Pertempuran Sengit Pecah di Yaman Jelang Gencatan Senjata, 20 Lebih Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran pecah di utara ibukota Yaman, Sanaa, dan di tengah negara itu, menewaskan lebih dari 20 orang, beberapa jam sebelum berlakunya gencatan senjata untuk memfasilitasi perundingan damai, lansir Aljazeera, Ahad (10/04/2016).

Pertempuran sengit berkobar antara pasukan yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dan milisi Syiah Houthi di al-Maton, utara Sanaa, warga mengatakan pada hari Ahad.

Di provinsi Bayda pusat, pertempuran di distrik al-Sawadi dan al-Zaher menewaskan lebih dari 20 orang, pejabat lokal dan warga mengatakan, dan pertempuran berlanjut di kota barat daya Taiz.

Namun koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Syiah Houthi selama lebih dari satu tahun mengatakan akan menghormati gencatan senjata yang ditengahi PBB sejak tengah malam (21.00 GMT) pada hari Ahad.

"Koalisi Arab akan menghormati gencatan senjata di Yaman mulai tengah malam hari Ahad atas permintaan Presiden [Abd-Rabbu Mansour] Hadi tetapi berhak untuk membalas setiap serangan pemberontak," katanya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita AFP.

Pada tanggal 23 Maret, utusan khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan pihak yang bertikai "telah sepakat untuk menghentikan permusuhan nasional yang dimulai 10 April tengah malam sebelum putaran pembicaraan damai mendatang, yang akan berlangsung pada 18 April di Kuwait."

PBB berharap penghentian permusuhan akan menghasilkan gencatan senjata resmi lebih konkret, dengan tindakan membangun kepercayaan.

Ini akan menjadi gencatan senjata keempat sejak 26 Maret tahun lalu ketika koalisi pimpinan Saudi memulai serangan udara untuk mendukung pemerintah Hadi, yang melarikan diri dari serangan Syiah Houthi dan sekutu mereka, pasukan elit yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

Gencatan senjata sebelumnya gagal dan negosiasi juga runtuh.

Perang telah menewaskan lebih dari 6.200 orang, menarik kekuatan regional rival Arab Saudi dan Iran serta memicu krisis kemanusiaan di salah satu negara termiskin di dunia Arab.

Di ibukota, yang selama 18 bulan terakhir dikendalikan oleh pemberontak Houthi, warga mengatakan bahwa mereka sangat menginginkan agar upaya damai ini berhasil setelah dua putaran pembicaraan gagal tahun lalu.

"Saya lelah dengan pertempuran, kehancuran, dan semuanya," Hussein Ali, seorang pegawai pemerintah berusia 57-tahun, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

"Situasi ini sangat sulit bagi orang-orang. Tanpa pekerjaan, tanpa listrik, tanpa air, dan dengan ketakutan bahwa, setiap saat, pemboman bisa membunuh orang-orang yang kita kasihi."

Hadi bertemu penasihat di Riyadh pada hari Ahad, kata pejabat Yaman.

Mereka mengatakan Houthi belum memberitahu PBB tentang posisi terbaru mereka pada perjanjian untuk menghentikan pertempuran. Seorang juru bicara untuk Houthi tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Deddy | Aljazeera | Reuters | Jurnalislam

Kebakaran Dahsyat Melanda Kuil Hindu di India, 100 Lebih Tewas dan 280 Terluka

INDIA (Jurnalislam.com) – Sebuah kebakaran besar melanda sebuah kuil Hindu di India selatan, Ahad, menewaskan lebih dari 100 orang saat ribuan berkumpul untuk menonton kembang api illegal, World Bulletin melaporkan, Ahad (10/04/2016).

Lebih dari 280 lainnya luka-luka dalam kebakaran yang melanda kompleks candi Hindu di negara bagian Kerala tersebut, di mana banyak orang berkumpul sepanjang malam merayakan festival yang menjanjikan akan adanya pertunjukan kembang api.

Penduduk setempat difoto sedang membawa korban penuh darah dan terluka dari lokasi kejadian, sementara seorang pria yang tangannya dibalut dan berlumuran darah terlihat berusaha menenangkan balita yang berteriak di luar sebuah rumah sakit.

Tim dokter spesialis dan obat-obatan sedang dikerahkan dari New Delhi untuk membantu merespon laporan banyaknya luka bakar yang mengerikan yang diderita oleh mereka yang terperangkap dalam kobaran api di kuil Puttingal Devi.

Angkatan laut dan angkatan udara juga mengirim helikopter untuk mengevakuasi korban yang terluka paling kritis, pejabat juga mengatakan.

"Telah dikonfirmasi bahwa 102 orang tewas dan 280 lainnya luka-luka dan dirawat di berbagai rumah sakit. Sekarang fokus kami adalah memberikan pengobatan terbaik untuk korban cedera," Ketua Menteri Kerala Oommen Chandy mengatakan kepada wartawan.

Petugas pemadam kebakaran dan polisi telah berjuang sepanjang malam di kuil di kota pesisir Paravur tersebut untuk memadamkan api dan menyelamatkan mereka yang terjebak dalam kompleks.

Tayangan televisi menunjukkan serangkaian ledakan besar dan kembang api meletus saat gumpalan asap memenuhi udara malam setelah sekitar pukul 3:00 (21.30 GMT Sabtu). Puing beton dan puing-puing lain berserakan di kompleks saat fajar, sementara polisi memeriksa sejumlah besar kembang api yang belum meledak.

Chandy mengatakan bahwa pejabat candi melanjutkan rencana menyalakan kembang api meskipun permohonan izin mereka ditolak karena masalah keamanan.

"Itu benar. Kolektor Kabupaten Kollam menolak sanksi atas (pertunjukan) kembang api ini," kata Chandy ketika ditanya apakah izin telah diberikan.

Pemerintah Kerala memerintahkan penyelidikan penyebab bencana. Seorang anggota parlemen lokal mengatakan kebakaran terjadi akibat adanya kompetisi kembang api antara dua kelompok. Salah satu kembang api mendarat di sebuah bangunan yang menyimpan sisa bahan piroteknik, sehingga menimbulkan reaksi berantai.

"Insiden ini terjadi setelah 75 persen dari kembang api (sudah) meledak. Sebenarnya itu benar-benar beruntung, jika tidak korban akan jauh, jauh, jauh lebih banyak," N.K. Premachandran, MP negara untuk kabupaten Kollam dimana kecelakaan itu terjadi, mengatakan kepada jaringan NDTV.

Pimpinan Dokter di Thiruvananthapuram Medical College di ibukota negara mengatakan beberapa korban yang dilarikan ke rumah sakit menderita luka serius "dan banyak yang akan diamputasi anggota badannya".

"Banyak yang menderita luka bakar lebih dari 50 persen dan kondisi beberapa dari mereka cukup serius," D. Mohandas mengatakan kepada surat kabar Hindu.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan ia terbang ke tempat kejadian, mengumumkan bantuan 200.000 rupee ($ 3.005) untuk keluarga korban yang tewas dan 50.000 rupee bagi mereka yang terluka.

"Kebakaran di kuil di Kollam sangat mengiris hati dan mengejutkan dan tidak bisa diungkap dengan kata-kata," Modi tweeted.

"Mengatur untuk segera mengirim orang yang terluka kritis melalui helikopter."

Juru bicara Angkatan Laut D.K Sharma mengatakan helikopter akan mengangkut korban yang terluka ke Thiruvananthapuram dan juga ke kota Kochi dimana angkatan laut mengoperasikan rumah sakit, dengan beberapa korban terluka saat ini sedang dirawat di pusat kesehatan lokal kecil.

Kebakaran dan desak-desakan yang tidak biasa di kuil dan selama acara-acara ritual, sering kali terjadi karena pengaturan keamanan yang buruk dan standar keselamatan yang lemah.

Beberapa ribu orang berkumpul di kuil untuk acara kembang api yang diadakan setiap tahun di kuil, kata seorang pejabat.

Kebakaran terjadi saat Kerala – yang diatur oleh Kongres partai, yang sedang dipertentangkan di tingkat nasional – sedang menuju pemungutan suara di salah satu dari lima pemilu negara bagian yang diadakan di India bulan ini dan berikutnya.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Sel Isolasi, ISAC Akan Surati Presiden dan Kemenkumham

SURAKARTA (Jurnaislam.com) – Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono menyayangkan sikap pemerintah yang menempatkan ustadz Abu Bakar Ba’asyir di sel isolasi. Endro menilai, perlakuan pemerintah terhadap ulama sepuh itu merupakan sebuah kedzaliman yang luar biasa.

“Kita berharap pemerintah memberikan ruang yang lebih luas dan nyaman, karena ustadz Abu ini sudah sepuh dan statusnya sudah terpidana. Beliau juga telah menjalani hukuman sebagaimana telah ditetapkan,” kata Endro kepada Jurnalislam, Ahad (10/4/2016).

Endro khawatir, seandainya ustadz Abu meninggal dalam kondisi saat ini, maka sejarah akan mencatat bahwa pemerintah telah mendzalimi dan menindas ulama.

“Maka kita berkepentingan untuk menyampaikan supaya tidak ada sejarah kelam di rezim Jokowi ini,” ujarnya.

Menurut Endro, pemerintah tidak mempunyai alasan apapun untuk memperlakukan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu. Sebab, selama menjalani masa tahanan ustadz Abu berkelakuan baik.

“Tidak ada perbuatan ustadz Abu yang menyebabkan beliau harus dikarantina di tempat seperti itu. Hampir semua terpidana kasus-kasus yang lain, ketika tidak berkelakuan baik maka akan diperlakukan baik,” lanjutnya.

“Jadi yang mendasari kami adalah tidak ada alasan bagi pemerintah untuk memperlakukan ustadz Abu seperti itu. Kecuali kalau terpidana itu nakal, berbuat kekacauan, itu wajar,” tegasnya.

Endro menambahan, menurut pengakuan keluarga, kondisi ustadz sepuh yang lantang menyuarakan tauhid itu sangat memprihatinkan.

“Beliau saat ini berada di penjara isolasi yang pengap, tertutup, dipantau CCTV, tidak bisa keluar, tidak bisa shalat berjamaah dan shalat jumat,” ungkapnya.

Perlakuan semacam itu dinilai Endro tidak layak diberikan kepada ustadz Abu. Endro melihat, ustad Abu diisolasi secara fisik dan psikis.

“Ini artinya beliau diisolasi secara fisik dan psikis. Jadi ini jelas pendzaliman yang luar biasa,” tegas Endro.

Lembaga Pemasyarakatan itu, lanjutnya, seharusnya menjadi lembaga yang memberikan pembinaan-pembinaan dan tidak memberi hukuman lain yang tidak layak terlebih ini statusnya adalah orang yang sudah sepuh dan ia juga seorang ulama besar.

“Kami akan menyampaikan surat kepada presiden Jokowi dan Kementerian Hukum dan HAM,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ustadz Abu Bakar Ba’asyir saat ini di tahan di sel isolasi berukuran 3 x 4 meter Super Maximum Security (SMS) Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Dicibir Karena Advokasi Keluarga Siyono, Muhammadiyah: Kebenaran Itu Pahit

CILEGON (Jurnalislam.com) – Langkah PP Muhammadiyah mengadvokasi keluarga Siyono dituding sebagian pihak sebagai bentuk dukungannya kepada terorisme. Menjawab tudingan tersebut, Wakil Ketua Majelis Tabligh (MT) PP Muhammadiyah, Dr Fahmi Salim, Lc. MA mengatakan, dakwah memang selalu mendapat ujian dan cibiran dari masyarakat karena kebenaran itu pahit.

“Tidak menjadi masalah, prinsip Muhammadiyah la yakhofuna lau matal-la-im, orang berdakwah itu pasti dapet celaan, meluruskan yang bengkok itu pasti sakit, karena kebenaran itu pahit,” katanya kepada Jurnalislam saat ditemui di Perguruan Muhammadiyah, Jln. Cut Nyak Dien No. 22 Cilegon, Sabtu (9/4/2016).

Cibiran dan celaan tersebut dinilai Fahmi sebagai bentuk kesakitan para pelaku kedzaliman. “Bagi pihak-pihak yang melakukan kecurangan dan kedzaliman pasti dirasakan pahit dan sakit. Akhirnya mereka akan bereaksi mencela dan mencibir terus mendeskriditkan Muhammadiyah,” terangnya.

Fahmi menegaskan, Muhammadiyah tidak akan mundur dalam upayanya mencari keadilan bagi keluarga Siyono.

“Muhammadiyah tidak takut seperti itu, karena tugas dasar muhammadiyah adalah dakwah  dan amar ma’ruf nahi munkar, termasuk kepada negara yang dilahirkan oleh Muhammadiyah,” pungkas Fahmi.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Tantangan Dakwah Abad ke-2, Muhammadiyah: Kita Harus Siap Berkorban untuk Kemajuan Islam

CILEGON (Jurnalislam.com) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilegon menggelar tabligh akbar bertema “Muhammadiyah Menjawab Tantangan Dakwah Abad ke-2” di Perguruan Muhammadiyah, Jln. Cut Nyak Dien No. 22 Cilegon, Sabtu (9/4/2016).  Menghadirkan Wakil Ketua Majelis Tabligh (MT) PP Muhammadiyah, Dr Fahmi Salim sebagai pembicara.

“Tantangan dakwah kedepan mau tidak mau kita harus siap mengorbankan jiwa, harta, dan waktu untuk memajukan umat Islam,” tegas Wakil Ketua Majelis Tabligh (MT) PP Muhammadiyah, Ustad Fahmi Salim dalam tausiahnya.

Menurutnya, tantangan dakwah kedepan akan lebih sulit, salah satunya adalah perjuangan Muhammadiyah untuk menghapuskan stigma teroris yang disematkan kepada umat Islam.

“Dahulu kami bergerak hanya untuk menumpas gerakan pemurtadan dan nativisasi, tapi sekarang kami harus menghadapi banyak hal, mulai dari LGBT sampai pelurusan stigma teroris terhadap umat islam,” ujar Fahmi Salim yang juga Wakil Sekjen MIUMI itu.

Fahmi menegaskan, Muhammadiyah akan selalu menjadi garda terdepan dalam mencegah erosi (pengikisan-red) nilai keislaman umat.

“Karena jelas di dalam matan dan tujuan hidup Muhammadiyah, bekerja untuk tegaknya nilai-nilai Islam,” tegasnya.

Da’i lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini berpesan, untuk menjawab tantangan dakwah kedepan harus dimotori oleh rasa cinta yang tinggi terhadap kemajuan Islam serta harus banyak bekerja agar terealisasi tegaknya nilai-nilai keislaman ditengah umat.

“Kita akan merasa capek jika tidak ada nilai cinta, karena dengan cinta kita berkorban, pengorbanan didasari oleh cinta dan yakinlah jika kita bekerja untuk Islam bantuan akan segera datang dari Allah,” tukasnya.

Fahmi juga menyinggung ketertindasan umat Islam sebagai pemilik saham terbesar di Indonesia. Sebab setiap orang beriman harus dibela.

“Terakhir kasus Siyono, adalah bentuk penindasan dan pelecehan terhadap umat islam, dan mesti kita bela, karena ini merupakan amar ma’ruf nahi munkar kami,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Fahmi Salim: Memberikan Keadilan Bagi Orang yang Terdzalimi adalah Deradikalisasi

CILEGON (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Majelis Tabligh (MT) PP Muhammadiyah, Ustadz Fahmi Salim, Lc. MA menilai, upaya pemberantasan terorisme yang dilakukan Densus 88 hanya akan menciptakan dendam yang berkepanjangan dan mata rantai kekerasan. Bentuk deradikalisasi seperti itu dinilainya sebagai radikalisasi gaya baru.

“Tindakan deradikalisasi seperti ini akan memunculkan radikalisasi baru,” katanya kepada Jurnalislam saat di Perguruan Muhammadiyah, Jln. Cut Nyak Dien No. 22 Cilegon, Sabtu (9/4/2016).

Dikatakan Fahmi, upaya Muhammadiyah mencari keadilan bagi keluarga Siyono merupakan bentuk dari deradikalisasi itu sendiri.

“Justru dengan memberikan keadilan kepada orang yang didzolimi adalah suatu langkah deradikalisasi yang sangat efektif,” cetusnya.

Selain itu, Muhammadiyah bersama komponen bangsa lain akan memberikan rekomendasi kepada Presiden dan Kapolri untuk memproses hukum oknum-oknum yang terbukti berupaya mencitraburukan Islam.

“Kalau terbukti ada pelanggaran serius, Muhammadiyah bersasama komponen bangsa yang lain  akan memberikan rekomendasi kepada Presiden dan Kapolri untuk menindaklanjuti para oknum-oknum yang bekerja tersistematis dan terstruktur untuk menggiring opini publik, Islam teroris dan ajaran Islam menggiring orang menjadi teroris,” tegasnya.

Lebih lanjut Fahmu mengatakan, kasus Siyono merupakan momentum untuk mengevaluasi kinerja aparat penegak hukum khususnya Densus 88 dalam penanganan terorisme.

“Memberantas terorisme jangan dengan menciptakan stigma kepada umat Islam, jangan justru membuat lingkaran setan kekerasan, jangan sampai deradikalisasi menciptakan radikalisasi,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Israel Gunakan Taktik “Hasutan” untuk Legitimasi Kekejamannya pada Warga Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Tuduhan hasutan untuk melakukan kekerasan adalah taktik yang umum digunakan oleh pasukan zionis yahudi  Israel untuk melegitimasi perlakuan kejam mereka terhadap warga Palestina, World Bulletin melaporkan, Sabtu (09/04/2016).

Menurut Kementerian Luar Negeri zionis, memberi nama jalan-jalan dengan tokoh dan pejuang Palestina dianggap "menghasut kekerasan terhadap Israel."

Musisi, aktor dan peristiwa yang merayakan prestasi perlawanan dan budaya Palestina juga dianggap "hasutan untuk melakukan kekerasan" oleh Israel.

Sejak Oktober, lebih dari 200 warga Palestina – termasuk wartawan – telah ditahan dengan alasan melakukan penghasutan, menurut komite tahanan Otoritas Palestina.

The Palestinian Journalists Syndicate juga mengatakan bahwa pemerintah penjajah Israel menutup lima organisasi media Palestina selama beberapa bulan terakhir dengan dalih hasutan.

Nasser Abu Baker, ketua PJS, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Israel berencana membungkam media Palestina.

Pemerintah penjajah Israel mengumumkan pada bulan November bahwa mereka akan menutup semua organisasi media yang menyiarkan materi kekerasan Israel. Segera setelah pengumuman tersebut, tiga stasiun radio Palestina di kota Hebron ditutup.

"Mereka menutup Dream, Al-Huriyya dan stasiun radio Al-Khalil," Talb al-Jabari, direktur jenderal Radio Dream, mengatakan pada Anadolu Agency. "Mereka menutup stasiun dengan dalih bahwa mereka menyebarluaskan kekerasan Israel." Pemerintah Israel berdalih siaran agresi Israel terhadap Palestina sebagai hasutan.

Pada tanggal 10 Maret, kabinet zionis mengeluarkan perintah yang ditujukan untuk mengintensifkan tindakan keras terhadap media Palestina.

Dalam waktu 24 jam, tentara Israel dan Badan Intelijen Shin Bet menyerang kantor Palestine Today TV, menyita peralatan mereka dan memerintahkan kantor tersebut ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Direktur Palestine Today TV juga ditahan.

Sedikitnya 13 wartawan Palestina telah ditangkap dalam beberapa bulan terakhir, termasuk Mohammed al-Qeeq, yang melakukan mogok makan selama 94 hari karena memprotes penahanannya.

Pada bulan Maret, penjajah Israel mengumumkan pembentukan unit tentara yang bertugas memantau media sosial. Sedikitnya 150 warga Palestina telah ditangkap karena posting anti-Israel di Facebook sejak Oktober.

Sedangkan Menteri Kehakiman zionis  Ayelet Shaked, yang menyerukan pembantaian ibu Palestina yang melahirkan "ular kecil" di Facebook, tidak dihukum.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

17 Pasukan Mansour Hadi Dieksekusi di Yaman Selatan

YAMAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Al Qaeda di Yaman selatan (AQAP) dilaporkan menangkap dan mengeksekusi 17 pasukan yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi pada hari Sabtu (09/04/2016), para pejabat lokal dan warga mengatakan, kantor berita AFP mengatakan, Sabtu.

Para prajurit disergap  saat perjalanan dari pelabuhan selatan Aden ke provinsi al-Mahra di Yaman timur melalui Ahwar, sebuah kota di provinsi Abyan yang berada di bawah kontrol Al Qaeda.

Mereka dibawa ke daerah terpencil dan regu tembak mengeksekusinya, para pejabat dan warga mengatakan. Beberapa dari mereka berhasil melarikan diri.

Namun Anshar al Syariah, afiliasi Al Qaeda di Yaman, kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyangkal bahwa mereka bertanggungjawab atas eksekusi itu dan mengatakan kelompok bersenjata lokal bernama Ali Aqil yang melakukan.

"Kami memasuki Ahwar sekitar dua bulan lalu untuk mengejar Ali Aqil yang menyimpang bersama anggotanya,"  tambah pernyataan itu.

Para prajurit Yaman telah mengunjungi keluarga di Aden dan kembali ke pangkalan mereka di al-Mahra untuk mengambil gaji mereka, kata sumber-sumber keamanan. Mereka tidak mengenakan seragam militer dan tidak mengendarai kendaraan militer.

Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) telah memperluas area di bawah kendalinya, merebut Mukalla, ibukota provinsi Hadramout, sejak tahun lalu dan lebih banyak masyarakat yang bergabung menjadi anggota di wilayah ini.

 

Deddy | AFP | Jurnalislam

 

Hafidz Abbas: Ada Konspirasi Kelompok Islam Phobia dalam Kasus Siyono

BEKASI (Jurnalislam.com) – Komisioner Komnas HAM, Prof. DR Hafiz Abbas mengatakan, ada 121 pembunuhan diluar proses peradilan (extra judicial killing) yang dilakukan oleh Densus 88. Mereka semua adalah umat Islam yang dituduh teroris. Dan Siyono adalah terbaru Densus 88.

“Kebanyakan mereka di Poso. Mereka disebut teroris tapi apakah benar begitu, sebab yang menentukan teroris itu harus melalui proses hukum, tapi ini kan tidak dilalui (oleh Densus 88-red), katanya kepada wartawan usai acara Sehari Bersama Tokoh Islam di Islamic Center Bekasi, Sabtu (9/4/2016).

Kasus Siyono diharapkan menjadi jalan pembuka bagi KomnasHAM dan Muhammadiyah untuk mengungkap 120 kasus lainnya. Namun, proses tersebut menurut Hafidz akan memerlukan proses yang sangat panjang karena kasus-kasus itu terjadi di masa lampau. Proses itu terkait apakah bukti-bukti masih cukup tersedia dan masih adakah saksi-saksinya.

“Tapi yang terpenting dari kasus Siyono adalah ada modus, adanya konspirasi. Konspirasi yang dapat diduga ada semacam islamophobi. Pada sebenarnya terorisme itu tidak terkait suatu agama. Akar dari terorisme bukan semata-mata ideologi tapi ketidakadilan,” katanya

Terkait kelanjutan kasus Siyono, Hafidz menunggu hasil otopsi yang akan diumumkan Komnas HAM esok, Senin (11/4/2016) untuk melakukan proses hukum selanjutnya.

“Kenapa ada akibat-akibat dari kesalahan prosedur yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Karena jika seseorang menghilangkan nyawa orang lain tanpa ada alasan yang jelas itu sebenarnya sama dengan menghilangkan jiwa seluruh umat manusia,” kata dia.

Reporter: Zul | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Roket-roket Taliban Targetkan Kunjungan Menlu AS di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tiga ledakan mengguncang Kabul pada hari Sabtu (09/042016) tak lama setelah kunjungan Menteri Luar Negeri AS John Kerry meninggalkan ibukota Afghanistan setelah kunjungan mendadak ke negara itu, Aljazeera melaporkan, Sabtu.

Wartawan Al Jazeera, Qais Azimy, melaporkan dari ibukota, kata dua pejabat senior polisi Kabul menegaskan bahwa roket menghantam sebuah jalan di luar kompleks Istana Kepresidenan di mana konvoi Kerry telah melewati empat kali bolak-balik pada hari Sabtu.

Azimy mengatakan roket juga menghantam di dalam kompleks dekat tempat kedutaan besar AS dan kantor CIA berada.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

"Analis politik Afghanistan sekarang mengatakan bahwa itu adalah pesan dari Taliban untuk memberitahu presiden Afghanistan (Ashraf Ghani) dan Kerry bahwa mereka tidak jauh, dan bahwa mereka dapat memulai serangan dimana saja bahkan pada tempat yang dianggap paling aman," Azimy melaporkan.

Bulan lalu, para mujahidin Taliban menembakkan roket di kompleks parlemen Afghanistan sementara politisi berada di lokasi.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Kerry meminta Taliban untuk kembali terlibat dalam pembicaraan damai.

Kerry juga mengatakan tidak ada perubahan sekarang dalam rencana Presiden Barack Obama untuk jumlah pasukan Amerika di Afghanistan. 9.800 pasukan AS ada di tanah di negeri ini, dan jumlah yang ditetapkan untuk tahun depan turun ke 5.500.

"Tapi dia (Obama) selalu mengatakan dia akan mendengarkan komandannya di lapangan," kata Kerry, mengacu pada jumlah pasukan.

Dalam beberapa bulan mendatang, NATO dan KTT donor internasional bisa menentukan keamanan dan bantuan komitmen jangka panjang penting untuk kelangsungan hidup pemerintah Afghanistan, dan kunjungan Kerry untuk mencari kejelasan tentang arah Afghanistan.

Taliban – digulingkan dari kekuasaan dalam invasi pimpinan agresor AS bersama pasukan multinasional pada 2001 – telah melancarkan serangan bersenjata untuk menggulingkan pemerintah Imarah Islam Afghanistan dan membangun kembali pemerintah boneka bentukan AS.

Perang hampir 15 tahun telah menewaskan ribuan orang dan kerusakan perekonomian.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam