Sarwanto, Aktivis Islam Solo Harus Kehilangan Kaki Kirinya Akibat Kecelakaan

BANJAR (Jurnalislam.com) – Sudah seminggu lebih Sarwanto (38), salah seorang anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) terbaring di RSUD Banjar Ruang Kenanga Utama 8. Sarwanto harus kehilangan sebagian dari kirinya akibat kecelakaan kendaraan yang menimpanya pada Selasa (29/3/2016).

Hal ini dibenarkan oleh sekretaris LUIS, Yusuf Suparno saat ditemui Jurnalislam di masjid Baitussalam Tipes, Serengan, Surakarta, Selasa (2/4/2016)

"Informasi memang Mas Sarwanto kecelakaan di Banjar, ini mau kirim dua anggota untuk menemani beliau di sana namun ini baru satu," ucap Yusuf.

Reporter Jurnalislam bersama satu orang utusan LUIS langsung berangkat menuju Rumah Sakit Kota Banjar. Di sana Jurnalislam melihat langsung kondisi Sarwanto yang baru menjalani amputasi yang kedua kalinya pada hari Rabu (6/4/2016).

"Alhamdulillah, yang saya rasakan lebih enak beda dengan kemarin mas," ujar Sarwanto.

Sarwanto ikhlas menerima kenyataan harus kehilangan sebagian kaki kirinya. Namun kesedihan masih menyelimuti sang istri, Murni (38) yang setia berada di samping suaminya sejak lima hari lalu.

"Ya sudah takdir mas, justru kemarin itu saya merasa bener-bener dekat dengan kematian, hanya pasrah saja sama Allah. Ya Allah kalau hidup bagi saya lebih baik maka beri saya kesembuhan, tapi kalo mati lebih baik bagi saya maka ampunilah dosa saya ya Allah," tuturnya.

Sarwanto pun menceritakan kembali kronologi kecelakaan yang membuat kaki kirinya harus diamputasi dari bagian paha.

Sarwanto mengisahkan, ketika itu ia baru saja mengantar barang dari Bandung. Dalam perjalanan pulang, tepatnya di jembatan Cisaga, Kota Banjar truk box bernopol AD 1349 A yang ia tumpangi tiba-tiba menghantam truk hijau yang parkir ditepi jalan. Joko, sopir truk diduga mengantuk.

"Di truk itu saya tidur tapi agak sadar, trus sopir panggil saya kenceng, Sar!!! trus duarrr!! Saya masih sadar panggil-panggil minta tolong, saya juga tahu kalo kaki saya putus, trus ini paha, saya ikat sama jaket biar darah tidak keluar," tutur Sarwanto mengisahkan.

Dalam kondisi itu, Sarwanto masih mencoba memunguti potongan kaki kiri, tulang dan daging miliknya yang berceceran di kabin truk yang sudah rusak parah.

"Saya ambil itu tulang dan daging, pikir saya nanti masih bisa disambung, tapi dompet segala macem ndak mudeng saya,..pada hilang semua, saya hanya bisa bertakbir mas, Allah akhbar,…Allah akhbar,…laa ila ha illallah," lanjutnya.

Sementara itu dr. Isa, dokter bedah tulang yang menangani Sarwanto menjelaskan bahwa kondisi sekarang sudah lumayan baik.

"Kemarin kita coba mempertahankan lututnya namun tiga hari pasca operasi pertama, hari Rabu nampaknya jaringan daging malah terlihat membusuk, dan kondisi pasien terus demam, maka kami terpaksa harus mengamputasi kedua kalinya," terang dr. Isa.

"Insya Allah nantinya mas Sarwanto masih bisa memakai kaki palsu dengan hasil operasi amputasi ini," tutup beliau

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.