Awas! Intel PDIP Gentayangan di Masjid

JAKARTA (Jurnalislam.com) –  PDI Perjuangan Jakarta Timur memerintahkan kader-kadernya yang beragama Islam untuk memantau materi khotbah jum’at di masjid-masjid. Hal itu dibenarkan oleh Juru Bicara DPP PDIP, Eva Sundari.

"Aku dengar begitu. Karena memang serangan kepada Jokowi-JK di masjid-masjid sangat intensif. Serangan ke Jokowi-JK minta ampun, fitnah, bahkan beberapa penceramah melakukan kampanye hitam secara masif," jelasnya pagi tadi kepada RMOL.

Menyusul beredarnya tabloid Obor Rakyat yang berisi hujatan terhadap Jokowi di masjid-masjid dan pesantren di Cirebon, Jember dan daerah lainnya, Eva menambahkan bahwa bukan tidak mungkin pengawasan terhadap masjid-masjid itu akan diinstruksikan kepada kader PDIP di seluruh Indonesia.

"Yang punya ide itu Jaktim dulu. Bukan tidak mungkin diikuti seluruh (Indonesia). Karena di Jabar sangat meluas," tandasnya

Ketua PP Muhammadiyah, Saleh P Daulay khawatir tindakan spionase masjid yang dilakukan PDIP itu akan mengembalikan rezim otoriter dimana penguasa mengintervensi tempat-tempat ibadah.

"Kenapa tidak sekalian sweeping saja? Kenapa mesti mengirim 'tukang intip'? Saya khawatir, ini bisa dilihat masyarakat sebagai upaya pengembalian rezim otoriter dengan masuknya intervensi ke rumah-rumah ibadah," jelas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay, Jumat(30/05/2014).

Ia juga menyindir ketua Dewan Masjid Indonesia yang saat ini diketuai Jusuf Kalla.

"Lagi pula, yang potensial memanfaatkan masjid itu ya tim Jokowi-JK. Bukankah Ketua Umum Dewan Mesjid Indonesia adalah JK? Jaringan mesjid se-Indonesia itu dikuasai JK. Merekalah yang paling mungkin memanfaatkan masjid-masjid untuk hal-hal seperti itu," sambung Saleh

 

Presiden Nigeria Nyatakan Perang Total Melawan Boko Haram

NIGERIA (Jurnalislam.com) – Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan memerintahkan Operasi besar-besarn melawan Boko Haram untuk meyakinkan para orang tua bahwa 219 anak mereka yang diculik Boko Haram akan dibebaskan.

Berbicara pada Hari Demokrasi Nigeria, Goodluck Jonathan mengatakan ia telah memerintahkan pasukannya untuk menggunakan cara apapun yang diperlukan untuk menghancurkan bahwa Boko Haram, yang menguasai di timur laut negara itu.

“Saya bertekad untuk melindungi demokrasi kita, persatuan nasional dan stabilitas politik kita, dengan melancarkan perang total melawan terorisme," kata Jonathan dalam pidatonya.

Nigeria akan kesulitan melancarkan serangannya, mengingat sudah satu tahun daerah yang dikuasai Boko Haram itu berada dalam status darurat dan diberlakukan operasi militer dengan skala penuh dan Nigeria tidak menghasilkan apa-apa.

Dalam kesempatan itu juga, Goodluck Jonathan menyatakan simpatinya terhadap para orang tua siswa yang diculik. Namun pada saat yang sama juga ia melupakan perempuan-perempuan Muslim yang diculik dan dibunuh melalui tangan pasukannya.

“Saya berbagi rasa sakit yang mendalam dan kecemasan kepada orang tua mereka,” ujarnya.

Pada 14 April lalu, Boko Haram atau Jamaah Ahlus Sunnah Lid-Da’wah Wal Jihad menangkap 276 pelajar perempuan dari sebuah sekolah di Chibok. Hingga saat ini Boko Haram masih menahan 219, karena 57  orang telah melarikan diri. (amaif/worldbulletin)

Salmin al-Obthani, Petinggi Intelijen Yaman Ditembak Mati

SANAA (Jurnalislam.com) – Seorang kolonel intelijen militer Yaman, Salmin al-Obthani ditembak mati oleh orang bersenjata yang diduga anggota Al-Qaeda di tenggara provinsi Hadramout Kamis (29/05/2014) sore, kata seorang pejabat pemerintah.

"Dua pria bersenjata mengendarai sepeda motor melepaskan tembakan dari senapan otomatis di Kolonel Salmin al-Obthani, dia terbunuh dalam perjalanan kembali ke rumah di kota pesisir Mukalla, ibukota provinsi Hadramout itu," kata sumber pemerintah kepada Xinhua.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan itu, tapi pemerintah Yaman telah menuduh mujahidin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP).

Pasukan militer dan keamanan Yaman yang didukung AS, baru-baru ini mengintensifkan operasi terhadap markas-markas Al Qaeda di seluruh negeri. Mereka mengklaim telah membunuh banyak tersangka Al Qaeda non-Yaman, dan telah mendorong serangan balasan oleh mujahidin AQAP.

Pekan lalu, puluhan orang bersenjata yang diduga mujahidin AQAP meluncurkan lebih dari enam serangan, termasuk penembakan, pemboman, dan pembakaran, mengakibatkan 31 orang tewas dan beberapa lainnya terluka di provinsi Hadramout. (amaif/IANS)

Ekstrimis Kristen Menjarah Masjid di Republik Afrika Tengah

LAKOUANGA (Jurnalislam.com) – Para pemuda Kristen di Republik Afrika Tengah menjarah sebuah masjid di ibukota dan memblokir jalan-jalan dengan membakar ban, Kamis (29/05/14). Sakai mata mengatakan aksi itu sebagai protes atas serangan oleh kelompok bersenjata di sebuah gereja yang menewaskan belasan orang Rabu (28/05/14) lalu.

Seorang saksi Reuters melihat pemuda Kristen anti – Balaka menjarah masjid di wilayah ibukota Lakouanga. Tidak ada korban karena saat itu masjid dalam keadaan kosong.

Akibat serangan tersebut, sebagian besar Muslim terdorong dari ibukota dan daerah sekitar lainnya ke negara-negara utara dan tetangga, sehingga secara efektif memberi batas Republik Afrika Tengah dimana bagian timur lautnya terutama dikendalikan oleh para pejuang Islam.

Ribuan orang telah tewas dan sekitar satu juta orang mengungsi karena konflik. Lebih dari 2,5 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, sebuah angka yang melebihi dari setengah penduduk negara itu.

Afrika Tengah adalah ladang pembantaian baru ekstrimis Kristen terhadap umat Islam. Baru-baru ini 3 pemuda Muslim juga dimutilasi di dalam sebuah bus. (ded412/worldbulletin)

 

 

Tentara Israel Diskors Atas Pembunuhan Dua Remaja Palestina Pada Hari Nakba di Tepi Barat

PALESTINA (jurnalislam.com) – Tentara Israel telah menskors seorang tentara non-tempur yang terlihat menembakkan senjatanya dalam bentrokan di Tepi Barat awal bulan ini yang mengakibatkan dua remaja Palestina tewas, surat kabar Haaretz melaporkan.

Laporan tersebut dipublikasikan pada hari Kamis (29/05/2014) di tengah penyelidikan polisi militer terhadap rekaman dua kamera CCTV untuk menunjukkan bahwa penembakan kedua remaja tersebut tak beralasan, dan terjadi saat waktu jeda dalam bentrokan.

Penembakan itu terjadi saat berlangsung protes satu hari pada 15 Mei, yaitu hari pendirian Israel pada tahun 1948, dimana Palestina mengingatnya sebagai hari "Nakba," atau hari bencana.

Haaretz mengatakan dalam rekaman CNN yang dirilis pekan lalu, tentara tersebut terlihat sedang menembakkan "sesuatu yang tampak seperti peluru karet" pada sekitar waktu yang sama saat satu dari dua remaja tersebut ditembak.

Namun Haaretz mengatakan tidak ada bukti bahwa tembakan tersebut bertanggung jawab atas pembunuhan Musaab Nuwarah. "IDF tidak menemukan bukti bahwa peluru prajurit tersebutlah yang menyebabkan kematian Nuwarah itu," katanya.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa tentara yang diskors itu adalah anggota divisi komunikasi militer, yaitu unit non-tempur. Pasukan tersebut, katanya, tidak diizinkan menembak kecuali untuk membela diri.

Seorang juru bicara militer Israel menolak untuk mengomentari laporan tersebut dan hanya mengatakan "penyelidikan polisi militer sedang berlangsung."

Dalam rekaman CNN, sekelompok yang terdiri dari lima atau enam polisi perbatasan berseragam abu-abu gelap dan helm dengan penutup terlihat berkeliaran di balik dinding kota Beitunia, sebelah barat daya Ramallah.

Dalam sebuah klip berdurasi 13 detik yang terfokus pada mereka, seorang tentara berseragam hijau terlihat sedang berlutut di balik dinding, sedang membidikkan senapannya.

Sebuah tembakan pertama tampak ditembakkan oleh polisi perbatasan yang sedang berdiri, kemudian 10 detik kemudian, tentara yang berlutut juga tampaknya meletuskan sebuah tembakan.

Segera setelah tembakan kedua, salah satu polisi perbatasan terlihat mengambil senjata dari tentara dan kamera dengan cepat berputar untuk menunjukkan warga Palestina membawa remaja tersebut ke ambulans.

Menurut rekaman CCTV, kedua remaja ditembak di lokasi yang sama tapi ada jeda satu jam lebih 13 menit antara dua insiden tersebut.

Petugas medis Palestina mengatakan keduanya dibunuh oleh peluru tajam, tapi tentara Israel telah membantah menggunakan senjata api di tempat kejadian. (ded412/Aljazeera)

 

Intelijen Amerika Kesulitan Menemukan Pejuang Al Qaeda Asal Amerika Yang Kembali ke Negaranya

Jurnalislam.com – Sumber-sumber intelijen Amerika mengatakan bahwa jumlah warga Amerika yang berbondong-bondong ke Suriah ternyata lebih tinggi daripada yang diduga sebelumnya. Dan beberapa dari para pejuang tersebut mulai pulang.

Badan intelijen Barat telah memperingatkan bahwa warga asal Eropa dan Amerika telah berbondong-bondong ke Suriah untuk berjihad. Tapi hingga saat ini mereka enggan untuk mengatakan berapa banyak orang Amerika yang telah bergabung dengan mujahidin di sana. Perkiraan intelijen AS terbaru mengatakan bahwa lebih dari 100 orang Amerika telah bergabung berjihad di Suriah bersama kelompok Sunni di sana.

Para pejabat intelijen senior Amerika mengatakan kepada The Daily Beast bahwa mereka percaya sekitar enam hingga 12 orang Amerika yang telah pergi ke Suriah untuk melawan Assad sekarang telah kembali ke Amerika.

"Kami mengetahui keberadaan beberapa dari mereka. Yang menjadi keprihatinan kami adalah skala masalah yang akan kita hadapi," kata seorang pejabat intelijen senior kepada The Daily Beast.

Musim gugur yang lalu, pejabat AS memperkirakan warga Amerika yang telah bergabung jihad di Suriah berada di angka dua digit rendah. Pada bulan Januari, New York Times melaporkan bahwa terdapat sedikitnya 70 orang Amerika yang bepergian atau mencoba untuk melakukan perjalanan ke Suriah. Awal bulan ini Direktur FBI James Comey mengatakan kepada wartawan bahwa ia percaya bahwa terdapat "puluhan" orang Amerika yang diduga menjadi pejuang asing di Suriah, namun menolak untuk memberitahukan jumlah yang lebih tepat.

Dalam beberapa bulan terakhir, komunitas intelijen AS telah membuat prioritas utama mengenai pelacakan semua orang Barat yang akan berjuang ke Suriah. Matthew Olsen, direktur Pusat Kontra-Terorisme Amerika (NCTC), berbicara di hadapan Senat Komite Hubungan Luar Negeri pada bulan Maret, menjelaskan dalam pengertian yang tidak terlalu jelas mengenai upaya pemerintah untuk menemukan warganya yang bepergian ke Suriah dan melacak pola perjalanan mereka.

"Mengingat komponen tempur asing yang besar dalam krisis Suriah, kami bekerja sama untuk mengumpulkan setiap informasi yang kita dapat tentang identitas orang-orang ini," katanya pada saat itu.

Lebih jauh lagi, isu pejuang asing Barat muncul dalam pertemuan tingkat tinggi antara delegasi oposisi Suriah dan pemerintahan Obama pekan lalu di Washington, DC.

"Kami menganggap semua pejuang asing sebagai ancaman dan mereka semua tidak diterima dengan baik. Ada konvergensi kepentingan antara oposisi Suriah yang moderat dan masyarakat internasional dalam memerangi para pejuang asing dan memastikan mereka tidak menggunakan Suriah sebagai batu loncatan untuk serangan eksternal," kata Oubai Shabandar, penasihat komunikasi strategis untuk misi asing oposisi Suriah di Washington. "Masalah ini menjadi topik utama pembicaraan bulan ini dalam pertemuan antara delegasi oposisi Suriah dan pejabat tinggi AS."

Pejabat kontra-terorisme dan intelijen AS mengatakan kepada The Daily Beast, bahwa masalahnya adalah ada begitu banyak aktivis jihad dengan paspor Barat yang bepergian untuk berperang di Suriah dan bahwa mereka khawatir beberapa dari mereka mungkin tergelincir kembali ke Amerika Serikat tanpa terdeteksi.

"NSA tidak memiliki kemampuan untuk melacak ribuan orang. Dan bahkan lebih sulit jika ditinjau dari sisi kecerdasan manusia," kata pejabat intelijen senior AS lainnya kepada The Daily Beast. "Jadi kita khawatir bahwa orang-orang ini akan menyelinap melalui celah-celah."

Olsen dalam testimoninya pada bulan Maret kemarin mengatakan ada ribuan pejuang asing di Suriah dan bahkan ratusan orang pejuang berpaspor Barat.

"Hal ini menimbulkan keprihatinan kita bahwa individu yang radikal yang memiliki kontak dengan para ekstremis lainnya serta memiliki pengalaman di medan perang bisa kembali ke negara asal mereka untuk melakukan kekerasan atas inisiatif sendiri atau berpartisipasi dalam plot Al Qaeda yang diarahkan dan ditujukan untuk sasaran-sasaran Barat di luar Suriah," katanya.

Olsen juga mengatakan bahwa kelompok "veteran Al Qaeda" dari Afghanistan dan Pakistan telah pergi ke Suriah, sehingga prospek merekrut anggota baru bagi organisasi tersejut menjadi lebih mungkin.”

Aaron Zelin, seorang rekan senior di Washington Institute for Near East Policy (WINEP) yang kerap melacak gelombang pejuang asing ke Suriah, mengatakan, "Di masa lalu ketika kita melihat orang Amerika pergi ke luar negeri untuk berperang di negara-negara asing dan sejumlah orang dilatih untuk mencoba serangan terhadap tanah air." Contoh terbaik katanya adalah Faisal al – Shahzad, berkebangsaan Amerika Pakistan yang melakukan perjalanan ke kamp-kamp pelatihan Taliban di Pakistan dan kemudian mencoba untuk meledakkan bom di Times Square pada tahun 2010. Al – Shahzad gagal meledakkan bom dan dilaporkan ke polisi New York oleh seorang pedagang jalanan Muslim – Amerika.

"Dan bukan hanya warga Amerika yang akan ke Suriah, tapi ada hingga 3.000 warga Eropa dari negara-negara yang memiliki keringanan visa dengan Amerika Serikat yang juga telah bergabung jihad di Suriah," kata Zelin. "Inilah sebabnya mengapa begitu banyak pejabat kontra – terorisme Barat yang begitu khawatir, karena jauh lebih mudah untuk masuk ke negara kita dengan paspor Barat."

Orang-orang Amerika yang telah pergi untuk berjihad di Suriah juga tidak sesuai dengan profil tipe teroris. Mei lalu, The Detroit Free Press melaporkan bahwa Nicole Lynn Mansfield, seorang mualaf, tewas dalam pertempuran di Suriah melawan Assad. Pada bulan April 2013, pengadilan federal mempidanakan Eric Harroun, mantan prajurit Angkatan Darat AS, yang menembakkan granat roket saat berperang bersama Jabhah Nusra, afiliasi resmi Al Qaeda di Suriah. Jika perkiraan intelijen AS memang benar, kasus ini bisa menjadi pertanda kemalangan yang akan datang.

Editor : Amaif

Kata “Syi’ah” Dalam Spanduk Tabligh Akbar “Ahlussunnah Bersatu Menolak Syi’ah” di Masjid Mujahidin Surabaya Dirobek

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Spanduk Tabligh Akbar bertajuk “Persatuan Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam membendung aliran sesat Syi’ah” di Masjid Mujahidin Surabaya, Ahad (25/05/2014) dirusak oleh orang tak dikenal. Anehnya, hanya kata Syi’ah yang dirobek dalam spanduk Tabligh Akbar tersebut.

Sayangnya, tidak ada saksi mata yang melihat aksi perobekan tersebut. Namun sebelumnya, ketika panitia menyampaikan surat pemberitahuan kepada pihak kecamatan dan Polsek Tanjung Perak (KP3) Surabaya, ada aparat kepolisian yang keberatan atas dicantumkannya kata Syi’ah dalam spanduk itu.

Pengajian rutin yang diadakan oleh Yayasan Masjid Mujahidin itu dihadiri lebih dari 1200 jamaah dari berbagai kota di Jawa Timur bahkan ada sebagian jamaah berasal dari Jawa Tengah. Tabligh Akbar yang menghadirkan tiga pembicara dari MUI Pusat, DPP Perhimpunan Al Irysad dan PWNU Jawa Timur itu berjalan dengan tertib hingga selesai.

Reporter : Masarul | Editor : Amaif

Obama Menguraikan Visi Kebijakan Luar Negeri AS

JURNALISLAM.COM – Barack Obama menegaskan visinya bagi kebijakan luar negeri negara itu selama sisa masa kepresidenannya, dan mengatakan bahwa negara itu masih akan memimpin, tapi akan lebih menahan diri sebelum memulai misi militer yang lebih jauh di luar negeri.

Dalam pidato pada hari Rabu (28-05-2014), Presiden AS bersikeras bahwa ketergantungan negaranya pada diplomasi dibandingkan intervensi militer sedang bekerja untuk menyelesaikan krisis global seperti Ukraina dan Iran, dan ia berjanji untuk meningkatkan dukungan bagi oposisi Suriah.

Berbicara di akademi militer AS di West Point, New York, Obama mengatakan ia telah membuat keputusan untuk tidak melakukan intervensi militer di Suriah.

"Sebagai presiden , saya membuat keputusan bahwa kita tidak harus menempatkan pasukan Amerika ke tengah-tengah perang yang semakin sektarian ini, dan saya percaya itu adalah keputusan yang tepat," katanya. "Tapi itu tidak berarti kita tidak harus membantu rakyat Suriah berdiri melawan seorang diktator yang membom dan meyebabkan rakyatnya kelaparan sendiri."

Obama mengatakan pemerintah akan bekerja dengan Kongres untuk meningkatkan dukungan bagi kelompok-kelompok yang "menawarkan alternatif terbaik menghadapi  teroris (baca; mujahid) dan diktator brutal." Akan ada lebih banyak sumber daya yang diberikan kepada tetangga Suriah seperti  Yordania, Lebanon, Turki dan juga Irak.

Obama menyerukan kepada negara-negara tempat "jaringan teroris" mencari pijakan untuk bergabung bersama Amerika. Upaya tersebut mencakup dana baru sebesar US$ 5 milyar untuk membantu negara dalam memerangi kelompok bersenjata dan untuk memperluas dana intelijen, pengawasan, pengintaian, operasi khusus dan kegiatan lainnya.

Tapi ia juga mengatakan bahwa ia akan terus "mengambil tindakan langsung" dengan memesan serangan drone dan operasi penangkapan terhadap ancaman yang dicurigai "bila diperlukan untuk melindungi diri kita sendiri."

Pada hari Selasa Presiden menguraikan rencana untuk menarik semua dan menyisakan 9.800 pasukan AS dari Afghanistan pada akhir tahun, dan sisanya akan ditarik tahun 2016, mengakhiri keterlibatan militer AS di Afghanistan lebih dari satu dekade. (ded412/Aljazeera)

Apakah Arti Penarikan Pasukan AS Bagi Afghanistan ?

AFGHANISTAN (jurnalislam.com) – Perang melawan Afghanistan merupakan perang terpanjang dalam sejarah AS, dan saat ini Presiden Barack Obama telah menegaskan rencananya untuk mengakhiri pendudukan AS di Afghanistan.

Ia mengumumkan bahwa hanya kurang dari 10.000 tentara yang masih akan tetap di Afghanistan pada akhir tahun ini dan sebelum tahun  2017, secara bertahap akan menarik hampir semua pasukan dan menyisakan kekuatan kecil saja.

Tapi negara yang mereka tinggalkan masih jauh dari stabil; dan setelah pemilu diadakan pada tanggal 14 Juni, pengganti Presiden Hamid Karzai akan memiliki pekerjaan yang sulit di depan.

Obama beralasan kegagalannya di Afghanistan dengan mengatakan, salah satu tantangan terbesar adalah Taliban, yaitu gagalnya segala upaya untuk membawa para pejuang ini ke meja perundingan.

Ditambah lagi, Afghanistan sekarang menghadapi masa depan tanpa tentara asing di tanah mereka. Dan Obama menyadari tantangan tersebut.

"Afghanistan tidak akan pernah menjadi tempat yang sempurna dan bukan tanggung jawab Amerika untuk menjadikannya sempurna," katanya

Jadi apa arti penarikan pasukan AS ini bagi negara dan rakyat Afghanistan? (ded412/Aljazeera)

Hukum Memakan Hidangan Dalam Acara-acara Bid’ah

Sahabatku yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala. Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassallam.

Sering kali kita mendengar pertanyaan seperti ini, bolehkah seorang muslim memakan makanan yang disajikan pada acara-acara bidah. Seperti pada acara kenduri haul kematian, selamatan perempuan hamil tujuh bulan dan lain sebagainya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi dahulu apakah acara bid’ah tersebut termasuk bid’ah diniyyah atau bid’ah dunyawiyyah. Bidah diniyyah adalah segala sesuatu yang diada-adakan dalam urusan agama. Sedangkan bid’ah dunyawiyah adalah sesuatu yang baru dalam urusan dunia. Dan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassallam tidak melarang hal-hal baru dalam urusan dunia, seperti kemajuan teknologi dan lain-lain selama itu tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah syar’i.
Pengertian Bid’ah

Bid’ah menurut bahasa (etimologi) yaitu mengada ngada, masdhar dari kata bada’a sesuatu yang tidak ada contoh sebelumnya atau sesuatu yang baru tidak ada contohnya (tidak didahului oleh contoh).

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ…..“

Allah Pencipta langit dan bumi, ….”, (Qs. Al-Baqoroh (2) : 117)

Maksudnya : Allah menciptakan langit dan bumi tidak ada contoh yang mendahuluinya (tanpa contoh) .

Jadi bid’ah menurut bahasa mempunyai pengertian yang luas, bisa apa saja yang sifatnya mengada ngada. Tetapi bukan bid’ah menurut bahasa (etimologi) inilah yang dimaksud oleh Rasululloh sholallahu ‘alaihi wassallam sebagai sesuatu kesesatan, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassallam di berbagai hadist hadist beliau.

Misalnya : naik motor, Hp, pesawat, mic, memakai jaket, jam tangan, TV dan lain-lain . Itu semua tidak ada di jaman Rasululloh sholallahu ‘alaihi wassallam tapi itu semua bukan perkara Ad Dien (milah, manhaj & syariat) semuanya itu hanya perkara ke duniaan. Sebagaimana hadist Rasululloh sholallahu ‘alaihi wassallam.

وَشَرَُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

“… sejelek-jeleknya urusan adalah yang muhdats (perkara baru dalam urusan agama) yang muhdats adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka”. (HR. Muslim No: 2042)

Pengertian bid’ah secara istilah (terminologi)

عِبَارَةٌ عَنْ طَرِيْقَةٍ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا المُبَالَغَةُ فِي التَّعَبُدِ للهِ سُبْحَانَهُ

Definisi bid’ah khusus Ibadah adalah: Suatu istilah untuk suatu jalan dalam urusan agama (dien) yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, contoh / tuntunan dari Al qur’an & hadist). yang menyerupai syari’at, yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk menambah dalam beribadah kepada Allah Ta’ala tetapi tidak ada contoh atau tuntunan dari Rasululloh sholallahu ‘alaihi wassallam (al-I’tishom I/ 26).

Dalam perkara ini bid’ah yang dimaksud adalah bid’ah dalam urusan agama bukan bid’ah dalam urusan dunia. Bid’ah Diniyyah adalah segala sesutu yang diada-adakan dalam urusan agama (aqidah, ibadah & syariat), inilah yang dilarang atau diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Tiap-tiap bid’ah dalam urusan agama itu adalah sesat. Sebagaimana disampaikan dalam Hadits Rasulullah diatas, yaitu: “Sejelek-jeleknya perkara / urusan adalah yang diada-adakan atau dibuat-buat (tidak di contohkan oleh Rasulullah) dalam agama (dien), setiap yang diada-adakan dalam agama (dien) adalah bid’ah dan setiap bid’ah tempatnya di Neraka.”

Dan dalam pengertian secara istilah ini para ulama memberikan ta’rif (pengertian) lagi, bahwa bid’ah diniyyah (agama) ini terbagi atas dua bagian, yaitu:

  1. Bid’ah Haqiqiyah adalah bid’ah yang tidak memiliki indikasi sama sekali dari syar’i . Baik dari Al-Quran maupun Sunnah. Atau Rasulullah sama sekali tidak pernah melakukan ibadah tersebut (tidak dicontohkan oleh Rasulullah). Bid’ah ini adalah benar-benar bid’ah, seperti meminta berkah kepada orang mati, memperingati tiga hari sampai seribu harian kematian seseorang, memberikan sesajen kepada sesuatu yang gaib dan lain sebagainya. Bid’ah haqiqiyyah ini dibagi lagi menjadi dua yaitu : Al- Bid’ah al-Mukkafirah dan Al-Bid’ah al-Muharramah (ghoiru mukafirah). Walaupun dibagi lagi menjadi dua tapi tetap bid’ah (sesat), bahkan bisa menyebabkan kekafiran jika pelanggarannya sampai pada tingkat merusak Ashul Iman (iman yang pokok).
  2. Bida’ah Idhafiyyah adalah bid’ah yang terjadi karena adanya penyimpangan pada Hadits (Sunnah) Rasulullah dalam melakukan tata cara dalam beribadah. Contoh; Perintah agar melembutkan suara ketika berdzikir (lihat Qs 7 : 205), tetapi saat ini dzikir justru dilakukan secara berjamaah dan menggunakan pengeras suara. Itulah yang disebut bid’ah secara idhafiyyah. Bidah Idhafiyyah ini dibagi lagi menjadi dua yaitu: Al-Bid’ah al Makruhah Tahrim dan Al-Bid’ah al-Makruhah Tanzih walaupun dibagi lagi menjadi dua, tetap bid’ah itu sesat. Tapi bid’ah ini tidak menyebabkan kekafiran kecuali istihlal/istihza/tadzib terhadap nash.

Hukum memakan makanan yang dihidangkan pada acara bid’ah

Makanan yang dibuat dan disajikan pada acara bidah kufriyah diklasifikasikan menjadi dua: sembelihan dan bukan sembelihan.

Para ulama menyatakan, binatang yang disembelih untuk acara bidah kufriyah haram dimakan. Yang demikian itu karena menyembelih untuk acara itu mengandung unsur pengagungan terhadap selain Allah dan dekat dengan larangan menyembelih untuk selain Allah. Meskipun saat menyembelih binatang membaca basmalah.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan sembelihan yang dipersembahkan kepada selain Allah.” (Al-Baqarah: 173)

Sedangkan makanan selain sembelihan seperti buah-buahan, kue, gula-gula dan lain sebagainya, para ulama berbeda pendapat. Sebagian berpendapat hukumnya sama dengan hukum binatang sembelihan. Sebagian yang lain berpendapat hukumnya tetap halal. Hanya saja, jika menerima atau mengkonsumsinya akan dianggap sebagai persetujuan terhadap acara bidah tersebut. Karena itu, tidak boleh menerima atau mengkonsumsinya.

Alasan kebolehannya sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Iqtidha’ Shiratal Mustaqim. Beliau menyebut beberapa atsar (perkataan) para sahabat. Diantaranya Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah menerima pemberian orang kafir para hari raya Nairuz.

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan bahwa ada seorang perempuan menemui Aisyah Radhiyallahu ‘anha untuk menanyakan bolehkan menerima makanan dari orang Majusi pada hari raya mereka. Aisyah menjawab, “Apa saja yang disembelih untuk hari itu, jangan kalian makan. Makanlah yang merupakan hasil bumi.”

Abu Barzah juga pernah berpesan kepada keluarganya terkait dengan perayaan Mahrajan dan Nairuz yang dirayakan oleh orang Majusi. Beliau berkata, “Buah-buahannya boleh kalian makan. Tetapi, selainnya (sembelihan) tolaklah!”

Adapun makanan pada acara bid’ah ghoiru kufriyah, baik yang berupa sembelihan atau bukan sembelihan, hukumnya sama dengan makanan yang bukan sembelihan pada acara bidah kufriyah. Hukum asalnya halal. Namun, jika berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, tidak boleh dikonsumsi.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan (di dalam Al Qur’an), akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Qs. 33 : 36)

Rosulullah holallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاٍ لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa saja yang mengada-adakan dalam urusan Dien kami ini (milah, manhaj & syari’at termasuk aqidah serta ibadah) maka ia tertolak (tidak diterima). (HR Muslim – 1718)

Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً

“Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.” (Lihat Al Ibanah Al Kubro li Ibni Baththoh, 1: 219, Asy Syamilah)

Jadi bid’ah yang menyesatkan adalah bid’ah dalam urusan dien (agama) menurut istilah syar’i, suatu amalan ibadah yang tidak ada perintah dan tidak ada contohnya dari Allah dan RasulNya atau tidak ada tuntunan di dalam syariah. Maka dengan ketentuan seperti itu kita harus mengidentifikasi perayaan atau acara tersebut terlebih dahulu sebelum kita masuk di dalamnya ; apakah perayaan atau acara tersebut ada dalam tuntunan syariat, apakah perayaan atau acara tersebut menyangkut urusan yang berkaitan dengan dien (milah, manhaj dan syariat)? Dengan demikian ketika kita mampu mengidentifikan hal tersebut, secara langsung kita akan mengetahui hal-hal yang berhubungan pada perayaan dan acara tersebut sesuai tuntunankah, diperbolehkankah atau justru dilarang.

Sahabatku, sudah sepatutnya kita berhati-hati dalam melakukan suatu amalan seperti permasalahan diatas agar kita senantiasa terjaga dari hal-hal yang menyelisihi syariat. Begitu juga terhadap perkara-perkara amalan ibadah lainnya. Insya Allah penjelasan yang singkat ini mampu menjawab atas pertanyaan diatas.

Wallohu a’lam

Sumber: Al I’tisham, Imam Asy-Syathibi