuatu yang mungkin dan realistis terjadi.

penulis : Fajar Aditya | Jurnalislam.com