Giliran Pesawat Kargo Rusia Jatuh di Sudan Selatan, 41 Tewas

SUDAN (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat kargo buatan Rusia yang mengangkut penumpang jatuh setelah lepas landas dari bandara di ibukota Sudan Selatan, menewaskan sedikitnya 41 orang yang berada di dalam pesawat dan di darat, petugas bandara mengatakan kepada Al Jazeera, Rabu (04/11/2015).

Seorang anggota kru dan seorang anak di pesawat selamat, juru bicara kepresidenan Ateny Wek Ateny mengatakan kepada kantor berita Reuters. Korban tewas belum diinformasikan secara resmi.

Tak lama setelah lepas landas dari bandara Juba pada hari Rabu, pesawat itu jatuh di tepi sungai Nil Putih, menyebabkan sirip ekor dan badan pesawat berserakan di vegetasi dekat dengan air.

Reporter Al Jazeera, Hiba Morgan, melaporkan dari Juba, mengatakan cuaca buruk menghambat upaya penyelamatan.

"Keadaan di Juba saat ini hujan deras sehingga sulit untuk mencari lebih banyak korban. Pesawat kargo itu membawa penumpang dan diyakini bahwa banyak dari mereka tidak mengenakan sabuk pengaman."

Kemungkinan terdapat sekitar 20 orang di dalam pesawat, termasuk kru, dan "mungkin" ada 10 sampai 15 penumpang lain, Ateny mengatakan sambil menambahkan: "Kami perlu mengkonfirmasi berapa banyak orang yang berada di pesawat."

Selain itu, ia mengatakan jumlah orang tewas di darat tidak diketahui karena pesawat Antonov itu jatuh di dekat beberapa nelayan yang sedang bekerja. "Kami tidak tahu jumlah orang yang tewas di darat," tambahnya.

Saksi lain mengatakan kepada Reuters ia telah menghitung setidaknya 32 mayat.

Sebelumnya, media Sudan Selatan mengatakan pesawat kargo tersebut memiliki lima awak Rusia dan tujuh penumpang. South Sudan Tribune di Twitter juga melaporkan dua korban, salah satunya seorang anak.

Radmir Gainanov, juru bicara misi diplomatik Rusia di Uganda, yang juga mengawasi Sudan Selatan, mengatakan bahwa kedutaan itu berhubungan dengan pemerintah setempat, termasuk kementerian pertahanan.

"Kami sedang mengklarifikasi rincian mengenai korban," katanya kepada kantor berita AFP dari Uganda.
 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

Taliban Serang Lapangan Udara di Provinsi Khost, 14 Pasukan Bentukan AS Tewas

KHOST (Jurnalislam.com) – Serangkaian serangan diluncurkan oleh Mujahidin Imarah Islam di provinsi Khost tenggara hari senin ke arah instalasi musuh yaitu lapangan udara dan markas di distrik Nadir Shah Kot hingga sore hari, Al Emarah News melaporkan, Selasa (03/11/2015).

Sebanyak 14 pasukan bentukan AS tewas dan 7 lainnya luka-luka dalam pertempuran, di mana tiga kendaraan militer hancur setelah mendapat tembakan senjata berat oleh Mujahidin.

Sebuah serangan bom yang menargetkan salah satu kendaraan tempur lapis baja musuh menewaskan 4 tentara boneka.

Tidak satupun Mujahidin, dengan pertolongan Allah Subhanahu wa ta'ala yang dirugikan dalam pertempuran.

Sedangkan di provinsi Paktia Mujahidin Imarah Islam mengalahkan musuh dalam pertempuran mematikan yang berlangsung sepanjang Senin di distrik Syed Karam di mana sebanyak 11 tentara musuh tewas atau terluka.

Konflik kedua pecah tak lama setelah itu ketika musuh mencoba untuk memindahkan pasukannya yang tewas dan terluka dari lokasi pertempuran, di mana dua pasukan boneka lainnya tewas dan tiga lagi menderita cedera.

Awal hari Selasa, Mujahidin menyerbu sebuah unit militer milik ANP, memicu terjadinya baku tembak selama setengah jam. Jumlah korban belum diketahui.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Inilah Kemungkinan Penyebab Jatuhnya Pesawat Air Bus A-321 Rusia di Mesir

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Sebuah satelit inframerah AS dilaporkan telah mendeteksi kilatan cahaya panas pada saat pesawat jet penumpang Rusia jatuh di Semenanjung Sinai Mesir, seorang pejabat AS mengatakan, saat penyelidikan kecelakaan pesawat yang mematikan tersebut terus berlangsung, kantor berita  Aljazeera melaporkan, Selasa (03/11/2015).

Pejabat itu mengatakan kepada NBC News pada hari Selasa bahwa komunitas intelijen AS percaya bahwa kilat panas tersebut bisa saja semacam ledakan di pesawat itu sendiri, baik berasal dari tangki bahan bakar atau bom.

Pantauan satelit yang sama mengesampingkan serangan rudal dari darat, saluran berita itu melaporkan.

"Spekulasi bahwa pesawat ini dijatuhkan oleh rudal tidak terbukti," kata pejabat itu kepada NBC News.

Pesawat Rusia tersebut jatuh pada hari Sabtu, menewaskan seluruh 224 penumpang dan awak kapalnya.

Penyidik ​​memeriksa semua kemungkinan penyebab jatuhnya pesawat sebagai bagian dari penyelidikan yang dipimpin Mesir yang juga melibatkan para ahli dari Rusia, Airbus, dan Irlandia, di mana pesawat itu terdaftar.

Analis telah menolak klaim bahwa jet itu ditembak jatuh oleh kelompok yang berafiliasi dengan Islamic State (IS) jika pesawat itu terbang pada ketinggian jelajah 9.000 meter, namun tidak menutup kemungkinan bahwa sebuah bom mungkin telah ditanam di atas kapal.

Seorang pejabat pertahanan AS lainnya juga menegaskan bahwa satelit pengintai AS mendeteksi sebuah cahaya kilat atau ledakan di udara di atas semenanjung pada saat kecelakaan itu, NBC News melaporkan.

Menurut pejabat itu, "pesawat hancur di ketinggian yang sangat tinggi, ketika ada sebuah ledakan terdeteksi," seperti ditunjukkan satelit inframerah.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Lakukan Banyak Kejahatan Kemanusiaan di Mesir, Rombongan Al Sisi “Bisa Ditangkap di Inggris”

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Anggota terkemuka dari rombongan Presiden Abdul Fattah al-Sisi bisa ditangkap karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab selama kunjungan presiden Mesir ke London, seorang pengacara internasional terkemuka mengatakan, lansir World Bulletin, Selasa (03/11/2015).

Rodney Dixon QC mengatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia terjadi di Mesir selama dua tahun terakhir sehingga al Sisi seharusnya tidak diterima di Inggris, demikian juga Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Berbicara pada konferensi pers di London pada hari Selasa yang diselenggarakan oleh Dewan Revolusi Mesir dalam protes mengenai kunjungan mendatang, ia mengatakan bahwa Sisi memiliki kekebalan diplomatik, sementara beberapa rekan-rekannya tidak.

Dixon mengatakan: "Ada banyak orang di rombongan yang pernah datang dan tidak mendapatkan kekebalan, termasuk orang-orang militer, orang keamanan. Hanya sekelompok yang sangat kecil di bawah hukum internasional yang dapat mengambil manfaat kekebalan diplomatik.

"Jadi semua orang dan semua perilaku merupakan bagian dari penyelidikan polisi. Jika ada bukti, kami mendesak polisi untuk bertindak menangkap mereka.

Salah satu klien Dixon adalah presiden Mesir terguling Muhammed Mursi, yang digulingkan oleh Sisi dalam kudeta berdarah.

Pemerintah Inggris mengizinkan kunjungan Sisi, yang akan dimulai pada Rabu (04/11/2015), sebagai kesempatan untuk terlibat dengan Negara yang dianggap sebagai mitra penting di Timur Tengah tersebut.

Komentator politik konservatif Peter Oborne mengatakan bahwa ia tidak mengharapkan untuk berbagi platform dengan aktivis anti-perang sayap kiri.

"Tapi ini bukan soal kanan dan kiri. Ini adalah masalah benar dan salah. Dan sepenuhnya salah jika Presiden Sisi datang ke sini ke Inggris dan juga sangat salah jika Perdana Menteri, seorang pria yang berbicara tentang nilai-nilai Inggris, mengundang seorang diktator yang berlumuran darah pembunuhan massal dalam catatannya, "kata Oborne.

Dewan Revolusi Mesir didirikan di Istanbul tahun lalu untuk menentang rezim kejam al Sisi.

Maha Azam, ketua dewan, mengatakan bahwa kunjungan tersebut membuat Inggris menjadi "peserta aktif" dalam rezim Mesir.

"Dan warga negara Inggris harus bertanya pada diri sendiri apakah mereka ingin menjadi peserta aktif dalam mendukung rezim brutal seperti al Sisi," kata Azam.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Iran akan Keluar dari Perundingan Damai Suriah

WINA (Jurnalislam.com) – Iran pada hari Senin (02/11/2015) mengatakan bahwa mereka akan keluar dari proses negosiasi penyelesaian politik konflik Suriah karena perselisihan dengan Arab Saudi, menurut pernyataan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian yang dibuat untuk layanan berita Iran, ISNA, lansir World Bulletin, Selasa (03/11/2015).

Iran dan Saudi berdebat dalam pembicaraan damai Suriah yang berlangsung di Wina pada 30 Oktober, yang juga diikuti oleh AS, Rusia, Turki dan Perancis bersama dengan menteri dari sembilan negara lainnya. Pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan.

Sengketa antara kedua negara berpusat di sekitar kelangsungan berkuasanya rezim Assad. Iran mendukung presiden Bashar al-Assad, sedangkan Arab Saudi menyerukan penggantinya.

Tetapi sengketa telah melebar dalam beberapa hari terakhir. Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa Iran harus menarik personel militernya dari Suriah.

Pada hari Senin, Presiden Iran Hassan Rouhani merespon pernyataan al-Jubeir tersebut, dan merujuknya sebagai "pemuda yang cerdas" dalam memberikan sebuah pernyataan kepada kantor berita Iran, IRNA.

Pembicaraan kemarin membawa Iran dan Arab Saudi ke meja perundingan yang sama untuk pertama kalinya sejak konflik Suriah dimulai pada 2011. AS mengundang Iran untuk bergabung dengan pembicaraan pada tanggal 27 Oktober.

Rusia dan Iran mendukung rezim Assad, sementara Turki, negara-negara Teluk, AS dan Perancis menginginkan perubahan rezim.

Rusia mulai melancarkan serangan udara di Suriah sejak pertengahan Agustus, dan telah menempatkan 2.000 personil militer di negara itu. Langkah Rusia tersebut memaksa negara-negara besar – Amerika Serikat, Perancis dan Turki pada khususnya – untuk mengadakan pembicaraan dalam mencari penyelesaian konflik politik yang sedang berlangsung antara rezim Assad dan kelompok oposisi.

Lebih dari 250.000 orang telah tewas dalam perang Suriah, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Siarkan Kemenangan Intifadhah atas Israel, Stasiun Radio Palestina Diobrak-abrik Puluhan Pasukan Zionis

HEBRON (Jurnalislam.com) – Tentara zionis yahudi pada hari Selasa (03/11/2015) menyerang  dan menutup sebuah stasiun radio Palestina, merampas peralatan radio dan menimbulkan kerusakan yang besar, setelah stasiun radio itu menyiarkan kemenangan Intifadah atas Israel, World Bulletin melaporkan.

Puluhan tentara menerobos masuk ke kantor stasiun Al-Hurria di Hebron, Tepi Barat yang diduduki pada dini hari Selasa pagi, direktur eksekutif stasiun mengatakan dalam sebuah video yang diposting online.

Militer mengatakan stasiun telah ditutup dan bahwa cakupannya "memuliakan serangan terhadap Israel".

Ayman al-Qawasmi, direktur Al-Hurria, mengatakan bahwa tentara mendekati bangunan sekitar pukul 2:00 (00.00 GMT).

"Kami pikir mereka akan melakukan penangkapan tetapi terkejut melihat mereka menghancurkan lokasi radio," katanya.

"Mereka menghancurkan segala sesuatu di dalam gedung, tidak ada satupun yang tersisa … Mereka menyita peralatan penyiaran, mikrofon."

Seorang fotografer AFP di stasiun mengatakan kerusakan yang disebabkan oleh serangan itu cukup besar, peralatan dirusak dan furnitur-furnitur terbalik.

Persatuan Wartawan Palestina mengatakan bahwa stasiun itu diberitahu akan ditutup sampai April. Mereka menyebut keputusan itu sebagai sebuah "kejahatan mengerikan dan keji yang mencerminkan perlakuan Israel yang  barbar, kriminal, dan teroris terhadap media".

Militer Israel mengatakan pemberitaan Media merupakan faktor kunci dalam "Perlawanan publik, hingga mendorong dan melakukan gelombang baru serangan".

Militer mengatakan bahwa stasiun tersebut mendukung perlawanan,  serangan penusukan, kerusuhan serta menyebarkan laporan di lapangan dan pemberitaan berbahaya mengenai aparat Israel yang melakukan penculikan warga Palestina untuk memotivasi perlawanan".

Dalam dua minggu terakhir, sekitar 20 pemuda Palestina telah ditembak oleh pasukan zionis di Hebron dan sekitarnya. Pejabat militer zionis menuduh mereka mencoba untuk menusuk pasukan keamanan atau pemukim yahudi.

Palestina – termasuk media seperti Al-Hurria – menyangkal keterangan pejabat Israel tersebut mengenai peristiwa itu, mengatakan

orang yang dibunuh oleh aparat zionis tidak bersenjata atau tidak melakukan ancaman langsung terhadap Israel.

Al-Hurria dibentuk di Jalur Gaza pada tahun 2002 oleh Fatah, partai politik Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Setelah Jalur Gaza dikendalikan oleh gerakan Islam Hamas, stasiun pindah ke Hebron di Tepi Barat.

Zionis yahudi telah menutup stasiun tersebut dua kali sebelumnya, pada tahun 2002 dan 2008.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Usung Jurnalisme Dakwah, Jitu Bandung Akan Adakan Pelatihan Jurnalistik

Usung Jurnalisme Dakwah, Jitu Bandung Akan Adakan Pelatihan Jurnalistik

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Para insan media yang tergabung dalam Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Bandung akan mengadakan Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan (PJK) pada Sabtu (07/10/2015) mendatang. Pelatihan bertajuk Bersinergi Membangun Jurnalisme Dakwah ini, diperuntukan untuk ormas, komunitas, dan kelompok Islam lainnya yang memiliki semangat berdakwah, khususnya lewat tulisan.

Akan hadir sebagai pemateri, Redaktur Pelaksana Islampos Muhammad Pizzaro Novelan Tauhidi, Wartawan Senior HU Pikiran Rakyat Achmad Setiyaji, Pemimpin Redaksi Tabloid Alhikmah, Habe Sungkaryo, dan Ketua JITU, Agus Abdullah. Kegiatan perdana ini rencananya dilaksanakan selama satu hari penuh di Gedung Wakaf No 99 Sukaluyu – Bandung dari pukul 08.00 WIB sampai selesai.

Ketua Pelaksana PJK Senandika M. Pipin Nurullah mengatakan, kelompok-kelompok ini telah lama berkiprah di dunia dakwah. Hanya sayang, kegiatan mereka banyak yang tidak tersiar, tertahan di media publikasi masing-masing.

“Karenanya untuk menjangkau segmentasi yang lebih luas serta efektifitas dalam menyampaikan pesan, perlu ada kerja sama yang apik antara ormas atau kelompok-kelompok tadi dengan media itu sendiri,” katanya, Selasa (03/10/2015).

“Ketika ada acara, untuk kebutuhan publikasi biasanya mereka mengundang wartawan untuk datang ke lokasi. Karena pelbagai hal, tidak selamanya wartawan itu bisa menghadiri undangan tersebut. Ya, alhasil, kegiatan sebagus apa pun, ketika tidak terberitakan bisa dikatakan berakhir begitu saja,” paparnya.

Pipin, yang juga jurnalis Alhikmah.co ini menambahkan, ada juga yang melaporkan kegiatan sebagaimana versi yang mereka pahami. Namun, karena minimnya pengalaman menulis, misalkan, banyak content yang perlu dibenahi. Sehingga, imbuhnya, media kerap kerja dua kali lebih berat untuk bisa menghadirkan sajian berita yang sesuai gaya media tersebut, dengan tidak menghilangkan makna awal dari berita yang dikirimkan.

“Dari sanalah lahir ide memberikan pelatihan menulis untuk ormas dan kelompok-kelompok Islam tadi. Dengan pelatihan ini mereka mendapatkan ilmu dan tips menulis. Feedback-nya, bisa membuat rilis sesuai standar-standar media,” lanjutnya.

Sedikit membocorkan, Pipin mengatakan, bukan hanya materi humas dan jurnalistik dasar yang akan diterima peserta. Melainkan ada juga diskusi-diskusi ringan semisal kasus-kasus ketimpangan pemberitaan di pelbagai media mainstream.

Ia berharap, kegiatan perdana yang dihelatnya ini bisa menjadi ajang pencarian penulis potensial. Khususnya, yang bisa berkontribusi untuk media Islam dalam hal dakwah bil qalam.

“Ya, memang ini proses yah, ke depannya juga akan ada pelatihan-pelatihan lanjutan yang masih erat kaitannya dengan hal-hal yang seperti ini. Jadi bagi sesiapa yang berkenan, penasaran, dan mempunyai waktu yang luang, jangan buang kesempatan segera daftar di acara ini,” pungkasnya mengajak.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Sinergi Foundation, Radio Fajri Bandung dan media-media Islam lainnya yang tergabung dalam JITU, baik cetak, elektronik, maupun online. []

Editor  : Ally | Jurniscom

Tendangan Balik Gas Air Mata Zionis Oleh Pengacara Palestina Menjadi Populer di Dunia

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Salah satu gambar yang paling mengesankan dari konfrontasi Israel-Palestina saat ini menunjukkan seorang pengacara muda Palestina, Hassan Ajaj, dalam pakaian nuansa gelap, jas dan jubah dinas  saat ia menendang tabung gas air mata zionis, hingga kakinya terangkat tinggi di atas gas putih yang mengepul, lansir World Bulletin, Senin (02/11/2015).

Gambar dari fotografer Associated Press itu telah dilihat oleh lebih dari 1,8 juta orang di satu situs saja, sebagian besar dilatarbelakangi fakta bahwa warga Palestina yang bentrok dengan tentara Israel biasanya adalah seorang pelempar batu bertopeng yang mengenakan jins, dan tidak berpakaian profesional yang rapi.

"Ini menunjukkan bahwa sebagai pengacara Palestina, saya adalah bagian dari umat Islam, bagian dari keinginan Palestina untuk pembebasan," kata Ajaj dalam wawancara dengan AP.

Ajaj percaya generasinya berbeda dari generasi yang bangkit melawan penjajahan di akhir 1980-an, karena pemuda Palestina saat ini cenderung lebih berpendidikan daripada orang tua mereka. Lebih dari 222.000 pemuda saat ini menghadiri perguruan tinggi dan universitas, atau dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu, dari 4,4 juta orang di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem timur, tanah yang diduduki Israel pada tahun 1967.

Pada 12 Oktober, puluhan anggota the Palestinian Bar Association berbaris dari gedung pengadilan Ramallah menuju bundaran dalam sebuah aksi damai, tanpa pelemparan batu. Peserta pria dan wanita mengenakan pakaian formal, termasuk jas dan jubah hitam pengadilan.

Tentara Israel menembakkan granat setrum dan gas air mata untuk menghentikan gerakan para pengacara tersebut, kata Ajaj. Beberapa demonstran dihadang dengan gas air mata. Tendangannya yang sekarang menjadi terkenal dilakukan secara spontan. "Aku hanya ingin menendang kaleng gas air mata itu," katanya.

Empat hari kemudian, situs BuzzFeed yang populer mengatakan gambar tersebut telah berubah menjadi "meme besar" oleh pengguna dalam sebuah kompetisi photoshop. Fotonya digambarkan sebagai pelari gawang, bintang rock, penari dan tujuan penendang bola  (striker).

Ajaj sangat berhati-hati ketika ditanya apakah protesnya melawan pendudukan diperbolehkan.

"Kami adalah pengacara, kami tidak melempar batu," katanya, tetapi menambahkan bahwa ia percaya pelempar batu memiliki peran. Dia mengatakan tidak akan menghukum mereka yang melakukan serangan penusukan, dengan alasan bahwa mereka didorong bertindak seperti itu akibat tindakan Israel, seperti penyitaan tanah, penyerangan Al Aqsha, pembatasan gerakan dan lain lain.

Sam Bahour, seorang konsultan bisnis dan komentator Palestina-Amerika, mengatakan gambar viral Ajaj dalam pakaian pengacaranya dalam asap gas air mata menyoroti bahwa "penjajahan  telah menindas kehidupan semua orang."

Deddy | World Bulletin | AP | Jurniscom

Amir Al Qaeda: Ada Dua Hal untuk Bebaskan Al Aqsha

JURNALISLAM.COM – Al Qaeda telah merilis sebuah pesan audio baru dari Syeikh Ayman al Zawahiri, yang membahas kejadian terbaru di Masjid Al Aqsha di Yerusalem (Al Quds). Pidato audio tersebut tertanam dalam sebuah video yang hampir berdurasi 16 menit dan juga menampilkan rekaman arsip Syeikh Usama bin Laden.

Syeikh Zawahiri memulai dengan menyatakan bahwa "Muslim di seluruh dunia marah dengan orang-orang Yahudi yang mengulang serangan terhadap Masjid Al Aqsha yang diberkati," menurut terjemahan yang diperoleh The Long War Journal, Senin (02/11/2015). Beliau kemudian memuji serangan pisau yang dilakukan terhadap orang-orang Yahudi, dengan mengatakan serangan tersebut adalah "sebuah epik baru jihad, di mana orang-orang membela Palestina dan Masjid Al Aqsha dengan pisau, mobil, batu, dan segala sesuatu yang mereka miliki.

Syeikh Zawahiri memohon kepada Allah untuk memberkati pencari syahid yang berani menusuk orang-orang Yahudi bahkan saat mereka yakin bahwa mereka akan dibunuh oleh militer Yahudi.

Amir Al Qaeda menyampaikan bahwa ada dua hal yang diperlukan untuk membebaskan Al Quds ;

Pertama, para jihadis harus menyerang Barat, terutama Amerika, di jantung nya dan juga menyerang kepentingan Barat di setiap tempat yang mereka ditemukan. Beliau mengutip sejumlah serangan di Barat sebelumnya sebagai bagian dari seruannya untuk lebih banyak lagi melakukan perlawanan.

Kedua, bahwa umat Islam harus mendirikan sebuah negara di Mesir dan Syam dalam memobilisasi umat untuk membebaskan Palestina. Amir Al Qaeda menggunakan titik ini untuk menekankan salah satu tujuan utamanya. Mendirikan negara berdasarkan hukum syariah membutuhkan persatuan, menghindari sengketa dan mengakhiri permusuhan antara mujahidin.

Oleh karena itu, Syeikh Zawahiri sekali lagi menyerukan persatuan jihad melawan musuh bersama mujahidin bukan sebalikanya yaitu menyerang sesame mujahidin, al Qaeda sedang berjuang untuk menghidupkan kembali kekhalifahan berdasarkan "metode kenabian," yang membutuhkan syura (musyawarah).

Syeikh Zawahiri menyerukan kepada  Jabhah Nusrah , cabang resmi al Qaeda di Suriah, dan sekutunya, serta mujahidin di tempat lain, untuk  fokus bertempur melawan aliansi Amerika, Eropa, Rusia, dan para "rejectionists" (Syiah Bashar al Assad dan Iran serta sekutunya).

Syeikh Zawahiri mengatakan kepada seluruh mujahidin dari setiap faksi jihad di seluruh dunia, bahwa Syam dan Mesir adalah "dua gerbang sejarah Yerusalem" dan pertempuran di dua daerah tersebut adalah perjuangan melawan "aliansi salibis, Zionis dan Syiah."

Umat (masyarakat Muslim di seluruh dunia) harus mendukung pertempuran ini semampunya, Syeikh Zawahiri mengatakan, karena pertempuran itu untuk menunjukkan kepada dunia seberapa besar artinya bagi umat Islam melancarkan jihad yang mengangkat syariah Allah dan tidak mendukung rezim sekuler dan nasional."

Syeikh Zawahiri ingin membangun dukungan seluruh umat bagi upaya mujahidin, karena ini adalah kunci kemenangan mereka. "Ini adalah pertempuran jihad dan siyasah maka kita harus bisa meyakinkan umat bahwa perilaku kita ini sejalan dan tidak bertentangan dengan yang telah kita katakan dan tidak menzhalimi orang muslim dari mujahidin," kata Syeikh.

Dengan demikian, para jihadis harus "mengasah akhlak dan perilaku untuk meyakinkan orang-orang Muslim bahwa kita benar-benar untuk menegakkan syariah " dan tidak memberi  label kepada Muslim lainnya sebagai orang orang kafir.

“Mujahidin harus meyakinkan umat Islam bahwa mujahidin menyayangi umat Islam dan tidak berusaha untuk menindas umat Islam”.

Syeikh Zawahiri tidak hanya mengkritik jamaah Islamic State (IS) dengan sikap keras, tetapi juga mengkritik kelompok-kelompok Islam yang telah keliru karena bersekutu dengan pemerintah sekuler dan politisi korup yang menindas umat Islam.

Mujahidin di Palestina harus berjuang untuk membangun sebuah pemerintahan Islam, Syeikh Zawahiri mengatakan, sehingga "pemerintah sekuler yang menolak syariah" di Yerusalem akan menjadi tidak dapat diterima.

Menjelang akhir pesannya, Zawahiri sekali lagi mengikat Yerusalem dengan upaya jihadis di Syam dan Mesir. "Kita harus bekerja untuk membentuk pemerintahan Muslim di negeri-negeri tetangga Israel," katanya.

Arsip rekaman Osama bin Laden dimasukkan di awal dan akhir video. Klip di akhir video digunakan untuk menekankan bahwa Al Qaeda berusaha untuk menghidupkan kembali kekhalifahan ala minhaj an nubuwah.

"Hari ini, segala puji bagi Allah … kita menggambar ulang peta dunia Islam untuk membuat satu negara di bawah bendera kekhalifahan dengan manhaj ke nabian, In sya Allah," kata Syeikh Usamah bin Laden dalam klip.

Dari perspektif Syeikh Ayman al Zawahiri, pertempuran mujahidin di Syam dan Mesir merupakan kunci untuk membuat tujuan ini menjadi kenyataan.

Deddy | TLWJ | Jurniscom

Rusia Bohongi Rakyatnya Melalui Siaran Media Secara Masif

RUSIA (Jurnalislam.com) – Pemerintah Rusia melakukan publikasi media besar-besaran ke arah pembentukan opini publik untuk mendukung serangan militernya di Suriah, lansir World Bulletin, Senin (02/11/2015).

"Ini adalah perang informasi dalam skala yang tak tertandingi," komentar analis Lithuania, Vitoldas Jancis di website Lithuania Tribune pada 30 Juli.

Tujuan pemerintah Rusia adalah untuk proyek pencitraan bahwa tentara Rusia mengejar perang berteknologi tinggi dengan akurasi besar dan tanpa menderita banyak kerugian, ahli kebijakan Julia Smirnova mencatat di koran Jerman Die Welt pada 18 Oktober 2015.

"Saluran berita menyebutnya sebagai perang virtual dan disiarkan secara teratur di layar televisi mereka. Tujuannya adalah untuk memenangkan oponi, ketakutan publik akan perang yang melingkupi sebagian besar masyarakat Rusia. Mereka masih ingat konflik mengerikan di Afghanistan dan Chechnya dan pengorbanan yang dilakukan di perang tersebut," kata Smirnova. Masyarakat tidak harus mengambil pandangan bahwa upaya di Suriah akan menjadi Afghanistan lain, ia menambahkan.

Pembentukan opini itu tampaknya bekerja, saat ahli mengatakan telah mengubah persepsi masyarakat terhadap konflik Suriah.

Menurut pusat jajak pendapat Levada yang berbasis di Moskow, persentase orang yang mendukung militer membantu pemerintah Suriah telah meningkat dari 14 persen menjadi 47 persen.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom