7 Orang Tewas Saat Kecelakaan Pesawat Airshow di Inggris

LONDON (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tujuh orang tewas setelah sebuah pesawat jatuh menimpa sebuah kendaraan di jalan tol A-27 di Shoreham, West Sussex, Inggris, kantor layanan darurat melaporkan Sabtu sore (22/08/2015).

"SECAMB mengkonfirmasi 7 korban jiwa akibat kecelakaan saat pameran dirgantara Shoreham hari ini. Pikiran semua orang bersama dengan keluarga dan orang yang dicintai," kata kantor layanan South East Coast Ambulance di akun Twitter resmi mereka tak lama setelah kecelakaan.

Hawker Hunter-jenis pesawat jet itu, melakukan penerbangan acara di pameran dirgantara Shoreham ketika kecelakaan itu terjadi.

Kantor layanan darurat juga menegaskan setidaknya 14 orang terluka di rumah sakit terdekat, termasuk satu kasus yang mengancam jiwa.

Biro Investigasi Kecelakaan Udara yang saat ini berada di tempat kejadian telah meminta para pengamat yang memiliki video atau foto-foto pesawat menabrak untuk menahan diri demi tujuan penyelidikan, menurut akun Twitter resmi Shoreham Air Show.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Lagi, Milisi Kristen Anti-Balaka Serang Pemuda Muslim di Afrika Tengah

AFRIKA TENGAH (Jurnalislam.com) – Dalam gelombang pertumpahan darah sektarian baru di Republik Afrika Tengah (CAR), sedikitnya sepuluh orang tewas pada hari Jumat (21/08/2015) dalam pertempuran antara Kristen dan Muslim di wilayah timur-tengah negara itu, sumber-sumber lokal mengatakan kepada Anadolu Agency.

Pertempuran pertama meletus pada hari Kamis di kota Bambari di Sungai Ouaka setelah seorang pria muda Muslim dilaporkan dipukuli sampai mati oleh anggota milisi anti-Balaka yang didominasi Kristen.

Sebagai pembalasan atas kematian pemuda itu, warga Muslim dilaporkan menyerang balik, menurut seorang pejabat kemanusiaan lokal yang bersikeras meminta anonimitas karena takut akan keselamatannya.

Pada hari Jumat, setidaknya sepuluh orang dilaporkan telah tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan agama yang berkembang luas.

Pada hari yang sama, warga Bambari turun ke jalan untuk memprotes kekerasan, beberapa di antaranya mengkritik pasukan penjaga perdamaian PBB yang jelas dikerahkan sangat lambat di negara Afrika Tengah yang bermasalah tersebut.

"Kami tidak memahami apa yang dilakukan penjaga perdamaian di negeri ini," kata seorang warga kota, yang juga berbicara dengan syarat anonim.

"Para pemuda dibantai sementara pasukan MINUSCA hanya memandang," tambahnya, mengacu pada Misi Stabilisasi PBB di Republik Afrika Tengah, atau MINUSCA.

Sebuah organisasi Muslim lokal juga mengeluh karena tidak dapat mengendalikan elemen yang lebih militan di masyarakat.

"Mereka masih muda dan kami tidak bisa mengendalikan mereka," Oumar Tidjiani, penasihat hukum untuk Asosiasi Pemuda Muslim, sebuah LSM lokal, mengatakan, mengacu pada beberapa Muslim lokal yang terlibat dalam kekerasan itu.

"Kami sebuah komunitas Islam," tambahnya. "Peran kami adalah memastikan perdamaian."

CAR jatuh ke konflik pada 2013, ketika pejuang Muslim Séléka menggulingkan Presiden Francois Bozize, seorang Kristen yang telah merebut kekuasaan dalam kudeta 2003. Pejuang kemudian mengangkat Michel Djotodia, seorang Muslim, sebagai presiden sementara.

Djotodia mengundurkan diri pada awal 2014 kemudian digantikan oleh Catherine Samba-Panza, seorang Kristen, di tengah gelombang kekerasan konflik agama antara anggota dua komunitas.

Pada bulan Mei tahun ini, setelah berbulan-bulan terjadi kekerasan antara milisi Kristen anti-Balaka dan pejuang Séléka Muslim di mana ratusan anggota mereka tewas, kedua kelompok sepakat untuk meletakkan senjata mereka.

Bulan berikutnya, Samba-Panza menyetujui undang-undang pembentukan pengadilan khusus yang bertugas menyelidiki kejahatan yang dilakukan selama konflik  Agama.

Karena krisis yang sedang berlangsung di negara itu, pemilihan presiden di CAR – awalnya dijadwalkan tahun 2014 – telah ditunda tiga kali. Pemilihan presiden saat ini dijadwalkan akan diselenggarakan pada bulan Oktober.

MINUSCA didirikan oleh Dewan Keamanan PBB pada bulan April tahun lalu. Unsur-unsur utama tugasnya adalah melindungi warga sipil, mendukung proses transisi politik, memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan menjaga hak asasi manusia.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Orang Muslim Pertama di Washington DC

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Bagi sebagian besar Muslim, apa yang terjadi pada tubuh orang yang sudah meninggal tidak sama pentingnya dengan apa yang terjadi pada jiwa orang itu.

Namun, sejarawan dari semua latar belakang berebut untuk mencari jenazah dan barang-barang seorang Muslim yang dimakamkan di Washington, DC hampir 200 tahun yang lalu, karena menyentuh jiwa sejarah Amerika awal.

Almarhum Yarrow Mamout, di antara puluhan ribu – bahkan mungkin jutaan – Muslim dibawa ke Amerika selama masa perdagangan budak, tapi hanya sedikit sejarawan yang memiliki banyak informasi tentangnya.

Dokumen bersejarah menyatakan bahwa Yarrow mungkin terkubur di properti yang ia beli setelah mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1797. Tanah itu terletak di kawasan bersejarah Georgetown Washington di mana rumah-rumah yang berada di lingkungan itu sekarang dijual dengan harga beberapa juta dolar. Pemiliknya adalah pengembang real estate Deyi Awadallah, yang berencana untuk membangun dan menjual rumah baru di tanah itu. Dia tidak mengetahui apapun tentang Yarrow ketika ia membeli tanah tersebut, tapi dia bersedia untuk memberikan arkeolog kesempatan – beberapa minggu atau bulan – untuk menyelidiki sebelum ia melaksanakan rencana pembangunan rumah di propertinya itu.

"Saya mencoba untuk menghormati situasi, "katanya dalam sebuah wawancara pada tahun 2013.

Menurut James H. Johnston, Yarrow dijual sebagai budak saat masih remaja di Senegal tahun 1752. Pengacara yang berbasis di Washington dan juga seorang penulis lepas itu menghabiskan delapan tahun menyelidiki cerita Yarrow untuk bukunya di tahun 2012, "Dari Kapal Budak ke Harvard: Yarrow Mamout dan Sejarah Keluarga Afrika-Amerika (From Slave Ship to Harvard: Yarrow Mamout and the History of an African American Family)."

"Dia cukup terkenal di zamannya, tapi (di masa itu), tidak ada yang pernah memperhatikan siapakah dia," kata Johnston. Inspirasi untuk penelitian Johnston datang setelah ia melihat dua potret Yarrow, yaitu penggambaran aristokrat seorang pria Amerika-Afrika yang berasal dari masa perbudakan.

Sebuah lukisan yang lebih populer dari dua lukisan tentang Yarrow dilukis oleh seniman Amerika awal terkenal, Charles William Peale, dan lukisan itu kini berada di Philadelphia Museum of Art. Bagi Johnston, lukisan itu mewakili martabat, ketekunan, dan ketangguhan selama masa-masa gelap sejarah Amerika.

"Orang-orang terkesan dengan lukisan itu karena Anda sedang melihat potret indah seorang pria yang tampak kaya, namun ia sebenarnya telah mengalami kondisi perbudakan yang mengerikan," kata Johnston.

Yarrow terkenal di komunitas Georgetown. Dia adalah asisten Samuel Beall dan anaknya Brooke, dua profesional berpengaruh yang dekat dengan tokoh penting seperti Presiden pendiri AS George Washington. Ia dikenang sebagai sosok yang ceria, rajin dan sangat taat dalam imannya, berhenti untuk sholat lima kali sehari di mana pun ia berada.

Yarrow juga seorang pengusaha yang bisa membaca dan menulis. Di Georgetown, budak diizinkan untuk memiliki bisnis sampingan milik mereka sendiri, sehingga Yarrow menjadi pembuat batu bata. Bahkan, ia mendapatkan kebebasannya dengan membangun sebuah rumah untuk majikannya dan menyimpan uang untuk membangun rumahnya sendiri.

Kisah ini membuat Yarrow menjadi sebuah "catatan kaki besar" dalam sejarah, kata Amir Muhammad, direktur Museum Warisan Islam (Islamic Heritage Museum) Washington.

"Ini menunjukkan bahwa Muslim Amerika adalah bagian dari sejarah yang membentuk Amerika. Dia adalah pribadi yang nyata, bukan hanya dalam lukisan tetapi dalam karya-karya dan perbuatannya," katanya.

Bagi arkeolog resmi Washington DC, Ruth Trocolli, setiap jejak arkeologi Yarrow membantu masyarakat untuk lebih memahami bagaimana hidup para budak, terutama budak Muslim.

Tapi upaya pemulihan sejarah ini cukup menantang. Beberapa tahun yang lalu, arkeolog menemukan sebuah pemakaman kecil dengan makam lima orang Afrika-Amerika dari era perbudakan di tanah yang berbatasan dengan bagian belakang tanah Yarrow, tapi tak satu pun dari kelima jasad tersebut yang cocok dengan deskripsi Yarrow.

Rumah Yarrow dihancurkan lebih dari satu abad yang lalu dan yang sekarang berada di properti yang dijadwalkan akan dibongkar karena secara struktural tidak sehat. Sebuah kolam renang di halaman belakang menghambat upaya penggalian. Tapi Trocolli berharap bahwa bagian terbuka dari properti Yarrow mungkin berisi fitur asli seperti sumur, jamban, gudang, atau bahkan kuburan Yarrow.

"Cerita Yarrow sangat signifikan," kata Trocolli. "Ini adalah cerita tentang seseorang yang bertahan. Dia adalah seorang budak yang berhasil membeli kebebasannya sendiri."

Awadallah mengakui bahwa ia memiliki minat yang lebih besar dalam bisnis real estate daripada di properti bersejarah, tapi sebagai Muslim Amerika keturunan Palestina, ia mengakui proses penyelidikan ini adalah suatu kebetulan.

"Saya tahu ada Budak Afrika yang Muslim, saya hanya tidak tahu mereka berada sedekat ini dengan rumah – hanya lima mil dari rumah saya di Falls Church, Virginia," katanya.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

Liga Arab: Israel adalah Negara Abnormal

JURNALISLAM.COM  –  Asisten sekretaris jenderal Liga Arab untuk urusan Palestina Muhammad Sobeih telah mencap Israel sebagai negara "abnormal" , mengatakan lembaga pan-Arab tersebut berusaha untuk mengeluarkan sebuah resolusi dari Dewan Keamanan PBB untuk mengakhiri pendudukan Israel selama beberapa dekade di wilayah Palestina,  World Bulletin melaporkan, Jumat (21/08/2015).

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Sobeih mengatakan anggota Liga Arab sedang mengadakan konsultasi untuk mengeluarkan resolusi PBB mengakhiri kegiatan pendudukan dan menghentikan aktivitas pemukiman Israel.

"Liga Arab akan pergi ke Dewan Keamanan PBB saat ini untuk mencegah Israel menghindari kewajibannya," katanya.

Mengistilahkan Israel sebagai negara "abnormal", Sobeih mengatakan bahwa Liga Arab tidak percaya kepada pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Israel tidak kompatibel dengan solusi dua negara atau hukum internasional," katanya. "Israel bergerak di jalur berbahaya untuk kehancurannya."

Pembicaraan damai antara perunding Israel dan Palestina terhenti tahun lalu atas penolakan Israel untuk membebaskan sekelompok tahanan Palestina meskipun telah berjanji sebelumnya untuk melakukannya.

Pada bulan Desember, Palestina gagal memenangkan dukungan dalam upaya mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan PBB menetapkan batas waktu dua tahun untuk mengakhiri pendudukan Israel dari tanah mereka.

Sobeih mengatakan pemukim Israel telah melakukan serangan terhadap 11.000 warga Palestina sejak tahun 2004.

Dalam beberapa pekan terakhir, bayi Palestina dibakar sampai mati dalam serangan pembakaran oleh pemukim Yahudi di dekat kota Nablus, Tepi Barat. Ayah bayi tersebut juga meninggal beberapa hari kemudian akibat luka yang dideritanya dalam serangan itu.

Sobeih mengatakan pemerintah Israel "secara resmi mendukung" para pemukim Yahudi dan ekstremis Yahudi, mengutip pernyataan terbaru Menteri Kehakiman Yahudi Ayelet Shaked, saat ia menghina anak-anak Palestina sebagai "ular".

Tahun lalu, Shaked menghujat, setelah pembunuhan tiga pemukim di Tepi Barat, bahwa "di balik setiap teroris berdiri puluhan pria dan wanita, tanpa siapa ia tidak bisa terlibat dalam terorisme."

"Mereka harus pergi, sebagaimana seharusnya rumah tempat mereka membesarkan ular juga harus hilang. Jika tidak, ular yang lebih kecil akan dibesarkan di sana," kata Menteri Kehakiman Yahudi.

Lonjakan serangan pemukim terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat atas upaya berulang yang dilakukan oleh pemukim saat memaksa memasuki kompleks Masjid Al-Aqhsa di Yerusalem Timur.

Sobeih memperingatkan akan terjadinya "bencana" karena serangan berulang terhadap kompleks masjid oleh para pemukim Israel.

"Upaya berulang untuk memprovokasi opini publik dunia secara luas dengan menodai kesucian Masjid Al-Aqhsa … menanggung indikasi rasis yang berbahaya," Asisten sekretaris jenderal Liga Arab, Muhammad Sobeih memperingatkan.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Advokasi Muslim AS Protes atas Larangan Hijab oleh Polisi Columbus

OHIO (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok advokasi Muslim AS terkemuka telah mengajukan keluhan atas penolakan Divisi Polisi Columbus atas petugas perempuan yang mengenakan jilbab, dan menyebutnya sebagai keputusan yang diskriminatif.

Seperti yang dilansir oleh OnIslam.net pada hari Jumat (21/08/2015), "CAIR-Ohio membawa keluhan ini untuk mengakhiri larangan diskriminatif dalam mempekerjakan wanita Muslim yang mengenakan jilbab oleh Divisi Polisi Columbus," Romin Iqbal, seorang Staf Jaksa di Ohio dari Council on American-Islamic Relations, menulis dalam keluhan yang diajukan kepada Komisi Hak Sipil Ohio dan dikutip dalam pernyataan yang dikirim ke OnIslam.net.

"Larangan Divisi Polisi Columbus untuk mempekerjakan wanita Muslim yang mengenakan jilbab yang merupakan amanat agama mereka sama saja mendiskriminasikan perempuan Muslim religius yang ingin bergabung dengan kepolisian Columbus, dan merupakan pelanggaran Bab 4112 dari Ohio Revised Code dimana majikan diwajibkan untuk menyediakan akomodasi yang wajar dan tulus sesuai keyakinan agama karyawan dan calon karyawan."

Keluhan tersebut keluar setelah kepolisian Columbus memutuskan untuk menolak mempekerjakan petugas wanita Muslim yang mengenakan jilbab.

CAIR-Ohio mengajukan keluhan setelah Walikota Columbus Michael Coleman baru-baru ini mengatakan kepada Columbus Dispatch bahwa ia mendukung larangan jilbab.

"Ketika petugas pergi keluar ke masyarakat, mereka harus diidentifikasi sebagai petugas polisi Columbus, bukan polisi Muslim, bukan polisi Kristen, bukan polisi Yahudi, Hindu, Baptis atau apa pun," kata Coleman kepada The Columbus Dispatch.

Kepala polisi Kim Jacobs mengutip peringatan bahwa petugas yang mengenakan jilbab "mengesalkan setiap orang" dan menyatakan, "Jika minggu ini mengenakan jilbab, mungkin minggu depan akan mengenakan burqa."

Pada bulan Maret 2015 seorang wanita Muslim Amerika yang direkrut di Akademi Kepolisian Columbus terpaksa mengundurkan diri setelah polisi Columbus menolak memberikan akomodasi agama untuk jilbabnya.

The Dispatch menulis cerita pada bulan April tentang Ismahan Isse, seorang wanita Somalia-Amerika yang meninggalkan akademi polisi di bulan Maret karena larangan berjilbab.

Isse mengatakan bahwa dia ingin kembali ke akademi tapi penutup kepala adalah bagian penting dari agama dan identitasnya.

Meskipun tidak ada angka resmi, Amerika Serikat diyakini menjadi rumah bagi hampir tujuh juta Muslim.

Islam memerintahkan jilbab sebagai pakaian wajib seorang muslimah, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

Lebih dari 1.000 Aktivis Kulit Hitam Dukung Boikot Israel

AMERIKA SERIKAT (Jurnalislam.com) –  Lebih dari 1.000 orang Afrika-Amerika telah menandatangani surat menegaskan kembali solidaritas mereka terhadap penderitaan Palestina dan mendukung perlawanan terhadap Israel dan produk-produknya, yang dikenal sebagai gerakan boikot, divestasi dan sanksi (BDS) dalam laporan di RT, lansir World Bulletin, Jumat (21/08/2015)

Dalam surat tersebut, para aktivis "menegaskan kembali solidaritas mereka terhadap perjuangan Palestina dan komitmen untuk pembebasan tanah dan rakyat Palestina." Teks tersebut ditandatangani oleh sejumlah nama profil tinggi seperti ulama Cornel Barat, aktivis tahun 1960 Angela Davis, dan pendiri Black Lives Matters Patrisse Cullors.

Pernyataan itu keluar setahun setelah konflik 2014 di Gaza. Israel mengadakan serangan udara dan darat selama berminggu-minggu. Serangan tersebut dinamakan oleh para aktivis kulit hitam sebagai "pembantaian Gaza musim panas lalu" yang mengambil nyawa lebih dari 2.200 warga Palestina – kebanyakan adalah warga sipil – dan beberapa lusin tentara Israel.

Para aktivis melanjutkan dengan membuat beberapa koneksi antara yang telah dilalui Palestina dan masyarakat kulit hitam. Mereka bahkan menarik paralel antara polisi AS dan tentara Israel, mengatakan bahwa mereka dilatih bersama-sama.

"Penahanan dan pemenjaraan warga Palestina oleh Israel secara luas membangkitkan kenangan atas penahanan massal orang-orang berkulit Hitam di AS, termasuk penjara politik revolusioner," pernyataan itu berbunyi. "Tentara, polisi, dan pengadilan membenarkan kekuatan mematikan terhadap kami dan anak-anak yang sebenarnya tidak menimbulkan ancaman ."

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Mujahidin IIA Gempur Milisi Gelum Jum, 15 Pasukan Musuh Tewas dan Terluka, 5 Apc Hancur

FARYAB (Jurnalisalm.com) – Laporan dari kabupaten Chilgazi mengatakan bahwa pertempuran  sengit terjadi, mujahidin Imarah Islam melawan milisi Gelum Jum dari Dostum di area Chahrshanba dan Qataw Lang dalam tiga hari terakhir, yang akhirnya memaksa musuh melarikan diri pada hari Kamis, El Emarah News melaporkan pada hari Jumat (21/08/2015).

Dikatakan bahwa 5 APC musuh hancur selama rentang pertempuran serta 15 orang tentara sewaan tewas dan terluka, pejabat mengatakan sambil menambahkan bahwa 2 Mujahidin juga syahid oleh tembakan musuh (semoga Allah menerima mereka).

Sementara di provinsi Helmand, mujahidin Imarah Islam berhasil menguasai pos kunci pasukan ANA di luar bazaar distrik Musa Kala pukul 08:00 malam lalu ketika pasukan upahan melarikan diri setelah menderita kerugian akibat serangan senjata berat dan ringan yang ditergetkan pada mereka.

Mujahidin merebut tabung mortir, 4 senapan AS, 2 radio comm. dan 7 kendaraan penuh mortir, SPG9 dan senjata putaran kecil serta peralatan lainnya.

Pos musuh lain di dekatnya juga diserang dengan  artileri 82mm dan artileri putaran SPG 9, menghancurkan menara pos jaga dan menimbulkan kerugian mematikan di pihak musuh.

Serangan ini terjadi saat musuh meninggalkan basis dan 2 pos pemeriksaan di Per Karez, Sepan dan desa Bani Aka tadi malam dan malam sebelumnya saat Mujahidin menyerbu 2 pos pemeriksaan di desa Bani Aka.

Sejumlah besar senjata dan amunisi disita dalam kedua operasi tersebut.

Musuh pengecut dikepung di pusat distrik saat ini dalam keadaan panik, tergesa-gesa mencari jalan keluar.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Seperempat dari Seluruh Pasukan Israel Alami Gangguan Jiwa

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah laporan menunjukan seperempat tentara Zionis mengalami sakit jiwa disebabkan kondisi keamanan.

Seperti yang dilansir oleh Infopalestina, Chanel 2 Israel, Selasa (18/08/2015) mengungkapkan, berdasarkan data resmi pihak militer menunjukan seperempat tentara Zionis mengalami sakit jiwa. Bahkan kemungkinan jumlah ini akan membengkak dari data yang ada mengingat kebanyakan serdadu malas untuk memeriksakan diri. Mereka memperkirakan akan terjadi pertambahan signifikan ditengah peningkatan pelayanan dengan lebih luas lagi.

Data yang ada menunjukan 64 % tentara laki-laki mengalami sakit jiwa sementara dari tentara wanita mencapai 34 %.

Adapun penyebab kondisi ini masih simpang siur belum jelas, bahkan ada sebagian pihak yang menyepelekanya. Namun sejumlah perkiraan menunjukan semua ini karena kondisi keamanan.

Bahkan laporan menunjukan sejumlah kasus pemecatan terhadap tentara 21 % adalah sakit jiwa.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Pekan Depan Iran Tanda Tangani Kontrak Rudal S-300 dengan Rusia

IRAN (Jurnalislam.com) – Iran akan menandatangani kontrak dengan Rusia pekan depan untuk membeli empat sistem rudal surface-to-air S-300, menteri Pertahanan Iran mengatakan pada hari Selasa (18/08/2015), membawa Teheran lebih dekat dengan kemampuan pertahanan udara yang baru, World Bulletin melaporkan.

Produsen senjata negara Rusia Almaz-Antey pada bulan Juni mengatakan akan memasok Iran dengan S-300 versi modern, yang merupakan salah satu sistem pertahanan udara yang paling canggih di dunia, setelah perjanjian komersial tercapai.

“Surat kontrak siap dan teman-teman kami akan pergi ke Rusia pekan depan untuk menandatanganinya,” kata Menteri Pertahanan Hossein Dehghan seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Rusia membatalkan kontrak untuk memberikan S-300 kepada Iran pada tahun 2010 di bawah tekanan dari Barat. Tapi Presiden Vladimir Putin menghapus larangan tersebut pada bulan April menyusul kesepakatan nuklir interim antara Iran dan kekuatan dunia.

Pengumuman di hari Selasa tersebut muncul sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengunjungi Moskow untuk membahas perang di Suriah, di mana Teheran dan Moskow mendukung Bashar al-Assad.

Dehghan mengatakan Iran awalnya merencanakan untuk mengakuisisi tiga “batalion” peluncur S-300, tetapi berubah meningkat menjadi empat.

Dia tidak merinci berapa banyak peluncur rudal untuk setiap batalion, pengelompokan standar militer ukurannya dapat bervariasi tergantung pada kebangsaan, peralatan dan peran.

Pieter Wezeman, seorang ahli senjata di Stockholm International Peace Research Institute, mengatakan setiap batalion mungkin akan menjadi unit independen yang terdiri dari sistem radar, sistem kontrol, dan sejumlah peluncur.

“Dengan empat batalion, mereka harus mampu menyebarkan sistem rudal di empat lokasi yang berbeda,” katanya.

S-300 pertama kali digunakan pada puncak Perang Dingin pada tahun 1979, dapat dipasang pada beberapa pesawat dan rudal balistik hingga jarak 300 km (186 mil).

Dehghan juga mengatakan Iran telah melakukan negosiasi dengan Rusia untuk membeli jet tempur, kemungkinan dalam upaya untuk meng-upgrade armada jet lama mereka yang sebagian besar buatan AS karena tidak dapat memperoleh suku cadang. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Pasukan Bayaran Tinggalkan Markas dan 2 Pos Pemeriksaan di Musa Kala

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari distrik Musa Kala mengatakan bahwa tentara bayaran pengecut melarikan diri dan meninggalkan basis dan 2 pos pemeriksaan di daerah Per Karez, Sepan dan Banu Aka yang terletak dengan bazaar kabupaten.

Mujahidin kemudian mengambil alih posisi musuh, membakar sebuah APC dan truk pickup serta menyita sebuah APC, 8 kendaraan berisi senjata kecil dan roket amunisi dan sepotong artileri yang telah rusak.

Para pejabat mengatakan bahwa seluruh daerah sekarang berada di bawah kendali Mujahidin.

Di Kandahar Seorang penyusup dari Imarah Islam di daerah Rabat kabupaten Boldak membunuh penjaga Arbaki dari pos pemeriksaan beberapa hari sebelumnya kemudian membawa kendaraan hatchback, senapan mesin PK, peluncur RPG, 7 senapan dan bergabung dengan Mujahidin yang berada dekatnya.

Deddy | Shahamat | Jurniscom