LPAI Serukan Jember Bebas Maksiat

JEMBER (Jurnalislam.com) – Menghadapi kemaksiatan yang merajalela dan menjamurnya prilaku asusila di kalangan remaja, Lajnah Pembinaan Akhlak Islam (LPAI) Kabupaten Jember mengadakan pertemuan dan dengar pendapat dengan berbagai pihak. Beberapa pihak yang hadir diantaranya Dinas kesehatan Jember, Dinas Sosial, Polres Jember, dan Front Pembela Islam.

Acara yang digelar pada hari Jum'at 23 Mei 2015 ini, berlangsung di Masjid Pondok Pesantren Al Azhar, Kranjingan, Kabupaten Jember. Acara di hadiri oleh jajaran Muspida Kabupaten Jember ini di mulai setelah sholat Jum'at dan dihadiri oleh kurang lebih 100 jama'ah.

Dalam pemaparannya, Yumarlies M.M dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menjelaskan tentang seluk beluk HIV/AIDS serta upaya pencegahan yang dilakukan dari tingkat kota hingga desa.

Menanggapi pemaparan tersebut, K.H Hamid selaku ulama sekaligus Pengasuh Pondok pesantren Al Azhar, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pemberantasan kemungkaran di daerah Jember, mengingatkan agar dinkes tidak salah langkah dalam penanganan. Beliau mencontohkan dengan adanya kondomisasi, yang justru tidak mencegah malah membuka celah besar untuk zina yang itu termasuk dosa besar.

Pemaparan berikutnya adalah dari kepala Dinas Sosial, oleh Bapak Eko Heru Sunarso, yang menjelaskan tentang bahaya kejahatan seksual sebagai penyakit sosial ranking atas yang tengah membidik kalangan usia pelajar di Jember. Ditambah lagi kambuhnya eks mucikari dan PSK lokalisasi Puger yang beroperasi kembali.

Eko mengatakan bahwa dinsos sulit menuntaskan kompleksnya penyakit masyarakat ini tanpa bersinergi dengan banyak pihak. "Dinsos sudah menjalin kerjasama dengan pihak akademisi, dan masih membuka upaya kerjasama dengan ulama serta ormas-ormas yang peduli," ujarnya.

Sementara itu, ketua FPI Jember Gus Muhammad Faizin, menyampaikan informasi terkait temuan peredaran obat terlarang yang merambah dunia pendidikan agar segera ditindak tegas agar dampaknya tidak merusak akhlak generasi bangsa.

Sedangkan dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember, menyampaikan terima kasihnya atas info perilaku asusila yang marak baik yang terang-terangan di public area maupun dengan modus warung remang-remang dan akan segera melakukan penindakan dengan berkoordinasi dan melibatkan pihak-pihak terkait.

Di akhir forum, pihak kepolisian yang secara langsung disampaikan oleh Kapolres Jember, AKBP Sabilul Alif, menyampaikan pentingnya iman dan moral dari aparat penegak hukum. "Pemimpin yang beriman akan bisa meluruskan dan mengarahkan manakala anggotanya menyimpang," ujar Kapolres Jember yang baru lima bulan menjabat itu.

Forum Diskusi ini adalah kegiatan rutin bulanan dari Lajnah Pembinaan Akhlak Islam (LPAI) yang dibina langsung oleh KH Hamid Hasbullah. Forum yang sudah berdiri 8 tahun ini merupakan bentuk kepedulian ulama terhadap perbaikan akhlak dari beragam pengaruh maksiat yang semakin gencar menyerang masyarakat.

"LPAI berharap agar aparat pemerintah dan aparat keamanan serta semua masyarakat memberi dukungan nyata agar Jember benar-benar terbebas dari maksiat yang keberadaannya bisa mengundang turunnya azab Allah," tutur Kyai Hamid.

Reporter: Budi, Nanang | Editor : Ally | Jurniscom

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.