Pembicaraan Damai Yaman Berakhir Tanpa Kesepakatan, Pertempuran Berlanjut

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai Yaman di Swiss berakhir pada hari Ahad (20/12/2015) tanpa kesepakatan untuk mengakhiri perang sipil dan intervensi asing yang telah berlangsung sembilan bulan tetapi faksi yang bertikai akan melanjutkan negosiasi pada 14 Januari, sumber delegasi pemerintah mengatakan kepada Reuters, Ahad.

"Putaran pertama diskusi Yaman berakhir dengan kesepakatan untuk dilanjutkan kembali di Ethiopia pada tanggal 14 Januari," kata sumber itu kepada Reuters.

Sebelumnya, PBB mengatakan pembicaraan damai antara pihak yang bertikai di Yaman telah berakhir di tengah pertempuran baru yang berlangsung sengit di negeri ini.

Kantor PBB di Jenewa mengatakan utusan khusus untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, akan mengadakan konferensi pers hari Ahad. Pembicaraan perdamaian antara pejuang pro-pemerintah dan pemberontak Syiah Houthi mulai Selasa (15/12/2015) di desa Swiss Macolin.

Pertempuran sengit dan serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Arab menargetkan Yaman utara, Sabtu, saat dua partai utama dalam konflik di negara itu terus melanggar gencatan senjata.

Bentrokan di Provinsi Hajjah dekat perbatasan Saudi antara unit milisi-sekutu dan pasukan Yaman pro-pemerintah telah menewaskan lebih dari 75 orang selama tiga hari terakhir, menurut pejabat keamanan Yaman dan saksi.

Pertempuran Yaman berlangsung antara pihak pemerintah yang diakui secara internasional dan didukung koalisi pimpinan Saudi serta AS, melawan pemberontak Syiah Houthi, yang bersekutu dengan mantan presiden dan didukung oleh Iran.

Menurut angka PBB, perang di Yaman telah menewaskan sedikitnya 5.884 orang sejak Maret, ketika pertempuran meningkat saat koalisi yang dipimpin Arab mulai meluncurkan serangan udara yang menargetkan pasukan Syiah Houthi.

Deddy | Reuters | Jurnalislam

 

Pembicaraan Damai Yaman Berakhir Tanpa Kesepakatan, Pertempuran Berlanjut

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai Yaman di Swiss berakhir pada hari Ahad (20/12/2015) tanpa kesepakatan untuk mengakhiri perang sipil dan intervensi asing yang telah berlangsung sembilan bulan tetapi faksi yang bertikai akan melanjutkan negosiasi pada 14 Januari, sumber delegasi pemerintah mengatakan kepada Reuters, Ahad.

"Putaran pertama diskusi Yaman berakhir dengan kesepakatan untuk dilanjutkan kembali di Ethiopia pada tanggal 14 Januari," kata sumber itu kepada Reuters.

Sebelumnya, PBB mengatakan pembicaraan damai antara pihak yang bertikai di Yaman telah berakhir di tengah pertempuran baru yang berlangsung sengit di negeri ini.

Kantor PBB di Jenewa mengatakan utusan khusus untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, akan mengadakan konferensi pers hari Ahad. Pembicaraan perdamaian antara pejuang pro-pemerintah dan pemberontak Syiah Houthi mulai Selasa (15/12/2015) di desa Swiss Macolin.

Pertempuran sengit dan serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Arab menargetkan Yaman utara, Sabtu, saat dua partai utama dalam konflik di negara itu terus melanggar gencatan senjata.

Bentrokan di Provinsi Hajjah dekat perbatasan Saudi antara unit milisi-sekutu dan pasukan Yaman pro-pemerintah telah menewaskan lebih dari 75 orang selama tiga hari terakhir, menurut pejabat keamanan Yaman dan saksi.

Pertempuran Yaman berlangsung antara pihak pemerintah yang diakui secara internasional dan didukung koalisi pimpinan Saudi serta AS, melawan pemberontak Syiah Houthi, yang bersekutu dengan mantan presiden dan didukung oleh Iran.

