2 Pasukan Khusus Amerika Tewas oleh Serangan Penyusup

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)The Long War Journal melaporkan, dua tentara Koalisi NATO tewas oleh dua pria bersenjata yang mengenakan seragam militer Afghanistan hari Rabu (26/08/2015) di markas yang sebelumnya dikenal sebagai Camp Bastion di distrik Washir di provinsi Helmand. Dua tentara yang tewas kemungkinan adalah anggota pasukan operasi khusus yang baru-baru ini dikerahkan ke Afghanistan. Serangan Insider atau green-on-blue tersebut, terjadi  ketika anggota pasukan pemerintah Afghanistan yang disusupi atau penyusup Taliban Afghanistan membunuh personil Koalisi NATO, dan peristiwa tersebut adalah yang ketiga tercatat pada tahun ini.

The New York Times mengatakan,“Rincian mengenai serangan terhadap tentara NATO yang tersedia sangat bertentangan. Kebangsaan para penyerang tidak segera jelas. Pernyataan yang dikeluarkan oleh koalisi pimpinan Amerika mengatakan bahwa anggota mereka tewas ketika dua pria mengenakan seragam Afghanistan menembaki kendaraan mereka", kata pernyataan itu.

Para pejabat Afghanistan di Helmand mengatakan bahwa dua tentara NATO tersebut telah menjadi bagian dari sekelompok pasukan khusus Amerika yang telah tiba di Camp Bastion awal pekan ini. Para pejabat mengatakan bahwa tentara tersebut ditembaki oleh pasukan Afghanistan yang menduga mereka sebagai mujahidin Taliban Afghanistan yang menyamar mengenakan seragam militer, taktik yang sering digunakan Taliban dalam beberapa bulan terakhir. 

"Para penjaga yang bertugas meminta mereka untuk menyebutkan identitas, tetapi pasukan khusus Amerika tersebut tampaknya mengabaikan peringatan mereka, setelah itu terjadi tembak-menembak", kata kepala komite keamanan dewan provinsi, Bashir Ahmad Syakir.

 

Deddy | Jurniscom

Myanmar Kirim Balik Lebih dari 125 Pengungsi Perahu ke Bangladesh

YANGON (Jurnalislam.com) – Myanmar telah mengirimkan lagi 125 orang ke Bangladesh setelah menyelamatkan ratusan orang yang terdampar di lepas pantai dalam perahu yang ditinggalkan para penyelundup pada bulan Mei, media lokal melaporkan Rabu (26/08/2015).

Dengan pengiriman ini jumlah orang yang dikembalikan dalam lima putaran menjadi 626, tersisa 101 orang yang menunggu untuk dipulangkan, menurut Myanmar Times.

"Pihak berwenang di Bangladesh terus memverifikasi orang yang tersisa dari dua kapal yang diselamatkan," kata sebuah laporan dari corong negara the Global New Light of Myanmar pada hari Rabu.

Setelah krisis migran daerah berkobar pada bulan Mei, pemerintah Myanmar bersusah payah menunjukkan bahwa itu bukanlah sumber masalah dan menekankan peran Bangladesh, yang berbatasan dengan Rakhine yang dilanda konflik.

Ribuan orang ditinggalkan dan terdampar di laut, termasuk migran dari Bangladesh dan Rohingya yang dianiaya dari Myanmar, setelah tindakan keras Thailand membuat takut para pemimpin geng penyelundup sehingga mereka meninggalkan kapal yang penuh sesak dengan laki-laki, perempuan dan anak-anak.

Kelompok-kelompok HAM menuduh Myanmar memaksa puluhan ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari penganiayaan ke laut, tapi Myanmar menyalahkan para penyelundup dan menolak bertanggung jawab.

Ratusan Rohingya dilaporkan dibawa pergi dari dua kapal yang diselamatkan oleh Angkatan Laut Myanmar sebelum pihak berwenang tiba, kata Myanmar Times.

Chris Lewa dari Arakan Project, sebuah kelompok pemantauan pelanggaran hak asasi terhadap Rohingya, mengatakan kepada Anadolu Agency awal bulan ini bahwa 50 Rohingya berada di antara mereka yang diselamatkan yang menghadapi penahanan tanpa batas waktu di Myanmar karena negara tidak bersedia menerima mereka.

Rohingya, yang bejumlah sekitar satu juta, sebagian besar tidak memiliki negara dan telah menderita penindasan puluhan tahun dari pemerintah dan ekstremis.

Penderitaan mereka ironisnya menjadi lebih parah dalam beberapa tahun terakhir saat pemerintah reformis menggantikan junta militer dan mengantar menuju kebebasan yang lebih besar.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Ulama Turki Beri Peringatan tentang Agama Star Wars "Jediisme"

TURKI (Jurnalislam.com) – Lembaga tinggi agama Turki telah memperingatkan penyebaran agama "jediisme," mengikuti prajurit Jedi dalam seri Star Wars, mengatakan bahwa ribuan orang Barat saat ini memeluk agama yang "mempromosikan-perang" tersebut, lansir OnIslam Rabu (26/08/2015).

"Jediisme … menyebar saat ini dalam masyarakat Kristen. Sekitar 70.000 orang di Australia dan 390.000 orang di Inggris saat ini mendefinisikan diri mereka sebagai Jedis," tulis Asisten Profesor Universitas Marmara, Bilal Yorulmaz, di majalah bulanan Direktorat Urusan Agama “Diyanet”, Hurriyet Daily News melaporkan.

Yorulmaz membicarakan tentang gerakan nonteistik Jeddism yang terutama didasarkan pada penggambaran Jedi di Star Wars.

Hampir 180.000 orang mengklaim sebagai pengikut agama Jedi yang terdapat dalam film Star Wars – mencatat bahwa pada tahun 2001, sekitar 400.000 orang bergurau dengan menyatakan menganut agama Jedi  saat sensus.

Tanpa adanya doktrin resmi kitab Kristen, gereja Jedi mencatat di situsnya bahwa mereka "mengakui semua makhluk hidup berbagi kekuatan hidup dan bahwa semua orang memiliki pengetahuan bawaan tentang apa yang benar dan salah, dan gereja Jedi merayakan masalah ini tidak seperti agama yang lain."

Menekankan bahwa mereka tidak kompatibel dengan Islam, Yorulmaz memperingatkan bahwa jediisme tumbuh di antara masyarakat Kristen.

Peringatan profesor tersebut dinyatakan empat bulan setelah ribuan mahasiswa Turki meluncurkan kampanye online menyerukan untuk membangun candi Jedi dan Buddha di kampus.

Pada saat itu, para mahasiswa mengutip keputusan pemerintah yang akan membangun masjid di 80 kampus, termasuk "landmark masjid" di Istanbul Technical University.

Peringatan Yorulmaz ini diabaikan oleh para ulama Muslim lainnya yang percaya bahwa Star Wars tidak mempromosikan kekerasan.

Menurut mereka "wajar untuk memiliki film seperti itu selama mereka tidak mendorong kekerasan," theologist Abdulaziz Bayindir, mengatakan kepada harian Haberturk.

Beberapa bulan yang lalu, sebuah studi menemukan bahwa jumlah umat Islam diperkirakan akan melampaui jumlah Kristen di dunia.

Menurut penelitian, orang-orang Muslim akan sama dengan Kristen di pertengahan abad ini, dengan peningkatan pengikut Islam 30%.

Islam dan Kristen, kelompok agama terbesar di dunia, Islam akan membuat lebih dari 69% dari populasi global pada tahun 2100, naik dari 61% pada tahun 2050 dan 55% pada tahun 2010, menurut penelitian.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

 

Rincian Tentang Pembebasan Distrik Musa Kala oleh Mujahidin IIA

HELMAND (Jurnalislam.com) – Pada sekitar pukul 10.00 WIB kemarin malam, ratusan Mujahidin Imarah Islam melancarkan serangan terkoordinasi di pusat distrik Musa Kala, dan berhasil merebut kendali gedung markas kabupaten, gedung markas polisi dan semua pos pemeriksaan. Basis musuh terdekat yang dijaga ketat serta bangunan PRT juga dikuasai pada pukul 11:00 waktu setempat hari Rabu, memaksa pasukan musuh yang tersisa melarikan diri ke arah kabupaten Gerishk, El Emarah News melaporkan hari Rabu (26/08/2015).

Sebanyak 40 tentara bayaran tewas dalam pertempuran. 20 mayat ditinggalkan di medan perang, sementara 40 lainnya termasuk kepala polisi terluka.

Pejabat lebih lanjut mengatakan bahwa 16 APC, 13 truk pickup, 10 truk logistik besar, 350 jenis senjata berat dan ringan, 500 putaran RPG, 400 putaran SPG-9, 500 peluru mortir, 100 peluru artileri, 800 kotak senjata kecil dan amunisi berat lainnya disita, menambahkan bahwa 11 Mujahidin juga terluka dalam operasi itu dan 5 orang lainnya dihargai syahid (semoga Allah menerima mereka).

Mujahidin kini mengejar konvoi yang datang sebagai bala bantuan dan saat mundur menuju kabupaten Gerishk.

Dikatakan bahwa sejumlah besar senjata, amunisi, APC, kendaraan dan peralatan lainnya juga disita dalam operasi itu.

Rincian lebih lanjut akan diperbarui saat informasi tiba.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Israel Berupaya Kriminalisasikan Ribath di Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Hamas menyerukan kepada segenap warga Palestina untuk mengintensifkan kehadirannya  ke Masjidil Aqsha dan bersiaga di sana, seruan juga disampaikan kepada Yordania untuk besikap tegas mengahadapi upaya Israel mengkriminalisasi Ribath (bersiaga) di Al-Aqsha.

Seperti yang dilansir Infopalestina kemarin bahwa, anggota biro politik Hamas, Izzat Rishq dalam siaran persnya, Rabu (26/08/2015) mengatakan, upaya Israel mengkriminalisasi Ribath di Al-Aqsha merupakan kejahatan terhadap syiar Islam, dan melewati garis merah, ditegaskannya bahwa Ribath di Al-Aqsha merupakan ibadah dan keutamaan dalam syariat Islam yang tak boleh dinistakan.

Rishq menepis aksi kriminalisasi Ribath merupakan upaya mengambil kendali Al-Aqsha, upaya ini tak akan berhasil, dan akan dihadapi dengan segenap upaya oleh bangsa Palestina.

Kami menyerukan untuk mengintensifkan Ribath dan kehadiran di Al-Aqsha, juga kepada Yordania supaya bersikap tegas menghadapi kejahatan Israel, pungkas Rishq.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Al Qaeda Semenanjung Arab Bantah Tuduhan Uni Emirat Arab tentang Sandera Inggris

YAMAN (Jurnalislam.com)AlQaeda di Semenanjung Arab (AQAP) mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka tidak pernah menahan warga Inggris yang menurut Uni Emirat Arab (UEA) telah dibebaskan dari sandera al-Qaeda di Yaman pada hari Ahad.

UAE mengatakan pasukannya telah menyelamatkan insinyur minyak Inggris, Douglas Semple, dari pasukan AQAP dalam operasi pada tanggal 23 Agustus.

Dalam sebuah pernyataan kepada Al Jazeera di hari Rabu (26/08/2015), AQAP mengatakan: "Pemerintah UEA mengklaim bahwa mereka membebaskan warga negara Inggris yang ditahan oleh Al-Qaeda.

"Kami ingin menjelaskan kepada media bahwa tuduhan itu tidak benar. Kami tidak menahan sandera Inggris tersebut.

"Insiden yang diklaim oleh pemerintah UEA dengan pasukan khususnya tidak pernah terjadi."

UAE mengatakan bahwa Semple, 64 tahun, dibawa kembali ke Aden dan kemudian diterbangkan ke Abu Dhabi untuk bertemu dengan pejabat UEA dan Duta Besar Inggris.

Kementerian Luar Negeri Inggris menegaskan pembebasan warga negara Inggris dalam operasi intelijen militer UEA.

Kementerian luar negeri Inggris dihubungi untuk memberikan komentar dan mengatakan akan menghubungi nanti.

Deddy | Al Jazeera | Jurniscom

MSF: Satu Keluarga Terkena Serangan Senjata Kimia di Utara Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi medis internasional mengatakan bahwa dokter mereka merawat empat pasien di kota Aleppo, Suriah, pekan lalu yang menunjukkan gejala terpapar bahan kimia.

Doctors Without Borders atau Médecins Sans Frontières (MSF) mengatakan pada hari Selasa (25/08/2015) bahwa seluruh pasien tersebut berasal dari satu keluarga – dua orang tua, seorang anak perempuan berusia tiga tahun dan bayi perempuan berusia lima hari.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, MSF mengatakan empat anggota keluarga tersebut tiba di sebuah rumah sakit milik mereka satu jam setelah serangan terjadi pada tanggal 21 Agustus.

Organisasi itu mengatakan keempat pasien menderita kesulitan pernapasan, kulit meradang, mata merah dan konjungtivitis.

"Dalam waktu tiga jam kulit mereka meradang dan kesulitan pernapasan mereka memburuk," katanya.

"Staf MSF merawat mereka dan memberi mereka oksigen sebelum mentransfernya ke fasilitas lain untuk perawatan khusus."

Keluarga itu datang dari kota Marea, di distrik Azaz, sebelah utara Aleppo, yang mendapatkan serangan bom mortir dan artileri intensif selama sepekan.

Marea berada di garis depan pertempuran utara Aleppo, dimana Islamic State (IS) baru saja meluncurkan sebuah serangan baru terhadap Mujahidin Suriah lainnya.

Kota ini terletak 20 kilometer di sepanjang jalan raya yang menghubungkan Aleppo dengan perbatasan Turki.

Rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad sering menggunakan senjata kimia dalam menghadapi lawan-lawannya.

Gas mustard, yang juga dikenal sebagai sulfur mustard, adalah senyawa kimia yang pertama kali digunakan sebagai senjata kimia selama Perang Dunia I.

Para pasien mengatakan kepada MSF bahwa mortir menghantam rumah mereka sekitar pukul 07:30 pada tanggal 21 Agustus dan gas kuning memenuhi ruang tamu mereka setelah itu.

"MSF tidak memiliki bukti laboratorium untuk mengkonfirmasi penyebab gejala ini," kata Pablo Marco, manajer program MSF di Suriah.

"Namun, dari gejala klinis, dan juga cara gejala ini berubah dari waktu ke waktu, serta kesaksian pasien tentang keadaan keracunan semua mengarah ke paparan bahan kimia."

Perkembangan ini terjadi dalam situasi kemanusiaan yang memburuk dengan cepat di wilayah Aleppo, MSF mengatakan, menambahkan bahwa sedikitnya 11 fasilitas medis telah sengaja ditargetkan dengan bom barel  rezim Assad selama beberapa bulan terakhir.

Pesawat-pesawat tempur dan helikopter milik pasukan rezim Syiah Assad sering  menjatuhkan bom barel di daerah pemukiman di luar kendali mereka.

MSF mengoperasikan enam fasilitas medis di dalam wilayah Suriah dan mendukung langsung lebih dari 100 klinik, pos kesehatan dan rumah sakit lapangan di negara itu.

 

Deddy | Al Jazeera | Reuters|  Jurniscom

 

 

 

120.000 Warga Gaza Kekurangan Air Minum

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Utilitas Air Kota Pesisir Palestina (Coastal Municipalities Water Utility/CMWU) mengatakan bahwa sekitar 120.000 orang di Jalur Gaza yang diblokade kekurangan air minum akibat rusaknya infrastruktur selama serangan Israel 55 hari di wilayah itu tahun lalu.

"Dua puluh tiga persen dari populasi Jalur Gaza tidak terhubung ke jaringan sanitasi," kata utilitas itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (25/08/2015).

CMWU, pengawas penyediaan air dan sanitasi publik minum di sebagian besar wilayah yang terkepung itu, menggambarkan situasi saat ini sebagai situasi yang "sangat berbahaya".

Menurut mereka, masalah di sektor air dan sanitasi telah menelan biaya sekitar $ 34 juta.

"Sembilan puluh enam persen dari air bawah tanah di sana tidak cocok untuk konsumsi manusia, sehingga warga terpaksa membeli air, yang menelan biaya sekitar sepertiga dari pendapatan mereka," catat CMWU.

Utilitas melanjutkan bahwa blokade Israel-Mesir yang telah berlangsung delapan tahun di wilayah tersebut sangat berkontribusi memperburuk krisis air di Jalur Gaza dan menghambat berbagai proyek pembangunan.

Sejak tahun 2007, daerah kantong Palestina telah menderita di bawah blokade bersama Israel dan Mesir yang telah merampas kebutuhan sekitar 1,9 juta penduduk yang paling dasar, termasuk makanan, obat-obatan dan bahan bangunan.

Pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu, Israel melakukan pembantaian 51 hari terhadap Jalur Gaza dengan pura-pura bertujuan menghentikan serangan roket Palestina.

Sebanyak 2160 warga Palestina tewas dalam pembantaian itu – kebanyakan adalah warga sipil, orang tua, wanita dan anak-anak, sementara ratusan rumah dan banyak infrastruktur berubah menjadi puing-puing di seluruh wilayah.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Astaghfirullah, Masjid Salame D’Auch Dibakar oleh kelompok Anti Islam Perancis

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Menyesalkan melonjaknya Islamophobia  di Perancis, Presiden Francois Hollande mengutuk dengan keras serangan anti-Muslim yang menargetkan masjid di kota Auch di barat daya Perancis, menekankan bahwa umat Islam "harus dapat mempraktekkan agama mereka secara bebas dan aman", lansir OnIslam hari Selasa (25/08/2015).

Perancis "mengutuk keras tindakan seperti ini yang merusak nilai-nilai Republik dan rasa hormat kami terhadap keyakinan," sebuah pernyataan oleh presiden yang dikutip oleh media lokal pada Selasa, 25 Agustus.

Presiden mengutuk serangan pembakaran yang menargetkan Masjid Salame D'Auch di Auch pada hari Ahad, 23 Agustus.

Sekitar 70% dari Masjid dibakar sekaligus memusnahkan bangunan, menghancurkan dua ruang sholat dan sebagian besar atap.

Tidak ada yang terluka dalam serangan yang telah ditetapkan sebagai pembakaran oleh penyidik.

Meyakinkan komunitas Muslim setelah serangan itu, Hollande mengatakan bahwa "segala sesuatu sedang dilakukan" untuk memastikan para pelaku tertangkap dan dihukum.

"Muslim di Perancis harus bisa mempraktekkan agama mereka secara bebas dan aman," tambahnya dalam pernyataan.

Perdana Menteri Manuel Valls juga menulis di Twitter bahwa ia "sepenuh tenaga" mengutuk serangan itu.

Pembakaran hari Ahad tersebut bukanlah serangan pertama yang menargetkan Masjid Salame D'Auch.

Januari lalu, potongan daging dilemparkan ke gedung Masjid setelah serangan kepada kantor majalah penghina Nabi Muhammad, Charlie Hebdo.

Serangan pembakaran itu terjadi di saat yang menegangkan bagi negara berpenduduk enam juta Muslim yang menghadapi meningkatnya kebencian sejak serangan Paris Januari lalu.

Mencerminkan pertumbuhan sentimen anti-Muslim, organisasi Collective Perancis melawan Islamophobia  yang berbasis di Paris mengungkapkan bahwa tindakan Islamophobia  di Perancis telah meningkat 23,5 persen dalam enam bulan pertama tahun 2015, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Mencerminkan pertumbuhan sentimen anti-Muslim, Collective berbasis di Paris melawan Islamophobia  di Perancis organisasi mengungkapkan bahwa tindakan Islamophobia  di Perancis telah meningkat 23,5 persen dalam enam bulan pertama tahun 2015, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Organisasi ini memperingatkan bahwa serangan fisik meningkat 500 persen dan serangan verbal meningkat 100 persen selama bulan-bulan awal tahun 2015, menambahkan bahwa wanita termasuk di antara korban pertama Islamophobia.

Deddy | OnIslam |Jurniscom

 

El Emarah Studio Rilis Video Ikrar Kesetian ke Amirul Mukminin di Kunduz

KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Sejumlah besar pemimpin Mujahid, tetua suku, penduduk setempat dan para Mujahidin di provinsi Kunduz utara berjanji kesetiaan mereka kepada Imarah

Islam baru Amir ul Mukminin, Mullah Akhtar Muhammad Mansur,  di bawah penanggung jawab Jihad Kunduz, Mullah Abdul Salam Akhond. (baca juga: Uni Jihad Islam Berbaiat Kepada Amirul Mukminin, Mullah Akhtar Muhammad Mansur)

Video terbaru yang diterbitkan oleh Al Emarah Studio, bagian dari Multimedia Cabang Komisi Budaya Imarah Islam Afghanistan, dapat dilihat dan diunduh dari link yang disediakan di bawah ini:

Video
https://archive.org/details/FinalKonduz

MP4
https://archive.org/download/FinalKonduz/Final%20konduz.mp4

3GP
https://archive.org/download/FinalKonduz.3gp/Final%20konduz.3gp

HD penuh
https://archive.org/download/FinalKonduzHD/Final%20konduz%20HD.mp4

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom