Menag Klaim Qari Internasional Tak Menyalahkan Bacaan Al Qur’an Langgam Jawa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengklaim bahwa qari-qari internasional tidak menyalahkan pembacaan Al Qur'an dengan langgam jawa. 

Namun Lukman tidak menyebut nama qari-qari yang menjadi juri dalam acara Musabaqah Hafalan Qur'an se-Asia Pasifik pada tanggal 22 – 26 Maret 2015 di Masjid Istiqlal. 

Pada saat itu, kata Lukman, qira'at dengan langgam jawa diperdengarkan. Dalam acara penutupan, lanjutnya, ia mencoba mencari tahu bagaimana respon para juri-juri internasional itu.

"Mereka merasa kaget, aneh, ini sesuatu yang baru pertama kali mereka dengar. Tapi ketika saya tanyakan apakah ini salah? Dua orang yang saya tanya, mereka mengatakan, sulit bagi saya untuk menyalahkan ini, tapi yang jelas ini sesuatu yang aneh yang baru saya dengar," kata Lukman mengutip jawaban juri Musabaqah Hafalan Qur'an se-Asia Pasifik itu.

Lukman juga mengaku pembacaan Al Qur'an langgam jawa pada acara peringatan Isra Miraj di Istana Negara itu adalah idenya.

"Jadi ini murni sesungguhnya adalah ide saya, keinginan saya. Jadi sama sekali tidak ada politik, apalagi jawanisasi dan lain sebagainya," jelasnya di hadapan sejumlah perwakilan ormas Islam yang menemuinya dalam rangka audiensi dan dialog tentang "Penyimpangan pembacaan Al Qur'an dengan langgam jawa" di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Selain itu, Lukman juga menjelaskan tujuan pembacaan Al Qur'an dengan langgam jawa itu hanya sekedar ingin memperdengarkan bahwa ada bacaan Al Qur'an yang khas Nusantara.

"Jadi sama sekali tidak jawa, kebetulan yang ada ini langgam jawa. Ini bisa menginspirasi bahwa budaya di Indonesia itu sebenarnya sudah jauh beratus-ratus tahun yang lalu bisa menerima nilai-nilai Islam dengan sangat baik, dengan penuh kedamaian. Jadi sebenarnya pesan ini yang ingin disampaikan," pungkasnya.

Reporter : Zul | Editor : Ally | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Gagas Bacaan Al Qur'an Berlanggam Jawa, Menag : "Astaghfirullahul'adzim"

Gagas Bacaan Al Qur’an Berlanggam Jawa, Menag : "Astaghfirullahul’adzim"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gagasan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin tentang pembacaan Al Qur'an dengan langgam jawa menuai protes dari banyak pihak. Karenanya, Lukman menyatakan dirinya beristigfar dan memohon ampun kepada Allah Swt.

"Astaghfirullahul'adzim, istigfar, bagian dari pertaubatan saya. Karena kita adalah manusia biasa yang jauh dari sempurna yang terkadang sulit untuk menghindari diri dari kesalahan dan kekhilafan," ucapnya saat ditemui sejumlah perwakilan ormas Islam di Kemenag, Kamis (28/5/2015) pagi.

Lukman mengatakan, pihaknya akan menjadikan pandangan ulama sebagai rujukan dari fenomena tersebut. "Pada akhirnya ulama-lah yang dijadikan acuan dan rujukan dari persoalan-persoalan keagamaan apalagi yang menyangkut persoalan syar'i," lanjutnya.

Selain itu, Lukman berterima kasih kepada tokoh-tokoh dari ormas Islam yang telah datang untuk mengingatkan dirinya. "Tentunya ini bukan yang terakhir, karena saya juga selaku menteri memerlukan forum-forum dialog seperti ini," ungkapnya.

Sejumlah perwakilan ormas Islam, pagi ini, Kamis (28/5/2015) mendatangi kantor Kemenag untuk beraudiensi dan dialog tentang "penyimpangan pembacaan Al Qur'an dengan langgam jawa". Ormas-ormas tersebut dari Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Dewan Dakwah Islamiya Indonesia (DDII) dll.

Reporter : Zul | Editor : Ally | Jurniscom

233 Pengungsi Asal Bangladesh di Aceh Utara Akan Segera Dipulangkan

ACEH (Jurnalislam.com) – Sebanyak 233 imigran Bangladesh yang diselamatkan Nelayan Aceh dan kini mendiami pengungsian sementara di beberapa titik di Aceh akan segera dideportasi (dipulangkan) dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan oleh perwakilan pemerintah tingkat Pemukiman (setingkat lurah ) Lapang, Aceh Utara, alhikmah.co melaporkan, Kamis (28/5/2015).

“Setelah kami rapat bersama pemda setempat, ada 233 orang Bangladesh di Penteut, mereka akan dipulangkan dalam waktu sangat dekat,” kata Zulkifli Ketua Mukim, atau yang akrab disapa Pak Mukim kepada tim jurnalis media Islam di pengungsian Rohingya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Lapang, Aceh Utara, Rabu (27/5/2015).

Menurut Zulkifli, imigran Bangladesh yang berada di pengungsian ini berbeda dengan pengungsi Myanmar. “Mereka kan ke sini untuk cari kerja, bukan untuk suaka politik seperti Rohingya,” kata Zulkifli..

Hal ini pun, menurut Zulkifli sudah disampaikan oleh Dubes Bangladesh yang datang pekan lalu ke tempat pengungsian. Seperti diketahui, ribuan warga Rohingya dan Bangladesh diselamatkan Nelayan Aceh dan kini tinggal sementara di pengungsian di Aceh. 

Ally | Alhikmah.co | Jurniscom

Operasi Azm : Serangan Istisyhad di Guest House, Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan syahid yang terbaru dalam "Operasi Azm", menghantam sebuah guest house yang sering dikunjungi oleh orang asing yang dapat menampung hingga 50 tamu asing bermalam di lingkungan dengan jaminan keamanan paling ketat, Wazir Akbar, di wilayah kota Kabul di mana beberapa kedutaan lainnya juga terletak, El Emarah News melaporkan hari Rabu (27/05/2015).

Sebuah tim Mujahidin Imarah Islam yang terdiri dari empat orang syahid, yaitu Shams ul Haq dan Rahimullah yang berasal dari Ghazni, Firoz ud Din dari Nuristan dan Burhan-ud-Din dari provinsi Laghman menyerbu guest house sekitar pukul 01:45 waktu setempat tadi malam, melancarkan serangan sepanjang malam.

Seorang pejuang heroik dari tim syahid meledakkan mobilnya yang bermuatan bom di gerbang guest house untuk memulai serangan, dan 3 pejuang syahid lainnya menyusul kemudian, menyerbu kompleks dengan senjata berat dan kecil dan mulai membidik penjajah asing yang tinggal di guest house.

Butuh waktu lima jam bagi Mujahidin untuk menjatuhkan atau melukai hampir semua penjajah asing di dalam guest house yang sebagian besar juga hancur akibat serangkaian ledakan dan tembakan oleh Mujahidin.

Kemudian, tiga pejuang yang terlibat dalam baku tembak dengan pasukan keamanan, tiba di lokasi serangan sebagai bala bantuan hingga dini hari.

Klaim musuh yang menyebutkan bahwa penyerang syahid tidak dapat masuk ke kompleks terbukti palsu karena dua alasan.

Pertama, ledakan besar yang dilakukan oleh Mujahid menggunakan mobil yang penuh bahan peledak, menghancurkan gerbang dan dinding serta pasukan keamanan di gerbang depan, sehingga sangat mudah untuk tiga Mujahidin lainnya untuk memasuki kompleks dan mencapai target.

Kedua, Mujahidin melakukan operasi sepanjang malam. Jika tim syahid Mujahidin tidak sibuk menargetkan orang asing dan melakukan ledakan serta baku tembak di dalam guest house, maka mungkin mereka hanya akan terus berputar-putar mencari akomodasi di guest house yang mewah tersebut untuk menghabiskan malam sambil menikmati menonton orang asing.

Siapa yang menderita korban paling fatal jika bukan penjajah asing? Mereka menderita kerugian akibat operasi selama lima jam yang melibatkan ledakan besar oleh kendaraan penuh bahan peledak dan diikuti 20 ledakan serta tembakan lain. Jawaban musuh yang logis untuk mengelak hanya satu yaitu bahwa Mujahidin melakukan operasi lima jam lamanya hanya untuk merobohkan dinding dan gerbang.

Mari kita katakan bahwa sudah menjadi kebiasaan musuh untuk menyembunyikan jumlah korban terutama yang melibatkan penjajah asing untuk menutupi rasa malu dan kekalahan.

Serangan profil tingkat tinggi di kota Kabul tersebut mengungkapkan kelemahan musuh dan kondisi pikiran mereka yang panik yang mengindikasi besarnya kekuatan Mujahidin yang menyerang mereka.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Koalisi Arab Serang Gudang Senjata Houthi, 36 Pasukan Komando Tewas

YAMAN (Jurnalislm.com) – Jet tempur koalisi Arab menyerang beberapa kota di Yaman saat organisasi bantuan kemanusiaan memperingatkan situasi yang memburuk.

Jet tempur menargetkan gudang senjata yang dikuasai Houthi di Fajj Attan, lingkungan yang menghadap ibukota Yaman, Sanaa, warga mengatakan pada hari Rabu (27/05/2015).

Serangan udara juga mengakibatkan sebuah pangkalan angkatan laut yang dikuasai pemberontak Houthi di provinsi al-Hudaydah di pantai Laut Merah rusak parah, kata warga.

Di tempat lain di Yaman, serangan koalisi menghantam provinsi utara Hajja, dekat perbatasan dengan Arab Saudi, kata saksi.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan Yaman mengatakan 36 pasukan komando polisi  pengikut Abdullah Saleh tewas dalam serangan udara yang menargetkan sebuah kamp polisi di Sanaa.

Kementerian, yang dikendalikan oleh Houthi sekutu Iran, mengatakan bahwa setidaknya 100 anggota kepolisian terluka dalam serangan hari Rabu.

Para pejabat keamanan mengatakan 150 tentara berada di kamp Sanaa yang dipimpin oleh komandan yang setia kepada Ali Abdullah Saleh sekutu Houthi, mantan presiden Yaman, pada saat serangan udara terjadi.

Laporan kementerian tidak bisa diverifikasi secara independen oleh Al Jazeera.

Sebuah laporan baru oleh Margaret Chan, kepala Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan konflik di Yaman telah menyebabkan hingga 2.000 orang tewas dan 8.000 terluka, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak.

Dia tidak merinci berapa banyak warga sipil diantara korban yang tewas.

Awal pekan ini, Oxfam, kelompok kemanusiaan internasional, mengatakan bahwa sekitar 16 juta orang di Yaman tidak memiliki akses mendapatkan air bersih.

Setengah juta orang di seluruh negeri telah mengungsi.

Serangan udara koalisi Arab berhasil menghancurkan posisi Houthi, depot amunisi dan juga markas mereka, tetapi sebagian besar serangan gagal membuka jalan untuk merebut kembali kota strategis di selatan Yaman, Aden.

Presiden Yaman yang diakui secara internasional, Abd-Rabbu Mansour Hadi, menyatakan Aden sebagai ibukota negara sementara, sebelum melarikan diri ke Arab Saudi.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Amir Jabhah Nusrah : Kami Tidak akan Targetkan Sipil Alawiyah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Amir al-Qaeda cabang Suriah Syeikh Abu Muhammad al – Jaulani mengatakan bahwa  Jabhah Nusrah mereka tidak akan menargetkan sipil  Alawit di negara itu meskipun mereka mendukung pemerintah rezim Bashar al-Assad.

Syeikh Abu Muhammad al – Jaulani, Amir  Jabhah Nusrah, membuat pernyataan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Al Jazeera.

"Pertempuran tidak berakhir di Qardaha, desa Alawit dan tempat kelahiran suku Assad," katanya dalam wawancara yang disiarkan Rabu (27/05/2015).

"Perang kami bukanlah soal balas dendam terhadap Alawi meskipun faktanya adalah, dalam Islam mereka dianggap sesat.

"Perjuangan kami hanya melawan mereka yang menyerang dan membunuh orang-orang kami, kaum muslimin.

"Iman kami berdasarkan pada belas kasihan dan Akhlaq  yang mulia. Kami bukan pembunuh, Kami tidak akan menyakiti mereka atau target mereka, atau orang lain yang tidak bersalah"

Syeikh Abu Muhammad al – Jaulani mengatakan Jabhah Nusrah bertujuan untuk menguasai Damaskus dan jatuhnya Assad  dengan cepat.

"Kami akan terus fokus pada perjuangan di Damaskus dan menggulingkan rezim ini," katanya. "Saya jamin, kejatuhan Assad tidak akan memakan waktu lama."

Syeikh Abu Muhammad al – Jaulani juga mengatakan gerakan Syiah Hizbullah Lebanon, yang mendukung Assad, mengetahui bahwa nasib mereka terkait dengan presiden Suriah dan upaya untuk menyelamatkannya tidak akan berguna.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Me-Dan Bali Kumpulkan Dana Rp16 Juta untuk Pengungsi Muslim Rohingya

DENPASAR (Jurnalislam.com) – Lembaga Kemanusiaan Non-Pemerintah Media dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) sukses menggelar aksi penggalangan dana selama tiga hari berturut-turut dari hari Jumat hingga Ahad (22-24/52015). 

Penggalangan bantuan ini dilakukan secara estafet di empat masjid besar di Denpasar Bali. Dimulai dari Masjid Muhammad, Jalan Imam Bonjol, Masjid BeachWalk, Kuta, Masjid IKMS dan berakhir di Masjid Baitul Makmur, Monang Maning.

"Pertama, untuk menggugah rasa empati umat muslim yang berada di Bali. Dan yang kedua, untuk membantu meringankan keadaan saudara muslim Rohingya yang sekarang berada ditenda-tenda pengungsian yang tersebar dibeberapa lokasi di wilayah Aceh," ujar Donny, koordinator Me-DAN wilayah Bali kepada Jurniscom.

Dari penggalangan bantuan ini, terkumpul yang sebesar 16 juta rupiah dan beberapa dus baju layak pakai. Hasil infaq ini langsung diserahkan kepada Me-Dan Pusat di Banyuwangi yang selanjutnya  akan disalurkan langsung ke Aceh.

Kontributor: Doni, Robi | Editor : Ally | Jurniscom

Zionis Balas Roket Al Qassam dengan Serangan Udara

GAZA (Jurnalislam.com) –  Pesawat-pesawat Zionis Rabu pagi (27/05/2015),  melancarkan serangkaian serangan udara ke lokasi-lokasi perlawanan Palestina dan tanah kosong di berbagai wilayah utara dan selatan Jalur Gaza. Tidak ada korban jiwa dalam rangkaian serangan udara ini.

Sumber-sumber lokal dan keamanan mengatakan, pesawat tempur Israel jenis F16 sedikitnya menembakkan sebuah rudal ke lahan pertanian dekat bandara internasional Gaza di timur Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza. Suara ledakan keras terdengat di lokasi bersama dengan naiknya bumbungan asap, namun tidak ada korban jiwa.

Sumber-sumber ini menyebutkan, setelah itu pesawat Israel menembakkan 4 rudal ke lokasi perjuang Brigade al Quds, sayap militer gerakan Jihad islam di barat Rafah, selanjutnya serangan udara ketiga dilancarkan pesawat tempur Zionis dengan menembakkan dua rudal dan jarak beberapa menit tanpa dilakukan penentuan sasaran secara akurat.

Pesawat Zionis juga melancarkan tiga serangan ke dua lokasi Brigade al Quds di barat Khan Yunis yang menyebabkan kerusakan di kedua lokasi namun tidak ada korban jiwa.

Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa pesawat Zionis menembakkan tiga rudal salah satunya tidak meledak di lokasi Brigade al Quds “Hithin” di Beit Lahiya, wilayah utara Jalur gaza, tanpa ada korban jiwa.

Sementara itu pesawat  mata-mata Zionis, terus berputar-putar di udara Jalur Gaza.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah pasukan Zionis melontarkan ancaman setelah mengklaim jatuhnya sejumlah roket di wilayah Israel selatan.

Pihak keamanan Zionis mengumumkan dan menyatakan Hamas bertanggung jawab.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Mujahidin Taliban Rilis Video Serangan di Provinsi Badakhshan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban merilis video baru pada akhir Mei yang menggambarkan serangan terhadap pasukan keamanan Afghanistan di wilayah provinsi timur laut yang terjal dan terpencil, Badakhshan. Video yang berdurasi lebih dari satu jam itu berisi wawancara dengan Qari Fasehuddin, gubernur bayangan Taliban untuk Badakhshan, yang mengatakan bahwa kelompoknya melancarkan jihad untuk mencegah pasukan AS dan Jerman menjarah sumber daya alam Badakhshan.

Seperti dilansir Washington Post, Fasehuddin, yang dilaporkan berusia sekitar 30 tahun, memimpin pasukan yang terdiri dari hampir 1.000 pejuang di tujuh distrik Badakhshan. Fasehuddin ditargetkan oleh pasukan koalisi dalam operasi gabungan dengan nama sandi “Operasi Hindu Kush” pada bulan September 2013, namun ia berhasil lolos saat tempat tinggalnya diserbu oleh Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) dan personil keamanan Afghanistan.

Video yang baru dirilis ini menggambarkan beberapa pertempuran antara gerilyawan Taliban melawan Polisi Perbatasan Afghanistan (ABP), Polisi Daerah Afghanistan (ALP), dan Tentara Nasional Afghanistan (ANA). Pejuang Taliban terlihat menduduki setidaknya dua pos pemeriksaan dan sebuah pos yang tampaknya adalah pos ANA di daerah Basan. Taliban memperlihatkan penyitaan senjata berat, termasuk senapan mesin DShK 12.7mm, tabung mortar 82 mm, serta berbagai peralatan komunikasi.

Taliban juga terlihat menangkap 22 personel keamanan Afghanistan, dan dilihat dari seragamnya, mereka termasuk personil ABP dan ALP. Namun, nasib personil keamanan yang tertangkap tidak diketahui, karena beberapa dari mereka ditampilkan sedang "diadili" oleh pengadilan Taliban yang dipimpin oleh Qari Fasehuddin di daerah berhutan terpencil.

Pejuang Taliban juga ditampilkan sedang mencoba mengambil alih Kendaraan Beroda Multifungsi Mobilitas Tinggi (HMMWV) ANA M1152 ECV. Beberapa di antara kendaraan tersebut rusak dan dibakar di tempat. Namun, setidaknya terdapat dua HMMWV (umumnya dikenal sebagai Humvee) yang rusak tampak didorong, meskipun kikuk, oleh para pejuang Taliban yang juga telah menangkap lima truk pickup Ford Ranger yang masih berfungsi milik Polisi Nasional Afghanistan (ANP); kata-kata "RC-Utara" dapat dilihat setidaknya pada salah satu pickup.

Taliban meluncurkan serangkaian serangan pada bulan April dan Mei melawan pasukan Afghanistan di distrik Badakhshan yang bergolak, yaitu Warduj dan Yamgan; kedua lokasi yang disebutkan dalam video. Qari Fasehuddin, kemungkinan etnis Tajik, berasal dari Warduj, menurut biografi yang ditulis tentang beliau tahun lalu dan dipublikasikan di situs Voice of Jihad milik Taliban.

Sangat besar kemungkinan bahwa serangan yang ditampilkan dalam video terjadi pada tanggal 3 Mei ketika para pejuang Taliban dilaporkan menyerbu 10 pos pemeriksaan keamanan Afghanistan di distrik Warduj. 17 mayat polisi Afghanistan yang dibunuh ditemukan setelah bentrokan, dan menurut Tolo News 26 dilaporkan hilang pada waktu itu; jumlah yang mendekati 22 personel keamanan yang ditangkap dan ditahan oleh Taliban dalam video. Mayat personil ANA dan ABP, berjumlah sekitar delapan orang, juga ditampilkan dalam video. Seragam kamuflase gurun enam-warna ABP yang dikenal dengan nama "chocolate-chip" dapat dilihat pada setidaknya tiga mayat.

Dalam websitenya, menurut ringkasan media oleh Jane’s Intelligence serangan pejuang Taliban pada 3 Mei itu dilaporkan berhasil menguasai 2 pangkalan, 10 pos, 10 kendaraan lapis baja, 7 truk pick-up Ford Ranger, serta senjata dan amunisi, di antaranya 7 senapan mesin berat DShK buatan Rusia, 2 mortir, puluhan roket, senapan mesin PK Rusia, juga senapan Kalashnikov serta amunisi.

Video tidak memunculkan cuplikan serangan yang menghancurkan pos-pos ANA di distrik Jurm pada pertengahan April yang mengakibatkan puluhan korban ANA. Setidaknya 18 personel ANA tewas dalam serangan tersebut, beberapa dari mereka dipenggal, menurut Tolo News.

Video ini juga memuji sejumlah komandan Taliban yang gugur di Badakhshan, termasuk Qari Fakhruddin, mantan gubernur bayangan Taliban untuk Badakhshan yang gugur pada musim panas 2014. Fakhruddin dan sembilan gerilyawan lainnya gugur dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Afghanistan di distrik Jurm yang diperebutkan sejak awal Juli 2014.

Video tersebut juga memuji Sayed Shah, seorang komandan Taliban yang  gugur pada akhir Maret 2014 setelah bentrok dengan pasukan keamanan Afghanistan di Jurm District, menurut Tolo News.

Deddy | Ally | Jurniscom

Pengungsi Muslim Rohingya di Aceh : "Kami ingin mati dan dikubur di sini"

LANGSA (Jurnalislam.com) – Salah satu pengungsi Muslim Rohingya di penampungan Pelabuhan Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Khairul Basyar, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mendarat di Aceh.

Jiddan sururan (kami sangat berbahagia)… jiddan sururan,” kata-kata itu terus diulang Khairul ketika jurnalis dari kiblat.net menanyakan kabar dirinya bersama pengungsi lainnya. 

Khairul mengisahkan, di Myanmar ia dan warga Rohingya lainnya tidak diperbolehkan shalat. “Tidak ada sekolah. Kami tak boleh shalat,” lanjut Khairul. Namun sekarang, Khairul bersama ratusan warga Rohingya lainnya bisa melaksanakan shalat dan membaca Al Qur'an setiap hari.

“Saya bisa makan dan minum sehari tiga kali. Sebelumnya, berbulan-bulan di lautan tak ada yang bisa kami makan. Kami di sini telah cukup. Kami bisa shalat, bisa membaca Al-Qur’an dan berdoa setiap hari,” tutur pria yang fasih berbahasa Arab itu.

Sementara itu, Muhammad Hasan, remaja Rohingya yang disebut-sebut sebagai orang "paling berjasa" bagi para dokter dan relawan karena kefasihannya berbahasa Inggris, mengungkapkan keinginannya untuk untuk tinggal dan menetap di Aceh. Hati emas para nelayan Aceh yang telah membawa para pengungsi itu ke daratan, betul-betul membuat mereka haru dan terkesan. 

“Kami tidak ingin ke Saudi Arabia, kami tidak ingin ke Amerika. Kami hanya ingin di sini. Kami ingin mati dan dikubur di sini,” tandasnya lirih.

Ketika ditanya apakah ia rindu kampung halaman? Hasan, dengan tegas menjawab, “Daripada Anda kembalikan kami ke pemerintah Myanmar, lebih baik Anda bunuh kami di sini.”

Sumber : Kiblat.net | Editor : Ally | Jurniscom

 

Khairul Basyar

Muhammad Hasan