Pasukan AS dan Irak Klaim Telah Bebaskan 70 Tahanan dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus AS dan pasukan Irak telah melakukan serangan di sebuah basis Islamic State (IS) di Irak dan mengatakan telah membebaskan sekitar 70 sandera yang sedang menghadapi eksekusi, menurut pejabat pertahanan AS, lansir Aljazeera, Kamis (23/10/2015)

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Kamis, Pentagon mengatakan seorang tentaranya tewas dalam serangan di Hawija.

"Operasi ini sengaja direncanakan dan dilaksanakan setelah menerima informasi bahwa para sandera sedang menghadapi eksekusi massal dalam waktu dekat," kata pernyataan itu.

Juru bicara Pentagon Peter Cook mengatakan setidaknya 20 orang yang diselamatkan adalah anggota pasukan keamanan Irak. Juga dikatakan bahwa pejabat saat ini sedang meninjau identitas tahanan lain yang dibebaskan, seraya menambahkan bahwa terdapat warga sipil di antara kelompok tersebut.

"AS menyediakan helikopter untuk mengangkut para tahanan dan menyertai pasukan Peshmerga Irak menuju lokasi," tempat dimana mereka menahan para sandera, kata Cook.

Kematian seorang tentara AS tersebut adalah yang pertama dalam pertempuran sejak pasukan AS menarik diri dari Irak pada tahun 2010.

Lima anggota IS ditangkap selama bentrokan itu, dan empat pejuang Peshmerga Kurdi terluka, menurut pejabat AS.

Reporter Al Jazeera Rosiland Yordania melaporkan dari Washington DC mengatakan ada kabar bahwa pemerintah pusat di Baghdad tidak mengetahui bahwa operasi itu berjalan hingga "mereka mulai menerima panggilan telepon dari wartawan".

"Kami tidak tahu jika ada pertempuran besar untuk mengambil alih Hawija dari IS, yang telah berkuasa di sana selama sekitar satu tahun dan tiga bulan.

"Ini mungkin hanya merupakan sebuah uji coba, atau ada kabar bahwa eksekusi massa sedang berlangsung sehungga AS memberikan dukungan kepada Peshmerga," kata Jordan.

IS merebut sebagian besar wilayah Irak selama serangan pada musim panas 2014 dan dengan keberhasilan militernya mereka telah menangkapi tentara dan warga sipil daerah Irak dan Kurdi.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Pasukan Zionis dan Pemukim Yahudi Israel mulai Terjangkit Paranoid

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan keamanan Israel dan pemukim yahudi telah menyerang sesama warga Yahudi Israel setelah keliru mengidentifikasi mereka sebagai orang Palestina, Aljazeera melaporkan, Kamis (22/10/2015)

Tentara zionis keliru menembak mati seorang pria Yahudi Israel yang disangka seorang penyerang Palestina, kurang dari sepekan setelah seorang pengungsi Eritrea yang disangka penyerang Palestina, dibunuh.

Rasa paranoia melanda Israel dan wilayah yang diduduki dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekerasan baru setelah pasukan Israel membunuh sedikitnya 52 warga Palestina termasuk orang yang diduga sebagai  penyerang. Sepuluh warga Israel tewas dalam aksi intifadah Palestina dan ratusan lainnya luka-luka.

Menurut juru bicara polisi Israel Micky Rosenfeld, korban pembunuhan terbaru pada hari Rabu itu menolak untuk memberikan kartu identitasnya kepada tentara, lalu mulai meninju mereka dan berusaha untuk merebut salah satu senjata mereka. Dia ditembak mati di tempat kejadian.

Yehuda Meshi Zahav, anggota tim medis darurat ZAKA yang dipanggil ke tempat kejadian, mengatakan kepada Jerusalem Post lokal bahwa ia juga keliru karena menyangka pria itu adalah orang Palestina.

"Saya ingin menutupi jasadnya dalam tas hitam (yang disediakan untuk terduga penyerang)," katanya. "Setelah saya diminta untuk mengurus jasadnya saya melihat bahwa dia adalah seorang Yahudi, dan bahwa itu adalah kesalahan menyangka dia sebagai teroris. Saya segera memberitahu polisi dan kita pindahkan ke kantong mayat ZAKA putih."

Dengan banyaknya protes terhadap pendudukan Israel yang menyebar ke seluruh Tepi Barat yang diduduki zionis, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza sejak 1 Oktober, pasukan Israel telah merespon dengan keras, menyerang pengunjuk rasa dan memberlakukan pembatasan ketat pada gerakan Palestina.

Pembunuhan hari Rabu itu terjadi hanya beberapa hari setelah Haftum Zarhum, seorang pencari suaka Eritrea, tewas setelah ditembak oleh polisi yahudi dan digantung oleh massa Israel.

Pada Ahad malam, Zarhum ditembak oleh polisi zionis setelah keliru disangka penyerang Palestina. Seorang pemukim Israel, termasuk seorang prajurit, menendangnya, memukulinya dengan kursi dan membanting bangku di kepalanya.

Awal bulan ini, seorang Israel menikam pria Yahudi lain karena ia disalahpahami sebagai Palestina dalam aksi yang dimaksudkan untuk serangan "balas dendam". Korban terluka dan dirawat di rumah sakit.

Ketika ditanya apa latar belakang di balik tren keliru identitas ini, Majd Kayyal, koordinator media untuk Pusat Hukum Hak Minoritas Arab Adalah (Adalah Legal Centre for Arab Minority Rights), mengatakan bahwa masyarakat Israel menjadi hyperfocused pada "identitas Eropa".

"Gagasan bahwa semua warga Yahudi Israel adalah satu kebangsaan adalah palsu," kata Kayyal kepada Al Jazeera, menolak pasukan keamanan yang mengasosiasikan identitas Israel sebagai "berkulit putih [dan] Eropa".

Kelompok-kelompok HAM juga telah mengecam para pemimpin Israel yang sengaja menyuruh warga sipil Israel membawa senjata setelah terjadi lebih dari 30 insiden penusukan terhadap zionis yahudi bulan ini dalam aksi perlawanan rakyat Palestina.

"Masalahnya adalah bahwa politisi Israel memberi perintah yang jelas kepada rakyatnya meminta mereka untuk membawa senjata – dan siapa saja yang akan melakukan serangan menusuk harus tewas seketika," kata Kayyal.

Pada hari Senin, sembilan kelompok hak asasi manusia Israel dan Palestina mempublikasikan pernyataan bersama mengutuk apa yang mereka sebut "kebijakan Israel menembak-untuk-membunuh".

"Politisi dan pejabat senior polisi Israel tidak membantu meredakan ketegangan dan menenangkan masyarakat Israel," kata pernyataan itu. "Sebaliknya, mereka menyerukan warga Israel untuk membawa senjata dan untuk membunuh rakyat Palestina hanya berdasarkan perkiraan."

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

 

PAS : Syiah itu Agama Gila

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Pembela Ahlu Sunnah (PAS), Hasan Faruqi memaparkan kesesatan perayaan Asyuro Syiah dalam acara "Gerakan Ummat Islam Jabar Bersatu dalam Penolakan Acara Asyuro Syi'ah, dan sosialisasi serta dukungan kepada MUI Jabar terkait pernyataan Kesesatan & Penyimpangan Syi'ah" di kantor DDII, Jl Pungkur No. 151, Bandung, Kamis (22/10/2015).

Hasan menjelaskan, pembacaan Maqtal Husein (Kesyahidan Sayyidina Husein) bukan hanya sekedar membangkitkan semangat Husein dalam membela harga dirinya.

"Akan tetapi, bacaan itu dibumbui dengan dusta-dusta yang kemudian secara langsung mereka menghinakan haraga diri kaum muslimin," terang Hasan.

Dalam peringatan Asyuro Syiah, pembacaan Maqtal Husein itu adalah fardlu 'ain. Setiap ulama-ulama Syiah yang membaca maqtal Husein dalam peringatan Asyuro akan terlihat sangat meratapi kematian Husein dengan ekspresi yang berlebihan.

"Saat membacakan Maqtal Husein, mereka meronta-ronta, memukul-mukul badan. Bahkan ada sampai ada naik kipas angin. Ini kan gila. Syiah itu agama gila," tegasnya.

"Mereka membangkitkan kematian Husein untuk mencaci maki sahabat dan istri-istri nabi Muhammad Saw," tutupnya.

Ally | Jurniscom

Qatar Akan Intervensi Militer ke Suriah

QATAR (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Qatar Khaled al-Attiyah tidak mengesampingkan intervensi militer di Suriah oleh Qatar dan sekutunya dengan tujuan nyata menyelamatkan warga sipil dari agresi rezim Suriah Bashar al-Assad, World Bulletin melaporkan, Kamis (22/10/2015).

Dalam sebuah wawancara di CNN pada hari Rabu (21/10/2015), al-Attiyah mengatakan bahwa Qatar telah "mengetuk semua pintu untuk solusi damai" di Suriah yang dilanda perang.

Setidaknya 250.000 orang tewas sejak konflik Suriah dimulai pada tahun 2011, menurut angka PBB, dengan 7,6 juta pengungsi dan lebih dari empat juta lainnya telah melarikan diri ke negara-negara terdekat.

Menurut al-Attiyah, Dewan Keamanan PBB tidak berbuat cukup untuk membantu rakyat Suriah, sehingga mendorong Qatar, bersama dengan pihak yang digambarkan sebagai "teman" Suriah, turut memikul tanggung jawab.

Menteri Luar Negeri Qatar itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa, sebenarnya Qatar lebih menyukai solusi politik untuk Suriah, tapi tetap akan melakukan apa pun yang mereka bisa – seperti berkoordinasi dengan sekutu Arab Saudi dan Turki – termasuk "intervensi militer" untuk menyelamatkan Suriah dari perpecahan.

Rusia, sekutu rezim Assad, mulai melaksanakan serangan udara di Suriah secara massif sejak 30 September.  Menurut Kremlin, serangan dilakukan dengan alasan untuk melemahkan kubu Islamic State (IS), namun pada kenyataannya koalisi mujahidin Suriah dan kelompok pejuang anti Assad yang sering menjadi target.

Turki dan beberapa negara Barat menuduh Rusia menargetkan kelompok oposisi moderat di Suriah yang menentang  rezim Assad, yang banyak mendapat dukungan dari Ankara dan Washington.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

DDII Jabar : Asyuro Syi’ah adalah Penistaan Terhadap Islam

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sekretaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Barat, ustadz Muhammad Roinulbalad menegaskan bahwa perayaan Asyuro Syi'ah adalah penistaan terhadap Islam. Pernyataan tersebut beliau sampaikan selepas acara bertajuk "Gerakan Ummat Islam Jabar Bersatu dalam Penolakan Acara Asyuro Syi'ah, dan sosialisasi serta dukungan kepada MUI Jabar terkait pernyataan Kesesatan & Penyimpangan Syi'ah" di kantor DDII, Jl Pungkur No. 151, Bandung, Kamis (22/10/2015).

"Asyuro (Syiah) itu adalah penistaan terhadap Islam yang sesungguhnya. Meskipun mereka membungkusnya dengan bahasa memperingati wafatnya cucu nabi Muhammad Saw, Husein. Ini jelas keluar dari ajaran Islam," jelasnya kepada Jurniscom.

Menurut ustadz Roin, sapaannya, hari Asyuro pada tanggal 9 dan 10 Muharram seharusnya diisi dengan syaum sunnah seperti yang diajarkan Rasulullah Saw.

"Tapi mereka malah mengadakan ritual dan mengundang orang banyak, yang kalau diluar negeri sana sambil memukul-mukul atau menyakiti badan untuk meratapi kematian Husein. Di Indonesia belum seperti disana, tapi menuju kesana," paparnya.

Acara yang dihadiri oleh sejumlah perwakilan ormas Islam: Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, NU, dll merupakan bentuk konsolidasi ormas Islam guna menghadang pergerakan Syiah di Jawa Barat, khususnya untuk membatalkan perayaan ritual Asyuro Syiah.

Perayaan Asyuro Syiah di Bandung sendiri rencananya akan dilaksanakan di Gedung Mepro, Jl. Soekarno-Hatta No. 789, Bandung pada hari ini, Jumat (23/10/2015). Namun pihak gedung membatalkan secara sepihak kepada panitia Asyuro. Acara kemungkinan besar akan kembali digelar di Muthahhari, Kiaracondong, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dari pantauan Jurniscom, aktifitas Syiah juga terlihat di Jl. Kembar II, Regol, Bandung. Ratusan aparat kepolisian dari unit Sabhara Polda Jabar dan ormas kepemudaan berjaga-jaga di setiap jalan masuk komplek Kembar. 

Ally | Jurniscom

Pertempuran Sehari Penuh dengan Taliban di Jowzjan, 31 Pasukan Musuh Tewas, 6 Kendaraan Lapis Baja Hancur

JOWZJAN (Jurnalislam.com)Al Emarah News pada hari Kamis (22/10/2015), memberitakan bahwa setidaknya 31 pasukan boneka (Arbaki) tewas dalam pertempuran sepanjang hari hingga Kamis dini hari di provinsi Jowzjan utara Afghanistan.

Pertempuran terjadi di distrik Abad Kham provinsi Jowzjan di mulai pada hari Rabu dan berlangsung sampai Kamis dini hari di mana dua kendaraan pengangkut lapis baja dan empat kendaraan tempur lapis baja hancur.

Sejumlah besar tentara musuh terluka dalam pertempuran, selain itu 31 pasukan musuh juga berhasil dibunuh, tambahnya.

Tiga Mujahidin IIA dikatakan syahid.

Sementara di provinsi Paktika tenggara di hari yang sama sedikitnya lima polisi tewas dalam serangan larut malam.

Mujahidin menyergap musuh kemarin malam di distrik Sarhowza provinsi Paktika dan menewaskan lima pasukan boneka, meninggalkan enam lainnya luka-luka, sedangkan seorang Mujahid mendapat kesyahidan dan seorang lainnya terluka.

Dua tank lapis baja juga hancur dalam serangan itu.

Kemudian, musuh memukuli penduduk desa, mengambil empat orang sebagai tawanan.

Kamis dini hari, Mujahidin dan musuh kembali baku tembak di distrik Sarhowza yang menyebabkan terbunuhnya 5 tentara musuh dan melukai 6 lainnya. Sebuah tank lapis baja hancur setelah mendapat serangan roket.

Laporan juga datang dari distrik Chaghto di Ghani, bahwa Gubernur distrik tersebut tewas dalam serangan yang ditargetkan awal pekan ini, Al-Emarah News memberitakan, Senin (19/10/2015).

Aminullah, gubernur distrik ditembak dan tewas pada Senin pagi oleh Mujahidin ketika ia dalam perjalanan ke pusat distrik Chaghto di Ghani.

Mayatnya dikatakan terbaring di tempat kejadian serangan.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Anggap Masjid di Amerika Ekstrim, Kandidat Partai Republik Donald Trump Dikutuk Advokasi Muslim AS

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok advokasi Muslim AS pada Rabu (21/10/2015) mengutuk kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump, atas komentarnya bahwa ia berencana  menutup beberapa masjid di AS dalam rangka melawan ISIS, lansir World Bulletin, Kamis (22/10/2015).

"Rencana jelas Donald Trump untuk menutup masjid Amerika yang dia anggap 'ekstrim' benar-benar tidak sesuai dengan Konstitusi dan prinsip bangsa kita yang menghargai kebebasan beragama," kata Robert McCaw, manajer urusan pemerintahan di Dewan Hubungan Islam Amerika.

"Pemerintah tidak boleh berada dalam bisnis yang memutuskan apakah kebebasan berbicara atau keyakinan agama bisa diterima. Komentar Donald Trump tidak mencerminkan Amerika, dan tidak mencerminkan presiden," kata McCaw dalam sebuah pernyataan.

Dalam sebuah wawancara pada hari Rabu dengan saluran berita Fox Business, Trump ditanya apakah ia akan meluncurkan inisiatif seperti anti-ISIS yang diberlakukan pemerintah Inggris, meliputi pembatalan paspor dan penutupan masjid tertentu.

"Saya jelas akan melakukan itu, benar, saya pikir itu sangat bagus," kata Trump. "Jika Anda pergi keluar, Anda pergi berjuang untuk ISIS Anda tidak bisa kembali. Mengapa Anda tidak bisa melakukannya? Anda dapat melakukannya di sini."

Ketika host program Stuart Varney bertanya apakah ia bisa menutup sebuah Masjid mengingat bahwa undang-undang AS melindungi kebebasan beragama, Trump menjawab: "Well, aku tidak tahu. Maksudku, aku belum mendengar tentang penutupan masjid. Itu tergantung, jika masjid tersebut adalah, Anda tahu, mencurigakan, saya tidak tahu. Anda pasti harus memeriksanya."

Dalam pernyataannya, McCaw meminta Trump untuk memperjelas apa yang dimaksud dan untuk menguraikan apa kriteria yang akan digunakan untuk memutuskan penutupan masjid manapun.

Peran Islam di AS telah menjadi salah satu isu panas dalam pemilihan presiden dari Partai Republik.

Pada bulan September, calon presiden dari Partai Republik Ben Carson mengatakan Islam tidak konsisten dengan Konstitusi AS dan bahwa ia tidak akan mendukung presiden Muslim.

Pernyataannya muncul hanya beberapa hari setelah Trump gagal menantang anggota penonton di sebuah reli kampanye yang menyebut Muslim sebagai "masalah di negeri ini" dan bertanya: "Kapan kita bisa menyingkirkan mereka"

Trump menjawab: "Banyak orang mengatakan hal itu dan banyak orang mengatakan bahwa hal-hal buruk terjadi di luar sana. Kami akan melihatnya dan memeriksa banyak hal yang berbeda. "

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Faksi-faksi Palestina Serukan Semua Elemen Partisipasi dalam “Hari Perlawanan” Jumat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi Palestina di Tepi Barat menyerukan untuk menjadikan hari Jumat (23/10/2015) sebagai Hari Perlawanan di segenap kawasan persinggungan dengan Israel, untuk menentang kejahatan Israel, Infopalestina melaporkan, Kamis (22/10/2015).

Kordinator faksi Palestina di kota Nablus dalam keterangan persnya mengatakan, “Bangsa Palestina akan terus membela bumi Palestina dan tempat suci umat Islam, mengusir penjajah yang bisa jadi membutuhkan waktu lama, di tengah berlanjutnya kejahatan penjajah Israel dan para pemukim yahudi terhadap rakyat Palestina,”

Segenap elemen Palestina diminta untuk melanjutkan Intifadah secara massif melawan pasukan zionis  di segenap kawasan persinggungan, yang akan menjadi perjuangan rakyat dan politik, dalam mengungkap kepada dunia aksi terorisme Israel yang terencana dan rasial.

Faksi Palestina menyerukan untuk menyatukan barisan dan membuka lembar baru dengan menutup lembar perpecahan guna mengembalikan persatuan dan memanfaatkan segenap potensi untuk mengusir penjajah Israel.

Dalam konteks yang sama, Hamas di Tepi Barat menyerukan kepada segenap elemen Palestina untuk berpartisipasi dalam Hari perlawanan  menghadapi serdadu Israel di segenap wilayah Tepi Barat.

Aksi yang akan digelar pasca shalat Jumat nanti  adalah komitmen rakyat Palestina dalam  melawan penjajah yahudi Israel.

Hamas menyebutkan bahwa aksi penangkapan yang dilakukan pasukan Israel tak akan menjadi rintangan melanjutkan Intifadah Al-Quds.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Ketakutan Barat Atas Kemajuan Mujahidin Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam baru-baru ini membuat kemajuan besar di seluruh negeri dan khususnya di provinsi-provinsi utara, mengambil alih ibukota provinsi dan membawa provinsi lainnya mendekati keruntuhan. Baru saja kemarin dalam rangkaian penaklukan ini, kabupaten Ghomrach dibebaskan dan 22 tentara rezim termasuk kepala polisi Majid Galim ditahan, sekitar 50 kabupaten dari total 320 benar-benar dibersihkan dari kehadiran milisi Arbaki yang tertanam dalam rezim Kabul.

Namun banyak media Afghanistan yang didanai oleh penjajah dan mengikuti tuan mereka mulai memicu kekhawatiran internasional dan di dalam perbatasan mereka sendiri dengan propaganda beracun, yang dengan jahat berusaha membakar kepekaan orang terhadap Mujahidin.

Mereka mencoba memutarbalikkan kemajuan Mujahidin di utara dengan klaim konyol yang menggambarkan kemenangan itu dilakukan oleh Pakistan untuk menyembunyikan kekalahan mereka sendiri dan pada saat yang sama mematahkan hati rakyat dan menjauhi Taliban.

Titik kedua yang benar-benar ditekankan media adalah bahwa kemajuan Taliban harus menjadikan negara-negara Asia tengah bersiap dalam posisi siaga merah. Untungnya klaim musuh tersebut sudah biasa dan Imarah Islam pernah menghadapi propaganda negatif yang sama persis pada masa pemerintahannya yang sayangnya mengejutkan tetangga kita sampai batas tertentu karena mereka mulai merasa bahwa Taliban berbahaya pada saat itu.

Namun Imarah Islam sejak hari-hari inisiasi telah berulang kali menyatakan kebijakan dengan sangat jelas, bahwa penaklukan dan perjuangan kami sama sekali bukanlah melawan tetangga, namun kami hanya berkorban untuk pembentukan pemerintahan Islam merdeka di tanah kami dan untuk keamanan dan kesejahteraan rakyat kami sendiri. Dan pernyataan itu telah terbukti praktis karena kami tidak pernah ikut campur dalam urusan internal orang dan juga itu bukanlah kebijakan kami. Dunia sekarang telah memahami bahwa Imarah Islam tidak mempercayai politik destruktif, apa pun itu, dan Imarah Islam juga telah membuktikannya di lapangan, bahwa kami tidak pernah berhubungan dalam politik tidak jujur yang ​​bermuka dua.

Oleh karena itu propaganda dari barat tidak harus berdampak negatif terhadap hubungan masa depan antara kami dan tetangga kita. Imarah Islam sekali lagi menyatakan dan menjamin bahwa tetangga kita tidak pernah harus merasa khawatir terhadap kami.

Pernyataan Kantor Politik Imarah Islam yang terakhir adalah bukti yang jelas dalam hal ini. Imarah Islam berhasil meringankan kekhawatiran dari semua tetangganya bahkan setiap negara di seluruh dunia melalui Kantor Politik-nya.

Propaganda musuh berbahaya tidak akan memiliki efek terhadap kemajuan militer dan politik Imarah Islam, In syaa Allah.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Turki: Milisi PKK Bentuk PYD Berbasis di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Organisasi PKK menciptakan Partai Uni Demokratik Kurdi (PYD) berbasis di Suriah, adik pemimpin Partai tersebut mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency di provinsi Gaziantep, Turki, Selasa (20/10/2015).

Mustafa Muslim, seorang akademisi berusia 60 tahun di fakultas teologi Universitas Zehra di provinsi ini, adalah saudara terasing dari pemimpin PYD, Salih Muslim.

Turki menganggap PYD adalah perpanjangan dari organisasi teroris PKK berbasis di Suriah.

Mengenai struktur kelompok militan Kurdi yang terkemuka tersebut, Mustafa Muslim mengatakan bahwa kelompok PKK memegang kunci untuk struktur.

"Struktur utama adalah PKK di utara Suriah. PYD dan YPG adalah sub-cabang PKK. PKK menciptakan PYD dan YPG adalah sayap bersenjata [Unit Perlindungan Rakyat] milik PYD," katanya.

Dia mengatakan bahwa PYD hanya mewakili 10 persen dari Kurdi di Suriah, menambahkan bahwa tidak ada demokrasi di daerah Kurdi di negara yang dilanda perang itu.

Alasan di balik kekuatan PYD adalah senjata mereka. Mereka menangkap orang-orang yang menentang mereka dan tidak ingin ada pendapat yang berbeda," kata Muslim.

Dia menggarisbawahi bahwa meskipun ada 15 partai politik di Suriah utara, PYD sedang dipertimbangkan sebagai satu-satunya suara yang sah yang mewakili Kurdi di arena internasional. Dia menyebut prospek negara Kurdi di Suriah utara tidak mungkin "untuk saat ini".

Berbicara tentang jalan saudaranya bergabung dengan partai yang dikatakan terkait dengan PKK, ia mengatakan bahwa pemimpin PYD Salih Muslim di masa lalu datang ke Istanbul untuk studi dan kemudian pergi ke Arab Saudi untuk bekerja.

"Dia kembali ke Suriah setelah bekerja di Arab Saudi selama 10 tahun; [saat itulah ia] mulai bekerja dengan kelompok kiri dan nasionalis di negara kita [Suriah]," katanya.

Mustafa Muslim juga tinggal di Arab Saudi selama beberapa tahun di mana ia mendapat pendidikan. Kemudian, ia diasingkan dari Rojava di Suriah utara oleh saudaranya sendiri yang sekarang menjadi seorang pemimpin PYD, Salih Muslim.

Tentang upaya Turki untuk membantu ratusan ribu pengungsi Suriah, Muslim memuji pemerintah Turki dan ingat bagaimana Turki juga membantu orang-orang dari kota Kurdi-Suriah Ayn al-Arab, yang sekarang di bawah kendali PYD.

"Jika Turki tidak dibuka, ribuan Kurdi akan meninggal karena kedinginan dan kelaparan. Pendekatan pemerintah Turki untuk orang Ayn al-Arab sangat terhormat. Sejarah akan mencatat ini," katanya.

Islamic State (IS) menyerang Ayn al-Arab pada pertengahan September 2014, sehingga kota berubah menjadi tempat bentrokan sengit antara kelompok Kurdi dan militan. Ayn al-Arab telah dinyatakan bebas dari IS tapi kota itu benar-benar hancur akibat perang dan sekitar 180.000 pengungsi Kurdi Suriah tetap di Turki.

Awal pekan ini, pemimpin PYD mengatakan bahwa sayap militer kelompoknya, YPG, telah menerima senjata dari AS; Juru bicara Komando Pusat Kolonel Pat Ryder membantah klaim pemimpin PYD ini.

Baru-baru ini, kelompok-kelompok kecil pemberontak Arab dikabarkan bergabung dengan PYD dan membentuk koalisi di bawah kelompok payung yang disebut Angkatan Demokrat Suriah.

Langkah itu muncul beberapa hari sebelum airdrop AS di Suriah utara. Ryder mengakui pembentukan sebuah kelompok payung, tetapi telah membelokkan pertanyaan Anadolu Agency tentang apakah kelompok yang menerima pasokan termasuk organisasi payung baru.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu telah memperingatkan PYD untuk tidak menggunakan senjata yang dilaporkan diberikan oleh AS di Turki. Davutoglu telah mengatakan PYD akan diserang seperti kelompok PKK jika senjata-senjata ini masuk Turki.

Jutaan pengungsi Suriah telah keluar dari negara mereka sejak perang pecah lebih dari empat tahun yang lalu. PBB mengatakan pada bulan Juni bahwa jumlah orang yang terpaksa mengungsi di seluruh dunia "untuk pertama kalinya di era pasca-Perang Dunia II, melebihi 50 juta orang".

Sekarang ada 2,2 juta pengungsi Suriah dan 300.000 orang Irak di Turki. Turki menjadi tuan rumah bagi 2,5 juta pengungsi di kamp-kamp milik mereka.

Turki sejauh ini menghabiskan $ 8.000.000.000 untuk pengungsi, sementara dukungan dari negara-negara dunia lainnya hanya sebesar $ 417.000.000.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom