Surat Terbuka Majelis Mujahidin Menggugat Rezim Jokowi-JK

Mengingat:

Pemerintahan Presiden Joko Widodo belum mencapai 100 hari berlangsung, sejak pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2014, namun kebijakan yang dikeluarkan telah menimbulkan gejolak di masyarakat. Presiden yang tampil merakyat, ternyata kebijakannya menyengsarakan rakyat. Sementara para Menteri Kabinet Kerja melontarkan berbagai wacana yang meresahkan masyarakat, dan bersifat adu domba.

Sistem politik kenegaraan Indonesia adalah sistem presidensiel dalam negara hukum, bukan sistim otoritarianisme dalam negara komunis. Kekuasaan presiden dibatasi oleh undang-undang dan produk hukum Negara.

Negara Indonesia adalah Negara Berketuhanan Yang Maha Esa, maka tidak dibenarkan membuat aturan yang bertentangan dengan agama, tidak diperkenankan melakukan penodaan terhadap agama, atau mengintimidasi umat beragama.

Menimbang:

Perintah Allah Swt di dalam Qs. Ali ‘Imran ayat 159 dan Qs. Asy‑Syura ayat 38, tentang kewajiban kaum muslimin untuk bermusyawarah di dalam menjalankan urusan kemasyararakatan, pemerintahan dan kenegaraan.

Larangan Allah Swt. di dalam Qs. Al‑Isra’ ayat 16 bahwa tidak boleh memberi peluang kepada orang‑orang yang lebih mengutamakan kepentingan duniawi dan mengabaikan penegakan hukum‑hukum Allah, dan menelantarkan rakyat di dalam memimpin negara dan pemerintahan.

UUD NRI tahun 1945 Bab XA tentang HAK ASASI MANUSIA, pasal 28I dan 28J

Pembukaan UUD NRI tahun 1945 dan Bab XI tentang AGAMA, pasal 29 ayat (1) dan (2). Dan UUD NRI tahun 1945 Bab III tentang KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA, pasal 4 jo pasal 7A ayat (1), jo pasal 9 ayat (1)

UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003, Bab II tentang DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN, pasal 3 dan Bab III tentang PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN, pasal 4.

Memperhatikan:

Kegelisahan sosial masyarakat atas kebijakan Presiden Jokowi yang menaikkan harga BBM dan TDL (Tarif Dasar Listrik) sangat membebani hidup rakyat.

Pengkhianatan Presiden Jokowi terhadap rumusan resmi Pancasila 18 Agustus 1945, dan bersikeras menggunakan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai gantinya, berarti direks dan indireks telah melakukan upaya kudeta ideologis. Dalam visi dan misi pemerintahannya, Presiden Jokowi menjadikan Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti  sebagai ideologi penuntun, penggerak, pemersatu perjuangan dan bintang pengarah bangsa Indonesia. Hal ini merupakan penyimpangan ideologi sekaligus ketidaktaatan terhadap kewajiban memegang teguh UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, sebagaimana sumpahnya saat dilantik sebagai Presiden RI.

Adanya indikasi kuat intervensi asing, antara lain Amnesty Internasional untuk memarginalisasi peran Agama dalam bernegara, dengan usulan mencabut UU Penodaan Agama, sehingga mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

Kebijakan dan wacana para Menteri Kabinet Kerja Jokowi yang mengindikasikan hendak menghidupkan komunisme di Indonesia, dengan menumbuh suburkan paham sesat, menyebarkan wacana yang bersifat adu domba antar umat beragama dan kelompok masyarakat, seperti:

a.     Mendagri Tjahjo Kumolo menyebarkan wacana pengosongan kolom Agama dalam E-KTP yang meresahkan rakyat beragama, dengan wacana penghapusan UU Penodaan Agama, SKB Tiga Menteri tentang pendirian rumah ibadah, dan UU Anti Komunisme.

b.     Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan ingin mengevaluasi proses belajar mengajar di kelas, dan akan merevisi tata cara  berdo’a yang tidak didominasi ajaran Islam. “Saat ini, kita sedang menyusun, tatib (tata tertib) soal aktivitas, bagaimana memulai dan menutup sekolah, termasuk soal do’a yang menimbulkan masalah,” kata Anies di kantornya beberapa waktu lalu. “Sekolah negeri harus mempromosikan sikap Ketuhanan Yang Maha Esa bukan satu agama,” katanya lagi. Sikap Mendikbud ini aneh, memisahkan antara agama dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Bukankah berdo’a dianggap urusan pribadi? Di masa orde lama, Presiden Soekarno bahkan gembong Komunis Aidit sekalipun, tidak mempersoalkan tata cara do’a.

c.     Menag Lukman Hakim Saifuddin menganggap Bahai sebagai agama, dan melestarikan berbagai aliran sesat, termasuk sekte Syi’ah, Ahmadiyah, yang sudah dinyatakan sebagai aliran sesat oleh MUI dan surat edaran Departemen Agama RI.

d.     Pernyataan Ditjen Bimas Islam Machasin yang intoleran, menyerukan pemakaian atribut Natal bagi karyawan muslim di perusahaan milik non Islam.

e.     Pernyataan Ketua BNPT Saud Usman Nasution bahwa, “Terorisme di Indonesia tidak akan berhenti sampai cita-cita para teroris mendirikan Negara Islam tercapai.” Mengaitkan Islam dengan terorisme, merupakan penghinaan terhadap umat Islam.

f.      Pernyataan diskriminatif Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Mubarok, tentang perlunya penataan izin rumah ibadah, termasuk pula materi khutbah yang dilakukan pada ruang publik. “Agar khutbah itu lebih menyejukkan. Tidak mengeluarkan materi yang memancing amarah dan lainnya,” paparnya. Pengaturan materi khutbah ini membuka kembali memori umat Islam ke era Orde Baru, saat itu pemerintah Soeharto mengawasi dan menindak tegas para ulama dan da’i, bahkan politisi dan sastrawan di bawah UU Subversif.

g.     Pernyataan mantan penasihat Tim Transisi KH. Hasyim Muzadi: “Sudah saya ingatkan bahwa ide ini akan membebani pemerintahan Jokowi-JK sebagai pemerintahan yang terkesan pelan-pelan tidak mempedulikan agama. Menurutnya, keinginan pengosongan kolom agama dalam KTP berasal dari kelompok yang sepertinya beragama tapi sesungguhnya tidak beragama. Pemerintahan Jokowi-JK saya harap hati-hati, karena hal-hal seperti ini sesungguhnya tidak berguna bagi bangsa, tidak berguna pula untuk seluruh umat beragama di Indonesia,” katanya di depan wartawan di Jakarta pada 11 November 2014 lalu.
 

Memutuskan:

Menuntut Presiden Joko Widodo mempertanggung-jawabkan secara konstitusional terhadap visi misinya “Meneguhkan kembali jalan ideologis”, menjadikan Pancasila 1 Juni 1945 dan Trisakti sebagai ideologi penuntun, penggerak, pemersatu perjuangan dan sebagai bintang pengarah bangsa Indonesia.

Menuntut Presiden Joko Widodo agar menghentikan segala kebijakan yang menyengsarakan rakyat, dan mengontrol para pejabatnya agar tidak menyebarkan opini atau wacana yang mendiskreditkan agama dan umat beragama, sehingga memberi peluang munculnya paham anti agama serta sikap liberal dalam beragama.

Majelis Mujahidin menyerukan kepada DPR RI dan MPR RI untuk segera melakukan langkah-langkah konstituisional(impeachment) terhadap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla, apabila Presiden Joko Widodo tidak mau melaksanakan poin pertama dan kedua di atas, untuk menghindari kekacauan pemerintahan serta konflik horizontal di masyarakat.

Menyerukan kepada TNI dan seluruh rakyat Indonesia untuk segera menghentikan kebijakan anti agama rezim Jokowi-Kalla serta wacana yang tendensius sebelum terjadi bencana besar bagi bangsa Indonesia, sebagaimana pernah  terjadi pada 30 September 1965 yang terkenal dengan peristiwa G 30 S/ PKI.

Yogyakarta, 19 Shafar 1436 H/11 Desember 2014

Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

Irfan S. Awwas                                                   M. Shabbarin Syakur
Ketua                                                                    Sekretaris

Menyetujui :

Al-Ustadz Muhammad Thalib
Amir Majelis Mujahidin

          
Tembusan-tembusan:
1.     MPR RI
2.     DPR RI
3.     Menteri-menteri
4.     Mahkamah Agung
5.     Pimpinan pusat Partai-partai politik
6.     MUI Pusat
7.     Pimpinan pusat Ormas
8.     Media massa

 

Ally | Jurniscom

Hamas: Kami Kembangkan Terus Senjata Perlawanan

GAZA (Jurnalislam.com) – Gerakan perlawanan Hamas menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan senjata perlawanan untuk menghadapi penjajah Zionis. Pernyataan ini diungkapkan Hamas dalam peringatan tahun ke 6 Perang Al-Furqon sejak tahun 2008 lalu.

Dalam keteranganya yang berhasil dihimpun pusat Infopalestina, Sabtu (27/12/2014) Hamas mengatakan, hari ini tepat delapan tahun lalu, Zionis menggelar agresinya ke Gaza, membantai rakyat Palestina. Ribuan orang meregang nyawa jadi korban kebidaban Zionis. Saat itu, untuk pertama kalinya, ratusan pemuda, mahasiswa, kepolisian dan para mujahid Gaza bahu membahu melakukan perlawanan terhadap kekejian Zionis yang berusaha menundukan tekad bangsa Palestina terus melakukan perlawanannya, dimpimpin gerakan Hamas.

Dan dengan izin Allah, Hamas dan perlawanan lainya mampu memberikan perlawanan dan memaksa Zionis hengkang lari tunggang langgang dengan aib di jidat bersama para komparador dan antek-anteknya baik di tingkat regional maupun internasional. Hamas juga berhasil menolak semua bentuk pemerasan dan inisiatif serta persyaratan yang ditekankan pada Hamas untuk melucuti senjata serta berjanji untuk meninggalkan perlawanan.

Perang Alfurqon adalah perang pembeda yang berhasil memisakan antara zaman Arab dengan zaman kemenangan serta kemuliaan. Hamas telah berhasil memberikan contoh pionir dalam kesabaran dan tak kenal menyerah. Hamas berhasil mengimbangi kekhawatiran dengan kepercayaan diri pada bangsa ini yang mulai mengkritik hegemoni Zionis-Amerika di kawasan.

Dalam kesempatan ini, Hamas menyampaikan penghormatanya kepada para syuhada perlawanan, seperti pemimpin senior Hamas, Nazar Royan dan Said Shiyam. Mereka telah menyerahkan jiwa dan raganya untuk kemenangan dalam perang “Batu Neraka” hingga Daun Rafuh.

Dengan ini, Hamas menegaskan, pihaknya tidaka akan menanggalkan senjata apapun yang terjadi. Bahkan pihaknya akan terus mengembangkan senjata ini untuk menjadi penyeimbang melawan Zionis. Kami tegaskan, bangsa Palestina tidak akan pernah lupa kejahatan Zionis dan tidak akan membiarkan kejahatan ini terus berlangsung tanpa pembalasan.

Ally | InfoPalestina | Jurniscom

Akibat Ulah Penjajah Israel, Halaman Masjidil Aqsha Ambles Sedalam 2 Meter

AL-QUDS (Jurnalislam.com) – Tanah ambles sedalam dua meter di halaman al-Barraq di dalam gerbang Maghareba Masjid Aqsa di Al-Quds akibat dari jaringan terowongan yang digali oleh penjajah Israel di bawah masjid Al-Aqsha, Jum’at (26/12/2014).

Seperti dilaporkan Palinfo.com, sumber-sumber lokal mengatakan tidak ada korban di antara jama’ah yang biasanya memadati tempat suci itu pada hari Jum’at untuk melaksanakan shalat.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa penyebab runtuhnya tanah tersebut akibat penggalian yang terus menerus di bawah Masjid Al-Aqsha.

Mereka menuduh bahwa IOA berharap bahwa penggalian tersebut akan menyebabkan runtuhnya seluruh bangunan masjid Al-Aqsha sebagai jalan bagi pembangunan Temple Mount.

Ally | Palinfo | Jurniscom

5 Alasan Diturunkannya Bencana, Sebuah Refleksi di Akhir Tahun

Dalam sebuah hadis Shohih, Imam Ibnu Majah meriwayatkan, dari Abdullah bin Umar bin Khatthab ia berkata,

”Aku adalah salah seorang dari sepuluh keluarga muhajirin yang berada di rumah kediaman Rasulullah, lalu beliau menghadapkan wajahnya kepada kami, “Wahai kaum Muhajirin!! Sesungguhnya ada lima perkara dan aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menemuinya.

Beliau bersabda, 

Pertama, tidaklah muncul perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka melakukannya secara terus terang kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka wabah dan berbagai penyakit (thoun) yang belum pernah menimpa kepada orang-orang sebelum mereka.

Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangannya niscaya mereka akan ditimpa dengan tandusnya tanah, paceklik sepanjang tahun serta berkuasanya penguasa-penguasa zhalim.

Ketiga, dan tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat hartanya kecuali Allah akan menimpakan bencana yang tidak diturunkannya hujan dari atas langit kepada mereka dan kalaulah bukan karena binantang ternak niscaya Allah akan menahan turunnya hujan selama-lamanya.

Keempat, tidaklah suatu kaum mengingkari janji antara mereka dengan Allah dan Rasul-Nya melainkan Allah akan mendatangkan musuh-musuh yang bukan dari golongan mereka lalu merampas sebagian harta yang ada di tangan mereka.

Kelima, dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitab Allah dan tidak memilih yang terbaik dari apa yang Allah turunkan kecuali Allah turunkan kepada mereka kesengsaraan (perpecahan) di antara mereka.”

(HR. Ibnu Majah)

Video Salim at Tamimi, Stimulus Baru Proyek Perang Lawan Terorisme di Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Video ancaman seorang anggota Islamic State (IS) kepada TNI, Densus 88, dan Banser Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dinilai akan menjadi stimulus baru bagi proyek perang melawan terorisme dalam bentuk regulasi dan penindakannya di Indonesia. Pandangan ini disampaikan oleh pengamat kontra-terorisme Harits Abu Ulya dalam rilisnya kepada Jurniscom, Sabtu (27/12/2014).

Menurut Harits, sisi lain di Indonesia ada situasi psikologis politik keamanan untuk segera menetapkan IS sebagai ancaman serius diluar al Qaidah dan mempidanakan pendukungnya.

“Dan tindakan Salim Penceng seperti "berkah" yang bisa diolah menjadi stimulus kepentingan proyek kontra-terorisme di Indonesia mendapat legitimasi kuat dimanesfestasikan dalam bentuk regulasi dan penindakan,” kata Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu.

“Video Salim membuat isu IS mendapatkan momentumnya kembali,” tegasnya.

Namun, Harits menghimbau pemerintah dengan aparat TNI dan Polrinya tidak perlu paranoid lalu kemudian bercerita demikian besarnya ancaman ISIS bagi keamanan dan kedaulatan Indonesia hanya berdasarkan statemen pribadi seorang Salim Penceng.

Bagi Harits, video tersebut tidak lebih adalah narsisme seorang Salim dengan sebuah impian untuk Indonesia. “Statemen salim belum tentu representasi dari Islamic State,” ujarnya.

Karenanya, pemerintah tidak perlu inferiority hingga membuat sikap tidak proporsional atas langkah beberapa individu seperti Salim Penceng. “Kalau kucing tidak perlu dianggap harimau,” tegasnya.

Aparat intelijen Indonesia yang berserak di BIN, BAIS, Kepolisian dll dinilainya telah gagal jika tidak bisa membaca peta kekuatan sesungguhnya dan menakar secara akurat potensi ancaman yang ditebar lewat Youtube tersebut semisal statemen Salim Penceng.

“Kecuali semua potensi ancaman itu sebatas dimonitoring dan dibiarkan kemudian dikelola menjadi sebuah isu sedemikian rupa untuk melegitimasi sebuah proyek keamanan dengan judul war on terrorism in Indonesia,” tambahnya.

Pernyataan Salim Penceng, kata Harits, berhadapan dengan realitas keindonesiaan yang kompleks. “Bukan hal sederhana seperti membalik tangan untuk membuktikan apa yang ia ucapkan,” pungkasnya.

Salim Mubarok at Tamimi alias Abu Jandal al Yamani al Indonesi atau yang lebih dikenal dengan Salim Penceng adalah pria keturunan Arab Yaman fam Tamimi kelahiran Pasuruan Jawa Timur. 

Ally | Jursniscom

Besok, Komunitas #TebarHijab Akan Bagi-bagi Hijab di CFD

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Lebih Baik Menyalakan Lilin daripada Mengutuk Kegelapan.

Sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya pakaian minim yang tak sesuai aturan zaman sekarang. Kami selaku pemuda pemudi Muslim dari komunitas Tebar Hijab (TH) mengundang Abang dan Kakak Semua untuk meramaikan aksi Bagi Bagi Hijab gratis dan edukasi tentang jilbab, serta sharing manfaat.

Acara Tebar Hijab akan diadakan Pada Car Free Day Hari Minggu setiap minggu ke-4 :

Tanggal 28 Desember 2014
Pukul 06.00 – Selesai.

Titik Kumpul di Depan bank UOB. Dresscode Bebas asal sopan

Donasi Berupa Hijab dapat dibawa saat acara pembagian berlangsung atau hubungi Contact person/korlap

Donasi uang Transfer ke rekening:
BCA 3452511221 A/N Nur Aini Dwi

Berbagi mengundang rahmat Allah dan menjadi sebab Allah buka pintu rezeki. Rasulullah bersabda kepada Zubair bin al-Awwam: “Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki hamba itu ditentang Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.” H.R. ad-Daruquthni dari Anas r.a. 

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)  lagi Maha Mengetahui” (Qs Al-Baqarah 268).

Acara ini terselenggara dengan didukung Oleh :

@AntiLiberalNews
@GAULtapi_ISLAMY
@Muslimah_Talk
@sobat_loversh
@HijabiSy
@tausiyahku
@PejuangSubuhTNG
Dibantu juga oleh beberapa Komunitas Pemuda Islam Lainnya, bagi komunitas lain yang ingin bergabung silahkan hubungi 087778087809

Korlap : Abu Kepo ( 087778087809 )
Contact Person : Bento ( 0813 8675 9932 )

Bagi relawan akhwat yg mau bergabung silahkan join di grup whatsapp untuk diberikan pengarahan, hubungi kak vita ( 081284757195 )

‪#‎TebarHijabTwitter‬ : @TebarHijab
Facebook : facebook.com/TebarHijab

Mari ikut berpartisipasi dan bantu sebarkan pesan ini

Jazakumullah khairan katsiran

King Suleiman dan Penyesatan Sejarah

PERKEMBANGAN teknologi sudah semakin canggih, begitu pun dengan teknik-teknik film besutan sutradara-sutradara terkenal. Kemajuan teknologi bisa dianggap menjadi baik dan buruk, tergantung dari si pemakai. Bagi pemuja kebebasan, pembuatan film bisa digunakan ajang kebebasan berekspresi, tak peduli baik ataupun buruk.

Begitu pun dengan berbagai tayangan di layar kaca, sungguh sangat membuat kita prihatin. Sebagai umat muslim, begitu banyak tayangan-tayangan yang menyudutkan kehidupan umat. Lebih parahnya kaum muslimin terlena dan asyik dengan tayangan-tayangan yang sejatinya merusak akidah umat.

Sebut saja tayangan boolywood; Mahabarata, Jodha Akbar, Ramayana, Mahadewa, dan yang baru tayang King Suleiman. Serial King Suleiman yang mulai tayang Senin (22/12/2014) di salah satu televisi swasta, serial ini menceritakan Sultan Suleiman Al-Qanuni. Film serial ini menuai protes umat Islam. Sejatinya hati umat Islam tersakiti dengan tayangan ini.

Konon film ini di Turki dilarang tayang bahkan Presiden Turki Racep Tayyep Erdogan mengecam film tersebut ketika ditayangkan di Turki akhir 2012 lalu. Yang menjadi pertanyaannya mengapa justru di negeri ini tayang dengan berbagai dalih ?

Tidak sesuai Fakta Sejarah

Sejarah umat Islam pernah berjaya di masanya, tapi dalam serial ini terlalu banyak memasukkan unsur-unsur fiktif yang bertolak belakang dengan sejarah sebenarnya. Yang lebih menonjol dalam serial ini adalah unsur tahta, harta, dan perempuan.

Dalam kisah tahta, dalam serial ini Sultan Suleiman dikisahkan sebagai sosok pemimpin yang angkuh. Padahal jika kita bercermin dari sejarah sosok Sultan Suleiman Al-Qanuni adalah sosok pemimpin yang bijaksana dalam bertingkah laku, terutama dalam mengambil keputusan. Karenanya beliau terkenal sebagai pemimpin yang disegani.

Dikisahkan dalam Daulah Ustmaniyah para perempuan ini mengumbar aurat secara bebas. Apakah Islam mengajarkan umbar aurat? Tentu saja jawabannya tidak! Lebih ironisnya lagi tayangan ini mempertontonkan adegan-adegan Sultan yang berganti-ganti pasangan perempuan yang menemaninya tidur. Tidak hanya itu banyak adegan tidak senonoh seperti tarian erotis dan adegan ranjang. Jika kita berpikir waras apakah seorang sultan yang menjunjung tinggi Syariat Islam akan dengan sengaja menonton tarian-tarian erotis, yang tentu saja para penarinya adalah bukan mahromnya? sekali lagi jawabannya tentu tidak!

Secara kasat mata saja sudah terlihat, bahwa film ini memang sengaja menyudutkan Islam. Padahal, pada zaman Sultan Suleiman Al-Qanuni (1520-1566), Daulah Ustmaniyah menerapkan undang-undang (qanun) yang diadopsi dari syariat Islam, yang tentu saja mewajibkan perempuan Muslimah berjilbab (menutup aurat).

Merusak Citra Daulah Islamiyah

JIKA ada kalangan yang menilai bahwa serial film King Suleiman ini hanyalah tayangan hiburan semata, hal ini tidak begitu saja dikaitkan dengan pikiran yang sederhana. Nyatanya tayangan di layar kaca mampu membentuk persepsi jutaan penonton terhadap kisah yang difilmkan. Masyarakat yang konsumtif tentu akan mengadopsi apapun yang ditampilkan dilayar kaca. Sebagai contoh, saat film serial Mahabarata dan Mahadewa mampu menyedot anak-anak untuk menontonnya. Bahkan ironis saat ditanya “siapa yang menurunkan hujan?” jawabannya adalah “Dewa Indra”. Tidak hanya anak-anak yang menjadi korban, tapi kaum perempuan pun berbondong-bondong mendewakan sosok idola mereka seperti “Arjuna” dalam film Mahabarata.

Jika suatu film yang ditayangkan tidak sesuai sejarah yang sesungguhnya, maka ini sudah terkategori penyesatan informasi dan pembohongan publik. Relakah kita sebagai umat Islam sejarah peradaban emas Kehilafahan Turki pada masa Sultan Suleiman Al-Qanuni dinodai oleh sekelompok orang yang menebar kebencian pada Islam, dengan membuat film yang merusak citra Daulah Khilafah? Begitu bangganya kita umat Islam masa keemasan itu hingga berkembangnya dakwah ke tiga benua.

Tidak hanya umat muslim terkena hasutan film ini dengan mengenal sosok pemimpin/khalifah yang begitu dekat dengan slogan harta, tahta, dan wanita, tetapi orang-orang kafir pun bisa mengambil kesimpulan bahwa Islam adalah seperti apa yang difilmkan. Jika persepsi itu yang muncul, dakwah Islam akan terhalang karena mereka akan menutup diri terhadap penjelasan-penjelasan yang datang dari Islam.

Dukungan dari Pemuja Kebebasan

Beredarnya film ini tidak lepas dari sepak terjang para pemuja kebebasan, yang sejatinya mereka membenci Islam. Mereka menabur kebencian, hasutan pada umat agar membenci agamanya sendiri. Di era kekuasaan kapitalisme, liberalisme, sekularisme semuanya serba bisa ditayangkan. Kita kaum Muslimin untuk menjaga akidah, harus mengupayakannya dengan segala kekuatan di tengah himpitan faham para pemuja kebebasan.

Ketika pemuja kebebasan yang berkuasa menganggap bahwa sejarah kekhalifahan Ustmaniyah harus dikubur, dan diganti dengan versi mereka. Dan mereka mengganggap waktu yang tepat untuk menimpakan kesalahan pada Islam.

Semestinya sejarah peradaban emas menjadi motivasi untuk generasi penerus agar meneladani sifat dan prilaku para Khalifah, bukan sebaliknya mengaburkan sejarah dengan kebohongan. Saat ini umat muslim sudah seharusnya saling mengingatkan dalam kebaikan – amar ma’ruf nahi mungkar. Dan seharusnya negara yang melindungi akidah umat dalam berbagai serangan pemikiran, terutama dalam tayangan-tayangan yang tidak mendidik yang justru merusak. Wallahu A’lam Bish-Shawaab.

www.ummughiyas.blogspot.com

Serangan Mujahidin al Shabaab Berhasil Tewaskan 17 Pasukan Salib Uni Afrika di Mogadishu

MOGADISHU (Jurnalislam.com) – Mujahidin al Shabaab Somalia menyatakan Pasukan Elit mereka telah berhasil membunuh 17 tentara Uni Misi Afrika Somalia (AMISOM)  dalam serangan Hari Natal di base camp terbesar AMISOM di Mogadishu, Jumat (26/12/2014).

Tandzim jihad Afiliasi Al Qaidah ini juga mengancam akan melancarkan serangan tambahan ke pasukan koalisi Afrika yang dikerahkan di wilayah konflik di Somalia.

"Serangan ini mengirimkan pesan yang jelas bagi tentara salib dan tentara bayaran Afrika Barat," kata Al-Shabaab dalam sebuah pernyataan. "Anda tidak akan menemukan tempat yang aman di tanah Muslim Somalia," tambahnya.

Al Shabaab, yang telah lama memerangi pasukan pemerintah dan Uni Afrika, menambahkan bahwa serangan terhadap base camp Halane dilakukan sebagai pembalasan atas gugurnya salah satu pemimpin mereka Sheikh Mukhtar Abu Zubeyr dan atas ratusan nyawa umat Islam yang tewas di tangan tentara AMISOM.

Selain itu, al Shabaab juga mengatakan bahwa dua orang Barat yang disebut sebagai "tentara bayaran putih", juga telah tewas dalam serangan pada hari Kamis.

Al Shabaab mengakui bahwa beberapa mujahidinnya gugur dalam serangan itu, sementara yang lainnya telah kembali dengan selamat dan siap untuk operasi berikutnya. "Tunggu kedatangan kami lagi," kata seorang mujahidin.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Erdogan Desak Negara Eropa atasi Islamophobia

TURKI (Jurnalislam.com) – Eropa harus membersihkan diri dari sikap Islamofobia dan rasisme dalam wilayah mereka sendiri sebelum mencoba memberikan pelajaran tentang demokrasi diTurki, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan Jumat kemarin (26/12/2014).

“Kami bukan negara yang pantas didikte oleh Eropa,” kata Erdogan dalam pidatonya pada simposium Serikat Konfederasi Pegawai Negeri di Ankara.

“Kami tidak mau menjadi kambing hitam Eropa. Hari-hari tua Turki telah berakhir,” tegasnya.

Seperti dilaporkan Anadolu Agency, Presiden Turki juga mengecam kritikan Barat terhadap Turki terkait penahanan beberapa tokoh media dan pejabat polisi.

Erdogan mengatakan, ada tindakan serupa di Eropa dan Amerika Serikat di mana beberapa wartawan juga ditahan di sana.

“Mereka tetap diam sementara itu terjadi di negara mereka sendiri. Mereka memilih untuk menyembunyikan fakta bahwa wartawan ekspatriat tewas di Israel. Tapi mereka tidak pernah ragu untuk menggunakan orang-orang yang ditahan di Turki untuk kegiatan mereka mengecam Turki,” jelas Erdogan.

“Kami telah ditipu oleh mereka yang menggambarkan diri mereka sebagai teman-teman kami,” tandas Erdogan.

Ally | Jurniscom

Penjajah Israel Tangkap 18 Warga Palestina, Tembak 1 anak di Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel menangkap 18 warga Palestina. 15 orang diantaranya ditangkap di kota Azzon dan 3 lainnya di al Quds, Jumat (26/12/2014). Tentara zionis masuk ke rumah-rumah mereka dan mencari mereka.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel menyerbu kota pada pukul 02:00 dini hari waktu setempat setelah mereka menutup empat pintu masuk dan memberlakukan penjagaan yang memblokade kota.

Sedangkan di Gaza utara tentara zionis menembak seorang anak muda Palestina ketika berusaha menyeberangi pagar benteng. Tentara zionis menembak anak itu di kakinya. Menurut sebuah stasiun radio Israel, anak tersebut kemudian ditangkap.

Pada hari Kamis, militer zionis mengklaim bahwa anak-anak Palestina melemparkan dua bom molotov ke mobil pemukim Israel di wilayah Qalqilya dan berhasil melukai salah satu penumpang dengan luka bakar serius, sementara yang lain terluka ringan.

Deddy | PNN | Jurniscom