Menlu Turki: Rusia dan Assad Targetkan Pasar, Rumah Sakit dan Warga Sipil, Bukan IS

PARIS (Jurnalislam.com) – Rusia telah melanggar gencatan senjata Suriah yang baru disetujui dengan menargetkan warga sipil, pasar dan rumah sakit, tidak menargetkan IS (Islamic State) sebagaimana alasan awal invasi Moskow ke Suriah, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, mengatakan pada hari Senin (09/05/2016), lansir World Bulletin.

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan mengenai Suriah di Paris, Cavusoglu mengatakan pemimpin kelompok oposisi Suriah, Riyad Hijab, mengatakan kepadanya bahwa Rusia dan rezim Syiah Bashar al-Assad terus melanggar kesepakatan gencatan senjata.

"Kami menunjukkan dukungan Turki untuk Hijab dan mempertanyakan gencatan senjata Suriah.Hijab mengatakan kepada kami bahwa Rusia melanggar gencatan senjata dengan menargetkan warga sipil dan rumah sakit bukan kelompok IS," katanya.

Dalam pernyataan yang dibuat pada konferensi pers, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault menyerukan rezim Syiah Assad untuk mematuhi gencatan senjata.

Ayrault sebelumnya juga menghadiri pertemuan di Paris yang membahas cara untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Suriah.

Dia mendesak masyarakat internasional untuk lebih berupaya karena krisis Suriah berada di titik kritis.

Dia menyalahkan rezim karena tidak mengambil langkah yang diperlukan untuk memberikan bantuan kemanusiaan, yang hanya membolehkan 25 persen bantuan ke orang yang membutuhkan.

Dimediasi pada bulan Februari oleh Moskow dan Washington, perjanjian gencatan senjata parsial menyerukan pihak Suriah yang bertikai untuk segera menghentikan permusuhan dan meningkatkan akses kemanusiaan di negara itu. Tapi Afiliasi Al-Qaeda Suriah seperti, Jabhah Nusrah dan sekutunya, begitu juga kelompok IS tidak termasuk dalam kesepakatan perjanjian ini.

Kesepakatan itu sebagian besar telah berlangsung sampai pertempuran kembali meletus di kota kedua Suriah, Aleppo, pada bulan April di tengah pengepungan tentara rezim Suriah dan serangan balasan mujahidin.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 360.000 orang dan jutaan orang lainnya menjadi pengungsi sejak perang dimulai setelah pembantaian brutal rezim Syiah Nushairiyah Assad pada tahun 2011.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Putra Syeikh Usamah: Jihad Suriah adalah Kunci untuk Membebaskan Palestina

JURNALISLAM.COM – Media Al Qaeda, As Sahab, merilis pesan baru putra Syeikh Usamah bin Laden, Hamzah. Ini adalah kedua kalinya Hamzah berbicara atas nama al Qaeda sejak Agustus lalu. Pesan Hamzah dipasangkan dengan pidato oleh Syeikh Ayman al Zawahiri pada kedua kesempatan. (baca juga: Pesan Audio Terbaru Syeikh Ayman al Zawahiri “Maju Menuju Syam”)

Diskusi terbaru Hamzah, berjudul "Jerusalem Is But a Bride, Its Dowry Is Our Blood  (Yerusalem Ibarat Mempelai Wanita, Mas Kawinnya Adalah Darah kami," dirilis secara online sebelumnya hari ini, lansir The Long War Journal, Selasa (10/05/2016).

Hamzah berbicara panjang lebar tentang konflik Israel-Palestina, mengatakan bahwa umat Islam di manapun harus berpartisipasi dalam intifada saudara muslim Palestina kita dengan cara memerangi orang-orang Yahudi dan menyerang kepentingan Yahudi di seluruh dunia. "Muslim harus melakukan pembersihan di Palestina tercinta terhadap orang Yahudi dan pendukung Barat mereka," menurut Hamzah.

Selain mendukung masalah Palestina secara pribadi, Hamzah menunjuk jihad di Suriah sebagai kunci untuk upaya "membebaskan Yerusalem." Pewaris Syeikh Usama tersebut menyerukan umat (masyarakat di seluruh dunia Muslim) untuk meningkatkan kekuatan pasukan yang besar, dan mempersiapkan para ahli yang dapat berperang di Israel.

"Lahan persiapan terbaik untuk meningkatkan pasukan besar ini berada di Syam yang diberkahi," katanya. "Jalan untuk membebaskan Palestina jauh lebih dekat hari ini karena revolusi Suriah," Hamzah mengaku. "Oleh karena itu, umat Islam harus fokus pada upaya jihad di Syam, membimbing dan mengarahkan, menyebarkan kesadaran syariah, dan menyatukan barisan mujahidin di sana."

Hamzah menambahkan bahwa tidak ada alasan lagi bagi mereka yang menabur perpecahan di jajaran mujahidin, karena seluruh dunia telah bersatu melawan Muslim. Pernyatan Hamzah merupakan kritik terhadap Islamic State buatan ISIS secara sepihak, yang al Qaeda salahkan karena membuat permusuhan antara faksi-faksi jihad di Suriah dan di tempat lain.

Ini bukan pertama kalinya al Qaeda berusaha untuk menghubungkan perang di Suriah dengan konflik Israel-Palestina.

Dalam pesan yang dirilis November lalu, misalnya, Syeikh Ayman Zawahiri berpendapat bahwa jihad harus membangun sebuah "negara" di Mesir dan di Syam untuk "memobilisasi ummat dalam membebaskan Palestina." Kata Amir  al Qaeda tersebut, "Tugas ini membutuhkan kesatuan dan mujahidin harus menghindari permusuhan di antara mereka sendiri.” Hamzah mengeksplorasi masalah dasar yang sama di pidato terbarunya.

Seperti yang terjadi pada bulan Agustus 2015, ketika al Qaeda merilis pesan pertama Hamzah, bin Laden muda ini tidak menunjukkan wajahnya. Namun, pidato audio nya disertakan dalam video.

Perkataan Hamzah berdasar dari bahan-bahan arsip milik ayahnya. Video dibuka dengan klip Syeikh Usama yang mengatakan bahwa, "Darah anak Palestina adalah sama dengan darah anak-anak kami." Perkataan Syeikh Usama tersebut cocok dengan dengan narasi Hamzah, sehingga klip ini disertakan. Video berakhir dengan rekaman Syeikh Usama lainnya.

Video ini juga mencakup cuplikan dari Syeikh Ibrahim al Rubaish, seorang mantan tahanan Guantanamo yang menjadi salah satu ulama al Qaeda paling senior di Semenanjung Arab. Syeikh Rubaish gugur, syahid, dalam serangan pesawat tak berawak AS tahun lalu.

Dalam klip yang diputar oleh As Sahab, Rubaish memperingatkan Muslim yang membatasi konsep persaudaraan (brotherhood/ikhwanul) hanya dengan keanggotaan dalam kelompok atau organisasinya saja.

"Ulama AQAP tersebut menekankan bahwa "persaudaraan" mencakup semua Muslim. Sebuah screen shot Rubaish, seperti yang ditunjukkan oleh As Sahab, dapat dilihat di bawah ini.

Khotbah Syeikh Rubaish ini dimaksudkan untuk menunjang peringatan Hamzah. Junior Syeikh bin Laden tersebut mencela fanatik yang mendukung satu kelompok atau faksinya saja di atas orang lain. Hamzah mengatakan bahwa cinta seseorang untuk kelompok tidak boleh mengalahkan cinta bagi umat Islam lainnya hanya karena mereka bukan berasal dari organisasi yang sama.

Kata-kata Hamzah dan Rubaish ini tidak diragukan lagi ditujukan pada IS, yang al Qaeda katakan; menempatkan hanya kepentingan faksi mereka sendiri di atas kepentingan jihadis dan Muslim lainnya.

Hamzah menggemakan kata-kata ayahnya, mengatakan kepada, saudara-saudara muslim kita di Palestina bahwa darah mereka adalah darah kami.

Hamzah kemudian menyimpulkan dengan memuji jihad di masing-masing daerah di mana al Qaeda dan cabang regional beroperasi, yaitu di jazirah Arab,  Yaman, Syam, Khorasan (daerah yang meliputi Afghanistan dan Pakistan), Libya, Mali, Somalia, Afrika Utara dan Maghreb.

Hamzah bersumpah bahwa mereka akan "mempertahankan jihad yang dimulai oleh para pemimpin kita" di masing-masing daerah sampai kemenangan tercapai.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Jet Tempur Rezim Assad Kembali Serang Pasar di Idlib, 14 Warga Tewas dan 25 Terluka

SURIAH (Jurnalislam.com) – 14 orang tewas dan 25 lainnya luka-luka pada hari Selasa (10/05/2016) ketika pesawat-pesawat tempur rezim Nushairiyah Assad  menghantam sebuah pasar yang ramai di provinsi Idlib di barat laut Suriah, kata seorang pejabat pertahanan sipil setempat, lansir Aljazeera.

Mohamed Ali mengatakan bahwa pesawat tempur rezim Assad  telah menargetkan pasar di Binnish, sebuah kota yang dikuasai para mujahidin Suriah di utara kota Idlib.

Serangan udara mematikan pada hari Selasa, baik oleh pesawat-pesawat tempur  rezim Suriah atau Rusia melukai puluhan warga Suriah lainnya, kata Observatorium.

Korban termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak, Ali mengatakan. Sebagian besar korban yang terluka – banyak di antaranya berada dalam kondisi kritis – dibawa ke rumah sakit lapangan oleh tim pertahanan sipil.

Pekan lalu, pesawat-pesawat tempur Suriah menyerang sebuah kamp pengungsi dekat kota Sarmada di Idlib, menewaskan sedikitnya 27 orang, termasuk beberapa wanita dan anak-anak.

Provinsi Idlib, yang berbatasan dengan Turki, hampir sepenuhnya dikendalikan oleh faksi faksi jihad Suriah, termasuk Jabhah Nusrah cabang resmi Al Qaeda di Suriah yang berafiliasi bersama dengan Ahrar al-Sham.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Puluhan Aktifis HMI Jember Desak Jokowi Pecat Saut

JEMBER (Jurnalislam.com) – Puluhan aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jember pada Senin, (09/05/2016) berunjul rasa menuntut Komisioner KPK, Saut Situmorang lengser. Mereka mengawali aksinya dengan melakukan longmarch menyusuri sejumlah jalur protokol di Kota Jember. Sambil berjalan kaki dan membawa sejumlah poster, para mahasiswa tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel anti Saut.

Mereka juga terlihat mengusung keranda mayat berisi foto Saut Situmorang. Aksi longmarch berakhir di kantor DPRD Jember dan dilanjutkan dengan orasi secara bergantian. Dalam orasinya para mahasiswa menuntut agar Presiden Jokowi melengserkan Saut Situmorang karena komentarnya di salah satu media beberapa waktu lalu.

“Saut sebagai pejabat publik melecehkan HMI, HMI adalah organisasi pencetak kader-kader profesional bukan kader yang mencetak kader korupsi,” pekik Yogi Pratama salah satu orator.

Mahasiswa Universitas Negeri Jember itu juga menyebut Saut tidak mencerminkan pejabat publik karena pernyataannya terkait HMI yang dinilai tendensius.

‘Kami adalah kader yang berjiwa Islam, dan Situmorang sangat tendensius, dan tak pantas dilakukan sebagai pejabat publik,” tambahnya.

Usai melakukan orasi dan teatrikal, demonstran mulai bringas dengan membakar keranda mayat dan foto Saut Situmorang, aksi dikawal ketat oleh pihak kepolisian berseragam lengkap.

Kontributor: Budi | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

FOKUS : Pemkab Bondowoso Harus Buat Regulasi Larang Kegiatan Aliran Sesat

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Ketua Forum Komunikasi Ulama Sunni (FOKUS) Kabupaten Bondowoso, KH Muhammad Hasan Abdul Muiz mendesak pemerintah daerah untuk membuat kebijakan tentang larangan terhadap aliran sesat yang merusak aqidah Islam.

“Kita minta kepada Bupati Amin Said Husni untuk membuat regulasi larangan masuknya ajaran sesat yang mengaku islam namun menghina Islam. Kita akan mendesak Bupati untuk menutup atau membubarkan aliran sesat yang tumbuh dan berkembang di Bondowoso, tentunya dengan langkah-langkah santun dan sesuai regulasi, dan pastinya tindakan-tindakan kita sesuai dengan Ahlusunnah Waljamaah,” kata KH Muhammad Hasan yang juga  Pengasuh Pondok Pesantren Sayyid MuhammadAlwi Al-Maliki, Koncer, Bondowoso saat ditemui di kediamannya, Senin (9/4/2016).

Sebagimana dilansir rri.co.id, ia mengemukakan, upaya yang dilakukan FOKUS tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 56/2012 tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur yang di dalam pasal 4 menyebutkan, setiap kegiatan keagamaan dilarang berisi hasutan, penodaan, penghinaan dan atau penafsiran yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama yang dianut di Indonesia, sehingga dapat menimbulkan gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

“Di Bondowoso sudah ada kelompok yang mengaku islam tetapi ajarannya menghina Islam, saya tidak mau menyebut nama kelompoknya, yang pasti mereka mencaci sahabat Rasulullah, menghalalkan nikah mut’ah, mengatakan Al Quran banyak yang dikurangi dan menyatakan Indonesia bahkan seluruh negara harus berlandaskan Imamah, itu yang kita tentang, apapun nama ajarannya,” tegasnya.

Selain Peraturan Gubernur, Keputusan Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah menyatakan bahwa aliran Islam yang ajarannya mencaci sahabat Rasulullah adalah sesat. Sebab di Indonesia mengakui Khulafaur Rasyidin, yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib.

Selain berupaya mendesak pemerintah daerah, FOKUS juga menguatkan aqidah kepada masyarakat utamanya yang sudah terjangkit ajaran sesat dengan memberikan pencerahan tentang ajaran Islam yang benar.

FOKUS terdiri dari 35 Pengasuh Pondok Pesantren yang ada di Bondowoso, Himpunan Alumni Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, Ikatan Santri Alumni Sukorejo, Ikatan Alumni Santri Sarang, Ikatan Alumni Santri Sidogiri, Ikatan Alumni dan Santri Zainul Hasan Genggong, dan beberapa Organisasi Masyarakat Islam. “FOKUS ini sebagai pembenteng umat dari aliran sesat,” pungkasnya.

Reporter: Tyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Komunitas Peruqyah Syar’iyah Gelar Pelatihan Ruqyah Mandiri di Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Komunitas Peruqiyah Syar’iyah (KPS) menggelar kegiatan pengobatan dan pelatihan ruqiyah mandiri di masjid Baitul Makmur, Jalan Seroja, Kelurahan Na’e, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima, Ahad (8/5/2016).

Ketua panitia, Abdurrahman mengatakan, tujuan kegiatan itu dalam rangka memperkenalkan tehnik pengobatan ruqyah yang merupakan Sunnah Rasulullah SAW.

“Pengobatan dengan metode ruqiyah ini adalah tekhnik pengobatan yang  merupakan sunnah Rasulullah, maka kami ingin menghidupkan sunnah itu serta menjelaskan kepada ummat bahwa inilah metode pengobatan yang benar,” katanya.

Pengobatan ruqyah, lanjut Abdurrahman, salah satu manfaatnya adalah menjadikan umat Islam yang sedang sakit untuk senantiasai mengingat Allah SWT dan beristigfar.

Abdurrahman berharap, masyarakat bisa selalu istiqomah dan menyadari bahwa penyakit itu datangnya dari Allah dan hanya bisa disembuhkan dengan ayat-ayat Allah.

“Kedepan kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan supaya masyarakat yang mengalami sakit bisa langsung mengenal dan melakukan pengobatan yang syar’i dan juga bisa melakukannya secara mandiri,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Penggalangan Dana untuk Aleppo Juga Dilakukan Pelajar dan Mahasiswa Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Puluhan pelajar dan mahasiswa Tasikmalaya menggelar aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk Aleppo, Suriah di gelaran Car Free Day (CFD) Jl. KHZ Musthofa, Kota Tasikmalaya, Ahad (8/5/2016).

Mereka berasal dari berbagai organisasi, diantaranya Forum Mahasiswa Islam (FORMASALAM), Lembaga Dakwah Kampus Unsil (LDK KISI UNSIL), Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid (DPU DT), Forum Rohis Tasikmalaya (FRT), Ikatan Pelajar Muslim Tasikmalaya (IPMT) dan Muslim Designer Community (MDC) Chapter Tasikmalaya-Ciamis.

Korlap Aksi Feisal Kartapermana, mengatakan dalam orasinya, “Konflik Aleppo sudah semestinya menjadi pemantik perlawanan kita sebagai umat Islam di Indonesia.”

Pria yang karid disapa Kang Isal itu juga mengungkapkan sejarah kemerdekaan Indonesia yang tak lepas dari dukungan umat Islam di Timu Tengah.

“Secara historis Timur Tengah pada puluhan tahun yang lalu ketika Indonesia mengalami penjajahan melakukan pembelaan mendorong dan membantu serta mengkonsolidasikan Indonesia ke belahan dunia untuk segera mendapatkan kemerdekaannya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengutuk keras tindakan rezim Syiah Bashar Asaad dan sekutunya terhadap kaum Muslimin di Suriah.

“Kami mengecam dan mengutuk prilaku yang dilakukan oleh rezim Bashar Ashad beserta sekutunya yaitu barat dan konmunis. Hal ini pun harus diikuti oleh umat Islam di Indonesia hari ini, sebagai bentuk sumbangsihnya kepedulian kita kepada sesama umat muslim” tegasnya yang juga sebagai juru bicara Formassalam itu.

Aksi juga dihiasi dengan aksi teatrikal dari santri ponpes Tahfidz Qur’an Da’arul Ilmi Cendekia Tasikmalaya. Kemudian dilanjutkan dengan long march dan penggalangan dana. Aksi diakhiri dengan do’a bersama.

Reporter: Habeqi | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Me-DAN Nusa Tenggara Galang Dana untuk Muslimin Aleppo

BIMA (Jurnalislam.com) – Puluhan orang dari tim Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) Wilayah Nusa Tenggara (Nusra) dan Jamaah Ansharusy Syariah Bima beserta santri pondok pesantren Al-Madinah melakukan aksi solidaritas untuk Aleppo dan penggalangan dana, Ahad (8/5/2016).

Mereka melakukan longmarch di Kecamatan Bolo dan Madapangga sembari membentangkan spanduk serta membagikan foto korban pembantaian Aleppo.

“Me-Dan dengan misinya menjalin ukhuwah dan peduli sesama akan terus berupaya untuk peduli terhadap kondisi kemanusiaan yang terjadi saat ini. Maka sebagai bentuk kepedulian itulah kami turun untuk melakukan aksi solidaritas dan penggalangan dana ini,” ujar Suherman, koordinator Me-Dan Nusra.

Selain itu, Herman juga mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk selalu mendoakan saudara-saudara sesama muslim di Aleppo yang saat ini sedang dibantai oleh koalisi Syiah dan komunis.

Herman menuturkan, Me-Dan juga akan tetap berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam untuk menyampaikan informasi tentang penderitaan umat Islam di Suriah serta terus berupaya untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu mereka.

“Kedepan Me-Dan sebagai forum resmi juga akan terus berbenah dan bekerja professional dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk umat pada hari ini,” ujarnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Pemukim Ekstrimis Yahudi dan Tentara Israel Gelar Ritual Talmud di Dekat Masjid Al Aqsha

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Puluhan pemukim zionis Yahudi pada hari Senin mengambil alih sebuah gedung di lingkungan Al-Sadia di Kota Tua Yerusalem, kata saksi mata.

"Sekitar 45 pemukim Yahudi, yang didukung oleh pasukan polisi dan tentara Israel, menyerbu gedung pada Senin pagi dan mulai melakukan ritual Talmud," Fakhri Abu Diab, seorang aktivis Palestina lokal, mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin (09/05/2016).

"Bangunan tiga lantai, yang dimiliki oleh warga Palestina tersebut terletak hanya 300 meter dari Masjid Al-Aqsha," katanya.

Pasukan penjajah Israel telah mengepung daerah tersebut dan mencegah warga Arab dari lingkungan sekitar  memasuki gedung.

Israel menduduki Yerusalem Timur pada Perang Timur Tengah 1967. Mereka secara sepihak mencaplok kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Palestina mengutuk Israel melancarkan kampanye agresif untuk "Yahudisasi" Yerusalem (Al-Quds) dengan tujuan menghilangkan identitas Arab dan Islam dan akhirnya mengusir penduduk Palestina.

Dalam perkembangan terkait, sejumlah ekstremis pemukim Yahudi memaksa masuk ke flashpoint kompleks Masjid al-Aqsha Yerusalem Timur pada hari Senin dan Ahad, di mana mereka juga berusaha melakukan ritual Yahudi, menurut seorang pejabat Palestina lokal.

"Selama 24 jam terakhir, sekitar 120 pemukim – di bawah perlindungan polisi Israel – telah memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha melalui gerbang Al-Mugharbah," Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal urusan Al-Aqsha, mengatakan kepada Anadolu Agency.

"Mereka melakukan tur halaman Masjid dan mencoba melakukan ritual Talmud dekat Kubah Batu," katanya. "Tapi jamaah Palestina dan penjaga menghentikan mereka melakukan ritual tersebut."

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi merujuk daerah tersebut sebagai "Temple Mount," mengklaim bahwa itu adalah situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Beberapa kelompok Yahudi ekstremis telah menyerukan pembongkaran Masjid Al-Aqsha sehingga kuil Yahudi dapat dibangun di tempatnya.

Unit Studi dan dokumentasi terhadap komite tahanan dan mantan tahanan di Jalur Gaza mengungkapkan bahwa pasukan penjajah yahudi Israel (the Israeli Occupation Forces-IOF) telah  menangkap 5.677 warga Palestina sejak 1 Oktober 2015 hingga akhir April tahun ini, lansir Palestine News Network, Senin.

Abdunnaser Farwana, kepala unit, mengatakan bahwa penangkapan oleh pasukan penjajah Israel termasuk pria dan wanita dari berbagai usia termasuk 3.508 kasus di Tepi Barat, 1.872 di wilayah Pendudukan Yerusalem, 169 di Pendudukan Palestina 1948 dan 128 di Jalur Gaza. Farwana menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan internasional bagi para tawanan Palestina dan untuk mengakhiri penangkapan harian militer Israel dan praktik agresif terhadap para tahanan, yang bertentangan dengan hukum internasional.

 

Deddy | Anadolu Agency | PNN | Jurnalislam

2 Pos Militer di Taywara Diserang Sniper Taliban, 16 Pasukan Arbaki Tewas

GHOR (Jurnalislam.com) – 2 pos militer musuh yang terletak berdekatan dengan pusat kabupaten Taywara diserbu oleh Mujahidin Imarah Islam dalam serangan bersenjata di tengah operasi tahunan 'Omari' yang sedang berlangsung malam Senin, Al Emarah News melaporkan, Senin (09/05/2016).

Para pejabat mengatakan bahwa 16 pasukan bayaran (Arbaki) ditembak mati oleh penembak jitu (Sniper), dan tembakan mortir yang intens namun jumlah korban yang tepat dalam serangan mortir belum diketahui.

Laporan juga datang dari distrik Herat, pasukan bayaran yang berkumpul di dalam pos sebelum bergerak keluar untuk operasi di daerah Old Bazaar kabupaten Kushki Kohna menjadi sasaran rentetan mortir pada Senin pagi pukul 08.00. Delapan pasukan bayaran tewas dan 5 luka-luka, menurut saksi dan informasi.

Mujahidin sekali lagi menyerang pasukan yang berkumpul di padang pasir pada pukul 10:30, menewaskan 6 orang dan melukai 3 lainnya.

Sementara 3 tentara bayaran lain juga tewas dalam serangan mendadak saat berolahraga sekitar pukul 03:00 sore hari.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam