Menteri Agama Buka MTQ XIII Banten

SERANG (Jurnalislam.com) –  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Banten ke-XIII dibuka di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri Kota Serang, Kamis (7/4/2016). Acara yang menghabiskan anggaran sebesar 8.5 Milyar itu diharapkan dapat membentuk masyarakat yang cinta dengan Al Qur’an.

“Bagaimana kita menjadikan Al Qur’an sebagai sumber nilai dalam menjalani kehidupan
bermasyarakat, karena Al Qur’an menjadi sumber nilai yang wajib kita amalkan dalam
kehidupan sehari-hari,” kata Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaifuddin dalam sambutannya lansir Liputanbanten.

Gubernur Banten, Rano Karno mengatakan MTQ menjadi ajang penting dalam membentuk masyarakat Qur’aniah. “MTQ Ini juga sebagai momentum penting untuk Banten agar bisa bersaing di MTQ tingkat nasional mendatang,” ujar Rano.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman yang juga menjadi tuan rumah mengatakan, Al-Qur’an memiliki kedudukan yang tinggi serta menjadi satu sumber dalam kehidupan bermasyarakat.

“Diharapkan masyarakat Banten dapat terus mengamalkan nilai Qur’an dalam menghadapi
tantangan Jaman,” kata Jaman.

Kota Serang menjadi tuan rumah MTQ XIII tingkat Provinsi Banten Tahun 2016. MTQ XIII dilaksanakan pada 6-11 April. Untuk bisa meraih juara, qori dan qoriah dari seluruh kabupaten dan kota di Banten harus mampu mendapat nilai tinggi dari 172 dewan hakim.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Ketika Polisi ‘Diinterogasi’

KASUS kematian Siyono saat di tangan Densus 88 menjadi perhatian luas publik. Langkah serius Komnas HAM bersama banyak elemen ormas Islam khususnya Muhammadiyah menempuh advokasi dengan tahapan awal otopsi menjadi sangat berarti bagi masyarakat sipil pencari keadilan.

Publik berharap dari otopsi berlanjut ke advokasi berikutnya biar terungkap kebenaran kasus Siyono.

Disisi lain sangat tampak pihak Polri "guncang" dengan langkah diatas. Sejak awal Polri bersikukuh Densus 88 tidak berasalah. Bahkan paska otopsi dan belum diumumkannya hasil otopsi, pihak Polri membangun penguatan opini bahwa Densus 88 tidak melakukan kekerasan, tidak membunuh Siyono, semua sudah dianggap sesuai SOP, cuma ada catatan kecil yaitu adanya kelalaian karena Siyono dikawal satu orang Densus.

Mengkaji narasi yang dibangun oleh Polri di hadapan publik, perlu kiranya kita mengujinya. Berikut beberapa poin pentingnya:

Pertama; Klaim bahwa kelompok yang menuntut keadilan atas kasus Siyono adalah pro terorisme.

Jika konsisten dengan nalar tersebut maka kita bisa katakan bahwa pengacara yang advokasi tersangka koruptor di pengadilan adalah pro korupsi. Begitu juga setiap orang yang simpati kepada para koruptor hakikatnya adalah pro korupsi. Ini catatan pertama dari logika yang diumbar pihak Polri.

Kedua: langkah Densus 88 sudah sesuai dengan prosedur saat menangani Siyono.

Kalau memang sesuai prosedur kenapa bisa sampai meninggal? Bukankah amanah UU-nya seorang terduga dan atau tersangka itu ditindak dibawa ke pengadilan yang transparan?

Ketiga: Info sepihak dari Polri menyatakan, Siyono melawan ketika diamankan anggota Densus.

Ini berarti Densus sangat ceroboh, katanya pasukan elit tapi mengamankan seorang guru ngaji saja sampai melahirkan preseden buruk, yakni hilangnya nyawa. Dan ini bukti kesekian kalinya Densus bekerja tidak profesional.

Keempat: Tidak ada yang ditutup-tutupi oleh Polisi. Kalau tidak ada yang ditutup-tutupi kenapa harus panik ketika jenazah Siyono mau diotopsi, paska diotopsi dan sebelum hasil otopsi dipublish?