Menurut angka PBB, perang di Yaman telah menewaskan sedikitnya 5.884 orang sejak Maret, ketika pertempuran meningkat saat koalisi yang dipimpin Arab mulai meluncurkan serangan udara yang menargetkan pasukan Syiah Houthi.

Deddy | Reuters | Jurnalislam

 

Provinsi Helmand Diambang Jatuh ke Tangan Taliban, 90 Pasukan Afghanistan Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) – Provinsi Afghanistan selatan Helmand berada di ambang kejatuhan ke tangan Imarah Islam Afghanistan (Taliban), dengan 90 tentara pemerintah tewas dalam dua hari pertempuran sengit, wakil gubernurnya mengatakan, Ahad (20/12/2015), lansir World Bulletin.

Bentrokan antara Taliban dan pasukan pemerintah meningkat di beberapa kabupaten kunci Helmand, memicu kekhawatiran bahwa provinsi ini di ambang keruntuhan keamanan.

Dalam permohonan yang tidak biasa kepada Presiden Ashraf Ghani melalui Facebook, Deputi Gubernur Mohammad Jan Rasoolyar memohon intervensi mendesak untuk menyelamatkan provinsi yang telah dibela pasukan Inggris dan AS selama bertahun-tahun.

"Saya tahu bahwa membesarkan masalah ini di media sosial akan membuat Anda sangat marah," tulis Rasoolyar dalam posting Facebook-nya yang ditujukan kepada Ghani.

"Tapi aku tidak bisa diam lagi … saat Helmand berdiri di tepi jurang … Sembilan puluh pasukan telah tewas di kabupaten Gereshk dan Sangin dalam dua hari terakhir."

Pernyataan tersebut menyiratkan kesamaan dengan situasi keamanan yang menyebabkan jatuhnya kota utara Kunduz secara singkat pada bulan September, yang merupakan kemenangan terbesar Taliban dalam perang yang telah berlangsung selama 14 tahun.

Jatuhnya Helmand merupakan pukulan telak lagi untuk pasukan NATO yang didukung negara saat mereka berusaha menghadapi Taliban.

Tidak ada reaksi langsung mengenai posting Rasoolyar dari kantor Ghani. Kementerian Pertahanan di Kabul berkelit bahwa Helmand akan jatuh dan tidak percaya  90 pasukannya tewas.

Namun para pejabat lokal mendukung pernyataan Rasoolyar, mengatakan Taliban sedang mencapai kemenangan yang stabil dalam distrik seperti Sangin, yang telah lama menjadi basis pergerakan mujahidin .

Kepala badan intelijen Afghanistan mengundurkan diri awal bulan ini setelah frustrasi memposting dalam Facebook atas jangkauan diplomatik Ghani untuk Pakistan – pendukung bersejarah Taliban – yang bertujuan memulai kembali pembicaraan damai dengan mujahidin.

Pengunduran diri Rahmatullah Nabil mengangkat pertanyaan tentang krisis kepemimpinan di Afghanistan saat Taliban memperoleh kemenangan dari momentum baru tersebut.

Bulan ini menandai satu tahun sejak misi NATO pimpinan AS di Afghanistan dialihkan menjadi operasi yang dipimpin Afghanistan, dengan negara-negara sekutu membantu dalam melatih pasukan lokal.

Banyaknya kemenangan yang diraih Taliban, sehingga Barack Obama pada bulan Oktober mengumumkan bahwa ribuan tentara AS akan tetap di Afghanistan sepanjang 2016, berlawanan dengan rencana sebelumnya untuk mengecilkan kekuatan dan mengakui bahwa pasukan pemerintah Afghanistan tidak mampu menghadapi Taliban.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Provinsi Helmand Diambang Jatuh ke Tangan Taliban, 90 Pasukan Afghanistan Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) – Provinsi Afghanistan selatan Helmand berada di ambang kejatuhan ke tangan Imarah Islam Afghanistan (Taliban), dengan 90 tentara pemerintah tewas dalam dua hari pertempuran sengit, wakil gubernurnya mengatakan, Ahad (20/12/2015), lansir World Bulletin.

