Bantu AS Hadapi Taliban Pasukan Jerman Tinggal di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen, mengunjungi pasukan Jerman di kota Afghanistan Mazar-e Sharif pada hari Ahad (06/12/2015), lansir World Bulletin.

"Pesan dasarnya sudah pasti: Kami tinggal," kata von der Leyen setelah kedatangannya.

Kunjungan Menteri Pertahanan dilakukan setelah keputusan di Berlin baru-baru ini untuk memperkuat NATO menghadapi Taliban dan memperbesar penyebaran militer Jerman di negara tersebut.

Jerman berencana meningkatkan personel di Afghanistan dari 850 menjadi 980 dan memperpanjang misi tempur dan pelatihan untuk tentara Afghanistan sampai 2016.

Pekan lalu, NATO mengumumkan bahwa jumlah pasukan di Afghanistan akan tetap tidak berubah sepanjang tahun depan, meskipun sebelumnya berencana mengurangi.

Militer Jerman memiliki hingga 5.350 tentara di Afghanistan sebagai bagian dari 13 tahun misi tempur.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Sepanjang Bulan November Militer Mesir Hancurkan 20 Terowongan Gaza

MESIR (Jurnalislam.com) – Tentara Mesir pada hari Senin (07/12/2015)  mengumumkan bahwa mereka telah menghancurkan pintu masuk sejumlah terowongan lintas-perbatasan pada terowongan bawah tanah yang menghubungkan Semenanjung Sinai Mesir dengan Jalur Gaza Hamas, lansir World Bulletin, Senin.

Dalam pernyataan yang dimuat di Facebook, juru bicara militer rezim Mesir Brigadir Jenderal Mohamed Samir mengatakan bahwa, selama bulan November, pintu masuk dari 20 terowongan lintas perbatasan telah dihancurkan di Sinai Utara.

Pernyataan Samir itu disertai foto yang konon menunjukkan pintu terowongan hancur bulan lalu oleh otoritas perbatasan Mesir.

Selama bertahun-tahun, Jalur Gaza Palestina – yang diblokade oleh Israel dan Mesir sejak 2007 – telah mengandalkan jaringan terowongan lintas perbatasan untuk mengimpor komoditas yang sangat dibutuhkan, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan.

Namun sejak penggulingan Presiden terpilih Mesir, Muhammad Mursi, oleh kudeta militer berdarah tahun 2013, tentara Mesir berupaya keras untuk menemukan dan menghancurkan terowongan ini, yang, dikatakan, digunakan untuk mendukung kegiatan militan di Sinai.

Pada bulan September, tentara mulai membanjiri jaringan terowongan lintas perbatasan dengan air dari Laut Mediterania.

Tahun lalu, pemerintah Mesir mulai mendirikan "zona penyangga" di sepanjang perbatasan dengan Gaza yang diblokade Israel.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Masjid Ottoman Peninggalan Abad 16 Turki Dibakar oleh Teroris Komunis PKK

DIYARBAKIR (Jurnalislam.com) – Sebuah masjid Ottoman yang dibangun pada abad ke-16 rusak parah akibat kebakaran, di kota Diyarbakir, Turki selatan, Senin (07/12/2015), kata seorang pejabat lokal.

Kantor gubernur provinsi mengatakan kebakaran itu disebabkan oleh kelompok teroris PKK pada pukul 9.20 pagi waktu setempat (07.20GMT) selama operasi oleh pasukan keamanan di lingkungan Fetih Pasa.

"Pintu masjid dan jendela dibakar dan dinding rusak oleh anggota organisasi tersebut," menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor gubernur.

Api membakar sekitar tujuh jam, memusnahkan masjid.

Kantor gubernur mengatakan petugas pemadam kebakaran tidak dapat mengatasi api karena serangan PKK terus berlanjut.

Seorang koresponden Anadolu Agency di lokasi kejadian mengatakan bahwa anggota PKK menembaki petugas pemadam kebakaran di Masjid Pasa Fetih, yang dibangun pada 1520-an dan merupakan bangunan pertama yang didirikan di Diyarbakir selama periode Ottoman.

Masjid tersebut terletak di daerah kota yang dikenakan aturan jam malam sejak 2 Desember. Selama jam malam tersebut, kelompok PKK biasanya menyiapkan barikade dan menggali parit untuk menjaga pasukan keamanan memasuki lingkungan.

Ibrahim Gokdemir, seorang koordinator bersama dengan Diyarbakir Faith Freedom Platform, mengutuk setiap jenis serangan terhadap masjid dan menggambarkan kehancuran tersebut sebagai serangan yang direncanakan terhadap nilai-nilai Islam.

Omer Evsen, kepala daerah Serikat Pekerja Keagamaan Turki, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kerusakan itu merupakan pembantaian terhadap warisan agama dan budaya kota dan memperingatkan bahwa konflik berkelanjutan akan membuka jalan untuk kerusakan asset budaya lainnya.

Dalam serangan sebelumnya, masjid pintu, dinding dan jendela rusak oleh tembakan.

Pada hari Sabtu (05/12/2015), seorang polisi menyerah atas luka-luka yang dideritanya ketika seorang anggota PKK menembak dari dalam masjid.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Perwira Militer Zionis Luka Parah dalam Aksi Penusukan di Hebron

HEBRON (Jurnalislam.com) – Seorang perwira militer Israel luka parah, Senin (07/12/2015) akibat penusukan yang dilakukan seorang pemuda Palestina yang akhirnya gugur dalam aksi syahid tersebut di Hebron selatan Tepi Barat, Infopalestina melaporkan, Senin.

Situs 0404 Israel menggungkapkan, seorang perwira Zionis menjadi korban aksi Intifadah III Palestina di dekat Masjid Al-Ibrahimi, Hebron. Ia mengalami luka-luka yang cukup parah. Sementara pelakunya gugur syahid ditembak serdadu zionis lainya.

Menurut saksi mata, serdadu Israel melesatkan tembakannya kepada pemuda yang sedang bergulat dengan perwira militer Israel. Keduanya langsung jatuh ke tanah dengan darah mengucur.

Saksi mata menegaskan, aksi penikaman itu terjadi di perlintasan Caountainer di Menara Abu Zaid, selatan Hebron. Para petugas medis segera datang ke lokasi dengan kekuatan penuh, sementara perwira tinggi militer Israel yang terluka akibat penusukan dalam kondisi sangat kritis.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

MUI Jabar Desak Kepolisian Segera Tangkap Pelaku Penyebar SE Palsu

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Rafani Achyar membantah telah menerbitkan Surat Edaran waspada wahabi dan meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap pembuatnya.

Dalam Surat Edaran palsu dengan nomor Kw10.1/2/Kp.04.2/2195/2015 itu, MUI Jawa Barat dituding telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 080/SE-037-MUI-JB tentang kewasapadaan terhadap ajaran Wahabi Salafy Ekstrim yang diketuai oleh Ustad Athian Ali Da'i, MA.

"Kami memastikan kalau MUI tidak pernah membuat surat seperti itu," kata Rafani di Kantor MUI Jabar Jl. RE. Martadinata No. 105 Bandung, Senin (7/12/2015).

Beliau kemudian menunjukkan arsip surat MUI bernomor 080/Ket/MUI-JB/VIII/2011 itu tidak berisi seperti yang dituduhkan dalam surat edaran palsu. Surat MUI dengan nomor itu adalah surat keterangan untuk kepentingan penyusunan Tesis atas nama Nurul Amaliyah berjudul Pemberian Wasiat Kepada Ahli Waris non Muslim Menurut Perspektif Hukum Islam.

"Jadi, tidak ada kaitan sama sekali dengan surat nomor 080/SE-037-MUI-JB yang secara administrasi penulisan surat, sama sekali tidak memenuhi kaidah yang berlaku dalam pedoman Organisasi MUI," tegasnya.

Selanjutnya, MUI Jabar akan berkoordinasi dengan Kemenag dan aparat untuk menelusuri pelaku pemalsuan surat MU dan Kemenag tersebut.

"Ini tidak boleh dibiarkan, ini sensitif. Jadi harus ditelusuri dan kalau sudah ketahuan pembuatnya harus segera ditangkap," tegasnya.

Ally | Jurnalislam

Turki: Rezim Assad Lakukan Kerjasama Energi dengan IS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kerjasama energi antara rezim Bashar al-Assad dan Islamic State (IS) meluas tidak hanya perdagangan minyak, menurut sumber keamanan Turki yang berbicara kepada Anadolu Agency, Ahad (06/12/2015)

Pemerintah rezim Suriah dan IS, yang menguasai sebagian besar ladang minyak dan gas di Suriah, telah bekerja sama dalam pasokan listrik serta perdagangan minyak, kata sumber itu dengan syarat Anonim.

Bulan lalu, serangan udara merusak pipa minyak IS, bangunan listrik dan sistem transmisi, menyebabkan kekurangan listrik di daerah yang berada di bawah kendali Assad, kata sumber itu.

Menurut sumber itu, rezim Assad mengirim sebuah tim insinyur ke daerah Deir al Zor dan Mariye di wilayah IS untuk melakukan perbaikan.

Peristiwa kerjasama itu ditemukan oleh pemantau intelijen Turki dari komunikasi militer Suriah, kata sumber itu.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Muslim AS Kumpulkan Dana Bagi Keluarga Korban Penembakan

CALIFORNIA (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok Muslim di AS secara kolektif telah mengumpulkan hampir sejumlah $30.000 dalam dua hari terakhir untuk keluarga korban penembakan Rabu di sebuah pusat layanan sosial yang menewaskan 14 orang dan melukai 17 lainnya di San Bernardino, California, Aljazeera melaporkan, Ahad (06/12/2015).

Inisiatif kaum Muslim Inggris untuk San Bernardino ini berusaha mengumpulkan dana sedikitnya $50.000 untuk memenuhi kebutuhan mendesak bagi keluarga korban.

"Jika kita melebihi target $50.000, kita bahkan dapat membantu keluarga mereka dengan biaya jangka panjang atau mungkin disumbangkan ke pusat regional dimana penembakan itu terjadi," kata kelompok itu.

Proyek ini diluncurkan pada hari Jumat oleh Faisal Qazi, presiden MiNDS, sebuah organisasi amal pemenang berbagai penghargaan berbasis di California selatan, dan Tarek El-Messidi, seorang pengusaha sosial Islam yang menonjol.

Mereka ini juga didukung oleh banyak kelompok Muslim, termasuk Dewan Syura Islam California Selatan (the Islamic Shura Council of Southern California – ISCSC) dan Dewan Hubungan Islam Amerika (the Council of American Islamic Relations – CAIR).

Qazi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dana tersebut mulai dikumpulkan sebelum terduga penembak – yang kebetulan Muslim – diidentifikasi, dan dengan demikian pengumpulan dana itu bukanlah sebuah upaya untuk mencegah serangan balik sentimen anti-Muslim.

"Orang-orang yang terluka adalah orang-orang kami dan itu bukan hanya kewajiban, tetapi tanggung jawab kami untuk berada di sana – untuk menunjukkan solidaritas dengan keluarga korban dan berada di sana mendukung mereka dalam jangka pendek dan panjang," katanya.

"Terus terang, dana itu sebenarnya dibentuk sebelum nama penyerang terungkap dan sebelum kita tahu seorang Muslim dituduh terlibat. Kampanye crowdsourcing dimulai hari berikutnya (setelah serangan) dan kemudian, atas permintaan para ulama Muslim, diperluas menjadi kampanye nasional.

"Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bahwa terlepas dari retorika politik dan kekhawatiran kita tentang sebuah serangan, untuk saat ini kami fokus pada hal-hal yang lebih penting dan orang-orang yang perlu diurus," tambahnya.

Muzammil Siddiqi, ketua ISCSC, memuji pengumpulan dana tersebut dan mendesak agar seluruh umat Islam ikut berkontribusi.

"Kami sangat sedih dengan penderitaan tetangga kita di San Bernardino. Kami bersama mereka tidak hanya melalui kata-kata simpati dan belasungkawa. Kita harus menunjukkan tindakan kebaikan dan kasih sayang," katanya.

Pada hari Ahad juga berlangsung peringatan untuk memperingati korban di Pusat Islam Redlands, yang dekat dengan tempat terjadinya serangan.

Deddy |  Aljazeera | Jurnalislam

 

Turki Geram atas ‘Provokasi’ Kapal Perang Rusia yang Melintas di Perairannya

TURKI (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Ahad  (06/12/2015) mengecam saat gambar provokasi yang menunjukkan pasukan Rusia dipersenjatai dengan peluncur roket di atas kapal perang mereka melewati perairan Turki, lansir World Bulletin.

"Photo pasukan rusia diatas kapal perang Rusia dengan menunjukkan peluncur roket adalah provokasi," kata Cavusoglu.

Caesar Kunikov milik armada angkatan laut Laut Hitam Rusia melewati Bosphorus pada hari Ahad pagi, namun media lainnya mengatakan insiden tersebut terjadi hari Jumat.

Gambar pasukan Rusia di atas kapal dengan sejenis roket atau rudal peluncur di bahunya dalam posisi menembak.

Rusia dan Turki terlibat dalam krisis terburuk sejak Perang Dingin sejak Turki menjatuhkan jet Rusia yang melintas wilayah Turki di perbatasan dengan Suriah pada 24 November. Peristiwa  tersebut memicu kemarahan dan sanksi ekonomi dari Kremlin.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pemerintah Myanmar Ciptakan Ancaman Berkedok Teroris Untuk Siksa Umat Islam

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi hak asasi manusia internasional mengecam pemerintah Myanmar karena tidak menyediakan pengadilan yang adil untuk 12 pria Muslim yang dituduh menerima pelatihan " Tentara Muslim Myanmar ".

Seperti yang dilansir World Bulletin pada hari Ahad (06/12/2015), pengacara bagi 12 pria tersebut bersama dengan para ahli keamanan telah mengatakan bahwa kelompok itu bahkan tidak ada, menunjukkan bahwa pemerintah telah menciptakan ancaman berkedok teroris hanya untuk membenarkan penyiksaan terhadap umat Islam.

Dalam sebuah pernyataan hari Ahad, Fortify Rights mengatakan bahwa pemerintah diduga telah menyiksa terdakwa yang sekarang menghadapi pengadilan di Aung Myay Thar San Township Court di Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu.

"Keadilan tidak bisa diteruskan, jika penyiksaan ditoleransi," kata Matthew Smith, direktur eksekutif Fortify." Pengadilan akan tercemar sampai tuduhan ini benar-benar diperhatikan dan standar pengadilan yang adil terpenuhi."

Pada 17 September Fortify mengatakan bahwa Soe Moe Aung, 24 tahun, telah bersaksi bahwa pihak berwenang telah memukuli dia dalam tahanan, merampas makanan dan air, memberinya makan pil, dan memberikan suntikan yang tidak diketahui selama interogasi yang berlangsung selama sekitar satu minggu.

Soe Moe Aung menuduh bahwa ia kemudian dipaksa menandatangani sebuah dokumen yang ia duga merupakan sebuah pengakuan.

Semua terdakwa adalah pria Muslim, berusia antara 19-58 tahun, dari Negara bagian Mandalay, Karen, dan Shan, dan dituduh bergaul dengan kelompok yang disebut penuntut sebagai "Tentara Muslim Myanmar " pada 2014.

Tapi selama persidangan, Fortify mengatakan bahwa pemerintah gagal menyajikan bukti keberadaan kelompok atau hubungan mereka dengan para terdakwa.

Mereka juga mengatakan bahwa petugas polisi yang bertugas sebagai saksi utama pemerintah menyembunyikan bukti dengan menerapkan Undang-Undang Rahasia Resmi.

"Sebuah pengadilan harus didasarkan pada fakta dan bukti-bukti, bukan kecurigaan dan kerahasiaan," kata Smith. "Negara sejauh ini telah gagal menunjukkan bukti untuk membenarkan tuduhan terhadap terdakwa ini."

Para terdakwa ditangkap dan ditahan sejak 14 November hingga 26 Desember nanti, dan telah didakwa di bawah bagian 5 (J) dari Ketentuan Darurat Act Myanmar.

Mereka menghadapi tujuh tahun penjara. Smith mengatakan bahwa pengadilan Mandalay sudah divonis dan dijatuhi hukuman tiga orang untuk tiga tahun penjara karena pelanggaran imigrasi dugaan.

"Pemerintah Myanmar harus memastikan hak untuk mendapatkan pengadilan yang adil untuk semua, tanpa memandang suku, agama, atau sifat tuduhan kejahatan," kata Smith.

"Mengandalkan penyiksaan hanya akan berfungsi untuk mengabadikan ketidakadilan dan menabur benih permusuhan di masa depan."

Sedikit yang diketahui dari Angkatan Darat Muslim Myanmar di luar penyebutan singkat di 2015 Rajaratnam School of International Studies (RSIS) laporan, di mana Rohan Gunaratna menulis tentang "laporan yang belum dikonfirmasi tentang munculnya kelompok baru yang disebut Myanmar Tentara Muslim (MMA), yang dilaporkan menggunakan wilayah Thailand untuk melatih Muslim Myanmar ".

Keberadaan kelompok ini belum dikonfirmasi oleh kelompok hak asasi manusia, ahli terorisme, atau Departemen Luar Negeri AS.

Pada bulan Mei, Zachary Abuza, spesialis dalam masalah keamanan Asia Tenggara dan politik, mengatakan kepada majalah digital The Intercept bahwa ia belum pernah mendengar tentang "Tentara Muslim Myanmar".

"Kedengarannya benar-benar fiktif kepada saya," kata Abuza, seorang profesor di War College Nasional di Washington, DC. "Aku akan ragu bahwa setiap kelompok yang memerangi negara bahkan akan menggunakan istilah 'Myanmar' sebagai yang melegitimasi rezim."

Minoritas Muslim Myanmar sebagian besar terdiri dari Rohingya, yang telah menghadapi penganiayaan keji selama beberapa dekade oleh rezim Myanmar, situasi mereka telah menjadi semakin berbahaya karena pembantaian atas nama agama meletus pada tahun 2012.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Inilah Pesan Audio Amirul Mukminin Imarah Islam Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin Imarah Islam Amirul Mukminin Mullah Akhtar Muhammad Mansur (semoga Allah melindungi dia) akhirnya berbicara melalui pesan audio tentang propaganda musuh terbaru dan beberapa masalah lain terkait Mujahidin melalui radio komunikasi. Pesan audio yang dirilis melalui El Emarah News pada hari Ahad (06/12/2015) dapat didownload dari link yang tersedia di bawah ini.

Dalam rilisannya Syeikh Mullah Akhtar Muhammad Mansur menyampaikan beberapa point, yaitu;

1. Amirul Mukminin membantah klaim musuh bahwa  ia mengalami cedera / kematian, mengatakan ia belum pernah pergi ke Kuchlak (Quetta) selama bertahun-tahun.

2. Beberapa orang munafik juga menyebar rumor dan bahkan tindakan mereka dianggap mencoba membingungkan orang-orang biasa.

3. Mengirim belasungkawa terdalam untuk keluarga anak-anak syuhada di provinsi Maidan Wardag akibat serangan pasukan musuh, mengatakan bahwa Imarah didirikan untuk menghapus air mata para korban seperti mereka.

4. Makna sejati (penting) pesan ini adalah bahwa kita harus percaya diri, kita tidak berjuang untuk kekuasaan / Imarah. Tujuan utama kami adalah syariah & itu akan diikuti secara ketat.

5. Dunia, rezim Kabul maupun setiap orang harus menyadari mengapa Taliban berperang:

Tidak ada perbedaan yang nampak antara Mujahidin dengan pemimpin Imarah.

Perbedaan sedikit tentang pendapat tidak berarti terjadi eskalasi konflik bersenjata, umat Islam tidak boleh khawatir tentang hal ini karena tujuan Imarah adalah mengangkat firman Allah (SWT), membentuk pemerintahan Islam dan menjaga kehidupan, kekayaan (harta) dan kehormatan seluruh rakyat dan kaum Muslim, dan bahwa mereka telah ikhlas menerima kematian, cedera, dipenjara dan semua kesulitan lainnya saat berjuang di jalan ini.

Setiap orang perlu menyadari bahwa propaganda (isu-isu) yang berusaha untuk menyakiti  umat Islam bukanlah sesuatu yang baru, dan telah berlangsung sejak berdirinya Imarah Islam, bahkan sejak zaman Rasulullah (SAW) tetapi mereka semua memiliki kesabaran. Karena itu seluruh Mujahidin, Umat Islam dan Ulama/Pemimpin/Komandan/anggota Imarah juga perlu memahami bahwa kejadian tersebut tidak pernah terjadi dan insiden perebutan kekuasaan/kepemimpinan tersebut tidak akan pernah terjadi di antara kami.

Kami memiliki Ulama dan pemimpin yang cerdas yang dapat mengatasi dan campur tangan dalam masalah seperti itu serta tidak akan pernah membiarkan hal itu meningkat menjadi keadaan perebutan kekuasaan/kepemimpinan seperti yang diberitakan itu.

Ada perbedaan antara Thalib dan Mujahid, mereka yang telah menyimpang dari jalan yang benar tidak dapat menyalahgunakan nama Thalib, ia telah diberi label oleh Syariah dengan banyak nama terkenal lainnya, kadang disebut Sahib ul Fasad (orang-orang yang menyebarkan kerusakan), kadang disebut murtad (pembelot/pengkhianat) dan kadang disebut orang munafik.

Mereka yang telah menyebarkan rumor ini harus merasakan bagaimana rasanya dalam kehidupan nyata.

Saya tidak ingin berbicara tentang rumor ini tetapi harus memberikan kepercayaan kepada Mujahidin dan kaum Muslimin.

Mereka yang mengaitkan rumor ini kepada diri mereka sendiri, hanya karena kelemahan mereka, mereka hanya berusaha untuk mencelakai kaum Muslimin.

Media harus menyadari etika jurnalistik, dan tidak boleh menyebarkan berita tidak berdasar (benar) yang menimbulkan bias.

Kaum Muslim harus percaya diri dan menyadari bahwa perang media ini bukanlah sesuatu yang baru, klaim tersebut akan berulang kali beredar, percayalah kepada publikasi/kata-kata juru bicara Imarah Islam. Yakinlah bahwa bahkan jika saya tidak menolak sendiri klaim tersebut di waktu lain, ini tidak berarti bahwa sesuatu telah terjadi.

Mujahidin harus fokus pada pekerjaan mereka, tidak mendengarkan rumor propaganda tak berdasar bahwa negosiasi telah dimulai, dan bahwa tidak ada lagi pertempuran dan kebohongan lainnya.

Kami juga akan membuat manuver politik bersama dengan upaya militer tetapi hanya ketika kami anggap perlu. Ini tidak akan dilakukan karena tekanan atau kekuatan orang lain.

Kami tidak berjuang untuk kekuasaan, setiap orang harus menyadari bahwa tuntutan kami mudah, yaitu meninggikan firman Allah dan membentuk pemerintahan Islam yang praktis diberlakukan di Afghanistan atau Jihad kami akan terus berlangsung selamanya.

Setiap Muslim harus percaya pada kata-kata juru bicara di setiap permasalahan Imarah dari pada propaganda musuh, dan kita seharusnya tidak memikirkan apakah musuh percaya atau tidak.

Berdoalah untuk Mujahidin di seluruh dunia.

Buka Audio disini:

https://archive.org/download/NewPaygham2015/NewPaygham2015_vbr.m3u

 

Deddy | El Emarah News | Jurnalislam