Israel Kebingungan Perlakukan Jasad Syuhada Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Jasad pemuda Palestina yang gugur setelah melakukan aksi serangan belakangan membuat Israel bingung dan keder; antara ditahan atau diserahkan kepada Palestina. Sebagian mereka sudah diserahkan namun di kalangan media massa Israel masih polemik, lansir Infopalestina, Senin (02/11/2015).

Portal berita Israel Walla mengutip sumber keamanan zionis mengakui bahwa menahan jasad pemuda Palestina adalah kesalahan besar karena akan memicu aksi perlawanan lebih besar. Itu langkah yang tidak menguntungkan Israel.

“Kami tidak menjual jasad ini. Ini bukan cara kami”. Sumber keamanan Israel ini barangkali lupa dengan ancaman PM Netanyahu tidak akan mengembalikan jasad itu untuk menggertak pemuda Intifadhah. Selama ini pun, puluhan jasad syuhada ditahan Israel dalam kuburan “angka” tanpa nama, tanda atau lainnya.

Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon menyatakan sepakat mengembalikan jasad beku pemuda Palestina. Sementara Cabinet Kecil Israel menolaknya. “Jika tidak diserahkan, justru akan merugikan Israel. Artinya, di satu sisi, Israel ingin menahan jasad itu sebagai bentuk dendam kepada keluarga Palestina, namun di sisi lain, warga Palestina murka dan melakukan perlawanan lebih besar. Karena jika jasad diserahkan, warga Palestina mengarak jasad tersebut dan menjadi spirit tersendiri untuk melakukan perlawanan.

Pada saat ditahan pun, warga Palestina juga murka menggelar unjuk rasa meminta jasad syuhada dikembalikan.

Menurut analisi urusan Israel, langkah terakhir Israel mengembalikan jasad syuhada Palestina mencerminkan mereka kalang kabut dan kebingunan. Sementara pengembalian itu memberikan dampak positif kepada Palestina.

Dengan mengembalikan jasad itu, Israel ingin meredam amarah Palestina. Namun reaksi pagi harinya, pemuda Mahmud Nazzal langsung melakukan aksi penikaman terhadap Israel setelah ikut mengarak jasad syuhada Palestina yang dikembalikan di Hebron.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Partai AK Turki Menangkan Kembali Pemilihan

TURKI (Jurnalislam.com) – Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) sekali lagi memimpin Turki setelah istirahat lima bulan, dengan mudah mendapatkan kembali mayoritas parlemen yang oleh Perdana Menteri Ahmet Davutoglu disebut kemenangan bagi demokrasi, Anadolu Agency melaporkan Ahad (01/11/2015).

Setelah penghitungan hampir semua suara, partai yang berkuasa tersebut memimpin pemilihan umum hari Ahad dengan 49,4 persen suara.

AK Party diikuti oleh Partai kiri-tengah yaitu Republican People's Party (CHP) dengan 25,4 suara, sayap kanan Nationalist Action Party (MHP) dengan 11,9 persen suara dan sayap kiri pro-Kurdi People’s Democratic Party (HDP) dengan 10,7 persen suara.

Dengan hasil ini, AK Party diprediksi mengklaim 316 dari 550 kursi di parlemen, cukup mudah untuk memenangkan mayoritas dalam pemerintahannya sendiri.

AK Party diikuti oleh CHP dengan 134 kursi, HDP dengan 59 kursi dan MHP dengan 41 kursi. Mereka perlu mengamankan 276 kursi untuk memerintah sendiri di negara tersebut.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

MUI : Kapolri Tidak Adil Menilai Kasus Bom Alam Sutera

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. H. Yusnar Yusuf, M.S mengatakan Kapolri tidak adil dalam menilai kasus Bom Alam Sutera.

"Ada diskriminasi di dalam kasus itu," kata Yusnar di Gedung MUI Lt. 4 Jalan Prokmalasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (1/11/2015).

Yusnar menilai, jika pelaku bom Mall Alam Sutera seorang Muslim akan disebut aksi terorisme.

"Dalam kasus ini Allah membukakan aibnya (kepolisian-red). Itu (Leopard-red) teroris juga namanya, namun oleh polisi tidak diakui sebagai teroris," lanjutnya usai jumpa pers pernyataan sikap MUI tentang pelarangan Masjid di Manokwari.

Atas pernyataan Kapolri tersebut, Ketua Umum PB Al Washliyah itu menegaskan kepolisian telah membuat stereotip negatif kepada umat Islam. 

"Ini tidak adil, perlakuan aparat keamanan dengan diksi-diksi yang stereotip," pungkasnya.