Bentrokan antara Taliban dan pasukan pemerintah meningkat di beberapa kabupaten kunci Helmand, memicu kekhawatiran bahwa provinsi ini di ambang keruntuhan keamanan.

Dalam permohonan yang tidak biasa kepada Presiden Ashraf Ghani melalui Facebook, Deputi Gubernur Mohammad Jan Rasoolyar memohon intervensi mendesak untuk menyelamatkan provinsi yang telah dibela pasukan Inggris dan AS selama bertahun-tahun.

"Saya tahu bahwa membesarkan masalah ini di media sosial akan membuat Anda sangat marah," tulis Rasoolyar dalam posting Facebook-nya yang ditujukan kepada Ghani.

"Tapi aku tidak bisa diam lagi … saat Helmand berdiri di tepi jurang … Sembilan puluh pasukan telah tewas di kabupaten Gereshk dan Sangin dalam dua hari terakhir."

Pernyataan tersebut menyiratkan kesamaan dengan situasi keamanan yang menyebabkan jatuhnya kota utara Kunduz secara singkat pada bulan September, yang merupakan kemenangan terbesar Taliban dalam perang yang telah berlangsung selama 14 tahun.

Jatuhnya Helmand merupakan pukulan telak lagi untuk pasukan NATO yang didukung negara saat mereka berusaha menghadapi Taliban.

Tidak ada reaksi langsung mengenai posting Rasoolyar dari kantor Ghani. Kementerian Pertahanan di Kabul berkelit bahwa Helmand akan jatuh dan tidak percaya  90 pasukannya tewas.

Namun para pejabat lokal mendukung pernyataan Rasoolyar, mengatakan Taliban sedang mencapai kemenangan yang stabil dalam distrik seperti Sangin, yang telah lama menjadi basis pergerakan mujahidin .

Kepala badan intelijen Afghanistan mengundurkan diri awal bulan ini setelah frustrasi memposting dalam Facebook atas jangkauan diplomatik Ghani untuk Pakistan – pendukung bersejarah Taliban – yang bertujuan memulai kembali pembicaraan damai dengan mujahidin.

Pengunduran diri Rahmatullah Nabil mengangkat pertanyaan tentang krisis kepemimpinan di Afghanistan saat Taliban memperoleh kemenangan dari momentum baru tersebut.

Bulan ini menandai satu tahun sejak misi NATO pimpinan AS di Afghanistan dialihkan menjadi operasi yang dipimpin Afghanistan, dengan negara-negara sekutu membantu dalam melatih pasukan lokal.

Banyaknya kemenangan yang diraih Taliban, sehingga Barack Obama pada bulan Oktober mengumumkan bahwa ribuan tentara AS akan tetap di Afghanistan sepanjang 2016, berlawanan dengan rencana sebelumnya untuk mengecilkan kekuatan dan mengakui bahwa pasukan pemerintah Afghanistan tidak mampu menghadapi Taliban.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Intifadhah III: 51 Wanita Palestina Mendekam di Penjara Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Badan Urusan Tawanan Pemerintah Palestina mengatakan bahwa jumlah wanita Palestina dalam aksi perlawanan yang ditangkap dan mendekam di penjara Zionis mencapai 51 orang, sebanyak 3 di antaranya terluka tembak oleh pasukan penjajah Zionis, Infopalestina melaporkan, Ahad (20/12/2015).

Pengacara dari Badan Urusan Tawanan Palestina, Hanan al-Khatib menyebutkan dalam pernyataan yang dirilis hari Sabtu (19/12/2015), tiga tawanan wanita saat ini terbaring di rumah sakit ZIonis akibat luka tembak yang dialaminya sebelum ditangkap. Dua tawanan wanita lain diisolasi di penjara Ramleh. Sementara itu 31 tawanan wanita lainnya mendekam di penjara Zionis “Sharon”.

Hanan menyatakan bahwa sebanyak 15 tawanan wanita dipindahkan dari penjara Sharon ke penjara Daymon, yang baru-baru ini dibuka akibat kepadatan di penjara-penjara lain. Hal tersebut dia sampaikan usai kunjungan pertamanya ke penjara baru tersebut.

Dia menjelaskan bahwa semua tawanan wanita yang dipindahkan belum menjalani persidangan dan proses hukum. Mereka tidak boleh mengambil barang-barang pribadinya. Area yang dikhususkan untuk penjara dipantau selama 24 jam dengan kamera. Penjara baru ini juga tidak dilengkapi dengan peralatan listrik.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Bule di Semarang Dipolisikan Akibat Tuduh Wanita Bercadar Teroris

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Seorang bule Australia terpaksa digelandang ke Markas Polrestabes Semarang karena menuding perempuan berhijab dan bercadar sebagai teroris. Peristiwa itu terjadi di sebuah tempat perbelanjaan di Kawasan Jalan Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/12/2015).

Yang dituding sebagai teroris adalah istri Habib Thohir Husin Bin Ali Yahya dan istri Adzanta Bilhaq. Bule itu berinisial ED, bertempat tinggal di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Insiden ini bermula ketika Habib Thohir Husin dan Adzanta Bilhaq beserta masing-masing istrinya hendak berbelanja di Gelael, Jalan Sultan Agung, Gajahmungkur Semarang, sebelah utara Gerbang Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

Saat berada di stan rokok, tiba-tiba bule itu datang. Awalnya, dia langsung mengatakan bahwa lokasi perbelanjaan itu banyak menjual babi sehingga tidak tepat untuk muslim. Namun, yang lebih mengejutkan, tiba-tiba bule itu menuding istri Habib Thohir dan istri Adzanta sebagai teroris, karena berjilbab dan menggunakan cadar.

“Awalnya dia mengusir, sambil bilang ‘get out, get out’. Saya sempat jelaskan, kalau dirinya sudah menghina agama, menistakan agama. Dia malah menantang, mengaku bernama Muhammad,” kata Adzanta di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, dikutip Sindonews, Ahad (20/12/2015) malam.

Saat di lokasi, Adzanta mengaku sempat bersabar dan mencoba memberi penjelasan ke bule itu. Tetapi, tak berhasil. Bule itu terus mencemooh dengan bahasa Inggris, sembari menenteng bir belanjaan.

Akhirnya petugas kepolisian menjemputnya setelah menerima laporan. Bule itu sempat hendak kabur menggunakan mobilnya, tapi dicegah. Dia akhirnya digelandang ke kantor polisi.

“Yang berjilbab besar dan cadar kan banyak, sekarang ada di mana-mana. Malah diteriaki teroris. Harapan saya, (laporan) ini diproses dengan baik,” lanjutnya. Laporan Adzanta teregister STTP/83/XII.2015/JTG/SPKT/RES TBS SMG.

Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polrestabes Semarang AKBP Budi Agus mengatakan ED adalah Warga Negara Asing (WNA). “Ya Mas, WNA. Telah ada pengaduan ke SPKT dan selanjutnya dalam proses penyidikan Reskrim ya,” katanya saat dihubungi KORAN SINDO via ponsel.

Ally | Sindonews | Jurnalislam

Habib Rizieq Kembali Sampaikan Klarifikasi Soal Sampurasun

PURWAKARTA (Jurnalislam.com) – Dalam Tabligh Akbar di Purwakarta, Sabtu (19/12/2015) lalu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab kembali mengklarifikasi pernyataannya soal campur racun. Menurutnya, masyarakat salah paham atas pernyataannya itu karena publik tidak melihat isi ceramahnya secara keseluruhan. 

Pernyataan Habib Rizieq itu diketahui publik setelah tersebar media sosial. Namun dari dua jam ceramahnya saat itu, hanya 40 detik video yang diunggah.

"Ceramah saya di Purwakarta sebelumnya selama dua jam, kemudian dipotong jadi 40 detik, dimasukan ke youtube, lalu tersebarlah opini Habib Rizieq menghina adat Sunda," jelas Habib dalam tabligh akbar yang dihadiri ribuan warga Purwakarta itu.

"Puluhan ribu orang sunda mendengar ceramah saya ketika itu, ratusan ulama sunda juga ikut hadir mendengar ceramah saya, saya hanya katakan bahwa assalamualaikum tidak boleh diganti dengan selamat pagi, selamat siang, atau malam. begitu juga tidak boleh diganti dengan sampurasun," sambungnya.

Habib menjelaskan, sampurasun maknanya baik, sampura dari kata hampura artinya mohon maaf, sun artinya saya, sampurasun artinya saya mohon maaf. " Itu bagus, tetapi jangan dipakai untuk mengganti assalamualaikum, itu yang kita tolak," terangnya.

Jika assalamualaikum diganti jadi sampurasun atau kota tasbeh diganti jadi kota patung, kota santri jadi kota berhala, kota Islam jadi kota hindu, menurut Habib itu sama dengan Dedi bukan sedang memasyarakatkan sampurasun. Tetapi, dia ingin meracuni akidah umat Islam Purwakarta.

"Sampurasun milik kita, campur racun milik Dedi. jadi jangan dibalik," cetusnya.

"Kalau saya ngomong seperti itu saya menghina adat Sunda tidak?" tanya Habib kepada jamaah saat itu. Jamaah pun terdiam.

Habib menilai, justru Dedi lah yang telah menghina adat Sunda karena pada kenyataannya Dedi ingin menggantikan budaya Sunda dengan budaya Hindu.

Irfan | Suara Islam Online | Jurnalislam

Refleksi Akhir Tahun, HTI Gelar Aksi Bashiroh di Landmark Cilegon

CILEGON (Jurnalislam.com) – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Cilegon melakukan aksi Bashiroh Refleksi tahun 2015 dengan tema, "Indonesia Makin Liberal Makin Terjajah" di Landmark Kota Cilegon, Ahad (20/12/2015).

“Kami melakukan aksi Bashiroh Refleksi tahun 2015 dengan tema : Indonesia makin liberal makin terjajah,” kata Wawang Abu Ghozi, korlap aksi kepada Jurnalislam di tempat aksi.

Wawang menjelaskan,dalam acara aksi hari ini ada 5 poin yang disampaikan kepada masyarakat, salah satunya tentang sistem asurans Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dinilai telah menyengsarakan masyarakat.

“Asuransi BPJS adalah sistem kapitalis, harusnya kesehatan rakyat ditanggung oleh pemerintah bukan pada rakyat,” tegasnya.

Wawang juga menyinggung pemborosan biaya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dan melihat adanya potensi tindakan korupsi oleh pihak yang terlibat dalam pilkada tersebut.

“Pilkada serentak di 269 tempat menghabiskan dana 60 Triliun, 30% lebih mahal dari pilkada pilkada sebelumnya. Kami melihat ini berpotensi untuk menjadi lahan korupsi baru,” ujarnya.

Ditanya tentang kinerja pemerintah pada tahun 2015, HTI menilai, pada tahun 2015 pemerintah hanya peduli akan pembangunan infrastruktur dan tidak memikirkan aspek aspek lain.

"Kalau ukurannya materi dan infrastruktur mungkin iya, tetapi tidak dengan banyak aspek yang ada di Negeri ini,” tegasnya.

Indonesia Harus Membantu Umat Muslim Rohingya

Dalam aksi itu, Wawang juga menyingung umat Islam Rohingya. Wawang menilai kepedulian umat Islam Indonesia terhadap penderitaan Muslim Rohignya masih kurang.

“Belum banyak masyarakat yang tahu tentang apa dan siapa muslim Rohingya. Memang ada sebagian Muslim yang peduli dengan Muslim Rohingya seperti yang di Aceh, termasuk HTI Aceh juga membantu bantuan sosial,” terang Wawang.

Wawang menambahkan, seharusnya Indonesia membantu Muslim Rohingya yang saat ini diperangi oleh ekstrimis Budha.

“Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia harus berperan aktif dalam menyelamatkan mereka, dan kami mengharapkan bantuan dari pemerintah sebagai bagian dari negeri muslim yang ada di dunia, bukan cuek bebek bukan diam saja, sibuk dengan dagangan-dagangan politik di MKD,” cetusnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Selain Bantu Materil, Ansharusyariah Nusra juga Kirim Da’i ke Bajo Pulau

BIMA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah Wilayah Nusa Tenggara (Nusra) menggalang bantuan untuk pembangunan masjid Nurul Hidayah, Bajo Pulau. Masjid Nurul Hidayah rusak berat setelah kebakaran hebat yang melanda pulau itu pada 25 November lalu.

“Alhamdulillah sebagian bantuan yang diperlukan oleh masyarakat disana pada saat ini sudah ada dan terkumpul,” terang perwakilan Ansharusyariah Nusra, ustadz Asikin kepada Jurnalislam.com, Ahad (20/12/2015).

Pihaknya akan terus berupaya memenuhi kebutuhan yang diperlukan agar masjid Nurul Hidayah bisa beroperasi kembali.

“Insya Allah beberapa hari ke depan ini kami akan mengupayakan untuk menyerahkan langsung bantuannya apabila semua barang yang dibutuhkan sudah terkumpul,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Bajo Pulau tidak hanya membutuhkan bantuan materil, akan tetapi moril dan spiritual. “Oleh karena itu, kami akan mengirimkan juga beberapa da’i yang nantinya akan berdakwah disana,” tutupnya.

Saat ini masjid Nurul Hidayah dalam kondisi memprihatinkan. Meski hanya beratap terpal, namun warga masih tetap menggunakan masjid untuk shalat berjamaah. Baca : Pasca Kebakaran, Masjid Nurul Hidayah Bajo Pulau Kini Beratap Terpal

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Lawan Kemusyrikan di Purwakarta, Habib Rizieq Siap Mati Syahid

PURWAKARTA (Jurnalislam.com) – Meski sedang sakit, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab tetap menghadiri undangan Tabligh Akbar di Purwakarta, Sabtu (19/12/2015). Kedatangannya dalam rangka pelantikan DPW FPI Purwakarta. 

"Saya sudah enam hari dirawat di rumah sakit, kemarin baru pulang dan sekarang hadir disini. Saya punya penyakit tetapi karena ada "musuh" malah jadi sembuh", ungkapnya, menyindir Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagaimana dilansir suara-islam online.

Habib Rizieq tidak mengenakan imamah (sorban) putih yang biasa dikenakannya. Dalam acara tersebut ia memakai sorban hijau sebagai tanda dirinya siap mati syahid untuk membela Islam.

"Kalau saya pakai imamah putih itu untuk berdakwah tetapi saat ini saya pakai imamah hijau, artinya siap mati syahid membela agama Allah. Jadi kepada dukun-dukun yang ada di Purwakarta kita tidak pernah akan mundur melawan segala bentuk kemusyrikan," tegas Habib Rizieq.

Habib Rizieq menjelaskan orang Sunda identik dengan Islam dan jauh dari budaya syirik. Namun, ketika Purwakarta dipimpin Dedi Mulyadi, budaya-budaya syirik dihidupkan.

"Orang sunda khususnya di Purwakarta tidak boleh dirusak akidahnya. Ini Kota Tasbeh, Kota Santri tidak boleh diganti jadi kota syirik," pungkasnya.

"Sampaikan kepada si Raja Syirik, jangan memperalat masyarakat dan mengadu domba umat, kami tidak pernah takut membela agama Allah. Jangan menghalang-halangi dakwah, kalau mau perang silahkan tentukan kapan dimana tempatnya kami siap melawan," tegasnya.

Ribuan masyarakat Purwakarta tumpah ruah dalam acara tersebut. Meski sempat ada ketegangan akibat ulah provokator, namun situasi berhasil diredam dan Tabligh Akbar berlangsung lancar.

Irfan | Suara Islam Online | Jurnalislam