AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban merilis video baru pada akhir Mei yang menggambarkan serangan terhadap pasukan keamanan Afghanistan di wilayah provinsi timur laut yang terjal dan terpencil, Badakhshan. Video yang berdurasi lebih dari satu jam itu berisi wawancara dengan Qari Fasehuddin, gubernur bayangan Taliban untuk Badakhshan, yang mengatakan bahwa kelompoknya melancarkan jihad untuk mencegah pasukan AS dan Jerman menjarah sumber daya alam Badakhshan.
Seperti dilansir Washington Post, Fasehuddin, yang dilaporkan berusia sekitar 30 tahun, memimpin pasukan yang terdiri dari hampir 1.000 pejuang di tujuh distrik Badakhshan. Fasehuddin ditargetkan oleh pasukan koalisi dalam operasi gabungan dengan nama sandi “Operasi Hindu Kush” pada bulan September 2013, namun ia berhasil lolos saat tempat tinggalnya diserbu oleh Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) dan personil keamanan Afghanistan.
Video yang baru dirilis ini menggambarkan beberapa pertempuran antara gerilyawan Taliban melawan Polisi Perbatasan Afghanistan (ABP), Polisi Daerah Afghanistan (ALP), dan Tentara Nasional Afghanistan (ANA). Pejuang Taliban terlihat menduduki setidaknya dua pos pemeriksaan dan sebuah pos yang tampaknya adalah pos ANA di daerah Basan. Taliban memperlihatkan penyitaan senjata berat, termasuk senapan mesin DShK 12.7mm, tabung mortar 82 mm, serta berbagai peralatan komunikasi.
Taliban juga terlihat menangkap 22 personel keamanan Afghanistan, dan dilihat dari seragamnya, mereka termasuk personil ABP dan ALP. Namun, nasib personil keamanan yang tertangkap tidak diketahui, karena beberapa dari mereka ditampilkan sedang "diadili" oleh pengadilan Taliban yang dipimpin oleh Qari Fasehuddin di daerah berhutan terpencil.
Pejuang Taliban juga ditampilkan sedang mencoba mengambil alih Kendaraan Beroda Multifungsi Mobilitas Tinggi (HMMWV) ANA M1152 ECV. Beberapa di antara kendaraan tersebut rusak dan dibakar di tempat. Namun, setidaknya terdapat dua HMMWV (umumnya dikenal sebagai Humvee) yang rusak tampak didorong, meskipun kikuk, oleh para pejuang Taliban yang juga telah menangkap lima truk pickup Ford Ranger yang masih berfungsi milik Polisi Nasional Afghanistan (ANP); kata-kata "RC-Utara" dapat dilihat setidaknya pada salah satu pickup.
Taliban meluncurkan serangkaian serangan pada bulan April dan Mei melawan pasukan Afghanistan di distrik Badakhshan yang bergolak, yaitu Warduj dan Yamgan; kedua lokasi yang disebutkan dalam video. Qari Fasehuddin, kemungkinan etnis Tajik, berasal dari Warduj, menurut biografi yang ditulis tentang beliau tahun lalu dan dipublikasikan di situs Voice of Jihad milik Taliban.
Sangat besar kemungkinan bahwa serangan yang ditampilkan dalam video terjadi pada tanggal 3 Mei ketika para pejuang Taliban dilaporkan menyerbu 10 pos pemeriksaan keamanan Afghanistan di distrik Warduj. 17 mayat polisi Afghanistan yang dibunuh ditemukan setelah bentrokan, dan menurut Tolo News 26 dilaporkan hilang pada waktu itu; jumlah yang mendekati 22 personel keamanan yang ditangkap dan ditahan oleh Taliban dalam video. Mayat personil ANA dan ABP, berjumlah sekitar delapan orang, juga ditampilkan dalam video. Seragam kamuflase gurun enam-warna ABP yang dikenal dengan nama "chocolate-chip" dapat dilihat pada setidaknya tiga mayat.
Dalam websitenya, menurut ringkasan media oleh Jane’s Intelligence serangan pejuang Taliban pada 3 Mei itu dilaporkan berhasil menguasai 2 pangkalan, 10 pos, 10 kendaraan lapis baja, 7 truk pick-up Ford Ranger, serta senjata dan amunisi, di antaranya 7 senapan mesin berat DShK buatan Rusia, 2 mortir, puluhan roket, senapan mesin PK Rusia, juga senapan Kalashnikov serta amunisi.
Video tidak memunculkan cuplikan serangan yang menghancurkan pos-pos ANA di distrik Jurm pada pertengahan April yang mengakibatkan puluhan korban ANA. Setidaknya 18 personel ANA tewas dalam serangan tersebut, beberapa dari mereka dipenggal, menurut Tolo News.
Video ini juga memuji sejumlah komandan Taliban yang gugur di Badakhshan, termasuk Qari Fakhruddin, mantan gubernur bayangan Taliban untuk Badakhshan yang gugur pada musim panas 2014. Fakhruddin dan sembilan gerilyawan lainnya gugur dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Afghanistan di distrik Jurm yang diperebutkan sejak awal Juli 2014.
Video tersebut juga memuji Sayed Shah, seorang komandan Taliban yang gugur pada akhir Maret 2014 setelah bentrok dengan pasukan keamanan Afghanistan di Jurm District, menurut Tolo News.
Deddy | Ally | Jurniscom