Karena Dikendalikan IS, Pemerintah Irak Larang Ratusan Jamaah Haji Asal Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Dengan alasan keamanan, pemerintah Irak melarang ratusan calon jamaah haji dari Mosul yang berniat pergi ke tanah suci di Arab Saudi untuk beribadah haji dan hanya mengijinkan orang tua, lansir OnIslam, Rabu (16/09/2015).

"Para calon jamaah telah kembali ke Mosul setelah menghabiskan sekitar 20 hari menunggu izin melakukan perjalanan ke tanah suci di Arab Saudi," Hassan al-Allaf, wakil gubernur Provinsi Nineveh di utara, dengan ibukota regionalnya adalah Mosul, mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon.

Al-Allaf menambahkan bahwa hanya 585 orang Mosul yang diizinkan oleh pemerintah, mereka semua laki-laki berusia di atas 60 tahun dan wanita di atas 45 tahun.

Keputusan pemerintah Irak menimbulkan kekecewaan bagi banyak calon jamaah haji Irak yang telah menunggu selama 20 hari terakhir untuk izin pemerintah.

"Pemerintah telah mengecewakan kita," Abdullah Ahmed, agen perjalanan haji yang berbasis di Mosul mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon.

"Sejak 26 Agustus, kami telah menunggu izin resmi untuk berangkat."

"Kami telah menghabiskan sebagian besar waktu di luar ruangan, karena kami tidak diizinkan masuk Baghdad atau diberangkatkan untuk haji dengan 'alasan keamanan'."

Islamic State (IS) menguasai kota kedua Irak, Mosul, pada 9 Juni 2014, setelah menyerbu gedung-gedung pemerintah, stasiun TV, bank dan lain-lain.

Jatuhnya Mosul diikuti oleh Tikrit, Anbar, Fallujah dan Ramadi serta wilayah lainnya sejak Desember lalu.

Mosul saat ini menjabat sebagai ibukota de facto kelompok IS di Irak.

Arab Saudi tahun ini mengharapkan menerima jutaan umat Islam dari berbagai belahan dunia yang pergi ke negara itu untuk melakukan ibadah haji tahunan.

Jutaan umat Islam dari seluruh dunia mengunjungi Makkah setiap tahun untuk melakukan haji, salah satu dari lima rukun Islam.

Haji terdiri dari beberapa ibadah, yang melambangkan konsep penting dari iman Islam, dan untuk mengingat ujian Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

Setiap Muslim dewasa berbadan sehat yang secara finansial mampu melakukan perjalanan harus melakukan haji setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Haji tahun 2015 diperkirakan jatuh antara 20 September dan 25 September, berlangsung dari 8 hingga 12 Zulhijah, bulan terakhir dari kalender Hijriah.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

Seorang Mujahidin IIA Obrak abrik Markas Musuh di Kabul, 12 Personil Militer Tewas

KABUL (Jurnalislam.com) – Seorang Mujahid tunggal dari unit syahid Imarah Islam menyerbu markas polisi distrik di kabupaten Paghman provinsi Kabul, menewaskan selusin personil militer, menurut laporan AlEmarah News, Rabu (16/09/2015).

Serangan syahid dilakukan oleh Mujahid Akhtar Mohammad di pintu masuk utama menuju markas polisi tersebut ketika sejumlah besar polisi dan petugas berkumpul untuk menjalankan sebuah misi, kata Al-Emarah News.

Menurut laporan awal, petugas investigasi kriminal pemerintah boneka, seorang mantan komandan Sayyaf berada di antara mereka yang tewas dalam operasi sukses hari Rabu (16/09/2015) tersebut.

Sementara di Uruzgan 2 Penyusup Mujahidin bergerak di dalam pos pemeriksaan komandan Saleh di daerah Zartali kabupaten Dehrawod menembaki musuh tadi malam, menurut pejabat.

Penyusup berhasil membunuh Komandan Saleh bersama dengan 6 orang pasukan bersenjata sebelum kedua penyusup bergabung dengan unit Mujahidin terdekat dengan membawa senjata rampasan seperti PKM dengan 2000 putaran, peluncur RPG, 4 senapan dengan 1500 putaran dan peralatan lainnya.

Perlu disebutkan bahwa penyusup mengeksekusi operasi mereka beberapa hari setelah Komandan Saleh dan orang-orang bersenjata tersebut membunuh 3 warga sipil dan melukai 2 lainnya dengan tembakan sembarangan.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Bashar Assad: Iran Kirim Senjata ke Suriah Sejak 2011

SURIAH (Jurnalislam.com) – Dalam sebuah wawancara dengan media Rusia, Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan pada hari Rabu (16/09/2015) bahwa Iran telah mengirim peralatan militer dan beserta ahli militer kepada Suriah sejak perang Suriah pertama pecah pada tahun 2011, Al Arabiya News Channel melaporkan.

"Iran mendukung Suriah dan rakyat (Syiah, red) Suriah. Ia mendukung politik, ekonomi dan militer negara Suriah," katanya.

Assad mengatakan bahwa dukungan Teheran sangat penting untuk rezimnya dalam konflik Suriah, yang telah menelan korban lebih dari 240.000 orang (yang kebanyakan warga sipil Sunni) sejak 2011.

Suriah adalah satu-satunya negara jazirah Arab yang berpihak pada republik Syiah Iran selama perang tahun 1980-1988 melawan Saddam Hussein, Irak.

Media Iran melaporkan secara teratur pasukannya  yang tewas dalam konflik Suriah disebut sebagai relawan yang membantu mempertahankan tempat suci Syiah di negara itu.

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

Bawa Jam Buatan Sendiri ke Sekolah, Pelajar SMP Muslim AS ini Ditangkap

TEXAS (JUrnalislam.com) – Seorang siswa SMP dari Texas ditangkap karena membawa sebuah jam buatan sendiri ke sekolah yang oleh petugas polisi dikatakan menyerupai "bom".

Ahmed Mohamed, seorang siswa kelas sembilan berusia 14-tahun di MacArthur High School di Irving, Texas, mengatakan bahwa jam yang ia bawa menarik perhatian salah seorang guru yang melaporkannya ke kepala sekolah pada hari Senin (14/09/2015), lansir Aljazeera.

"Seorang petugas dan kepala sekolah datang dan membawa saya ke sebuah ruangan yang penuh dengan lima petugas polisi," kata Mohamed kepada stasiun lokal Dallas News dalam sebuah wawancara video dari bengkel elektronik di rumahnya.

Mohamed mengatakan polisi bertanya apakah ia bermaksud untuk membuat bom, tapi dia berulang kali menegaskan bahwa ia hanya mencoba untuk membuat sebuah jam.

Mohamed mengatakan petugas tersebut mengklaim itu adalah "bom tipuan", sementara Kepala Sekolah Daniel Cumming dilaporkan mengatakan kepada Mohamed bahwa ia akan diusir kecuali ia memberi pernyataan tertulis.

"Mereka menginterogasi dan menggeledah barang-barang saya … kemudian saya dibawa ke pusat penahanan remaja."

Sebuah foto Mohamed dalam tahanan baru-baru ini muncul di Twitter.

Di pusat penahanan remaja, polisi menggeledah Mohamed lagi, mengambil Mugshot, dan mengambil sidik jarinya sebelum melepaskan dia.

Insiden itu adalah isu diskriminasi anti-Islam terbaru di kota tersebut. Walikota Irving, Beth Van Duyne, mendapat perhatian di awal musim panas karena retorika anti-Islamnya.

Ayahnya, Mohamed Elhassan Mohamed, seorang imigran Sudan, mengatakan bahwa ia percaya penangkapan itu bermotif rasial.

"Dia hanya ingin menemukan hal-hal yang baik bagi umat manusia, saya pikir anak saya dianiaya karena namanya Mohamed dan karena ini adalah 11 September," kata ayahnya.

Juru bicara polisi James McLellan menegaskan bahwa Mohamed tidak pernah mengaku telah membuat bom tipuan.

"Dia terus mempertahankan bahwa itu adalah jam, tapi tidak ada penjelasan yang lebih luas."

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Iran Tukar Seorang Diplomatnya dengan Lima Pejabat Senior Al Qaeda

IRAN (Jurnalislam.com) – Iran telah membebaskan lima pejabat senior Al Qaeda dari tahanan dan akan segera mengizinkan mereka untuk meninggalkan negara itu, SkyNews melaporkan pada hari Senin (14/09/2015).

Menurut sumber-sumber intelijen, tiga dari lima yang dibebaskan adalah anggota komite Dewan Syura al Qaeda.

Mereka dibebaskan dalam pertukaran untuk seorang diplomat Iran yang diculik di Yaman awal tahun ini.

Langkah ini dilakukan tidak lama setelah koalisi pimpinan Amerika di Suriah membom dan membunuh beberapa mujahidin yang dikenal sebagai Khorasan Group – jaringan al Qaeda yang berbasis di Suriah, yang berfokus pada perencanaan serangan di Negara Barat dan beroperasi dengan menggunakan paspor asing.

Di antara mereka yang gugur adalah Mohsin Al Fadhli.

Sumber-sumber intelijen mengatakan bahwa teokrasi Syiah Iran dan mujahidin Sunni Al-Qaeda adalah musuh.

Di antara mereka yang dibebaskan dalam pertukaran untuk diplomat Iran itu adalah Abu al Kheir al Masri – mantan kepala komite "hubungan eksternal" al Qaeda, yang pernah dipandang sebagai pengganti Syeikh Usama bin Laden sebagai pimpinan puncak al Qaeda.

Bersama dengan dia adalah Saif al Adel – yang dianggap sebagai Nomor Tiga dalam hirarki Al Qaeda, menurut sebuah laporan intelijen yang dilihat oleh Sky News.

Laporan itu mengatakan, "Di masa lalu, ia memimpin komite militer dan keamanan Al Qaeda dan menjabat selama bertahun-tahun sebagai ahli strategi terkemuka.

"Dia mengambil bagian dalam serangan terhadap kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998 dan penculikan reporter Wall Street Journal Daniel Pearl di Pakistan pada tahun 2002".

Laporan ini melanjutkan, "Al Adel memulai karirnya di militer Mesir, sebelum menjabat sebagai perwira. Dia kemudian beralih ke eksekutor dan memainkan peran dalam pembunuhan mantan Presiden Mesir Anwar Sadat pada tahun 1981.."

Anggota paling senior ketiga Al Qaeda, yang ditahan di Iran tetapi baru-baru ini dibebaskan, adalah Abu Muhammad al Masri – anggota sayap militer Al Qaeda.

Laporan itu mengatakan ia juga "terlibat dalam serangan di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998, serta serangan 11/9 dan berikutnya serangan terhadap target Inggris dan Zionis".

"Iran juga membebaskan dua tahanan yang kurang dikenal, namun tidak kurang berbahaya, keduanya keturunan Yordania, yaitu Khaled El-Arouri (juga dikenal sebagai Abou El-Kasam) dan Sari Shihab El-Arouri menjabat sebagai wakil komandan al-Qaeda di Irak (AQI), di bawah kepemimpinan Abu Musab al-Zarqawi sampai ia gugur pada tahun 2006, dan El-Arouri secara pribadi terlibat dalam serangan yang tak terhitung jumlahnya."

Sumber-sumber intelijen mengatakan kelimanya diyakini masih berada di Iran tetapi ada kemungkinan bahwa mereka akan diizinkan untuk pergi – mungkin untuk mengisi posisi dalam struktur kepemimpinan al Qaeda yang telah diserang oleh serangan pesawat tak berawak di Pakistan, Afghanistan, Yaman, Suriah dan Somalia.

Beberapa badan intelijen percaya bahwa mereka mungkin akan melakukan perjalanan ke Suriah, di mana mereka bisa memanfaatkan wilayah yang tak berpemerintahan dan untuk merencanakan serangan ke negeri-negeri barat.

Sebuah laporan intelijen mengatakan, "Jika organisasi intelijen Barat sadar, pembebasan komandan dan para pejuang senior Al Qaeda oleh Iran merupakan ancaman yang signifikan.

Mereka ini adalah mujahidin berpengalaman dengan track record yang terbukti dalam melaksanakan serangan yang mematikan.."

Deddy | SkyNews | Jurniscom

 

 

 

PM Israel Keluarkan Kebijakan Baru Untuk Bisa Bunuh Anak-anak Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – PM Israel, Benyamin Netanyahu menggelar pertemuan darurat dengan jajaran kementerian politik dan keamanan; Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Transportasi, Menteri Kehakiman, Kepala Intelijen, Panglima Militer, dan staf Khususnya Yizthak Molkho, Infopalestina melaporkan hari Rabu (16/09/2015).

Netanyahu mengambil keputusan sangat berbahaya, yaitu memperketat sanksi bagi para pelempar batu dan bom molotov, serta tembak di tempat bagi para pemuda Palestina, di samping denda uang bagi keluarga pelaku pelemparan batu.

Keputusan Berbahaya

Kepala Pusat Peneliti Urusan “Israel” di Al-Quds, Ala al Rimawi menganggap keputusan tersebut sama dengan melegalkan pembunuhan terhadap anak-anak Palestina.

Menurut Rimawi ada 4 hal yang membahayakan dari keputusan tersebut:

1.    Mengalihkan tanggung jawab pembunuhan demonstran dari militer kepada polisi di lapangan, hal ini sesuai dengan rencana Menteri Pertahanan Israel, Moseh Ya’alon.

2.    Menugaskan pengadilan Israel untuk menggelar persidangan khusus non militer dengan menggabungkan penahanan administratif (tanpa dakwaan) dan penahanan dengan jaminan.

3.    Memperberat sanksi bagi pelempar batu menjadi tiga kali lipat dalam kondisi biasa, dan 10 kali lipat dalam kondisi membahayakan.

4.    Pengadilan Israel diberi kewenangan menyidangkan pihak keluarga pelempar batu dan menahan mereka jika menolak membayar ganti rugi.

Beberapa Reaksi

Rimawi menjelaskan, keputusan Israel di atas sangat berbahaya, karena itu harus mendapat respon cepat.

1.    Lembaga internasional (PBB) harus bergerak mencegah legalitas pembunuhan terhadap anak-anak Palestina.

2.    Mengadukan kebijakan tersebut ke pengadilan kriminal internasional, karena melegalkan pembunuhan oleh pemerintah, yang merupakan kejahatan besar.

3.    Menggalang dukungan media untuk membongkar kejahatan Israel yang melegalkan pembunuhan terhadap anak-anak.

4.    Para pengacara harus melakukan penolakan terhadap kebijakan tersebut.

5.    Memboikot persidangan terhadap anak-anak di masa mendatang jika denda diterapkan bagi pihak keluarga mereka.

Pusat studi Al-Quds menjelaskan, Israel terus berupaya mengincar kota Al-Quds dengan semua penopangnya, mulai Al-Aqsha sampai manusia di sana.

Pihak otoritas Palestina diminta bersikap serius dan tegas menghentikan kejahatan terhadap Masjid al  Aqsha. Dan meminta segenap lembaga Palestina dan Arab untuk melakukan respon cepat menghentikan kejahatan  Israel terhadap bangsa Palestina.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Ketua FKUB Sragen: Dua "Gereja" GIDI di Sragen Tidak Berijin

SRAGEN (Jurnalislam.com) – Ketua Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Sragen KH. Muchingudin, SE dan Wakil Ketua FKUB sekaligus Kasi yang membawahi pondok pesantren Kemenag Sragen, Fakhrudin, M.Ag mengatakan bahwa dua gereja  GIdI di Kabupaten Sragen tidak berizin. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan perwakilan beberapa ormas Islam yang menyampaikan surat keberatan kepada ketua FKUB Sragen atas keberadaan gereja GIdI di Sragen pada, Jumat (11/9/2015).

"Berdasarkan aturan tentang pendirian rumah ibadah sebagaimana tertuang dalam peraturan bersama no 8 dan 9 tahun 2006 bahwa ada beberapa syarat pendirian tempat ibadah diantaranya bahwa tempat ibadah didirikan berdasarkan kebutuhan nyata dan syarat lainnya adalah harus dipenuhi banyak pengguna sebesar 90 orang dan pendukung sebanyak 60 orang," terang KH Muchingudin.

Tidak hanya itu, menurutnya, GIdI di Sragen juga belum pernah mengajukan surat izin ke FKUB. "Ada satu syarat lagi, tidak meresahkan masyarakat. Selama ini 2 gereja GIdI di Sragen belum pernah mengajuikan ijin ke FKUB,” lanjutnya.

Sementara itu hasil investigasi LUIS ditemukan bahwa, 2 gereja GIDI di Sragen yang jemaatnya tidak mencapai 10 orang maka, 2 Gereja GIDI di Sragen tidak memenuhi syarat sebagaimana peraturan bersama dua menteri tersebut.

“Untuk selanjutnya FKUB Sragen akan merekomendasikan kepada Bupati Sragen tentang status dan keberadaan GIDI di Sragen. FKUB hanya merekomendasikan saja,” tutup KH Muchingudin.

Delegasi ormas Islam dari Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Jamaah Ansharus Syariah (JAS), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan perwakilan dari pondok pesantren pada menyampaikain surat keberatan kepada Ketua FKUB Sragen tentang keberadaan Gereja GIDI di Sragen terkait 2 rumah yang digunakan untuk aktivitas peribadatan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) pimpinan pendeta Andreas dan Joko Wahyudi. Rumah yang digunakan sebagai tempat ibadah GIDI tersebut adalah Batu Kulon Rt 18 Rw 6 Desa Mojokerto Kecamatan Kedawung Sragen dan Jatirejo Rt 3 Sambi Sambirejo Kecamatan Sambirejo Sragen.

Kontributor : Endro | Editor : Ally | Jurniscom

Jatuhnya Crane Tidak Ada Bukti Kriminal, 1 Juta Riyal untuk Masing-masing Korban Jiwa

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com)The Saudi Royal Court, pada hari Selasa (15/09/2015), mengumumkan bahwa penyelidikan runtuhnya derek mematikan di Makkah yang terjadi Jumat, 11 September 2015,  tidak menemukan ada bukti tindakan kriminal.

Laporan itu mengatakan angin kencang dikombinasikan dengan pelanggaran standar keselamatan mengenai posisi crane yang menyebabkan peristiwa itu.

Istana telah memutuskan untuk membayar satu juta riyal (sekitar $ 270 000) bagi keluarga setiap orang yang meninggal dunia, dan bagi mereka yang menderita cacat permanen akibat insiden tersebut, serta 500.000 riyal untuk masing-masing korban yang terluka.

Istana juga telah memutuskan untuk meninjau kembali keluarga Binladin melakukan pembangunan proyek-proyek di masa depan.

Deddy | Al Arabiya | Jurniscom

 

Erdogan Desak OKI Bertindak Tegas Atas Serangan Israel Terhadap Al Aqsha

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengambil peran aktif atas pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, sumber kepresidenan mengatakan hari Selasa (15/09/2015).

Pada hari Ahad, Senin, hingga Selasa  warga Palestina dan pasukan keamanan Israel bentrok di Masjid yang dihormati  kaum Muslimin mengakibatkan puluhan korban warga Palestina luka-luka.

Puluhan pasukan Israel pada hari Selasa memaksa masuk ke Masjid Al Aqsha pada hari ketiga berturut-turut dan menyerang jamaah Muslim.

Dalam percakapan telepon dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Erdogan menggambarkan serangan Israel tersebut sangat mengkhawatirkan.

Presiden Turki menggarisbawahi bahwa dunia Islam dan masyarakat internasional harus mengambil sikap bersama terhadap pelanggaran tersebut.

Al Saud sepakat bahwa serangan Masjid Al-Aqsa sudah tak tertahankan dan umat Islam tidak bisa diusir dari tempat ibadah suci Masjid Al Aqsha.

Dia mengatakan bahwa masalah ini juga harus dibawa ke PBB.

Ketegangan meningkat di kompleks Masjid Al-Aqsha setelah ekstremis Yahudi menyerukan pengikutnya menyerbu masjid selama Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi mengklaimnya sebagai situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Beberapa kelompok Yahudi ekstremis telah menyerukan pembongkaran Masjid Al-Aqsha sehingga sebuah kuil Yahudi dapat dibangun di tempatnya semula (menurut perkiraan mereka).

Pada September 2000, kunjungan ke Al-Aqsha oleh politisi Israel yang kontroversial Ariel Sharon memicu apa yang kemudian dikenal sebagai Intifada Kedua – perlawanan rakyat Palestina  melawan penjajah Yahudi  Israel di mana ribuan warga Palestina tewas.

Yahudi Israel mencaplok Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah tahun 1967. Israel kemudian menjajah kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi yang memproklamirkan diri sendiri yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan PBB untuk bertindak terhadap "pelanggaran" Israel terhadap Masjid Al-Aqsha di Yerusalem timur, sumber kepresidenan mengatakan Senin.

Dalam percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada hari Senin Erdogan menggambarkan tindakan Israel sebagai "tindakan yang tidak dapat diterima" dan penyebab "kemarahan serius" di dunia Muslim, menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonimitas.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Kepala Suku dari 3 Kabupaten Berjanji Dukung Imarah Islam Afghanistan Perangi IS

Nangarhar (Jurnalislam.com) – Sesepuh Suku kabupaten Shirzad, Khogyani dan Pachir Wa Agam di propinsi  Nangarhar, pada hari Senin, 15 September 2015. menjanjikan dukungan kuat mereka untuk Imarah Islam Afghanistan dalam upaya membersihkan daerah dari musuh dan membawa perdamaian ke wilayah bermasalah di provinsi Nangarhar, Al-Emarah News melaporkan.

Perwakilan dari tiga kabupaten membuka pertemuan yang diselenggarakan di distrik Pachir Wa Agam dengan membaca ayat-ayat Al Quran.

Mereka mengatakan bahwa suku mereka akan bekerja sama dengan Imarah Islam untuk memerangi kejahatan di daerah.

Para tetua berjanji bahwa mereka akan mengusir pendukung dan para kolaborator pemerintah boneka  dan akan mendukung Imarah Islam Afghanistan, membantu Mujahidin dalam pertempuran melawan musuh-musuh Imarah Islam serta kelompok penculik dan pembunuh dengan nama Daesh (IS ) dan tidak memungkinkan IS untuk terus menyebar teror di wilayah tersebut.

Mereka menutup pertemuan dengan berdoa bagi warga desa yang Syahid dibunuh oleh kelompok Khawarij (Daesh).

Deddy | Voice Of Jihad | Jurniscom