Lagi, Tiga tentara AS Tewas Akibat Ledakan Bom di Afghanistan

AFGHANISTAN (jurnalislam.com) – Tiga tentara AS tewas akibat ledakan bom pada hari Jumat (20-06-2014) di Afghanistan selatan, kata seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO, ISAF, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga prajurit AS tewas menyusul serangan bom rakitan.

Mujahidin taliban semakin meningkatkan serangannya terhadap pasukan asing menjelang rencana penarikan sebagian pasukan asing pada akhir tahun ini.

Amerika Serikat berencana mengurangi pasukannya di Afghanistan menjadi kurang dari 10.000 saja setelah tahun 2014 dan menarik hampir seluruh pasukan pada akhir tahun 2016.

Sebuah Istisyhad di Kabul barat terjadi pada hari Sabtu (21-06-2014) ditujukan kepada top penasihat Tinggi Mohammad Massom Stanikzai, kata polisi setempat, menewaskan seorang warga sipil dan melukai beberapa orang lainnya serta merusak sebuah mobil lapis baja .

Stanikzai lolos tanpa cedera, menurut seorang saksi mata Reuters. Menurut polisi insiden ini sedang diselidiki.

Beberapa protes juga berlangsung hari ini di Kabul dalam mendukung keputusan calon presiden Abdullah Abdullah yang mengatakan  pemilu yang telah berlangsung beberapa waktu lalu adalah sebuah penipuan massal. Dia menyerukan badan pemilu untuk menghentikan penghitungan suara dan meminta agar PBB turun tangan.

Langkah ini mengancam peralihan politik Afghanistan menuju pada situasi yang kritis, karena sebagian besar pasukan asing akan meninggalkan Negara tersebut pada akhir 2014 setelah 13 tahun perang berlangsung. [ded412/news desk]

 

Penjelasan JAT Mengenai Pemberitaan Tentang Ust. Abu Bakar Ba’asyir

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Terkait pemberitaan al-mustaqbal.net tanggal 20 Juni 2014 berjudul “Ustadz ABB: Kerahkan Senjata Do’a Agar ISIS Menang di Baghdad”, banyak pihak yang menanyakan kepada pengurus Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) mengenai kebenaran pernyataan Ustadz Abu tersebut.

Ditengah kerasnya badai fitnah yang menerpa perjuangan ini, hingga kelompok mujahidin menjadi berpecah belah, ditambah lagi pemberitaan-pemberitaan miring mengenai JAT. Dan pada saat yang sama kami mempunyai kewajiban untuk menyatukan kembali barisan mujahidin yang terpencar khususnya di bumi nusantara ini.

Untuk itu kami selaku pengurus JAT merasa perlu memberikan keterangan untuk menjelaskan perihal pemberitaan al-mustaqbal.net tersebut.

Pertama, apa yang tertulis dalam pemberitaan al-mustaqbal.net, jelas bukan gaya bahasa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Dan JAT tidak mengetahui apakah Ustadz Abu sudah diberitahu soal penulisan itu atau belum.

Kemudian mengenai pernyataan Ustadz Abu tentang mendoakan mujahidin. Dimana ada medan Jihad, Ustadz Abu selalu memerintahkan untuk mendoakan seluruh barisan mujahidin yang berjuang dengan ikhlas dalam memperjuangkan agama ini, termasuk di Iraq dan Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS).

Terakhir upaya apapun yang dilakukan untuk menegakkan Syariat harus didukung, minimal dengan doa.

Ustadz Abu adalah sosok yang bijaksana, keberpihakan beliau terhadap jihad dan mujahidin sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, termasuk dukungannya kepada ISIS. Untuk itu, kami selaku pengurus JAT yang tidak menginginkan adanya pihak-pihak yang mengarahkan dukungan Ustadz Abu kepada satu barisan mujahidin saja. Terkhusus untuk permasalahan Syam, sikap Ustadz Abu sudah sangat jelas dan tegas dalam bayan beliau yang pertama.

Sumber : ansharuttauhid.com

Drs. Khoiron Syu’aib, 30 Tahun Berdakwah di Lokalisasi

Tidak banyak orang yang berminat untuk terjun ke lapangan menjadi juru dakwah. Beratnya tantangan adalah alasan utama seseorang menghindari tanggung jawab menyeru pada kebaikan. Apalagi jika medan yang dihadapi memiliki problem khusus seperti daerah lokalisasi. Di tempat sedemikian, tingginya jam terbang seorang da’i tidak menjadi jaminan seruannya dapat didengar masyarakat yang sudah terbiasa dengan dosa.

Surabaya yang terkenal sebagai Kota Pahlawan memiliki basis dunia kesantrian yang kuat. Namun demikian, menjamurnya lokalisasi prostitusi menjadi ironi tersendiri di kota tersebut. Ironi inilah yang kemudian menggugah hati Drs. Khoiron Syu’aib untuk menyeru dakwah Islam di tengah lokalisasi prostitusi.

Pada 17 Agustus 1959, Khoiron Syu’aib lahir di tengah salah satu lokalisasi besar di Surabaya, Lokalisasi Bangunsari. Khawatir anaknya terpengaruh dekadensi moral, Kiayi Syu’aib, ayah dari Khoiron kecil untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Tebu Ireng. Selesai melanjutkan studi di IAIN Sunan Ampel Surabaya, pada tahun 1982, Khoiron terpanggil untuk membenahi kampung halamannya.

Tantangan besar menghadapi lika-liku dunia maksiat tidak membuatnya mundur. Bahkan suatu ketika, ia pernah mendapati preman yang mengungkapkan keberaniannya menghadapi azab Allah Subhanahu wata’ala.

“Allah kan menciptakan surga dan neraka dengan fungsinya masing-masing, kalau tidak ada orang-orang seperti kita, nanti surga tidak terpakai,” Ujar Khoiron mengulang ungkapan preman yang menantang usaha dakwahnya.

Kepada tim Jurnalis Islam Bersatu (Jitu) yang bertandang ke rumahnya (20/06), Khoiron menekankan, dalam berdakwah di lokalisasi, usahakan agar rasa benci kita hanya terarah pada perilaku orang tersebut, dan tidak membenci secara personal.

“Mereka (preman, pelacur, mucikari, dan pelanggan prostitusi) sesungguhnya butuh bantuan untuk bangkit mengalahkan tekanan hawa nafsu, jika kita berdakwah dengan main vonis, hati mereka justru akan semakin tertutup,” jelasnya.

Salah satu trik yang dipakai oleh Khoiron dalam merangkul para pelacur, mucikari, dan preman lokalisasi adalah dengan tidak menyebut kata “dosa” dalam setiap tausiahnya. Ia justru menekankan agar para pelaku maksiat ini untuk melihat masa depan agar mau bertaubat.

“kalau di jelaskan tentang dosa, mereka justru sudah sangat tahu perbuatan mereka adalah dosa besar, justru dengan memberikan mereka harapan akan masa depan yang lebih baik, hati mereka akan perlahan-lahan menerima kebenaran,” papar Khoiron dengan yakin.

Walau membutuhkan waktu puluhan tahun, akhirnya kerja dakwah Khoiron membuahkan hasil. Saat ini, Bangunsari yang sempat menjadi sentral lokalisasi di Surabaya yang bahkan lebih tua dari Dolly, tidak meninggalkan bekas.

Keberhasilan Khoiron dalam berdakwah dan mendekati masyarakat area lokalisasi memberi inspirasi bagi Pemkot Surabaya untuk berani menindak tegas area lokalisasi. Sebelum kesuksesan Khoiron, keinginan Pemkot Surabaya untuk menertibkan lokalisasi tampak seperti mimpi.

Selain karena banyak oknum pemerintah yang membekingi area lokalisasi, mengusik area tersebut secara umum diibaratkan seperti membangunkan macan lapar.

“Mereka yang sudah terlalu nyaman dengan gelimang dosa, akan bertindak liar jika kesenangannya diganggu,” ujar ayah berputra tiga ini.

Dari sini, Khoiron pun mengungkapkan bahwa persoalan lokalisasi pelacuran dapat diselesaikan dengan baik jika ulama dan umaro berusaha membangun sinergi. Ia juga mencontohkan betapa sinergi antara Soekarwo selaku Gubernur Jawa Timur, Risma selaku Walikota Surabaya dan seluruh ulama se Jawa Timur, mampu bersepakat untuk mengalih fungsikan lokalisasi Dolly.

“Walau alih fungsi lokalisasi Dolly-Jarak memakan waktu, tapi keberanian untuk memprakarsai hal ini adalah prestasi besar yang patut kita apresiasi,” katanya.

Khoiron yang terkenal dengan panggilan “Kiayi Prostitusi” turut menghimbau kepada para da’i agar melihat area lokalisasi pelacuran sebagai ladang dakwah. Panduan yang ia sampaikan sebagai bekal berdakwah di area lokalisasi pun terbilang sederhana.

“Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan dengan gamblang, mulailah menyeru dengan menggunakan hikmah dan kebijaksanaan, lalu perkuat dengan contoh dan tauladan yang baik, dan jika masih ada yang berkeras, debatlah ia dengan cara sebaik-baiknya,” tutup Khoiron. [eza/Jitu]

Mohon Doa Umat Islam untuk Kelancaran Rakernas Perdana Situs Berita Islam IDC-News.com

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Dalam rangka memperjuangkan kejayaan Islam dan dakwah ke jalan Allah, maka perkenalkanlah situs berita baru www.IDC-News.com. Situs berita Islam ini semoga saja bisa saling bahu-membahu dengan para pendahulunya dan fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan).

IDC-News.com mulai digagas dan didirikan sekitar enam bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 Januari 2014 M / 19 Rabi’ul Awwal 1435 H dan baru mulai aktif pertama kali memposting berita pada tanggal 15 Maret 2014.

IDC-News.com memiliki visi menjadi media informasi untuk memperjuangkan dakwah tauhid, gerakan amar ma’ruf nahi munkar dan peradaban Islami. Dengan visi tersebut diharapkan IDC-News.com bisa menjadi situs berita Islam yang turut memberikan kontribusi dalam memajukan gerakan Islam dengan cita-citanya yakni tathbiqusy syari’ah (penegakan syari’at Islam).

Selain itu, IDC-News.com juga bertujuan untuk memberitakan kebenaran dan mengungkap kebathilan, serta berusaha mengawal kepentingan umat Islam dan membela dari berbagai serangan propaganda buruk yang selama ini ditujukan untuk mendiskreditkan umat Islam.

Rapat Kerja Perdana

Alhamdulillah, meski baru beberapa bulan melangkah, pada hari Jum’at pagi tanggal 20 Januari 2014, IDC-News.Com mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di sebuah Villa di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Di bawah kaki Gunung Lawu nan sejuk, semoga bisa mendorong munculnya gagasan dan terobosan baru bagi situs IDC-News.com. Selain itu, rapat kerja ini digelar guna menyatukan gerak langkah seluruh pengurus, kru, wartawan dan kontributor IDC-News.com di beberapa daerah di Indonesia.

Kemudian, agenda lainnya adalah konsolidasi yang terdiri dari pembagian tugas kerja, pengembangan website yang terdiri dari pengisian konten atau isi berita dan juga masukan-masukan untuk kemajuan media Islam online IDC-News.com.

Semoga dengan adanya Rakernas pertama ini dapat meningkatkan kwalitas IDC-News.com dalam menyajikan berita-berita terkini yang tajam serta akurat dalam rangka mengungkap dan meyampaikan fakta yang ada dari dunia Islam baik dalam dan luar negeri. Dan semoga, artikel yang diangkat dan diulas juga dapat mencerdaskan umat dan masyarakat.

Akhirnya, segenap pengurus IDC-News.com meminta doa dan dukungan dari umat Islam agar Rakernas perdana selama dua (2) hari ini berjalan dengan lancar sehingga menghasilkan berbagai kebijakan yang membangun, demi kepentingan perjuangan Islam dan dakwah di jalan Allah. [AW/Ghozi Akbar]

Israel Perketat Ruang Gerak Warga Palestina Selama Bulan Ramadhan

TEPI BARAT (jurnalislam.com) – Seorang jenderal tentara Israel pada hari Jumat (20/6/2014) mengatakan tentara Israel merencanakan untuk meningkatkan pembatasan ruang gerak bagi warga Palestina selama bulan puasa Ramadhan, yang kemungkinan akan diterapkan pada 29 Juni nanti .

"Ramadhan 2014 tidak akan seperti Ramadan tahun-tahun sebelumnya," Yoav Mordechai, yang mengepalai kantor cabang tentara Israel yang bertugas menjalankan urusan sipil Palestina, seperti dikutip portal berita Times of Israel.

Ketegangan di wilayah Palestina meningkat sejak tiga warga Israel hilang Kamis malam dari blok pemukiman khusus Yahudi Gush Etzion, yang terletak dekat kota Hebron, Tepi Barat selatan.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah Israel mengijinkan warga Tepi Barat Palestina berkunjung ke Yerusalem untuk melakukan shalat di Masjid Al-Aqsa.

Sejak hilangnya warga Israel 'minggu lalu, ribuan pekerja dan pemilik usaha Palestina dilarang memasuki Hebron atau menyeberang ke negara tetangga Yordania melalui Jembatan Raja Hussein (Allenby) yang menghubungkan Tepi Barat ke kerajaan Hashemit.

Beberapa hari terakhir ini, pasukan keamanan Israel telah menahan sejumlah warga Palestina – termasuk anggota terkemuka Hamas, anggota parlemen dan mantan menteri pemerintah – di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Israel menuduh Hamas menculik warga israel tersebut. Hamas menyangkal tuduhan itu. [ded412/world bulletin]

Polisi China Membunuh 13 Orang di Turkestan Timur

CHINA (jurnalislam.com) – Kantor berita resmi Xinhua melaporkan pada hari Sabtu (21/6/2014) bahwa  tiga belas orang tewas dalam serangan terhadap sebuah kantor polisi di wilayah Cina Turkestan Timur (Xinjiang) yang sedang bergolak.

Tiga petugas polisi "terluka" dalam serangan pada Sabtu pagi tersebut, namun tidak ada korban di kalangan masyarakat, kantor berita tersebut mengatakan mengutip pemerintah setempat.

"Para penyerang mengendarai kendaraan untuk menghantam dan meledakkan bangunan milik biro keamanan publik Yecheng County di Xinjiang selatan," katanya.

Turkestan Timur adalah pemukiman tradisional Muslim Uighur yang berbicara bahasa Turki, dan China telah menyalahkan serangan sebelumnya pada para separatis dan mengatakan mereka berusaha untuk mendirikan sebuah negara merdeka.

Pada tahun 2012, tujuh penyerang ditembak mati setelah membunuh 13 orang dalam serangan pisau di Yecheng, juga dikenal dengan nama Kargilik dalam bahasa Uighur, sebuah kota terpencil di jalan menuju perbatasan pegunungan China dengan Pakistan.

Suasana di Cina penuh ketegangan sejak terjadi pemboman bulan lalu yang menewaskan 39 orang di sebuah pasar di ibukota regional wilayah Urumqi. Pada bulan Maret, 29 orang ditikam sampai mati di sebuah stasiun kereta api di barat daya kota Kunming.

Naiknya tingkat kekerasan mendorong pemerintah menindak keras para pelaku kekerasan. Pihak berwenang di wilayah ini telah menangkap atau menghukum puluhan tersangka dalam beberapa pekan terakhir karena menyebarkan propaganda ekstrimis, memiliki senjata yang dilarang dan kejahatan lainnya.

China juga telah mengeksekusi lebih dari selusin orang yang melakukan serangandi wilayah tersebut awal bulan ini dan tiga lainnya karena menyerang Tiananmen Square, pusatnya Beijing.

Turkestan Timur merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya dan terletak strategis di perbatasan Asia Tengah dan telah dilanda kekerasan selama bertahun-tahun. Kelompok Uighur yang diasingkan dan para aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa kebijakan represif pemerintah di wilayah tersebut sendirilah yang memprovokasi kerusuhan. Namun Beijing menyangkalnya. [ded412/news desk]

 

Obama Mengurungkan Penempatan Pasukan Tempurnya di Irak

IRAK (jurnalislam.com) – Barack Obama mengatakan bahwa pasukan AS tidak akan kembali ke dalam pertempuran di Irak tetapi ia menambahkan kami siap bila ada pilihan aksi militer di masa depan.

Presiden AS mengatakan pada hari Kamis (19-06-2014) bahwa perang tidak akan dapat menyelesaikan masalah di Irak. Pemerintah  Irak harus menghadapi perlawanan oleh kelompok – kelompok mujahidin dengan sendirinya.

"Kami tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah di Irak hanya dengan mengirimkan puluhan ribu tentara serta menghabiskan darah dan harta kami," kata Obama.

"Pada akhirnya, ini adalah sesuatu yang harus dipecahkan sendiri oleh rakyat Irak."

Namun Obama mengatakan negara itu siap mengirim hingga 300 penasihat militer ke Irak "untuk menilai apa yang dapat kita lakukan dalam melatih dan memberi saran terbaik untuk mendukung pasukan keamanan Irak."

Dia menambahkan bahwa AS siap "untuk menciptakan pusat-pusat operasi gabungan di Baghdad dan Irak utara serta berbagi intelijen dan mengkoordinasikan perencanaan untuk menghadapi ancaman mujahidin."

"Kami akan membantu pemerintah Syiah Irak untuk melawan mujahidin yang mengancam rakyat Syiah Irak, wilayah Iraq dan juga kepentingan Amerika,"  katanya.
 
"Kami siap untuk mengambil tindakan militer ketika kita menentukan bahwa situasi di lapangan membutuhkan itu." [ded412/Aljazeera]

 

Pemimpin Buddha Garis Keras Sri Lanka Ancam Akan Habisi Semua Muslim

SRILANKA (Jurnalislam.com) – Pemimpin Budha Sri Lanka Galagoda Atthe Gnanasara, mengancam akan menghancurkan umat Islam dan mata pencariannya serta meminta para pengikutnya untuk melawan umat Islam yang minoritas tersebut. Para pengikutnya lalu berteriak “ya!” mereka akan melakukannya.

Sekretaris Umum Gnanasara, Bodu Bala Sena dalam pidatonya yang menghasut dan menebar terori pada hari Senin mengatakan bahwa

"Jika satu marakkalaya (Muslim) meletakkan tangan di sebuah Sinhala, maka itu akan mengakhiri seluruh Muslim," ancamnya dalam pidato di depan kerumunan dan bersorak sebelum kerusuhan di Aluthgama.

Para biksu mengancam akan menghancurkan bisnis Muslim di Aluthgama, Beruwala dan tempat-tempat lain, serta menginstruksikan para pengikutnya untuk mengambil setiap label bertanda Halal dan membuangnya. Mereka juga meminta para pengikutnya untuk melawan kaum minoritas dan juga mengatakan bahwa partai politik telah menghancurkan Sinhala dan mendesak pengikutnya untuk bersatu dan mengambil alih semua yang dimiliki kaum muslimin ke tangan mereka.

Kelompok Buddha garis keras (Buddhist Force/BBS) dianggap bersalah atas kekerasan yang terjadi pada hari Ahad dan Senin (14-15/6/2014) malam di kota-kota selatan Alutgama dan Beruwala, sekitar 60 kilometer selatan dari Colombo.

Kerumunan pengikut Bodu Bala Sena di kota barat daya Aluthgama berubah menjadi bentrokan fisik pada hari Ahad ketika mereka mencoba melalui daerah mayoritas Muslim. Saksi mata mengatakan toko-toko milik Muslim dibakar dan masjid dirusak, sehingga menyebabkan banyak warga, terutama perempuan dan anak-anak bersembunyi. 

Editor : Amaif

Sumber : worldbulletin

Eks Pelacur dan Mucikari Dolly Mulai Ambil Dana Bantuan Sosial

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Para eks pelacur dan mucikari dolly mulai mengambil dana bantuan sosial untuk modal usaha di kantor Koramil Kecamatan Sawahan, Kamis (19/6/2014). Dibuka mulai pukul sembilan pagi sampai pukul tiga sore, petugas dari Dinas Sosial dengan sigap melayani pelacur dan mucikari yang datang.

Ancaman dari pihak preman agar eks pelacur dan mucikari Dolly tidak mengindahkan program pemerintah tampaknya tidak efektif. Terbukti mereka tetap datang untuk mengambil bantuan. Dari pemantauan tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU), para pelacur itu tidak datang sendirian, mereka ke kantor koramil Sawahan dengan berkelompok.

Walau lokasi pengambilan dana bantuan ini cukup dekat dengan lokalisasi Dolly, namun kondisi aman terkendali.

“Sejak pagi tadi tidak ada masalah kemanan di sekitar sini,” ungkap Sunarto selaku Paur Hartib Komb Garnisun di Koramil Kecamatan Sawahan.

Di hari pertama penyerahan modal usaha itu, sudah ada sekitar 40 orang pelacur yang mendapatkan modal sebesar Rp 5.050.000,- dalam wujud buku tabungan, sedangkan 22 mucikari menerima sebesar Rp 5.000.000,- tunai.

Dari keterangan Kasubag Penanggulangan Bencana biro Administrasi Kesra Setda Jawa Timur, Lilik Sri Utami, uang modal ini akan dipakai untuk berbagai jenis wirausaha.

“Rata-rata mereka (pelacur dan mucikari) mengaku ingin membuka peternakan unggas, warung jajanan, dan warung kopi,” ungkapnya.

Reporter : surya, eza (JITU)

Editor : Amaif

Mantan Preman Dolly: “Bergaul Dengan Orang Baik Membuat Kita Ikut Baik”

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pak Gatot namanya, seorang warga asli Surabaya yang pernah menjadi preman di lokalisasi Dolly. Sebagai preman, tak sulit bagi pak Gatot mengumpulkan uang banyak. Apalagi di lokalisasi Dolly ia dikenal sebagai preman yang punya pengaruh besar.

Dari pengakuannya kepada tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di sebuah showroom mobil di Surabaya tempatnya bekerja (19/06/2014), pak Gatot menggeluti dunia preman sejak tahun 1984.

“Separuh umur ini saya habiskan untuk bermaksiat,” ungkapnya dengan logat khas Surabayanya.

Namun pada tahun 2001, pak Gatot mendapat hidayah untuk bertaubat. Wasilah taubat ini datang dari seorang da’i bernama Khoiron Syu’aib, yang terkenal di Surabaya sebagai da’i spesialis daerah prostitusi.

“Saya ingat ketika itu Kiayi Khoiron datang saat saya sedang mabuk, beliau datang tidak untuk menceramahi saya, tapi justru membawa sebungkus berkat (makanan),” ujar pak Gatot.

Pendekatan halus yang dilakukan Khoiron Syu’aib akhirnya membuat pak Gatot luluh. Perlahan tapi pasti pak Gatot mulai meninggalkan dunia maksiat.

“Satu nasehat Kiayi Khoiron yang membuat hati saya berubah total, beliau bilang bahwa kekayaan tidak ada habisnya kalau dicari, kemiskinan juga tidak ada ujungnya jika di telusuri. Tapi yang namanya umur, pasti akan berhenti, dan bisa mendadak dicabut,” kenang pak Gatot.

Dari pengalamannya sebagai preman yang mendapat hidayah, pak Gatot berpesan bahwa pergaulan dapat menentukan baik buruknya seseorang.

“Bergaul dengan orang baik kita ketularan baik, begitu juga sebaliknya,” kata pak Gatot.

Kini, setelah keluar dari dunia preman, pak Gatot bekerja di sebuah showroom jual beli mobil di Surabaya.

“Dulu waktu saya jadi preman, uang itu datang sendiri, sekarang mesti bersusah payah dulu. Tapi inilah bentuk taubat saya, semoga Allah menerima,” ungkapnya.

Reporter : surya, eza, JITU

Editor : Amaif