90.000 Umat Islam Yerusalem Timur dan Tepi Barat Hadiri Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Palestina dari Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki Israel mengunjungi Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat (17/07/2015) untuk menyambut Idul Fitri, festival tiga hari setelah bulan puasa Ramadan.

Jihad Kioswani, seorang jamaah berusia 40 tahun, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ia berangkat dari rumahnya di kota Tepi Barat, Al-Khalil (Hebron) pada pukul 05:00 untuk mengunjungi masjid yang termasyhur itu.

"Saya ingin menghabiskan hari pertama Idul Fitri di Kota Tua Yerusalem; karena ini mungkin merupakan kesempatan terakhir saya bisa mengunjungi Al-Aqsa sampai Ramadhan berikutnya," katanya.

Pasukan penjajah Israel telah meningkatkan keamanan di sekitar titik temu masjid, mengerahkan 2.000 tentara di daerah tersebut dan menyiapkan penghalang jalan di pintu masuk Kota Tua.

Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal wakaf Muslim dan urusan Al-Aqsa, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sekitar 90.000 jamaah Palestina telah tiba di masjid pada hari Jumat untuk shalat Idul Fitri.

Bagi umat Islam, Masjid Yerusalem Timur Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga di dunia.

Israel menduduki Yerusalem Timur dan Tepi Barat saat perang Timur Tengah tahun 1967.

Pasukan zionis kemudian mencaplok kota suci tersebut pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi yang memproklamirkan diri sendiri dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Bagaimana Hukum Shalat Jumat dan Shalat Zhuhur Ketika Idul Fitri atau Idul Adha jatuh pada Hari Jumat?

JURNALISLAM.COM – Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarganya, para shahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Bagaimana Hukum Shalat Jumat dan Shalat Zhuhur Ketika Idul Fitri atau Idul Adha jatuh di hari Jumat ?

Apakah tetap shalat Zhuhur bagi yang meninggalkan shalat Jumat karena telah melaksanakan shalat ied di pagi harinya? Atau kita katakan karena telah melaksanakan shalat ied di hari Jumat, shalat Jumat dan shalat Zhuhur boleh tidak dikerjakan.

Karena sebagian orang memahami, kalau sudah shalat ied, maka tidak mengapa tidak shalat Jumat. Dan ketika itu tidak ada juga shalat Zhuhur.

Jika Hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha) Bertepatan dengan Hari Jumat

Ada beberapa dalil yang menyatakan bahwa bila hari raya bertepatan dengan hari jumat, jika telah melaksanakan shalat ied, maka boleh tidak shalat Jumat lagi. Beberapa dalil yang jadi pendukung sebagai berikut.

Pertama: Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy-Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqam,

أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ

“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fitri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan.” (HR. Abu Daud no. 1070, An-Nasai no. 1592, dan Ibnu Majah no. 1310. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Kedua: Dari seorang tabi’in bernama ‘Atha’ bin Abi Rabbah, ia berkata,

صَلَّى بِنَا ابْنُ الزُّبَيْرِ فِى يَوْمِ عِيدٍ فِى يَوْمِ جُمُعَةٍ أَوَّلَ النَّهَارِ ثُمَّ رُحْنَا إِلَى الْجُمُعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْنَا فَصَلَّيْنَا وُحْدَانًا وَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ بِالطَّائِفِ فَلَمَّا قَدِمَ ذَكَرْنَا ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ أَصَابَ السُّنَّةَ.

“Ibnu Az-Zubair ketika hari ‘ied yang jatuh pada hari Jum’at pernah shalat ‘ied bersama kami di pagi hari. Kemudian ketika tiba waktu shalat Jum’at Ibnu Az-Zubair tidak keluar, beliau hanya shalat sendirian. Tatkala itu Ibnu ‘Abbas berada di Thaif. Ketika Ibnu ‘Abbas tiba, kami pun menceritakan kelakuan Ibnu Az- Zubair pada Ibnu ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas pun mengatakan, “Ia adalah orang yang menjalankan ajaran Nabi (ashobas sunnah).” (HR. Abu Daud no. 1071. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih). Jika sahabat mengatakan ashobas sunnah (menjalankan sunnah), itu berarti statusnya marfu’ yaitu menjadi perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Apakah Shalat Jumat dan Shalat Zhuhur Jadi Gugur?

Ada dua dalil yang dijadikan sebagian ulama bahwa Shalat Jumat dan Shalat Zhuhur gugur sekaligus.

‘Atha’ berkata,

اجْتَمَعَ يَوْمُ جُمُعَةٍ وَيَوْمُ فِطْرٍ عَلَى عَهْدِ ابْنِ الزُّبَيْرِ فَقَالَ عِيدَانِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ فَجَمَعَهُمَا جَمِيعًا فَصَلاَّهُمَا رَكْعَتَيْنِ بُكْرَةً لَمْ يَزِدْ عَلَيْهِمَا حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ

“Di masa Ibnu Az-Zubair pernah hari ied jatuh pada hari Jumat. Ibnu Az-Zubair lantas berkata, ‘Telah bergabung dua hari raya (hari ied dan hari Jumat) di satu hari. Dia menggabungkan keduanya.’ Di pagi hari ia melakukan shalat dua raka’at dan Ibnu Az-Zubair tidak menambah lagi dari itu sampai ‘Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1072. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

قَدِ اجْتَمَعَ فِى يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ

Pada hari ini telah tergabung pada kalian dua hari raya. Siapa yang mau, shalat ied itu sudah mencukupi dari Jumat. Aku sendiri menggabungkannya.” (HR. Abu Daud no. 1073, Ibnu Majah no. 1311. Hadits ini dha’if menurut Al-Hafizh Abu Thahir. Namun hadits ini memiliki penguat dan sudah cukup dengan hadits sebelumnya)

Dalil di atas dipahami oleh Imam Asy-Syaukani sebagai berikut.

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Kalau Ibnu Az-Zubair menyebut tidak menambah shalat apa pun sampai ‘Ashar, secara tekstual menunjukkan bahwa Ibnu Az-Zubair tidak melaksanakan shalat Zhuhur. Kalau shalat Jumat dikatakan gugur, maka tidaklah wajib pula melaksanakan shalat Zhuhur. Inilah pendapat dari Atha’. Inilah yang disebut dalam kitab Al-Bahr. Pendapat ini muncul karena menganggap bahwa shalat Jumat itu asal (pokok). Yang diwajibkan di hari Jumat adalah shalat Jumat. Karenanya mewajibkan shalat Zhuhur bagi yang meninggalkan shalat Jumat (pada kondisi tersebut, pen.) ketika ia meninggalkannya ada uzur ataupun tidak, harus ada dalil. Nyatanya tidak ada dalil yang dijadikan pegangan sejauh yang kuketahui.” (Nail Al-Authar, 4: 408)

Sanggahan untuk Pendapat yang Menyatakan Gugurnya Shalat Zhuhur dan Jumat Sekaligus

Pendapat Imam Asy-Syaukani rahimahullah di atas disanggah oleh Al-‘Azhim Abadi, “Pendapat tersebut adalah pendapat yang keliru (batil). Yang tepat sebagaimana yang dipilih oleh Al-Amir Al-Yamani (Ash-Shan’ani) dalam Subulus Salam, begitu pula disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam Al-Muntaqa setelah menyebutkan riwayat Ibnu Zubair.” (‘Aun Al-Ma’bud, 3: 321)

Sebagaimana diisyaratkan oleh Al-‘Azhim Abadi ada sanggahan dari Al-Amir Ash-Shan’ani. Lengkapnya Ash-Shan’ani menyanggah seperti berikut,

“Sebagaimana disebutkan bahwa Atha’ menyatakan, Ibnu Az-Zubair tidaklah keluar melaksanakan shalat Jumat. Ini bukan dalil tegas bahwa Ibnu Az-Zubair tidak mengerjakan shalat Zhuhur di rumahnya. Memastikan bahwa Ibnu Az-Zubair berpendapat bahwa shalat Zhuhur jadi gugur di hari Jumat karena telah melaksanakan shalat ied adalah pendapat yang tidak benar. Karena ada kemungkinan Ibnu Az-Zubair melaksanakan shalat Zhuhur di rumahnya. Bahkan dalam perkataan Atha’ sendiri disebutkan bahwa Ibnu Az-Zubair tidak keluar untuk melakukan shalat Jumat, namun ia melakukan shalat sendiri, tentu shalat tersebut adalah shalat Zhuhur. Jadi tidak ada yang mendukung kalau shalat Zhuhur tersebut jadi gugur.

Dalam hadits tidak disebutkan bahwa Ibnu Az-Zubair melaksanakan shalat Jumat seorang diri. Karena shalat Jumat memang harus dilaksanakan secara berjama’ah. (Sehingga yang dimaksudkan shalat seorang diri adalah shalat Zhuhur, pen.)

Lalu pendapat yang menyatakan bahwa shalat Jumat itu asalnya (pokoknya), sedangkan shalat Zhuhur hanyalah pengganti tidaklah tepat. Yang tepat adalah shalat Zhuhur itulah yang pokoknya (asalnya) karena shalat Zhuhur yang diwajibkan pada malam Isra’. Sedangkan shalat Jumat barulah belakangan diwajibkan. Ketika shalat Jumat itu luput dilakukan, berdasarkan sepakat ulama tetap wajib shalat Zhuhur. Shalat Jumat itulah pengganti dari shalat Zhuhur. Pembahasan ini ada secara tersendiri (yaitu dalam kitab Ash-Shan’ani bernama Al-Lum’ah fi Tahqiq Syaraith Al-Jum’ah, pen.).” (Subulus Salam, 3: 146)

Kesimpulan Bila Hari Raya Jatuh pada Hari Jumat

1- Siapa yang telah menghadiri shalat ied, maka ia mendapatkan keringanan untuk tidak menghadiri shalat Jumat. Sebagai gantinya, ia mengerjakan shalat Zhuhur di waktu Zhuhur. Namun tetap yang lebih baik (afdhal) adalah mengerjakan shalat Jumat bersama para jama’ah lainnya.

2- Siapa yang tidak menghadiri shalat ied, maka ia tidak mendapatkan keringanan tadi. Ia harus tetap menghadiri shalat Jumat. Jika tidak mendapati orang yang melaksanakan shalat Jumat, barulah diganti dengan shalat Zhuhur.

3- Wajib bagi imam masjid untuk tetap mengadakan shalat Jumat agar bisa dihadiri oleh orang-orang yang tidak menghadiri shalat ied di pagi harinya.

4- Azan hendaklah dikumandangan di masjid-masjid yang diadakan shalat Jumat saja, tidak disyariatkan bagi yang melaksanakan shalat Zhuhur.

5- Pendapat yang menyatakan bahwa shalat Jumat dan shalat Zhuhur gugur bagi yang telah menghadiri shalat ied adalah pendapat yang tidak benar. Pendapat ini adalah pendapat yang nyleneh atau aneh (gharib) karena menyelisihi tuntunan, juga menggugurkan kewajiban tanpa dalil. Masa jadinya, shalat dalam sehari jadi empat waktu? Intinya, shalat Zhuhur tetap ada bagi yang tidak menghadiri shalat Jumat ketika paginya telah menghadiri shalat ied.

Wallahu a’lam.

Sumber:

‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud. Cetakan pertama, tahun 1430 H. Abu ‘Abdirrahman Syaraful Haq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-‘Azhim Abadi. Penerbit Darul Fayha’.

Nail Al-Authar min Asrar Muntaqa Al-Akhbar. Cetakan kedua, tahun 1429 H. Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad Asy-Syaukani. Penerbit Dar Ibnul Qayyim.

Subulus Salam. Cetakan kedua, tahun 1432 H. Muhammad bin Isma’il Al-Amir Ash-Shan’ani. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

Sunan Abi Daud. Cetakan tahun 1430 H. Al-Imam Al-Hafizh Abu Daud Sulaiman bin Al-Asy’ats. Penerbit Darus Salam.

Hasil Sidang Isbat : 1 Syawal 1436 H Jatuh pada Hari Jumat 17 Juli 2015

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama bersama Ormas Islam, Kamis petang ini menghasilkan kesepakatan tentang berakhirnya bulan Ramadan dan dimulainya 1 Syawal 1436 hijriyah. Berdasarkan sidang yang digelar di Auditorium KH M Rasjidi Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin no 6, Jakarta Pusat itu, hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H jatuh pada hari Jumat 17 Juli 2015.

“Malam ini kita sudah memasuki 1 Syawal 1436 Hijriyah,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menggelar konferensi pers usai sidang Isbat hari ini Kamis (16/7/2015). Seperti dilansir detik.

Sidang isbat digelar dengan melibatkan 150 Ormas Islam dan sejumlah duta besar dari negara-negara Islam. Sidang akan diawali dengan mendengarkan pemaparan langsung dari pelaku rukyat dari seluruh wilayah Indonesia sejumlah 116 titik dan luar negeri tentang posisi hilal.

Setelah jeda sejenak untuk buka puasa dan Salat Magrib sidang akan dilanjutkan untuk menentukan 1 Syawal 1436 hijriyah. Saat menggelar konferensi pers Menag Lukman Hakim Saifuddin didampingi Ketua PP Muhammadyah dan Wakil Ketua umum MUI KH Ma’ruf Amin.

Deddy | Jurniscom

Laporan Penyaluran Paket Zakat di Gaza Hari ke 28 Ramadhan

GAZA (Jurnalislam.com) – Reporter untuk media Islam di Gaza, Abdillah Onim atau yang akrab disapa Bang Onim bersama tim dari Zakat For Gaza membagikan Zakat dan sedekah dalam bentuk 120 paket bahan makanan siap santap berbuka puasa dan santapan sahur kepada 60 kepala keluarga di Kampung Arab Badui Bait Lahiyah Gaza utara, Rabu (15/7/2015).

Suhu di Gaza saat ini mencapai 37 derajat Celsius, tim tetap semangat walau berpayung terik matahari. Warga kampung Arab Badui Bait Lahiyah Gaza utara sangat senang dan mengucapkan terima kasih.

Alhamdulillah tim juga berhasil tiba di lokasi distribusi wilayah Zuwaedah Gaza tengah dan menyalurkan ke warga Zuwaedah berupa 150 paket makanan berbuka puasa dan sahur.

Setelah itu tim bertolak menuju Rafah Gaza bagian selatan, wilayah Rafah sangat berdekatan dengan Mesir. Disana tim menyerahkan 120 paket makanan berbuka puasa dan sahur.

Zakat for Gaza & Sedekah kami kelola dalam bentuk :
1.Paket buka puasa dan santapan sahur.
2.Sahur bersama di Masjid2.
3.Bingkisan Baju baru untuk anak yatim dan keluarga fakir.

Jenis Paket buka puasa dan santapan sahur, Masing2 KK mendapat :
1.2 loyang Nasi Mansaf plus lauk Ayam.
2.1 Syrup 1,5 liter.
3.4 buah Yogut.

Info wilayah sasaran distribusi Zakat di Gaza :
1500 lebih paket telah kami distribusikan Sejak 10 Ramadhan – 28 Ramadhan H, masuk Tahap ke 12 dalam Pembagian Zakat & Sedekah yaitu sudah 12 wilayah yg telah kami distribusi, antara lain :

1.Deir Balah Gaza.
2.Kamp.Pengunsian Gaza tengah.
3.Jabalia Gaza Utara.
4.Kampung Arab  Badui Gaza Timur.
5.Johr Dik Gaza Tengah.
6.Shija'iyyah Gaza Timur.
7.Zannah Gaza Selatan.
8.Khuza'ah Gaza Selatan.
9.Zaitun Gaza Timur.
10.Arab Badui Bait Lahiyah Gaza utara.
11. Zuwaedah Gaza tengah.
12.Rafah Gaza tengah.

Hingga saat imo zakat dan sedekah masih mengalir baik perorangan maupun LSM, dan batasan waktu distribusi. Proses distribusi Zakat for Gaza akan berlanjut hingga 29 Ramadhan 1436 H.

Reporter : Abdillah Onim | Editor : Ally | Jurniscom

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Muslim Uighur di Turki Serukan Tenang

ISTANBUL (Jurnalislam.com) –  Muslim Uighur di Turki menyerukan agar tenang menyusul protes baru-baru ini terhadap dugaan pembatasan Beijing terhadap minoritas Muslim Turki dan deportasi baru Thailand terhadap 109 Uighur ke China.

Pernyataan tersebut keluar setelah protes anti-China melebar di seluruh wilayah Turki di tengah laporan bahwa Beijing memberlakukan larangan berpuasa bagi Muslim selama bulan Ramadhan, sementara konsulat Thailand di Istanbul diserang pekan lalu setelah Thailand mengirim Uighur ke China disertai laporan penganiayaan.

Dalam pernyataannya pada hari Selasa (14/07/2015), the Free East Turkestan Platform mengatakan keputusan Thailand untuk mengembalikan Uighur ke China telah "menyebabkan kemarahan" di Turki.

The Free East Turkestan Platform menyalahkan misi diplomatik Thailand atas serangan terhadap Uighur dan "khawatir tentang nasib saudara mereka" yang katanya telah berkumpul di konsulat ketika laporan palsu tersebut menyebar, sehingga menyebabkan insiden "tidak diinginkan".

Kelompok ini juga menyatakan kesedihan mereka atas apa yang disebut "tindakan tidak menyenangkan" terhadap polisi Turki di Ankara.

Mereka menyalahkan serangan tersebut dilakukan oleh "provokator."

"Kami mengundang warga Turkistan Timur, orang-orang yang mengalami pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan selama bertahun-tahun, dan mereka yang mencari perlindungan di Turki, untuk tetap tenang," katanya.

Kemudian meminta pemerintah China untuk "menghentikan pelanggaran hak asasi manusia."

Sebuah pernyataan presiden yang dikonfirmasi hari Selasa menyatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi China antara 28 dan 30 Juli.

Platform mengatakan bahwa mereka percaya Erdogan akan melakukan inisiatif diplomatik untuk melindungi kehidupan dan harta benda Uighur yang dikirim ke China.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Komunitas Masjidku Makmur Adakan Kajian Keliling Masjid di Solo‎ Bedah Kesesatan Syiah

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Komunitas Masjidku Makmur (KMM) mengadakan kajian keliling ke masjid-masjid di Kota Solo selama Ramadhan dengan tema "Kesesatan Syiah dan bahayanya aliran sesat Syiah di masa datang bagi umat Islam".‎ Salah satunya di masjid Ibadurrohman, Jalan Mayangsari No.24, Kota Surakarta pada Jum'at (10/7/2015). Acara yang dimulai selepas sholat tarawih itu mendapat sambutan baik dari ratusan jamaah yang hadir memenuhi masjid.

Ancaman Syiah bagi NKRI sudah didepan mata, maka Ustadz DR. Muinnudinillah Basri, MA selaku pemateri membeberkan secara gamblang siapa Syiah sebenarnya.

Tak sedikit dari jama'ah yang baru mengetahui aqidah Syiah yang sangat menyimpang dan jauh berbeda dengan aqidah ahlul sunnah wal jama'ah.

Kegiatan tersebut merupakan agenda roadshow KMM untuk bersilaturrahmi ke masjid-masjid di Kota Surakarta.

Reporter : Ramdan | Editor : Deddy | Jurniscom

Dua Juta Jamaah Hadiri Sholat Tarawih Malam ke 27 Ramadhan di Mekah

MEKAH (Jurnalislam.com) – Masjid al-Haram Mekah penuh dengan sekitar dua juta Muslim yang melakukan shalat Tarawih pada Senin (13/07/2015), menandai malam tanggal 27 Ramadhan.

SPA, kantor berita resmi Saudi, mengatakan bahwa Muslim berkumpul dari seluruh Arab Saudi dan dunia untuk sholat Taraweh, yang merupakan sholat malam yang dilakukan selama bulan Ramadhan.

Malam 27 Ramadhan diyakini sebagai malam Lailatul Qadar, yang menurut Quran, adalah lebih baik dari 1.000 bulan ibadah.

Masjid al-Haram berisi Ka'bah dan merupakan masjid paling suci bagi umat Islam.

Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi baru-baru ini meluncurkan lima proyek sebagai fase ekspansi ketiga Masjid al-Haram untuk meningkatkan kapasitasnya.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Lagi, Pasukan Zionis Serang Nelayan dan Petani Gaza

Gaza (Jurnalislam.com)Israeli Occupation Naval Forces pada Selasa (14/07/2015) pagi kembali menargetkan nelayan di lepas pantai Gaza, membuat mereka berputar kembali ke pantai. Tidak ada korban luka yang dilaporkan, lansir Palestine News Network.

Sumber keamanan setempat mengatakan bahwa angkatan laut Israel mendekati nelayan di zona perikanan mereka, merusak sebuah perahu.

Pada saat yang sama, IOF menembaki lahan dan rumah petani di sebelah Timur kamp pengungsi Bureij di pusat Gaza. Juga tidak ada korban cedera yang dilaporkan.

IOF telah berulang kali menargetkan nelayan dan petani Gaza.

Pada hari Senin, para prajurit terkonsentrasi pada zona penyangga antara Gaza dan Israel, menembaki lahan pertanian di sebalh timur kota Khan Younis di selatan Jalur Gaza, menargetkan warga sipil.

Sekitar seminggu yang lalu, IOF menembaki kapal nelayan di lepas pantai beberapa daerah di Jalur Gaza. Menurut sumber lokal, IOF menargetkan perahu nelayan di lepas pantai kota Beit Lahiya serta daerah di laut Gaza. Tidak ada cedera yang dilaporkan.

Tiga minggu yang lalu, IOF juga telah menembaki petani dan rumah-rumah di kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

Serangan ini telah berlangsung sejak gencatan senjata api antara otoritas pendudukan Israel dan Hamas di Gaza, menyusul serangan 51 hari terhadap Gaza yang menewaskan lebih dari 2.200 orang.

 

Deddy | PNN | Jurniscom

 

 

Ritual Mandi di India Telan Korban

INDIA (Jurnalislam.com) – Setidaknya 27 orang tewas dan 34 lainnya terluka dalam desak-desakan selama festival mandi keagamaan Hindu di India selatan, seorang pejabat pemerintah mengatakan.

Penyerbuan terjadi di Rajahmundry di negara bagian Andhra Pradesh saat puluhan ribu orang didorong ke depan untuk mandi di Sungai Godavari selama festival Pushkaralu, kata Arun Kumar, seorang administrator negara.

34 orang menyusul dirawat di rumah sakit dengan luka, kata Kumar.

Perkelahian dipicu oleh beberapa jamaah perempuan yang mencoba untuk mengambil sepatu mereka, yang telah jatuh saat terburu-buru ke tepi sungai, kata polisi.

Beberapa peziarah mengatakan ambulans membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai lokasi karena jalan penuh sesak dengan orang-orang.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan kesedihan atas tragedi itu. Dalam tweet-nya ia menulis bahwa ia "sangat sedih".

Rajahmundry terletak 450km di timur Hyderabad, ibukota bersama bagi Andhra Pradesh dan negara Telangana yang baru dibentuk. Hampir 24 juta orang diperkirakan ikut ambil bagian dalam festival 12-hari di sepanjang Sungai Godavari yang mengalir melalui dua negara.

Desak-desakan mematikan cukup umum dilakukan selama festival keagamaan di India, di mana banyak orang berkumpul di daerah kecil dengan sedikit langkah-langkah keamanan atau pengendalian massa.

Pada bulan Oktober 2013, festival di negara bagian Madhya Pradesh di India tengah menewaskan lebih dari 110 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Deddy | Aljazeera  | Jurniscom

Pasukan Anti Pemberontak Yaman Rebut kembali Bandara Aden

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan Yaman didukung oleh koalisi yang dipimpin Arab telah merebut kembali bandara internasional Aden dari tangan pemberontak Houthi saat pertempuran berat terjadi di kota pelabuhan tersebut setelah runtuhnya gencatan senjata kemanusiaan, kata pemerintah di pengasingan.

Pasukan yang setia kepada Presiden yang diasingkan, Abd-Rabbu Mansour Hadi, juga berhasil menguasai distrik pusat Aden, Khormaksar, pada hari Selasa (14/07/2015), dan sumber-sumber bantuan melaporkan pertempuran terjadi di sekitar area pelabuhan.

Didukung oleh dukungan pesawat dari koalisi Arab, pasukan Yaman melancarkan serangan luas di Aden pekan ini untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Syiah Houthi, sekutu Iran.

"Bandara Internasional Aden dan Khormaksar telah dibersihkan dari elemen Syiah Houthi dan Saleh oleh pasukan bersenjata dukungan legitimasi Yaman dan pasukan perlawanan rakyat, dalam koordinasi dan dukungan langsung oleh koalisi," kata juru bicara pemerintah Yaman, Rajeh Badi.

Ia mengatakan bahwa ia berharap Aden sudah dibersihkan sepenuhnya dalam beberapa hari mendatang.

Gencatan senjata yang ditengahi PBB untuk memungkinkan pengiriman bantuan ke warga kota yang putus asa dan kekurangan makanan, juga obat-obatan dan kebutuhan lainnya batal pada hari Senin setelah Arab Saudi mengatakan tidak mengakui gencatan senjata dan akan meneruskan serangan udara.

"Pertempuran di Aden dimulai pada pagi hari saat pasukan mendekati Aden dari posisi yang berbeda," kata Ali al-Ahmadi, juru bicara Southern Popular Resistance, yang membela Aden dari gempuran Houthi.

"Setelah bentrokan yang berlangsung selama berjam-jam pasukan mampu memasuki bandara dan markas Badr dan mereka membunuh sejumlah besar milisi."

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berhasil memberikan pasokan medis untuk Aden tetapi mengatakan jatah makanan telah tertunda.

Kelompok bantuan memperingatkan nahwa krisis di Yaman semakin mendalam.

"Kami butuh berhari-hari lamanya untuk mengatur perjalanan yang aman … Tapi bantuan itu tiba di Aden Sabtu lalu. Ini adalah pertama kalinya konvoi kami berhasil tiba di Aden selama berminggu-minggu," Johannes Van Der Klaauw, kemanusiaan koordinator PBB Yaman, mengatakan di Jenewa.

Program Pangan Dunia PBB mengatakan konvoi sebanyak 40 truk tersebut membawa makanan yang cukup untuk memberi makan 117.000 orang selama satu bulan dan telah mencapai provinsi Aden setelah ditahan di sebuah pos pemeriksaan berhari-hari.

Tapi harapan pengiriman 500.000 liter bahan bakar ke Aden masih terhalang oleh masalah keamanan.

"Daerah di sekitar pelabuhan untuk 48 jam terakhir telah menjadi zona perang," kata juru bicara WFP Abeer Etefa.

PBB mengatakan bahwa sejak 3 Juli setidaknya 142 warga sipil, termasuk 36 anak-anak dan 27 wanita, tewas, dan 224 lainnya terluka.

Lebih dari 3.000 orang telah tewas dan lebih dari satu juta menjadi pengungsi sejak konflik pecah.

 

Deddy | Aljazeera | AFP | Jurniscom