Sebelumnya, dikutip dari Antara News, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan pelaku bom Mall Alam Sutera dikategorikan teroris atau bukan ditentukan oleh motifnya.

"Apakah itu teroris atau bukan, itu nanti motifnya diketahui setelah pelakunya tertangkap," kata Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti 

Namun, diketahui motif pelaku adalah pemerasan, Kapolri menilainya bukan teroris.

”Motifnya pemerasan, kriminal murni,” katanya seperti diberitakan Tempo, Kamis (29/10/2015).

Reporter : Zul | Editor : Ally

Kunduz Kembali Membara, Hadapi Taliban 36 Pasukan Bentukan AS Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Selama 24 jam terakhir, sebanyak 36 pasukan boneka AS termasuk tentara, polisi, pasukan komando dan Arbakis (tentara bayaran) telah tewas dan beberapa puluhan lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan Mujahidin Imarah yang berkelanjutan di bagian utara Afghanistan, Al-Emarah News mengatakan, Ahad (01/11/2015).

Pasukan musuh mundur dengan kerugian besar dan Mujahidin melancarkan operasi pengejaran untuk menyergap musuh.

Sebanyak 28 pasukan musuh termasuk 15 pasukan komando, 8 polisi dan 5 tentara bayaran Arbaki tewas dalam operasi pada hari Sabtu di distrik Dasht-e-Archi, provinsi Kunduz utara, sedangkan dua tank lapis baja dan kendaraan tempur lapis baja hancur setelah mendapat tembakan senjata berat Mujahidin.

Termasuk 8 tentara ANA dan seorang komandan Arbaki terkenal Najibullah tewas dalam pertempuran dengan Mujahidin di awal hari ahad di distrik tersebut. Mayat mereka yang tewas termasuk komandan Arbaki masih tetap di lokasi.

Sementara di distrik Patan provinsi Paktia kemarin malam Mujahidin Imarah Islam meratakan empat pos tempur musuh. Sejumlah besar tentara musuh tewas atau terluka dalam operasi kemarin malam.

Dalam laporan lain, bentrokan antara Mujahidin dan musuh menyebabkan satu tentara boneka tewas dan tiga lainnya terluka di kabupaten Aryub Zazi provinsi Paktia, Sabtu (31/10/2015).

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

 

 

 

Pernyataan Sikap MUI Terkait Pembangunan Masjid Manokwari

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menyikapi kasus pembangunan masjid Rahmatan Lil 'Alamin di Manokwari, Papua Barat, yang mendapat penolakan dari umat Kristen, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar jumpa pers di Gedung MUI Lt. 4 Jalan Proklamasi no.51, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (1/11/2015).

Dalam kesempatan itu salah satu Ketua Dewan Pimpinan MUI, Dr. H. Yusnar Yusuf, M.S membacakan delapan poin pernyataan sikap terkait kasus tersebut, diantaranya :

1. MUI berharap kepada umat Islam di seluruh tanah air agar senantiasa menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi serta kesatuan bangsa di bawah NKRI.

2. Kepada ormas Islam se-Indonesia agar secara intensif dan aktif berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

3. Meminta kepada penegak hukum khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk senantiasa peka dan cermat menganalisis keamanan sehingga tercipta kerukunan antarumat beragama.

4. Menyerukan kepada ummat Islam di seluruh tanah air agara lebih santun serta menonjolkan kesejukan dan ketenangan, namun tetap waspada dan siaga serta tidak main hakim sendiri dalam menghadapi kasus-kasus yang menodai kerukunan antarumat beragama.

5. Menyerukan kepada seluruh ummat Islam untuk berpegang teguh dengan ajaran Islam serta mengedepankan sikap wasathiyah (adil, moderat) demi kemajuan bangsa.

6. Menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk mentaati undang-undang dan peraturan yang menjamin kerukunan antarumat beragama.

7. Meminta kepada seluruh elemen umat Islam lintas organisasi agar membangun sinergitas demi 'Izzul Islam wal Muslimin.

8. Meminta kepada seluruh ummat beragama untuk saling menghormati dan menjunjung tinggi toleransi serta senantiasa taat kepada peraturan perundang-undangan NKRI.

 

Reporter : Zul | Editor : Ally

Al Shabab Serang Hotel Sahafi Targetkan Jenderal Militer Somalia

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 15 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan menargetkan pejabat senior di sebuah hotel di pusat ibukota Somalia, Mogadishu, saksi mengatakan kepada Al Jazeera, Ahad (01/11/2015).

Sebuah bom mobil meledak di gerbang utama Hotel Sahafi pada pagi hari Ahad. Mujahidin kemudian menyerbu hotel dan terlibat baku tembak dengan pasukan Somalia.

Faksi jihad Al-Shabab segera mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Dalam baku tembak beberapa orang terkemuka berada di antara yang cedera termasuk seorang wartawan dan pengusaha lokal, kata saksi.

Di antara mereka yang terluka termasuk komandan militer Somalia, Jenderal Gacma Duule, dan Duta Besar Somalia untuk Ethiopia, Abdisalam Haji Adam, sumber medis mengkonfirmasi.

Pasukan Somalia dan pasukan Uni Afrika berada di tempat kejadian serangan, menurut sebuah posting Twitter oleh Misi Uni Afrika di Somalia, yang telah mengerahkan pasukan untuk membantu pemerintah Somalia melawan al-Shabab.

Ledakan kedua terjadi tidak lama setelah seorang pembom istisyhad meledakkan bom di dalam hotel, kata polisi.

"Pasukan dengan senjata mesin menembaki pasukan kita dari atap hotel," kata Mayor Osman Ali, seorang perwira polisi, mengatakan kepada kantor berita Reuters setelah ledakan kedua.

Hotel ini sering dikunjungi oleh pejabat pemerintah Somalia dan eksekutif bisnis dan pernah diserang sebelumnya. Dua penasihat militer Perancis diculik dari hotel oleh jihadis pada tahun 2009.
 

Deddy | Al Jazeera | Jurniscom

 

Sebulan Babak Baru Intifadhah Al Quds

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Intifadhah al-Quds saat ini memasuki babak baru dari perjuangan panjang berkelanjutan. Ia berbeda dengan sebelumnya. Pisau, mobil dan alat perlawanan sederhana mereka yang dilakukan secara pribadi dan spontan mampu menggertak rezim penjajah. Militer zionis yang selama beberapa tahun terakhir sudah menghancurkan infra struktur rakyat Palestina beranggapan telah merampas tekad perlawanan rakyat terhadap Israel kini mulai menghadapi kekuatiran baru karena aksi aksi berani para  pemuda Al Quds yang tidak bisa di prediksi.

Intifadhah Al-Quds saat ini memiliki dua ciri:

Pertama, aksi perlawanan bersifat pribadi, bangsa Palestina secara perorangan menyadari bahwa perjuangan perlawanan adalah tanggungjawab setiap individu. Termasuk mencari senjata juga tanggungjawab pribadinya dan kesadaran ini telah mengakar. Itulah salah satu diwujudkan oleh sel Hamas di Betfurik dan operasi serangan Muhannad Halabi yang berafiliasi kepada Jihad Islami.

Kedua, tingkat serangan personal ke target Israel sangat cukup intens dan kualitasnya pun baik seperti aksi penikaman dan penabrakan secara pribadi. Jika dicermati aksi ini sudah terjadi sejak Juni tahun lalu, bukan sejak Intifadhah ini. Aksi personal dan spontan ini justru sangat sulit didekteksi oleh Israel dan akan sulit sebuah konspirasi untuk menghadapi dan menghadangnya.

Dengan mencermati ciri khusus Intifadhah kali ini, kita bisa mengindentifikasi seperti apa aksi perlawanan Palestina mendatang, meski sekarang belum melibatkan seluruh rakyat  Palestina. Namun  aksi ini akan terus membesar hingga menjadi perlawanan umum rakyat Palestina secara global.

Deddy | Jurniscom

 

1 Bulan Intifadhah Al Quds: 72 Syahid dan 2240 Terluka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang pemuda Palestina gugur dan 156 warga lainnya terluka dan mengalami sesak nafas selama hari Sabtu (31/10/2015) dalam konfrontasi yang meletus dengan pasukan penjajah Zionis di berbagai penjuru wilayah Tepi Barat dan timur Jalur Gaza, Infopalestina melaporkan.

Kementrian Kesehatan Palestina menyatakan, dengan gugurnya pemuda Muhmud Tilal Abdul Karim Nazal (18) setelah ditembak pasukan penjajah Zionis di pos militer Jamla di timur laut Jenin, menambah jumlah syuhada intifadhah al Quds yang meletus sejak awak awal Oktober menjadi 72 syuhada, 54 di antara di Tepi Barat dan al Quds, serta 17 di antaranya di Jalur Gaza, dan seorang lagi di Negev, wilayah selatan Palestina terjajah tahun 1948.

Kementrian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa di antara syuhada tersebut, 15 di antaranya adalah anak-anak dan dan seorang ibu hamil.

Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, total korban luka sampai Sabtu malam mencapai 156 orang, 153 di Tepi Barat dan 3 di Jalur Gaza. Disebutkan bahwa di antara korban, 22 terluka tembak timah panas, 15 peluru karet dan 118 terkena tembak gas air mata.

Menurut Kementrian Kesehatan Palestina, total korban sejak meletus intifadhah al Quds telah meningkat menjadi 2240 orang, sebanyak 2000 dari mereka terkena tembak timah panas dan peluru karet baik di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan mereka masuk rumah sakit.

Sebanyak 220 warga mengalami memar-memar, patah tulang dan terluka akibat serangan pukulan pasukan Zionis dan para pemukim Yahudi, ditambah 20 lainnya mengalami luka bakar. Sementara itu lebih dari 5 ribu lainnya mengalami sesak nafas karena terkena tembak gas air mata.

Deddy | Infopalestina | Jurnsicom

Pesawat Air Bus Rusia dengan 224 Penumpang Jatuh di Mesir, Tidak Ada yang Selamat

KAIRO (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat penumpang Rusia berpenumpang lebih dari 200 orang jatuh di Semenanjung Sinai Mesir pada hari Sabtu, menurut kantor Perdana Menteri Mesir, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (31/10/2015).

Sebuah pesawat Rusia Airbus A-321 yang membawa total 224 orang jatuh di tengah Sinai, kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan.

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Mesir, pesawat kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara tak lama setelah lepas landas dari kota resor Laut Merah Mesir, Sharm el-Sheikh, menuju ke St Petersburg.

Otoritas penerbangan Rusia, Rosaviatsiya, mengatakan pesawat penumpang – yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Rusia Kogalymavia – lepas landas pada pukul 03:51 GMT dan sedianya akan tiba di St. Petersburg Pulkovo pukul 00:10 GMT.

Rosaviatsiya mengatakan pesawat itu gagal membuat kontak yang sudah dijadwalkan dengan pengendali lalu lintas udara Siprus sebelum menghilang dari radar.

Sebuah sumber di kedutaan Rusia di Kairo mengatakan bahwa semua penumpang pesawat itu warga Rusia.

Pihak berwenang Mesir, sementara itu, mengatakan komite krisis tingkat kabinet telah didirikan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu.

Menurut media lokal, petugas penyelamat telah mencapai lokasi kecelakaan dekat kota Sinai Utara, Arish.

Sebuah sumber keamanan Mesir mengatakan dalam kecelakaan itu tidak ada "yang selamat".

Namun pemerintah Mesir belum secara resmi mengkonfirmasi pernyataan itu.

Seorang perwira militer Mesir mengatakan bahwa 100 mayat, termasuk 15 anak-anak, telah diambil dari reruntuhan, menurut saluran televisi Russia Today.

Sementara itu sebuah sumber keamanan Mesir, mengesampingkan kemungkinan bahwa insiden itu disebabkan oleh aktivitas militan, dengan menghubungkan kecelakaan mematikan hari Sabtu itu pada kerusakan teknis.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

 

Rusia Klaim Telah Melakukan 1.623 Serangan Udara dalam 1 Bulan

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia pada hari Jumat (30/10/2015) mengklaim bahwa angkatan udara mereka telah menyerang  1.623 "sasaran pejuang oposisi" di Suriah dalam serangan pemboman selama sebulan  untuk mendukung pasukan yang setia kepada rezim Bashar al-Assad, Al Arabiya News Channel melaporkan.

"Secara keseluruhan pesawat kami melepaskan 1.391 serangan, membom 1.623 target," termasuk 51 kamp pelatihan dan 131 fasilitas penyimpanan, Andrei Kartapolov, seorang pejabat kementerian pertahanan senior, mengatakan dalam komentar yang disiarkan televisi.

Kartapolov menambahkan bahwa 249 pos komunikasi dan komando, 35 bom mobil, 371 posisi pertahanan dan 786 kamp lapangan dan basis yang di serang.

Rusia telah melakukan serangan sejak 30 September dan hampir setiap hari menerbitkan informasi tentang serangan untuk propaganda mereka.

Menurut pernyataan Suriah-American Medical Society mengatakan serangan udara Rusia justru sering menargetkan daerah-daerah sipil bahkan sembilan rumah sakit di Suriah pada bulan Oktober terkena serangan udara, hingga membunuh dan melukai warga sipil dan staf.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mencatat, serangan udara Rusia telah menewaskan sedikitnya 127 warga sipil, termasuk 36 anak-anak, sejak 30 September.

Klaim pemboman terbaru muncul saat menteri luar negeri Rusia bertemu dengan rekan-rekannya dari 17 negara lain yang terlibat dalam konflik Suriah – termasuk Amerika Serikat dan Iran – mencari upaya diplomatik luas untuk menemukan solusi bagi krisis perang diantara mereka dalam menghadapi kekuatan mujahidin di Suriah. 

Deddy | Jurniscom