Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Sel Isolasi, ISAC Akan Surati Presiden dan Kemenkumham

SURAKARTA (Jurnaislam.com) – Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono menyayangkan sikap pemerintah yang menempatkan ustadz Abu Bakar Ba’asyir di sel isolasi. Endro menilai, perlakuan pemerintah terhadap ulama sepuh itu merupakan sebuah kedzaliman yang luar biasa.

“Kita berharap pemerintah memberikan ruang yang lebih luas dan nyaman, karena ustadz Abu ini sudah sepuh dan statusnya sudah terpidana. Beliau juga telah menjalani hukuman sebagaimana telah ditetapkan,” kata Endro kepada Jurnalislam, Ahad (10/4/2016).

Endro khawatir, seandainya ustadz Abu meninggal dalam kondisi saat ini, maka sejarah akan mencatat bahwa pemerintah telah mendzalimi dan menindas ulama.

“Maka kita berkepentingan untuk menyampaikan supaya tidak ada sejarah kelam di rezim Jokowi ini,” ujarnya.

Menurut Endro, pemerintah tidak mempunyai alasan apapun untuk memperlakukan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu. Sebab, selama menjalani masa tahanan ustadz Abu berkelakuan baik.

“Tidak ada perbuatan ustadz Abu yang menyebabkan beliau harus dikarantina di tempat seperti itu. Hampir semua terpidana kasus-kasus yang lain, ketika tidak berkelakuan baik maka akan diperlakukan baik,” lanjutnya.

“Jadi yang mendasari kami adalah tidak ada alasan bagi pemerintah untuk memperlakukan ustadz Abu seperti itu. Kecuali kalau terpidana itu nakal, berbuat kekacauan, itu wajar,” tegasnya.

Endro menambahan, menurut pengakuan keluarga, kondisi ustadz sepuh yang lantang menyuarakan tauhid itu sangat memprihatinkan.

“Beliau saat ini berada di penjara isolasi yang pengap, tertutup, dipantau CCTV, tidak bisa keluar, tidak bisa shalat berjamaah dan shalat jumat,” ungkapnya.

Perlakuan semacam itu dinilai Endro tidak layak diberikan kepada ustadz Abu. Endro melihat, ustad Abu diisolasi secara fisik dan psikis.

“Ini artinya beliau diisolasi secara fisik dan psikis. Jadi ini jelas pendzaliman yang luar biasa,” tegas Endro.

Lembaga Pemasyarakatan itu, lanjutnya, seharusnya menjadi lembaga yang memberikan pembinaan-pembinaan dan tidak memberi hukuman lain yang tidak layak terlebih ini statusnya adalah orang yang sudah sepuh dan ia juga seorang ulama besar.

“Kami akan menyampaikan surat kepada presiden Jokowi dan Kementerian Hukum dan HAM,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ustadz Abu Bakar Ba’asyir saat ini di tahan di sel isolasi berukuran 3 x 4 meter Super Maximum Security (SMS) Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.