Bukankah di Perkap Nomor 23 Tahun 2011 Pasal 19 ayat 3 dijelaskan ketika penindakan seseorang/tersangka berakibat hilangnya nyawa/kematian maka harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Lantas langkah apa yang dilakukan Polri untuk bisa mempertanggungjawabkan kematian Siyono secara hukum? Kenapa justru sangat terkesan keberatan dengan keluarga dan masyarakat yang menuntut keadilan atas kematian Siyono?

Kelima: Muncul klaim masyarakat membuat-buat opini. Fakta aktualnya hari ini bukannya yang membuat-buat opini adalah Polisi sendiri?

Klaim sepihak Polri atas Siyono yang belum pernah diproses di pengadilan dengan label lebih tepatnya vonis teroris dari pihak Polri. Bahkan vonis Polri lainnya mengatakan Siyono berbahaya, pegang senjata, orang penting kelompok Neo Jamaah Islamiyah (JI), dll. Adakah semua itu terbukti di pengadilan? Siyono tewas dan tuduhan tersebut tidak akan pernah terkonfirmasi atas seorang yang sudah mati.

Jika Siyono dianggap orang penting dan petinggi Jamaah Islamiyyah kenapa penanganannya sembrono?

Kalau memang petinggi Jamaah Islamiyyah kenapa tidak dirunut jaringannya? Kenapa malah dibikin mati? Katanya mau memutus jaringan terorisme.

Bagaimana mau mendeteksi anggota, anak buah dan gerakannya kalau orangnya sudah tiada? Katanya mau memberantas terorisme sampai ke akarnya.

Kalau memang Siyono adalah kunci untuk mengungkap gudang persenjataan Jamaah Islamiyyah. Kenapa malah disiksa hingga tak bernyawa? Kenapa tidak "dirayu" dan "diperalat" saja?

Bukankanya Polisi punya "rayuan maut"? Nasir Abbas yang punya reputasi terorisme internasional saja bisa takluk, kenapa tidak dengan Siyono?

Apapun argumentasi Polri, fakta empiriknya Siyono tewas dan tidak bisa dihidupkan lagi. Maka menjadi hak keluarga menuntut kebenaran dan keadilan atas musibah yang menimpa keluarganya.

Rasa keadilan menjadi hak dasar siapapun, karena rasa butuh kepada keadilan inilah yang mendorong banyak elemen masyarakat mendorong Polri untuk jujur dan legowo ditambah konsisten dengan segala konsekuensinya.

Penulis adalah Pengamat Terorisme, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

Sarwanto, Aktivis Islam Solo Harus Kehilangan Kaki Kirinya Akibat Kecelakaan

BANJAR (Jurnalislam.com) – Sudah seminggu lebih Sarwanto (38), salah seorang anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) terbaring di RSUD Banjar Ruang Kenanga Utama 8. Sarwanto harus kehilangan sebagian dari kirinya akibat kecelakaan kendaraan yang menimpanya pada Selasa (29/3/2016).

Hal ini dibenarkan oleh sekretaris LUIS, Yusuf Suparno saat ditemui Jurnalislam di masjid Baitussalam Tipes, Serengan, Surakarta, Selasa (2/4/2016)

"Informasi memang Mas Sarwanto kecelakaan di Banjar, ini mau kirim dua anggota untuk menemani beliau di sana namun ini baru satu," ucap Yusuf.

Reporter Jurnalislam bersama satu orang utusan LUIS langsung berangkat menuju Rumah Sakit Kota Banjar. Di sana Jurnalislam melihat langsung kondisi Sarwanto yang baru menjalani amputasi yang kedua kalinya pada hari Rabu (6/4/2016).

"Alhamdulillah, yang saya rasakan lebih enak beda dengan kemarin mas," ujar Sarwanto.

Sarwanto ikhlas menerima kenyataan harus kehilangan sebagian kaki kirinya. Namun kesedihan masih menyelimuti sang istri, Murni (38) yang setia berada di samping suaminya sejak lima hari lalu.

"Ya sudah takdir mas, justru kemarin itu saya merasa bener-bener dekat dengan kematian, hanya pasrah saja sama Allah. Ya Allah kalau hidup bagi saya lebih baik maka beri saya kesembuhan, tapi kalo mati lebih baik bagi saya maka ampunilah dosa saya ya Allah," tuturnya.

Sarwanto pun menceritakan kembali kronologi kecelakaan yang membuat kaki kirinya harus diamputasi dari bagian paha.

Sarwanto mengisahkan, ketika itu ia baru saja mengantar barang dari Bandung. Dalam perjalanan pulang, tepatnya di jembatan Cisaga, Kota Banjar truk box bernopol AD 1349 A yang ia tumpangi tiba-tiba menghantam truk hijau yang parkir ditepi jalan. Joko, sopir truk diduga mengantuk.

"Di truk itu saya tidur tapi agak sadar, trus sopir panggil saya kenceng, Sar!!! trus duarrr!! Saya masih sadar panggil-panggil minta tolong, saya juga tahu kalo kaki saya putus, trus ini paha, saya ikat sama jaket biar darah tidak keluar," tutur Sarwanto mengisahkan.

Dalam kondisi itu, Sarwanto masih mencoba memunguti potongan kaki kiri, tulang dan daging miliknya yang berceceran di kabin truk yang sudah rusak parah.

"Saya ambil itu tulang dan daging, pikir saya nanti masih bisa disambung, tapi dompet segala macem ndak mudeng saya,..pada hilang semua, saya hanya bisa bertakbir mas, Allah akhbar,…Allah akhbar,…laa ila ha illallah," lanjutnya.

Sementara itu dr. Isa, dokter bedah tulang yang menangani Sarwanto menjelaskan bahwa kondisi sekarang sudah lumayan baik.

"Kemarin kita coba mempertahankan lututnya namun tiga hari pasca operasi pertama, hari Rabu nampaknya jaringan daging malah terlihat membusuk, dan kondisi pasien terus demam, maka kami terpaksa harus mengamputasi kedua kalinya," terang dr. Isa.

"Insya Allah nantinya mas Sarwanto masih bisa memakai kaki palsu dengan hasil operasi amputasi ini," tutup beliau

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Korea Selatan Sambut Muslim dengan 200 Restoran Halal

SEOUL (Jurnalislam.com) – Korea Selatan mendorong restoran lokal untuk menyediakan makanan halal dengan memperkenalkan sistem sertifikasi baru, menurut kantor pariwisata negara itu Kamis (07/04/2016).

Seorang pejabat di Korea Tourism Organization (KTO) mengungkapkan kepada Anadolu Agency bahwa 200 restoran halal akan disorot dalam buku yang akan diterbitkan bulan Agustus ini.

Restoran akan disertifikasi berdasarkan lima tingkat – dari mereka yang sepenuhnya memenuhi persyaratan dari Federasi Muslim Korea hingga tempat-tempat yang tidak memasukan daging babi dalam menu.

Catatan KTO menunjukkan bahwa 740.000 turis Muslim mengunjungi Selatan tahun lalu, yang sebagian besar berasal dari Malaysia dan Indonesia – warga Turki menyumbang hampir 20.000 pengunjung pada tahun 2015.

Dengan jumlah turis muslim yang diperkirakan akan meningkat menjadi 800.000 tahun ini, Korea Selatan tampaknya telah menyadari kebutuhan untuk mempertahankan jumlah itu.

Ibu kota Seoul memiliki beberapa pilihan makanan Turki, dan KTO telah mengakui beberapa dari mereka ada di antara 140 restoran halal di daerah ini.

Setidaknya beberapa dari instansi dalam daftar yang diperbarui tersebut menyediakan makanan Korea.

Ketika ditanya apakah restoran lokal berencana untuk menyertakan versi Gaegogi (daging anjing) yang mematuhi standar persiapan halal dalam sistem baru, pejabat KTO – yang tidak ingin disebutkan namanya – mengatakan ia meragukan hidangan seperti itu akan dimasukkan.

Dalam ajaran Islam memakan anjing – atau kucing – haram karena mengkonsumsi produk hewan karnivora dilarang.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Para Pengusaha di Inggris Menahan diri Pekerjakan Perempuan Muslim, Ini Sebabnya…

INGGRIS (Jurnalislam.com) –  Perempuan Muslim walaupun berpendidikan sangat kecil kemungkinannya untuk dipekerjakan dibandingkan wanita non-Muslim, bahkan ketika mereka memiliki kualifikasi yang sama, penelitian baru menemukan, lansir world Bulletin, Kamis (07/04/2016).

Studi ini menemukan bahwa tingkat pengangguran bagi perempuan Muslim adalah antara 5,9 persen dan 27 persen tergantung pada latar belakang etnis wanita. Sebaliknya, tingkat pengangguran bagi wanita kulit putih non-Muslim 3,5 persen.

Kesenjangan tercatat dalam pekerjaan profesional dimana dari 8,5 hingga 23 persen wanita Muslim dipekerjakan tergantung pada etnis, dibandingkan dengan 32 persen wanita putihn on-Muslim.

Studi ini membantah dan menolak pendapat bahwa hal ini terjadi karena perempuan Muslim cenderung kurang memiliki kualifikasi pendidikan dibanding kelompok sosial lainnya, padahal tren yang sama juga banyak ditemukan ketika perempuan Muslim dan non-Muslim memiliki kemampuan atau tingkat pendidikan yang sama persis.

Penelitian ini merupakan usaha bersama antara Dr Nabil Khattab dari Studi Pascasarjana Institut Doha di Qatar dan Dr Shereen Hussein dari King College London dan analisis data yang melibatkan lebih dari seperempat dari kehidupan satu juta perempuan. Penelitian itu disajikan kemarin di konferensi tahunan the British Sociological Association.

Dr Khattab mengatakan: "Kegiatan ekonomi di kalangan wanita Muslim di Inggris masih jauh lebih rendah dan tingkat pengangguran mereka secara signifikan tetap lebih tinggi dibanding kelompok mayoritas bahkan setelah mengendalikan kualifikasi dan karakteristik individu lainnya."

Dia menambahkan bahwa pakaian perempuan Muslim akan mengungkapkan agama mereka kepada calon majikan dengan cara yang lebih jelas daripada laki-laki Muslim atau perempuan non-Muslim, yang memungkinkan pengusaha Islamophobia untuk melakukan diskriminasi.

Dia mengatakan, "Mereka memakai jilbab atau simbol-simbol agama Islam yang membuat mereka lebih terlihat dan dengan demikian terkena dampak diskriminasi yang lebih besar."

Tahun lalu kejahatan kebencian terhadap Muslim di London ditemukan meningkat 70 persen dibanding tahun sebelumnya. Secara khusus, Polisi Met mencatat sejumlah insiden Islamophobia di mana wanita mengenakan jilbab diserang dan orang asing berusaha untuk melepas paksa jilbab mereka.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Perang Yaman: Gencatan Senjata akan Dimulai di Kota Taiz, Jika Gagal …

YAMAN (Jurnalislam.com) – Ada konsensus atas draft kesepakatan akhir untuk menerapkan gencatan senjata di Yaman, Menteri Luar Negeri Abdul Malek Mekhlafi mengatakan kepada situs berbahasa Arab Al Arabiya News Channel, Kamis (07/04/2016).

Mekhlafi mengatakan percobaan untuk menerapkan gencatan senjata akan dimulai di kota barat daya Taiz dan kemudian akan diperluas ke provinsi lain.

Sementara itu, bala bantuan militer besar-besaran telah tiba di District Nihm, di timur Sanaa. Mereka datang siap tempur untuk merebut ibukota Sana'a dari Syiah Houthi jika pembicaraan di Kuwait gagal.

Pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran saat ini mengepung Taiz, kota terbesar ketiga di negara itu, dan sekitarnya. Sekitar 200.000 warga sipil di Taiz terjebak dalam pertempuran.

Sejak Maret tahun lalu, Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi telah membom posisi pemberontak Houthi yang didukung Iran dan pasukan sekutu pemimpin terguling Ali Abdullah Saleh, dalam upaya menempatkan pemerintah yang diakui secara internasional Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi kembali berkuasa.

Mekhlafi sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah Yaman tidak akan menerima persyaratan yang ditetapkan oleh Houthi selama negosiasi Kuwait mendatang yang diperkirakan akan berlangsung selama setidaknya satu minggu.

Pembicaraan damai yang disponsori PBB dijadwalkan dimulai di Kuwait pada 18 April. Kedua belah pihak telah mengkonfirmasi bahwa gencatan senjata dimulai pada tengah malam pada tanggal 10 April menjelang pembicaraan damai.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

1.000 Lebih Pemukim Zionis Serbu Makam Syeikh Yussuf di Nablus, Gelar Ritual Talmud

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Ribuan pemukim yahudi, Israel, menyerbu sebuah makam lokal di kota Nablus, Tepi Barat, Kamis, sehingga memicu bentrokan dengan pemuda Palestina, World Bulletin melaporkan, Kamis (07/4/2016).

“Sedikitnya 1.150 pemukim Israel memaksa masuk ke dalam kuil (Joseph’s Tomb) di bawah perlindungan tentara Israel dan melakukan ritual Talmud,” kata Ahmed Shamekh, seorang pejabat senior di kamp pengungsian Balata di dekatnya,.

Shamekh mengatakan sejumlah pemuda Palestina berkumpul untuk memprotes penyerbuan, namun pasukan penjajah Israel menanggapi dengan peluru karet dan gas air mata, berakibat sedikitnya tiga pemuda Palestina terluka.

Makam Yusuf (Joseph’s Tomb) telah lama menjadi flashpoint bentrokan antara kaum Muslim dan ekstremis pemukim zionis Yahudi.

Zionis percaya situs tersebut merupakan tempat pemakaman patriark Alkitab Joseph.

Namun Muslim Palestina membantah klaim itu, mengatakan bahwa seorang imam Muslim – Syeikh Yussuf Dawat – yang dimakamkan di situs tersebut dua abad yang lalu.

 

Jubir Militer AS: Merebut Mosul Lebih Mudah daripada Raqqa

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan AS dalam melawan Islamic State (IS) di Irak dan Suriah lebih siap untuk merebut kembali kota Mosul di Irak daripada Raqqa di Suriah, juru bicara militer AS mengatakan Kamis (07/04/2016), lansir Alarabiya News Channel.

Kota kedua Irak, Mosul dan Raqqa, ibukota de facto IS Suriah ini merupakan tujuan utama militer AS.

"Rencana untuk membebaskan Raqqa tidak seperti rencana yang dikembangkan sebagai untuk membebaskan Mosul," kata juru bicara koalisi Kolonel Steve Warren saat siaran video news conference dari Baghdad.

AS bisa mengandalkan pasukan Irak untuk membantu melakukan operasi di Mosul, tambahnya. "Di Suriah, kami tidak memiliki bantuan selain Pasukan Demokratik Suriah (the Syrian Democratic Forces-SDF)."

IS merebut Mosul pada Juni 2014 ketika mereka menyerbu sejumlah wilayah di utara dan utara-tengah Irak, serta di Suriah.

Kota ini memiliki signifikansi khusus sebagai lokasi IS di mana pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi, mengklaim sebuah "khalifah" yang meliputi Irak dan Suriah.

Di Suriah Kelompok IS telah mengalami kemunduran di beberapa wilayah, dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kota kuno Palmyra, yang direbut kembali oleh rezim Suriah yang didukung Rusia akhir bulan lalu.

IS juga baru saja kehilangan titik persimpangan utama mereka ke Turki, kota al-Rai di provinsi Aleppo, dari faksi yang berjuang di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah (FSA), Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights) yang berbasis di Inggris mengatakan.

Kota ini adalah salah satu dari sedikitnya 18 kota di Aleppo yang lepas dari cengkeraman IS setelah menguasainya selama dua tahun.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Dahnil Nilai Opini Anton Charliyan Akan Mencoreng Institusi Polri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah pernyataan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan soal dugaan adanya pihak yang ingin mengadu domba Muhammadiyah dengan Polri.

“Saya ingin sampaikan, Pak Kadiv Humas Polri, dengan segala hormat mari fokus pada masalah usaha Muhammadiyah, Komnas HAM dan lembaga lainnya untuk mencari keadilan yakni fakta penyebab kematian Siyono, agar bisa menjadi bahan untuk dilakukannya penegakan hukum berikutnya sehingga keluarga Siyono mendapat keadilan,” kata Dahnil dalam status facebooknya siang ini, Kamis (7/4/2016).

Dahnil mengimbau Anton untuk tidak melempar berbagai isu dan opini yang tidak ada kaitannya dengan upaya pencarian fakta penyebab kematian Siyono dan keadilan bagi keluarganya. Sebab, lanjut Dahnil, hal itu justru akan mencoreng nama baik Kepolisian sendiri.

“Mengingat Pak Kapolri Badrudin Haiti ketika bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menyatakan akan bekerja sama dengan Muhammadiyah untuk mencari fakta kematian Siyono dan akan memberikan sanksi hukum bila terbukti melakukan pelanggaran HAM,” tandasnya.

Dahnil mengatakan, Muhammadiyah yang telah hadir sebelum Indonesia hadir sebagai negara, bersama dengan ormas keagamaan dan organisasi lainnya telah berkomitmen penuh merawat Indonesia.

“Jangan kemudian justru isu-isu yang tidak terkait dengan usaha mencari keadilan untuk kemanusiaan ini Bapak Kadiv Humas rusak dengan memberondong tuduhan macam-macam terhadap pihak yang berjuang membantu menghadirkan keadilan,” tegas Dahnil.

Dahnil menilai, upaya mencari keadilan untuk Siyono dan keluarganya sangat penting. Sebab, ketidakadilan adalah sumber terorisme sesungguhnya.

“Maka upaya kami sejatinya adalah upaya melakukan deradikalisasi, mencegah akumulasi dendam-dendam keluarga, kawan-kawan mereka yang dituduh teroris, karena keadilan tidak mereka dapat, maka atas nama kemanusian kami memperjuangkan keadilan itu agar hadir,” tukasnya.

“Bagi kami dakwah adalah merangkul bukan menendang, dakwah adalah mengasihi bukan menebar kebencian,” pungkas Dahnil.

Seperti diketahui, Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Charlyan menuding Muhammadiyah ditunggangi pihak yang ingin mengadu domba Muhammadiyah dengan Polri.

"Dalam hal ini, saya temukan ada upaya yang ingin menunggangi Muhammadiyah dan mengadu domba Densus 88 dengan Muhammadiyah," ujar Anton di Mabes Polri, Jakarta, dilansir Kompas hari ini, Kamis (7/4/2016).

Baca juga: Soal Kematian Siyono, Muhammadiyah: Opini Polri Tidak Ilmiah dan Tanpa Dasar Hukum

Sebelumnya, Dahnil juga membantah pernyataan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Agus Rianto yang mengatakan bahwa Polri telah melakukan otopsi terhadap jasad Siyono sebelum proses otopsi yang dilakukan tim dokter forensik Muhammadiyah. Namun kenyataannya, 9 dokter forensik Muhammadiyah dan satu dokter forensik Polda Jateng bersepakat bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan jasad Siyono telah dilakukan otopsi sebelumnya.

Baca juga: Forensik Polda Jateng: Ada Tanda Kekerasan pada Jasad Siyono

Sumber: Facebook Resmi Dahnil A Simanjuntak | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bondowoso Darurat Syiah, Ribuan Penganut Syiah Hadiri Milad Fatimah

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) –  Ribuan pengikut ajaran Syiah menghadiri acara Milad putri Rasulullah SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra RA di Kota Bondowoso, Rabu (6/4/2016).

Mereka berasal berbagai daerah di Karesidenan Besuki. Tampak berjajar rapi puluhan bahkan ratusan motor, mobil hingga truk mulai dari alun-alun kota Bondowoso sampai belakang kawasan Yayasan Islam Madrasah Al-Falah Al-Khairiyah (YIMA), Kademangan.

Sebelumnya, acara yang berlangsung dari tanggal 4 April itu mendapat penolakan keras dari umat Islam di Bondowoso. Ribuan umat Islam melakukan long march untuk membubarkan acara yang berlangsung sekitar dua jam itu, namun acara tahunan itu tetap berlangsung.  

"Semakin kencang angin berhembus maka semakin tegak kami melangkah," demikian salah satu pernyataan penganut Syiah di media sosial.

Ponpes Al Ishlah Dijaga Aparat Bersenjata

Salah seorang pengurus Pondok Pesantren Al Ishlah Bondowoso yang enggan disebut namanya menuturkan keresahanya terkait acara tersebut.

"Aqidah kota Bondowoso terancam, karena acara Syiah berjalan dengan lancar. Kalimat 'Bondowoso damai bersama Milad Fatimah as' menandakan Syiah punya ruang gerak yang sangat luas di kota Bondowoso ini," ujarnya.

Bondowoso, kota yang sering disebut sebagai kota kecil atau kota mati itupun tidak layak diremehkan. Kota kecil itu disulap menjadi basis Syiah terbesar di Jawa Timur. Mereka pun tak canggung lagi menampakkan diri, salah satunya adalah perayaan Milad Fathimah yang digelar setiap tahunnya.

Reporter: Qurani | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam