Dahnil Nilai Opini Anton Charliyan Akan Mencoreng Institusi Polri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah pernyataan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan soal dugaan adanya pihak yang ingin mengadu domba Muhammadiyah dengan Polri.

“Saya ingin sampaikan, Pak Kadiv Humas Polri, dengan segala hormat mari fokus pada masalah usaha Muhammadiyah, Komnas HAM dan lembaga lainnya untuk mencari keadilan yakni fakta penyebab kematian Siyono, agar bisa menjadi bahan untuk dilakukannya penegakan hukum berikutnya sehingga keluarga Siyono mendapat keadilan,” kata Dahnil dalam status facebooknya siang ini, Kamis (7/4/2016).

Dahnil mengimbau Anton untuk tidak melempar berbagai isu dan opini yang tidak ada kaitannya dengan upaya pencarian fakta penyebab kematian Siyono dan keadilan bagi keluarganya. Sebab, lanjut Dahnil, hal itu justru akan mencoreng nama baik Kepolisian sendiri.

“Mengingat Pak Kapolri Badrudin Haiti ketika bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menyatakan akan bekerja sama dengan Muhammadiyah untuk mencari fakta kematian Siyono dan akan memberikan sanksi hukum bila terbukti melakukan pelanggaran HAM,” tandasnya.

Dahnil mengatakan, Muhammadiyah yang telah hadir sebelum Indonesia hadir sebagai negara, bersama dengan ormas keagamaan dan organisasi lainnya telah berkomitmen penuh merawat Indonesia.

“Jangan kemudian justru isu-isu yang tidak terkait dengan usaha mencari keadilan untuk kemanusiaan ini Bapak Kadiv Humas rusak dengan memberondong tuduhan macam-macam terhadap pihak yang berjuang membantu menghadirkan keadilan,” tegas Dahnil.

Dahnil menilai, upaya mencari keadilan untuk Siyono dan keluarganya sangat penting. Sebab, ketidakadilan adalah sumber terorisme sesungguhnya.

“Maka upaya kami sejatinya adalah upaya melakukan deradikalisasi, mencegah akumulasi dendam-dendam keluarga, kawan-kawan mereka yang dituduh teroris, karena keadilan tidak mereka dapat, maka atas nama kemanusian kami memperjuangkan keadilan itu agar hadir,” tukasnya.

“Bagi kami dakwah adalah merangkul bukan menendang, dakwah adalah mengasihi bukan menebar kebencian,” pungkas Dahnil.

Seperti diketahui, Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Charlyan menuding Muhammadiyah ditunggangi pihak yang ingin mengadu domba Muhammadiyah dengan Polri.

"Dalam hal ini, saya temukan ada upaya yang ingin menunggangi Muhammadiyah dan mengadu domba Densus 88 dengan Muhammadiyah," ujar Anton di Mabes Polri, Jakarta, dilansir Kompas hari ini, Kamis (7/4/2016).

Baca juga: Soal Kematian Siyono, Muhammadiyah: Opini Polri Tidak Ilmiah dan Tanpa Dasar Hukum

Sebelumnya, Dahnil juga membantah pernyataan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Agus Rianto yang mengatakan bahwa Polri telah melakukan otopsi terhadap jasad Siyono sebelum proses otopsi yang dilakukan tim dokter forensik Muhammadiyah. Namun kenyataannya, 9 dokter forensik Muhammadiyah dan satu dokter forensik Polda Jateng bersepakat bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan jasad Siyono telah dilakukan otopsi sebelumnya.

Baca juga: Forensik Polda Jateng: Ada Tanda Kekerasan pada Jasad Siyono

Sumber: Facebook Resmi Dahnil A Simanjuntak | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.