Polling: 77% Warga Israel Hidup dalam Ketakutan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dari hasil sebuah polling yang diadakan di Israel menunjukan, 77% warga Zionis sudah kehilangan rasa amanya, ditengah makin meningkatnya aksi syahid yang dilakukan warga Palestina di sejumlah daerah di Tepi Barat sejak awal oktober dalam aksi intifadhah III Al-Quds.

Polling yang diadakan khusus di wilayah Palestina jajahan dan permukiman Tepi Barat oleh Jeruzalem Post dan Maarev, Ahad (06/12/2015) terungkap satu dari lima orang yahudi secara pribadi mengetahui bahwa ia menjadi target aksi intifadhah. Setengah dari bangsa Zionis mengkhawatirkan acara-acara perayaan menjadi target operasi syahid, lansir Infopalestina, Ahad.

4 % dari warga mengaku tidak terpengaruh dengan aksi syahid. Namun sebanyak 96 % dari mereka mengaku aksi syahid telah berpengaruh negative dalam kehidupan mereka. Sebanyak 81 % dari warga Zionis telah mengubah cara hidup mereka akibat aksi perlawanan dan 19 % diantara mereka menjalani kehidupannya sebagaimana biasa.

Ratusan dari mereka terluka dalam serangkaian aksi tikaman, penabrakan dan penembakan sejak awal intifadah Oktober lalu.

Sebuah laporan yang dibuat oleh “Jaringan Palestina untuk Dialog” menjelaskan bahwa jumlah syuhada Palestina turun hingga separuhnya dibandingkan dengan bulan pertama intifadhah (Oktober). Di mana jumlah syuhada menurun dari 72 syuhada di bulan Oktober menjadi 36 syuhada di bulan November. Sementara itu jumlah orang Zionis yang tewas konstan, hanya turun sedikit dari 11 orang Zionis yang tewas di bulan Oktober menjadi 9 orang di bulan November.

Laporan ini menegaskan berlanjutnya intifadhah dengan sengit, jumlah orang Zionis yang terluka mencapai 108 selama November, sehingga total kalangan Zionis yang terluka sejak awal intifadhah mencapai lebih dari 335 orang.

Selama November terjadi 73 aksi serangan (penikaman, penabrakan, penembakan dan lemparan bom). Sementara para bulan Oktober terjadi 140 aksi. Lebih dari 119 serangan molotov dan lebih dari 792 titik konfrontasi.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Masjid di Jimbaran Dirusak ‘Pencuri’

BALI (Jurnalislam.com) – Masjid Jami Abdurrahman Bin Auf milik Yayasan Baitul Ummah di Taman Griya Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali dirusak sekelompok orang tak dikenal, Sabtu (5/12/2015) dini hari. Akibatnya, fasilitas masjid seperti kaca pintu, karpet rusak dan uang dalam kotak amal sejumlah Rp 300 ribu hilang. 

Menurut penjaga masjid, Sugiono, kejadian tersebut diketahui saat ia memasuki masjid pada pukul 03.00 untuk shalat subuh. Sugiono terkejut melihat keadaan masjid yang berantakan. Kejadian itu langsung dilaporkan kepada Takmir Masjid, Haji Muhammad Fauzi.

Menurut Haji Fauzi, kejadian semacam itu juga terjadi di sejumlah masjid Bali. Sebelumnya, pencurian dan perusakan terjadi di Masjid Baitul Mustaqim dan Masjid Al Hidayah di kawasan Jimbaran.

“Kejadian tadi malam adalah keempat kalinya, sebenarnya isi kotak amal sudah kami ambil hari jumat siang sehingga kami perkirakan hanya sekitar Rp 300 ribu saja yang dibawa pelaku,” kata sekretaris MUI Badung itu.

Merespon kejadian tersebut, sejumlah ulama, kepala lingkungan dan aparat kemudian menggelar pertemuan di masjid Abdurrahman bin Auf, Sabtu (5/12/2015) siang.

Dalam pertemuan itu, Kapolsek Bualu, Kompol I Wayan Latra mengatakan, kejadian tersebut dilakukan oleh sekitar 10 orang dan kejahatan murni.

“Kejadian ini murni pencurian disertai pengrusakan yang dilakukan orang tidak dikenal berjumlah kurang lebih 10 orang. Dengan bukti kotak amal yang dibawa keluar serta kaca pintu mesjid pecah karena dipaksa oleh orang tersebut. Jadi ini tidak ada indikasi lain,” jelasnya.

I Wayan menegaskan, pihaknya akan melakukan pengusutan lebih lanjut. “Mohon pihak lain agar menyampaikan hal ini tidak secara berbeda,” katanya.

Sementara itu Kelian Adat Banjar Anjar Swara, Ketut Rene mengungkapkan hubungan umat beragama di daerahnya harmonis. 

“Kami disini bersama umat muslim, hindu dan umat lain hubungan sangat baik dan harmonis, saling menghormati satu sama lain. Kami juga sering melaksanakan pertemuan baik di Banjar maupun di Masjid dalam rangka silaturahmi,” jelasnya. 

"Saling menghormati sesama umat beragama dan sejauh ini kami tidak ada permasalahan apa apa disini," kata Kelian Dinas, Bapak Sudine menyambut pernyataan Ketut Rene.

Tanggapan juga disampaikan ketua MUI Badung, H Soim. Beliau mengajak umat Islam untuk merapatkan barisan dan meredam pemberitaan yang tidak benar.

"Ini bukan kasus SARA atau apapun, ini cuma pencurian. Kita sebagai jemaah merapatkan barisan kita dan harus bisa meredam jangan sampai berita yang tidak benar menyebar kemana-mana," tuturnya. 

Reporter : Eko, Findra | Editor : Ally | Jurnalislam

Jamaah Ansharusyariah Jakarta Menguak Paham Takfiri dalam Bedah Buku Balada Jihad Aljazair Ke 2

BEKASI (Jurnalislam.com) –  Pentingnya memahami infiltrasi Intelijen dan paham takfiri bagi sebuah tandzim pergerakan yang mengusung perjuangan dakwah dan jihad supaya tidak terjebak dalam dua hal itu maka Jamaah Ansharusyariah Wilayah Jakarta untuk kedua kalinya menggelar bedah buku yang sama "Balada Jihad Aljazair" di Masjid Al Hikmah, Jl. Irigasi Prima Raya No.1,Bekasi Timur, pada hari Ahad (06/12/2015)‎.

Ustadz Haris Amir Falah selaku pembicara juga Amir Jamaah Ansharusyariah mengatakan bahwa beliau tidak bosan-bosannya membaca buku tersebut.

"Saya membaca buku Balada Jihad Aljazair seperti sedang mengaca pada diri sendiri tentang  masa lalu saya, dan ini merupakan suatu pengalaman dan ibrah (pelajaran) yang harus saya sampaikan kepada umat", ungkap Ustadz Haris.

Dalam pemaparannya Ustadz Haris Amir Falah mengkorelasikan masa lalunya dengan peristiwa-peristiwa hari ini.

"Pada tahun 80-an ketika kami masih di Usrah, pergerakan kami sempat disusupi paham takfir, sehingga paham takfiri pada saat itu sempat kami alami, mengkafirkan selain kelompok kami, mengkafirkan secara berlebihan dan lain lain…," kenang beliau.

Amir Ansharsyariah Jakarta juga menegaskan, "Bahwa gerakan takfiri yang terjadi di Aljazair seperti pada kelompok jihad GIA (The Armed Islamic Group) menjadi sebuah gerakan yang sangat ekstrem, hingga banyaknya pembunuhan yang mereka lakukan, disebabkan oleh menganut paham tersebut. Dan peristiwa itu terulang kembali pada fenomena Suriah hari ini. Nah hal ini harus kita waspadai dan atasi".

Demikian juga pembicara lainya yaitu Muhammad Pizzaro Novelan Tauhidi, Sekjen Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mengutip pernyataan Syaikh Abu Mus'ab As Suri tentang jihad di Aljazair,

"Eksperimen jihad Aljazair adalah eksperimen jihad di abad 20 yang paling tragis, banyak sekali hikmah, pelajaran, bagi kita yang bisa kita ambil ", ungkap Muhammad Pizaro.

Berubahnya gerakan kelompok jihad GIA menjadi gerakan yang ekstrem terjadi setelah beberapa pimpinan GIA terbunuh dan pimpinan kekuasaan jatuh kepada Abu Abdurrahman Amien.

‎"Inilah tokoh yang disebut Abu Mus'ab As Suri sebagai intelijen yang disusupkan pemerintah Aljazair kepada para mujahidin. Ini orang baru, tidak cukup dikenal, masih muda dan bukan ulama kemudian menjadi pemimpin GIA. Disinilah fitnah terbesar yang disoroti Abu Mus'ab As Suri," kata Sekjen JITU.

Muhammad Pizaro mengatakan, "Mereka memerangi masyarakat yang memiliki hubungan struktur dengan pemerintah Aljazair".

“Akhirnya, peperangan tidak berlangsung antara militer Aljazair dengan mujahidin, tetapi antara mujahidin dengan masyarakat yang telah dikafirkan,” lanjutnya.

"Bahkan GIA mengeluarkan fatwa-fatwa yang menghalalkan membunuh kaum wanita dan anak-anak dari keluarga pemerintahan karena vonis kafir yang telah jatuh pada mereka".

“Tidak hanya mengkafirkan pemerintah pada saat itu, tetapi juga mengkafirkan kelompok perlawanan yang lain diluar GIA,” tegas Pizaro.

Pizaro juga meyakini, ada kesamaan antara apa yang terjadi di Aljazair dengan fenomena di Suriah hari ini yang berimbas pada kaum muslimin di dunia termasuk Indonesia.

“Sepertinya agak sama polanya, bermula dari vonis kafir, berujung pada pembunuhan. Hal seperti ini harus kita waspadai dan diantisipasi, jangan sampai kita terjebak kedalamnya,” pungkasnya.

 

Deddy | Jurnalislam

 

 

 

KH Athian Ali: Saya ingin Jadi Wahabi, Kalau…

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Tuduhan salafy wahabi ektrim yang ditujukan kepada Ketua Aliansi NAsional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, KH. Athian Ali Da’i, Lc. M.A dalam surat edaran palsu ditanggapi santai oleh beliau. Ditemui ditemui Jurnalislam di lantai 2 Masjid Al fajr, Sabtu  (5/12/2015) siang, Kyai Athian mengatakan dirinya tidak paham wahabi yang dimaksud dalam tuduhan itu.

"Saya sendiri gak tahu makhluk yang namanya wahabi itu apa," jawabnya santai. "Tapi kalau yang dimaksud wahabi itu adalah orang yang menjalankan Syariat Islam, menjalankan Al Qur'an dan Sunnah, ya saya mungkin termasuk wahabi," lanjutnya.

Wahabi sendiri kerap dimaknai sebagai pengikut Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, seorang ulama pada abad ke-18 asal Arab Saudi. Namun ketika hal tersebut ditanyakan kepada Kyai Athian, beliau menyangkalnya. Beliau lebih senang jika wahabi ditujukan kepada orang-orang yang mencintai Allah Swt yang mempunyai sifat Al Wahhab (Maha Pemberi Anugerah).

"Kalau yang dimaksud wahabi itu adalah pengikut Muhammad bin Abdul Wahab, saya gak kenal beliau. Tapi kalau yang dimaksud wahabi itu diambil dari sifat Allah, Al Wahhab, wah kalau itu saya ingin sekali jadi Wahabi," katanya.

Menurutnya, fitnah tersebut adalah fitnah murahan yang tidak layak ditanggapi. Namun, disebabkan kekhawatiran adanya masyarakat awam yang menanggapi dan terpengaruh, dirinya merasa perlu untuk meluruskan.

"Segelintir kecil orang yang awam bisa bisa terpengaruh, maka saya kira ada baiknya juga kita tanggapi. Karena dari kemenag dan MUI sendiri sudah menanggapi, masa kita gak ikut," tandasnya.

Sebelumnya beredar di media sosial foto surat yang mengatasnamakan Kanwil Kemenang Jabar yang berisi ihwal mewaspadai wahabi ekstrem dan juga menuding tokoh Bandung KH Athian Ali terkait ISIS. Namun, diketahui belakangan surat edaran tersebut ternyata palsu.

Ally | Jurnalislam

Terkait Surat Edaran Palsu, ANNAS : Itu Fitnah dan Namimah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Menanggapi Surat Edaran “Palsu” Kanwil Kemenag Jawa Barat No Kw 10.1/2/Kp.04.2/2195/2015 tentang Kewaspadaan Terhadap Ajaran Wahabi Ekstrim Di Wilayah Kota Bandung dan Sekitarnya Tahun 2015 tanggal 22 April,  Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menegaskan hal tersebut merupakan fitnah dan adu domba (namimah) yang dilakukan terhadap Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Ketua MUI Jabar, dan  KH. Athian Ali Da’i, Lc. M.A.

Hal tersebut disampaikan sekretaris ANNAS, Tarjono Abu Muaz dalam pers rilis yang diterima Jurnalislam, Sabtu (5/12/2015). ANNAS prihatin akan munculnya budaya buruk di masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat.

"Hal ini mengingatkan kita akan budaya yang biasa dan sedang dibangun oleh kelompok yang menjalankan misi perjuangannya dengan cara seperti ini," ujarnya.

ANNAS menilai, isu Wahabi merupakan isu politik yang mengada-ada yang tujuannya hanya untuk memecah belah umat Islam.

"Menciptakan “hantu” yang dibuat-buat dalam rangka  merusak fikiran dan cara pandang masyarakat yang bersifat pembodohan dan pembelokkan dari realita yang dihadapi masyarakat seperti korupsi, ambivalensi, mistik-mistik, dan arogansi politik," lanjutnya.

ANNAS juga mendukung sikap Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat yang menampik surat edaran palsu tersebut serta mendukung jika ada pengusutan lebih lanjut terhadap pembuat surat.

"Pengusutan tuntas ini penting untuk mencegah berkembangnya  budaya buruk fitnah dan adu domba di kemudian hari," cetusnya

Surat Edaran Palsu itu juga menuduh Masjid Al Fajr pimpinan KH Athian Ali terlibat dalam pengumpulan dana untuk memberangkatkan warga Bandung bergabung dengan ISIS.

"Mengaitkan pengajian di Masjid Al Fajr dengan infak untuk memberangkatkan warga Bandung ISIS Timur Tengah sungguh menggelikan. Hanya ada dalam khayalan pembuat skenario film komedi. Itu pun film yang tidak bermutu," katanya.

Bagi ANNAS, semua pihak sepakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap ISIS sama dengan pentingnya kewaspadaan terhadap SYIAH. "Stabilitas dan keselamatan umat, masyarakat, bangsa dan negara harus menjadi prioritas dan komitmen bersama," sambungnya.

ANNAS mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu bohong, provokatif, dan adu domba dari pihak manapun. ANNAS akan terus melakukan upaya da’wah mengingatkan masyarakat akan sesat, menyesatkan dan membahayakannya ajaran Syiah bagi umat, bangsa dan negara.

"Syiah adalah gerakan politik yang tengah berupaya menggoyahkan sendi-sendi kesatuan berbagsa dan bernegara NKRI," ujarnya

"ANNAS selalu membangun ukhuwah Islamiyah dengan seluruh kaum muslimin di Indonesia, persaudaraan Islam sangat dijunjung tinggi untuk  bersama-sama menjaga martabat umat," pungkasnya. 

Ally | Jurnalislam

Irak Desak Turki Tarik Pasukannya di Dekat Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Irak telah mendesak Turki untuk segera menarik pasukannya yang beroperasi di utara negara itu, mengatakan penyebaran itu melanggar kedaulatan Irak, kata kantor perdana menteri pada hari Sabtu (05/12/2015), lansir Aljazeera.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan masuknya sekitar satu batalyon tentara Turki bersenjata ke Niniwe, wilayah utara dekat Mosul, dilakukan tanpa izin.

Namun Reporter Al Jazeera Imran Khan, melaporkan dari Irbil, mengatakan bahwa tampaknya tentara Turki telah menyeberang ke Irak atas undangan Gubernur Mosul, Atheel Nujaifi.

"Saya bisa mengkonfirmasi bahwa sejumlah pasukan Turki telah menyeberangi perbatasan ke Irak utara dan sepertinya kekuatan ini diundang oleh Nujaifi, yang menjalankan sebuah milisi yang disebut Hashd al-Watani (National Mobilisation Front) di pinggiran Mosul.

"Perkembangan terbaru ini menyebabkan jarak lebar antara Baghdad dan Ankara. Dan ini hanya salah satu dalam daftar panjang perselisihan yang terbaru. Mereka telah berdebat mengenai pendapatan minyak dari wilayah Kurdi untuk saat ini.

"Sepertinya pemerintah Mosul telah mengatakan kepada Baghdad: Kami membutuhkan bantuan lebih dalam pertempuran melawan Daesh (Islamic State), dan jika Turki bersedia untuk menawarkan bantuan itu, kami akan mengangkatnya ke atas," kata Khan.

Namun, kementerian luar negeri Irak dalam sebuah pernyataan di televisi negara menggambarkan penyebaran pasukan Turki tersebut sebagai "serangan" dan menolak setiap operasi militer yang tidak dikoordinasikan dengan pemerintah federal di Baghdad.

Seorang pejabat keamanan Turki mengatakan pasukan mereka telah berada di wilayah Kurdi di Irak utara dalam misi pelatihan sejak tahun lalu.

Seorang pejabat keamanan Turki anonim mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pasukan mereka telah berada di Kurdistan Irak dan pindah ke Mosul dengan kendaraan lapis baja.

Video yang dirilis di situs surat kabar pro-pemerintah Turki Yeni Safak menunjukkan truk flatbed membawa kendaraan lapis baja di sepanjang jalan di malam hari, menggambarkan mereka sebagai konvoi yang menyertai tentara Turki untuk Bashiqa.

Seorang perwira militer senior Kurdi yang berbasis di lini depan Bashiqa, utara Mosul, mengatakan bahwa pelatih Turki tambahan telah tiba di sebuah kamp di daerah tersebut sepanjang malam Kamis dikawal oleh kekuatan perlindungan Turki.

Dia mengatakan dia tidak menyadari berapa besar ukuran kekuatan tersebut dan menolak untuk berspekulasi.

Kamp ini digunakan oleh kekuatan yang disebut Hashid Watani (National Mobilisation Front), yang terutama terdiri dari mantan polisi Irak Sunni Arab dan relawan dari Mosul.

Pasukan ini dibentuk oleh mantan Gubernur Atheel al-Nujaifi, yang dekat dengan Turki. Sudah ada sejumlah kecil pelatih Turki sebelum penyebaran pasukan terbaru ini.

"Tentara kami sudah berada di Irak. Sebuah batalion tentara telah hadir. Pelatihan sudah diberikan di wilayah itu selama dua sampai tiga tahun terakhir. Ini adalah bagian dari pelatihan itu," kata seorang pejabat senior Turki.

Di Washington, dua pejabat pertahanan AS mengatakan pada hari Jumat  (04/12/2015) bahwa Amerika Serikat menyadari penyebaran ratusan tentara Turki ke Irak utara, tapi langkah itu bukan bagian dari kegiatan koalisi pimpinan AS.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Hadapi Turki, Rusia Gunakan Propaganda Era Perang Dingin Pravda

TURKI (Jurnalislam.com) – Rusia telah mengaktifkan sistem propaganda era Perang Dingin Pravda News dalam melawan Turki seperti yang terjadi selama krisis Ukraina sesuai dengan kepentingan politiknya.

Seperti yang dilansir Anadolu Agency, Jumat (04/12/2015), Moskow telah menggunakan propaganda Pravda News melawan Turki setelah menembak jatuh sebuah bomber jet Rusia SU-24 karena melanggar wilayah udara Turki meskipun telah diberi peringatan berulang-ulang pada 24 November.

Namun, beberapa berita yang dikelola media Rusia tersebut terbukti benar-benar suatu kebohongan. Sebagai contoh, the Russian Sputnik News Agency menyatakan baru-baru ini bahwa Perwakilan Tetap Perancis untuk NATO, Jean-Baptiste Mattei, mengatakan bahwa, “Turki mengurangi operasi melawan Islamic State (IS/Daesh).” Namun, Mattei sendiri menjelaskan bahwa cerita Sputnik tersebut adalah sebuah kebohongan.

Media Rusia juga mengklaim memiliki gambar anak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Bilal Erdogan dengan anggota Daesh. Namun, gambar orang berjanggut yang ditunjukkan duduk bersama dengan Bilal Erdogan sebenarnya adalah Kamber saudara, seorang pemilik sebuah restoran di Istanbul.

Selain itu, banyak komandan Rusia yang mengklaim bahwa Daesh menjual minyak melalui Turki dan juga menunjukkan rute pengiriman minyak tersebut pada peta; Namun, ditemukan bahwa rute yang diklaim itu sebenarnya di bawah kendali rezim Bashar al-Assad yang didukung pemerintah Rusia dan PYD, organisasi teroris komunis PKK afiliasi Suriah.

Juga, mantan staf lembaga Novosti RIA Rusia dan ahli propaganda Vasily Gatov mengatakan: “televisi negara Rusia kini menerapkan trik untuk Suriah seperti yang mereka lakukan di Ukraina.”

Senior Policy Fellow di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa, Andrew Wilson, menekankan bahwa Pravda jurnalism hanya memiliki satu pesan meskipun berubah beberapa kali.

“Pesan yang dikeluarkan Pravda jurnalism hanyalah untuk mendukung sikap Rusia di Ukraina dan Suriah, dan menyebabkan kebingungan luar negeri,” kata Wilson.

Setelah pembentukan Uni Soviet, koran tersebut digambarkan sebagai propaganda untuk manusia dan agitasi. Media Soviet – yang dibangun di atas tradisi ini – digunakan sebagai senjata membuat propaganda paling efektif dalam aspek politik, ekonomi, budaya dan ideologi di era Perang Dingin.

Selama masa Uni Soviet, Rusia mengarahkan orang-orang dengan cara yang mereka inginkan, mencerminkan bahwa kebenaran adalah yang sesuai dengan kepentingan pemerintah dan terus menghidupkan komunisme melalui koran Pravda, yang digunakan untuk menjadi media resmi dari Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet.

 

Rezim Suriah Bombardir Warga Sipil, Puluhan Tewas, Sepertiganya Anak-anak

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pemboman berat pemerintah Suriah pada hari Jumat menewaskan sedikitnya 26 warga sipil, hampir sepertiga dari mereka anak-anak, kata kelompok pemantau, lansir World Bulletin, Jumat (04/12/2105)

Setidaknya 11 korban, termasuk empat anak, tewas dalam serangan udara pemerintah di kota yang dikuasai oposisi di Talbisseh, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.

11 warga sipil lainnya tewas dalam serangan udara di wilayah Ghouta Timur, basis besar pejuang Suriah di timur Damaskus.

Menurut Observatorium, penyerangan di kota-kota Sabqa, Kafrbatna dan Jisreen menyebabkan puluhan terluka atau belum ditemukan.

Pasukan pemerintah secara teratur membombardir Ghouta Timur, pinggiran Damaskus yang sebagian besar dikuasai oleh Koalisi mujahidin Suriah,  Jaysh al-Islam yang kuat.

Di provinsi selatan Daraa, empat anak tewas ketika rezim membombardir kota Hara.

Dan empat warga sipil tewas dalam penembakan di kota Sanamayn, 30 kilometer (20 mil) sebelah timur Hara.

Perang global Suriah telah merenggut nyawa lebih dari 250.000 orang, dan empat juta lainnnya mengungsi sejak perang meletus pada Maret 2011.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Muslim AS Khawatirkan Reaksi Warga Setelah Penembakan di San Bernardino

LOS ANGELES (Jurnalislam.com) – Salah satu organisasi akan bertemu dengan pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri pada hari Jumat (04/12/2015) untuk menilai langkah-langkah keamanan yang perlu diambil setelah serangan yang menewaskan 14 orang dan melukai 21 orang lainnya di San Bernardino, sebuah kota berjarak sekitar satu jam bila berkendara di timur Los Angeles yang memiliki populasi besar Arab dan Muslim.

"Ada ketakutan akan adanya serangan balasan dan itu adalah realitas hidup kita," kata Abed Ayoub, direktur hukum dan kebijakan untuk the American-Arab Anti-Discrimination Committee, sebuah kelompok hak-hak sipil yang akan mengadakan pembicaraan.

Ayoub mengatakan bahwa walaupun belum ada laporan tentang serangan balasan atas serangan bersenjata Rabu (02/12/2015).

"Kita harus tetap berhati-hati mengingat suasana dan apa yang terjadi di Paris beberapa minggu yang lalu dan dampak dari peristiawa itu," katanya, mengacu pada serangan di Perancis yang menyebabkan 130 orang tewas.

Para pemimpin Muslim dan warga di San Bernardino terkejut dan tak percaya dengan penembakan hari Rabu di sebuah pusat pelayanan sosial di kota yang diduga di lakukan Syed Farook.

Beberapa media AS mengatakan para pejabat penegak hukum mengatakan Farook telah berubah radikal dan memiliki kontak dengan tersangka terorisme yang dikenal di luar negeri.

Namun, Imam di Masjid yang sering dihadiri Farook membantah itu.

"Kami tidak pernah melihat tanda radikalisasi," Mahmood Nadvi, 39, seorang imam di masjid Dar Al Ulum Al Islamiyah di San Bernardino, mengatakan kepada AFP.

"Jika seseorang berubah menjadi hilang akal, dia tidak lagi mewakili agama apapun."

Dia mengatakan masjid telah menerima pesan mengancam di voicemail-nya beberapa jam setelah serangan itu dan telah meminta polisi untuk memberikan keamanan tambahan menjelang sholat Jumat.

Gasser Shehata, 42, mengatakan ia yakin tindakan Farook ini terkait dengan pekerjaan yang berhubungan dengan permasalahan sengketa – bukan keyakinan agamanya.

"Anda tidak boleh percaya dia melakukan itu demi Islam," katanya. "Dia tenang, pemalu, pendiam. Aku belum pernah melihat dia tidak menghormati seseorang.

"Dia tinggal dalam impian Amerika, ia menikah, memiliki seorang putri dan tahun lalu ia menerima $ 77.000. Dia memiliki segalanya untuk menjadi bahagia."

Pejabat Muslim di San Bernardino mengadakan doa di sebuah masjid lokal Kamis malam untuk menghormati para korban dan mendesak masyarakat untuk tidak mengaitkan serangan tersebut dengan Islam.

"Kami mengutuk tindakan tidak masuk akal dan kekerasan mengerikan ini dalam istilah yang paling kuat," kata Ahsan Khan, presiden Komunitas Muslim di Los Angeles.

"Komunitas kami telah berada di San Bernardino County selama hampir tiga dekade dan belum pernah melihat kebobrokan seperti itu," tambahnya.

"Hati kami bersama para korban yang tidak bersalah dan keluarga mereka."

The American Civil Liberties Unions juga mendesak untuk berhenti menyalahkan komunitas Muslim di negara itu atas pembantaian Rabu.

"Kami tidak boleh mencantumkan atribut tindakan atau karakteristik dua individu untuk seluruh masyarakat," kata Hector Villagra, kepala ACLU di California.

"San Bernardino yamg berkabung merupakan perpanjangan dari kesedihan yang hampir setiap hari mengunjungi masyarakat sebagai akibat penembakan massal yang telah merenggut ratusan jiwa sepanjang tahun ini.

"Bahkan saat San Bernardino dicekam ketakutan, empat orang ditembak, satu fatal, di Savannah, Georgia," katanya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Ledakan Bom Molotov Bunuh 16 orang di Klub Malam Kairo, Mesir

MESIR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 16 orang tewas dalam serangan bom di sebuah klub malam di dekat Kairo setelah perdebatan antara karyawan dan sekelompok orang yang ingin masuk, Aljazeera melaporkan Jumat (04/12/2015).

"Ketidaksepakatan antara staf di klub malam dan pengunjung menyebabkan mereka melemparkan bom molotov di pintu," kata kementerian dalam negeri dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya pada hari Jumat.

Sebelas pria dan lima orang wanita tewas dalam serangan itu. Tiga orang lainnya juga terluka, kata kementerian dalam negeri.

Penyelidikan awal polisi menemukan bahwa pelaku serangan merupakan pelanggan tetap yang ditolak masuk setelah beradu argumen dengan staf klub malam yang memanas lalu saling baku hantam.

Sebuah sumber keamanan yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kepada kantor berita Al-Ahram bahwa salah satu penyerang telah diidentifikasi, tetapi seluruh pelaku masih buron dan jumlah penyerang masih belum diketahui.

Seorang saksi mengatakan kepada penyiar swasta ONTV bahwa para penyerang melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Namun, seorang pejabat keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pelaku adalah seorang karyawan yang telah dipecat dari klub malam tersebut. Pejabat itu awalnya mengatakan bahwa 18 orang telah meninggal.

Korban tewas akibat terbakar atau karena menghirup asap kebakaran.

Klub malam di ruang bawah tanah, yang juga memiliki sebuah restoran tersebut tidak memiliki akses jalan keluar, kata para pejabat.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam