Hafidz Abbas: Ada Konspirasi Kelompok Islam Phobia dalam Kasus Siyono

BEKASI (Jurnalislam.com) – Komisioner Komnas HAM, Prof. DR Hafiz Abbas mengatakan, ada 121 pembunuhan diluar proses peradilan (extra judicial killing) yang dilakukan oleh Densus 88. Mereka semua adalah umat Islam yang dituduh teroris. Dan Siyono adalah terbaru Densus 88.

“Kebanyakan mereka di Poso. Mereka disebut teroris tapi apakah benar begitu, sebab yang menentukan teroris itu harus melalui proses hukum, tapi ini kan tidak dilalui (oleh Densus 88-red), katanya kepada wartawan usai acara Sehari Bersama Tokoh Islam di Islamic Center Bekasi, Sabtu (9/4/2016).

Kasus Siyono diharapkan menjadi jalan pembuka bagi KomnasHAM dan Muhammadiyah untuk mengungkap 120 kasus lainnya. Namun, proses tersebut menurut Hafidz akan memerlukan proses yang sangat panjang karena kasus-kasus itu terjadi di masa lampau. Proses itu terkait apakah bukti-bukti masih cukup tersedia dan masih adakah saksi-saksinya.

“Tapi yang terpenting dari kasus Siyono adalah ada modus, adanya konspirasi. Konspirasi yang dapat diduga ada semacam islamophobi. Pada sebenarnya terorisme itu tidak terkait suatu agama. Akar dari terorisme bukan semata-mata ideologi tapi ketidakadilan,” katanya

Terkait kelanjutan kasus Siyono, Hafidz menunggu hasil otopsi yang akan diumumkan Komnas HAM esok, Senin (11/4/2016) untuk melakukan proses hukum selanjutnya.

“Kenapa ada akibat-akibat dari kesalahan prosedur yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Karena jika seseorang menghilangkan nyawa orang lain tanpa ada alasan yang jelas itu sebenarnya sama dengan menghilangkan jiwa seluruh umat manusia,” kata dia.

Reporter: Zul | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.